FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Halaman 7 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 20, 2013 8:58 am

First topic message reminder :



Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah

Itsna Asyariyah ?



Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).



1.     Ahlussunnah         : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

a)      Syahadatain

b)      As-Sholah

c)      As-Shoum

d)      Az-Zakah

e)      Al-Haj

Syiah                     : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

a)      As-Sholah

b)      As-Shoum

c)      Az-Zakah

d)      Al-Haj

e)      Al wilayah



2.      Ahlussunnah         : Rukun Iman ada 6 (enam) :

a)      Iman kepada Allah

b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya

d)      Iman kepada Rasul Nya

e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah                     : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*

a)      At-Tauhid

b)      An Nubuwwah

c)      Al Imamah

d)      Al Adlu

e)      Al Ma’ad



3.     Ahlussunnah         : Dua kalimat syahadat

Syiah                     : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.



4.     Ahlussunnah         : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah                     :  Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.



5.     Ahlussunnah         : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

a)      Abu Bakar

b)      Umar

c)      Utsman

d)      Ali Radhiallahu anhum

Syiah                     : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).

 6.     Ahlussunnah         : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

Syiah                     : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.



7.      Ahlussunnah         : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah                     : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.



8.      Ahlussunnah         :  Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah                     : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.



9.      Ahlussunnah         : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

a)      Bukhari

b)      Muslim

c)      Abu Daud

d)      Turmudzi

e)      Ibnu Majah

f)       An Nasa’i

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah                     : Kitab-kitab Syiah ada empat :

a)      Al Kaafi

b)      Al Istibshor

c)      Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih

d)      Att Tahdziib

(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).



10.  Ahlussunnah         : Al-Qur'an tetap orisinil

Syiah                     : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).



11. Ahlussunnah         : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah                     : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.



12.  Ahlussunnah         : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Syiah                     : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan           : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.[/left]

13.  Ahlussunnah         : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syiah                     : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.



14.
 Ahlussunnah         : Khamer/ arak tidak suci.

Syiah                     : Khamer/ arak suci.



15.  Ahlussunnah         : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah                     : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.



16.  Ahlussunnah         :  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah                     : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).



17.  Ahlussunnah         : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah                     : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.

(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).



18.  Ahlussunnah         : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syiah                     : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.



19.  Ahlussunnah         : Shalat Dhuha disunnahkan.

Syiah                     : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).



Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).  Sengaja  kami  nukil  sedikit saja,  sebab apabila kami nukil

seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.

http://www.albayyinat.net/jwb5tc.html
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down


Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Tue Dec 10, 2013 3:37 pm

@cain wrote:
Berapa %??
gak tau..karena gak ada sensus..

@cain wrote:
Tetap SYIAH itu kafir kan kata SUNNI piss 
lha itu tergantung SYIAH nyah..gimana menempatkan term SYIAH dalam memandang urusan keimanan..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Tue Dec 10, 2013 4:29 pm

@isaku wrote:
panda wrote:Saya juga sudah mengatakan bahwa tidak sepenuhnya saya sejalan dengan syiah..namun hal-hal ini saya pribadi menganggapnya hanya perbedaan furu'iyah yang tidak bisa dijadikan landasan untuk mengkafirkan.
sy kira tdk ada yg bermaksud mencari2 dalil untuk mengkafirkan, tapi sesat tidak bisa disebut benar, sesederhana itu.

Ya, tapi disini bagaimana menentukan kriteria sesat atau tidak?
Kalau kita masih mengaku muslim sudah jelas itu adalah Al Qur'an.

Sekarang bagaimana menginterpretasi AlQur'an?

Hadits?

Hadits yang diriwayatkan siapa? Apakah menurut Sunni seperti imam Bukhari-muslim?Atau yang diriwayatkan Syiah?

Ulama?Kyai?Imam?




avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Tue Dec 10, 2013 4:51 pm

@isaku wrote:
@panda1 wrote:Tentang shalat Jum'at, Saya pribadi menganggap sholat jum'at adalah wajib sebagai mana QS. Al-Jumu’ah: 9, begitu pula kaum syiah..
namun syiah saat ini menganggap shalat Jum’at itu hukumnya “wajib takhiri” yang artinya kalau semua persyaratan dari wajibnya shalat itu sudah terpenuhi maka barulah seseorang wajib untuk melakukannya; dimana shalat itu menggantikan kedudukan shalat dzhuhur. Kalau persyaratan dari shalat Jum’at itu tidak terpenuhi maka ia harus melakukan shalat dzhuhur sebagai gantinya.

Nah, syaratnya salahsatunya adalah adanya imam maksum...
siapa yg menentukan syarat itu?
ini adalah masalah ushul bukan furu'.

Agama ini sudah sempurna, tidak untuk ditambah2i dan dikurang2i
“ … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa’idah: 3]

“Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan bagian darinya, niscaya akan ditolak.” (Bukhari dan Muslim)



Tentang sholat jum'at,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Tidak ada keraguan sama sekali bahwa shalat Jum’at itu wajib hukumnya seperti yang telah disuratkan dalam al-Qur’an ayat di atas. Semua madzhab sepakat atas kewajiban dari melakukan shalat Jum’at. Tak ada satupun yang berbeda pendapat.

Dalam madzhab Syi’ah, dalam keadaan ketidak-hadiran Imam yang disucikan pada waktu ini, shalat Jum’at itu hukumnya “wajib takhiri” yang artinya kalau semua persyaratan dari wajibnya shalat itu sudah terpenuhi maka seseorang wajib untuk melakukannya; dimana shalat itu menggantikan kedudukan shalat dzhuhur. Kalau persyaratan dari shalat Jum’at itu tidak terpenuhi maka ia harus melakukan shalat dzhuhur sebagai gantinya.


Maksudnya wajib takhiri adalah wajib jika seluruh kondisi semua persyaratan dari wajibnya shalat itu sudah terpenuhi maka barulah seseorang wajib untuk melakukannya.
Logika Ini sebenarnya sama dengan hukum orang yang boleh melakukan sholat dzuhur ketika sedang menjadi musafir, dimana sholat jum'at itu sendiri adalah wajib namun karena ada kondisi yang tidak terpenuhi maka statusnya menjadi "takhiri ", dan boleh melakukan sholat dzuhur.

Pada dasarnya Syiah mengambil kondisi ketika Rasulullah masih hidup, adalah beliau sendiri yang menjadi imam dan pengkhotbah Sholat Jumat, sedangkan kaum arab badui yang muslim yang tidak memiliki kongregasi jumat sendiri, mereka boleh memilih datang ke Madinah atau diperbolehkan sholat dzuhur.

Sehingga Pada masa ini, dimana pemimpin zaman (dalam konteks akhir zaman ini : Imam Mahdi) yang dimaksud belum ada, maka kewajiban shalat Jumat berjamaah di masjid menjadi takhiri.

Walaupun demikian, keutamaan shalat jumat bagi penganut syiah adalah sangat besar, sama besarnya dengan kaum sunni.

Ayatullah Shaykh Muhammad Hasan Najafi, seorang ulama Syi’ah terkemuka dari India, menerbitkan sebuah selembaran yang diberi judul “PAYGHANIE NAJAFI” dimana di dalamnya ia mengingatkan betapa pentingnya shalat Jum’at itu.

Dalam sebuah pesan yang panjang (Paygham #94, tanggal 29 Januari 1954) yang diberijudul “Meninggalkan Shalat Jum’at itu sama saja dengan meninggalkan al-Qur’an dan Ahlul Bayt (as),” Ayatullah Najafi memulai dengan mengatakan bahwa Rasulullah telah menekankan bahwa mendirikan shalat Jum’at sebegitu rupa hingga shalat Jum’at itu benar-benar berbeda dengan shalat-shalat harian yang biasa.


avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Tue Dec 10, 2013 5:05 pm

@isaku wrote:
beberapa masalah ushul yg lain :

a). Mereka meriwayatkan dari Abu Abdullah, yang berkata: “Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril Alaihissallam kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah 17 ribu ayat”. [Al-Kaafi fil Ushul II/634, Cetakan Teheran, Iran]

b). Dalam riwayat mereka yang lain disebutkan bahwa Abu Abdullah berkata : “Pada fihak kami sesungguhnya ada mushhaf Fatimah. Tahukan mereka apakah mushhaf Fatimah itu? Jawabnya: “Mushhaf Fatimah itu isinya tiga kali dibanding dengan Al-Qur’an kalian ini. Demi Allah, tidak satupun huruf dari Al-Qur’an tersebut, terdapat dalam Al-Qur’an kalian.” [Al-Kaafi fil Ushul II/240-241, Cetakan Teheran, Iran]

c). Juga diriwayatkan dari Abu Abdullah, yang berkata: “Sesungguhnya dunia ini milik imam, dan akhiratpun milik imam. Dia meletakkannya di mana ia kehendaki dan memberikannya kepada siapa yang ia kehendaki.” [Al-Kaafi fil Ushul I/409, Cetakan:Teheran]


Saya kutip dari AlManhaj, semoga kalau ada yg punya Al-Kaafi fil Ushul berbaik hati untuk re-check. :)

Mengenai Al-kafi

Tidak dapat disangkal bahwa di dalam kitab hadis Syiah terdapat riwayat yang menyebutkan hal-hal tersebut, namun perlu diingat bahwa kitab tersebut, Al-Kafi, bukanlah kitab hadis yang shahih, sebagaimana Shahih Bukhari atau Muslim.

Al-kafi hanya mengumpulkan semua hadits yang berasal dari Ahlul Bait dan kelompok nya, tanpa melakukan penyaringan. Seorang ulama Syiah, Sayid Hasyim Ma’ruf Al-Hasani, pernah melakukan penelitian dan menyatakan bahwa Al-Kafi berisi 16.199 hadis; diantaranya 5.072 dianggap shahih, 144 hasan, 1128 nuwatstsa’, 302 qawiy, dan 9.480 hadis dhaif. Pengklasifikasian itu pun baru berdasarkan keabsahan sanad, belum isinya (matan).







MengenaI Tuduhan yang mengatakan bahwa kaum Syiah mempunyai Al-Quran yang berbeda sangatlah tidak adil.

Kaum Syiah meyakini tidak terjadinya tahrif di dalam Al-Quran, sebagai mana

surah Al-Hijr ayat 9, “Sungguh Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sungguh Kamilah yang menjaganya.”

Beberapa pernyataan Ulama Syiah mengenai penolakan Tahrif AlQur'an :



Abu Ja’far Muhammad ibn Ali ibn Husain ibn Babawaih Al-Qummiy (Ash-Shaduq): “Keyakinan kita tentang Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yaitu ada di antara dua sisi kitab yang berada di tangan kaum Muslim dan tidak lebih dari itu. Maka barang siapa yang mengatakan bahwa kami meyakini yang lebih dari itu, pastilah orang tersebut berbuat dusta.”

Syaikh Thaifah Abu Ja’far Muhammad ibn Hasan Ath-Thusiy: “Pembicaraan tentang adanya penambahan dan pengurangan pada Al-Quran adalah sesuatu yang tidak pantas… Dan itulah yang sesuai dengan kebenaran dari mazhab kita. Itulah yang dibela Al-Murtadha (Imam Ali ibn Abi Thalib AS), yang tampak dari banyak riwayat…”

Abu Ali Thabarsi: “…Adapun tentang adanya penambahan pada Al-Quran maka hal tersebut disepakati sebagai sesuatu yang batil…”

Sayid Ibnu Thawus: “Imamiyah yakin tidak ada tahrif dalam Al-Quran.”

Syaikh Muhammad ibn Hasan Al-Hurr Al-Amiliy: “Barang siapa mau meneliti tarikh, riwayat-riwayat dan atsar, maka dia tahu dengan pasti bahwa Al-Quran telah ditetapkan pada tingkat ke-mutawatir-an yang sangat kuat, dan dengan penukilan ribuan sahabat, dan bahwa Al-Quran telah tersusun dan terkumpul rapi pada masa Rasulallah SAW.”

http://islamsyiah.wordpress.com/2007/06/17/al-quran-sunni-syiah-satu-tiada-perobahan-dalam-al-quran/
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by SEGOROWEDI on Tue Dec 10, 2013 5:36 pm

bikin bingung calon mualap

- islam suni????????????????????
or
- islam syiah???????????????????

 basi

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Tue Dec 10, 2013 9:13 pm

yang bingung antara sunni dan syiah itu karena pemahaman minim dan trit ini menjadi sarana bahwa sebenarnyah syiah adalah madzhab kelima..tentu hal ini membutuhkan perhatian khusus karena menjelaskan tentang ini sangat sulit di tengah fatwa sesat..namun dalam hal ini,sayah tidak akan berbicara terlalu banyak mengingat ada netter yang lebih kompeten daripada sayah dan sayah gak ingin berbicara tanfa tau apa yang sayah bicarakan..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by SEGOROWEDI on Tue Dec 10, 2013 11:00 pm


intinya: saling sesat menyesatkan
kan bikin bingung si calon mualapin, bu

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Wed Dec 11, 2013 4:33 am

@segorowedi:

makanya saya panjang2 menjelaskan diatas..tidak saling menyesatkan lah,mau sunni atau syiah boleh..
tetap Islam
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Hasan al Banna on Wed Dec 11, 2013 11:54 am

Telah dijelaskan di depan bahwa Rukun Iman menurut Syiah ada lima perkara pokok, yaitu:
Tauhid, bahwa Tuhan adalah Maha Esa.
Al-‘Adl, bahwa Tuhan adalah Mahaadil.
An-Nubuwwah, bahwa kepercayaan Syi'ah meyakini keberadaan para nabi sebagai pembawa berita dari Tuhan kepada umat manusia.
Al-Imamah, bahwa Syiah meyakini adanya imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus risalah kenabian.
Al-Ma'ad, bahwa akan terjadinya Hari Kebangkitan.

Di dalam konsep Syiah Itsna ‘Asyariyah adalah penyempurna Islam, ini semua terjadi sesudah diumumkannya al-Ghaib al-Kubra dan imam ke-12 Syi’ah Itsna Asyariyah.
Sampai dewasa ini, Syiah Itsna ‘Asyariyah (yang mempercayai Duabelas imam) merupakan aliran terbesar Syi’ah. Aliran ini meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW telah menetapkan dua belas orang imam sebagai penerusnya, yaitu;

Ali bin Abi Thalib 41 H/66i M
Al-Hasan bin All bin Abi Thalib 49 H/669 M
Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib 61 H/680 M
All bin al-Husain Zainal Abidin 94 H/712 M
Muhammad bin All al-Baqir 113 H/731 M
Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq 146 H/765 M
Musa bin Ja’far al-Kazhim 128 H—203 H
All bin Musa ar-Ridha 203 H/818 M
Muhammad bin All al Jawwad 221 H/835 M
Ali bin Muhammad al-Hadi 254 H/868 M
Al-Hasan bin All al-’Askari 261 H/874 M
Muhammad bin al-Hasan al-Mahcli al-Muntazar 265 H/878 M

@Isaku wrote:Mereka berselisih paham ttg siapa saja imam ma'sum.

Lalu sampai kapan Shalat Jumat tidak dilaksanakan?

Dan dalam hal penunjukkan Imam 12 ini maka dengan begitu Syiah Itsna Asyariyah tidak perlu lagi mengadakan Sholat Jumat berdasarkan analisa saudara Panda1.

Dan kelemahan utama hal penunjukkan 12 Imam adalah tidak ada hadits yang menyebutkan secara masyur tentang garis keturunan yang berposisi sebagai Imam.Riwayat ini ditunjukkan oleh Al-Qunduzi Al-Hanafi (w.1294 H), dalam kitab Tanabi’Al-Mawaddah’ (Bab 76, Hal 440), menurut ulama SyI’ah,Kitab tersebut tergolong karya tulis ulama Syi’ah,(al Dzari’ah ila Tashanifal-Syi’ah vol.25, hal 290).
avatar
Hasan al Banna
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 105
Kepercayaan : Islam
Join date : 28.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Hasan al Banna on Wed Dec 11, 2013 12:22 pm

Sesuai terminologi dan sejarah secara kronologis,maka telah jelas bahwa Syi’ah Ali generasi awal adalah kaum muslimin yang lurus, bersih dan selamat karena berpegang kepada Al-Qur’an dan sunnah dan tidak merendahkan keutamaan para sahabat Rasulullah SAW. Mereka juga tidak menuding para sahabat kafir.

Dan secara umum, Rafidha adalah kelompok Syiah yang berdusta mendukung Ahlulbait dan salah mempersepsikannya, dengan menolak Abu Bakr,Umar dan sebagian besar sahabat Nabi SAW, disertai sikap mengkafirkan dan mencaci mereka.
Asal muasal istilah Rafidhah untuk Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyariah adalah karena penolakan mereka terhadap Zaid bin Ali Zainal Abidin bin al-Husain ra (79-122 H) yang tetap memuliakan Abu Bakr dan Umar ra pada saat pengikutnya meminta beliau untuk mencela dan menista keduanya, sehingga menyebabkan mereka berpaling meninggalkan beliau. Saat itu terlontarlah ucapan beliau kepada mereka, “Kalian telah menolakku (rofadhtumuni) “. Karena ucapan Zaid bin Ali itulah lahir istilah populer ‘Rafidhah’ bagi kelompok Syi’ah yang menolak Abu Bakr dan Umar dan mencaci keduanya.

Dan latar belakang sejarah itulan Ahlus Sunnah, Syi’ah Zaidiyyah dan Ibadhiyah menyematkan labeL ‘Rafidhah’ ini untuk Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyriyah dan Syi’ah Isma’iiyah.Oleh sebab identifikasi Rafldhah dalam diri mereka, kaum Syi’ah Imamiyah enggan disebut dengan istilah itu dan lebih suka disebut Syi’ah saja. Hal itu bertujuan untuk mengelabui umat Islam bahwa mereka sama dengan Syi’ah Ali generasi awal.

Para ulama pakar perbandingan aliran Islam mencatat bahwa Syi’ah itu ada 3 jenis golongan:
Pertama, Syi’ah ‘Ghaliyah’ atau ‘Ghulat’ yang berpandangan esktrim seputar Ali bin Abi Thalib ra sampai pada taraf menuhankan Ali atau menganggapnya nabi. Kelompok ini sangat jelas kesesatan dan kekafirannya.

Kedua, Syi’ah ‘Rafidhah’ yang mengklaim adanya nash/teks wasiat penunjukan Ali sebagai khalifah dan berlepas diri dan bahkan mencaci dan mengkafirkan para khalifah
sebelum Ali dan mayoritas para sahabat nabi. Kelompok ini telah meneguhkan dirinya ke dalam sekte Imamiyah Itsna ‘Asyariah dan Isma’iliyah.
Golongan ini disepakati kesesatannya oleh para ulama, tapi secara umum tidak mengkafirkan mereka.

Ketiga,
Syi’ah ‘Zaidiyah’ yaitu pengikut Zaid bin Ali Zainal Abidin yang mengutamakan Ali ra atas sahabat lain dan menghormati serta loyal kepada Abu Bakr dan Umar ra sebagai khalifah yang sah.
avatar
Hasan al Banna
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 105
Kepercayaan : Islam
Join date : 28.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Hasan al Banna on Wed Dec 11, 2013 12:32 pm

Selanjutnya saya tidak merasa perlu untuk menghadirkan sejumlah fatwa yang bersumber dari Al Kafi dan lain-lain referensi Rafidha.Hal ini disebabkan telah jelas kesesatan Rafidha dalam berbagai media dan publikasi yang mereka upayakan.
Akan tetapi,patut disimak dan dicermati adalah perbedaan fiqh (furu') di antara 4 madzhab Sunni dan Syiah sebagai madhzab.
avatar
Hasan al Banna
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 105
Kepercayaan : Islam
Join date : 28.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Dec 11, 2013 1:36 pm

http://www.solusiislam.com/2013/03/17-bukti-dan-alasan-bahwa-syiah-itu.html

Sudah banyak bukti yang nyata bahwa syiah adalah golongan sesat dan keluar dari Islam. seperti yang telah kita bahas sebelumnya, ternyata ajaran Syiah juga mirip dengan kaum Yahudi. baca: Syiah kembaran Yahudi.

Sejumlah tujuh belas doktrin Syi’ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum muslimin sebagai bagian dari pengamalan doktrin taqiyah (menyembunyikan Syi’ahnya). Ketujuh belas doktrin ini terdapat dalam kitab suci Syi’ah:



1. Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India).


Jelas Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A’raf 7: 128, “Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.


2. Ali bin Abi Thalib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).


Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi’ah terhadap kaum muslimin dan kesucian aqidahnya.


3. Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).


4. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).


5. Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).


6. Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).


7. Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).


8. Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).


Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).


9. Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).


10. Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid).


11. Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)


12. Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47, menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).


13. Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17.000 ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).


14. Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).


15. Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).


16. Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).


17. Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).



Ketujuh belas doktrinSyi’ah di atas, apakah bisa dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang? Adakah orang masih percaya bahwa Syi’ah itu bagian dari umat Islam? Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.


Semua kitab tersebut diatas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi’ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasa’i, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, upaya-upaya Syi’ah untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin, hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip, adalah dusta dan harus ditolak tegas !!!.

 nice info 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Dec 11, 2013 1:38 pm

@abu hanan wrote:
@cain wrote:
Berapa %??
gak tau..karena gak ada sensus..

@cain wrote:
Tetap SYIAH itu kafir kan kata SUNNI piss 
lha itu tergantung SYIAH nyah..gimana menempatkan term SYIAH dalam memandang urusan keimanan..

Gue sebenarnya paham kok bu kenapa ente ngomong kek gitu, sante ae  piss 

11-12 sama MM sih  basi 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Dec 11, 2013 2:09 pm

http://www.kiblat.net/2013/11/15/mui-ajaran-syiah-penuhi-10-kriteria-aliran-sesat-yang-ditetapkan-mui/

MUI: Ajaran Syiah Penuhi 10 Kriteria Aliran Sesat

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyatakan bahwa sekte Syiah yang akhir-akhir ini banyak dipertanyakan oleh masyarakat adalah kelompok sesat dan menyimpang. Menurut MUI, ajaran Syiah telah memenehui sepuluh kriteria aliran sesat yang telah ditetapkan MUI dalam Rakernas pada Selasa, 6 Nopember 2007, di Sari Pan Pasifik, Jakarta.

Dalam buku ‘Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia’ yang diterbitkan oleh MUI Pusat pada bulan Nepember 2013 ini disebutkan bahwa suatu ajaran dalam Islam jika mengandung sepuluh kriteria yang telah ditetapkan MUI di Jakarta di atas merupakan ajaran menyimpang dan sesat. Sepuluh kriteria yang disebutkan MUI tersebut adalah, pertama; mengingkari salah satu Rukun Islam dan Rukun Iman , kedua; menyakini atau mengikuti Aqidah yang tidak sesuai dengan dalil Syar’I (Al Qur’an dan As Sunnah), ketiga; menyakini turunnya wahyu sesudah Al Qur’an, keempat; mengingkari autentitas dan kebenaran Al Qur’an.

MUI melanjutkan, kelima; menafsirkan Al Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir, keenam; mengingkari hadist sebagai sumber ajaran Islam, ketujuh; melecehkan/mendustakan Nabi dan Rasul, kedelapan; mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, kesembilan; mengurangi/menambah pokok-pokok ibadah yang tida ditetapkan Syariat dan kesepuluh; mengkafirkan sesama muslim hanya karena bukan kelompoknya.

“Kesepuluh kriteria kelompok sesat di atas telah dianut dan diamalkan oleh Syiah Imamiah, Itsna Asyariah dan Madzhab Ahlu Bait (Versi syiah)” kata MUI dalam buku yang dibagikan gratis untuk masyarakat tersebut.

MUI menunjukkan, sepuluh kriteria tersebut terungkap dianut oleh kelompok Syiah berdasarkan kajian dan musyawarah yang dilakukan Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) pada tanggal 3 Januari 2012 di gedung Islamic Centre Pamekasan, Madura. Menurut kajian BASSRA, di antara keyakinan Syiah Imamiyah yang menyimpang dari prinsip-prinsip Islam adalah:

Pertama: Rukun Iman dan Rukun Islam Syiah berbeda dari nash-nash Al Quran dan hadis mutawatir yang shahih, karena menambahkan rukun Al Wilayah (Keimaman Ali bin Abi Thalib dan Keturuannya) sebagai rukun Iman dan Islam.

Kedua: Menyakini adanya tahrif (interpolasi) Al Qur’an yang artinya mengingkari autentisitas dan kebenara Al Qur’an

Ketiga: Mengkafirkan keompok lain yang diluar golongannya karena mereka berprinsip seorang yang tidak mengimani rukun Iman dan Islam yang paling pokok, yaitu Al Wilayah, maka dianggap bukan muslim, fasik, bahkan kafir. Dan hal itu bukan hanya untuk umat Islam umumnya, akan tetapi juga mencakup para sahabat Nabi yang utama Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman Radiyallahu Anhum dan semua yang bersepakat membaiat mereka.

Dalam buku setebal 152 halam itu, MUI juga menyebutkan pernyataan para ulama besar Indonesia yang menegaskan bahwa Syiah adalah ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni, yang sesuai dengan ajaran Salafus Shaleh. Ulama-ulama tersebut adalah Syaikh Hasyim Al Asy’ari (Rais Akbar NU), Prof. DR. Hamka (Tokoh Muhammadiyah dan Ketum MUI periode 1975-1980), DR. Muhammad Nashir (Pendiri Dewan Dakwah (DDI) dan KH. Hasan Bashir (Ketua MUI periode 1985-1998). [hunef]

Aliran SESAT itu kafir atau bukan sih??  piss 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Wed Dec 11, 2013 3:01 pm

@cain

Asal copas dari situs sekena-nya ..tanpa ngerti apa yang dicopas ya?

kiblat.net...

Ini saya telusuri situsnya sepertinya memang situs yang dibuat dan diluncurkan dengan tujuan menyebarkan berita "syiah-sesat-dan-harus-diperangi".

Memang sih, belakangan sedang marak situs2 sejenis semenjak gejolak di timur tengah..apalagi ketika konflik suriah mulai meletus.

Anyway, mengenai berita kiblat.net tentang buku "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" yang diterbitkan oleh MUI Pusat, sudah di konfirmasi bahwa Para pengurus teras MUI Pusat seperti Ketua Umum dan Wakil Ketua bahkan Sekjen MUI Pusat mengaku tidak tahu menahu mengenai buku tersebut.



Terbitnya buku itu dengan mengatasnamakan MUI Pusat tentu saja patut dipertanyakan, mengingat pandangan MUI Pusat selama ini yang menjunjung tinggi persatuan Islam, dan mendukung pendekatan antar mazhab Sunni-Syiah

Hal ini bisa dilihat dari pandangan-pandangan yang disampaikan para pengurus MUI Pusat selama ini : seperti KH Sahal Mahfudz (Ketua Umum), Prof Dr Din Syamsuddin (Wakil Ketua), Prof Dr Umar Shihab (Ketua), dan tokoh-tokoh MUI Pusat lainnya yang berwawasan luas dan mendukung persatuan umat.

Buku itu sebenarnya bukan hasil kajian tim yang dibentuk secara resmi oleh MUI Pusat. Sebagian besar isi buku tersebut adalah kumpulan 'catatan' sekelompok orang yang menamakan dirinya MIUMI, yang sebagian di antara pengurusnya juga menjadi pengurus MUI Pusat.

Karena menganggap respon MUI Pusat 'sangat lambat' dalam menanggapi keinginan sekelompok orang agar MUI Pusat mengeluarkan fatwa sesatnya Syi'ah, maka sekelompok orang di MUI Pusat menjadikan 'catatan-catatan' dari MIUMI dengan tambahan sana-sini (agar tidak terlihat persis sama) menjadi sebuah buku dengan judul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia" dan dilabeli logo dan nama MUI Pusat.

Ironisnya, buku tersebut diterbitkan tanpa sepengetahuan Ketua Umum MUI Pusat (KH Sahal Mahfudz), Wakil Ketua MUI Pusat (Prof Din Syamsuddin), Ketua MUI Pusat (Prof Dr Umar Shihab) dan juga Sekjend MUI Pusat (Drs. H. Ichwan Sam).
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Dec 11, 2013 3:20 pm

@panda1 wrote:@cain

Asal copas dari situs sekena-nya ..tanpa ngerti apa yang dicopas ya?

kiblat.net...

Ini saya telusuri situsnya sepertinya memang situs yang dibuat dan diluncurkan dengan tujuan menyebarkan berita "syiah-sesat-dan-harus-diperangi".

Memang sih, belakangan sedang marak situs2 sejenis semenjak gejolak di timur tengah..apalagi ketika konflik suriah mulai meletus.

Anyway, mengenai berita kiblat.net tentang buku "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" yang diterbitkan oleh MUI Pusat, sudah di konfirmasi bahwa Para pengurus teras MUI Pusat seperti Ketua Umum dan Wakil Ketua bahkan Sekjen MUI Pusat mengaku tidak tahu menahu mengenai buku tersebut.



Terbitnya buku itu dengan mengatasnamakan MUI Pusat tentu saja patut dipertanyakan, mengingat pandangan MUI Pusat selama ini yang menjunjung tinggi persatuan Islam, dan mendukung pendekatan antar mazhab Sunni-Syiah

Hal ini bisa dilihat dari pandangan-pandangan yang disampaikan para pengurus MUI Pusat selama ini : seperti KH Sahal Mahfudz (Ketua Umum), Prof Dr Din Syamsuddin (Wakil Ketua), Prof Dr Umar Shihab (Ketua), dan tokoh-tokoh MUI Pusat lainnya yang berwawasan luas dan mendukung persatuan umat.

Buku itu sebenarnya bukan hasil kajian tim yang dibentuk secara resmi oleh MUI Pusat. Sebagian besar isi buku tersebut adalah kumpulan 'catatan' sekelompok orang yang menamakan dirinya MIUMI, yang sebagian di antara pengurusnya juga menjadi pengurus MUI Pusat.

Karena menganggap respon MUI Pusat 'sangat lambat' dalam menanggapi keinginan sekelompok orang agar MUI Pusat mengeluarkan fatwa sesatnya Syi'ah, maka sekelompok orang di MUI Pusat menjadikan 'catatan-catatan' dari MIUMI dengan tambahan sana-sini (agar tidak terlihat persis sama) menjadi sebuah buku dengan judul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia" dan dilabeli logo dan nama MUI Pusat.

Ironisnya, buku tersebut diterbitkan tanpa sepengetahuan Ketua Umum MUI Pusat (KH Sahal Mahfudz), Wakil Ketua MUI Pusat (Prof Din Syamsuddin), Ketua MUI Pusat (Prof Dr Umar Shihab) dan juga Sekjend MUI Pusat (Drs. H. Ichwan Sam).

Baca lagi yang bener deh kokokoo
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Sun Dec 15, 2013 11:52 pm

@panda1 wrote:Ya, tapi disini bagaimana menentukan kriteria sesat atau tidak?
Kalau kita masih mengaku muslim sudah jelas itu adalah Al Qur'an.

Sekarang bagaimana menginterpretasi AlQur'an?

Hadits?

Hadits yang diriwayatkan siapa? Apakah menurut Sunni seperti imam Bukhari-muslim?Atau yang diriwayatkan Syiah?

Ulama?Kyai?Imam?
Ya Pak, pertama lihat dulu AlQuran, jika tidak cukup dimengerti dgn jelas ya lihat hadits :)
sy tidak pernah dengar imam Bukhori-Muslim memblacklist beberapa sahabat dekat Rasulullah sebagai perawi...
yg saya rasa (mohon koreksi) dilakukan syiah.

@panda1 wrote:Pada dasarnya Syiah mengambil kondisi ketika Rasulullah masih hidup, adalah beliau sendiri yang menjadi imam dan pengkhotbah Sholat Jumat, sedangkan kaum arab badui yang muslim yang tidak memiliki kongregasi jumat sendiri, mereka boleh memilih datang ke Madinah atau diperbolehkan sholat dzuhur.
1. Saya tertarik untuk mengetahui hadits ttg arab badui ini, jika pak panda tidak keberatan :)
2. Sepengetahuan pak Panda, ketika/sesudah Rasulullah wafat, siapakah yg menjadi imam Jumat diantara keempat sahabat?

panda wrote:Sehingga Pada masa ini, dimana pemimpin zaman (dalam konteks akhir zaman ini : Imam Mahdi) yang dimaksud belum ada, maka kewajiban shalat Jumat berjamaah di masjid menjadi takhiri.
jelas arab badui diberi ijin ketika Rasulullah masih hidup, dgn sendirinya ini malah membantah syarat adanya pemimpin zaman yg pak panda maksud.

panda wrote:Walaupun demikian, keutamaan shalat jumat bagi penganut syiah adalah sangat besar, sama besarnya dengan kaum sunni.

Ayatullah Shaykh Muhammad Hasan Najafi, seorang ulama Syi’ah terkemuka dari India, menerbitkan sebuah selembaran yang diberi judul “PAYGHANIE NAJAFI” dimana di dalamnya ia mengingatkan betapa pentingnya shalat Jum’at itu.

Dalam sebuah pesan yang panjang (Paygham #94, tanggal 29 Januari 1954) yang diberijudul “Meninggalkan Shalat Jum’at itu sama saja dengan meninggalkan al-Qur’an dan Ahlul Bayt (as),” Ayatullah Najafi memulai dengan mengatakan bahwa Rasulullah telah menekankan bahwa mendirikan shalat Jum’at sebegitu rupa hingga shalat Jum’at itu benar-benar berbeda dengan shalat-shalat harian yang biasa.
ulama syiah india sama sekali tidak mewakili syiah, toh fatwanya hanya selembaran yg tidak berarti bagi negara syiah iran.

@panda1 wrote:Mengenai Al-kafi

Tidak dapat disangkal bahwa di dalam kitab hadis Syiah terdapat riwayat yang menyebutkan hal-hal tersebut, namun perlu diingat bahwa kitab tersebut, Al-Kafi, bukanlah kitab hadis yang shahih, sebagaimana Shahih Bukhari atau Muslim.

Al-kafi hanya mengumpulkan semua hadits yang berasal dari Ahlul Bait dan kelompok nya, tanpa melakukan penyaringan. Seorang ulama Syiah, Sayid Hasyim Ma’ruf Al-Hasani, pernah melakukan penelitian dan menyatakan bahwa Al-Kafi berisi 16.199 hadis; diantaranya 5.072 dianggap shahih, 144 hasan, 1128 nuwatstsa’, 302 qawiy, dan 9.480 hadis dhaif. Pengklasifikasian itu pun baru berdasarkan keabsahan sanad, belum isinya (matan).
lha iya, itu baru sanad, belum matan.... mau berapa persen kira2 sisanya??? ulama syiah sendiri belum selesai penelitiannya, menurut pak panda bagaimana nasib amal ibadah yg disandarkan kepada sesuatu yg belum jelas seperti itu???

panda wrote:MengenaI Tuduhan yang mengatakan bahwa kaum Syiah mempunyai Al-Quran yang berbeda sangatlah tidak adil.

Kaum Syiah meyakini tidak terjadinya tahrif di dalam Al-Quran, sebagai mana

surah Al-Hijr ayat 9, “Sungguh Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sungguh Kamilah yang menjaganya.”

Beberapa pernyataan Ulama Syiah mengenai penolakan Tahrif AlQur'an :
ada keterangannya tidak yg menyebutkan hadits ttg jumlah ayat di Al-kafi tersebut hadits palsu/dhaif?

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Mon Dec 16, 2013 12:55 pm

@isaku wrote:
@panda1 wrote:Ya, tapi disini bagaimana menentukan kriteria sesat atau tidak?
Kalau kita masih mengaku muslim sudah jelas itu adalah Al Qur'an.

Sekarang bagaimana menginterpretasi AlQur'an?

Hadits?

Hadits yang diriwayatkan siapa? Apakah menurut Sunni seperti imam Bukhari-muslim?Atau yang diriwayatkan Syiah?

Ulama?Kyai?Imam?
Ya Pak, pertama lihat dulu AlQuran, jika tidak cukup dimengerti dgn jelas ya lihat hadits :)
sy tidak pernah dengar imam Bukhori-Muslim memblacklist beberapa sahabat dekat Rasulullah sebagai perawi...
yg saya rasa (mohon koreksi) dilakukan syiah.



Memang ada hubungan relevan antara AlQuran dan hadits. Sehingga memahami sekaligus mengamalkan al Qur’an dan hadis tidak bisa dikotomi. Namun, sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak semua hadis Nabi dapat dijadikan sebagai tiang sandaran. Hal ini bisa terjadi karena tidak semua hadis dapat diterima.Hadis itu dapat diterima karena ia shahih tapi adakalanya tertolak karena hadis itu dha’if.

Namun memang Syiah melakukan penyaringan terhadap riwayat yang di berikan sahabat Nabi...
Disinilah salah satu perbedaan utama Sunni dan Syiah. Syiah melakukan koreksi pada sahabat sepeninggal Rasulullah.Tidak seperti kaum Sunni yang cenderung menganggap semua sahabat suci, Syiah mengoreksi hal ini dengan bersandar pada beberapa riwayat.
Bagi saya ini logis. Bagaimanapun disebut sebagai "generasi terbaik", sahabat bukanlah sosok maksum. Tidak ada syarat taqlid kepada "sahabat" untuk menjadi seorang Muslim. Syiah berusaha berlaku secara obyektif dan proporsional bahwa sahabat yang baik harus diagungkan dan sahabat yang jelek harus tidak ditiru.
Bahkan ada Nubuat Rasulullah di dalam Shahih Bukhari dan juga dalam Shahih Muslim, yang mengatakan bahwa sepeninggal beliau, akan ada 'sahabat' yang kemudian mengubah-ubah agama...

“(Kelak) datang kepadaku orang-orang yang kukenal mereka dan mereka pun mengenalku. Tapi, mereka lantas disingkirkan dari telaga (yakni telaga nabi di hari kiamat). Sehingga, aku berkata, ‘Mereka itu sahabat-sahabatku.’ Lantas dijawab, ‘Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka buat-buat sepeninggal dirimu’.” (Shahih Al-Bukhari, no. 474, 7049; dan shahih Muslim, no. 37)
Dalam jalur-jalur periwayatan lain, hadis ini memiliki tambahan, bahwa di akhir, Nabi bersabda, “Maka aku pun berkata, ‘Sungguh celaka mereka. Sungguh celaka mereka’.” (Shahih Al-Bukhari, no. 7051; dan Shahih Muslim, no. 39)


Saya tidak punya hak menuduh siapa kah "sahabat" yang dimaksud tersebut... namun bagi saya, melakukan koreksi yang seimbang bagi hadits-hadits dari sahabat adalah diperlukan, tentunya dengan akal sehat dan referensi yang cukup.

Untuk hadits yang diriwayatkan sahabat, misalnya, Abu Hurairah..Beliau mengenal Rasulullah saw hanya 1 tahun 7 bulan, dan itupun hanya beberapa kali ketemu, dan pada zaman kekuasaan Muawiyah, beliau banyak membuat hadits, dari tidak kurang dari lima ribu hadis yang diriwayatkan beliau bisa dilihat dalam kitab-kitab sunni. Kuantitas hadits dan durasi kebersamaan beliau dengan rasulullah membuat proporsi jumlahnya menjadi janggal..Tidak sedikit riwayat Abu hurairah yang kemudian dianggap "tidak masuk akal" oleh kaum Syiah (dan saya juga setuju...bahwa memang beberapa hadits ini tidak masuk akal), seperti riwayat tinggi nabi Adam yang 60 hasta, Tentang Nabi Musa yang pakaiannya di curi oleh Batu, Tentang bayi yang menangis ketika baru lahir karena ditusuk jari syaitan, dsb...










avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Mon Dec 16, 2013 1:43 pm

@panda1 wrote:Namun memang Syiah melakukan penyaringan terhadap riwayat yang di berikan sahabat Nabi...
Disinilah salah satu perbedaan utama Sunni dan Syiah. Syiah melakukan koreksi pada sahabat sepeninggal Rasulullah.Tidak seperti kaum Sunni yang cenderung menganggap semua sahabat suci, Syiah mengoreksi hal ini dengan bersandar pada beberapa riwayat.
Pernyataan Pak Panda yg ini kelihatannya bertentangan dgn penjelasan ttg Al-Kafii sebelumnya di #154
@panda1 wrote:Al-kafi hanya mengumpulkan semua hadits yang berasal dari Ahlul Bait dan kelompok nya, tanpa melakukan penyaringan. Seorang ulama Syiah, Sayid Hasyim Ma’ruf Al-Hasani, pernah melakukan penelitian dan menyatakan bahwa Al-Kafi berisi 16.199 hadis; diantaranya 5.072 dianggap shahih, 144 hasan, 1128 nuwatstsa’, 302 qawiy, dan 9.480 hadis dhaif. Pengklasifikasian itu pun baru berdasarkan keabsahan sanad, belum isinya (matan).


:)

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Mon Dec 16, 2013 2:05 pm

@isaku wrote:

@panda1 wrote:Mengenai Al-kafi

Tidak dapat disangkal bahwa di dalam kitab hadis Syiah terdapat riwayat yang menyebutkan hal-hal tersebut, namun perlu diingat bahwa kitab tersebut, Al-Kafi, bukanlah kitab hadis yang shahih, sebagaimana Shahih Bukhari atau Muslim.

Al-kafi hanya mengumpulkan semua hadits yang berasal dari Ahlul Bait dan kelompok nya, tanpa melakukan penyaringan. Seorang ulama Syiah, Sayid Hasyim Ma’ruf Al-Hasani, pernah melakukan penelitian dan menyatakan bahwa Al-Kafi berisi 16.199 hadis; diantaranya 5.072 dianggap shahih, 144 hasan, 1128 nuwatstsa’, 302 qawiy, dan 9.480 hadis dhaif. Pengklasifikasian itu pun baru berdasarkan keabsahan sanad, belum isinya (matan).
lha iya, itu baru sanad, belum matan.... mau berapa persen kira2 sisanya??? ulama syiah sendiri belum selesai penelitiannya, menurut pak panda bagaimana nasib amal ibadah yg disandarkan kepada sesuatu yg belum jelas seperti itu???

ada keterangannya tidak yg menyebutkan hadits ttg jumlah ayat di Al-kafi tersebut hadits palsu/dhaif?[/quote]

Nasib amal ibadah tidak disandarkan pada Al-Kafi. Sebagaimana Umat Islam, amal ibadah mahdzab syiah disandarkan pada AlQur'an.

Namun seperti saya sampaikan sebelumnya, mengamalkan al Qur’an dan hadis tidak bisa dikotomi. Perlu penjelasan dalam mengamalkan AlQur'an.
Syiah sendiri menggunakan Al-Kafi sebagai kitab pegangan namun dengan kesadaran bahwa Al-Kafi bukanlah kitab shahih, yang hadisnya pun sampai sekarang masih diteliti, makanya tidak bernama “Shahih Al-Kafi”. Jika ada orang mengatakan bahwa Al-Kufi pada syiah setara dengan Shahih Bukhari-Muslim pada sunni, maka perkataan orang ini harus dikoreksi.

Di Al Kafi, Al Kulaini menuliskan riwayat apa saja yang dia dapatkan dari orang yang mengaku mengikuti para Ahlul Bait. Jadi Al Kulaini hanyalah sebagai pengumpul hadis-hadis dari Ahlul Bait. Tidak ada sedikitpun pernyataan Al Kulaini bahwa semua hadis yang dia kumpulkan adalah otentik. Oleh karena Itulah ulama-ulama sesudah Beliau telah menseleksi hadis ini dan menentukan kedududkan setiap hadisnya.
Oleh karena cukup banyaknya hadis yang dhaif dalam Al Kafi maka kita harus berhati-hati dalam membaca buku-buku yang menyudutkan syiah dengan menggunakan riwayat-riwayat Hadis Syiah seperti dalam Al Kafi. Dalam hal ini bersikap skeptis adalah perlu sampai diketahui dengan pasti kedudukan hadisnya baik dengan menganalisis sendiri berdasarkan Kitab Rijal Syiah atau merujuk langsung ke Ulama Syiah.




avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Mon Dec 16, 2013 2:11 pm

@isaku wrote:
@panda1 wrote:Namun memang Syiah melakukan penyaringan terhadap riwayat yang di berikan sahabat Nabi...
Disinilah salah satu perbedaan utama Sunni dan Syiah. Syiah melakukan koreksi pada sahabat sepeninggal Rasulullah.Tidak seperti kaum Sunni yang cenderung menganggap semua sahabat suci, Syiah mengoreksi hal ini dengan bersandar pada beberapa riwayat.
Pernyataan Pak Panda yg ini kelihatannya bertentangan dgn penjelasan ttg Al-Kafii sebelumnya di #154
@panda1 wrote:Al-kafi hanya mengumpulkan semua hadits yang berasal dari Ahlul Bait dan kelompok nya, tanpa melakukan penyaringan. Seorang ulama Syiah, Sayid Hasyim Ma’ruf Al-Hasani, pernah melakukan penelitian dan menyatakan bahwa Al-Kafi berisi 16.199 hadis; diantaranya 5.072 dianggap shahih, 144 hasan, 1128 nuwatstsa’, 302 qawiy, dan 9.480 hadis dhaif. Pengklasifikasian itu pun baru berdasarkan keabsahan sanad, belum isinya (matan).


:)

Maaf, tolong dimengerti
..Syiah melakukan penyaringan, namun al Kafi hanya mengumpulkan hadits (yang berasal dari Ahlul Bait dan kelompok nya).

adalah fallacy jika menganggap Syiah = Alkafi.

Al kafi terdiri dari hadits shahih dan dhaif. Syiah sadar akan hal ini dan umat syiah(dan seharusnya semua Muslim) -lah yang kemudian melakukan penyaringan kembali, mana hadits yang masuk akal dan tidak bertentangan dengan al Qur'an dan mana hadits yang janggal.

bisa dipahami?
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Mon Dec 16, 2013 2:21 pm

@Panda1
Ketika kita bicara hadits sunni, maka itu adalah Bukhori-Muslim, ketika bicara hadits syiah, maka....... salah satunya Alkafii? ......atau bukan?

Jika syiah telah melakukan penyaringan, kitab apa??? mengapa Alkafii sangat tersohor dibanding kitab shahihnya sendiri???

@panda1 wrote:adalah fallacy jika menganggap Syiah = Alkafi.
mungkin fallacy, tapi Alkafii mewakili hadits syiah kecuali Pak Panda memaparkan data bahwa Alkafii hanyalah nomor sekian, bukan yg utama.

bisa dipahami?
paham Pak, silahkan dilanjut
:)




isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Mon Dec 16, 2013 3:07 pm

@isaku wrote:

@panda1 wrote:Pada dasarnya Syiah mengambil kondisi ketika Rasulullah masih hidup, adalah beliau sendiri yang menjadi imam dan pengkhotbah Sholat Jumat, sedangkan kaum arab badui yang muslim yang tidak memiliki kongregasi jumat sendiri, mereka boleh memilih datang ke Madinah atau diperbolehkan sholat dzuhur.
1. Saya tertarik untuk mengetahui hadits ttg arab badui ini, jika pak panda tidak keberatan :)
2. Sepengetahuan pak Panda, ketika/sesudah Rasulullah wafat, siapakah yg menjadi imam Jumat diantara keempat sahabat?

panda wrote:Sehingga Pada masa ini, dimana pemimpin zaman (dalam konteks akhir zaman ini : Imam Mahdi) yang dimaksud belum ada, maka kewajiban shalat Jumat berjamaah di masjid menjadi takhiri.
jelas arab badui diberi ijin ketika Rasulullah masih hidup, dgn sendirinya ini malah membantah syarat adanya pemimpin zaman yg pak panda maksud.

panda wrote:Walaupun demikian, keutamaan shalat jumat bagi penganut syiah adalah sangat besar, sama besarnya dengan kaum sunni.

Ayatullah Shaykh Muhammad Hasan Najafi, seorang ulama Syi’ah terkemuka dari India, menerbitkan sebuah selembaran yang diberi judul “PAYGHANIE NAJAFI” dimana di dalamnya ia mengingatkan betapa pentingnya shalat Jum’at itu.

Dalam sebuah pesan yang panjang (Paygham #94, tanggal 29 Januari 1954) yang diberijudul “Meninggalkan Shalat Jum’at itu sama saja dengan meninggalkan al-Qur’an dan Ahlul Bayt (as),” Ayatullah Najafi memulai dengan mengatakan bahwa Rasulullah telah menekankan bahwa mendirikan shalat Jum’at sebegitu rupa hingga shalat Jum’at itu benar-benar berbeda dengan shalat-shalat harian yang biasa.
ulama syiah india sama sekali tidak mewakili syiah, toh fatwanya hanya selembaran yg tidak berarti bagi negara syiah iran.


Mengenai Sholat Jumat Hadits mengenai Arab badui, dapat anda lihat di Jamaal al Sabaau Syed bin Tawoos, dari Sheik Talakbari dari Zaid bin Sabit.
Selain itu Syiah juga mengambil persyaratan tertentu untuk Imam sholat jum'at , yang salah satunya adalah Adil dan legitimate. Kriteria penentuan Imam sholat inilah yang menjadikan shalat jumat di Iran tidak banyak sebagaimana di negara2 sunni lainnya.

Namun tetap, shalat jumat adalah ibadah wajib yang sangat ditekankan oleh Syiah.
Di Iran, memang tidak banyak tempat melakukan shalat jumat, dikarenakan pelaksanaan sholat jumat di pusatkan di tempat yang memiliki Imam legitimate.
Demikian, sehingga di Iran, Hari Jum'at adalah hari libur. karena hari Jum’at itu adalah hari yang paling penuh dengan keberkahan dalam satu minggu. Banyak sekali kejadian yang telah terjadi atau akan terjadi yang dikaitkan langsung dengan hari Jum’at ini. Memulai hari Jum’at dengan mandi dan mengenakan pakaian yang bersih dan baik adalah disunnahkan.

Berikut paparan saksi mata orang indonesia yang melakukan shalat Jumat di Teheran:

http://pbhmi.net/index.php?option=com_content&view=article&id=1028:menikmati-revolusi-iran-saat-sholat-jumat&catid=85:kolom-ketua&Itemid=187

"...Saya lebih melihat shalat jumat di Tehran seperti shalat idul fitri di Indonesia yang terpusat di satu tempat, dimana ada banyak pintu masuk universitas, dan di setiap pintu masuk terdapat ceck point atau tempat pemeriksaan, ujar Imam"

ni mengingatkan saya di jalan-jalan Mindano Philipina atau di Aceh zaman DOM. Setiap orang yang masuk kawasan universitas harus lolos pemeriksaan dengan alat detektor. Semua alat komunikasi dan elektronik tidak diperkenakan dibawa ke tempat shalat, dan di pintu luar telah disediakan tempat penitipan, tambah Imam

Dari kejauhan ketika saya berjalan menuju kompleks universitas terdengar suara gemuruh meneriakan yel-yel dalam bahasa persia. Saya merasakan ini seperti aksi-aksi demontrasi yang terorgansir dengan baik dan terpusat di satu tempat.

Sebagai tamu kehormatan, kami di antar panitia masuk ke lokasi melalui pintu khusus yang menuju ke barisan shof depan di central university. Kelompok barisan depan ini terdiri dari pejabat, menteri, anggota parlemen bahkan presiden ahmadinejad jika kebetulan ada di Tehran.

Sayangnya hari itu beliau sedang di luar kota. Kami langsung duduk di shaf kedua dari kelompok barisan kedua dari depan. Saya duga ini kelompok shof tamu asing dan dugaan saya benar setelah panitia membagikan alat receiver yang menerjemahkan bahasa persia ke Inggris atau Arab.

Tepat sekitar jam 13.00 Kami masuk ke lokasi dan sempat mendengar pidato terakhir dari seseorang sebelum khatib jumat naik. Saat berpidato beberapakali dia meneriakan yel-yel dan shalawat yang disambut dengan gemuruh oleh ribuan jamaah sambil mengepalkan tangan ke atas.

Saya mendapat informasi jamaah jumat sudah mulai berkumpul sejak jam 10-an. Sambil menunggu masuk waktu shalat, ada banyak pidato-pidato yang berisi kecaman-kecaman terhadap amerika, israel dan kompradornya di Iran.

Pidato-pidato itu disampaikan untuk mengingatkan dan menjaga nilai-nilai revolusi. Demikian juga khutbah yang disampaikan khatib yang dalam doa di penghujung khutbah berisi doa-doa hancurnya Amerika, Israel dan musuh-musuh Islam.



Khutbah Jum’at disebut-sebut sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan; sumber bimbingan; dan sumber keshalehan. Khutbah Jum’at itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan acara shalat Jum’at yang harus disimak dan didengarkan sepenuh hati. Urusan-urusan kemasyarakatan dan kabar-kabar dari dunia Islam atau dunia secara keseluruhan jadi topik yang seringkali dibahas dalam khutbah itu.



Berikut ini statement dari Imam2 Syiah tentang sholat Jumat:
Imam Ali bin Musa al-Ridha (as) bersabda: “Keutamaan dari shalat berjama’ah dibandingkan dengan shalat sendirian ialah ibarat satu raka’at dibandingkan dengan 2000 raka’at.”

Imam Muhammad al-Baqir (as): “Orang yang meninggalkan shalat berjama’ah tanpa ada alasan yang jelas, hanya untuk sekedar menghindari kaum Muslimin, maka ia dihitung tidak pernah shalat sama sekali (shalatnya tidak diterima).”


http://islamitucinta.blogspot.com/2012/01/siapa-bilang-orang-syiah-tidak-shalat.html
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Mon Dec 16, 2013 3:19 pm

https://www.facebook.com/Aqidah.Syiah/posts/547361368642743

Silakan di cek  basi 

ini salah satu commentnya :

Riza Munadiyya:
ada yang berdiri,ad yang kakinya ngangkang ad yang di ataas menaara smbil joget2 bwa bendera,heiiii itu kah yg di namakan sholat..???
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Mon Dec 16, 2013 3:23 pm

2. Kesaksian Dahlan iskan

Dia berkata melaporkan perjalanannya ke iran setelah 20 tahun “diembargo Amerika”: “Kami mendarat di bandara internasional Imam Khomeini Teheran menjelang waktu shalat Jumat. Maka saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara ini. Dari atas terlihat bandara ini seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang maha luas. Tapi setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.
Memang ada masjid di bandara itu tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan di kota sebesar Teheran, ibukota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat. Itu pun bukan di masjid tapi di universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi jaraknya lebih jauh lagi. Di Negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat saja di setiap kota besar.
“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?,” tanya saya.
“Tidak ada. Kalau kita kita mau Jumatan harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.
Shalat Jumat ternyata memang tidak wajib di Negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan shalat dzuhur. Jadi siapa pun yang shalat Jumat tetap harus shalat dzuhur.
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 7 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik