FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Halaman 4 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Wed Nov 20, 2013 8:58 am

First topic message reminder :



Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah

Itsna Asyariyah ?



Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).



1.     Ahlussunnah         : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

a)      Syahadatain

b)      As-Sholah

c)      As-Shoum

d)      Az-Zakah

e)      Al-Haj

Syiah                     : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

a)      As-Sholah

b)      As-Shoum

c)      Az-Zakah

d)      Al-Haj

e)      Al wilayah



2.      Ahlussunnah         : Rukun Iman ada 6 (enam) :

a)      Iman kepada Allah

b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya

d)      Iman kepada Rasul Nya

e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah                     : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*

a)      At-Tauhid

b)      An Nubuwwah

c)      Al Imamah

d)      Al Adlu

e)      Al Ma’ad



3.     Ahlussunnah         : Dua kalimat syahadat

Syiah                     : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.



4.     Ahlussunnah         : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah                     :  Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.



5.     Ahlussunnah         : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

a)      Abu Bakar

b)      Umar

c)      Utsman

d)      Ali Radhiallahu anhum

Syiah                     : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).

 6.     Ahlussunnah         : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

Syiah                     : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.



7.      Ahlussunnah         : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah                     : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.



8.      Ahlussunnah         :  Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah                     : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.



9.      Ahlussunnah         : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

a)      Bukhari

b)      Muslim

c)      Abu Daud

d)      Turmudzi

e)      Ibnu Majah

f)       An Nasa’i

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah                     : Kitab-kitab Syiah ada empat :

a)      Al Kaafi

b)      Al Istibshor

c)      Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih

d)      Att Tahdziib

(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).



10.  Ahlussunnah         : Al-Qur'an tetap orisinil

Syiah                     : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).



11. Ahlussunnah         : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah                     : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.



12.  Ahlussunnah         : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Syiah                     : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan           : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.[/left]

13.  Ahlussunnah         : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syiah                     : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.



14.
 Ahlussunnah         : Khamer/ arak tidak suci.

Syiah                     : Khamer/ arak suci.



15.  Ahlussunnah         : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah                     : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.



16.  Ahlussunnah         :  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah                     : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).



17.  Ahlussunnah         : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah                     : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.

(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).



18.  Ahlussunnah         : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syiah                     : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.



19.  Ahlussunnah         : Shalat Dhuha disunnahkan.

Syiah                     : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).



Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).  Sengaja  kami  nukil  sedikit saja,  sebab apabila kami nukil

seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.

http://www.albayyinat.net/jwb5tc.html
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down


Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Sat Nov 30, 2013 9:10 am

@panda1 wrote:@Cain

saya malas membahas no 62 dan 63,karena ini benar benar sepele..pernyataan saya tentang kondisi mesjid dan situasi sholat jumat di iran itu sudah jelas.
saya sudah sampaikan diatas bukti2 tentang eksistensi mesjid yang dikelola sunni di iran sebelumnya. Itu adalah statement yang lebih dari cukup kalau anda mau mikir.

Kalau anda mau lanjut dengan isu lebih penting, tentang Geopolitik dan analisa timur tengah (boleh ambil nara sumber2 asli Iran spt Ali Tashkiri dsb..)silahkan..saya tantang anda.

tapi kalau anda mau stuck di pembahasan jumlah mesjid,ya silahkan.. Nanti2 saya jelaskan utk no 62 &63..ya tapi tunggu giliran ya,karena bahasannya kurang menantang.. Saat ini saya lebih tertarik membahas pertanyaannya @Isaku dan @thulabul ilmi.
Tanggapan gue buat loe Syiah :
@cain wrote:ngeles lagi kan piss

Tuduhanmu kalau blog itu cuman asal cuap terbantahkan karena kesaksian mereka toh binar

Lah wong yang ngomong SUNNI dan SYIAH sendiri yang tinggal di IRAN sono basi
piss 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Sat Nov 30, 2013 9:14 am

Atas..
sudah saya duga
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Sat Nov 30, 2013 9:15 am

@panda1 wrote:Atas..
sudah saya duga
Sudah gue duga, ngeles saja bisanya basi 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Sat Nov 30, 2013 9:18 am

@cain wrote:
@panda1 wrote:Saya tidak bilang mereka bohong..
Kemungkinan mereka hanya mengeluarkan statement yang berbuah dari kekurangtahuan mereka terhadap syiah dan kondisi sebenarnya di Iran, selain itu terbawa prasangka negatif dan emosi.

3. Abdullah Muhtadi pemimpin partai oposisi kurdi Kumalah

Abdullah muhtadi menegaskan bahwa tidak ada satupun masjid khusus ahlussunnah di Teheran” dia menambahkan: ahlussunnah di Teheran terpaksa pergi ke kedutaan besar Saudi atau Pakistan untuk melaksanakan shalat.”

سني نيوز : أكد زعيم حزب “كوملة” الكردى الإيرانى المعارض، عبدالله مهتدى أنه لا يوجد مسجد واحد يخص أهل السنّة فى طهران.
وقال مهتدي: “السنّة في العاصمة الإيرانية يضطرون إلى التوجه إلى السفارة السعودية أو السفارة الباكستانية لأداء الصلاة”.

http://www.sunni-news.net/ar/articles.aspx?article_no=24040

@cain wrote:
@cain wrote:4. Marja’ Syi'ah Ali Taskhiri sekjen akademi internasional untuk taqrib antara madzhab-madzhab Islam menyatakan bahwa situasinya tidak tepat untuk mendirikan masjid bagi ahlussunnah di ibukota iran Teheran.
Berikut beritanya di Hadramut.net
PErnyataan 2 orang ini ( 1 orang Syiah dan 1 orang Sunni Iran) sudah membantah argumen loe Syiah piss

avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 9:42 am

@panda1 wrote:@thulabul ilmi

untuk video2 diatas...

saya hanya mengingatkan, seringkali potongan2 video,berita atau foto diambil dari beberapa kejadian yang dilakuka syiah sempalan yang memang sesat, dan diangkat untuk memfitnah seluruh Syiah secara general.Tidak hanya juga satu-dua kali syiah difitnah melalui video atau foto2 atau berita2 yang ternyata HOAX belaka, diambil dari potongan berita yg tidak berhubungan atau kesaksian palsu belaka.

sebenarnya saya cukup geli melihat video tersebut.
skeptisisme saya terhadap video2 tersebut menghasilkan beberapa poin analisa sbb :
- ketiga video tersebut berbahasa ARAB..perlu diingat, iran yg merupakan negri pusat syiah menggunakan bahsa Farsi.
- tidak ada penonton atau jamaah terlihat dlm 3 video diatas.Shooting diruang tertutup dan hanya monolog orang bersorban tanpa rujukan.
- video pertama hanya menunjukkan seorang bersorban,muda,berorasi berkali2 mengutuk Aisayh berulang-ulang sehingga tidak terlihat ingin membuat penontonnya (yg memang tidak ada) setuju,tapi sengaja akan jijik dan membuatnya dirinya terlihat nonsimpatik.
- video pertama juga sudah dibantah fatwa resmi khamenei tentang pengharaman melaknat istri nabi sbgmana saya sampaikan diatas.
- video ketiga, saya geli melihat openingnya dengan foto khumaini yang  diberi efek swirling dan kemudian diedit dengan gambar tanduk dan matanya menjadi api.Ini terlihat bahwa pembuat videonya sangat bernafsu mendeskreditkan khumaini. Sebenarnya Isu mengenai Mut'ah khomeini terhadap anak 4 tahun ini hanya isu lama yg sudah sering dibantah dan diluruskan,jika anda mau rajin menyelidiki ke sumber2 yang valid. Melihat video ketiga ini, yang gaya penuturannya memotong fatwa2 dari kitab syiah, saya jadi teringat gaya film 'Fitna'..
luar biasa SUBJEKTIF,
mencari-carikan alasan yang sebenarnya sangat lemah
BUKTIKAN kalau memang anda tidak mempunyai paham SESAT SYI'AH RAFIDHAH, bukan malah mengomentari editing video dan sebagainya
KONTRADIKSI,
satu waktu anda mengatakan sesat, memang ada kelompok sesat.. tapi kemudian anda lakukan pembelaan dengan mengomentari editing video, HOAX dsb, yang sebenarnya tidak ada hubungan nya..
apakah perkataan yang diatas itu belum cukup sesat menurut anda ?

dan
apakah anda menaruh harapan terhadap kesesatan ajaran tersebut ?
ataukah sebenarnya anda bagian dari mereka ?

apa yang anda pikirkan atas kata-kata orang syi'ah yang ada di video ?
ingin bersatu dengan mereka ??
ingin menyatukan antara kesesatan dan kebatilan ? duduk bersama ?
mereka kafirkan orang-orang yang dicintai kaum muslimin,
orang-orang yang menjadi suri tauladan kaum  muslimin serta
tempat umat islam mengambil agama ini... melalui periwayatan-periwayatan hadits dari mereka,
sehingga kita tahu bagaimana caranya sholat yang benar,
kita tahu berapa jumlah rakaat dalam tiap sholat,
kita tahu bagaimana membayar zakat, berhaji, dsb
lalu ketika ada kelompok yang mendustakan mereka mengkafirkan mereka, kita hanya diam ??

'Aaamir bin Syarahbil As-Sya'bi rahimahullah (salah seorang imam dari para tabi'in yang bertemu dengan sekitar 500 sahabat, dan beliau wafat tahun 103 H) berkata:

وَفَضُلَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى عَلَى الرَّافِضَةِ بِخَصْلَتَيْنِ : سُئِلَتِ الْيَهُوْدُ مَنْ خَيْرُ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوا : أَصْحَابُ مَوْسَى، وَسُئِلَتِ الرَّافِضَةُ : مَنْ شَرُّ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ، وَسُئِلَتِ النَّصَارَى : مَنْ خَيْرُ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : حَوَارِيُّ عِيسَى، وَسُئِلَتِ الرَّافِضَةُ : مَنْ شَرُّ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : حَوَارِيُّ مُحَمَّدٍ، أُمِرُوا بِالاِسْتِغْفَارِ لَهُمْ فَسَبُّوْهُمْ

"Kaum Yahudi dan Nashoro lebih mulia dari pada kaum syi'ah dari dua sisi.
pertama:
Kaum yahudi ditanya, "Siapakah umat kalian yang terbaik?", mereka menjawab, "Para sahabat Musa".
Dan kaum Rofidhoh ditanya, "Siapakah kaum terburuk dari umat kalian?", mereka menjawab, "Para sahabat Muhammad".
Dan kaum Nashooro ditanya, "Siapakah umat kalian yang terbaik?", mereka menjawab, "Para pengikut setia 'Isa",
dan kaum Rofidhoh ditanya, "Siapakah dari umat kalian yang terburuk?", mereka menjawab, "Para pengikut (sahabat) setia Muhammad".

kedua:
Mereka (kaum Rofidhoh) diperintahkan untuk memohonkan ampun bagi para sahabat malah mereka mencela para sahabat"
(*berbeda dengan kaum yahudi dan nashoro yang malah memuji dan mendoakan para sahabat Musa dan sahabat Isa-pent) (Syarh Ushuul I'tiqood Ahlis Sunnah wal Jamaa'ah, karya Al-Laalikaai hal 1462-1463, dinukil juga oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya pada tafsir surat Al-Hasyr ayat 10)
Asy-Sya'bi mengisyaratkan firman Allah
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٠)

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" (QS Al-Hasyr : 10).

sumber teks: firanda.com
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Mon Dec 02, 2013 3:31 pm

@thulabul ilmi wrote:
@panda1 wrote:@thulabul ilmi

untuk video2 diatas...

saya hanya mengingatkan, seringkali potongan2 video,berita atau foto diambil dari beberapa kejadian yang dilakuka syiah sempalan yang memang sesat, dan diangkat untuk memfitnah seluruh Syiah secara general.Tidak hanya juga satu-dua kali syiah difitnah melalui video atau foto2 atau berita2 yang ternyata HOAX belaka, diambil dari potongan berita yg tidak berhubungan atau kesaksian palsu belaka.

sebenarnya saya cukup geli melihat video tersebut.
skeptisisme saya terhadap video2 tersebut menghasilkan beberapa poin analisa sbb :
- ketiga video tersebut berbahasa ARAB..perlu diingat, iran yg merupakan negri pusat syiah menggunakan bahsa Farsi.
- tidak ada penonton atau jamaah terlihat dlm 3 video diatas.Shooting diruang tertutup dan hanya monolog orang bersorban tanpa rujukan.
- video pertama hanya menunjukkan seorang bersorban,muda,berorasi berkali2 mengutuk Aisayh berulang-ulang sehingga tidak terlihat ingin membuat penontonnya (yg memang tidak ada) setuju,tapi sengaja akan jijik dan membuatnya dirinya terlihat nonsimpatik.
- video pertama juga sudah dibantah fatwa resmi khamenei tentang pengharaman melaknat istri nabi sbgmana saya sampaikan diatas.
- video ketiga, saya geli melihat openingnya dengan foto khumaini yang  diberi efek swirling dan kemudian diedit dengan gambar tanduk dan matanya menjadi api.Ini terlihat bahwa pembuat videonya sangat bernafsu mendeskreditkan khumaini. Sebenarnya Isu mengenai Mut'ah khomeini terhadap anak 4 tahun ini hanya isu lama yg sudah sering dibantah dan diluruskan,jika anda mau rajin menyelidiki ke sumber2 yang valid. Melihat video ketiga ini, yang gaya penuturannya memotong fatwa2 dari kitab syiah, saya jadi teringat gaya film 'Fitna'..
luar biasa SUBJEKTIF,
mencari-carikan alasan yang sebenarnya sangat lemah
BUKTIKAN kalau memang anda tidak mempunyai paham SESAT SYI'AH RAFIDHAH, bukan malah mengomentari editing video dan sebagainya
KONTRADIKSI,
satu waktu anda mengatakan sesat, memang ada kelompok sesat.. tapi kemudian anda lakukan pembelaan dengan mengomentari editing video, HOAX dsb, yang sebenarnya tidak ada hubungan nya..
apakah perkataan yang diatas itu belum cukup sesat menurut anda ?

dan
apakah anda menaruh harapan terhadap kesesatan ajaran tersebut ?
ataukah sebenarnya anda bagian dari mereka ?

apa yang anda pikirkan atas kata-kata orang syi'ah yang ada di video ?
ingin bersatu dengan mereka ??
ingin menyatukan antara kesesatan dan kebatilan ? duduk bersama ?
mereka kafirkan orang-orang yang dicintai kaum muslimin,
orang-orang yang menjadi suri tauladan kaum  muslimin serta
tempat umat islam mengambil agama ini... melalui periwayatan-periwayatan hadits dari mereka,
sehingga kita tahu bagaimana caranya sholat yang benar,
kita tahu berapa jumlah rakaat dalam tiap sholat,
kita tahu bagaimana membayar zakat, berhaji, dsb
lalu ketika ada kelompok yang mendustakan mereka mengkafirkan mereka, kita hanya diam ??

'Aaamir bin Syarahbil As-Sya'bi rahimahullah (salah seorang imam dari para tabi'in yang bertemu dengan sekitar 500 sahabat, dan beliau wafat tahun 103 H) berkata:

وَفَضُلَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى عَلَى الرَّافِضَةِ بِخَصْلَتَيْنِ : سُئِلَتِ الْيَهُوْدُ مَنْ خَيْرُ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوا : أَصْحَابُ مَوْسَى، وَسُئِلَتِ الرَّافِضَةُ : مَنْ شَرُّ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ، وَسُئِلَتِ النَّصَارَى : مَنْ خَيْرُ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : حَوَارِيُّ عِيسَى، وَسُئِلَتِ الرَّافِضَةُ : مَنْ شَرُّ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : حَوَارِيُّ مُحَمَّدٍ، أُمِرُوا بِالاِسْتِغْفَارِ لَهُمْ فَسَبُّوْهُمْ

"Kaum Yahudi dan Nashoro lebih mulia dari pada kaum syi'ah dari dua sisi.
pertama:
Kaum yahudi ditanya, "Siapakah umat kalian yang terbaik?", mereka menjawab, "Para sahabat Musa".
Dan kaum Rofidhoh ditanya, "Siapakah kaum terburuk dari umat kalian?", mereka menjawab, "Para sahabat Muhammad".
Dan kaum Nashooro ditanya, "Siapakah umat kalian yang terbaik?", mereka menjawab, "Para pengikut setia 'Isa",
dan kaum Rofidhoh ditanya, "Siapakah dari umat kalian yang terburuk?", mereka menjawab, "Para pengikut (sahabat) setia Muhammad".

kedua:
Mereka (kaum Rofidhoh) diperintahkan untuk memohonkan ampun bagi para sahabat malah mereka mencela para sahabat"
(*berbeda dengan kaum yahudi dan nashoro yang malah memuji dan mendoakan para sahabat Musa dan sahabat Isa-pent) (Syarh Ushuul I'tiqood Ahlis Sunnah wal Jamaa'ah, karya Al-Laalikaai hal 1462-1463, dinukil juga oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya pada tafsir surat Al-Hasyr ayat 10)
Asy-Sya'bi mengisyaratkan firman Allah
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٠)

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" (QS Al-Hasyr : 10).

sumber teks: firanda.com
Sdr. thulabul ilmi,

Astaghfirullahulazim..sampai-sampai mengangkat isu Yahudi dan Nashoro lebih mulia dari pada syi'ah..


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS, 49:6)



Saya hanya mengajak kita untuk lebih teliti dan tidak mudah menggeneralisasi...

Kita harus membedakan antara ajaran Syiah dan orang Syiah. Ajaran Syiah sendiri melarang melakukan penistaan pada para istri dan shahabat Nabi, bahkan Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin spiritual Iran, sampai membuat fatwa haram terhadap penghinaan kepada istri-istri dan para shahabat Nabi yang dimuliakan oleh orang-orang Sunni.

Penghinaan semacam itu ada karena menyangkut pemahaman orang perorang terhadap peristiwa sejarah. Apalagi aliran-aliran di dalam Syiah juga cukup banyak, seperti: Itsna Asy'ariyah atau Imamiyah, Zaidiyah, Fatimiyah, Ismailiyah, dll., maka boleh jadi ada aliran yang memang melakukan penghinaan seperti itu. Tapi secara umum, orang-orang Syiah sekarang sangat menghormati istri dan para sahabat Nabi.  

Didalam Sunni juga ada aliran-aliran yang menyimpang seperti itu, tapi pengikutnya tidak banyak, dan itu tidak bisa dijadikan alasan bahwa semua ajaran Sunni menyimpang.


Mengenai sikap sebagian kaum syiah terhadap para sahabat, atas pertanyaan adalah mengapa sebagian orang Syiah cenderung tidak menyukai Abu Bakar dan 'Umar, dan mengapa mereka berkeyakiann bahwa 'Ali-lah yang harus jadi khalifah.
Namun, demikianlah sejarah selalu dibuat berdasarkan keinginan para penguasa..dan tercatat fakta bahwa Muawiyyah bin abi sufyan dan dinastinya yang berkuasa. Dimana kita tahu bahwa Muawiyyah sangat membenci 'Ali, dan itulah awal sejarah cenderung berpihak ke Sunni.

Sekalipun jawaban-jawaban tersebut hanya sebatas pendapat dari analisa sejarah, namun paling tidak dapat membuat kita lebih bijak dalam menilai orang-orang Syiah sehingga kita tidak asal menuduh, apalagi mengkafirkan, tanpa alasan yang jelas, hanya berdasarkan cuplikan-cuplikan video yang tidak jelas validitasnya..

Satu lagi mengenai tentang Indonesia yang mayoritas Sunni syafi'i;
Iman Syafi’i itu kan muridnya Imam Malik, sedangkan Imam Malik muridnya Imam Ja’far. Nah, Imam Ja’far ini merupakan cicit Rasulullah yang dijadikan imamnya madzhab Syiah, makanya penganut Syiah sering juga disebut penganut madzhab Ja’fari.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:05 pm

@panda1 wrote:
Sdr. thulabul ilmi,

Astaghfirullahulazim..sampai-sampai mengangkat isu Yahudi dan Nashoro lebih mulia dari pada syi'ah..


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS, 49:6)



Saya hanya mengajak kita untuk lebih teliti dan tidak mudah menggeneralisasi...

Kita harus membedakan antara ajaran Syiah dan orang Syiah. Ajaran Syiah sendiri melarang melakukan penistaan pada para istri dan shahabat Nabi, bahkan Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin spiritual Iran, sampai membuat fatwa haram terhadap penghinaan kepada istri-istri dan para shahabat Nabi yang dimuliakan oleh orang-orang Sunni.

Penghinaan semacam itu ada karena menyangkut pemahaman orang perorang terhadap peristiwa sejarah. Apalagi aliran-aliran di dalam Syiah juga cukup banyak, seperti: Itsna Asy'ariyah atau Imamiyah, Zaidiyah, Fatimiyah, Ismailiyah, dll., maka boleh jadi ada aliran yang memang melakukan penghinaan seperti itu. Tapi secara umum, orang-orang Syiah sekarang sangat menghormati istri dan para sahabat Nabi.  

Didalam Sunni juga ada aliran-aliran yang menyimpang seperti itu, tapi pengikutnya tidak banyak, dan itu tidak bisa dijadikan alasan bahwa semua ajaran Sunni menyimpang.


Mengenai sikap sebagian kaum syiah terhadap para sahabat, atas pertanyaan adalah mengapa sebagian orang Syiah cenderung tidak menyukai Abu Bakar dan 'Umar, dan mengapa mereka berkeyakiann bahwa 'Ali-lah yang harus jadi khalifah.
Namun, demikianlah sejarah selalu dibuat berdasarkan keinginan para penguasa..dan tercatat fakta bahwa Muawiyyah bin abi sufyan dan dinastinya yang berkuasa. Dimana kita tahu bahwa Muawiyyah sangat membenci 'Ali, dan itulah awal sejarah cenderung berpihak ke Sunni.

Sekalipun jawaban-jawaban tersebut hanya sebatas pendapat dari analisa sejarah, namun paling tidak dapat membuat kita lebih bijak dalam menilai orang-orang Syiah sehingga kita tidak asal menuduh, apalagi mengkafirkan, tanpa alasan yang jelas, hanya berdasarkan cuplikan-cuplikan video yang tidak jelas validitasnya..

Satu lagi mengenai tentang Indonesia yang mayoritas Sunni syafi'i;
Iman Syafi’i itu kan muridnya Imam Malik, sedangkan Imam Malik muridnya Imam Ja’far. Nah, Imam Ja’far ini merupakan cicit Rasulullah yang dijadikan imamnya madzhab Syiah, makanya penganut Syiah sering juga disebut penganut madzhab Ja’fari.
sudah cukup rasanya dari perkataan, sikap dan pembelaan anda, membuktikan bahwa anda adalah seorang penganut syi'ah. tidak perlu berkilah..akui saja apa yang anda yakini, kenapa, apakah anda malu ?

anda jelas tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh syi'ah rafidhah meskipun anda mengaku bukan bagian dari mereka, padahal jelas mereka mengkafirkan, menistakan, mencaci-maki generasi terbaik umat ini. dan dengan mudah nya anda memperingatkan agar kita berbuat bijak, tidak mengkafirkan. bagaimana anda ini ?
bagaimana tidak kafir seorang yang mengkafirkan shahabat, mengatakan qur'an tidak lengkap ?
anda ingin menghancurkan ISLAM ??

dengan mudahnya anda mengingatkan dan meneriakkan kepada kelompok SUNNI untuk berlaku adil ?
sudahkah anda lakukan itu kepada kaum pembantai (syi'ah), yang telah bertindak dzalim di suriah dan yaman ?
apakah anda menutup mata karna saking fanatik nya kepada SYI'AH ?
yang anda lakukan nampaknya bukan agar berlaku adil, tapi lebih kepada agar mendapatkan simpati masyarakat awam.

anda katakan memang sesat akan tetapi pembelaan anda kepada rafidhah seperti pembelaan seorang anak  kandung yang melihat ibunya sedang terpojokkan, karna begitu banyak fakta-fakta yang diungkap didepan umum.

terlalu pintar anda memutar balikan fakta dan mengabaikan fakta-fakta kerusakan syi'ah, ya karna anda adalah seorang syi'ah tulen nampaknya.
"kita berlaku adil, kita husnuzhan, itu sejarah yang diputar balikkan penguasa", bahkan dengan mudahnya disini anda berani mencela salah seorang shahabat, Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu.
terbukti:

TI wrote:kedua:
Mereka (kaum Rofidhoh) diperintahkan untuk memohonkan ampun bagi para sahabat malah mereka mencela para sahabat"
(*berbeda dengan kaum yahudi dan nashoro yang malah memuji dan mendoakan para sahabat Musa dan sahabat Isa-pent) (Syarh Ushuul I'tiqood Ahlis Sunnah wal Jamaa'ah, karya Al-Laalikaai hal 1462-1463, dinukil juga oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya pada tafsir surat Al-Hasyr ayat 10)
Asy-Sya'bi mengisyaratkan firman Allah
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٠)

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" (QS Al-Hasyr : 10).

pernahkah Mu'awiyah melakukan seperti apa yang telah dilakukan oleh RAFIDHAH ?

pada hakikatnya kaum SYI'AH adalah Yahudi yang berpakaian ISLAM.
mereka hendak menghancurkan ISLAM dari dalam. sehingga sulit terdeteksi oleh masyarakat awam.
mereka berlindung di balik pakaian ahlul bait, padahal ahlul bait berlepas diri dari mereka.
mereka cela dan kafirkan generasi terbaik umat ini, lalu mereka masukkan ajaran-ajaran rusak mereka. Subhanallah
jangan tertipu ya ikhwan...
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:18 pm

"Sesungguhnya konsekuensi dari mencela dan melaknat para sahabat serta meyakini bahwa mayoritas mereka telah kafir sangatlah berbahaya, diantaranya:


PERTAMA : Melazimkan timbulnya keraguan terhadap Al-Qur'an dan Hadits-Hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, karena para sahabatlah yang telah meriwayatkan kepada kita Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Jika ternyata para perawinya adalah orang-orang fasik, terlaknat, bahkan murtad maka tentunya sangat diragukan kebenaran apa yang mereka riwayatkan, yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Karenanya mereka berkeyakinan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam Al-Qur'an, diselewengkan oleh para sahabat !!!


KEDUA :  Keyakinan ini melazimkan bahwa umat ini adalah umat yang terburuk yang Allah keluarkan bagi manusia. Karena nenek moyang mereka (yaitu para sahabat) adalah orang-orang murtad, sehingga kita sekarang telah mengambil agama kita dari ajaran kaum murtad. Padahal Allah telah berfirman tentang para sahabat :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia" (Qs Ali Imron : 110)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah menekankan hal ini dalam sabdanya;

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي

"Sebaik-baik manusia adalah generasiku (yaitu para sahabat)" (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)"


Terakhir diubah oleh thulabul ilmi tanggal Mon Dec 02, 2013 5:23 pm, total 1 kali diubah
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:19 pm

"KETIGA : Konsekuensi dari keyakinan busuk ini adalah mencela Allah. Karena keyakinan kafirnya mayoritas para sahabat mengandung tiga kemungkinan.

Pertama : Allah adalah Jahil, sehingga memuji para sahabat dengan pujian yang luar biasa dalam Al-Qur'an yang akan dibaca oleh kaum muslimin hingga hari kiamat kelak, padahal mereka para sahabat akan murtad. Namun Allah tidak mengetahui akan kemurtadan mereka sehingga memuji para sahabat.

Kedua : Allah telah mengetahui bahwasanya para sahabat akan murtad, akan tetapi Allah tetap saja memuji mereka. Ini menunjukan Allah telah melakukan perkara yang sia-sia tanpa faedah. Apa faedah Allah memuji suatu kaum yang akan murtad??

Ketiga : Jika Allah telah mengetahui para sahabat akan murtad lantas tetap memuji mereka bukankah ini berarti Allah menghendaki hamba-hambanya sesat sebagaimana para sahabat??!!


KEEMPAT : Keyakinan busuk ini juga mencela hikmah Allah yang telah memilih kaum yang akan murtad menjadi para sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan Nabi menikah dengan Aisyah putri Abu Bakar dan juga Hafsoh putri Umar bin Al-Khotthoob. Serta Nabi menikahkan kedua putrinya (Ruqoyyah dan Ummu Kaltsuum) dengan Utsmaan bin 'Affaan. Bagaimana bisa kok Allah menjadikan para sahabat, para penolong Nabi dan juga sebagai keluarga Nabi dari kaum yang akan murtad??!!"


Terakhir diubah oleh thulabul ilmi tanggal Mon Dec 02, 2013 5:21 pm, total 1 kali diubah
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:20 pm

"KELIMA : Keyakinan busuk ini melazimkan pencelaan terhadap syari'at Islam. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berjuang dengan keras selama 23 tahun untuk mendidik para sahabat agar menjadi masyarakat tauladan. Akan tetapi kaum syi'ah rofidhoh menyatakan bahwa perjuangan Nabi untuk mentarbiah para sahabatnya selama kurang lebih 23 tahun adalah perjuangan yang sia-sia. Tidak ada yang berhasil Nabi didik kecuali sekitar 4 orang atau kurang dari 10 orang. Adapun ratusan para sahabat yang lain semuanya langsung murtad begitu wafatnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Hal ini melazimkan perkara yang sangat fatal, yaitu timbulnya keputusasaan untuk membina umat manusia dengan syari'at Islam. Jika syari'at yang dibawa bahkan dipraktekan oleh manusia terbaik (yaitu Nabi) dengan bentuk praktek tarbiyah/mendidik yang terbaik dengan waktu yang puluhan tahun itupun tidak bisa mendidik dan menciptakan suatu generasi yang sholeh…bahkan menimbulkan generasi yang murtad…??!! ini menunjukkan bahwa manhaj/syari'at Islam tidak mampu untuk mentarbiyah/mendidik umat manusia.


KEENAM : Hal ini juga menimbulnya keraguan akan kenabian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, karena jika sang pembawa Risalah dengan bimbingan Allah dalam waktu yang lama tidak mampu mendidik suatu kaum maka sangatlah diragukan kenabiannya.

Kalau memang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam benar dalam pengakuannya sebagai Nabi tentunya dakwahnya akan memberikan pengaruh kepada masyarakat/kaum yang ia dakwahi. Tentunya kaum yang dia dakwahi akan menerima dakwahnya dengan sepenuh hati. Akan tetapi kenyataannya malah mereka menjadi murtad??, masyarakat yang ia dakwahi tidak bisa mengambil manfaat darinya. Lantas bagaimana mungkin ia diutus sebagai rahmatan lil 'aalamiin (rahmat bagi seluruh alam)??!! (silahkan rujuk risalah I'tiqood Ahlis Sunnah wal Jamaa'ah fi As-Shohaabah karya DR Al-Wuhaibi, hal 42-45)

Imam Malik berkata

إنما هؤلاءِ أقوامٌ أرادوا القدحَ في النبيِّ صلى الله عليه وسلم فلَمْ يُمكنهم ذلك , فقدَحُوا في أصحابه حتى يُقال : رجلُ سوءٍ ، ولو كانَ رجلاً صالحاً لكانَ أصحابهُ صالحين

"Sesungguhnya mereka adalah kaum yang ingin mencela Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, akan tetapi hal itu tidak memungkinkan mereka, maka merekapun mencela para sahabat Nabi, agar dikatakan : Muhammad adalah seorang lelaki yang buruk, kalau seandainya ia adalah seorang lelaki yang sholeh tentunya para sahabatnya juga kaum yang sholeh" (Risaalah fi sabb As-Shohaabah hal 47)"
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:23 pm

"KETUJUH : Tatkala kaum agama Syi'ah Roofidoh mengkafirkan Ummul Mukminin Aisyah, bahkan menyatakannya sebagai wanita pezina maka hal ini sesungguhnya merupakan celaan keras bagi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai sang suami. Allah telah berfirman

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦)

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS An-Nuur : 26)

Allah menyatakan dalam ayat ini bahwa wanita-wanita keji (pezina) hanyalah buat para lelaki pezina pula. Menuduh Aisyah sebagai wanita kafir bahkan pezina sangatlah menyakitkan hati Rasulullah sebagai seorang suami. Bahkan terkadang lebih menyakitkan bagi seorang suami jika istrinya dikatakan pezina daripada dirinya sendiri yang dituduh berzina, karena hal ini melazimkan bahwasanya seorang suami telah rela dan betah tinggal bahkan seranjang dengan seorang pezina !!!.

Karenanya tatkala terjadi peristiwa al-ifk (yaitu dituduhnya Aisyah berzina dengan Shofwan bin Mu'atthol As-Sulami) maka Nabipun sangat tersakiti, sampai-sampai beliaupun mengeluhkan hal tersebut kepada para sahabat. Beliau berkata:

مَنْ يَعْذُرُنِي مِنْ رَجُلٍ قَدْ بَلَغَنِي أَذَاهُ فِي أَهْل بَيْتِي؟

"Siapakah yang menolongku untuk membalas yang telah menyakiti ahli baiti (istriku)?" (HR Al-Bukhari no 4750 dan Muslim no 2770, lihat syarah hadits ini di Fathul Baari 8/470)

Maka berkatalah Sa'ad bin Mu'aadz radhiallahu 'anhu pun berdiri dan berkata:

يَا رَسُوْلَ اللهِ : أَنَا وَاللهِ أَعْذُرُكَ مِنْهُ إِنْ كَانَ مِنَ الأَوْسِ ضَرَبْنَا عُنُقَهُ وَإِنْ كَانَ مِنْ إِخْوَانِنَا مِنَ الْخَزْرَجِ أَمَرْتَنَا فَفَعَلْنَا فِيْهِ أَمْرَكَ

"Wahai Rasulullah, demi Allah saya yang akan menolongmu terhadap orang tersebut, jika dia dari suku Al-Aus maka kami akan memenggal lehernya, dan jika ia berasal dari saudara-saudara kami suku Al-Kozroj maka silahkan perintahkan kepada kami apa yang harus kami lakukan padanya maka kami akan menjalankan perintahmu"

Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengingkari perkataan S'ad bin Mu'adz yang sangat menggebu-gebu ini."
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:24 pm

"KEDELAPAN : Mengkafirkan para sahabat mulia seperti Abu Bakar dan Umar sesungguhnya merupakan celaan kepada Ali Bin Abi Thoolih radhiallahu 'anhu. Hal ini nampak dari beberapa sisi :

Pertama : Ali bin Abi Tholib radhiallahu 'anhu menamakan beberapa putranya dengan nama-nama sahabat, yang menunjukkan kecintaan Ali kepada mereka.

Nama merupakan perkara yang penting, karenanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan sebagian sahabat untuk merubah nama-nama mereka yang mengandung makna yang buruk. Terlebih lagi nama seorang anak sangatlah bermakna bagi orang tuanya. Orang tua akan berusaha memilihkan nama yang baik bagi anaknya. Bahkan dari nama seorang anak kita akan tahu pola berfikir atau aliran yang dianut oleh sang ayah, karena kerap kali sang ayah memberi nama anaknya dengan nama tokoh yang ia kagumi. Jika sang ayah sedang gandrung pada seorang artis maka iapun menamakan anaknya dengan nama artis tersebut, jika sang ayah sedang gandrung dan kagum dengan salah seorang tokoh agama maka iapun menamakan sang anak dengan nama tokoh tersebut. Tidak ada sejarahnya seorang ayah menamakan anaknya dengan nama tokoh yang ia benci dan ia laknati. Karenanya tidak seorangpun dari Yahudi dan Nasrani yang menamakan anaknya dengan nama Muhammad, karena kebencian mereka kepada Muhammad. Dan tidak ada seorangpun dari kaum muslimin yang menamakan anaknya dengan nama Abu Jahl, atau Abu Lahab, atau Fir'aun…karena kebencian kaum muslimin kepada mereka.

Ternyata….Ali bin Abi Thoolib radhiallahu 'anhu memiliki anak-anak yang bernama Abu Bakar bin Ali, Umar bin Ali, dan Utsman bin Ali, hal ini tentunya karena begitu cintanya beliau kepada Abu Bakar, Umar dan Utsman maka. Ketiga putra beliau tersebut termasuk orang-orang yang meninggal tatkala peristiwa karbala bersama saudara mereka yang terbunuh Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhumaa.

Demikian pula ternyata Al-Hasan bin Ali telah menamakan sebagian anak-anaknya dengan nama Abu Bakr, Umar, dan Tolhah. Yang ketiga putranya tersebut juga terbunuh dalam peristiwa karbala.

Demikian pula halnya dengan Al-Husain beliau memiliki seorang putra yang bernama Umar.

Demikian pula halnya dengan Ali bin Al-Husain bin Ali telah menamakan putrinya dengan nama Aisyah, serta menamakan salah seorang putranya dengan nama Umar !!!

Kedua : Ali menikahkan putrinya Ummu Kaltsum dengan Umar bin Al-Khottoob, maka apakah Ali menikahkan putrinya dengan seorang toghuut…sungguh ini merupakan perbuatan seorang ayah yang tidak tahu diri bahkan menjerumuskan putrinya pada kesesatan bahkan kekafiran !!!.

Jika kita memiliki seorang putri maka apakah kita akan rela menikahkannya untuk hidup bersama bahkan seranjang dengan seorang fasiq dan mujrim??, apalagi dengan seorang kafir yang mujrim??!!. Lantas jika Umar bin Al-Khottoob adalah seorang kafir murtad yang mujrim maka kenapa begitu teganya Ali menikahkan putrinya dengan Umar??!!. Bukankah Ali mengetahui bahwa tidak boleh seorang wanita muslimah menikah dengan seorang lelaki dari Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani)??, apalagi dengan seorang lelaki yang murtad ??!!! Ataukah Ali menikahkan putrinya karena takut kepada Umar?? Ini merupakan celaan terhadap keberanian Ali yang sangat masyhuur. (Lihat pembahasan tentang dua poin di atas yang telah diakui oleh para ulama syi'ah sendiri dalam risalah Ruhamaa'u Bainahum karya Sholeh bin Abdillah Ad-Darwiisy)

Ketiga : Ali sangatlah terkenal pemberani…, lantas bagaimana bisa beliau selama berpuluh-puluh tahun (sejak masa pemerintahan Abu Bakar hingga berakhir pemerintahan Utsman bin 'Affaan) hanyalah berdiam diri, tidak menjelaskan kepada umat bahwasanya beliaulah yang berhak yang menjadi khalifah setelah wafatnya Nabi !!!, kenapa beliau pula tidak berani berucap satu patah katapun untuk menjelaskan kepada umat bahwasanya Abu Bakar, Umar, dan Utsman adalah orang-orang kafir !!!, kenapa beliau berdiam diri membiarkan kaum muslimin dipimpin oleh orang-orang kafir??!!, sungguh ini benar-benar menunjukkan sikap pengecut yang luar biasa pada diri Ali !!!.

Keempat : Bahkan Ali akhirnya membaiat Abu Bakar radhiallahu 'anhu. Jika memang Abu Bakar kafir maka tentunya sikap Ali adalah pengkhianatan dan penipuan terhadap umat karena ia telah membaiat seorang kafir !!!"
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:25 pm

"KESEMBILAN : Jika Mu'aawiyah adalah kafir (bahkan termasuk manusia yang paling kafir menurut syi'ah) maka sikap Al-Hasan yang menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Mu'aawiyah yang kafir merupakan bentuk pengkhianatan terbesar dalam sejarah terhadap Islam dan kaum muslimin. Maka ini jelas pencelaan yang besar kepada Al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhumaa.


KESEPULUH : Karena kebencian Syiah dan pengkafiran mereka kepada Utsaman bin Afaan maka sebagian ulama besar syi'ah mengingkari bahwa kedua istri Utsman (Ruqooyah dan Ummu Kultsuum) adalah putri-putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka mengatakan bahwa Ummu Kaltsuum dan Ruqoyyah adalah putri-putri Khodijah dari suami sebelum menikah dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan sebagian ulama syi'ah meragukan adanya dua putri Nabi yang bernama Ruqoyyah dan ummu Kaltsuum. Semua ini akibat kebencian dan pengkafiran mereka terhadap Utsman bin 'Affaan sehingga akhirnya mereka mencela Ahlul Bait putri-putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. (Untuk melihat nukilan-nukilan perkataan para ulama syi'ah silahkan melihat kitab Al-Aqidah fi Ahlil Bait, karya DR Sulaiman As-Suhaimi, 2/527-530)"
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Mon Dec 02, 2013 5:28 pm

"PENUTUP :

Wahai kaum syi'ah…renungkanlah…apakah para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar yang :

-         Telah rela hidup susah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan penuh intimidasi dari kaum kufar Quraisy tatkala mereka di Mekah…

-         Telah rela mengorbankan seluruh hartanya…

-         Telah rela meninggalkan kampung halamannya…

-         Abu Bakar telah rela menemani perjalanan hijroh Nabi yang terancam dengan kematian…

-         Telah rela ikut berperang dalam banyak peperangan demi untuk membela Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam…

Namun begitu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah meninggal dan mereka telah hidup di masa kejayaan Islam lantas kemudian mereka murtad???.



Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 15-02-1433 H / 09 Januari 2012 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com"
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Mon Dec 02, 2013 6:38 pm

2 good 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by dee-nee on Mon Dec 02, 2013 7:18 pm

awalnya sekali terkait konflik ini ....
sunni vs syiah itu urusannya tentang siapa si Ahlul Bait
ya ga sih ??

pikir2 ... bila dalam Islam garis keturunan ditentukan oleh garis keturunan ayah ... dan faktanya Nabi Muhammad tidak punya anak laki-laki ....

Jadi siapa ya yang sebenarnya paling pantas disebut Ahlul Bait ??

Mungkin bisa direnungkan kenapa Nabi Muhammad harus kehilangan putra-putranya sejak kecil ...
Mungkin bisa direnungkan kenapa Allah SWT mewafatkan putra2 beliau ....  

piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by SEGOROWEDI on Mon Dec 02, 2013 11:56 pm

@dee-nee wrote:awalnya sekali terkait konflik ini ....
sunni vs syiah itu urusannya tentang siapa si Ahlul Bait
ya ga sih ??

pikir2 ... bila dalam Islam garis keturunan ditentukan oleh garis keturunan ayah ... dan faktanya Nabi Muhammad tidak punya anak laki-laki ....

Jadi siapa ya yang sebenarnya paling pantas disebut Ahlul Bait ??

Mungkin bisa direnungkan kenapa Nabi Muhammad harus kehilangan putra-putranya sejak kecil ...
Mungkin bisa direnungkan kenapa Allah SWT mewafatkan putra2 beliau ....  

piss
satu aja, efeknya kek gini..
ehmm 

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by dee-nee on Tue Dec 03, 2013 3:17 pm

renungannya adalah bahwa Islam itu satu untuk semua manusia

avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Tue Dec 03, 2013 3:29 pm

@dee-nee wrote:

pikir2 ... bila dalam Islam garis keturunan ditentukan oleh garis keturunan ayah ... dan faktanya Nabi Muhammad tidak punya anak laki-laki ....piss
tepatnyah adalah budaya arab..dan disini islam mengadopsi budaya lokal,dan wajib dicatat bahwa isa bin maryam pun bagian dari khazanah islam..
di dalam islam tidak membedakan keturunan ayah atow keturunan garis ibu..ini hanya masalah tradisi..dimana langit dipijak,disitu bumi dijunjung usil 

dan untuk tema sunni-syiah..sayah masih menyimak dulu dengan pesan ;
dinginkan kepala sedingin kelapa muda piss 


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by abu hanan on Tue Dec 03, 2013 3:37 pm

sebetulnyah ini dapat ditilik dulu dari syiah,ahli bait dan sunni sendiri..3 term diatas bila diurai akan terasa khasiatnyah..sayah memandang itu perlu dilakukan karena WAJIB diluruskan bila ;
ahli bait adalah milik muslim..sehingga klaim bahwa golongan A lebih mencintai daripada B maka dapatlah sayah katakan ; golongan itu keliru menyimpang..

terwakili perasaan sayah dengan perkataan imam syafi'i ;
"Bila cinta Ahlul-Bait dinilai Rafidhah, maka bersaksilah hai segenap manusia dan jin, bahwa aku bersedia dikatakan Rafidhah !!!"

"Bila cinta Ahlul-Bait dinilai dosa, maka aku tidak akan pernah bertobat dari dosa itu !!!".

nah kalow syiah itu ditinjau dari "kecintaan terhadap ahli bait" maka seluruh kalangan pembaca dan aktifis LI menjadi saksi bahwa sayah adalah syiah..
meski bugituh,ahli bait tidak akan pernah menggantikan figur sang baginda..

saran sayah dalam pembahasan syiah-sunni adalah klarifikasi objek..sejarah syiah dan sejarah sunni..keimanan syiah dan keimanan sunni..setelah urusan pokok terselesaikan,maka kita bisa beralih ke cabang (fiqh dll) termasuk politik..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by cain on Tue Dec 03, 2013 6:16 pm

Si panda kemana ya bosen 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Wed Dec 04, 2013 10:47 am

@Thulabul Ilmi

Sebenarnya saya berharap anda mengeluarkan pendapat pribadi dulu untuk membahas argumen2 saya tentang fatwa khumeini terhadap larangan menghujat sahabat dan istri nabi, atau tentang sejarah kepemimpinan Islam pasca khulafahur rasyidin..

Sayangnya anda malah memberi copas-an yang panjang dari firanda.com yang merupakan blog yang dibidani Firanda Andirja...Ini bukti anda belum benar-benar meneliti dan menganalisa fakta dan data yang kita diskusikan bersama.

Sekilas tentang Firanda Andirja, beliau adalah seorang ustadz yang sayangnya memiliki track record yang agak "miring", bahkan dikalangan kaum salafi wahabi sendiri..

Firanda Andirja ini bahkan disebutkan sebagai personal yang "penuh tipu daya, yang kepergok menyelewengkan kata-kata para ulama" oleh situs berikut:

http://syekhablahni.wordpress.com/2013/05/20/siapakah-firanda-andirja-penting-harus-anda-baca/

dari situs lain lagi,Firanda Andirja disebut melakukan "penipuan terhadap umat dan kedangkalannya di dalam memahami Nash Hadits dan ucapan para ulama"

http://ibnu-alkatibiy.blogspot.com/2011/12/penipuan-firanda-terhadap-umat-dan.html

Beberapa situs lain yang membahas track record beliau :

Membongkar Syubhat Rifqan Ala Firanda Nandurjana (http://tukpencarialhaq.com/2011/04/01/membongkar-syubhat-rifqan-ala-firanda-nandurjana/)

Makar Firanda Nandurjana (http://tukpencarialhaq.com/2011/02/13/makar-firanda-nandurjana/)

Dusta Firanda ditengah badai fitnah melanda (http://www.darussalaf.or.id/hizbiyyahaliran/dusta-firanda-ditengah-badai-fitnah-yang-sedang-melanda-bag-2-siapa-yang-menyembunyikan-fatwa/)

“Jangan Dikritik Dulu Nanti Dananya Tidak Keluar”…Ucap Firanda MA (http://kajiancileungsi.wordpress.com/2012/07/09/jangan-dikritik-dulu-nanti-dananya-tidak-keluarucap-firanda-ma/)

Oh, iya saya tidak sedang memfitnah...ini saya hanya tunjukkan beberapa pandangan dari sebagian orang yang "kurang sepaham" dengan Ust. Firanda...dan situs2 diatas kesemuanya adalah situs milik Sunni (yang lebih spesifik lagi : salafy)...bukan situs syiah.







Saya bisa saja membahas satu persatu point2 yang di bawakan Sdr. Ustad Firanda tersebut, yang sebenarnya sudah dibahas di tempat lain.. dengan copas-an dari situs lain tsb... tapi buat apa??
Diskusi yang diangkat dari copas-an2 saya pikir kurang bermakna karena tidak membawakan pendapat pribadi.


Saya menunggu dulu sdr@thulabul ilmi memberikan pendapat pribadinya dengan singkat dan jujur berdasarkan fakta dari sumber netral. Jika memang belum ada, baru akan saya berikan jawaban atas firanda.com tersebut yang akan saya copas juga dari situs lain juga...






Satu hal lagi...saya tidak pernah mengatakan bahwa saya SYIAH. Demikian pun saya bukan SUNNI.. atau salafi , atau Ikhwanul Muslimin, atau Hizbut Tahrir..atau yang lainnya.

Saya hanya Muslim yang tidak ingin di kotak-kotakkan dan sedang berjuang sekuat tenaga, akal dan pikiran saya untuk menjalankan Islam sepenuhnya sesuai AlQur'an dan Rasulullah.
Jika disatu kesempatan, Salafi ada yang memojokkan dan memfatwakan kafir (lebih rendah dari Yahudi dan Nashoro) dan wajib diperangi...maka akan saya berada bersama Salafi untuk meluruskan kesalahfahaman demi ukhuwah.

Terkesan saya membela syiah disini karena memang saya melihat saat ini syiah sedang di deskreditkan dengan beragam berita fitnah.. padahal secara logis saya melihat Iran adalah satu-satunya negara yang berbasis kepemimpinan Islam yang paling depan melawan Hegemoni AS dan Israel...disamping Syiah juga punya argumen kuat pada hujjah dan histori.

Pen-deskredit-an Syiah dalam bingkai besar ini saya lihat adalah usaha suatu pihak yang sedang berusaha menjatuhkan dukungan terhadap Iran...Dunia Islam saat ini sedang di adu domba oleh pihak luar, yang sayangnya justru datang dari corong2 ulama sendiri.

Isu-isu perpecahan pada masa pasca khulafahur rasyidin, dendam2 dan luka-luka lama akibat pertumpahan darah masa lalu, dan counter-nya dari potongan perkataan beberapa ulama masa lampau diangkat menjadi momok kebencian satu dengan yang lainnya.

...
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by panda1 on Wed Dec 04, 2013 11:16 am

@dee-nee wrote:awalnya sekali terkait konflik ini ....
sunni vs syiah itu urusannya tentang siapa si Ahlul Bait
ya ga sih ??

pikir2 ... bila dalam Islam garis keturunan ditentukan oleh garis keturunan ayah ... dan faktanya Nabi Muhammad tidak punya anak laki-laki ....

Jadi siapa ya yang sebenarnya paling pantas disebut Ahlul Bait ??

Mungkin bisa direnungkan kenapa Nabi Muhammad harus kehilangan putra-putranya sejak kecil ...
Mungkin bisa direnungkan kenapa Allah SWT mewafatkan putra2 beliau ....  

piss
Shahīh Muslim, vol. 7, hal. 130
Aisyah berkata, "Pada suatu pagi, Rasulullah saw keluar rumah menggunakan jubah (kisa) yang terbuat dari bulu domba. Hasan datang dan kemudian Rasulullah menempatkannya di bawah kisa tersebut. Kemudian Husain datang dan masuk ke dalamnya. Kemudian Fatimah ditempatkan oleh Rasulullah di sana. Kemudian Ali datang dan Rasulullah mengajaknya di bawah kisa dan berkata,

“Sungguh tiada lain Allah berkehendak menjaga kamu dari dosa-dosa hai Ahlul bait dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya.” (Al-Ahzab/33: 33)


Hadits diatas ini yang membuat saya yakin bahwa Ahlul bait adalah Ali, Fathimah, Hasan dan Husain..disinilah saya cenderung berpihak ke kaum syiah yang mengatakan bahwa 'Ali adalah yang seharusnya berhak menjadi Khalifah (selain bukti lain yaitu peristiwa ghidir khum, dan AL Maidah AYAT 55).

Namun Sejarah berbicara lain...Abu Bakar-lah yang kemudian menjadi khalifah.
Tapi disini saya sangat terkesan dengan Sikap 'Ali yang kemudian dengan tulus membai'at Abu Bakr, Umar dan Utsman dan total dalam mendukung kekhalifahan mereka bertiga.. bahkan ketika Utsman gugur Kaum muslimin harus mendesak Imam Ali agar bersedia menjadi khalifah atau pemimpin mereka.

'Ali bersikap jauh dari kesan haus kepemimpinan, dan teguh dalam mengedepankan Ukhuwah.
Begitu pula dicontohkan putra beliau, yakni ketika Imam Hasan yang mengikhlas-kan Muawiyah menjadi Khalifah demi ukhuwah.

Saya pikir memang ada rencana Allah atas segala hal, apalagi terhadap kepemimpinan Islam.

Pergolakan dan pergantian kepemimpinan yang terjadi dalam sejarah Islam ini adalah pelajaran bagi kaum selanjutnya, ..dan sesuai Nubuat Rasulullah, bahwa pada akhirnya ..Umat Islam nantinya akan dipimpin oleh seorang khalifah yang merupakan keturunan Rasulullah
.. yakni Imam Mahdi.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Wed Dec 04, 2013 1:33 pm

subhanallah..ketika hujjah disampaikan, dia malah membahas yang lain, berputar-putar demi membela kerusakan agama syi'ah rafidhah..
apakah kita disini sedang membahas ustadz firanda nya ataukah syi'ah nya ?

apakah hilang akal & tertutup mata hati anda dengan apa yang disampaikan oleh ustadz firanda ?habis hujjah anda untuk membantah nya sehingga anda serang pribadi nya ?
mana bantahan ilmiah nya ??
padahal anda tidak mengetahui apa permasalahan yang terjadi di kalangan mereka.. ataukah perlu saya bawakan juga apa yang dipahami oleh ustadz-ustadz yang berselisih dengan ustadz firanda ?
ataukah perlu saya bawakan juga dari ustadz-ustadz ikhwanul muslimin ?muhammadiyah ? fpi ?

kalau manusia sudah beragama tanpa merujuk ulama, memahami semuanya sendiri, merasa diri nya mampu berijtihad tanpa menguasai ilmu-ilmu alat untuk berhujjah.. maka kebatilan pun akan dianggap nya baik meski hujjah didepan mata..jangan kalian beragama hanya bermodalkan akal-akalan ya ikhwan, bermodal hanya pendapat-pendapat pribadi yang padahal anda bukan lah seorang ulama yang mampu menilai sesuatu itu baik atau tidak. siapakah rujukan anda ?
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by thulabul ilmi on Wed Dec 04, 2013 1:50 pm

@panda1 wrote:Satu hal lagi...saya tidak pernah mengatakan bahwa saya SYIAH. Demikian pun saya bukan SUNNI.. atau salafi , atau Ikhwanul Muslimin, atau Hizbut Tahrir..atau yang lainnya.

Saya hanya Muslim yang tidak ingin di kotak-kotakkan dan sedang berjuang sekuat tenaga, akal dan pikiran saya untuk menjalankan Islam sepenuhnya sesuai AlQur'an dan Rasulullah.
Jika disatu kesempatan, Salafi ada yang memojokkan dan memfatwakan kafir (lebih rendah dari Yahudi dan Nashoro) dan wajib diperangi...maka akan saya berada bersama Salafi untuk meluruskan kesalahfahaman demi ukhuwah.

Terkesan saya membela syiah disini karena memang saya melihat saat ini syiah sedang di deskreditkan dengan beragam berita fitnah.. padahal secara logis saya melihat Iran adalah satu-satunya negara yang berbasis kepemimpinan Islam yang paling depan melawan Hegemoni AS dan Israel...disamping Syiah juga punya argumen kuat pada hujjah dan histori.

Pen-deskredit-an Syiah dalam bingkai besar ini saya lihat adalah usaha suatu pihak yang sedang berusaha menjatuhkan dukungan terhadap Iran...Dunia Islam saat ini sedang di adu domba oleh pihak luar, yang sayangnya justru datang dari corong2 ulama sendiri.

Isu-isu perpecahan pada masa pasca khulafahur rasyidin, dendam2 dan luka-luka lama akibat pertumpahan darah masa lalu, dan counter-nya dari potongan perkataan beberapa ulama masa lampau diangkat menjadi momok kebencian satu dengan yang lainnya.
jadi kesimpulan nya adalah...
bahwa mayoritas ulama ahlussunnah telah sesat ?
ataukah
mayoritas ulama syiah yang sesat ?

atau
kedua-duanya sesat, lalu anda berdiri sendiri diatas madzhab baru yang mengetahui kebenaran yang selama ini tidak pernah diketahui para ulama..

sesuai Al Qur'an dan Rasulullah...
lalu dari siapa anda mengambil qur'an ?apakah qur'an yang berada di tangan ahlussunnah ataukah qur'an syi'ah yang belum lengkap?
dari siapa anda mengambil ajaran(sunnah) rasulullah ?apakah dari ulama-ulama ahlussunnah ataukah pencela shahabat (syi'ah) ? atau suka-suka anda ? yang mana yang menurut pribadi saya saat itu baik maka itu yang akan saya ambil..
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan SUNNI dengan SYIAH

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 4 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik