FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Halaman 2 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 20, 2013 8:58 am

First topic message reminder :



Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah

Itsna Asyariyah ?



Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).



1.     Ahlussunnah         : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

a)      Syahadatain

b)      As-Sholah

c)      As-Shoum

d)      Az-Zakah

e)      Al-Haj

Syiah                     : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

a)      As-Sholah

b)      As-Shoum

c)      Az-Zakah

d)      Al-Haj

e)      Al wilayah



2.      Ahlussunnah         : Rukun Iman ada 6 (enam) :

a)      Iman kepada Allah

b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya

d)      Iman kepada Rasul Nya

e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah                     : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*

a)      At-Tauhid

b)      An Nubuwwah

c)      Al Imamah

d)      Al Adlu

e)      Al Ma’ad



3.     Ahlussunnah         : Dua kalimat syahadat

Syiah                     : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.



4.     Ahlussunnah         : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah                     :  Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.



5.     Ahlussunnah         : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

a)      Abu Bakar

b)      Umar

c)      Utsman

d)      Ali Radhiallahu anhum

Syiah                     : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).

 6.     Ahlussunnah         : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

Syiah                     : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.



7.      Ahlussunnah         : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah                     : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.



8.      Ahlussunnah         :  Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah                     : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.



9.      Ahlussunnah         : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

a)      Bukhari

b)      Muslim

c)      Abu Daud

d)      Turmudzi

e)      Ibnu Majah

f)       An Nasa’i

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah                     : Kitab-kitab Syiah ada empat :

a)      Al Kaafi

b)      Al Istibshor

c)      Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih

d)      Att Tahdziib

(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).



10.  Ahlussunnah         : Al-Qur'an tetap orisinil

Syiah                     : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).



11. Ahlussunnah         : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah                     : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.



12.  Ahlussunnah         : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Syiah                     : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan           : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.[/left]

13.  Ahlussunnah         : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syiah                     : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.



14.
 Ahlussunnah         : Khamer/ arak tidak suci.

Syiah                     : Khamer/ arak suci.



15.  Ahlussunnah         : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah                     : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.



16.  Ahlussunnah         :  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah                     : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).



17.  Ahlussunnah         : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah                     : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.

(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).



18.  Ahlussunnah         : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syiah                     : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.



19.  Ahlussunnah         : Shalat Dhuha disunnahkan.

Syiah                     : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).



Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).  Sengaja  kami  nukil  sedikit saja,  sebab apabila kami nukil

seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.

http://www.albayyinat.net/jwb5tc.html
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down


Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 27, 2013 11:41 am

http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html

Terdorong oleh keinginan untuk memahamkan kepada masyarakat tentang kejahatan syiah iran dan nasib ahlussunnah yang terus terzhalimi dan teraniaya, khususnya setelah mendapat pertanyaan tertulis dalam acara kajian ilmiah tentang buku putih di lantai II masjid AR fakhruddin Unmuh Malang kemarin 29 mei 2013 yang berbunyi: “Bapak mengatakan bahwa di Teheran tidak ada masjid sunni coba bapak baca di halaman 65-67”. Maka saya tulis makalah ini:

Saya senang jika diantara peserta kajian ada yang tahu buku putih, punya dan menelaah lalu mengikuti kajian. Dengan pertanyaan murni tanpa ada bantahan atas ceramah saya maka saya berharap pemilik buku itupun menerima kebenaran yang saya sampaikan.

Betul, di halaman 65-67 buku putih dituis: “di Teheran saja terdapat 9 masjid yg dikelola khusus oleh ahlussunnah”
Berikut Bantahan saya:

Berita di buku putih syiah Ini adalah dusta dan taqiyyah karena kenyataannya tidak ada satupun masjid milik ahlussuunnah di Teheran, artinya tidak ada jumatan di Teheran kecuali di satu tempat di pusat syiah saja. Seandainya ada 9 masjid milik ahlussunnah tentu ada 10 tempat jumatan di Teheran.

Berikut kesaksian-kesaksian yang benar tentang hal ini:

1. KH athian ali da’I dari Bandung

KH Athian Ali da’I dari Bandung yang pernah ke Iran mengatakan, pihak kedutaan Indonesia di Teheran mau mengadakan shalat Jum’at saja dihalang-halangi di sana. Hingga hanya dapat dilaksanakan sekitar 20-an orang di dalam kedutaan itu, karena memang dihalangi.

2. Kesaksian Dahlan iskan

Dia berkata melaporkan perjalanannya ke iran setelah 20 tahun “diembargo Amerika”: “Kami mendarat di bandara internasional Imam Khomeini Teheran menjelang waktu shalat Jumat. Maka saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara ini. Dari atas terlihat bandara ini seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang maha luas. Tapi setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.
Memang ada masjid di bandara itu tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan di kota sebesar Teheran, ibukota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat. Itu pun bukan di masjid tapi di universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi jaraknya lebih jauh lagi. Di Negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat saja di setiap kota besar.
“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?,” tanya saya.
“Tidak ada. Kalau kita kita mau Jumatan harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.
Shalat Jumat ternyata memang tidak wajib di Negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan shalat dzuhur. Jadi siapa pun yang shalat Jumat tetap harus shalat dzuhur.

http://www.pln.co.id/?p=2825

3. Abdullah Muhtadi pemimpin partai oposisi kurdi Kumalah

Abdullah muhtadi menegaskan bahwa tidak ada satupun masjid khusus ahlussunnah di Teheran” dia menambahkan: ahlussunnah di Teheran terpaksa pergi ke kedutaan besar Saudi atau Pakistan untuk melaksanakan shalat.”

سني نيوز : أكد زعيم حزب “كوملة” الكردى الإيرانى المعارض، عبدالله مهتدى أنه لا يوجد مسجد واحد يخص أهل السنّة فى طهران.
وقال مهتدي: “السنّة في العاصمة الإيرانية يضطرون إلى التوجه إلى السفارة السعودية أو السفارة الباكستانية لأداء الصلاة”.

http://www.sunni-news.net/ar/articles.aspx?article_no=24040

4. Marja’ Syi’ah Ali Taskhiri sekjen akademi internasional untuk taqrib antara madzhab-madzhab Islam menyatakan bahwa situasinya tidak tepat untuk mendirikan masjid bagi ahlussunnah di ibukota iran Teheran.
Berikut beritanya di Hadramut.net

صرح المرجع الشيعي علي التسخيري الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الاسلامية بأن الظرف غير مناسب لإقامة مسجد لأهل السنة بالعاصمة الإيرانية طهران.
وفي حوار لصحيفة الشروق الجزائرية نشر السبت، قال التسخيري ان “وجود مسجد من عدمه هذا أمر يجب أن يدرس على ضوء الظروف الموجودة” وأضاف “ليس هناك ظرف مناسب لوجود مسجد للسنة في طهران”
وعندما راجعه صحفي الشروق بسؤال عن الوقت المناسب الذي يراه التسخيري ومتى يكون مناسبا لإقامة مثل هذا المسجد قال رئيس المجمع العالمي للتقارب بين المذاهب: “هي ظروف تدرسها كل حكومة، وتقوم بما يملي عليها الموقف”
وادعى التسخيري أن سبب عدم منح التراخيص للسنة في إنشاء الجمعيات لا يعود إلى كونهم سنة وإنما لأسباب إجرائية
ويقطن بالعاصمة طهران وحدها ما يقارب المليون من السنة.
لاحظوا التناقض والكذب والدجل والمراوغة هو الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الاسلامية وفي نفس الوقت يرفض إقامة مسجد للسنة في طهران ؟؟!!!

هذا هو التقريب بين المذاهب؟؟؟؟

مع العلم أني أرفض هذا التجمع المسمى “المجمع العالمي للتقريب بين المذاهب” , لاني أعتبره أداة إيرانية لاختراق المجتمعات السنية وهذا التصريح من هذا الصفوي الخبيث يؤكد وجهة نظري هذه.

وماذا لو أغلقت الدول “السنية” الحسينيات بحجة أن الوقت غير مناسب ؟؟!!

أسأل الله أن يحرر إيران من ( … ) الصفوية .. آمين. مليون سني ومافي مسجد لهم وبضعة مسيحيين ويهود ولهم كانئسهم في طهران ماذا تعني لكم؟


http://www.hdrmut.net/vb/t281064.html#.UZiq4HJac5A

5. Situs qatarshares.com

Situs qatharshares.com menurunkan berita berjudul “Teheran satu-satunya ibukota Negara di dunia yang tidak terdapat masjid milik ahlussunnah waljama’ah.
Berikut berita selengkapnya:

طهران العاصمة الوحيدة في العالم التي لا يوجد بها مسجد واحد للسنة

نور الإسلام_ 1/12/2006واقع أهل السنة في الدولة الشيعية: ظلت إيران دولة سنية حتى القرن العاشر الهجري. وفي الفترة التي كانت فيها البلاد على عقيدة أهل السنة والجماعة قدمت بسبب ظروفها الاجتماعية والتاريخية والثقافية، المئات من الفقهاء والمحدثين والمؤرخين والمفسرين والعلماء، كلهم إيرانيون إلى أن شيعت، فأصبحت بؤرة اصطدام ومركزا للصراع ضد أهل السنة، وعملت الدولة الشيعية الصفويه قديماً على وقف المد السني الإسلامي بالتعاون مع قوى الاستعمار في المنطقة.

وتتضارب المعلومات بشأن الحجم الحقيقي للسنة في إيران، فالإحصاءات الرسمية للدولة تقول أنهم يشكلون 10 % من السكان، إلا أن مصادر السنة تؤكد أنهم يشكلون ثلث حجم السكان البالغ عددهم أكثر من 70 مليون نسمة، ومصادر مستقلة تقول أن السنة يشكلون من 15 إلى 20 % من سكان إيران. مقسمون إلى 3 عرقيات رئيسة هي الأكراد والبلوش والتركمان، إلى جانب العرب في إقليم خوزستان المحتل، ويسكنون بالقرب من خطوط الحدود التي تفصل إيران عن الدول المجاورة ذات الأغلبية السنية مثل باكستان وأفغانستان، والعراق وتركمانستان، أما المسلمون السنة من العرق الفارسي فوجودهم نادر.

ورغم هذه النسبة التي ليست بالقليلة، يعاني السنة في إيران من كل أشكال الاضطهاد، سواء خلال حكم الشاه أو منذ قيام الثورة الشيعية بقيادة الخميني، ومن الحقائق المعلومة لدى الجميع أن السنة محرومون من بناء المساجد داخل أكبر المدن الإيرانية، مثل العاصمة طهران وأصفهان ويزد وشيراز وغيرها من المدن الكبيرة، ومع أنه يوجد في طهران حوالي نصف مليون من السنة لكن ليس لهم مسجد واحد يصلون فيه، ولا مركز يجتمعون فيه بينما توجد كنائس للنصارى وبيع لليهود وبيوت النار للمجوس وغيرهم.

ومما يذكر أن السنة لا يجدون في طهران غير مقر السفارة السعودية والمدرسة الباكستانية ليقيمون صلاة الجمعة فيهما، حيث قررت الحكومة عدم السماح ببناء أي مسجد للسنة في العاصمة.. وتعد طهران العاصمة الوحيدة في العالم التي لا يوجد بها مسجد واحد للسنة.

إلى جانب ذلك، يمنع أئمة وعلماء السنة في إيران من إلقاء الدروس في المدارس والمساجد والجامعات، وخاصة إلقاء الدروس العقدية، بينما لأئمة الشيعة ودعاتهم الحرية المطلقة في بيان مذهبهم بل والتعدي على عقيدة أهل السنة. كما توضع مراكز ومساجد السنة تحت المراقبة الدائمة، ويتجسس رجال الأمن وأفراد الاستخبارات على الجوامع سيما أيام الجمعة، إلى جانب مراقبة الخطب والأشخاص الذين يتجمعون في المساجد.

الأوضاع السياسية للسنة في إيران: بالرغم من كون أهل السنة يمثلون أكبر أقلية مذهبية في إيران، إلا إن مستوى تمثيلهم السياسي في البرلمان والتشكيل الوزاري لا يتناسب مع نسبتهم العددية، حيث منعوا من تمثيل برلماني يتناسب مع حجمهم الحقيقي، إذ لا يمثلهم في البرلمان سوى 14 نائباً فقط، وليس لهم أي وزن حقيقي في البرلمان بل يستغل وجودهم لأهداف سياسية بما ينافي مصالحهم، كما يتهم السنة في إيران الحكومة بإنجاح العناصر السنية الموالية لها وليست المعبرة عن مطالبهم.

وأشاروا إلى أن أهل السنة محظور عليهم تولي تلك المناصب حيث لا يوجد سني واحد في مجلس الوزراء والمناصب الرئيسة في الوزارات والمؤسسات الكبرى، كما أن المحافظين ورؤساء الدوائر الرسمية في المدن والمحافظات التي يشكل أهل السنة الأغلبية المطلقة فيها مثل كردستان وبلوشستان وطالش وبندر عباس والجزر الخليجية وبوشهر وتركمن صحرا وشرقي خراسان، هم جميعا من الشيعة..

واشتكى النواب الإيرانيون السنة من عدم موافقة السلطات العليا على إقامة مسجد لهم في طهران رغم انتماء ما يزيد على نصف مليون من سكان العاصمة إلى المذهب السني.

ما يشهده إقليم خوزستان العربي (عربستان) ومدينة الأهواز الغني بالنفط جنوب غرب البلاد والذي تقطنه أغلبية عربية سنية، من تمرد مسلح ضد الحكم المركزي الشيعي في طهران، تقوده ”الجبهة الديمقراطية الشعبية للشعب العربي الأهوازي” المعارضة، والتي تتخذ من لندن مقر سياسي وإعلامي وتشن حملة من أجل استقلال الأهواز عن إيران.

ويعد الإقليم أحد الأعمدة الاقتصادية المهمة لإيران، وكان الشاه رضا خان قد تمكن من احتلاله عسكريا عام 1925م، بمساعدة بريطانية، بعد أن اعتقل حاكمه الأمير خزعل ووضعه تحت الإقامة الجبرية في طهران. وبذلك أنهت إيران آخر إمارة عربية في الإقليم.. إلا أنه ومنذ هذا التطور لم تتوقف مساعي الانفصال التي يشنها العرب السنة من سكان الإقليم.

كما يشهد إقليم بلوشستان (على الحدود مع باكستان) ذي الأغلبية السنية حركة تمرد مسلحة ضد السلطة الشيعية في طهران.

http://www.qatarshares.com/vb/archive/index.php/t-157383.html

6. Mantan Duta besar yordaniya dan pemikir muslim Dr Bassam al-Amusy

Dr. Bassam mantan duta besar Yordania di Teheran dalam pertemuannya dengan chanel televise khusus untuk memberikan kesaksiannya tentan iran mengatakan:
Bahwa di Teheran secara keseluruhan tidak terdapat masjid milik sunni”
Saksikan videonya



7. Kesaksian Syaikh Dr. abu al-Muntasyir al-Balusyi

Diantara yang memberitakan bahwa sunni diperlakukan dengan baik di iran adalah seorang pengkhianat dan ulama su` (katanya sunni diperlakukan baik di iran); yaitu Mawlana Mawlawi Ishaq madani, ini menurut Syaikh Dr. Abul Muntasyir al-Balusyi . Baca beritanya di”

http://www.gensyiah.com/dr-abdurrahman-al-balusyi-mawlana-mawlawi-ishaq-madani-wakil-iran-adalah-pengkhianat-ahlussunnah.html

Terakhir: nasehat
demikian kejahatan syiah yang tidak terkira terhadap islam dan kaum muslimin, lalu mereka ramai-ramai bersama aliran sesat yang terlarang Ahmadiyah dan nasrani menghadap MPR, lalu DPR, lalu salah seorang mereka menggugat MUI dan Gubernur Jatim ke pengadilan negri Jakarta menuntut agar dicabut fatwa MUI Jatim dan peraturan gubernur Jatim no 55 tahun 2012?
Dan ingat bahaya yang mengancam Indonesia diantaranya apa yang diberitakan oleh Bapak Ali Maschan Musa sebagai berikut:

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/03/03/167288-ribuan-pemuda-belajar-di-iran-polri-diminta-waspadai-syiah

Wahai ahlussunnah sadarlah, waspadalah, kalian dalam ancaman syiah di negri ini, sebagaimana yang telah kita saksikan di Negara-negara lain.
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Wed Nov 27, 2013 1:21 pm

syi'ah menyusup dengan taqiyya nya untuk memecah belah umat ISLAM...
hati-hati dengan orang-orang yang meneriak-neriakan persatuan sunni dan syi'ah karena sangat jelas terang benderang kekufuran agama SYI'AH ini...
SUNNI dan SYI'AH tidak akan pernah bersatu selama agama SYI'AH masih mengkafirkan para shahabat, yang mereka adalah murid-murid terbaik rasulullah, pembela rasulullah...apakah kita mengatakan bahwasannya rasulullah telah gagal total mendakwahi kaumnya dan kita yang berhasil ?
juga mengkafirkan istri-istri rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahkan rasulullah seolah gagal mendidik istri-istrinya, menganggap Al-Qur'an telah berubah...Tidak Mungkin !

bagaimana mungkin,
umat Islam memuji dan mencintai mereka para shahabat dan mengambil ilmu(Islam) dari mereka.. sedangkan ada satu kelompok sempalan yang mengaku bagian dari ISLAM namun mencaci dan mengkafirkan mereka ? berpikirlah hai orang-orang yang berakal...
Tidak ada persatuan antara kebenaran dan kebatilan !
Kalaulah kebenaran dan kebatilan dapat disatukan lalu untuk apa Allah mengutus para nabi dan rasul-Nya yang menyeru manusia kembali kepada jalan yang lurus dengan syariat-Nya..
berhati-hatilah terhadap orang-orang yang jahil, senang berbicara tentang agama tapi sebatas mengandalkan menurut saya begini menurut saya begitu...berbicara dengan tanpa ilmu
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 27, 2013 1:42 pm

Mana si panda1?? Tuh baca diatas 2 good 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Wed Nov 27, 2013 3:30 pm

@cain: copasan anda dari gensyiah.com itu sangat tendensius.kalau orang yg tidak berkepala dingin membacanya pasti dg sangat mudah terhasut dan ikut2an mengkafirkan syiah..
tapi jika anda telusuri lagi sumber2 berita, maka jelaslah yang mana kebenaran, plintiran dan fitnahnya.

saya dapat dengan mudah mempreteli tuduhan gensyiah.com tsb, tapi daripada meladeni cain lebih baik saya diskusi langsung dengan pembuat tulisan2 gensyiah.com,hakikat.com,arrahmah.com dan situs2 bernafas wahabi tsb
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 27, 2013 3:44 pm

thulabul ilmi wrote:syi'ah menyusup dengan taqiyya nya untuk memecah belah umat ISLAM...
hati-hati dengan orang-orang yang meneriak-neriakan persatuan sunni dan syi'ah karena sangat jelas terang benderang kekufuran agama SYI'AH ini...
SUNNI dan SYI'AH tidak akan pernah bersatu selama agama SYI'AH masih mengkafirkan para shahabat, yang mereka adalah murid-murid terbaik rasulullah, pembela rasulullah...apakah kita mengatakan bahwasannya rasulullah telah gagal total mendakwahi kaumnya dan kita yang berhasil ?
juga mengkafirkan istri-istri rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahkan rasulullah seolah gagal mendidik istri-istrinya, menganggap Al-Qur'an telah berubah...Tidak Mungkin !

bagaimana mungkin,
umat Islam memuji dan mencintai mereka para shahabat dan mengambil ilmu(Islam) dari mereka.. sedangkan ada satu kelompok sempalan yang mengaku bagian dari ISLAM namun mencaci dan mengkafirkan mereka ? berpikirlah hai orang-orang yang berakal...
Tidak ada persatuan antara kebenaran dan kebatilan !
Kalaulah kebenaran dan kebatilan dapat disatukan lalu untuk apa Allah mengutus para nabi dan rasul-Nya yang menyeru manusia kembali kepada jalan yang lurus dengan syariat-Nya..
berhati-hatilah terhadap orang-orang yang jahil, senang berbicara tentang agama tapi sebatas mengandalkan menurut saya begini menurut saya begitu...berbicara dengan tanpa ilmu
Ini loh yang gue suruh baca basi 

avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 27, 2013 3:45 pm

Si panda1 Syiah ASBUN, daritadi ngomong ga ada dasarnya piss 

Tendensiuslah, apalah inilah itulah basi 

OMDO tanpa ragu ketawa guling
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Wed Nov 27, 2013 3:55 pm

panda1 wrote:saya dapat dengan mudah mempreteli tuduhan gensyiah.com tsb, tapi daripada meladeni cain lebih baik saya diskusi langsung dengan pembuat tulisan2 gensyiah.com,hakikat.com,arrahmah.com dan situs2 bernafas wahabi tsb
Yth Pak Panda.
Sy sangat tertarik jika anda bisa menjelaskan/menjawab dengan gamblang perihal tuduhan terhadap syiah diatas. Sy kira mayoritas muslim indonesia mendapat informasi kurang lebih seperti itu.

Saya pribadi melihat sunni syiah bukan kepada Islam pecah atau tidak, tapi kesamaan akidah atau tidak. Terima kasih sebelumnya jika anda berkenan.

Note: Tidak perlu merasa dikompori cain. piss 

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 27, 2013 3:57 pm

isaku wrote:
panda1 wrote:saya dapat dengan mudah mempreteli tuduhan gensyiah.com tsb, tapi daripada meladeni cain lebih baik saya diskusi langsung dengan pembuat tulisan2 gensyiah.com,hakikat.com,arrahmah.com dan situs2 bernafas wahabi tsb
Yth Pak Panda.
Sy sangat tertarik jika anda bisa menjelaskan/menjawab dengan gamblang perihal tuduhan terhadap syiah diatas. Sy kira mayoritas muslim indonesia mendapat informasi kurang lebih seperti itu.

Saya pribadi melihat sunni syiah bukan kepada Islam pecah atau tidak, tapi kesamaan akidah atau tidak. Terima kasih sebelumnya jika anda berkenan.

Note: Tidak perlu merasa dikompori cain. piss 
Gue bikin ini tread benernya buat si imut2 Syiah asbun tuh piss

mungkin bagusnya loe bikin tread kek sama jagona tuh
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 27, 2013 4:33 pm

Isaku, mending bikin debat Versus sama si panda1 tuh biar ga ada yang jadi KOMPOR basi 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Wed Nov 27, 2013 4:34 pm

@thulabul ilmi

apakah anda pernah diskusi langsung dengan pemeluk syiah?atau hanya dengar ulama A bilang bgini, ustad B bilang bgtu, situs arrahmah bilang bginu,begitu?

saran saya berkepala dinginlah.baca sejarah dari sumber yang netral.berpegang pada Alquran dan akal sehat.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 27, 2013 4:37 pm

panda1 wrote:@thulabul ilmi

apakah anda pernah diskusi langsung dengan pemeluk syiah?atau hanya dengar ulama A bilang bgini, ustad B bilang bgtu, situs arrahmah bilang bginu,begitu?

saran saya berkepala dinginlah.baca sejarah dari sumber yang netral.berpegang pada Alquran dan akal sehat.
Makanya loe bikin tread debat Versus sono, biar klop penjelasannya piss 

(kek de javu gue....rasanya pernah baca komentar seorang netter di suatu tread, isinya sama kek ne panda1....)
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by dee-nee on Wed Nov 27, 2013 4:55 pm

panda1 wrote:@thulabul ilmi

apakah anda pernah diskusi langsung dengan pemeluk syiah?atau hanya dengar ulama A bilang bgini, ustad B bilang bgtu, situs arrahmah bilang bginu,begitu?

saran saya berkepala dinginlah.baca sejarah dari sumber yang netral.berpegang pada Alquran dan akal sehat.
lupa lupa ingat ... perpecahan ini terjadi ketika peristiwa perang karbala kan ya ... cuma saya tidak jelas juga gimana2-nya ...

piss 
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Wed Nov 27, 2013 5:38 pm

@isaku

Baik, nanti saya berikan satu persatu pelurusan tuduhan gensyiah.com yg dicopas @cain tsb..

Sebagai penegasan lg, walau saya orang indonesia yang lahir dan besar dalam lingkungan sunni syafi'i, saya bukan sunni sebagaimana saya sampaikan diatas td.
Saya bersahabat dan sering berdiskusi langsung dengan orang syiah asli dari Iran,namun saya juga BUKAN syiah.saya tidak percaya imamah dan beberapa hukum syiah lainnya.

Mungkin ada yg menganggap saya cenderung Zaidiyah, tapi saya tidak mau mengotak2an Islam yang saya yakini pada sebutan2 tsb..karena sejatinya Rasulullah tidak pernah membagi2 Islam sedemikia(walau pernah beliau ramalkan juga bahwa Islam akan terbagi).

Saya yakin pada kebenaran Alquran sepanjang masa,tapi saya dan juga mengajak semua muslim untuk saling berprasangka baik, mendahulukan ukhuwah dan berijtihad dalam proses dialogis dan eksplorasi secara ilmiah untuk mencapai kebenaran sejati dengan dasar Alquran dan Akal sehat.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Wed Nov 27, 2013 5:59 pm

panda1 wrote:@isaku

Baik, nanti saya berikan satu persatu pelurusan tuduhan gensyiah.com yg dicopas @cain tsb..

Sebagai penegasan lg, walau saya orang indonesia yang lahir dan besar dalam lingkungan sunni syafi'i, saya bukan sunni sebagaimana saya sampaikan diatas td.
.
.
.
Saya yakin pada kebenaran Alquran sepanjang masa,tapi saya dan juga mengajak semua muslim untuk saling berprasangka baik, mendahulukan ukhuwah dan berijtihad dalam proses dialogis dan eksplorasi secara ilmiah untuk mencapai kebenaran sejati dengan dasar Alquran dan Akal sehat.
sayah ikutan nunggu...bendera sayah juga kuning...bukan milik ormas manafun dan bukan pula aliran manapun...


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by isaku on Wed Nov 27, 2013 11:20 pm

panda1 wrote:@isaku

Baik, nanti saya berikan satu persatu pelurusan tuduhan gensyiah.com yg dicopas @cain tsb..

Sebagai penegasan lg, walau saya orang indonesia yang lahir dan besar dalam lingkungan sunni syafi'i, saya bukan sunni sebagaimana saya sampaikan diatas td.
Saya bersahabat dan sering berdiskusi langsung dengan orang syiah asli dari Iran,namun saya juga BUKAN syiah.saya tidak percaya imamah dan beberapa hukum syiah lainnya.
sipp.. jadi lebih menarik

panda1 wrote:Mungkin ada yg menganggap saya cenderung Zaidiyah, tapi saya tidak mau mengotak2an Islam yang saya yakini pada sebutan2 tsb..karena sejatinya Rasulullah tidak pernah membagi2 Islam sedemikia(walau pernah beliau ramalkan juga bahwa Islam akan terbagi).
saya malah g tau apa itu Zaidiyah :)

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Thu Nov 28, 2013 11:37 am

panda1 wrote:@isaku

Baik, nanti saya berikan satu persatu pelurusan tuduhan gensyiah.com yg dicopas @cain tsb..
saya tunggu

panda1 wrote:@thulabul ilmi

apakah anda pernah diskusi langsung dengan pemeluk syiah?atau hanya dengar ulama A bilang bgini, ustad B bilang bgtu, situs arrahmah bilang bginu,begitu?

saran saya berkepala dinginlah.baca sejarah dari sumber yang netral.
yang mana yang anda sebut sumber netral ?syi'ah yang sedang bertaqiyya dihadapan anda kah ?
atau netral itu, angan-angan dikepala anda untuk menyatukan kebenaran dan kebatilan?

saya sudah melihat sendiri bagaimana kelompok syi'ah mencaci-maki para shahabat, ummahatul mukminin. baik itu dari ulama syi'ah maupun pengikutnya di indonesia. dan yang berbicara ini langsung dari kelompok yang tertuduh(syi'ah)?
apakah anda belum mengetahuinya ?

panda1 wrote:berpegang pada Alquran dan akal sehat.
yang seperti ini juga salah satu sebab banyak kerusakan pada umat islam,
sebab banyak munculnya aliran-aliran baru dalam islam, ajaran-ajaran baru, inovasi baru,
mereka tinggalkan sunnah lalu memahami Al Qur'an hanya dengan sebatas akal,
bagaimana tidak akan meninggalkan sunnah.. kalau yang membawa hadits-hadits rasulullah shallallahu 'alaihi wasalaam saja sudah di kafirkan

panda1 wrote:
Sebagai penegasan lg, walau saya orang indonesia yang lahir dan besar dalam lingkungan sunni syafi'i, saya bukan sunni sebagaimana saya sampaikan diatas td.
Saya bersahabat dan sering berdiskusi langsung dengan orang syiah asli dari Iran,namun saya juga BUKAN syiah.saya tidak percaya imamah dan beberapa hukum syiah lainnya.

Mungkin ada yg menganggap saya cenderung Zaidiyah, tapi saya tidak mau mengotak2an Islam yang saya yakini pada sebutan2 tsb..karena sejatinya Rasulullah tidak pernah membagi2 Islam sedemikia(walau pernah beliau ramalkan juga bahwa Islam akan terbagi).

Saya yakin pada kebenaran Alquran sepanjang masa,tapi saya dan juga mengajak semua muslim untuk saling berprasangka baik, mendahulukan ukhuwah dan berijtihad dalam proses dialogis dan eksplorasi secara ilmiah untuk mencapai kebenaran sejati dengan dasar Alquran dan Akal sehat.
memang rasulullah tidak pernah membagi-bagi/memecah-belah umat islam,
justru kita sendiri lah yang mengaku umatnya, yang menyebabkan perpecahan, kita tinggalkan al-quran dan sunnah, lalu maju berbicara tentang islam dengan sebatas akal, pengalaman, perasaan untuk mengukur semuanya. bagaimana tidak rusak ?
sikap husnuzhan memang baik,
akan tetapi tidak sampai membiarkan mereka yang hendak merusak islam.
kita tidak diam dan terus membiarkan kerusakan bertebaran dengan dalih berprasangka baik,
sementara mereka terus bergerak merusak aqidah umat islam, dan kita malah diam. inikan bodoh namanya ?
padahal bukti-bukti dari mereka sendiri yang sudah jelas didepan mata.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. Ada sahabat yang bertanya,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah Al-Jama’ah‘.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’Siapakah mereka wahai Rasulullah?‘ Beliau menjawab,‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi)
::http://muslim.or.id/

telah dikabarkan bahwa hanya satu golongan masuk surga,
lalu bagaimana anda merasa aman terhadap kelompok sempalan yang mengkafirkan para shahabat, dengan dalih agar berprasangka baik ?
kalau anda bagian dari mereka maka wajar, demi membela kelompok, maka menyeru manusia untuk berprasangka baik adalah merupakan strategi yang bagus.


Terakhir diubah oleh thulabul ilmi tanggal Thu Nov 28, 2013 1:29 pm, total 1 kali diubah
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Thu Nov 28, 2013 12:04 pm

@Isaku,

Mengenai perbedaan Akidah, baik Sunni maupun Syiah mengklaim bahwa merekalah yang menjalankan akidah murni dari Rasulullah. Namun, arap kita sama-sama menyadari bahwa dilapisan grassroot, baik Sunni maupun Syiah merasa masing2 adalah yang benar. kaum awam Sunni dan Syiah yang sama2 lahir dan besar dengan pemahaman yang ditanamkan orangtua dan guru2 mereka sejak kecil merasa punya kewajiban untuk membela keyakinannya. Kadang2
Disinilah letak kearifan para Alim Ulama yang cerdas dan berilmu dari kedua aliran untuk saling memahami dan mau rendah hati mengakui bahwa memang ada perbedaan, namun selama masih dijalan Alqur'an dan Rasulullah, perbedaan furu'iah dapat kita kesampingkan demi ukhuwah.
Imamah dan khilafah yang menjadi ciri khas dua produk peradaban Islam, Sunni dan Syiah, harus dilihat dan dipahami dengan nalar yang tinggi dan hati yang rendah. Saatnya menyudahi setiap Muslim apapun mazhabnya mengakhiri saling benci yang menjadi tontonan gratis sentra hegemoni kapitalis dan zionis.

Sebelumnya, saya ingin memberi sedikit gambaran umum mengenai latar belakang situs2 macam gensyiah.com tsb..

Seperti banyak kecurigaan yang beredar di kalangan syiah, bahwa situs2 macam gensyiah.com, haulasyiah.com, syiah.net, hakekat.com dan sejenisnya tersebut adalah website yang didanai oleh Wahabi.


http://wahabivssunni.blogspot.com/2012/05/wahabi.html

Wahabi berbeda dengan mayoritas gerakan sunni macam Ikhwanul Muslimin. Bahkan keduanya berpolemik dalam banyak permasalahan. Demikian juga dengan Hizbut Tahrir. Bahkan, HTI dan Ikhwanul Muslimin di SESAT kan oleh pengikut Wahabi.

Kelahiran wahabi itu diwarnai aksi-aksi perebutan dan penguasaan di Semenanjung Saudi Arabia, sejak awal kemunculan Wahabi bermotif politis-kekuasaan. Namun, kita husnu-zhon saja bahwa lahirnya aliran ini bermotif keagamaan. Hanya saja ada kepentingan-kepentingan yang memanfaatkan gerakan tersebut, termasuk kepentingan asing. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini.

Dicatat oleh Indonesia Monitor, Edisi 61 Tahun II/26 Agustus – 1 September 2009, bahwa website2 tersebut diatas didanai oleh asing. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat pesat, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Kita Tahu bahwa keluarga kerajaan Saudi Arabia saat ini sudah menjadi sudah menjadi sekutu yang "sangat-sangat penting" bagi Amerika.

http://www.beritasatu.com/dunia/148316-john-kerry-arab-saudi-sekutu-yang-sangat-penting-bagi-as.html


Iran adalah salah satu musuh terbesar Arab Saudi di Timur Tengah. Arab Saudi berkali-kali mendesak AS untuk mengambil aksi tegas terhadap Iran dan sekutunya Suriah, yang dituding mengembangkan senjata nuklir dan senjata kimia.
Analis bersikeras bahwa Israel dan Arab Saudi tetap tegas menentang kesepakatan antara Washington dan Teheran.

Disinilah kecurigaan bahwa kaum Wahabi Arab Saudi yang didukung modal kuat dari kerajaan, mengangkat2 isu sunni-syiah ke seluruh dunia bahkan menyebarkan berita yang menyudutkan syiah (Baca : Iran) agar semakin menipis dukungannya dari seluruh dunia.



cain wrote:http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html

Terdorong oleh keinginan untuk memahamkan kepada masyarakat tentang kejahatan syiah iran dan nasib ahlussunnah yang terus terzhalimi dan teraniaya, khususnya setelah mendapat pertanyaan tertulis dalam acara kajian ilmiah tentang buku putih di lantai II masjid AR fakhruddin Unmuh Malang kemarin 29 mei 2013 yang berbunyi: “Bapak mengatakan bahwa di Teheran tidak ada masjid sunni coba bapak baca di halaman 65-67”. Maka saya tulis makalah ini:

Saya senang jika diantara peserta kajian ada yang tahu buku putih, punya dan menelaah lalu mengikuti kajian. Dengan pertanyaan murni tanpa ada bantahan atas ceramah saya maka saya berharap pemilik buku itupun menerima kebenaran yang saya sampaikan.

Betul, di halaman 65-67 buku putih dituis: “di Teheran saja terdapat 9 masjid yg dikelola khusus oleh ahlussunnah”
Berikut Bantahan saya:

Berita di buku putih syiah Ini adalah dusta dan taqiyyah karena kenyataannya tidak ada satupun masjid milik ahlussuunnah di Teheran, artinya tidak ada jumatan di Teheran kecuali di satu tempat di pusat syiah saja. Seandainya ada 9 masjid milik ahlussunnah tentu ada 10 tempat jumatan di Teheran.

Mengenai tuduhan Isu tidak adanya masjid Sunni di Iran, pernyataan ini sangat menyudutkan...
selain anda boleh datang sendiri ke Iran untuk membuktikan bahwa ada mesjid yg dikelola imam sunni, Ini karena di iran, tidak ada masjid yang dibangun dan dikhususkan hanya untuk kaum syiah beribadah. Siapapun yang mengaku muslim boleh sholat disana, baik Nasqbandi, Zaidi, HT, IM etc.... Hanya saja karena 90% muslim di Iran adalah syiah, maka ritual yang dilakukan pun bernafas syiah..misalnya memang shalat Jum'at tidak wajib bagi mahzab Imamiah, maka sulit mencari tempat sholat Jum'at.

Demikian pun, di Republik Islam Iran banyak sekali terdapat peninggalan-peninggalan ahlu sunnah dan sampai hari ini masih terpelihara dengan baik. Mislakan masjid jame’ sanandaj, bahkan nama salahuddin al ayubbi pun di abadikan sebagai nama jalan yang di sana dinamai dengan Khiyaban-e Salahed din al ayyubi, orang-orang syiah hampir semua mengetahui bahwa saaldin al ayyubi adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan masal kaum syiah pada abad ke 6 hijriah, dan bertanggungjawab terhadap pembunuhan ilmuan islam bernama Suhrawadi (yang menelorkan banyak karya-karya besar), toh pemerintahan Iran menaruh hormat terhadap beliau.

Di masjid-masjid Iran pun adzan model sunni bebas dikumandangkan, bahkan jamaah sholatnya pun dapat sholat secara bersama-sama dengan semangat dan toleransi tinggi Pernikahan beda mazhab (sunni-syiah) banyak terjadi di Iran tanpa harus menemui kendala, dan jika salah satu atau keduanya berpindah mazhab dari syi’ah ke sunni atau sebaliknya hal itu biasa saja merka tidak akan mengalami sanksi sosial.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Thu Nov 28, 2013 2:55 pm

@panda1
maksudnya pandai bertaqiyya kah ?

malah mengalihkan isu ke wahabi, pintar sekali hoax 
ya memang syi'ah paling benci dengan yang namanya wahabi, karena merekalah yang paling aktif dalam membeberkan kebobrokan dan kebusukan agama syi'ah.
tapi, jangan salah...
kaum muslimin di Indonesia ini pun yang mayoritas bermazhab syafi'i, yang bukan merupakan bagian dari golongan yang di anggap wahabi, ternyata juga telah memerangi syi'ah, karena mereka pun tahu rusaknya agama syi'ah, ulama mereka mengenali kerusakan mereka dan mereka tidak lah mudah di bodohi dengan taqiyya nya agama SYI'AH ! menghembus-hembuskan wahabi seolah-olah adalah musuh terbesar umat ISLAM, padahal pada hakikat nya mereka lah yang merusak ISLAM.
saya tanya, wahabi mana yang mengkafirkan khulafaur rasyidin ?
wahabi mana yang mengkafirkan istri-istri rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ?
wahabi mana yang mengatakan qur'an tidak lengkap ?
wahabi mana yang menghalalkan nikah zina(mutah) ?
wahabi mana yang mengatakan jibril salah dalam menyampaikan wahyu ? TIDAK ADA...karna yang berkata seperti itu adalah agama SYI'AH, yang sekarang anda bela atau mungkin anda anut, aqidah mereka jelas sangat rusak. ataukah masalah itu yang anda anggap furu' ?sungguh kalaulah anda bukan syi'ah maka anda adalah orang yang benar-benar tidak mempunyai pengetahuan akan islam, namun aneh.. berani sekali maju sebagai pahlawan kesiangan.
perbedaan antara SUNNI dan SYI'AH ini bukan lagi dalam masalah furu'iyah akan tetapi sudah menyangkut aqidah, dan ini berbahaya apabila di biarkan.
adapun yang mungkin teranggap wahabi(seperti: muhammadiyyah, persis, salafi, al irsyad) memang kita masih tetap bisa saling menghormati dalam hal yang dianggap furu'/khilaf diantara ulama dan mereka tidak pernah mengatakan perkataan-perkataan DUSTA seperti yang dikatakan oleh SYI'AH.

NB:
mengatakan harus berprasangka baik, tapi kenapa tidak kepada wahabi ? boong 
bacalah dari sumber yang netral tapi nyatanya ? boong 
jelas karna memang wahabi yang paling dibenci oleh SYI'AH karna terus membongkar kerusakan agama mereka
dan rasanya sulit untuk tidak menganggap anda adalah bukan bagian dari SYI'AH itu sendiri, melihat pembelaan membabi buta anda. wallahu a'lam
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Thu Nov 28, 2013 4:04 pm

thulabul ilmi wrote:@panda1
maksudnya pandai bertaqiyya kah ?

malah mengalihkan isu ke wahabi, pintar sekali hoax 
ya memang syi'ah paling benci dengan yang namanya wahabi, karena merekalah yang paling aktif dalam membeberkan kebobrokan dan kebusukan agama syi'ah.
tapi, jangan salah...
kaum muslimin di Indonesia ini pun yang mayoritas bermazhab syafi'i, yang bukan merupakan bagian dari golongan yang di anggap wahabi, ternyata juga telah memerangi syi'ah, karena mereka pun tahu rusaknya agama syi'ah, ulama mereka mengenali kerusakan mereka dan mereka tidak lah mudah di bodohi dengan taqiyya nya agama SYI'AH ! menghembus-hembuskan wahabi seolah-olah adalah musuh terbesar umat ISLAM, padahal pada hakikat nya mereka lah yang merusak ISLAM.
saya tanya, wahabi mana yang mengkafirkan khulafaur rasyidin ?
wahabi mana yang mengkafirkan istri-istri rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ?
wahabi mana yang mengatakan qur'an tidak lengkap ?
wahabi mana yang menghalalkan nikah zina(mutah) ?
wahabi mana yang mengatakan jibril salah dalam menyampaikan wahyu ? TIDAK ADA...karna yang berkata seperti itu adalah agama SYI'AH, yang sekarang anda bela atau mungkin anda anut, aqidah mereka jelas sangat rusak. ataukah masalah itu yang anda anggap furu' ?sungguh kalaulah anda bukan syi'ah maka anda adalah orang yang benar-benar tidak mempunyai pengetahuan akan islam, namun aneh.. berani sekali maju sebagai pahlawan kesiangan.
perbedaan antara SUNNI dan SYI'AH ini bukan lagi dalam masalah furu'iyah akan tetapi sudah menyangkut aqidah, dan ini berbahaya apabila di biarkan.
adapun yang mungkin teranggap wahabi(seperti: muhammadiyyah, persis, salafi, al irsyad) memang kita masih tetap bisa saling menghormati dalam hal yang dianggap furu'/khilaf diantara ulama dan mereka tidak pernah mengatakan perkataan-perkataan DUSTA seperti yang dikatakan oleh SYI'AH.

NB:
mengatakan harus berprasangka baik, tapi kenapa tidak kepada wahabi ? boong 
bacalah dari sumber yang netral tapi nyatanya ? boong 
jelas karna memang wahabi yang paling dibenci oleh SYI'AH karna terus membongkar kerusakan agama mereka
dan rasanya sulit untuk tidak menganggap anda adalah bukan bagian dari SYI'AH itu sendiri, melihat pembelaan membabi buta anda. wallahu a'lam
@thulabul Ilmi

Terima kasih atas tanggapan anda.
Tapi sebenarnya saya tidak begitu berminat menjawab tulisan anda diatas.

Tulisan anda diatas tidak berdasar dan, saya yakin jika kita sekarang berdebat lebih panjang lagi, anda akan meng-copas sumber sumber situs wahabi yang saya ceritakan sebelumnya diatas.
Di awal kalimat saja anda sudah menyinggung2 Taqiyah..khas debat2 yang biasa saya lakukan dengan para pembenci syiah.
Ini saja sudah tidak layak disebut debat yang rasional, karena biasanya mereka hanya menganggap lawan bicara anda bertaqiyah melulu. Apa faedahnya berdebat dengan orang yang, walaupun dihujani dengan fakta, akan berkeras balik menuduh berbohong saja?

Saya hanya ingin meluruskan beberapa poin:
- Sunni Syafi'i di Indonesia tidak memerangi syiah. Hanya segelintir muslim yang mudah terhasut hingga mengeluarkan fatwa-fatwa takfiri.
- Syiah terbagi menjadi banyak golongan sebagaimana sunni pun demikian. Dan menyamakan syiah satu dengan lainya, seperti menuduh Syiah Imamiyah sebagai qaramithah adalah kekeliruan fatal dan buah dari ketidak pahaman terhadap syiah itu sendiri. Sama kelirunya ketika anda menyamakan ahlu sunnah dengan wahabbi.
- Saya menggunakan sumber-sumber netral, bahkan situs sunni, bukan sumber syiah.
- Saya tidak berburuk sangka sembarangan terhadap wahabbi. Saya hanya mengangkat fakta tentang wahabbi justru dari sumber yang tidak memihak bahkan sunni. Coba cek lagi sumber yang saya pakai diatas, itu dari situs Ahlussunnah, Indonesia Monitor dan beritasatu.com.

Sesungguhnya saya tetap menganggap anda sebagai saudara saya sesama muslim, dan saya bahagia kalau kita bisa saling berbagi Ilmu.
tapui kalau anda sudah berkepala dingin, mau menggunakan akal sehat dan mau berdialog lebih tenang tanpa emosi, kita sama-sama terbuka mencari kebenaran, baru saya akan meladeni anda lebih jauh.


Terima kasih,

wassalam.

avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Thu Nov 28, 2013 4:06 pm

cain wrote:http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html



Berita di buku putih syiah Ini adalah dusta dan taqiyyah karena kenyataannya tidak ada satupun masjid milik ahlussuunnah di Teheran, artinya tidak ada jumatan di Teheran kecuali di satu tempat di pusat syiah saja. Seandainya ada 9 masjid milik ahlussunnah tentu ada 10 tempat jumatan di Teheran.

Berikut kesaksian-kesaksian yang benar tentang hal ini:

1. KH athian ali da’I dari Bandung

KH Athian Ali da’I dari Bandung yang pernah ke Iran mengatakan, pihak kedutaan Indonesia di Teheran mau mengadakan shalat Jum’at saja dihalang-halangi di sana. Hingga hanya dapat dilaksanakan sekitar 20-an orang di dalam kedutaan itu, karena memang dihalangi.

2. Kesaksian Dahlan iskan

Dia berkata melaporkan perjalanannya ke iran setelah 20 tahun “diembargo Amerika”: “Kami mendarat di bandara internasional Imam Khomeini Teheran menjelang waktu shalat Jumat. Maka saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara ini. Dari atas terlihat bandara ini seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang maha luas. Tapi setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.
Memang ada masjid di bandara itu tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan di kota sebesar Teheran, ibukota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat. Itu pun bukan di masjid tapi di universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi jaraknya lebih jauh lagi. Di Negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat saja di setiap kota besar.
“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?,” tanya saya.
“Tidak ada. Kalau kita kita mau Jumatan harus ke Teheran (40 km)  atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.
Shalat Jumat ternyata memang tidak wajib di Negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan shalat dzuhur. Jadi siapa pun yang shalat Jumat tetap harus shalat dzuhur.

http://www.pln.co.id/?p=2825

3. Abdullah Muhtadi pemimpin partai oposisi kurdi Kumalah

Abdullah muhtadi menegaskan bahwa tidak ada satupun masjid khusus ahlussunnah di Teheran” dia menambahkan: ahlussunnah di Teheran terpaksa pergi ke kedutaan besar Saudi atau Pakistan untuk melaksanakan shalat.”

سني نيوز : أكد زعيم حزب “كوملة” الكردى الإيرانى المعارض، عبدالله مهتدى أنه لا يوجد مسجد واحد يخص أهل السنّة فى طهران.
وقال مهتدي: “السنّة في العاصمة الإيرانية يضطرون إلى التوجه إلى السفارة السعودية أو السفارة الباكستانية لأداء الصلاة”.

http://www.sunni-news.net/ar/articles.aspx?article_no=24040

4. Marja’ Syi’ah Ali Taskhiri sekjen akademi internasional untuk taqrib antara madzhab-madzhab Islam menyatakan bahwa situasinya tidak tepat untuk mendirikan masjid bagi ahlussunnah di ibukota iran Teheran.
Berikut beritanya di Hadramut.net

صرح المرجع الشيعي علي التسخيري الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الاسلامية بأن الظرف غير مناسب لإقامة مسجد لأهل السنة بالعاصمة الإيرانية طهران.
وفي حوار لصحيفة الشروق الجزائرية نشر السبت، قال التسخيري ان “وجود مسجد من عدمه هذا أمر يجب أن يدرس على ضوء الظروف الموجودة” وأضاف “ليس هناك ظرف مناسب لوجود مسجد للسنة في طهران”
وعندما راجعه صحفي الشروق بسؤال عن الوقت المناسب الذي يراه التسخيري ومتى يكون مناسبا لإقامة مثل هذا المسجد قال رئيس المجمع العالمي للتقارب بين المذاهب: “هي ظروف تدرسها كل حكومة، وتقوم بما يملي عليها الموقف”
وادعى التسخيري أن سبب عدم منح التراخيص للسنة في إنشاء الجمعيات لا يعود إلى كونهم سنة وإنما لأسباب إجرائية
ويقطن بالعاصمة طهران وحدها ما يقارب المليون من السنة.
لاحظوا التناقض والكذب والدجل والمراوغة هو الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الاسلامية وفي نفس الوقت يرفض إقامة مسجد للسنة في طهران ؟؟!!!

هذا هو التقريب بين المذاهب؟؟؟؟

مع العلم أني أرفض هذا التجمع المسمى “المجمع العالمي للتقريب بين المذاهب” , لاني أعتبره أداة إيرانية لاختراق المجتمعات السنية وهذا التصريح من هذا الصفوي الخبيث يؤكد وجهة نظري هذه.

وماذا لو أغلقت الدول “السنية” الحسينيات بحجة أن الوقت غير مناسب ؟؟!!

أسأل الله أن يحرر إيران من ( … ) الصفوية .. آمين. مليون سني ومافي مسجد لهم وبضعة مسيحيين ويهود ولهم كانئسهم في طهران ماذا تعني لكم؟


http://www.hdrmut.net/vb/t281064.html#.UZiq4HJac5A

5. Situs qatarshares.com

Situs qatharshares.com menurunkan berita berjudul “Teheran satu-satunya ibukota Negara di dunia yang tidak terdapat masjid milik ahlussunnah waljama’ah.
Berikut berita selengkapnya:

طهران العاصمة الوحيدة في العالم التي لا يوجد بها مسجد واحد للسنة

نور الإسلام_ 1/12/2006واقع أهل السنة في الدولة الشيعية: ظلت إيران دولة سنية حتى القرن العاشر الهجري. وفي الفترة التي كانت فيها البلاد على عقيدة أهل السنة والجماعة قدمت بسبب ظروفها الاجتماعية والتاريخية والثقافية، المئات من الفقهاء والمحدثين والمؤرخين والمفسرين والعلماء، كلهم إيرانيون إلى أن شيعت، فأصبحت بؤرة اصطدام ومركزا للصراع ضد أهل السنة، وعملت الدولة الشيعية الصفويه قديماً على وقف المد السني الإسلامي بالتعاون مع قوى الاستعمار في المنطقة.

وتتضارب المعلومات بشأن الحجم الحقيقي للسنة في إيران، فالإحصاءات الرسمية للدولة تقول أنهم يشكلون 10 % من السكان، إلا أن مصادر السنة تؤكد أنهم يشكلون ثلث حجم السكان البالغ عددهم أكثر من 70 مليون نسمة، ومصادر مستقلة تقول أن السنة يشكلون من 15 إلى 20 % من سكان إيران. مقسمون إلى 3 عرقيات رئيسة هي الأكراد والبلوش والتركمان، إلى جانب العرب في إقليم خوزستان المحتل، ويسكنون بالقرب من خطوط الحدود التي تفصل إيران عن الدول المجاورة ذات الأغلبية السنية مثل باكستان وأفغانستان، والعراق وتركمانستان، أما المسلمون السنة من العرق الفارسي فوجودهم نادر.

ورغم هذه النسبة التي ليست بالقليلة، يعاني السنة في إيران من كل أشكال الاضطهاد، سواء خلال حكم الشاه أو منذ قيام الثورة الشيعية بقيادة الخميني، ومن الحقائق المعلومة لدى الجميع أن السنة محرومون من بناء المساجد داخل أكبر المدن الإيرانية، مثل العاصمة طهران وأصفهان ويزد وشيراز وغيرها من المدن الكبيرة، ومع أنه يوجد في طهران حوالي نصف مليون من السنة لكن ليس لهم مسجد واحد يصلون فيه، ولا مركز يجتمعون فيه بينما توجد كنائس للنصارى وبيع لليهود وبيوت النار للمجوس وغيرهم.

ومما يذكر أن السنة لا يجدون في طهران غير مقر السفارة السعودية والمدرسة الباكستانية ليقيمون صلاة الجمعة فيهما، حيث قررت الحكومة عدم السماح ببناء أي مسجد للسنة في العاصمة.. وتعد طهران العاصمة الوحيدة في العالم التي لا يوجد بها مسجد واحد للسنة.

إلى جانب ذلك، يمنع أئمة وعلماء السنة في إيران من إلقاء الدروس في المدارس والمساجد والجامعات، وخاصة إلقاء الدروس العقدية، بينما لأئمة الشيعة ودعاتهم الحرية المطلقة في بيان مذهبهم بل والتعدي على عقيدة أهل السنة. كما توضع مراكز ومساجد السنة تحت المراقبة الدائمة، ويتجسس رجال الأمن وأفراد الاستخبارات على الجوامع سيما أيام الجمعة، إلى جانب مراقبة الخطب والأشخاص الذين يتجمعون في المساجد.

الأوضاع السياسية للسنة في إيران: بالرغم من كون أهل السنة يمثلون أكبر أقلية مذهبية في إيران، إلا إن مستوى تمثيلهم السياسي في البرلمان والتشكيل الوزاري لا يتناسب مع نسبتهم العددية، حيث منعوا من تمثيل برلماني يتناسب مع حجمهم الحقيقي، إذ لا يمثلهم في البرلمان سوى 14 نائباً فقط، وليس لهم أي وزن حقيقي في البرلمان بل يستغل وجودهم لأهداف سياسية بما ينافي مصالحهم، كما يتهم السنة في إيران الحكومة بإنجاح العناصر السنية الموالية لها وليست المعبرة عن مطالبهم.

وأشاروا إلى أن أهل السنة محظور عليهم تولي تلك المناصب حيث لا يوجد سني واحد في مجلس الوزراء والمناصب الرئيسة في الوزارات والمؤسسات الكبرى، كما أن المحافظين ورؤساء الدوائر الرسمية في المدن والمحافظات التي يشكل أهل السنة الأغلبية المطلقة فيها مثل كردستان وبلوشستان وطالش وبندر عباس والجزر الخليجية وبوشهر وتركمن صحرا وشرقي خراسان، هم جميعا من الشيعة..

واشتكى النواب الإيرانيون السنة من عدم موافقة السلطات العليا على إقامة مسجد لهم في طهران رغم انتماء ما يزيد على نصف مليون من سكان العاصمة إلى المذهب السني.

ما يشهده إقليم خوزستان العربي (عربستان) ومدينة الأهواز الغني بالنفط جنوب غرب البلاد والذي تقطنه أغلبية عربية سنية، من تمرد مسلح ضد الحكم المركزي الشيعي في طهران، تقوده ”الجبهة الديمقراطية الشعبية للشعب العربي الأهوازي” المعارضة، والتي تتخذ من لندن مقر سياسي وإعلامي وتشن حملة من أجل استقلال الأهواز عن إيران.

ويعد الإقليم أحد الأعمدة الاقتصادية المهمة لإيران، وكان الشاه رضا خان قد تمكن من احتلاله عسكريا عام 1925م، بمساعدة بريطانية، بعد أن اعتقل حاكمه الأمير خزعل ووضعه تحت الإقامة الجبرية في طهران. وبذلك أنهت إيران آخر إمارة عربية في الإقليم.. إلا أنه ومنذ هذا التطور لم تتوقف مساعي الانفصال التي يشنها العرب السنة من سكان الإقليم.

كما يشهد إقليم بلوشستان (على الحدود مع باكستان) ذي الأغلبية السنية حركة تمرد مسلحة ضد السلطة الشيعية في طهران.

http://www.qatarshares.com/vb/archive/index.php/t-157383.html

6. Mantan Duta besar yordaniya dan pemikir muslim Dr Bassam al-Amusy

Dr. Bassam mantan duta besar Yordania di Teheran dalam pertemuannya dengan chanel televise khusus untuk memberikan kesaksiannya tentan iran mengatakan:
Bahwa di Teheran secara keseluruhan tidak terdapat masjid milik sunni”
Saksikan videonya



7. Kesaksian Syaikh Dr. abu al-Muntasyir al-Balusyi

Diantara yang memberitakan bahwa sunni diperlakukan dengan baik di iran adalah seorang pengkhianat dan ulama su` (katanya sunni diperlakukan baik di iran); yaitu Mawlana Mawlawi Ishaq madani, ini menurut Syaikh Dr. Abul Muntasyir al-Balusyi . Baca beritanya di”

http://www.gensyiah.com/dr-abdurrahman-al-balusyi-mawlana-mawlawi-ishaq-madani-wakil-iran-adalah-pengkhianat-ahlussunnah.html

Terakhir: nasehat
demikian kejahatan syiah yang tidak terkira terhadap islam dan kaum muslimin, lalu mereka ramai-ramai bersama aliran sesat yang terlarang Ahmadiyah dan nasrani menghadap MPR, lalu DPR, lalu salah seorang mereka menggugat MUI dan Gubernur Jatim ke pengadilan negri Jakarta menuntut agar dicabut fatwa MUI Jatim dan peraturan gubernur Jatim no 55 tahun 2012?
Dan ingat bahaya yang mengancam Indonesia diantaranya apa yang diberitakan oleh Bapak Ali Maschan Musa sebagai berikut:

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/03/03/167288-ribuan-pemuda-belajar-di-iran-polri-diminta-waspadai-syiah

Wahai ahlussunnah sadarlah, waspadalah, kalian dalam ancaman syiah di negri ini, sebagaimana yang telah kita saksikan di Negara-negara lain.
Beberapa tokoh yang di sampaikan dalam uraian panjang diatas, antara lain kH Athi'an Ali, adalah ulama FUUI yang sudah sangat  getol menyerang syiah..dari awal beliau memang ulama yang berpikiran negatif semenjak ia belum datang ke Iran pun dan sesudahnya...
sayangnya justru gensyiah.com mengangkat statement beliau2 lagi untuk mendeskreditkan Iran.

Justru kalau anda lihat Tokoh yang lebih netral yaitu Dahlan Iskan (lihat langsung di situs sumbernya, jangan baca potongan2 dari gensyiah.com), beliau bersaksi tanpa tendensi dan jujur mengungkapkan pengalamannya, hanya sayang apa yang disampaikan dipotong-potong gensyiah.comsehingga menyebabkan orang yang membaca potongan berita tersebut merasa Dahlan juga dipersulit dalam menjalankan ibadahnya sebagai sunni di Iran.

Padahal, coba baca selengkapnya tulisan pak Dahlan tersebut di sumber aslinya:

http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/07/di-antara-sepuluh-wanita-sebelas-yang-cantik/


penceritaan beliau tentang shalat jum'at pun tidak ada kesan dipersulit, namun wajar karena keadaannya demikian :

Ketika beliau hendak sholat jum'at dan menanyakan sholat jum'at,


... Kalau kita mau Jumatan, harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). .


Si pengantar menyatakan bahwa beliau dapat sholat Jum'at di Teheran atau ke Qum..ini saja sudah menunjukkan bahwa memang ADA mesjid yang menyelenggarakan sholat Jumat yang notabenenya ritual sunni di Iran.

Juga diceritakan bahwa ada RIBUAN orang yang melakukan sholat jumat di Qum,justru di kota-nya para mullah Syiah di Iran :

Sampai di kota Qum, sembahyang Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan orang bubaran keluar dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu  15. Setelah salat Duhur, saya ikut ziarah ke makam Fatimah yang dikunjungi ribuan jamaah itu. Makam itu berada di dalam masjid sehingga suasananya mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di Masjid Nabawi. Apalagi, banyak juga orang yang kemudian salat dan membaca Alquran di dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah.




cerita lainnya pun berimbang dan wajar menceritakan sistem pemilihan presiden di Iran yang sesuai dengan kaidah Islam syiah .


Tujuan utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di kalangan umat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusat mullah. Demokrasi di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya dipilih secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang dipegang Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden (tidak harus dari partai), tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama.

Tapi, sang imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh sebuah lembaga yang beranggota 85 mullah. Setiap mullah itu pun dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.




Dan ini tentang pemerataan kesejahteran masyarakat di Iran;

Yang juga menarik adalah strata sosialnya. Kota Metropolitan Teheran berpenduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabek-nya. Tetapi, tidak terlihat ada  keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang, Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik seperti Jalan Thamrin-Sudirman, namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak gedung pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan kumuh.

Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang terlihat mewah, tetapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin. Teheran bukan kota yang sangat bersih, tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy mewah, apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil kelas 600 hingga 1.000 cc.

Lebih dari 90 persen mobil yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 hingga 2.000 cc. Saya tidak melihat ada mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya juga sama sekali tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak ada yang berpakaian merangsang. Orangnya rata-rata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap maupun kata-kata.

Pemerataan pembangunan terasa sekali berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99 persen rumah di Iran menikmati listrik “untuk tidak menyebutkan 100 persen.

Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di bagian tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf!

Dahlan Iskan
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Thu Nov 28, 2013 4:52 pm

panda1 wrote:
cain wrote:http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html



Berita di buku putih syiah Ini adalah dusta dan taqiyyah karena kenyataannya tidak ada satupun masjid milik ahlussuunnah di Teheran, artinya tidak ada jumatan di Teheran kecuali di satu tempat di pusat syiah saja. Seandainya ada 9 masjid milik ahlussunnah tentu ada 10 tempat jumatan di Teheran.

Berikut kesaksian-kesaksian yang benar tentang hal ini:

1. KH athian ali da’I dari Bandung

KH Athian Ali da’I dari Bandung yang pernah ke Iran mengatakan, pihak kedutaan Indonesia di Teheran mau mengadakan shalat Jum’at saja dihalang-halangi di sana. Hingga hanya dapat dilaksanakan sekitar 20-an orang di dalam kedutaan itu, karena memang dihalangi.

2. Kesaksian Dahlan iskan

Dia berkata melaporkan perjalanannya ke iran setelah 20 tahun “diembargo Amerika”: “Kami mendarat di bandara internasional Imam Khomeini Teheran menjelang waktu shalat Jumat. Maka saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara ini. Dari atas terlihat bandara ini seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang maha luas. Tapi setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.
Memang ada masjid di bandara itu tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan di kota sebesar Teheran, ibukota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat. Itu pun bukan di masjid tapi di universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi jaraknya lebih jauh lagi. Di Negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat saja di setiap kota besar.
“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?,” tanya saya.
“Tidak ada. Kalau kita kita mau Jumatan harus ke Teheran (40 km)  atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.
Shalat Jumat ternyata memang tidak wajib di Negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan shalat dzuhur. Jadi siapa pun yang shalat Jumat tetap harus shalat dzuhur.

http://www.pln.co.id/?p=2825

3. Abdullah Muhtadi pemimpin partai oposisi kurdi Kumalah

Abdullah muhtadi menegaskan bahwa tidak ada satupun masjid khusus ahlussunnah di Teheran” dia menambahkan: ahlussunnah di Teheran terpaksa pergi ke kedutaan besar Saudi atau Pakistan untuk melaksanakan shalat.”

سني نيوز : أكد زعيم حزب “كوملة” الكردى الإيرانى المعارض، عبدالله مهتدى أنه لا يوجد مسجد واحد يخص أهل السنّة فى طهران.
وقال مهتدي: “السنّة في العاصمة الإيرانية يضطرون إلى التوجه إلى السفارة السعودية أو السفارة الباكستانية لأداء الصلاة”.

http://www.sunni-news.net/ar/articles.aspx?article_no=24040

4. Marja’ Syi’ah Ali Taskhiri sekjen akademi internasional untuk taqrib antara madzhab-madzhab Islam menyatakan bahwa situasinya tidak tepat untuk mendirikan masjid bagi ahlussunnah di ibukota iran Teheran.
Berikut beritanya di Hadramut.net

صرح المرجع الشيعي علي التسخيري الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الاسلامية بأن الظرف غير مناسب لإقامة مسجد لأهل السنة بالعاصمة الإيرانية طهران.
وفي حوار لصحيفة الشروق الجزائرية نشر السبت، قال التسخيري ان “وجود مسجد من عدمه هذا أمر يجب أن يدرس على ضوء الظروف الموجودة” وأضاف “ليس هناك ظرف مناسب لوجود مسجد للسنة في طهران”
وعندما راجعه صحفي الشروق بسؤال عن الوقت المناسب الذي يراه التسخيري ومتى يكون مناسبا لإقامة مثل هذا المسجد قال رئيس المجمع العالمي للتقارب بين المذاهب: “هي ظروف تدرسها كل حكومة، وتقوم بما يملي عليها الموقف”
وادعى التسخيري أن سبب عدم منح التراخيص للسنة في إنشاء الجمعيات لا يعود إلى كونهم سنة وإنما لأسباب إجرائية
ويقطن بالعاصمة طهران وحدها ما يقارب المليون من السنة.
لاحظوا التناقض والكذب والدجل والمراوغة هو الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الاسلامية وفي نفس الوقت يرفض إقامة مسجد للسنة في طهران ؟؟!!!

هذا هو التقريب بين المذاهب؟؟؟؟

مع العلم أني أرفض هذا التجمع المسمى “المجمع العالمي للتقريب بين المذاهب” , لاني أعتبره أداة إيرانية لاختراق المجتمعات السنية وهذا التصريح من هذا الصفوي الخبيث يؤكد وجهة نظري هذه.

وماذا لو أغلقت الدول “السنية” الحسينيات بحجة أن الوقت غير مناسب ؟؟!!

أسأل الله أن يحرر إيران من ( … ) الصفوية .. آمين. مليون سني ومافي مسجد لهم وبضعة مسيحيين ويهود ولهم كانئسهم في طهران ماذا تعني لكم؟


http://www.hdrmut.net/vb/t281064.html#.UZiq4HJac5A

5. Situs qatarshares.com

Situs qatharshares.com menurunkan berita berjudul “Teheran satu-satunya ibukota Negara di dunia yang tidak terdapat masjid milik ahlussunnah waljama’ah.
Berikut berita selengkapnya:

طهران العاصمة الوحيدة في العالم التي لا يوجد بها مسجد واحد للسنة

نور الإسلام_ 1/12/2006واقع أهل السنة في الدولة الشيعية: ظلت إيران دولة سنية حتى القرن العاشر الهجري. وفي الفترة التي كانت فيها البلاد على عقيدة أهل السنة والجماعة قدمت بسبب ظروفها الاجتماعية والتاريخية والثقافية، المئات من الفقهاء والمحدثين والمؤرخين والمفسرين والعلماء، كلهم إيرانيون إلى أن شيعت، فأصبحت بؤرة اصطدام ومركزا للصراع ضد أهل السنة، وعملت الدولة الشيعية الصفويه قديماً على وقف المد السني الإسلامي بالتعاون مع قوى الاستعمار في المنطقة.

وتتضارب المعلومات بشأن الحجم الحقيقي للسنة في إيران، فالإحصاءات الرسمية للدولة تقول أنهم يشكلون 10 % من السكان، إلا أن مصادر السنة تؤكد أنهم يشكلون ثلث حجم السكان البالغ عددهم أكثر من 70 مليون نسمة، ومصادر مستقلة تقول أن السنة يشكلون من 15 إلى 20 % من سكان إيران. مقسمون إلى 3 عرقيات رئيسة هي الأكراد والبلوش والتركمان، إلى جانب العرب في إقليم خوزستان المحتل، ويسكنون بالقرب من خطوط الحدود التي تفصل إيران عن الدول المجاورة ذات الأغلبية السنية مثل باكستان وأفغانستان، والعراق وتركمانستان، أما المسلمون السنة من العرق الفارسي فوجودهم نادر.

ورغم هذه النسبة التي ليست بالقليلة، يعاني السنة في إيران من كل أشكال الاضطهاد، سواء خلال حكم الشاه أو منذ قيام الثورة الشيعية بقيادة الخميني، ومن الحقائق المعلومة لدى الجميع أن السنة محرومون من بناء المساجد داخل أكبر المدن الإيرانية، مثل العاصمة طهران وأصفهان ويزد وشيراز وغيرها من المدن الكبيرة، ومع أنه يوجد في طهران حوالي نصف مليون من السنة لكن ليس لهم مسجد واحد يصلون فيه، ولا مركز يجتمعون فيه بينما توجد كنائس للنصارى وبيع لليهود وبيوت النار للمجوس وغيرهم.

ومما يذكر أن السنة لا يجدون في طهران غير مقر السفارة السعودية والمدرسة الباكستانية ليقيمون صلاة الجمعة فيهما، حيث قررت الحكومة عدم السماح ببناء أي مسجد للسنة في العاصمة.. وتعد طهران العاصمة الوحيدة في العالم التي لا يوجد بها مسجد واحد للسنة.

إلى جانب ذلك، يمنع أئمة وعلماء السنة في إيران من إلقاء الدروس في المدارس والمساجد والجامعات، وخاصة إلقاء الدروس العقدية، بينما لأئمة الشيعة ودعاتهم الحرية المطلقة في بيان مذهبهم بل والتعدي على عقيدة أهل السنة. كما توضع مراكز ومساجد السنة تحت المراقبة الدائمة، ويتجسس رجال الأمن وأفراد الاستخبارات على الجوامع سيما أيام الجمعة، إلى جانب مراقبة الخطب والأشخاص الذين يتجمعون في المساجد.

الأوضاع السياسية للسنة في إيران: بالرغم من كون أهل السنة يمثلون أكبر أقلية مذهبية في إيران، إلا إن مستوى تمثيلهم السياسي في البرلمان والتشكيل الوزاري لا يتناسب مع نسبتهم العددية، حيث منعوا من تمثيل برلماني يتناسب مع حجمهم الحقيقي، إذ لا يمثلهم في البرلمان سوى 14 نائباً فقط، وليس لهم أي وزن حقيقي في البرلمان بل يستغل وجودهم لأهداف سياسية بما ينافي مصالحهم، كما يتهم السنة في إيران الحكومة بإنجاح العناصر السنية الموالية لها وليست المعبرة عن مطالبهم.

وأشاروا إلى أن أهل السنة محظور عليهم تولي تلك المناصب حيث لا يوجد سني واحد في مجلس الوزراء والمناصب الرئيسة في الوزارات والمؤسسات الكبرى، كما أن المحافظين ورؤساء الدوائر الرسمية في المدن والمحافظات التي يشكل أهل السنة الأغلبية المطلقة فيها مثل كردستان وبلوشستان وطالش وبندر عباس والجزر الخليجية وبوشهر وتركمن صحرا وشرقي خراسان، هم جميعا من الشيعة..

واشتكى النواب الإيرانيون السنة من عدم موافقة السلطات العليا على إقامة مسجد لهم في طهران رغم انتماء ما يزيد على نصف مليون من سكان العاصمة إلى المذهب السني.

ما يشهده إقليم خوزستان العربي (عربستان) ومدينة الأهواز الغني بالنفط جنوب غرب البلاد والذي تقطنه أغلبية عربية سنية، من تمرد مسلح ضد الحكم المركزي الشيعي في طهران، تقوده ”الجبهة الديمقراطية الشعبية للشعب العربي الأهوازي” المعارضة، والتي تتخذ من لندن مقر سياسي وإعلامي وتشن حملة من أجل استقلال الأهواز عن إيران.

ويعد الإقليم أحد الأعمدة الاقتصادية المهمة لإيران، وكان الشاه رضا خان قد تمكن من احتلاله عسكريا عام 1925م، بمساعدة بريطانية، بعد أن اعتقل حاكمه الأمير خزعل ووضعه تحت الإقامة الجبرية في طهران. وبذلك أنهت إيران آخر إمارة عربية في الإقليم.. إلا أنه ومنذ هذا التطور لم تتوقف مساعي الانفصال التي يشنها العرب السنة من سكان الإقليم.

كما يشهد إقليم بلوشستان (على الحدود مع باكستان) ذي الأغلبية السنية حركة تمرد مسلحة ضد السلطة الشيعية في طهران.

http://www.qatarshares.com/vb/archive/index.php/t-157383.html

6. Mantan Duta besar yordaniya dan pemikir muslim Dr Bassam al-Amusy

Dr. Bassam mantan duta besar Yordania di Teheran dalam pertemuannya dengan chanel televise khusus untuk memberikan kesaksiannya tentan iran mengatakan:
Bahwa di Teheran secara keseluruhan tidak terdapat masjid milik sunni”
Saksikan videonya



7. Kesaksian Syaikh Dr. abu al-Muntasyir al-Balusyi

Diantara yang memberitakan bahwa sunni diperlakukan dengan baik di iran adalah seorang pengkhianat dan ulama su` (katanya sunni diperlakukan baik di iran); yaitu Mawlana Mawlawi Ishaq madani, ini menurut Syaikh Dr. Abul Muntasyir al-Balusyi . Baca beritanya di”

http://www.gensyiah.com/dr-abdurrahman-al-balusyi-mawlana-mawlawi-ishaq-madani-wakil-iran-adalah-pengkhianat-ahlussunnah.html

Terakhir: nasehat
demikian kejahatan syiah yang tidak terkira terhadap islam dan kaum muslimin, lalu mereka ramai-ramai bersama aliran sesat yang terlarang Ahmadiyah dan nasrani menghadap MPR, lalu DPR, lalu salah seorang mereka menggugat MUI dan Gubernur Jatim ke pengadilan negri Jakarta menuntut agar dicabut fatwa MUI Jatim dan peraturan gubernur Jatim no 55 tahun 2012?
Dan ingat bahaya yang mengancam Indonesia diantaranya apa yang diberitakan oleh Bapak Ali Maschan Musa sebagai berikut:

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/03/03/167288-ribuan-pemuda-belajar-di-iran-polri-diminta-waspadai-syiah

Wahai ahlussunnah sadarlah, waspadalah, kalian dalam ancaman syiah di negri ini, sebagaimana yang telah kita saksikan di Negara-negara lain.
Beberapa tokoh yang di sampaikan dalam uraian panjang diatas, antara lain kH Athi'an Ali, adalah ulama FUUI yang sudah sangat  getol menyerang syiah..dari awal beliau memang ulama yang berpikiran negatif semenjak ia belum datang ke Iran pun dan sesudahnya...
sayangnya justru gensyiah.com mengangkat statement beliau2 lagi untuk mendeskreditkan Iran.

Justru kalau anda lihat Tokoh yang lebih netral yaitu Dahlan Iskan (lihat langsung di situs sumbernya, jangan baca potongan2 dari gensyiah.com), beliau bersaksi tanpa tendensi dan jujur mengungkapkan pengalamannya, hanya sayang apa yang disampaikan dipotong-potong gensyiah.comsehingga menyebabkan orang yang membaca potongan berita tersebut merasa Dahlan juga dipersulit dalam menjalankan ibadahnya sebagai sunni di Iran.

Padahal, coba baca selengkapnya tulisan pak Dahlan tersebut di sumber aslinya:

http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/07/di-antara-sepuluh-wanita-sebelas-yang-cantik/


penceritaan beliau tentang shalat jum'at pun tidak ada kesan dipersulit, namun wajar karena keadaannya demikian :

Ketika beliau hendak sholat jum'at dan menanyakan sholat jum'at,


... Kalau kita mau Jumatan, harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). .


Si pengantar menyatakan bahwa beliau dapat sholat Jum'at di Teheran atau ke Qum..ini saja sudah menunjukkan bahwa memang ADA mesjid yang menyelenggarakan sholat Jumat yang notabenenya ritual sunni di Iran.

Juga diceritakan bahwa ada RIBUAN orang yang melakukan sholat jumat di Qum,justru di kota-nya para mullah Syiah di Iran :

Sampai di kota Qum, sembahyang Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan orang bubaran keluar dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu  15. Setelah salat Duhur, saya ikut ziarah ke makam Fatimah yang dikunjungi ribuan jamaah itu. Makam itu berada di dalam masjid sehingga suasananya mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di Masjid Nabawi. Apalagi, banyak juga orang yang kemudian salat dan membaca Alquran di dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah.




cerita lainnya pun berimbang dan wajar menceritakan sistem pemilihan presiden di Iran yang sesuai dengan kaidah Islam syiah .


Tujuan utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di kalangan umat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusat mullah. Demokrasi di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya dipilih secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang dipegang Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden (tidak harus dari partai), tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama.

Tapi, sang imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh sebuah lembaga yang beranggota 85 mullah. Setiap mullah itu pun dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.




Dan ini tentang pemerataan kesejahteran masyarakat di Iran;

Yang juga menarik adalah strata sosialnya. Kota Metropolitan Teheran berpenduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabek-nya. Tetapi, tidak terlihat ada  keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang, Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik seperti Jalan Thamrin-Sudirman, namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak gedung pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan kumuh.

Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang terlihat mewah, tetapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin. Teheran bukan kota yang sangat bersih, tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy mewah, apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil kelas 600 hingga 1.000 cc.

Lebih dari 90 persen mobil yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 hingga 2.000 cc. Saya tidak melihat ada mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya juga sama sekali tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak ada yang berpakaian merangsang. Orangnya rata-rata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap maupun kata-kata.

Pemerataan pembangunan terasa sekali berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99 persen rumah di Iran menikmati listrik “untuk tidak menyebutkan 100 persen.

Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di bagian tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf!

Dahlan Iskan
Yang di permasalahkan sama muslim sunni diblog itu kan yang gede tuh piss
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Thu Nov 28, 2013 5:01 pm

cain wrote:menyertakan link diwajibkan memuat garis besar/copas sebagian..
by sayah
http://www.arrahmah.com/news/2013/08/28/nasib-ahlussunnah-iran-masjid-dihancurkan-ulama-dibunuh.html
Syiah dan Ahlussunah bersaudara, karena Syiah toleran terhadap Ahlussunah. Syiah dan Sunni jangan mau dipecah belah. Itulah kalimat-kalimat dari kalangan Syiah yang dihembuskan agar eksistensi Syiah diakui di negara-negara muslim. Padahal penderitaan Ahlussunah di Iran sendiri sangat memperihatinkan.

“Masjid Ahlussunah dihancurkan, para ulamanya ditangkap. Itu fakta,” kata Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi dalam bedah buku Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam di Ponpes Muhammadiyah Darul Arqom Kendal, beberapa waktu lalu.

http://www.islampos.com/sunni-kaum-yang-tertindas-di-iran-6288/
Penghinaan Iran Terhadap Kaum Sunni

Dalam kekuasaan Iran, tak pernah ada ceritanya, orang Sunni duduk dalam kursi pemerintahan. Baik itu untuk menterinya ataupun sekadar calon presiden belaka. Ini terjadi sejak Revolusi Iran yang mengintegrasikan golongan Sunni ke dalam kaum minoritas. Dalam konstitusi Iran, sudah disepakai, presiden Iran haruslah seorang penganut Syiah. Syiah, tak pelak, telah membuat kaum Sunni menjadi sangat inferior.

Penghinaan kaum Syiah terhadap jamaah Sunni bisa dilihat jelas pada ritual Syiah setiap pekannya, misalnya saja dalam acara doa bersama yang memang kerap dilaksanakan berbarengan. Di Iran, kaum Sunni mencapai 20% dari populasi penduduk Iran yang berjumlah 70 juta orang.

Sunni Iran mengalami penekanan yang sistematik selama bertahun-tahun. Pemimpin mereka, seperti Ahmed Mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh. Pemerintah Iran juga menghancurkan masjid-masjid kaum Sunni, dan melarang adanya pendirian masjid Sunni lainnya sekarang ini. Bandingkan dengan Sinagog Yahudi yang banyak bertebaran di seantero Iran. Bahkan, azdan oleh kaum Sunni pun dilarang oleh pemerintah Iran.

http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/aparat-iran-segel-tempat-ibadah-kaum-sunni-di-teheran-dan-menahan-imam.htm

Pemerintah Iran menyerbu tempat ibadah kaum Muslim Sunni di Teheran pada hari Ahad lalu (6/2), di mana mereka menyegel rumah dan menangkap Imam masjid, Syaikh Ubaidullah Musa Zadih.

Kaum Sunni di Iran tidak diizinkan untuk membangun sebuah masjid di Teheran, mereka telah berusaha untuk mendapatkan izin untuk membangun sebuah masjid di ibukota Iran, tetapi upaya mereka selalu sia-sia dan gagal, sehingga kaum Sunni di Iran menawarkan sholat lima waktu termasuk shalat Jumat dengan menggunakan beberapa rumah, tapi sayangnya, aparat keamanan pada hari Ahad pagi lalu menggerebek sebuah rumah di mana jamaah kaum Sunni sedang shalat, setelah penyegelan itu mereka menahan imam yang merupakan pemimpin agama dari kaum Sunni di wilayah itu.

Aparat keamanan juga mengancam warga Sunni di dua rumah lain untuk ditangkap dan menyegel tempat ibadah mereka jika mereka tidak berhenti melaksanakan shalat di tempat itu, meskipun kaum Sunni dan administrasi dari Komunitas Sunni Iran berkumpul di tempat-tempat tertentu hanya untuk sholat lima waktu dan shalat Jumat, karena itu merupakan hak dasar setiap individu yang harus diberikan kepada setiap orang; jamaah kaum Sunni Iran tidak pernah mengambil bagian dalam aksi menentang pemerintah.

lupa gue sama link lainnya apaan, si momodnya maen hapus duluan basi
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Thu Nov 28, 2013 5:16 pm

[quote="cain"]
panda1 wrote:
cain wrote:http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html



Berita di buku putih syiah Ini adalah dusta dan taqiyyah karena kenyataannya tidak ada satupun masjid milik ahlussuunnah di Teheran, artinya tidak ada jumatan di Teheran kecuali di satu tempat di pusat syiah saja. Seandainya ada 9 masjid milik ahlussunnah tentu ada 10 tempat jumatan di Teheran.


Dahlan Iskan[/i][/color]
Yang di permasalahkan sama muslim sunni diblog itu kan yang gede tuh piss
Tentang jumlah mesjid sebenarnya bisa dilihat dari sumber partai kaum sunni di iran sendiri :
http://www.islahweb.org/node/3396

official website of the Iranian sunni party “Davah and Eslah”:
Iranian Sunnis have 9 mosques througout Tehran which is under direction and control of the Tehran Sunnis committee. Prayers are performed in the mosques regularly and sometimes the number of participants in Sadeqiyyah mosque reaches over 3000 in Muslim festival of Eid Al Fitr.


Despite of that, saya rasa aneh mempermasalahkan jumlah mesjidnya. Mesjid ya Mesjid, kenapa harus di kotak2kan ini mesjidnya Syiah, atau itu mesjid Sunni atau ini mesjid NU, Itu mesjid FPI...??

Sah-sah saja seorang sunni sholat di masjid Syiah demikianpun sebaliknya.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Thu Nov 28, 2013 5:59 pm

panda1 wrote:
cain wrote:
panda1 wrote:
cain wrote:http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html



Berita di buku putih syiah Ini adalah dusta dan taqiyyah karena kenyataannya tidak ada satupun masjid milik ahlussuunnah di Teheran, artinya tidak ada jumatan di Teheran kecuali di satu tempat di pusat syiah saja. Seandainya ada 9 masjid milik ahlussunnah tentu ada 10 tempat jumatan di Teheran.


Dahlan Iskan[/i][/color]
Yang di permasalahkan sama muslim sunni diblog itu kan yang gede tuh piss
Tentang jumlah mesjid sebenarnya bisa dilihat dari sumber partai kaum sunni di iran sendiri :
http://www.islahweb.org/node/3396

official website of the Iranian sunni party “Davah and Eslah”:
Iranian Sunnis have 9 mosques througout Tehran which is under direction and control of the Tehran Sunnis committee. Prayers are performed in the mosques regularly and sometimes the number of participants in Sadeqiyyah mosque reaches over 3000 in Muslim festival of Eid Al Fitr.


Despite of that, saya rasa aneh mempermasalahkan jumlah mesjidnya. Mesjid ya Mesjid, kenapa harus di kotak2kan ini mesjidnya Syiah, atau itu mesjid Sunni atau ini mesjid NU, Itu mesjid FPI...??

Sah-sah saja seorang sunni sholat di masjid Syiah demikianpun sebaliknya.
ntar gue translate dulu, bahasa cacing sih basi 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Thu Nov 28, 2013 6:05 pm

ga jelas juga tuh bahasa cacing walau di google translate
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik