FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Halaman 6 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 20, 2013 8:58 am

First topic message reminder :



Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah

Itsna Asyariyah ?



Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).



1.     Ahlussunnah         : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

a)      Syahadatain

b)      As-Sholah

c)      As-Shoum

d)      Az-Zakah

e)      Al-Haj

Syiah                     : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

a)      As-Sholah

b)      As-Shoum

c)      Az-Zakah

d)      Al-Haj

e)      Al wilayah



2.      Ahlussunnah         : Rukun Iman ada 6 (enam) :

a)      Iman kepada Allah

b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya

d)      Iman kepada Rasul Nya

e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah                     : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*

a)      At-Tauhid

b)      An Nubuwwah

c)      Al Imamah

d)      Al Adlu

e)      Al Ma’ad



3.     Ahlussunnah         : Dua kalimat syahadat

Syiah                     : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.



4.     Ahlussunnah         : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah                     :  Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.



5.     Ahlussunnah         : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

a)      Abu Bakar

b)      Umar

c)      Utsman

d)      Ali Radhiallahu anhum

Syiah                     : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).

 6.     Ahlussunnah         : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

Syiah                     : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.



7.      Ahlussunnah         : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah                     : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.



8.      Ahlussunnah         :  Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah                     : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.



9.      Ahlussunnah         : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

a)      Bukhari

b)      Muslim

c)      Abu Daud

d)      Turmudzi

e)      Ibnu Majah

f)       An Nasa’i

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah                     : Kitab-kitab Syiah ada empat :

a)      Al Kaafi

b)      Al Istibshor

c)      Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih

d)      Att Tahdziib

(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).



10.  Ahlussunnah         : Al-Qur'an tetap orisinil

Syiah                     : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).



11. Ahlussunnah         : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah                     : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.



12.  Ahlussunnah         : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Syiah                     : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan           : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.[/left]

13.  Ahlussunnah         : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syiah                     : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.



14.
 Ahlussunnah         : Khamer/ arak tidak suci.

Syiah                     : Khamer/ arak suci.



15.  Ahlussunnah         : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah                     : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.



16.  Ahlussunnah         :  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah                     : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).



17.  Ahlussunnah         : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah                     : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.

(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).



18.  Ahlussunnah         : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syiah                     : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.



19.  Ahlussunnah         : Shalat Dhuha disunnahkan.

Syiah                     : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).



Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).  Sengaja  kami  nukil  sedikit saja,  sebab apabila kami nukil

seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.

http://www.albayyinat.net/jwb5tc.html
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down


Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Wed Dec 04, 2013 6:55 pm

@musicman wrote:
Menurut bung TI, apa alasan yg paling bisa dibenarkan untuk mengatakan Shiah itu sesat?
@music & @panda
semoga kalian diberi hidayah dan taufiq oleh Allah,

beberapa bukti lagi, yang orang awam pun akan langsung paham betapa tercelanya perkataan syi'ah dibawah ini


silahkan panda1 lihat kembali diatas kontradiksi perkataan anda yang membela secara membabi buta




jangan katakan lagi editing dan beragam alibi lainnya untuk membela kebatilan ini


@musicman wrote:Saya baca bolak balik, masih gk ketemu-ketemu kok yah, kecuali kutipan si A, si B si C..atau ulama-ulama yg namanya "seram"2 berbau Arab bilang Shiah itu sesat.

Kalau memang itu ..udah sering saya liat..pendapat Shiah itu sesat, kafir, dsb.

Yg bikin saya penasaran..saya ngga ketemu2 tuh..alasan masuk akal sehingga mereka pantas disebut sesat, yah kecuali pendapat si A,B C

Menurut bung TI, apa alasan yg paling bisa dibenarkan untuk mengatakan Shiah itu sesat?
subhanallah..."ulama-ulama seram berbau arab" padahal diatas adalah merupakan ulama-ulama yang telah diakui oleh seluruh kaum muslimin keilmuan nya, didalam nya ada Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Hambali, bahkan Imam Bukhari..dll mudah sekali mencela dan merendahkan ulama dihadapan manusia
jangan kalian jauhkan umat dari para ulama ya ikhwan, janganlah begitu. demi mengedepankan nafsu dan akal kalian semata,
kalian cela ulama, kalian rendahkan mereka
padahal tidak sampai seujung kuku mereka, jika dibandingkan keilmuan mereka dengan kalian
berani sekali, sungguh berani

sukses besar misi kaum liberal dan kufar dalam menjauhkan umat islam dari para ulama
mereka anti terhadap arab, padahal rasulullah berasal dari arab,
para shahabat mayoritas dari arab, para ulama tabi'in, tabiut tabi'in dari arab ?
bahkan sekedar mendengar nama berbau arab pun sudah terkesan meyeramkan di telinga kalian..subhanallah

mungkin untuk mereka lebih nyaman kalau yang disebut ulama bernama JOKO, ULIL, MUSHADEQ, LIA...wallahu a'lam
semoga kita semua mendapatkan hidayah serta taufiq dari Allah
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by dee-nee on Thu Dec 05, 2013 8:44 am

@isaku wrote:luar biasa penjelasan Pak Panda1, cukup membuka wawasan :)

Tapi begini pak Panda, alasan syiah dianggap sesat adalah beda akidah,

Ketidakterimaan syiah awal terhadap ketiga khalifah yg pak Panda akui sendiri jstru bersebrangan dengan pandangan Ali RA, menyebabkan ketidakterimaan jg terhadap periwayatan hadits dari sahabat yg ditolak, berimbas di kemudian hari perbedaan mendasar antara sunni dan syiah. Bagaimana Pak Panda menjelaskan ttg Shalat Jumat, Shalat Dhuha, pendapat bahwa 12 imam adalah ma'shum dan banyak hal lain?
nice question
mau baca juga gimana selanjutnya

2 good2 good

Tapi saya mau dengar juga pendapat Sdr. Thulabul Ilmi ...
Menurut bung TI ... apa yang seharusnya dilakukan ulama Indonesia (misalnya MUI) dan pemerintah berkaitan dengan keberadaan syiah di Indonesia ?? dan apa yang seharusnya dilakukan muslim mayoritas di Indonesia kepada pemeluk syiah ??

syukron
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Thu Dec 05, 2013 9:28 am

@thulabul ilmi wrote:
@musicman wrote:
Menurut bung TI, apa alasan yg paling bisa dibenarkan untuk mengatakan Shiah itu sesat?
@music & @panda
semoga kalian diberi hidayah dan taufiq oleh Allah,

beberapa bukti lagi, yang orang awam pun akan langsung paham betapa tercelanya perkataan syi'ah dibawah ini


silahkan panda1 lihat kembali diatas kontradiksi perkataan anda yang membela secara membabi buta




jangan katakan lagi editing dan beragam alibi lainnya untuk membela kebatilan ini


@musicman wrote:Saya baca bolak balik, masih gk ketemu-ketemu kok yah, kecuali kutipan si A, si B si C..atau ulama-ulama yg namanya "seram"2 berbau Arab bilang Shiah itu sesat.

Kalau memang itu ..udah sering saya liat..pendapat Shiah itu sesat, kafir, dsb.

Yg bikin saya penasaran..saya ngga ketemu2 tuh..alasan masuk akal sehingga mereka pantas disebut sesat, yah kecuali pendapat si A,B C

Menurut bung TI, apa alasan yg paling bisa dibenarkan untuk mengatakan Shiah itu sesat?
subhanallah..."ulama-ulama seram berbau arab" padahal diatas adalah merupakan ulama-ulama yang telah diakui oleh seluruh kaum muslimin keilmuan nya, didalam nya ada Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Hambali, bahkan Imam Bukhari..dll mudah sekali mencela dan merendahkan ulama dihadapan manusia
jangan kalian jauhkan umat dari para ulama ya ikhwan, janganlah begitu. demi mengedepankan nafsu dan akal kalian semata,
kalian cela ulama, kalian rendahkan mereka
padahal tidak sampai seujung kuku mereka, jika dibandingkan keilmuan mereka dengan kalian
berani sekali, sungguh berani

sukses besar misi kaum liberal dan kufar dalam menjauhkan umat islam dari para ulama
mereka anti terhadap arab, padahal rasulullah berasal dari arab,
para shahabat mayoritas dari arab, para ulama tabi'in, tabiut tabi'in dari arab ?
bahkan sekedar mendengar nama berbau arab pun sudah terkesan meyeramkan di telinga kalian..subhanallah

mungkin untuk mereka lebih nyaman kalau yang disebut ulama bernama JOKO, ULIL, MUSHADEQ, LIA...wallahu a'lam
semoga kita semua mendapatkan hidayah serta taufiq dari Allah
@thulabul Ilmi,

Saya hanya kembali mengingatkan..kalau mencantumkan sebuah video sebaiknya teliti dulu sumbernya.

Video diatas diunduh dari salah satu stasiun TV yang menyebarkan Syiah Palsu yakni Fadak TV, yang dibahas dalam saduran berikut:

Syi’ah Palsu Hasil Kloning Amerika dan Zionis



Tokoh-tokoh Syiah seperti Imam Khomeini senantiasa menekankan persatuan umat Islam. Karena itu, Syiah yang dipropagandakan melalui media massa London dan Amerika dengan target memecah belah umat tidak berada di jalur Syiah yang sesungguhnya.
Beberapa tahun terakhir ini muncul berbagai media massa termasuk televisi yang mengatasnamakan Syiah dengan maksud memecah belah umat Islam. Media-media tersebut diantaranya adalah;
...

3. Fadak TV ( http://www.fadak.tv/)


Syiah Versi Peleceh Ahli Sunnah

Dalam hal pecah belah umat untuk merebut kekuasaan, Inggris memang ahlinya. Salah satu yang dilakukannya adalah mempersiapkan seorang Syiah Dua Belas Imam dengan paras dan penampilan santri atau kiai yang sangat menarik, lalu menyediakan Husainiyah untuk dia di London dengan segenap fasilitas yang dibutuhkan seperti mimbar pidato, bahkan stasiun TV dan Hauzah Ilmiah yang berfungsi sebagai media penyebarannya atas nama Syiah Sejati dan musuh pertama Wahabi.

Yasir Yahya Abdullah Alhabib direktur stasiun TV Fadak lahir pada tahun 1977 jebolan Universitas Kuwait di jurusan ilmu politik. Masih muda sekali usianya, tiga tahun setelah mendirikan “‘Yayasan Khuddam Al Mahdi” di Kuwait sikap-sikap radikalnya memaksa pemerintah Kuwait untuk menyegel yayasannya dan memenjarakan dirinya.
Tingkah laku sembrono pemuda ini ternyata menarik perhatian Inggris; secepat kilat mereka menjadikan penangkapan Alhabib sebagai pusat perhatian badan-badan resmi HAM di Inggris dan Amerika. Aparat Kuwait sendiri pasti terkejut kenapa badan-badan resmi HAM itu memilih kiai muda ini di antara sekian tahanan di sana, tapi daripada tambah ruwet persoalannya maka belum genap tiga bulan di penjara mereka telah membebaskannya.

Kiai muda bebas dari penjara dan langsung bersahabat dengan pihak-pihak terkait di Inggris. Tak lama kemudian dia mendapat suaka dan perlindungan dari Inggris dan seketika itu pula dia pergi ke utara negeri tersebut. Tidak butuh lebih dari dua tahun tinggal di sana dia sudah berhasil domisili di London dan mengembangluaskan kegiatannya secara pesat. Terbitlah surat kabar “shianewspaper”, berdirilah Hauzah Ilmiah bernama “Imamain Askariyain”, launchinglah stasiun TV satelit Fadak dan pada tahun 2010 yayasan dia di London dipindah-kembangkan menjadi Husainiyah Sayidus Syuhada, dan menyediakan kompleks baru untuk hauzah, kantor, media surat kabar, situs, dan kantor untuk stasiun TV Fadak. Ruhaniawan muda inilah yang sekarang aktif sekali di mimbar-mimbar London berpidato atas nama Syiah untuk seluruh pemirsa di dunia demi kepentingan imperialisme modern.

Api Yang Menyasar Sunni dan Membakar Syiah

Supaya lebih jelas, cukup kiranya tiga tahun kita mundur ke belakang; tepatnya pada Bulan Ramadan 1431 H, tanggal 17 bulan itu yang merupakan hari kematian wafatnya Siti Aisyah istri Nabi Saw, kiai muda bayaran Inggris ini menggelar majelis di Husainiyah dan berpidato di atas mimbar dengan segala macam caci maki serta kata kotor terhadap istri nabi tersebut.
Setelah menyebutkan alasan-alasan busuknya untuk membuktikan fitnah kemunafikan dan kepestaporaan istri nabi itu, dia mengakhiri pidatonya dengan seruan strategis! seraya berkata, “Perayaan hari kebinasaan Aisyah adalah keniscayaan agama; karena, hari kebinasaan Aisyah merupakan hari kemenangan Islam yang agung”.
Situs kiai bayaran Inggris ini dengan penuh bangga melaporkan bahwa stasiun TV Fadak menayangkan perayaan penuh berkah ini secara penuh. Di samping itu, di bagian atas dari layar penayangan acara itu tertulis slogan “Allahu Akbar … Aisyah Fin Nar”, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah hal seperti ini terjadi. Di sela-sela acara juga dilantunkan kasidah-kasidah kegembiraan atas apa yang mereka sebut dengan kebinasaan pucuk kekafiran Aisyah dan rasa syukur atas kenikmatan lepas diri dari istri Nabi Saw ini.

Fatwa Pemadam Fitnah Perpecahan

Sebelumnya, Alhabib kiai muda bayaran Inggris ini menerbitkan buku yang isinya tiada lain penghinaan dan pelecehan terhadap Siti Aisyah istri Nabi Saw, dan saat itu pula ulama dan kaum Syiah mengecam keras buku itu. Khususnya ulama Syiah di Kuwait dan Saudi Arabia, seperti Syaikh Amri, Syaikh Husain Ma’tuq, Syaikh Hasan Shaffar, Syaikh Ali Alumuhsin, Syaikh Abduljalil Samin, Syaikh Namir, dan Sayid Hasyim Salman menunjukkan sikap dan reaksi keras terhadapnya.
Tindakan kiai muda bayaran Inggris ini berhasil merusak citra Mazhab Syiah di berbagai penjuru dunia, bahkan seperti yang dikatakan oleh Syaikh Abdulaziz Alusyaikh mufti awal Saudi Arabia perbuatan dia telah mencegah perkembangan Mazhab Syiah di negara-negara Arab dan Islam serta mengembalikan orang-orang yang cenderung kepada mazhab ini ke jalan yang sebelumnya.
Sikap kiai muda bayaran Inggris ini juga berhasil mengobarkan kebencian kelompok Wahabi terhadap kelompok Syiah, sehingga para ulama papan atas Syiah sendiri kewalahan dalam meredam kebencian itu dan menciptakan perdamaian. Maka pada akhirnya, para ulama Syiah Saudi Arabia mengirimkan surat pertanyaan fatwa kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Ali Khamenei tentang masalah ini, jawaban fatwa dia menjadi pemadam fitnah perpecahan yang lebih luas. Dia berfatwa:
“Pelecehan terhadap simbol-simbol saudara Ahli Sunnah, antara lain tuduhan terhadap istri Nabi Saw adalah haram. Hal ini juga mencakup istri-istri semua nabi, khususnya Sayidul Anbiya “Nabi Agung Muhammad Saw”
Fatwa ini langsung tersebar melalui stasiun TV al-Jazeera, suratkabar Al Anba’ Kuwait, situs Muhith, suratkabar Al Safir Libanon, Al Hayat London, situs radio-televisi Mesir dan lain-lain.
Syaikh Al Azhar, Ahmad Thayib di dalam surat pernyataannya bahkan memberikan reaksi yang positif sekali terhadap fatwa Pemimpin Revolusi Islam ini, dia mengatakan:
“Dengan pujian dan kerelaan hati saya telah menerima fatwa penuh berkah Imam Ali Khamenei mengenai pengharaman terhadap penghinaan atas sahabat Nabi ra atau pelecehan terhadap istri-istri Rasulullah Saw. Fatwa ini berasal dari pengetahuan yang benar dan kesadaran yang dalam tentang bahaya apa yang telah dilakukan oleh ahli fitnah, dan ini menunjukkan keinginan yang sungguh-sungguh akan persatuan umat Islam. Hal yang membuat fatwa ini menjadi lebih penting daripada yang lain adalah prihal kemunculan fatwa itu dari salah seorang ulama besar muslim dan salah satu marjik taklid Syiah yang paling besar bahkan yang sekaligus merupakan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.
Saya, berdasarkan posisi keilmuan dan mengingat tanggungjawab syariat yang harus dipikul, menyatakan bahwa upaya demi persatuan umat Islam adalah wajib, sedangkan perbedaan antara pengikut mazhab-mazhab Islam harus dibatasi pada tingkat perbedaan pendapat di antara ulama dan para ahli yang sekiranya tidak sampai membahayakan persatuan umat Islam. Karena Allah Swt berfirman, “Dan jangan kalian bertikai niscaya kalian jadi lemah dan kehilangan kekuatan, dan bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” [IT/Onh/Ass]
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Hasan al Banna on Thu Dec 05, 2013 1:30 pm

@musicman wrote:apa alasan yg paling bisa dibenarkan untuk mengatakan Shiah itu sesat?


Bung MM,sebagai awal perbincangan di thret ini,saya ulangi bahwa Syi'ah adalah bentuk tunggal, sedangkan bentuk jamak-nya adalah "Syiya'an" (شِيَعًا). Syī`ī (Bahasa Arab: شيعي.) menunjuk kepada pengikut dari Ahlul Bait dan Imam Ali.

Rukun Iman menurut Syiah ada lima perkara pokok, yaitu:
Tauhid, bahwa Tuhan adalah Maha Esa.
Al-‘Adl, bahwa Tuhan adalah Mahaadil.
An-Nubuwwah, bahwa kepercayaan Syi'ah meyakini keberadaan para nabi sebagai pembawa berita dari Tuhan kepada umat manusia.
Al-Imamah, bahwa Syiah meyakini adanya imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus risalah kenabian.
Al-Ma'ad, bahwa akan terjadinya Hari Kebangkitan.

Dari situ,jelas sudah perbedaan dengan rukun iman Sunni tidaklah signifikan karena Malaikat,Alam Ghaib,Kitab Suci ditempatkan pada pokok Tauhid.Dalam hal ini,yang menjadi urusan besar adalah Imamah.
Karena terkait dengan Ahlul-Bait Nabi Muhammad, yaitu Imam Ali, Sayyidah Fatimah, Imam Hasan, Imam Husain dan 9 Imam dari keturunan Imam Husain adalah manusia-manusia suci sebagaimana Nabi Muhammad.

Ditinjau dari sejarah, Syi'ah Lima Imam yang merupakan pengikut Zaid bin 'Ali bin Husain bin 'Ali bin Abi Thalib. Mereka dianggap moderat karena tidak menganggap ketiga khalifah sebelum 'Ali tidak sah. Urutan Imamnya adalah:
Ali bin Abi Thalib (600–661), juga dikenal dengan Amirul Mukminin
Hasan bin Ali (625–669), juga dikenal dengan Hasan al-Mujtaba
Husain bin Ali (626–680), juga dikenal dengan Husain asy-Syahid
Ali bin Husain (658–713), juga dikenal dengan Ali Zainal Abidin
Zaid bin Ali (658–740), juga dikenal dengan Zaid bin Ali asy-Syahid, adalah anak Ali bin Husain dan saudara tiri Muhammad al-Baqir.

Syi'ah Tujuh Imam karena mereka meyakini tujuh Imam, dan mereka percaya bahwa Imam ketujuh ialah Isma'il. Urutan Imamnya adalah:
Ali bin Abi Thalib (600–661), juga dikenal dengan Amirul Mukminin
Hasan bin Ali (625–669), juga dikenal dengan Hasan al-Mujtaba
Husain bin Ali (626–680), juga dikenal dengan Husain asy-Syahid
Ali bin Husain (658–713), juga dikenal dengan Ali Zainal Abidin
Muhammad bin Ali (676–743), juga dikenal dengan Muhammad al-Baqir
Ja'far bin Muhammad bin Ali (703–765), juga dikenal dengan Ja'far ash-Shadiq
Ismail bin Ja'far (721 – 755), adalah anak pertama Ja'far ash-Shadiq dan kakak Musa al-Kadzim.

Itulah titik tolak perselisihan runcing yang tak berarti diantara sesama muslim.Masalah Khilafah.

Istilah Syi’ah pada era kekhalifahan Ali hanyalah bermakna pembelaan dan dukungan politik.Syi’ah ini yang muncul pertama kali pada era kekhalifahan Au bin Abi Thalib ra, bisa disebut sebagai pengikut setia khalifah yang sah pada saat itu melawan pihak Mu’awiyah, dan hanya bersifat kultural, bukan bercorak akidah seperti yang dikenal pada masa sesudahnya hingga sekarang.Sebab kelompok setia Syi’ah Ali yang terdiri dan sebagian sahabat Rasulullah dan sebagian besar tabi’in pada saat itu tidak ada yang berkeyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib ra Iebih utama dan lebih berhak atas kekhalifahan setelah Rasul dan pada Abu Bakr ra dan Umar bin aI-Khattab ra. Bahkan Ali bin Abi Thalib ra sendiri, saat menjadi khalifah, menegaskan dan atas mimbar masjid Kufah ketika berkhutbah bahwa, “Sebaik-baik umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW adalah Abu Bakr dan Umar ra”.Demikian pula jawaban beliau ketika ditanya oleh putranya yaitu Muhammad ibn Al-H anafiah seperti yang diriwayatkan oleh al Bukhari dalam Shahihnya (hadis no.3671).Menurut Murtadha Mutahhari --ulama Syi’ah— “Ali binAbi Thalib adalah sahabat nabi seperti juga Abu Bakr, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan yang lainnya. Tetapi Ali lebih berhak, lebih terdidik, lebih shaleh dan lebih berkemampuan ketimbang para sahabat lainnnya, dan bahwa Nabi sudah merencanakannya sebagai pengganti beliau. Kaum Syi’ah meyakini Ali dan keturunannya sebagai imam yang berhak atas kepemimpinan politis dan otoritas keagamaan.”

Sejarah menuliskan bahwa ketika Sayyidina Ali wafat,golongan Syiah terbagi menjadi tiga kelompok.
Pertama, kelompok yang berpendapat Ali tidak mati terbunuh, dan tidak akan mati, sehingga ia berhasil menegakkan keadilan di dunia. Inilah kelompok ekstrim (ghuluw) pertama. Kelompok mi disebut Syi’ah as-Saba’iyah, yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba’. Mereka adalah kelompok yang terang-terangan mencaci serta berlepas diri (bara’ah) dan Abu Bakr, Umar dan Utsman serta para sahabat Rasulullah. Mereka mengaku Allah yang menyuruh mereka untuk melakukan hal mi. Ketika dipanggil oleh Ali mereka mengakui perbuatannya. Hampir saja Ali memvonis mati terhadap Abdullah bin Saba’, Tetapi karena pertimbangan beberapa orang, sehingga Ali hanya mengusir Abdullah bin Saba’ ke al-Madain.Menurut an-Naubakhti, Abdnllah bin Saba’ asalnya beragama Yahudi. Ketika masuk Islam, ia mendukung Ali. Dia adalah orang pertama yang terang terangan mengisukan kewajiban imamah Ali serta berlepas diri (bara’ah)dari musuh-musuhnya.

Selanjutnya,apakah perlu kami ulas lebih jauh?
avatar
Hasan al Banna
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 105
Kepercayaan : Islam
Join date : 28.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Hasan al Banna on Thu Dec 05, 2013 1:39 pm

@dee-nee wrote:apa yang seharusnya dilakukan ulama Indonesia (misalnya MUI) dan pemerintah berkaitan dengan keberadaan syiah di Indonesia ?? dan apa yang seharusnya dilakukan muslim mayoritas di Indonesia kepada pemeluk syiah ??

syukron
Di depan sudah disampaikan Mbah Abu Hanan bahwa beliau adalah Syiah.Tidak semua Syiah itu sesat.Bila Syiah adalah aliran sesat,apakah kita berani mengkafirkan si Mbah?Yang sudah terbukti di sepanjang forum coretan tangan beliau mampu menghempaskan faham Musyrik dan membantu kita semua dalam meningkatkan pemahaman tentang Islam?

Atas rahmat dan karunia Allah,semoga di forum ini akan dapat terurai mengapa Syiah dinyatakan sesat oleh kaum Muslim.
avatar
Hasan al Banna
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 105
Kepercayaan : Islam
Join date : 28.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by dee-nee on Thu Dec 05, 2013 2:21 pm

Hmmmm

Jadi apa yang seharusnya dilakukan muslim mayoritas di Indonesia kepada pemeluk syiah ??

hihihihihi .... jawaban bung Hasan kurang to the point ah

piss 

saya simpulkan saja : Janganlah kita meng-kafir2kan sesama pengikut Nabi Muhammad ...

panda wrote:Rasulullah SAW bersabda “Apabila salah seorang berkata pada saudaranya “hai kafir”, maka tetaplah hal itu bagi salah seorangnya. (Shahih Bukhari Juz 4 hal 47).

Artinya jika yang dikatakan kafir itu adalah seorang muslim maka perkataan kafir akan berbalik ke dirinya sendiri. Singkatnya Mengkafirkan Muslim adalah Kafir.
begini bukan ??

masih panjang sih yang mau saya tanya ....
tapi mungkin yang atas saya perlu dapet persetujuan dari bung TI dulu ... karena pertanyaan saya untuk bung TI

piss 

syukron
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Thu Dec 05, 2013 3:53 pm

@dee-nee wrote:
@isaku wrote:luar biasa penjelasan Pak Panda1, cukup membuka wawasan :)

Tapi begini pak Panda, alasan syiah dianggap sesat adalah beda akidah,

Ketidakterimaan syiah awal terhadap ketiga khalifah yg pak Panda akui sendiri jstru bersebrangan dengan pandangan Ali RA, menyebabkan ketidakterimaan jg terhadap periwayatan hadits dari sahabat yg ditolak, berimbas di kemudian hari perbedaan mendasar antara sunni dan syiah. Bagaimana Pak Panda menjelaskan ttg Shalat Jumat, Shalat Dhuha, pendapat bahwa 12 imam adalah ma'shum dan banyak hal lain?
nice question
mau baca juga gimana selanjutnya

2 good2 good

Tapi saya mau dengar juga pendapat Sdr. Thulabul Ilmi ...
Menurut bung TI ... apa yang seharusnya dilakukan ulama Indonesia (misalnya MUI) dan pemerintah berkaitan dengan keberadaan syiah di Indonesia ?? dan apa yang seharusnya dilakukan muslim mayoritas di Indonesia kepada pemeluk syiah ??

syukron
Saya juga sudah mengatakan bahwa tidak sepenuhnya saya sejalan dengan syiah..namun hal-hal ini saya pribadi menganggapnya hanya perbedaan furu'iyah yang tidak bisa dijadikan landasan untuk mengkafirkan.

Tentang shalat Jum'at, Saya pribadi menganggap sholat jum'at adalah wajib sebagai mana QS. Al-Jumu’ah: 9, begitu pula kaum syiah..
namun syiah saat ini menganggap shalat Jum’at itu hukumnya “wajib takhiri” yang artinya kalau semua persyaratan dari wajibnya shalat itu sudah terpenuhi maka barulah seseorang wajib untuk melakukannya; dimana shalat itu menggantikan kedudukan shalat dzhuhur. Kalau persyaratan dari shalat Jum’at itu tidak terpenuhi maka ia harus melakukan shalat dzhuhur sebagai gantinya.

Nah, syaratnya salahsatunya adalah adanya imam maksum...

Saat imam maksum as. berkuasa, salat Jumat memiliki hukum wajib ta‘yînî. Akan tetapi, pada masa ini , salat Jumat memiliki hukum wajib takhyîrî; yaitu bisa memilih antara mengerjakan salat Jumat atau salat Zhuhur. Akan tetapi, mengerjakan salat Jumat adalah afhdal (lebih utama), dan mengerjakan salat Zhuhur adalah ahwath (lebih hati-hati). Mengerjakan salat Jumat dan salat Zhuhur keduanya adalah lebih baik.

nah, mengenai imam maksum, saya juga punya pendapat lain...

Syiah Itsna Asyariyah yang dijelaskan oleh Thabathaba’i dalam buku yang ditulisnya, Syiah Dar Islam (Syiah dalam Islam), yang kemudian diterjemahkan menjadi Islam Syiah, Asal Usul dan Perkembangannya, menyebutkan mayoritas orang Syiah adalah penganut aliran Imam Dua Belas atau Imamiyah.

Shahih al-Bukhari, vol. 4, halaman 168
Jabir berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Akan ada 12 pemimpin dan khalifah.’ Kemudian beliau menambahkan sesuatu yang tidak bisa kudengar. Ayahku berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Semuanya dari golongan Qurays’”
Tidak ada hadits yang benar-benar kuat untuk menjelaskan siapakah nama ke-12 imam tersebut.

Syiah sering mengambil Tafsir al-Mizaan, Sayyid Thabathaba’i, yang menyebutkan sumber Yanabi’ul Mawadda.. namun dilihat rantai periwayatannya bahwa riwayat tsb menukil dari Ibn Babawaih/syaikh Shaduq, sedangkan syaikh Shaduq ini adalah penganut Imamiyah. Begitu pula riwayat lain..saya belum menemukan ada hadits yang benar-benar saya anggap kuat yang menjelaskan nama ke imam-imam tersebut..

Dalam kitab Al-Hawi lil Fatawa, Imam As-Suyuthi mengatakan: ”Sampai sekarang, belum ada kesepakatan dari umat Islam mengenai setiap pribadi dua belas imam.”






avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Thu Dec 05, 2013 3:57 pm

Untuk Ahlul bait yang dimaksumkan di Alqur'an sendiri, saya masih berpegang ke surah al Ahzab, ayat 33 itu hanya 5 orang yaitu Rasul saw, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain...

Saya belum melihat riwayat lain yang benar-benar kuat yang menyatakan ke-12 imam tersebut adalah maksum.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Thu Dec 05, 2013 5:53 pm

@cain wrote:Kalau menurut loe gimana mus?? binar

Jadi mus....gimana menurut loe yang bener?? binar 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Thu Dec 05, 2013 5:55 pm

Tambahan :

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/01/173426811/Syiah-Imam-Dua-Belas

TEMPO.CO, Jakarta - Islam Syiah dalam perkembangannya kemudian mengenal aliran-aliran Imam Dua Belas, Ismailiyah, Zaidiyah.

Allamah M.H. Thabathaba’i dalam buku yang ditulisnya, Syiah Dar Islam (Syiah dalam Islam), yang kemudian diterjemahkan menjadi Islam Syiah, Asal Usul dan Perkembangannya, menyebutkan mayoritas orang Syiah adalah penganut aliran Imam Dua Belas atau Imamiyah.

Dalam Syiah Dua Belas Imam ini, Imam ada 12 dan nama-nama mereka adalah:

1.Ali ibn Abi Talib
2.Hasan ibn Ali
3.Husain ibn Ali
4.Ali ibn Husain
5.Muhammad ibn Ali
6.Ja’far ibn Muhammad
7.Musa ibn Ja’far
8.Ali ibn Musa
9.Muhammad ibn Ali
10.Ali ibn Muhammad
11.Hasan ibn Ali
12.Mahdi

Menurut Allamah M.H. Thabathaba’i, dalam bukunya, ketika Nabi wafat, Ali –yang menjadi Imam pertama– telah berusia 30 tahun. Ali juga hadir dalam semua peperangan yang diikuti Rasulullah, kecuali pertempuran di Tabuk ketika dia diperintahkan tinggal di Madinah menggantikan Nabi. Dia juga tidak pernah membangkang.

Itu mengapa kawan-kawan dan pengikut Ali percaya bahwa setelah Nabi wafat, kekhalifahan dan kekuasaan agama berada di tangan Ali, salah satu sahabat Nabi. Para pengikut Ali melihat kepada diri Ali dan Ahlul Bait Nabi sebagai satu-satunya saluran penyampaian risalah Islam yang asli.

Untuk Imam kedua belas, menurut Syiah, masa depan akan menyaksikan suatu hari ketika umat manusia dipenuhi dengan keadilan, ketika semua ingin hidup dalam kedamaian dan ketenteraman dan ketika manusia sepenuhnya memiliki kebajikan dan kesempurnaan. Keadaan seperti itu akan terwujud melalui tangan manusia namun dengan pertolongan Tuhan.

“Dan pemimpin umat yang seperti itu, yang menjadi juru selamat umat manusia, disebut dalam bahasa hadis: Mahdi,” tulis Allamah M.H. Thabathaba’i dalam bukunya.
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Thu Dec 05, 2013 10:02 pm

@Hasan al Banna wrote:
@dee-nee wrote:apa yang seharusnya dilakukan ulama Indonesia (misalnya MUI) dan pemerintah berkaitan dengan keberadaan syiah di Indonesia ?? dan apa yang seharusnya dilakukan muslim mayoritas di Indonesia kepada pemeluk syiah ??

syukron
Di depan sudah disampaikan Mbah Abu Hanan bahwa beliau adalah Syiah.Tidak semua Syiah itu sesat.Bila Syiah adalah aliran sesat,apakah kita berani mengkafirkan si Mbah?Yang sudah terbukti di sepanjang forum coretan tangan beliau mampu menghempaskan faham Musyrik dan membantu kita semua dalam meningkatkan pemahaman tentang Islam?

Atas rahmat dan karunia Allah,semoga di forum ini akan dapat terurai mengapa Syiah dinyatakan sesat oleh kaum Muslim.
sembarangan saja si bapak ini :)
itu pernyataan kecintaan terhadap ahlulbait, bukan deklarasi bahwa beliah syiah.

hasan albanna wrote:Selanjutnya,apakah perlu kami ulas lebih jauh?
kenapa tidak :)

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Thu Dec 05, 2013 11:07 pm

panda wrote:Saya juga sudah mengatakan bahwa tidak sepenuhnya saya sejalan dengan syiah..namun hal-hal ini saya pribadi menganggapnya hanya perbedaan furu'iyah yang tidak bisa dijadikan landasan untuk mengkafirkan.
sy kira tdk ada yg bermaksud mencari2 dalil untuk mengkafirkan, tapi sesat tidak bisa disebut benar, sesederhana itu.

@panda1 wrote:Tentang shalat Jum'at, Saya pribadi menganggap sholat jum'at adalah wajib sebagai mana QS. Al-Jumu’ah: 9, begitu pula kaum syiah..
namun syiah saat ini menganggap shalat Jum’at itu hukumnya “wajib takhiri” yang artinya kalau semua persyaratan dari wajibnya shalat itu sudah terpenuhi maka barulah seseorang wajib untuk melakukannya; dimana shalat itu menggantikan kedudukan shalat dzhuhur. Kalau persyaratan dari shalat Jum’at itu tidak terpenuhi maka ia harus melakukan shalat dzhuhur sebagai gantinya.

Nah, syaratnya salahsatunya adalah adanya imam maksum...
siapa yg menentukan syarat itu?
ini adalah masalah ushul bukan furu'.

Agama ini sudah sempurna, tidak untuk ditambah2i dan dikurang2i
“ … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa’idah: 3]

“Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan bagian darinya, niscaya akan ditolak.” (Bukhari dan Muslim)


beberapa masalah ushul yg lain :

a). Mereka meriwayatkan dari Abu Abdullah, yang berkata: “Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril Alaihissallam kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah 17 ribu ayat”. [Al-Kaafi fil Ushul II/634, Cetakan Teheran, Iran]

b). Dalam riwayat mereka yang lain disebutkan bahwa Abu Abdullah berkata : “Pada fihak kami sesungguhnya ada mushhaf Fatimah. Tahukan mereka apakah mushhaf Fatimah itu? Jawabnya: “Mushhaf Fatimah itu isinya tiga kali dibanding dengan Al-Qur’an kalian ini. Demi Allah, tidak satupun huruf dari Al-Qur’an tersebut, terdapat dalam Al-Qur’an kalian.” [Al-Kaafi fil Ushul II/240-241, Cetakan Teheran, Iran]

c). Juga diriwayatkan dari Abu Abdullah, yang berkata: “Sesungguhnya dunia ini milik imam, dan akhiratpun milik imam. Dia meletakkannya di mana ia kehendaki dan memberikannya kepada siapa yang ia kehendaki.” [Al-Kaafi fil Ushul I/409, Cetakan:Teheran]


Saya kutip dari AlManhaj, semoga kalau ada yg punya Al-Kaafi fil Ushul berbaik hati untuk re-check. :)

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Hasan al Banna on Fri Dec 06, 2013 12:58 pm

@isaku wrote:sembarangan saja si bapak ini :)
itu pernyataan kecintaan terhadap ahlulbait, bukan deklarasi bahwa beliah syiah.
Terminologi Syiah adalah pengikut.Saya memperkirakan jika pesan yang disampaikan Mbah Abu adalah bila Syiah adalah sesat maka semua orang yang mencintai Ahlul Bait termasuk orang sesat juga.

hasan albanna wrote:Selanjutnya,apakah perlu kami ulas lebih jauh?
kenapa tidak :)[/quote]Kedua, Kelompok yang berpendapat, imam pengganti sesudah Ali bin Abi Thalib wafat adalah puteranya, Muhammad bin al Hanafiah, karena dia yang dipercaya membawa panji ayahnya, Ali, dalam peperangan di Bashrah. Mereka mengkafirkan siapapun yang melangkahi Ali dalam imamah, juga mengkafirkan Ahlu Shffin, Ahlu Jamal. Kelompok mi disebut al-Kaisaniyyah.”

Ketiga, kelompok ini berkeyakinan bahwa seteIah Ali wafat, imam sesudahnya adalah puteranya al-Hasan. Ketika al-Hasan menyerahkan khilafah kepada Mu’awiyah bin Abi Sufyan, mereka memindahkan imamah kepada al-Husain, sebagian mereka mencela al-Hasan, bahkan al-Jarrah bin Sinan al-Anshari pernah menuduhnya sebagai musyrik.

Fakta historis tentang adanya perbedaan pendapat bahkan perselisihan internal Syi’ah pada setiap level imam ini, selain disebutkan oleh kalangan Syi’ah sendiri (an-Naubakhti) juga disebutkan oleh Fakhruddin Ar-Rozi. Beliau menulis,
“Ketahuilah bahwa adanya perbedaan yang sangat besar seperti tersebut di atas, merupakan satu bukti konkret tentang tidak adanya wasiat teks penunjukkan yang jelas dan berjumlah banyak tentang Imam yang Duabelas seperti yang mereka klaim itu”.

Selain adanya kecenderungan berselisih diantará sesama Syi’ah dalam menentukan imam,mereka juga saling mengkafirkan (takfâr), serta adanya kecenderungan memberontak (khuruj).Abu Hasan al-Asy’ari,juga mencatat bahwa banyaknya perselisihan internal Syi’ah itu mémunculkan tiga firqah Syi’ah yang besar, yang menyempal ke dalam 45 firqah.

Menurut Musa al-Musawi dalam bukunya asy-Syi’ah Wa at-Tashhih, ha l4-46, salah seorang tokoh Syi’ah kontemporer, terjadinya penyimpangan dalam ideologi Syi’ah karena munculnya klaim bahwa khalifah sesudah Rasulullah SAW adalah Ali bin Abi Thalib berdasarkan Nash Ilahi, dan bahwa para sahabat, kecuali sedikit saja telah menyalahi nash ilahi ketika membai’at Abu Bakr. Juga munculnya ideologi bahwa iman terhadap imamah,seperti dalam konsep Syi’ah Itsna ‘Asyariyah adalah penyempurna Islam, ini semua terjadi sesudah diumumkannya al-Ghaibah al-Kubra (kegaiban permanen) dan imam ke-12 Syi’ah Itsna Asyariyah.

Sejarah mencatat riwayat pembakaran rumah Ahlulbait adalah sesuatu yang sahih, sesuai dengan persyaratan Imam Bukhari sendiri. Peristiwa Saqifah Bani Sa’idah menyisakan sisi kelam bagi sejarah umat Islam.
Syiah,entah firqah yang mana, meriwayatkan bahwa Ali ra menolak untuk membaiat Abu Bakar. Abu Bakar dan Umar telah bersepakat untuk menyeret Ali ra. dan memaksanya berbaiat. Umar bin Khaththab bersama sekelompok pengikutnya mengepung rumah Ali ra. Umar menakut-nakuti, mengancam, dan menggertak Ali as. dengan menggenggam api untuk membakar rumah wahyu itu.
Buah hati Rasulullah saw. dan penghulu para wanita semesta alam keluar dan bertanya dengan suara lantang: “Hai anak Khaththab, apa yang kamu bawa itu?” Umar menjawab dengan keras: “Yang aku bawa ini lebih hebat daripada yang telah dibawa oleh ayahmu.”

Kita wajib mencermati dan meneliti kebenaran peristiwa di Saqifah (Balai,tempat berkumpul) tentang bait khalifah pertama.Menurut saya,ini adalah pemicu utama kebencian yang tak pernah tuntas karena tidak mengetahui latar belakang dan sejarah secara komprehensif dan adil.
avatar
Hasan al Banna
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 105
Kepercayaan : Islam
Join date : 28.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by musicman on Fri Dec 06, 2013 5:07 pm

@TI
subhanallah..."ulama-ulama seram berbau arab" padahal diatas adalah merupakan ulama-ulama yang telah diakui oleh seluruh kaum muslimin keilmuan nya, didalam nya ada Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Hambali, bahkan Imam Bukhari..dll mudah sekali mencela dan merendahkan ulama dihadapan manusia
jangan kalian jauhkan umat dari para ulama ya ikhwan, janganlah begitu. demi mengedepankan nafsu dan akal kalian semata,
kalian cela ulama, kalian rendahkan mereka
padahal tidak sampai seujung kuku mereka, jika dibandingkan keilmuan mereka dengan kalian
berani sekali, sungguh berani


sukses besar misi kaum liberal dan kufar dalam menjauhkan umat islam dari para ulama
mereka anti terhadap arab, padahal rasulullah berasal dari arab,
para shahabat mayoritas dari arab, para ulama tabi'in, tabiut tabi'in dari arab ?
bahkan sekedar mendengar nama berbau arab pun sudah terkesan meyeramkan di telinga kalian..subhanallah
Waduh..hati anda Lembut seperti salju rupanya...

Maaf ya, kalau saya ini orangnya agak Koboy..ngga doyan dan malas banyak basa-basi dengan kata2 manis padahal (ini Misal ya..) hati mendongkol, saya dengan sesama muslim ajabegitu ...apalagi dengan Non muslim..Saya perlakukan sama saja diarena Diskusi...

INi kalau saya yah....saya ngga mau bedakan siapapun lawan diskusi saya. Tanya aja wak abu..


GIni pak Ustadz..
KOnteks "SERAM" tidak selama berkonotasi Negatif..ini saya tegaskan yah...

Kalau saya sebut Seseorang yg saya hormati dengan tambahan "seram" maka artinya saya tidak bisa sembarangan dan harus banyak berhati-hati dengan orang yg saya sebut "SERAM"..
bukan malah artinya seperti yg anda tuduhkan kepada saya kalau saya Mencela Ulama, merendahkan Ulama, apalagi lagi deh tuh..pokoknya macem2 deh mirip Kothbah Jumatan

Nah, kalau belum konfirmasi kepada saya mengenai konteks yg saya tulis, yah jangan langsung main ceramah dan tuduh saya macem2...
ntar fitnah donk..
ya kan Ustadz?

Jangan punya "VICTIM MENTALITY" mirip kebanyakan Muslim ah...dikit2 merasa SEnsi..ujung2nya jadi fitnah tuh



mungkin untuk mereka lebih nyaman kalau yang disebut ulama bernama JOKO, ULIL, MUSHADEQ, LIA...wallahu a'lam
semoga kita semua mendapatkan hidayah serta taufiq dari Allah
Ooo....jadi menurut anda...saya itu Mengidolakan yg saya BOLD diatas, tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu apa maksud saya menulis "SERAM?

Terima kasih...

Amin Ustadzzzzzz...








lol
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by musicman on Fri Dec 06, 2013 5:23 pm

@All
Terima kasih penjelasannya BUng Hassan, sementara saya Diam dulu deh...blm ada yg perlu saya komentari sementara.

..sambil saya baca dan simak dulu semua post.
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Sat Dec 07, 2013 3:28 pm

Menurut loe pribadi yang bener yang mana mus?? piss 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by gusti_bara on Sat Dec 07, 2013 7:00 pm

mbok yao kalo diskusi pake kepala dingin toh.... gak sambil esmosi baik dengan kafir maupun sesama muslim....

gusti_bara
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 628
Location : braling
Join date : 12.08.12
Reputation : 19

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Ibnu Sabil on Sat Dec 07, 2013 7:34 pm

@gusti_bara wrote:mbok yao kalo diskusi pake kepala dingin toh.... gak sambil esmosi baik dengan kafir maupun sesama muslim....
2 good 2 good binar 
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Sat Dec 07, 2013 10:04 pm

Hassan AB wrote:Terminologi Syiah adalah pengikut.Saya memperkirakan jika pesan yang disampaikan Mbah Abu adalah bila Syiah adalah sesat maka semua orang yang mencintai Ahlul Bait termasuk orang sesat juga.
Kita semua tahu bahwa yg diangkat disini bukan syiah dari sisi terminologi, dan tidak perlu mengembalikan syiah ke arti katanya, hanya mengaburkan masalah.
Sejak kapan ada sunni yg tidak mencintai ahlulbait???

hassan albanna wrote:Pertama, kelompok yang berpendapat Ali tidak mati terbunuh, dan tidak akan mati, sehingga ia berhasil menegakkan keadilan di dunia. Inilah kelompok ekstrim (ghuluw) pertama. Kelompok mi disebut Syi’ah as-Saba’iyah, yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba’. Mereka adalah kelompok yang terang-terangan mencaci serta berlepas diri (bara’ah) dan Abu Bakr, Umar dan Utsman serta para sahabat Rasulullah. Mereka mengaku Allah yang menyuruh mereka untuk melakukan hal mi. Ketika dipanggil oleh Ali mereka mengakui perbuatannya. Hampir saja Ali memvonis mati terhadap Abdullah bin Saba’, Tetapi karena pertimbangan beberapa orang, sehingga Ali hanya mengusir Abdullah bin Saba’ ke al-Madain.Menurut an-Naubakhti, Abdnllah bin Saba’ asalnya beragama Yahudi. Ketika masuk Islam, ia mendukung Ali. Dia adalah orang pertama yang terang terangan mengisukan kewajiban imamah Ali serta berlepas diri (bara’ah)dari musuh-musuhnya.

Kedua, Kelompok yang berpendapat, imam pengganti sesudah Ali bin Abi Thalib wafat adalah puteranya, Muhammad bin al Hanafiah, karena dia yang dipercaya membawa panji ayahnya, Ali, dalam peperangan di Bashrah. Mereka mengkafirkan siapapun yang melangkahi Ali dalam imamah, juga mengkafirkan Ahlu Shffin, Ahlu Jamal. Kelompok mi disebut al-Kaisaniyyah.”

Ketiga, kelompok ini berkeyakinan bahwa seteIah Ali wafat, imam sesudahnya adalah puteranya al-Hasan. Ketika al-Hasan menyerahkan khilafah kepada Mu’awiyah bin Abi Sufyan, mereka memindahkan imamah kepada al-Husain, sebagian mereka mencela al-Hasan, bahkan al-Jarrah bin Sinan al-Anshari pernah menuduhnya sebagai musyrik.
kelompok pertama mencaci maki ketiga khalifah awal
kelompok kedua mengkafirkan yg melangkahi Ali dalam Imamah (ketiga khalifah)
kelompok ketiga mencela hasan bahkan menganggap musyrik.

Apa yg diharapkan dari ketiga kelompok itu???
Perlukah mbah Abu ditanya apakah beliau satu diantara tiga???

hassan AB wrote:Fakta historis tentang adanya perbedaan pendapat bahkan perselisihan internal Syi’ah pada setiap level imam ini, selain disebutkan oleh kalangan Syi’ah sendiri (an-Naubakhti) juga disebutkan oleh Fakhruddin Ar-Rozi. Beliau menulis,
“Ketahuilah bahwa adanya perbedaan yang sangat besar seperti tersebut di atas, merupakan satu bukti konkret tentang tidak adanya wasiat teks penunjukkan yang jelas dan berjumlah banyak tentang Imam yang Duabelas seperti yang mereka klaim itu”.
Mereka berselisih paham ttg siapa saja imam ma'sum.

Lalu sampai kapan Shalat Jumat tidak dilaksanakan?

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Mon Dec 09, 2013 4:32 am

yah yah yah..ada nama sayah disebut..wokeh..sayah nyatakan bila syiah adalah pecinta ahlul bait maka semuwah sunni adalah syiah..bila syiah berhenti dari 3 diatas maka semuwah syiah adalah sunni..

@mas hasan/isaku
sayah yakin uda jelas yah dengan tulisan diatas?dan bisa tuh dilanjut info2nyah..

@om mm
hahahaha..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Mon Dec 09, 2013 9:27 am

Dan menurut SUNNI, Syiah itu kafirkan?? Bener apa betul?? basi 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Mon Dec 09, 2013 1:02 pm

@cain wrote:Dan menurut SUNNI, Syiah itu kafirkan?? Bener apa betul?? basi 
bila syiah berhenti dari 3 diatas maka semuwah syiah adalah sunni..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Mon Dec 09, 2013 1:10 pm

@abu hanan wrote:
@cain wrote:Dan menurut SUNNI, Syiah itu kafirkan?? Bener apa betul?? basi 
bila syiah berhenti dari 3 diatas maka semuwah syiah adalah sunni..
Jadi kafir kan piss Tegas dong basi 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Mon Dec 09, 2013 1:14 pm

@cain wrote:
@abu hanan wrote:
@cain wrote:Dan menurut SUNNI, Syiah itu kafirkan?? Bener apa betul?? basi 
bila syiah berhenti dari 3 diatas maka semuwah syiah adalah sunni..
Jadi kafir kan piss Tegas dong basi 
gak..karena ada syiah yang gak ikutan 3 diatas..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Mon Dec 09, 2013 1:35 pm

@abu hanan wrote:
@cain wrote:
@abu hanan wrote:
@cain wrote:Dan menurut SUNNI, Syiah itu kafirkan?? Bener apa betul?? basi 
bila syiah berhenti dari 3 diatas maka semuwah syiah adalah sunni..
Jadi kafir kan piss Tegas dong basi 
gak..karena ada syiah yang gak ikutan 3 diatas..
Berapa %?? Tetap SYIAH itu kafir kan kata SUNNI piss 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 6 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik