FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Halaman 5 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Muslim-Zone Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by ghazia on Wed Dec 18, 2013 1:27 pm

First topic message reminder :

http://www.tribunnews.com/nasional/2013/12/17/pengamat-pkb-hanya-berpikir-popularitas-rhoma-irama



Tribunnews.com, JAKARTA--  Direktur Political Communication Institute Heri Budianto menilai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hanya berpikir popularitas dengan pengajuan Rhoma Irama sebagai Calon Presiden (Capres).

Menurut Pakar Komunikasi Politik ini, PKB, ingin agar para penggemar Rhoma bisa merapat dan memilih PKB.

"Itu karena PKB hanya berpikir popularitas raja dangdut saja. Sepanjang ini saya masih melihat PKB hanya ingin dompleng popularitas Rhoma," ungkap Heri kepada Tribunnews.com, Senin (16/12/2013).

Lebih lanjut dia katakan, PKB tahu betul bahwa dari tiga nama Capres yang selama ini digadang-gadang, hanya Rhoma yang memiliki basis pendukung yakni penggemar yang banyak.

"Menurut saya ini realitas politik yang harus diambil PKB dengan kalkulasi politik real. Saya kira PKB tidak punya pilihan selain mendongkrak pemilihnya agar bisa lolos Parlimentary Threshold (PT Pileg)," tuturnya.

Apalagi, imbuhnya, kalau mengacu dari pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandari, maka usulan Rhoma tersebut jelas menunjukkan bahwa pilihannya adalah meraih dukungan pemilih.

"Setelah pemilu nanti, saya kira dinamika politik berubah, dan jika PKB konsisten maka Rhoma akan tetap diajukan sebagai capres," jelasnya.

@All Muslim, bagaimana pendapat ente2 mengenai Pencalonan Bang Haji ini?
Saya sih : NO

 piss
avatar
ghazia
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 138
Kepercayaan : Islam
Location : Debu di langit
Join date : 13.08.13
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down


Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Sun Jan 26, 2014 3:13 pm

Mba Dini wrote:karena memang jaman itu perbedaan pendapat masih bisa diselesaikan tanpa konflik yang berarti (masih ada toleransi, keadilan, kecerdasan, dan kearifan kepada SEMUA rakyat di khalifah itu sendiri)
Mbak dini, Apa sih yang jadi perbedaan antara muslim pada masa sekarang ini? Harusnya kan kita juga mencontoh pada waktu itu, kenapa mereka bisa bersatu? Alasannya apa sehingga kita lebih baik terpisah karena “perbedaan”? apa perbedaan yang memisahkan itu cuman “perbedaan pendapat” atau ada perbedaaan” yang lain? saya yakin kok berdasar akidah kita lebih mudah untuk bersatu
Mba Dini wrote:jelas kita ga selevel dengan KR yang "fresh from the oven" ini
Kalau acuannya itu, sayapun akan "menerima" apa adanya sekarang (cukup untuk diri sendiri), tak akan pernah berjuang untuk agama Allah dimanapun, ya nasib..ya nasib.. ,karena jelas kita ga selevel dengan para Sahabat Rasulullah.
Mba Dini wrote:So ... manusia tetap jadi kunci jaya dan terpuruknya suatu bangsa ... bukan sistemnya
Bener mbak dini, manusia tetap berperan penting tapi apa yang jadi landasan kita akan menjadi kendaraan yang sangat berpengaruh untuk berjuang menegakkan Syariat Allah dibumi ini. Kita (Indonesia) sudah berapa lama sih pake sistem demokrasi? Dan sampai kapan kita lepas dari predikat Negara berkembang? apa jangan" emang paling pas predikat itu? Negara berkembang korupsinya.  piss 
Mba Dini wrote:Ibaratnya : jangan ngarep/mimpi bisa jadi rakyat di sebuah negara Islam jaman KR ... bila kita tidak bisa jadi Islam minimal lima level dibawah KR
Pokoknya kita harus terus ngarep dot com, jangan selalu kita hanyut karena terbuai oleh surga yang neraka.
Ooh indah gelap buaianmuuu…………
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Mon Jan 27, 2014 5:50 pm

@mystery wrote:
Mba Dini wrote:karena memang jaman itu perbedaan pendapat masih bisa diselesaikan tanpa konflik yang berarti (masih ada toleransi, keadilan, kecerdasan, dan kearifan kepada SEMUA rakyat di khalifah itu sendiri)
Mbak dini, Apa sih yang jadi perbedaan antara muslim pada masa sekarang ini? Harusnya kan kita juga mencontoh pada waktu itu, kenapa mereka bisa bersatu? Alasannya apa sehingga kita lebih baik terpisah karena “perbedaan”? apa perbedaan yang memisahkan itu cuman “perbedaan pendapat” atau ada perbedaaan” yang lain? saya yakin kok berdasar akidah kita lebih mudah untuk bersatu

Ok ... sip setuju ... mari kita lakukan yang bold ...
Tapi artinya .... sebelum yang bold ini terjadi bagaimana kalau kita pinggirkan dulu semboyan "Mari dirikan Khalifah" >>> setuju ga ??

Kenapa saya bilang begitu .... bukan karena saya anti khalifah ... tapi kita ga mau kan Khalifah yang kita dirikan ini mentah ... atau tidak seperti yang terjadi jaman KR ....

So ... yang bold dulu ... kalau sudah bold ... baru pikirkan Khalifah >> setuju ??

Yang jadi masalah : gimana caranya melakukan yang bold ?? >>> dengan cara yang merah ??
sudah survey belum ada berapa pehamahan umat Islam di Indonesia ini terkait akidah ??

@mystery wrote:
Mba Dini wrote:jelas kita ga selevel dengan KR yang "fresh from the oven" ini
Kalau acuannya itu, sayapun akan "menerima" apa adanya sekarang (cukup untuk diri sendiri), tak akan pernah berjuang untuk agama Allah dimanapun, ya nasib..ya nasib.. ,karena jelas kita ga selevel dengan para Sahabat Rasulullah.

berjuang untuk agama Allah itu apa harus selalu dalam artian membentuk "khalifah" seperti jaman KR ya ...
padahal tidak ada juga satupun negara Islam sekarang ini yang sama persis seperti jaman KR ...

Dan ... seandainya anda berjuang dalam memberantas kebodohan, kemiskinan ... atau anda berjuang untuk menegakkan keadilan >>> ini bisa disebut berjuang untuk agama Allah juga ga sih ??

atau menurut anda yang pantas disebut "berjuang untuk agama Allah" ini khusus, spesial dan hanya berlaku bagi mereka yang berjuang mendirikan negara khalifah ... selain itu artinya tidak berjuang ??

Urusan level2an dengan KR >>> sepertinya sebelum KR ngurusin khalifah ... mereka sudah lebih dahulu berjuang menegakkan keadilan, dsb itu tadi >>> sehingga pantaslah mereka mendapat reward dari Allah ... sebuah "negara" yang Islami

So ... yang bener itu berjuang menegakkan keadilan dsb dulu ... atau berjuang ngarep "reward" dulu ....

@mystery wrote:
Mba Dini wrote:So ... manusia tetap jadi kunci jaya dan terpuruknya suatu bangsa ... bukan sistemnya
Bener mbak dini, manusia tetap berperan penting tapi apa yang jadi landasan kita akan menjadi kendaraan yang sangat berpengaruh untuk berjuang menegakkan Syariat Allah dibumi ini. Kita (Indonesia) sudah berapa lama sih pake sistem demokrasi? Dan sampai kapan kita lepas dari predikat Negara berkembang? apa jangan" emang paling pas predikat itu? Negara berkembang korupsinya.  piss 

Lah trus kata siapa kalau khalifah berdiri Indonesia sudah pasti jaya ?? kata siapa kalau pake syariat Islam .. Indonesia bebas korupsi ....
coba dong liat Aceh ... masa anda mau tutup mata ... dari korupsi sampai perkebunan ganja juga masih gitu2 aja toh ...

Lalu anda bicara soal kendaraan kan ...
katakanlah kendaraannya sama2 khalifah ... bedanya jaman KR supirnya se level Schumaker ... jaman ini level kita supir angkot ...
Mau dikasi kendaraan buatan Jerman sekalipun ... tetep aja rem kita akan bolak balik blong kalau kita tidak belajar dulu bagaimana menjadi seorang Schumaker >>>> artinya ... belajar dulu baru ngarep minta kendaraan yang bagus .... perbaiki SDM-nya dulu baru ngarep kendaraan ...

@mystery wrote:
Mba Dini wrote:Ibaratnya : jangan ngarep/mimpi bisa jadi rakyat di sebuah negara Islam jaman KR ... bila kita tidak bisa jadi Islam minimal lima level dibawah KR
Pokoknya kita harus terus ngarep dot com, jangan selalu kita hanyut karena terbuai oleh surga yang neraka.
Ooh indah gelap buaianmuuu…………

Jadi ilustrasinya begini : sebagai anak sd jangan ngarep dapet gelar profesor ... sebelum kita belajar belajar dan belajar ...
silahkan kalau anda mau bermimpi ... bermimpi mendapatkan gelar itu ...

tapi buat saya : daripada saya sibuk mimpi ... lebih baik saya belajar belajar dan belajar ....
Apakah nantinya saya mendapat gelar itu atau tidak .... yah lihat saja nanti ...

karena kalau Allah sudah merasa kita pantas mendapatkan gelar itu .... gelar itu akan datang dengan sendirinya ... dan dengan cara damai (alias tanpa pemaksaan)

Masalahnya : kita sekarang lebih sibuk mikirin belajar atau lebih sibuk mikirin mimpi ??

 piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Mon Jan 27, 2014 11:33 pm

Mba dini wrote: Ok ... sip setuju ... mari kita lakukan yang bold ...
Tapi artinya .... sebelum yang bold ini terjadi bagaimana kalau kita pinggirkan dulu semboyan "Mari dirikan Khalifah" >>> setuju ga ??
Kenapa saya bilang begitu .... bukan karena saya anti khalifah ... tapi kita ga mau kan Khalifah yang kita dirikan ini mentah ... atau tidak seperti yang terjadi jaman KR ....
So ... yang bold dulu ... kalau sudah bold ... baru pikirkan Khalifah >> setuju ??

Hmmmm...yup, boleh-boleh…
Ya..ya..saya tau kok apa yang mba dini khawatirkan (saya juga gak mau kalau apa yang mba dini khawatirkan terjadi)
Tetapi kita ambil sisi baiknya ide pendirian Khilafah ini, serius ini penting untuk umat islam agar mempunyai barometer yang menimbulkan efek positif dalam kehidupan. Ketika kita berbicara khilafah otomatis kita ingat jaman nabi dan KR, apa sih yang membuat politik Islam pada jaman itu kuat sekali? Apa karena ber-Islam ala kadarnya atau berislam secara kaffah (total)? Karena saya sendiri sudah bertahun-tahun tertidur pulas dengan demokrasi, sayapun sudah lama lupa khilafah, karena saya tadinya juga gak suka politik. Jadi ide Khilafah ini baik juga menjadi pengingat juga untuk seluruh umat Islam.

Mba dini wrote:  Yang jadi masalah : gimana caranya melakukan yang bold ?? >>> dengan cara yang merah ??
sudah survey belum ada berapa pehamahan umat Islam di Indonesia ini terkait akidah ??

  • taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) (mutlak), dan ulil amri (bersyarat)...

  • Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara.
    (QS Ali Imran:103)


"Mari kita bersatu demi Indonesia Jaya" bisa, masa "Mari bersatu demi Agama Allah" ngeluh?

Survey? karena banyak golongan apa karena banyak akidah?

Mba dini wrote:berjuang untuk agama Allah itu apa harus selalu dalam artian membentuk "khalifah" seperti jaman KR ya ...
padahal tidak ada juga satupun negara Islam sekarang ini yang sama persis seperti jaman KR ...

Saya berbicara semangat menegakkan syariat (berjuang) untuk menjawab nada pesimis mba dini kok, gak ada maksud lain. Jangan terus dibalik pertanyaannya” berjuang untuk agama Allah itu apa harus selalu dalam artian membentuk "khalifah" seperti jaman KR ya”? dan lari ke berjuang di agama Allah yang lain? Kalau saya balik juga gimana? Apa sih kekurangan Kepemimpinan Islam jaman KR? Apa sih yang harus kita ambil dari Perjuangan KR menegakkan Islam, Rahmatan Lil 'Alamin? Apa kita terlalu lembek? Selalu gak pantas untuk berjuang seperti KR? Apa KR yang tak patut ditiru? Tujuan Manusia hidup didunia ini apa sebenarnya? Apa cuman mau minum-makan-tidur? Cuman ber-Islam ala kadarnya? Apa mengabarkan agar kebenaran tegak dari timur sampai barat tak tersisa? Saya berbicara khilafah ini juga mencakup semuanya kehidupan, bagaimana kehidupan umat waktu itu? Ketika keadilan itu tegak? Ketika kebenaran itu sedikit demi sedikit diterima? Ketka Al-Quran dan Al-Hadits jadi landasannya?

Mba dini wrote: Lah trus kata siapa kalau khalifah berdiri Indonesia sudah pasti jaya ?

Ya seharusnya seperti itu,  karena seharusnya juga khilafah itu kental dengan syariat total, gak pilih-pilih. Pasti mbaknya mau bicara oknum lagi kan? Hehehe… . Karena oknum-oknum tak beriman makanya mau bilang bahwa khilafah dan demokrasi akan sama saja, tak ada bedanya. #sekedar menebak pemikiran mbaknya.

Mba dini wrote: Jadi ilustrasinya begini : sebagai anak sd jangan ngarep dapet gelar profesor ... sebelum kita belajar belajar dan belajar ... silahkan kalau anda mau bermimpi ... bermimpi mendapatkan gelar itu ...

Kok jadi ngomongin gelar sih? Bermimpi juga boleh kok tapi disertai usaha dan semangat untuk mewujudkan mimpi (bisyarah). Jadi mimpi itu dari bisyarah. Tau kan betapa kuatnya Konstantinopel, siapa saja yang gugur untuk mewujudkan mimpi itu? dari bisyarah yang menjadi mimpi disertai semangat kecintaan kepada Allah dan Rasulnya hingga terwujudlah mimpi itu, dan Konstantinopel sudah nyata bukan mimpi lagi. 

 suka suka
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by satria bergitar on Wed Jan 29, 2014 4:51 pm

misteri wrote:seharusnya kan kita harus selalu berpegang teguh pada agama Allah agar tidak tercerai berai (QS. Ali Imran: 103).
yg ngajak bercerai berai itu siapa mas? Hihihi…  piss 

misteri wrote:ya memang belum ada yang menjalankan syariat secara total, ya udah "kita" mulai yuk, bareng-bareng gak ada salahnya juga kan? dari lingkungan yang terkecil dulu…

contohnya mas? Saya jadi ingin tahu definisi Syariat Islam menurut anda seperti apa… dan bagaimana impelementasinya?

Anda berbicara seolah2 hanya mekanisme kekhalifahan yg bisa menjalankan syariat islam… padahal apapun bentuk sistem pemerintahannya syariat islam tetap bisa dijalankan…

Saya setuju syariat islam mesti ditegakkan tp bukan berarti hanya mutlak dapat dilakukan melalui mekanisme kekhalifahan…

Saya selalu berpikir tentang Amerika yg sekuler dalam menjalankan sistem pemerintahannya saja,begitu sukses melaksanakan demokrasinya… apa lagi jika demokrasi itu dituntun dalam semangat menegakkan syariat Islam saya yakin akan lebih sukses dan beradab…

misteri wrote:bagaimana dengan perpecahan umat islam secara golongan dan bangsa-bangsa? imposible ya untuk bersatu. apa sih yang patut kita contoh dari kepemimpinan islam?


Apa anda lupa sejarah runtuhnya khalifah Ali ra pun karena perpecahan umat islam, dan ini adalah bukti bahwa tidak ada jaminan sistem khilafah dapat mempersatukan umat islam… itu baru ruang lingkup bangsa arab saja… bagaimana dengan dunia ini yg dipenuhi berbagai latar belakang budaya, tradisi yg berbeda beda?

Apalagi dewasa ini sulit sekali mencari sosok pemimpin yg bisa bertindak sebagai pemimpin agama, militer, dan hakim dalam satu sosok pribadi sebagaimana yg dipercontohkan sistem khilafah…

Dan bicara mempersatukan bangsa bangsa, tanpa melalui mekanisme kekhalifahan negara-negara mayoritas islam bisa bersatu dalam berbagai bentuk organisasi… malah saya berangan-angan suatu saat nanti negara-negara mayoritas muslim dapat membangun organisasi yg kuat dalam berbagai bidang tidak hanya dalam hal ekonomi saja seperti uni eropa…tetapi juga militer,  sosial dan budaya… dan sayangnya dewasa ini masih banyak negara-negara islam katakanlah begitu, yg masih terkungkung dalam sistem pemerintahan monarki yg otoriter dan oligarkis ( terutama di timur tengah ) sehingga negara hanya dikuasai oleh elit elit tertentu secara secara turun temurun…

misteri wrote:mereka itu satu dan aqidah yang menyatukan mereka, bukan atas nama bangsa, suku, ras. dimana salahnya ide khilafah?

Tidak ada yg salah dengan ide khilafah… sudah saya katakan berulang ulang… ide/nafasnya sama dengan demokrasi yaitu persamaan hak dan keadilan… yg saya tolak adalah mekanisme menjalankan pemerintahannya yg meletakan otoritas keagamaan, militer, dan pengadil pada satu sosok pribadi tertentu… hal ini rawan menimbulkan sistem pemerintahan dinasti yg otoriter dan oligarkis sebagaimana yg dipertontonkan model kekhalifahan setelah runtuhnya khalifah Ali ra akibat perpecahan umat islam…

Maka tidak berlebihan rasanya jika saya katakan bahwa hanya rasulullah SAW dan murid-murid terbaiknya saja yg sanggup menjalankan sistem khilafah…

misteri wrote:berbicara tentang negeri ini yang sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa, seperti didalam sebuah keragu-raguan. Negara agama bukan, sekuler bukan, sosialis? lalu negara apa coba?

Negara demokrasi berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa… yg artinya negara dibangun berdasarkan persamaan hak - hak hidup setiap warganya yang majemuk dan pengakuan terhadap prinsip - prinsip Ketuhanan… no sekuler dan kapitalis apalagi atheis…  

misteri wrote:bayangkan implikasi ketidakjelasan konsep negeri ini. jadi syariat ditempatkan dimana oleh negeri ini dan pelaksanaannya gimana? penegakannya gimana? buktinya saya masih ketemu orang yang makan daging babi, minum khamr, judi, main ke tempat prostitusi.

Ya penegakan hukumnya dong yg harus kita kritisi bukan sistem pemerintahannya… kita juga semua tahu miras, judi dan prostitusi dilarang, tidak hanya undang- undang bahkan perda pun mengaturnya… dan hal itu sesuai dengan syariat islam
Mengenai makan daging babi… apa kita pernah mendengar sebuah kisah tentang rasulullah menghukum seseorang muslim / non muslim lantaran makan daging babi di madinah? Yg anda bicarakan ini ranah amal perbuatan baik dan buruk yg sudah ada ketetapannya dari Allah melalui ganjaran pahala dan dosa… jadi rasanya tidak relevan untuk diangkat dalam hal mempertanyakan posisi syariat… sama halnya dengan mempertanyakan apa hukuman untuk muslim yg tidak menjalankan puasa dan  shalat?

Syariat Islam bisa dituangkan dalam bentuk undang undang maupun perda.

misteri wrote:seperti yang tadi bahwa konsep negeri ini dalam keragu-raguan. pernahkah beda agama dapat disatukan? dalam sebuah bingkai konsep ketidakjelasan negeri? itu hanya terjadi disini.

Yg saya bold... Anda bicara dalam konteks apa nih? Bicara prinsip jelas tidak mungkin keyakinan agama yg berbeda bisa disatukan… persatuan hanya bisa jika dilakukan dalam konteks berbangsa dan bernegara… apa anda ingin memaksa setiap non muslim dinegara ini untuk mualaf agar kita bisa bersatu, gitu?

Keragu-raguan itu kan persepsi anda… bagi saya jelas negara ini adalah negara demokrasi.

misteri wrote:sedangkan demokrasi membenarkan pembahasan bahkan menetapkan suatu undang-undang yang menentang dalil, masalah pornografi, perjudian, prostitusi, pemilihan non muslim sebagai pemimpin, dsb.

Contohnya mas?

misteri wrote:ya, pancasila sebagai dasar negara/ideologi. okelah memang gak bertentangan dengan Al Quran, tetapi apakah pancasila ini memeneuhi persyaratan untuk dijadikan sebuah ideologi, seperti kapitalisme, sosialisme?

Dunia mengakui kemajemukan bangsa Indonesia bisa dipersatukan oleh pancasila… uji saja kenapa pancasila tidak memenuhi syarat untuk dijadikan ideologi suatu bangsa oleh anda? Apa standar kelayakan sebuah ideologi dapat diterima atau tidak oleh anda? Oke harus sesuai syariat…poin / sila yang mana dari pancasila yang tidak sesuai syariat menurut anda?

misteri wrote:benar sekali, bahwa kunci itu ada di dalam orang" yang menjalankan tapi harus dengan kendaraan sistem pemerintahan yang baik juga. didasari oleh ideologi (pemikiran mendasar) yang tepat sehingga lahir aturan politik, ekonomi, pemerintahan, dll sehingga keadilan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. pemikiran mendasar ini juga akan menentukan misi dan tugas apa yang wajib diemban oleh negara.

Maka dari itu saya katakan sistem kekhalifahan bukan mekanisme yg tepat untuk digunakan oleh bangsa kita…terlebih sangat sulit mencari sosok individu yg bisa bertugas sebagai pemimpin agama, militer dan hakim sebagaimana yg rasulullah lakukan…

Tidak melaksanakan kekhalifahan bukan berarti menolak syariat Islam… dalam bingkai demokrasi pun kita bisa menjalankan syariat Islam… melalui undang undang, peraturan dan lain sebagainya…
Tetapi tetap saja kuncinya ada pada orang - orang yg amanah sebagai wakil kita di DPR untuk dapat memastikan apakah syariat Islam ditegakkan atau tidak.
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by satria bergitar on Wed Jan 29, 2014 4:59 pm

@dee-nee wrote:coach mana nih ??

 pusing 

sori nih bu asmen... saya agak kendor genjot becaknya mudah mudahan pertengahan februari bisa normal lagi...

wayahna... selagi saya bertapa...saya percayakan bu asmen sebagai jubir resmi demokrasi... :lol:ni juga mampir cm byar hutang mas misteri aja...

 juang semangat ya bu asmen... suka
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by abu hanan on Wed Jan 29, 2014 5:15 pm

@coach

juga mampir cm byar hutang mas misteri aja...
hah????????
 pusing 

lha setoran becaknyah?????
 tidaaaak 


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Fri Jan 31, 2014 11:12 am

mas sagi wrote:yg ngajak bercerai berai itu siapa mas? Hihihi…

lha saya juga gak ngajak, kenyataannya bagaimana? bersatu ya? jelasin dong persatuannya sesolid apa?

mas sagi wrote:contohnya mas? Saya jadi ingin tahu definisi Syariat Islam menurut anda seperti apa… dan bagaimana impelementasinya?

Simple satu satu aja, tiadakan Riba di Republik Indonesia, berani?
hihihi... piss 

mas sagi wrote:apapun bentuk sistem pemerintahannya syariat islam tetap bisa dijalankan

Apapun itu apa aja?

mas sagi wrote:Saya setuju syariat islam mesti ditegakkan tp bukan berarti hanya mutlak dapat dilakukan melalui mekanisme kekhalifahan

beda pendapat kan boleh ya mas..hihi..
saya lebih saklek di Khilafah...

ya, seperti kata mas sabil, kita tunggu aja "proses belajarnya" para penguasa negeri ini.
kita lihat hasilnya 2014, kalau pemilu sukses dilaksanakan.

mas sagi wrote:Saya selalu berpikir tentang Amerika yg sekuler dalam menjalankan sistem pemerintahannya saja,begitu sukses melaksanakan demokrasinya

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang berlaku zalim..."

mas sagi wrote:Apa anda lupa sejarah runtuhnya khalifah Ali ra pun karena perpecahan umat islam, dan ini adalah bukti bahwa tidak ada jaminan sistem khilafah dapat mempersatukan umat islam… itu baru ruang lingkup bangsa arab saja… bagaimana dengan dunia ini yg dipenuhi berbagai latar belakang budaya, tradisi yg berbeda beda?

kalau begitu, beri tahu saya sistem seperti apa yang mampu menjalankan syariat secara total dan tak ada toleransi tentang kebenaran yang nyata Al-Quran didukung Hadits serta mempersatukan umat seperti dulu, sehingga kita bisa sangat merasakan sakitnya ketika saudara kita (muslim) didzalimi dan segera membantunya.

mas sagi wrote:ide/nafasnya sama dengan demokrasi yaitu persamaan hak dan keadilan

terus dimana "kebenaran" berada? bukan dijadikan sebagai ide mutlak?

mas sagi wrote:saya tolak adalah mekanisme menjalankan pemerintahannya yg meletakan otoritas keagamaan, militer, dan pengadil pada satu sosok pribadi tertentu

berarti dengan begitu khilafah ini akan menjadi otoriter? otoriter seperti apa yang anda maksud?  contoh?

mas sagi wrote:Maka tidak berlebihan rasanya jika saya katakan bahwa hanya rasulullah SAW dan murid-murid terbaiknya saja yg sanggup menjalankan sistem khilafah

boleh saja anda berpendapat, tapi jangan lupa kita harus berusaha berakhlak seperti mereka terlebih "idolnya" rasulullah SAW

mas sagi wrote:Negara demokrasi berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa

jadi mau katakan apa negeri ini? sekuler? sosialis? agamis? mayoritas islam loh..
majemuk? islam juga melindungi pluralitas kok, kagak usah takut mas.
Islam kan rahmatan lil 'alamin  saking rahmatan lil 'alaminnya kita terlalu toleran. lihat aja pembangunan rumah ibadah agama lain.

mas sagi wrote:Ya penegakan hukumnya dong yg harus kita kritisi bukan sistem pemerintahannya.

loh yang saya kritisi pemerintahannya kan boleh. berani gak bilang Al-Quran dan As Sunnah mutlak jadi hukum negara Indonesiah? kalau mutlak ya berarti akan dihabisin tuh tempat-tempat hiburan, judi, prostitusi. masih tahan ngelihat disekitar kita kemungkaran? paling kemampuan kita hanya diam dalam hati "lemah".

mas sagi wrote:Yg saya bold... Anda bicara dalam konteks apa nih?

ya konteks negara ini, sebenaranya minoritas pun berpikir, ngelihat tingkah laku muslim mayoritas dengan berita diberbagai "media".
berpikir juga akidah kita tak dapat disatukan. contoh keributan apa yang bikin lucu? "miss world".
lama-lama bali memisahkan diri juga tuh. karena fpi dianggap ekstrim, tapi apa kita akan mengatakan salah kepada manusia yang memerangi kemungkaran? galau aja deh. apa lama-lama kita  akan lunak bahwa kita yang salah?

mas sagi wrote:Keragu-raguan itu kan persepsi anda… bagi saya jelas negara ini adalah negara demokrasi

benar sekali itu juga pendapat saya..hehehe
ya karena ragu", indonesia punya 5 agama. didalam itu ada majelis ulama yang mengawal muslim. otoritas MUI apa saja mas? bisa senetral apa MUI? Indonesia ini bukan hanya Islam loh.

mas sagi wrote:Contohnya mas?

RUU kesetaraan gender, masalah pornografi pernah dibahas belum untuk dibikin undang"nya? ada yang menolak gak? terus galau deh yang mau bikin undang-undang. padahal kan dah jelas dan nyata dalam Al Quran dan As Sunnah.



mas sagi wrote:Dunia mengakui kemajemukan bangsa Indonesia bisa dipersatukan oleh pancasila.

pancasila apa karena mayoritas muslim NU dan Muhammadiyah yang toleran?
saya katakan pancasila kan gak mengatur secara lengkap kehidupan. mau dibandingin ideologi islam? dan saya dah bilang oke bahwa pancasila tidak bertentangan dengan islam. ya anda bandingin aja ideologi islam (rahmatan lil 'alamin) vs ideologi pancasila.

mas sagi wrote:Maka dari itu saya katakan sistem kekhalifahan bukan mekanisme yg tepat untuk digunakan oleh bangsa kita.

saya hargai apa pendapat anda..hihihi...

mas sagi wrote:terlebih sangat sulit mencari sosok individu yg bisa bertugas sebagai pemimpin agama, militer dan hakim sebagaimana yg rasulullah lakukan.

ah masnya ini suka bikin pesimis aja..hihihi

mas sagi wrote:Tidak melaksanakan kekhalifahan bukan berarti menolak syariat Islam.

betul sekali, tetapi dengan ide kekhalifahan semoga penegakan syariat total membara dan ditegakkan tak pandang bulu. RidhaNya kan yang kita harapkan?

mas sagi wrote:Tetapi tetap saja kuncinya ada pada orang - orang yg amanah sebagai wakil kita di DPR untuk dapat memastikan apakah syariat Islam ditegakkan atau tidak.

kan DPR yang digadang-gadangkan..hihihi
udah jadi tabiat itu, bagaimana bisa tanpa revolusi  yuhuii
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Mon Feb 03, 2014 8:47 pm

@satria bergitar wrote:
@dee-nee wrote:coach mana nih ??

 pusing 

sori nih bu asmen... saya agak kendor genjot becaknya mudah mudahan pertengahan februari bisa normal lagi...

wayahna... selagi saya bertapa...saya percayakan bu asmen sebagai jubir resmi demokrasi... :lol:ni juga mampir cm byar hutang mas misteri aja...

 juang semangat ya bu asmen... suka

LOL ... dibayar sama KPU juga ga .... hahahahahaha

 ketawa guling ketawa guling 

tapi Inshallah saya tetap semangat

 juang juang 








 nangis nangis
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Mon Feb 03, 2014 8:49 pm

@abu hanan wrote:@coach

juga mampir cm byar hutang mas misteri aja...
hah????????
 pusing 

lha setoran becaknyah?????
 tidaaaak 

Mbah Abou ....

kalau sekarang PKB ngajuin JK gimana mbah ??
masih golput ??

hihihihihihihi

 piss 
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by satria bergitar on Tue Feb 04, 2014 4:09 pm

Bicara tentang kekhalifahan… pernah ngga sih kita berpikir atau bertanya, dahulu ketika negara kita ini akan dibentuk kenapa para ulama terdahulu tidak berbicara sedikitpun mengenai sistem kekhalifahan bagi negara kita ini? Jikalau ingin… bisa saja seluruh ulama bersatu pada saat itu untuk menuntut terbentuknya sistem khilafah… akan tetapi kenapa mereka tidak melakukan itu?

Maka ada dua hal dalam kajian saya kenapa para ulama baik NU, Muhammadiyah, Persis dan lainnya tidak bergeming mengenai ide terbentuknya sistem khilafah di negara kita…

pertama karena mekanisme khilafah tidak tepat dilaksanakan di negara kita bahkan sudah tidak relevan untuk dilaksanakan pada zaman sekarang ini… hal ini disebabkan bentuk khilafah yg dahulu dilakukan oleh khulafaur rasyidin ( saya ambil contoh KR, karena saya pikir hanya KR yg dapat dijadikan studi banding atau blueprint terbaik dalam merepresenatsikan bentuk kekhalifahan sesuai amanat Islam selebihnya hanya politik dinasti yg tdk jauh berbeda dgn bentuk pemerintahan monarki oligarkis) bersifat universal yang meliputi seluruh dunia Islam yang mengintegrasikan agama dan politik,dalam satu kesatuan sehingga negara merupakan lembaga politik sekaligus agama…sehingga peran Khalifah mempunyai porsi yg besar dan penting karena memiliki 3 otoritas sekaligus yaitu pemimpin agama(imam), Pemimpin Negara, dan Pengadil (hakim)… dan saya bisa mengerti kenapa hal itu ( bold )bisa terjadi dan dilakukan di masa para sahabat mengingat latar budaya arab yg sangat chauvinis sekali pada masa itu…

Memang dalam mempersatukan  umat islam sistem khilafah terlihat sangat ideal sekali… namun jika kita kaji dahulu kala persatuan itupun terjadi karena ruang lingkup kebangsaan yang homogen yaitu bangsa arab saja dan karena sosok yg dijadikan pemimpin pun adalah pribadi2 yg memang luar biasa (khulafaur rasidin. Red)…jadi sebenarnya bagi saya sangat klise dan utopis ketika berbicara tentang persatuan umat islam dalam bentuk khilafah mengingat penduduk muslim didunia mempunyai latar belakang budaya yg majemuk dan heterogen… juga sulit sekali mewujudkannya dewasa ini…sebab negara-negara Islam atau yang berpenduduk mayoritas muslim sudah sangat mapan dan nyaman dengan nation state-nya… terlebih hampir mustahil mencari pemimpin yg dapat berperan melakasanakan 3 otoritas sekaligus seperti catatan saya diatas... Jadi rasanya tidak berlebihan jika saya katakan sistem khilafah sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan utopis.

Kajian kedua… sejauh yang saya baca dan ingat dari berbagai referensi, secara hukum islam pun baik itu Al-Quran, hadist dan ijma’ ulama tidak mewajibkan untuk melaksanakan sistem khilafah…Tidak terdapat satu pun ayat al-Qur'an maupun hadis yang mewajibkan umat Islam untuk mendirikan khilafah… Yang diperintahkan oleh Islam adalah mendirikan imamah (kepemimpinan), dan imamah bentuknya tidak harus khilafah, tetapi disesuaikan dengan situasi dan perkembangan politik sosial budaya yang ada sehingga relevan…

Akan tetapi ada satu hal yg disepakati para ulama yaitu mengenai syariat Islam yg harus tetap dijalankan… entah itu melalui mekanisme hukum negara yag formil berupa perundang - undangan maupun non formil seperti tradisi adat dan budaya… dan inilah menurut saya yg terpenting… peneggakkan syariatnya.

Saya akui negara kita ini bukan negara yg melaksanakan syariat Islam secara total tapi kita juga harus menyadari bahwa ketika negara kita dibangun kita sama sekali tidak punya panutan atau acuan kepada siapa kita harus mencontoh? dan bagaimana implementasi syariat islam yang benar di jaman modern ini

Misal mengenai hukum perbankan kita… kenapa kita tidak  memakai sistem syariah sejak dlu? karena memang pada saat itu belum ada studi2 khusus yang meneliti tentang perbankan dgn metode syariah… yg ada dalam syariat yg dicontohkan oleh nabi adalah hukum jual beli…sebab perbankan adalah produk jaman modern yg tidak ada sejarahnya dalam dunia Islam… dan ternyata setelah diteliti dilakukan tesis2 dsb hukum jual beli tersebut bisa diterapkan dalam sistem perbankan dgn apa yg kita sebut saat ini perbankan syariah…ada istilah mudharabah, musyakarah,sharf dsb (jika Allah mengijinkan insya Allah sayapun ingin mengambil tesis mengenai perbankan syariah…) hal ini menunjukan bahwa ADAPTASI SYARIAT TERHADAP PERKEMBANGAN ZAMAN DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA TEKNOLOGI SANGAT MEMPERNGARUHI KEDUDUKAN DAN IMPLEMENTASI SYARIAT ITU SENDIRI... penggunaan enzim babi sebagai katalisator obat dan vaksin adalah contoh lainnya

maka disinilah kita harus belajar arif menilai suatu masalah… pertanyaan kenapa kita tidak menjalankan syariah secara total dengan sendirinya perlahan - lahan akan terjawab bagi muslim yg memang mau berfikir dan toleran terhadap perkembangan jaman, tidak mengedepankan fanatisme buta tanpa mempelajari akar masalah yang ada…


Dan tidak semua sistem syariah dapat diterapkan dalam setiap hukum dan undang undang…ada mekanisme tertentu dalam menerapkan syariat islam dengan baik dan benar…seperti yg pak yusril ihza mahendra katakan : “ banyak orang tiap hari bicara tentang penerapan Syariat Islam tapi tidak tahu apa yang harus diterapkan. Secara akademik, menurut Yusril , mesti dijelaskan dulu konsep dan normanya seperti apa, kemudian institusi yang akan dibangun seperti apa”

seperti kita tahu beliau adalah salah seorang yg sangat memperjuangkan Syariat Islam untuk dijadikan hukum dengan cara mengamandemen UUD 45 berikut artikerl beliau tentang penerapan syariat Islam dalam negara kita.

Spoiler:
Menteri Kehakiman dan HAM yang juga Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang Prof. DR Yusril Ihza Mahendra menyatakan, banyak orang tiap hari bicara tentang penerapan Syariat Islam tapi tidak tahu apa yang harus diterapkan. Secara akademik, menurut Yusril , mesti dijelaskan dulu konsep dan normanya seperti apa, kemudian institusi yang akan dibangun seperti apa. Sebab kalau tidak bisa, hanya akan menimbulkan banyak permasalahan seperti yang terjadi di Pakistan atau seperti yang terjadi di negara bagian Kelantang di Malaysia.

Berbicara di hadapan warga Muhammadiyah Magelang baru-baru ini Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra mengemukakan, sekarang ini dia harus bekerja keras membantu Propinsi Nangro Aceh Darussalam dalam rangka menciptakan kanun Syariat Islam, kemudian membangun institusinya untuk menegakkannya , mulai dari polisi , jaksa sampai hakim yang akan mengadili kasus-kasus pelanggaran atau kejahatan yang diatur di dalam kanun Nangro Aceh Darussalam.
Kita tahu, kata Yusril bahwa Islam itu mempunyai hukum. Dilihat secara fakta dan historisnya , Indonesia sebagai negeri yang mayoritas beragama Islam. Namun kita tidak dapat membantah juga bahwa kesadaran setiap orang Islam itu kepada agamanya atau lebih spesifik lagi kepada hukum Islam itu bisa berbeda-beda. Diingtkan, sebelum kehadiran Islam ke Indonesia sudah ada hukum adat . Hukum adat yang berkembang di tengah-tengah masyarakat kita ini bersifat komunal. Ada hukum adat Jawa , Sunda , hukum adat Minangkabau hukum adat Batak dan ada sub-subnya lagi seperti ada hukum adat Madura.

Ketika mereka masuk Islam, mereka menerima ajaran Islam ini dalam artian ibadahnya , tauhidnya remang-remang karena itulah lahir Muhammadiah untuk memghadapi kemusyrikan. Di bidang hukum terutama di pulau Jawa yang diterima itu hanya hukum perkawinannya. Kalau kawin datang ke Penghulu. Inilah situasi yang kita hadapi di tanah air kita ini.


Memahami konteks masyarakat
Jadi kita harus melihat sisi normative, sosiologis dan historis masyarakat. " Ini yang kadang-kadang tidak difahami oleh kawan-kawan yang pulang dari Timur Tengah yang belajar di universitas-universitas atau di madrasah-madrasah Saudi Arabia. Pulang ke Indonesia menggebu-gebu mau menerapkan Syariat Islam tapi tidak memahami konteks masyarakatnya.

Karena Indonesia ini negeri yang unik dimana kalau kita belajar hukum warisan antara system kekerabatan materinium itu ada pada orang Minangkabau, system kekerabatan patrinium ada pada orang Batak dan system kekerabatran bilateral ada pada orang Jawa dan Melayu. Di Timur Tengah hanya ada satu system yaitu system kekerabatan patrinium saja. Orang Iran susah payah untuk membangun system bilateral untuk mencari dalih supaya Hasan dan Husen adalah keturunan Rasulallah dari Siti Fatimah , karena Rasulallah tidak mempunyai anak laki-laki. Berdasarkan system patrinium Rasulallah itu putus keturunannya , karena anaknya yang ada hanya Fatimah.Cucu Hasan dan Husen itu tidak dapat dinisbatkan kepada rasulallah karena mereka lahir melalui garis ibu.

Sistem hukum adat tradisional dan sistem patrinium dan sistem-sistem lainnya akan sangat besar artinya dalam rangka membangun hukum nasional di Indonesia. Karena itu meskipun di bidang perkawinan dan waris itu telah diatur secara detail di dalam al-Quran dan Sunnah , maka ketika kita mau mengimplementasikannya sebelum diterapkan kita harus merumuskannya terlebih dahulu menjadi kaedah hukum positif.

Dari segi hukum kewarisan dan hukum perkawinan pun sebenarnya prinsip Syariah yang sudah detil itu harus diangkat lebih dahulu jadi hukum positif . dan diangkat jadi hukum positif baru dia dapat diinforce oleh aparatur negara. Kalau belum diangkat menjadi hukum positif dia belum menjadi hukum yang dapat di terapkan. Jadi dalam bahasa ilmu hukum barangkali dia masih merupakan cita-cita, belum merupakan hukum yang betul-betul hukum positif yang berlaku.

"Jadi tugas kita untuk melaksanakan Syariat Islam itu pertama-tama kita menjelaskan secara akademik apa itu Syariat Islam, kemudian memformulasikannya secara konseptual seperti ini dan sesudah itu kita memperjuangkannya secara politik supaya dia menjadi hukum positif lalu menyebar luaskan kepada masyarakat supaya tersosialisasi lantas membangun institusi-institusi untuk menerapkannya , tampa itu pembicaraan menegakkan Syariat Islam itu hanya akan menjadi suatu yang sia-sia dan dia tidak lebih daripada pengajian-pengajian belaka , duduk ramai-ramai ada ustadznya, atau ada mentornya.

Perjuangan politik
Proses merumuskan kaedah-kaedah hukum yang ditransformasi menjadi hukum positif itu , menurut Prof. Yusril Ihza Mahendra , memerlukan suatu perjuangan politik. Proses menciptakan hukum adalah proses politik yang merupakan kekuatan politik paling dominan yang akan sangat mempengaruhi corak norma hukum yang dilahirkannya.
Jadi kalau di Kabupaten Magelang mau menerapkan Perda Syariat Islam jangan harap karena mayoritas anggota DPRD Magelang tidak memiliki aspirasi untuk menjalankan Syaraiat Islam meskipun seandainya Syariat Islam menjadi the living law dalam masyarakat Kabupaten Magelang. Untuk membangun Syariat Islam memerlukan satu proses politik. Bila proses politik telah tercipta dan melahirkan satu hukum positif harus pula ditunjang oleh adanya institusinya guna melaksanakannya.

Makanya tugas kita di Nanggro Aceh Darusaalam sekarang ini adalah menciptakan kanun, mentraining polisi , mentraning jaksa. Kemudian saya mengajukan amandemen ke DPR-RI untuk mengubah status peradilan agama untuk Nangro Aceh Darussalam. Pengadilan agama selain berwenang memutuskan perkara-perkara nikah talak rujuk dan sebagainya seperti diatur dalam peradilan agama juga diberikan kewenangan untuk memeriksa kasus-kasus pelanggaran terhadap kanun Nanggro Aceh Darussalam. Jadi situ masuk delik tentang halwat ( laki-laki dan wanita dua-duaan) tapi bukan zina Dan juga memeriksa kasus-kasus perjudian , perzinahan . Dicabut dulu kewenangannya dari Pengadilan Negeri kemudian diserahkan kepada Pengadilan Agama dan akan mengadilinya berdasarkan kanun Nanggo Aceh Darussalam.

Kedudukan Syariat Islam
Dalam dialognya yang mendapat perhatian seris dari warga Muhammadiyah Magelang Prof Yusril melontarkan pertanyaan , dimana kedudukan Syariat Islam di Indoesia ini. Menurut Yusril, syariat sebenarnya adalah norma-norma dasar. Dia sendiri bukanlah hukum tetapi merupakan norma dasar. Syariat belum merupakan sebuah hukum yang dapat diinvlove secara langsung kecuali di bidang hukum waris dan hukum perkawinan tadi .
Dalam kondisi hukum nasional kita sekarang ini menurut Yusril, kita ingin membangujn satu univikasi hukum dengan tetap mengakui adanya kemajemukan masyarakat di bidang hukum publik. Kita ingin supaya ada univikasi satu hukum untuk semua orang di Indonesia seperti misalnya ; lalu lintas. Undang-Undang lalu lintas adalah Public Law . Dalam UU Lalu Lintas tidak mungkin kita menggunakan UU Lalu Lintas yang berbeda-beda. Orang Jawa jalan sebelah kanan , orang Batak jalan sebelah kiri. Kalau supir bis yang kebetulan orang Jawa berpapasan dengan supir bis yang kebetulan orang Batak pasti tidak dapat dihindari terjadinya tambrakan. Karena itu aturannya harus yang sama.
Tetapi, lanjut Yusril, kita tidak mungkin melakukan univikasi dibidang hukum perkawinan dan kewarisan sebagai suatu contoh. Jadi tetap harus ada univikasi , tetap ada pluralisme di bidang hukum ini. Namun pertanyaanya dimana kedudukan hukum Islamnya. Dikemukakan oleh Yusril, dalam hal menciptakan hukum yang univikasi ini kedudukan dari syariat Islam dia adalah sebagai sumber hukum, dia adalah " the source law "

Diakuinya bahwa dia sendiri menggunakan 4 sumber hukum; pertama Syariat Islam, kedua Hukum Adat, ketiga hukum eks kolonial Belanda yang diterima oleh masyarakat dan yang keempat adalah konvensi-konvensi internasional yang mengatur bidang tertentu yang kita perlukan tetapi kita belum mempunyai kaedah-kaidahnya. Maka keempatnya itu kita jadikan sumber dalam menyusun satu kaidah hukum nasional yang baru.
http://www.pelita.or.id/baca.php?id=1522

kesekian kalinya saya katakan saya setuju syariat islam mesti ditegakkan…tapi kita harus faham terlebih dahulu apa itu syariat islam dan bagaimana implementasinya…dan hal itu bisa dilakukan tanpa mengubah sistem pemerintahan kita menjadi sistem kekhalifahan sebagaimana yg prof yusril katakan di artikel diatas
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Tue Feb 04, 2014 10:55 pm

ayo nih, mana pemain lainnya?
diem-diem ada yang nge-like posting mas sagi.. ehmm

ijin membaca pendapat anda yang didukung oleh pendapat Profesor, beraat ooy..panik

nanti kalau bisa saya jawab, kalau gak bisa ya saya serahkan ke pemain lain aja..
bolehlah berbeda pendapat, dan perbedaan pendapat itu tak selalu untuk diperdebatkan..

ngeless gitar mode on...ketiwi

summon pemain lainnya  panik
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by satria bergitar on Wed Feb 05, 2014 10:17 am

kyanya bakal banyak ngulang materi diskusi nih...
@mystery wrote:
mas sagi wrote:yg ngajak bercerai berai itu siapa mas? Hihihi…

lha saya juga gak ngajak, kenyataannya bagaimana? bersatu ya? jelasin dong persatuannya sesolid apa?

persatuan seperti apa yg jadi ukuran mas? tolong jgn bandingkan keadaan sekarang dengan keadaan dimana rasulullah hidup dijaman dulu mas... semua berbeda dalam segala sisi kehidupan entah itu sosioligi, geografis wilayah, ilmu pengetahuan dan teknologi dsb... kita tidak bisa memaksakan sistem kekhalifahan dengan dalih persatuan umat islam tanpa melihat akar permasalahan yg jadi penghambat mas...

ingat secara histori budaya... islam masuk ke indonesia tidak sama seperti halnya islam masuk ke iran, irak, suriah dan daratan timteng lainnya yg menjadi jalur wilayah ekspansi kekuasaan kekhalifahan... sehingga pemahaman tentang sistem organisasi kekhalifahan bisa langsung diterapkan karena adanya interaksi langsung dengan pemerintah kekhalifahan... terlebih keadaan geografis yg berdekatan antar satu wilayah dan yg lainnya serta yg terpenting adalah garis kebangsaan yg sama yaitu bangsa arab...menjadi faktor penting berkembangnya sistem kekhalifahan...

beda dengan kita...islam masuk tidak melalui mekanisme politik spt halnya di timteng, masuk ke Nusantara melalui mekanisme interaksi sosial... yaitu dakwah dan perdagangan sehingga yg terjadi adalah akurlturasi budaya... karena tanpa adanya akulturasi budaya sulit sekali islam bisa masuk ke Nusantara disebabkan kuatnya tradisi budaya hindu - budha pada masa itu... bisa dibayangkan jika yg terjadi kalau islam masuk melalui mekanisme politik kekhalifahan... bisa jadi sampai saat ini islam tidak akan bisa menjadi agama mayoritas di negeri ini...

saya jadi ingat babad tatar sunda mengenai kisah raden walang sungsang ( pangeran cakrabuana ) dan nyai rara santang ( nyai syarifah muda'im ) yg keduanya adalah putra putri raden pamanah rasa (prabu siliwangi) dari seorang muslimah taat bernama nyai subhang larang murid kyai syech Quro di Karawang, sementara raden pamanah rasa sendiri adalah penganut kepercayaan sang hyang widi...keturunan kedua pasangan ini yg kemudian mempengaruhi berkembangnya islam di tanah jawa...ini membuktikan pada saat itu toleransi kebangsaan telah terbentuk mengalahkan ego kepercayaan...

entah berapa kali saya uraikan  bagaimana sistem kekhalifahan hanya sesuai dengan kondisi yg terjadi pada saat itu... walaupun jika berbicara persatuan toh pada akhirnya sepeninggal rasullullah perpecahan umat islam tetap saja terjadi beberapa waktu sesudahnya...(tuhkan ngulang)

banyak cara jika ingin bersatu tanpa melalui kekhalifahan...silahkan anda baca ulang tulisan saya

dan yg terpenting sebenarnya (lagi2 mengulang tulisan) adalah menjalankan syariatnya bukan mendirikan khalifahnya

seharusnya kan kita harus selalu berpegang teguh pada agama Allah agar tidak tercerai berai (QS. Ali Imran: 103).

misteri wrote:
mas sagi wrote:contohnya mas? Saya jadi ingin tahu definisi Syariat Islam menurut anda seperti apa… dan bagaimana impelementasinya?

Simple satu satu aja, tiadakan Riba di Republik Indonesia, berani?
hihihi... piss

permasalahannya bukan pada berani atau tidak berani mas... tapi lihat akar permasalahan yg ada kenapa bisa sampai ada riba... dan bagaimana kita tahu itu riba jika tidak ada ukuran yg jelas mengingat komlpleksnya kehidupan modern saat ini... seperti contoh kasus bunga bank konvensional yg dianggap riba oleh sebagian ulama dan boleh untuk ulama yg lainnya... hal ini membuktikan betapa ambigunya sebuah syariat jika dihadapkan pada perkembangan jaman... maka disini kearifan ijtihad para ulama diperlukan untuk kemaslhatan bangsa...

sekedar bicara meniadakan sih gampang saja... yg jadi rumit ketika berbicara tentang implementasi menghilangkan riba itu sendiri...bagaimana caranya? step by stepnya? sebab kehidupan transaksi manusia dewasa ini tidak sesimpel sekedar jual beli barang dan jasa spt yg terjadi jaman rasullullah SAW...
( untuk bidang perbankan saya sebenarnya punya konsep syariah tersendiri yg akan dituangkan kedalam tesis saya nantinya )

misteri wrote:
mas sagi wrote:apapun bentuk sistem pemerintahannya syariat islam tetap bisa dijalankan

Apapun itu apa aja?

arab saudi yg mengaku menjalankan Syariat Islam menurut anda bentuknya apa? Iran? Suriah? dkk ?

misteri wrote:
mas sagi wrote:Saya setuju syariat islam mesti ditegakkan tp bukan berarti hanya mutlak dapat dilakukan melalui mekanisme kekhalifahan

beda pendapat kan boleh ya mas..hihi..
saya lebih saklek di Khilafah...

ya, seperti kata mas sabil, kita tunggu aja "proses belajarnya" para penguasa negeri ini.
kita lihat hasilnya 2014, kalau pemilu sukses dilaksanakan.

ya boleh saja itu hak anda sebagai warga negara yg demokrtis  piss ...
tapi kita juga jgn terlalu naif memaksakan ide khilafah  tanpa sadar kita jauh tertinggal oleh bangsa kafir... ketimbang menghabiskan waktu dgn bernostalgia tentang kejayaan islam di masa lampau, lebih baik berbenah sebaik mungkin agar demokrasi ini berjalan sesuai nafas islam... dan bisa menjadi panutan negara2 mayoritas muslim lainnya sehingga cita2 kita agar islam kembali berjaya dapat kita raih...

misteri wrote:
mas sagi wrote:Saya selalu berpikir tentang Amerika yg sekuler dalam menjalankan sistem pemerintahannya saja,begitu sukses melaksanakan demokrasinya

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang berlaku zalim..."
cenderung dalam hal apa dulu nih... dalam hal kongkalikong ya jelas tidak dong...

mas menimba ilmu itu jgnkan thdp kafir terhadap hewan pun boleh kita lakukan... tidak ada batasan kepada siapa atau dari apa kita dapat menimba ilmu...asal bisa mengambil hikmah positif darinya saya kira sah saja

"utlubul ilma walau bi syiin" (tuntutlah ilmu sampai ke negeri china) apa negara cina negara muslim?

misteri wrote:
mas sagi wrote:Apa anda lupa sejarah runtuhnya khalifah Ali ra pun karena perpecahan umat islam, dan ini adalah bukti bahwa tidak ada jaminan sistem khilafah dapat mempersatukan umat islam… itu baru ruang lingkup bangsa arab saja… bagaimana dengan dunia ini yg dipenuhi berbagai latar belakang budaya, tradisi yg berbeda beda?

kalau begitu, beri tahu saya sistem seperti apa yang mampu menjalankan syariat secara total dan tak ada toleransi tentang kebenaran yang nyata Al-Quran didukung Hadits serta mempersatukan umat seperti dulu, sehingga kita bisa sangat merasakan sakitnya ketika saudara kita (muslim) didzalimi dan segera membantunya.

bold : sistem apapun bisa hanya impelementasinya saja yg perlu disesuaikan contohnya arab saudi dengan bentuk kerajaannya, Iran dengan Republiknya, Kita dengan Demokrasi pun bisa menurut prof yusril
merah : tidak ada muslim yg menolak Alquran dan hadist...

misteri wrote:
mas sagi wrote:ide/nafasnya sama dengan demokrasi yaitu persamaan hak dan keadilan

terus dimana "kebenaran" berada? bukan dijadikan sebagai ide mutlak?

saya tidak mengerti maksud pertanyaan anda

misteri wrote:
mas sagi wrote:saya tolak adalah mekanisme menjalankan pemerintahannya yg meletakan otoritas keagamaan, militer, dan pengadil pada satu sosok pribadi tertentu

berarti dengan begitu khilafah ini akan menjadi otoriter? otoriter seperti apa yang anda maksud?  contoh?

lho memang saya bilang begitu ya???  lol

misteri wrote:
mas sagi wrote:Maka tidak berlebihan rasanya jika saya katakan bahwa hanya rasulullah SAW dan murid-murid terbaiknya saja yg sanggup menjalankan sistem khilafah

boleh saja anda berpendapat, tapi jangan lupa kita harus berusaha berakhlak seperti mereka terlebih "idolnya" rasulullah SAW

ya setuju... mau khilafah mau demokrasi... klo pelaksananya bisa berakhlak seperti beliau (lagi2 saya mengulang  lol ) islam akan menemukan kejayaannya di negeri ini dan sebaliknya klo orang2nya tetap tidak bisa berakhlak minimal seperti khulafaur rasydin... ya hancur juga toh?

khalifah Ali ra. Ketika ada seorang sahabat yang bertanya kepada beliau,   “Ya.. Ali…!!, Pada masa khalifah Abu Bakar keadaan umat Islam tidak kacau seperti ini, begitu juga pada masa khalifah Umar dan Utsman “. Kemudian Ali menjawab: “Dulu ketika masa pemerintahan Abu Bakar, Umar dan Usman, mereka memimpin orang-orang seperti aku dan sekarang aku memimpin orang-orang seperti kamu”.


misteri wrote:
mas sagi wrote:Negara demokrasi berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa

jadi mau katakan apa negeri ini? sekuler? sosialis? agamis? mayoritas islam loh..

coba anda interpretasikan apa itu sekuler, sosialis, agamis? dan kekhalifahan sendiri negara apa?

misteri wrote:majemuk? islam juga melindungi pluralitas kok, kagak usah takut mas.
Islam kan rahmatan lil 'alamin saking rahmatan lil 'alaminnya kita terlalu toleran. lihat aja pembangunan rumah ibadah agama lain.

lho kita ini khan bicara sistem kekhalifahan...dimana saya pernah bilang islam tidak menghormati pluralitas?
saya tahu itu... anda bicara seolah-olah saya non muslim yg takut akan islam yg tidak toleran...
dan perlu digarisbawahi bahwa toleransi pun  bisa kuat karena ada rasa kebangsaan yang sama meskipun beda agama...
lihat hubungan kita dgn malaysia... meskipun sama2 mayoritas muslim tetap kita akan membela saudara kita yg non muslim karena rasa kebangsaan yg kuat... dan itu lahir karena ideologi Pancasila

misteri wrote:
mas sagi wrote:Ya penegakan hukumnya dong yg harus kita kritisi bukan sistem pemerintahannya.
loh yang saya kritisi pemerintahannya kan boleh. berani gak bilang Al-Quran dan As Sunnah mutlak jadi hukum negara Indonesiah? kalau mutlak ya berarti akan dihabisin tuh tempat-tempat hiburan, judi, prostitusi. masih tahan ngelihat disekitar kita kemungkaran? paling kemampuan kita hanya diam dalam hati "lemah".
waduh mas...masa saya harus ngulang uraian penempatan Alquran dan Sunnah dlm perundang-undangan kita sih?

Dalam upaya menegakkan syariat Islam, tidak harus membentuk negara Islam. Nabi Muhammad sendiri tidak pernah membentuk negara Islam atau memberi nama pemerintahannya dengan nama negara Islam. Pemerintahan yang dibentuk adalah pemerintahan Madinah atau negara kota dan dasar konstitusinya pun bukan Alquran dan hadist melainkan piagam madinah yg dibentuk sesuai koridor amanah alquran .. dah konek blm mas?

mau habisin tempat hiburan tinggal atur perda toh? kuncinya( yah ngulang lagi ) ada pada orang yg melaksanakan konstitusi itu sendiri... aceh bisa tuh?

misteri wrote:
mas sagi wrote:Yg saya bold... Anda bicara dalam konteks apa nih?

ya konteks negara ini, sebenaranya minoritas pun berpikir, ngelihat tingkah laku muslim mayoritas dengan berita diberbagai "media".
berpikir juga akidah kita tak dapat disatukan. contoh keributan apa yang bikin lucu? "miss world".
lama-lama bali memisahkan diri juga tuh. karena fpi dianggap ekstrim, tapi apa kita akan mengatakan salah kepada manusia yang memerangi kemungkaran? galau aja deh. apa lama-lama kita  akan lunak bahwa kita yang salah?
definisi setiap orang dalam "memerangi kemungkaran" saja bisa berbeda apalagi berbicara "cara"... wajar banyak yg pro kontra terhadap pfi...
miss world dan bali... ?? gini deh apa kita bisa melarang orang cina tidak makan babi karena kita negara mayoritas muslim... ?
kenapa harus melarang sih? apa tidak bisa kita isolasi saja acara dan tayangan2nya?... nahi munkar memang penting tapi kita juga diajarkan lakum dinukum waliyadin

misteri wrote:
mas sagi wrote:Keragu-raguan itu kan persepsi anda… bagi saya jelas negara ini adalah negara demokrasi

benar sekali itu juga pendapat saya..hehehe
ya karena ragu", indonesia punya 5 agama. didalam itu ada majelis ulama yang mengawal muslim. otoritas MUI apa saja mas? bisa senetral apa MUI? Indonesia ini bukan hanya Islam loh.
emang MUI ngurisn kepentingan agama lain juga ya? kok bicara senetral apa?  lol 
misteri wrote:
mas sagi wrote:Contohnya mas?

RUU kesetaraan gender, masalah pornografi pernah dibahas belum untuk dibikin undang"nya? ada yang menolak gak? terus galau deh yang mau bikin undang-undang. padahal kan dah jelas dan nyata dalam Al Quran dan As Sunnah.
ada yg setuju ada yg menolak karena masing-masing punya argumen dan kepentingan tersendiri...lha iya saya tahu Alquran  melarang...tp teknis pelarangannya seperti apa? jaman dulu khan ga ada internet, media massa dsb...

misteri wrote:
mas sagi wrote:Dunia mengakui kemajemukan bangsa Indonesia bisa dipersatukan oleh pancasila.

pancasila apa karena mayoritas muslim NU dan Muhammadiyah yang toleran?

toleran karena ada rasa Persatuan Indonesia
misteri wrote:
saya katakan pancasila kan gak mengatur secara lengkap kehidupan.

kok mengatur secara lengkap kehidupan? khan ada perundang - undangan, PP, Perda, ada peraturan RT RW

misteri wrote:mau dibandingin ideologi islam? dan saya dah bilang oke bahwa pancasila tidak bertentangan dengan islam. ya anda bandingin aja ideologi islam (rahmatan lil 'alamin) vs ideologi pancasila.

lho kenapa harus di versuskan ... dsatu sisi bilang tidak bertentangan disisi lain malah diversuskan  pusing 
kok saya makin blur ya memahami penafsiran anda tentang ideologi...
justru ideologi pancasila lahir sesuai amanat islam...

Ketuhanan yg Maha Esa (islam)
Kemanusiaan yg adil dan Beradab (islam)
Persatuan Indonesia (islam)
Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan (islam )
Keadian Sosial bagi seluruh rakyat indonesia (islam)


misteri wrote:
mas sagi wrote:Maka dari itu saya katakan sistem kekhalifahan bukan mekanisme yg tepat untuk digunakan oleh bangsa kita.

saya hargai apa pendapat anda..hihihi...

mas sagi wrote:terlebih sangat sulit mencari sosok individu yg bisa bertugas sebagai pemimpin agama, militer dan hakim sebagaimana yg rasulullah lakukan.

ah masnya ini suka bikin pesimis aja..hihihi

mas sagi wrote:Tidak melaksanakan kekhalifahan bukan berarti menolak syariat Islam.

betul sekali, tetapi dengan ide kekhalifahan semoga penegakan syariat total membara dan ditegakkan tak pandang bulu. RidhaNya kan yang kita harapkan?

mas sagi wrote:Tetapi tetap saja kuncinya ada pada orang - orang yg amanah sebagai wakil kita di DPR untuk dapat memastikan apakah syariat Islam ditegakkan atau tidak.

kan DPR yang digadang-gadangkan..hihihi
udah jadi tabiat itu, bagaimana bisa tanpa revolusi  yuhuii
y udh sok mangga terangkan... bagaimana revolusi dapat membawa negara kita ke arah yg lebih baik...?jelaskan step by step yg harus kita lakukan dalam revolusi?
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Wed Feb 05, 2014 10:29 am

@mystery wrote:ayo nih, mana pemain lainnya?
diem-diem ada yang nge-like posting mas sagi.. ehmm

ijin membaca pendapat anda yang didukung oleh pendapat Profesor, beraat ooy..panik

nanti kalau bisa saya jawab, kalau gak bisa ya saya serahkan ke pemain lain aja..
bolehlah berbeda pendapat, dan perbedaan pendapat itu tak selalu untuk diperdebatkan..

ngeless gitar mode on...ketiwi

summon pemain lainnya  panik

saya yang like (angkat tangan)

wakakakakaka

piss

PS: walaupun ada yang masih nyangkut di kepala terkait pendapat yusril >>> tapi okelah ... over all ide nya bisa diterima ... walaupun implementasi nya  masih utopia (menurut saya) .... tapi kalau ide nya baik (baik bagi semua rakyat Indonesia) .... apa yang tidak mungkin di dunia ini

 piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Wed Feb 05, 2014 1:07 pm

@mas sagi

hmmm..kok jadi saya yang keliatan mengulang" diskusi yah?
tapi gapapalah...hehehee...

keliatan kok posting anda disitu seperti seolah" pendapat andalah yang paling benar..hehe..

1)tak usah panjang-panjang dulu..terlalu panjang dan saya fusing 7 keliling..hehe
anda juga gak mengerti masksud saya juga..
jangan-jangan dakwah tentang kekhilafahan menurut anda gak terlalu penting?
satu yah saya tekankan, setiap berbicara kekhilafahan itu syarat dengan syariat.
anda ngomongin demokrasi itu syarat dengan kedaulatan ditangan rakyat.
dari dasarnya aja dah bertentangan. berarti kan ada niat anda memodifikasi demokrasi yang bertentangan untuk dibelokkan menjadi demokrasi islam. betapa buruknya sistem demokrasi masih coba anda perjuangkan, lah emang islam itu apa sih? kok kayaknya kita harus manut terus sama USA. saya kaku dengan khilafah karena ada sejarahnya dan mereka mencontohkannya kepada kita, begini loh cari islam bernegara yang syarat dengan syariat. masih gak mau mencontoh, takut apa? takut gempa dimana-mana? banjir dimana-mana? gunung meletus?
#loh apa hubungannya  ehmm 

2)tentang pancasila, saya gak menentang, saya gak meremehkan para pejuang pancasila. kalau tak bertentangan apakah berarti pancasila dapat mewaikili islam?
ketika kita bicara ideologi islam kita sudah tahulah lengkapnya hukum-hukum alquran dan hadits. kalau kita bicara pancasila gimana nih?? menurut saya pancasila ini hanya miniatur Islam. kalau pancasila bernafaskan islam sedang islam itu inti nafasnya berarti pancasila tanpa islam tak adalah artinya dan islam tanpa pancasila tak jadi masalah. kalau anda mau samakan ideologi islam dengan ideologi pancasila ya monggo......

3)anda bilang seperti tentang contoh kasus bunga bank konvensional yg dianggap riba oleh sebagian ulama dan boleh untuk ulama yg lainnya. coba saya mau lihat bunga yang tidak dianggap riba itu seperti apa?biar saya gak salah tembak.
saya sih bawa dalil aja, dan kehidupan sekarang ini sangat syarat dengan riba, menurut saya. kenapa saya cuman ambil riba untuk dihapuskan? simpel sih : lha takut diperangi sama Allah dan RasulNya. Riba ini seperti barang sepele tapi dampaknya nyerah


====================================================================================================================================
note :  saya tak fanatisme buta kok, yang saya tekankan kan "kekhilafahan syarat dengan syariat", kita sama visinya menegakkan syariat, tapi anda disana dan saya disini.

“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah" [Al-An’am [6] : 57]

"Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan (hukum Allah), maka mereka itulah orang-orang kafir" [Al-Maidah [5] : 44]

"Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim" [Al-Maidah : 45]

"Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. [Al-Maidah : 47]

"Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu...... [QS An Nisaa' 60]

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.
Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".[HR. Imam Ahmad]
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by satria bergitar on Wed Feb 05, 2014 2:52 pm


misteri wrote:keliatan kok posting anda disitu seperti seolah" pendapat andalah yang paling benar..hehe..

mas misteri...saya mohon maaf mas apabila uraian saya menyinggung keyakinan pribadi anda...
saya disini tidak mencari pembenaran...dan tidak pula merasa benar... saya hanya berusaha mencoba memperlihatkan prespektif berbeda dalam menjalankan syariat Islam...

seperti halnya jihad...dahulu mungkin jaman rasulullah jihad itu hanya bisa di interpretasikan melalui perang melawan kaum jahiliyyah... tapi seiring perkembangan jaman presppektif jihadpun lambat laun berubah...sekarang menuntut ilmu, dan membantu org yg dalam bencana pun juga adalah jihad (ini menurut ulama lho bkn saya hehe) meskipun ada sebagian muslim yg tetap percaya bahwa jihad dan syahid hanya bisa didapatkan melalui peperangan...

sudahlah sebaiknya tiga poin tsb anda simpan sambil mencari jawaban kenapa begini..kenapa begitu seiring berjalannya waktu? saya pun sudah menerangkan segara gamblang dimana posisi saya berada... tujuan kita tetap sama hanya cara yg berbeda...

begitupun dengan dalil dalil yg anda bawa...banyak prespefktif yg bisa saya urai dalam menafsirkannya... tapi sudahlah toh tidak akan membuat derajat saya lebih mulia dibanding anda apabila saya tidak bisa mengamalkannya...

avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Wed Feb 05, 2014 3:41 pm

@mas sagi

haha...selow ya mas...maaf juga kalau sayapun merasa benar dengan pendapat sendiri. namanya juga manusia, selalu merasa benar dengan pendapat sendiri dan ini terjadi dijaman sekarang ini.

lagian ini masalah bersama, tak mungkin bisa kita memecahkannya cuman berdua/bertiga sedang yang lainnya hilang entah kemana...
seandainya bisa memecahkannya dalam ajang debat disini juga buat apa? yang penting kan dari yang terkecil diri sendiri-keluarga-masyarakat-dst, dulu tersadar akan pentingnya pemahaman islam mendalam dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan tetap berdakwah meski begitu beratnya berjuang di jalan agama. setelah itu baru kita akan tau apa yang akan terbentuk dari perjuangan kita dan apa yang akan dikehendaki Allah kepada umatNya untuk kedepannya.

mas sagi wrote:tapi sudahlah toh tidak akan membuat derajat saya lebih mulia dibanding anda apabila saya tidak bisa mengamalkannya

betul-betul, yang terpenting jangan selalu sebuah pendapat diperdebatkan menjadi debat yang tak pernah usai, sebenarnya saya juga tak terlalu senang dengan perdebatan yang panjang. disinipun kita ini cuman berdua lawan satu kelihatan berdebat bukan bermusyawarah untuk menemukan kebenaran karena gak ada yang menengahi kita, gak tau pada kemana.

====================================================================================================================================

in shaa Allah saya akan lebih mengutamakan hadits ini dalam diskusi forum :

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ  

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia.”
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Wed Feb 05, 2014 3:43 pm

boleh saya ikutan ??
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by satria bergitar on Wed Feb 05, 2014 3:51 pm

@dee-nee wrote:boleh saya ikutan ??
 basi 
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Wed Feb 05, 2014 3:53 pm

Bukan ke coach ... nanya nya ke Mistery ... kan dia tanya yang lain pada kemana

 piss 
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Wed Feb 05, 2014 3:54 pm

@dee-nee wrote:boleh saya ikutan ??

yah telat, berarti mbaknya yang jaga dulu kita yang ngumpet, gimana? deal yah?  lol 
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Wed Feb 05, 2014 3:58 pm

Hihihihihihihi

serius nih ... jadi mau ngobrol lagi ga ??

 kagum kagum 
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Wed Feb 05, 2014 4:02 pm

@dee-nee wrote:Hihihihihihihi

serius nih ... jadi mau ngobrol lagi ga ??

 kagum kagum 

ngobrolin apalagi mba? kalau ngobrolin jodoh saya mau? karena saya lagi cari jodoh yang gak akan kemana  
suka suka 

kalau mbak dini mau nambahin juga boleh, biar pemain lain yang sambut, jangan aku mulu..capek mikirin luas Indonesia, otaknya melepuh mbak  nyerah
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by dee-nee on Wed Feb 05, 2014 4:08 pm

tambahin deh ya ...

(kalau soal jodoh ... mungkin mang odoy lebih jago)

hehehehehehe

-----------

back to topic

Ini kan diatas antara mystery dan aa sagi bicara antara khilafah vs demokrasi

anggap saya netral (anggap dulu aja ... karena anda tau posisi saya dimana)

Gimana kalau kita bahas yang deket2 dulu di sekitar kita ... tentang masalah sosial dulu misalnya

Gimana menurut mystery dalam penanganan prostitusi yang benar ... sebaiknya apa tindakan pemerintah kita (anggap saja negara ini sudah menjadi sebuah negara Islam)

monggo

(btw OOT ga sih ?)
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by satria bergitar on Wed Feb 05, 2014 4:11 pm

misteri wrote:in shaa Allah saya akan lebih mengutamakan hadits ini dalam diskusi forum :

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ  

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia.”

cakep mas
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by mystery on Wed Feb 05, 2014 4:23 pm

@dee-nee wrote:tambahin deh ya ...

(kalau soal jodoh ... mungkin mang odoy lebih jago)

hehehehehehe

-----------

back to topic

Ini kan diatas antara mystery dan aa sagi bicara antara khilafah vs demokrasi

anggap saya netral (anggap dulu aja ... karena anda tau posisi saya dimana)

Gimana kalau kita bahas yang deket2 dulu di sekitar kita ... tentang masalah sosial dulu misalnya

Gimana menurut mystery dalam penanganan prostitusi yang benar ... sebaiknya apa tindakan pemerintah kita (anggap saja negara ini sudah menjadi sebuah negara Islam)

monggo

(btw OOT ga sih ?)

di summon yang lainnya mbak, saya lagi fusing batuk wal filek...ahahaha
jadi lagi agak gak mood mikirin yang beginian...

 info summon mbah abu, mas MM, mang odoy, mas PM, mas FD, mas Isaku, mas Ehan, mas Gusti Bara mas Ibnu, mas RHCP, dek wildan dan para pemain baru serta pemain lama yang tak saya sebutkan
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Rhoma Irama Capres PKB-Bagaimana Suara Muslim?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 5 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik