FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Halaman 1 dari 3 1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by abu hanan on Sat Dec 21, 2013 4:37 pm

ajukan segala argumen sehat dan berdalil..trit ini adalah sekuel dari http://www.laskarislam.com/t7883p175-perbedaan-sunni-dengan-syiah#top


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Sat Dec 21, 2013 5:30 pm

Judul threadnya saya kurang suka.


terlalu menyudutkan syiah sebagai objek "tersangka".
..yang cuma boleh melakukan pembelaan.

Dibelahan bumi lain, ada lho orang-orang yang menganggap justru sunni sebagai yang sesat dan kafir.

jangan karena jumlah sunni lebih banyak, otomatis jadi paling benar.

saya malah lebih suka judul sebelumnya dimana syiah dan sunni ada pada posisi yang sama.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by Moderator 3 on Sat Dec 21, 2013 5:48 pm

@panda1 wrote:Judul threadnya saya kurang suka.


terlalu menyudutkan syiah sebagai objek "tersangka".
..yang cuma boleh melakukan pembelaan.

Dibelahan bumi lain, ada lho orang-orang yang menganggap justru sunni sebagai yang sesat dan kafir.

jangan karena jumlah sunni lebih banyak, otomatis jadi paling benar.

saya malah lebih suka judul sebelumnya dimana syiah dan sunni ada pada posisi yang sama.
Approved
avatar
Moderator 3
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Posts : 99
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 17.12.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by isaku on Tue Dec 24, 2013 7:10 am

@Pak Panda
mohon maaf, dtinggal lama, baru sempat jawab,..


panda wrote:Selain itu Syiah juga mengambil persyaratan tertentu untuk Imam sholat jum'at , yang salah satunya adalah Adil dan legitimate. Kriteria penentuan Imam sholat inilah yang menjadikan shalat jumat di Iran tidak banyak sebagaimana di negara2 sunni lainnya.
menurut saya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan Pak Panda:
1. Shalat jumat wajib takhiri.... artinya wajib hanya jika terpenuhi a, b, c.
sebetulnya ini tidak ada bedanya dengan zakat yg punya nisab, dan haji yg dilihat kemampuannya.
artinya menurut syiah, saat ini sampai selamanya (karena tidak ada lagi imam ma'sum) Shalat jumat tidak wajib.

tapi di sisi lain pak Panda bersikeras mengatakan ulama syiah mewajibkan Shalat Jumat....

jadi apa kedudukannya Shalat jumat tsb? sunnah muakkad?, fardhu 'ain? fardhu kifayah?

2. Dispensasi kepada arab badui tidak dapat dijadikan dalil untuk wajib takhiri, karena RasuluLLAH jelas adalah imam ma'sum, jadi siapakah yg mengajarkan wajib takhiri ini, apakah ada riwayat imam Ali RA tidak mau bermakmum kepada Abu Bakar RA dan menggelar Shalat jumat sendiri dengan Beliau sebagai imamnya???

panda wrote:Disini bisa dilihat bahwa dalam syiah, kedudukan al hadits adalah hanya sebagai referensi. Al-Kafi pun hanya kumpulkan hadits yang belum tentu otentik. Oleh karena Itulah ulama syiah sesudah Beliau menseleksi hadis ini dan menentukan kedudukan setiap hadisnya.
referensi tidak dapat dikatakan hanya, karena ibadah harus dengan ilmu.
ketika tidak ada lagi imam ma'sum dan yg ada adalah kitab yg separo isinya lemah/palsu, apa yg dijadikan dasar??? penilaian ulama pun tentu berbeda2 dsetiap jamannya.

panda wrote:Berbeda dengan Sunni, Syiah menganggap hadits ”Kutinggalkan kepadamu dua perkara, yaitu Al Qur-an dan Sunnahku dimana kalau kamu berpegang teguh kepada keduanya, kamu tidak akan sesat selama-lamanya” adalah lemah..

Hadits yang kuat kedudukannya adalah Hadits tsaqalain “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).
menurut saya ini jg bisa fallacy yg syiah lakukan atau pak Panda lakukan,
satu sisi hadits adalah hanya, tapi memilih satu hadits dan meninggalkan yg lain.
memilih hadits tsaqalain karena shahih dan mengabaikan shahih2 yg lainnya.

Saya ingin bertanya 1hal, apakah semua hadits Aisyah dtolak?

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by thulabul ilmi on Tue Dec 24, 2013 10:34 am

assalamu'alaikum... hallo piss
wah kok pindah kesini jadi nya nih ?  


numpang baca-baca dulu yang sudah lewat mana 
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Pokok-Pokok Akidah Syi’ah

Post by thulabul ilmi on Tue Dec 24, 2013 11:22 am

Pokok-Pokok Akidah Syi’ah

                 
 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Zat Yang Maha Sempurna nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Saudaraku, sesungguhnya jalan kebenaran sangatlah jelas, begitu pula jalan kesesatan begitu gamblangnya. Semuanya telah ditunjukkan oleh Allah Ta’ala dan diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sejelas-jelasnya. Maka barangsiapa yang mengambil petunjuk dari Allah dan rasul-Nya dia akan meniti jalan kebenaran, sedangkan yang meninggalkannya akan terjerumus ke dalam jurang kesesatan. Di antara kelompok yang jauh menyimpang dari ajaran Allah dan rasul-Nya adalah ajaran Syi’ah. Walaupun mereka mengaku Islam, namun hakekatnya mereka bukanlah Islam. Kita akan lihat bagaimana akidah dan keyakinan Syi’ah yang disebutkan dalam kitab-kitab mereka sehingga kita bisa menilai siapa mereka sesungguhnya.


Akidah Syi’ah Tentang Nama dan Sifat Allah


Di antara akidah Syi’ah tentang nama dan sifat Allah adalah :



  1. Syi’ah menafikan (meniadakan) sifat nuzul (turun-Nya Allah) bagi Allah ke langit dunia dan menghukumi kafir bagi yang menetapkan hal tersebut. (Ushuulul Kaafi 1/103).

  2. Syi’ah menyifati imam-imam mereka dengan sifat-sifat Allah  dan menamai mereka dengan nama-nama Allah Ta’ala. (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/103)


Akidah Syi’ah Tentang Tauhid


Di antara akidah Syi’ah berkenaan dengan tauhid adalah :



  1. Syi’ah meyakini bahwa planet-planet dan bintang-bintang mereka memiliki pengaruh bagi kebahagaiaan dan kesengsaraan serta nasib masuk surga dan neraka (Ar Raudhatu minal Kaafi 8/2103)

  2. Syi’ah meyakini bahwasanya syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah harus disertai dengan persaksian bahwa Ali adalah wali Allah. Merka senantiasa mengulang-ulangnya dalam adzan mereka dan setiap setelah selesai shalat dan ketika mentalkin orang yang sudah meninggal. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/82)

  3. Syi’ah meyakini bahwa Allah  mengutus Jibril untuk membawa wahyu kepada Ali, namun Jibril keliru memberikan wahyu kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam (Kitab Al Maniyatu wal Amal fii Syarhil Milal Wan Nahl 30)


Akidah Syi’ah Tentang Al Qur’an


Di antara akidah Syi’ah tentang Al Qur’an adalah :



  1. Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’an yang sekarang ada bukanlah Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad shalllahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sudah diganti, diberi tambahan, dan dikurangi. Muhaddits Syi’ah meyakini bahwa sudah ada perubahan dalam Al Qur’an sebagaimana disebutkan oleh An Nauri At Tabrasi dalam kitab Faslul Khitab fii Tahrifi Kitabi Rabbil Arbaab.

  2. Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’anul Karim ada yang kurang dan Al Qur’an yang sesungguhnya naik ke langit ketika para sahabat  murtad. (Kitab At Tanbih war Radd  25)


Akidah Syi’ah Tentang Ali dan Ahlul Bait


Di antara akidah Syi’ah tentang Ali dan Ahlul Bait adalah :



  1. Menurut Syi’ah bahwa yang pertama kali akan ditanyalan pada mayit di kuburnya adalah tentang kecintaan terhadap Ahlul Bait (Kitab Baharul Anwar 27/79).

  2. Syi’ah mengatakan bahwa Ali dapat menghidupkan mayit (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/90-91)

  3. Para ulama Syi’ah mengatakan bahwa debu dan lumpur di kubur Al Husain adalah obat untuk segala penyakit (Kitab Al Amaliy 318)


Akidah Syiah Tentang Sahabat Nabi


Di antara akidah Syi’ah tentang sahabat Nabi adalah :



  1. Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa yang melaknat Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Aisyah, Hafsah radhiyallahu ‘anhum setiap selesai shalat maka dia sungguh telah mendekatkan diri kepada Allah dengan pendekatan diri yang paling utama. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/224)

  2. Syi’ah meyakini bahwa seluruh manusia murtad setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali empat orang : Salman Al Farisi, Abu Dzar Al Ghifari, Miqdad bin Aswad, dan ‘Ammar bin Yasir  (Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)

  3. Syi’ah meyakini bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menghabiskan banyak waktu hidupnya untuk menyembah berhala, dan iman beliau seperti imannya orang Yahudi dan Nasrani. Abu Bakar shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sementara berhala tergantung di lehernya dan Abu Bakar sujud kepadanya. (Lihat Baharul Anwar 25/172)

  4. Sesungguhnya Abu Bakar dan ‘Umar keduanya telah kafir.. dan orang yang mencintai keduanya maka dia juga kafir. (Haqqul Yaqin 522)

  5. Syi’ah mengatakan bahwa ‘Utsaman bin Affan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  termasuk orang yang secara lahir menampakkan Islam  namun menyembunyikan sifat munafik. (Kitab Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)

  6. Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa berlepas diri dan meolak tiga khalifah -yakni Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman- dalam setiap malam, apabila dia mati di malam tersebut maka dia masuk surga (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi)


Akidah Syi’ah Tentang Istri-Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam



  1. Syi’ah meyakini bahwa ‘Aisyah binti Abu Bakar dan Hafsah binti ‘Umar kafir (Kitab Tafsir Al Qumi 597)

  2. Syi’ah meyakini bahwa salah satu pintu neraka adalah untuk ‘Asiyah radhiyallahu ‘anha (Lihat Tafsir Al ‘Ayasyi 2/362)

  3. Syi’ah mengatakan bahwa ‘Aisyah adalah wanita pezina (Lihat Kitab ‘Ilalul Syaraa-i’ 2:565 dan Haqqul Yaqin 347)


Akidah Syi’ah Tentang Imam-Imam Mereka


Di antara akidah Syi’ah tentang imam-imam mereka adalah :



  1. Syi’ah menyakini bahwa imam-imam mereka adalah perantara antara Allah dan makhluk-Nya (Kitab Baharul Anwar 23/5-99)

  2. Syi’ah tidak membedakan antara Allah dan imam-imam mereka (Lihat Mashabihul Anwar 2/397)

  3. Syi;ah meyakini bahwa imam-imam mereka tidaklah berbicara keculai berdasarkan wahyu (Kitab Baharul Anwar 17/155)

  4. Syi’ah meyakini bahwa imam-imam mereka memiliki kedudukan yang tidak dapat dicapai oleh para nabi dan malaikat (Al Hukumah Al Islamiyah 52)

  5. Syi’ah meyakini bahwa perhitungan amal seluruh makhluk pada hari kiamat adalah kepada imam mereka (Kitab Al Fushuul Muhimmah fii Ushuulil Aimmah 1:446)

  6. Syi’ah meyakini bahwa menziarahi kuburan para imam dan wali mereka merupakan suatu kewajiban dan kafir bagi yang meninggalkannya ( Kitab Kamaluz Ziyaarat 183)


Akidah Taqiyyah


Yang dimaksud taqiyyah menurut ulama Syi’ah adalah adalah


(( التقية أن تقول أو تفعل غير ما تعتقد، لتدفع الضرر عن نفسك أو مالك او لتحفظ بكرامتك))


Taqiyyah adalah berkata atau berbuat yang tidak sesuai dengan apa yang diyakini, untuk menghindari mudharat yang mengancam jiwa dan hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu.


Di antara akidah Syi’ah tentang taqiyyah adalah :



  1. Mereka mengatakan : “ Tidak ada iman bagi yang tidak melakukan taqiyyah” (Syarhu ‘Aqaaids Shudduuq 261)

  2. Menurut Syi’ah, barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah seperti meninggalkan shalat dan meninggalkannya termasuk dosa besar.. Mereka bermualah bersama kita dan melaksanakan sunnah dengan taqiyyah. Bahkan mereka mengatakan : “ Barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah maka dia kafir dari agama Allah. (Kitab Man Laa Yahdharahul Faqiih)

  3. Disebutkan dalam kitab Ushuulul Kaafi dari Abu ‘Abdillah, dia mengatakan : “Ber-taqiyyah-lah dalam agama kalian, dan berhujjahlah dengan taqiyyah, sesungguhnya tidak ada iman bagi yang tidak ber-taqiyyah


Yang disebutkan di atas hanyalah sebagian saja dari kesesatan akidah – akidah Syi’ah. Masih banyak akidah-akidah lainnya yang menyimpang dari ajaran Islam


Komentar Para Ulama Tentang Syi’ah


Untuk lebih menunjukkan kesesatan Syi’ah, berikut kami nukilkan beberapa komentar para ulama besar tentang ajaran Syi’ah.


قال شيخ الاسلام ابن تيمية – رحمه الله رحمة واسعة – : (( وقد اتفق أهل العلم بالنقل والرواية والاسناد على أن الرافضة أكذب الطوائف، والكذب فيهم قديم، ولهذا كان أئمة الاسلام يعلمون امتيازهم بكثرة الكذب ))


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Ahli ilmu telah sepakat bahwa Syi’ah Rafidhah merupakan kelompok paling pendusta, dan kedustaan mereka sudah lama dan usang. Oleh karena itu para ulama Islam mengetahui kekhususan mereka dengan banyaknya kedustaan yang ada pada mereka”.


(( سئل مالك – رحمه الله – عن الرافضة فقال : لاتكلمهم ولا تروي عنهم فإنهم يكذبون. ))


Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang Rafidhah, beliau mengatakan : “ Jangan berbicara dengan mereka, jangan meriwayatkan dari mereka karena mereka adalah pendusta”.


Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang firman Allah :


محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود ذلك مثلهم في التوارة ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطئه فئازره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار


Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)” (Al Fath:29)


(( ومن هذه الآية انتزع الإمام مالك – رحمة الله عليه – في رواية عنه بتكفير الروافض الذين يبغضون الصحابة – رضوان الله عليهم – قال : لأنهم يغيظونهم ومن غاظ الصحابة – رضي الله عنهم – فهو كافر لهذه الآية )).


Beliau rahimahullah mengatakan : “Berdasarkan ayat ini Imam Malik mengkafirkan Rafidhah yang membenci para sahabat . Karena mereka tidak suka kepada para sahabat. Barang siapa yang tidak suka (benci) kepada sahabat, maka dia telah kafir berdasarkan ayat ini.


وقال أبو حاتم : (( حدثنا حرملة قال : سمعت الشافعي – رحمه الله – يقول لم أرَ أحداً أشهد بالزور من الرافضة )).


Abu Hatim mengatakan : “ Telah menceritakan kepadaku Harmalah, dia berkata : “Aku mendengar Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan” : “ Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih parah kejelekannya daripada Syi’ah Rafidhah”


Setelah menyimak pembahasan di atas, silakan para pembaca menilai sendiri. Berdasarkan akidah-akidah yang ada pada mereka, jelas menunjukkan kesesatan mereka. Begitu jauhnya mereka dari ajaran agama Islam. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita jalan yang lurus dan senantiasa memberi taufiq agar kita istiqamah di atasnya.


Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.


Sumber :


‘Aqaaid Asy Syi’ah bi Ikhtisar min Kutubihim oleh Abdullah bin Abdul Aziz Al ‘Atibi  di http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=176551


Min ‘Aqaaid Asy Syi’ah karya Abdullah bin Muhammad As Salafi



Penulis: Adika Mianoki

Artikel Muslim.Or.Id

avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by thulabul ilmi on Tue Dec 24, 2013 11:41 am


semoga bermanfaat...
avatar
thulabul ilmi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 122
Kepercayaan : Islam
Location : bumi Allah
Join date : 29.10.11
Reputation : 2

http://muslim.or.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Tue Dec 24, 2013 11:44 am

@isaku wrote:@Pak Panda
mohon maaf, dtinggal lama, baru sempat jawab,..


panda wrote:Selain itu Syiah juga mengambil persyaratan tertentu untuk Imam sholat jum'at , yang salah satunya adalah Adil dan legitimate. Kriteria penentuan Imam sholat inilah yang menjadikan shalat jumat di Iran tidak banyak sebagaimana di negara2 sunni lainnya.
menurut saya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan Pak Panda:
1. Shalat jumat wajib takhiri.... artinya wajib hanya jika terpenuhi a, b, c.
sebetulnya ini tidak ada bedanya dengan zakat yg punya nisab, dan haji yg dilihat kemampuannya.
artinya menurut syiah, saat ini sampai selamanya (karena tidak ada lagi imam ma'sum) Shalat jumat tidak wajib.

tapi di sisi lain pak Panda bersikeras mengatakan ulama syiah mewajibkan Shalat Jumat....

jadi apa kedudukannya Shalat jumat tsb? sunnah muakkad?, fardhu 'ain? fardhu kifayah?

2. Dispensasi kepada arab badui tidak dapat dijadikan dalil untuk wajib takhiri, karena RasuluLLAH jelas adalah imam ma'sum, jadi siapakah yg mengajarkan wajib takhiri ini, apakah ada riwayat imam Ali RA tidak mau bermakmum kepada Abu Bakar RA dan menggelar Shalat jumat sendiri dengan Beliau sebagai imamnya???

panda wrote:Disini bisa dilihat bahwa dalam syiah, kedudukan al hadits adalah hanya sebagai referensi. Al-Kafi pun hanya kumpulkan hadits yang belum tentu otentik. Oleh karena Itulah ulama syiah sesudah Beliau menseleksi hadis ini dan menentukan kedudukan setiap hadisnya.
referensi tidak dapat dikatakan hanya, karena ibadah harus dengan ilmu.
ketika tidak ada lagi imam ma'sum dan yg ada adalah kitab yg separo isinya lemah/palsu, apa yg dijadikan dasar??? penilaian ulama pun tentu berbeda2 dsetiap jamannya.

panda wrote:Berbeda dengan Sunni, Syiah menganggap hadits ”Kutinggalkan kepadamu dua perkara, yaitu Al Qur-an dan Sunnahku dimana kalau kamu berpegang teguh kepada keduanya, kamu tidak akan sesat selama-lamanya” adalah lemah..

Hadits yang kuat kedudukannya adalah Hadits tsaqalain “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).
menurut saya ini jg bisa fallacy yg syiah lakukan atau pak Panda lakukan,
satu sisi hadits adalah hanya, tapi memilih satu hadits dan meninggalkan yg lain.
memilih hadits tsaqalain karena shahih dan mengabaikan shahih2 yg lainnya.

Saya ingin bertanya 1hal, apakah semua hadits Aisyah dtolak?

1.Sepertinya anda sudah cukup paham dengan Wajib Takhiri, sebagaimana analogi Zakat-nisab,Haji-Kesanggupan,dsb..Demikian tidak ada yang dipersulit dalam Islam.
Imam Maksum belum ada saat ini bukanlah berarti tidak akan hadir selamanya. Imam maksum terakhir adalah Imam Mahdi. Tentunya anda pernah dengar tentang beliau?
2.lihat no.1
3.Anda malah melakukan ecological fallacy dengan mengatakan bahwa dengan menolak salah satu hadits 'shahih', kemudian seseorang harus menganulir hadits shahih lainnya?pahami kriteria dalam penentuan sebuah hadits itu dapat diterima atau tidak.
4. Kriteria penerimaan sebuah hadits itu berbeda pada sunni dan syiah.


(maaf hanya jawaban pendek, saya sedang di tengah hutan).
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by cain on Tue Dec 24, 2013 2:40 pm

@thulabul ilmi wrote:assalamu'alaikum... hallo piss
wah kok pindah kesini jadi nya nih ?  


numpang baca-baca dulu yang sudah lewat mana 

PM si abu2.

Silakan di lanjut.  piss 
avatar
cain
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1408
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 13.10.13
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Wed Dec 25, 2013 6:30 am

@isaku wrote:@Pak Panda

referensi tidak dapat dikatakan hanya, karena ibadah harus dengan ilmu.
ketika tidak ada lagi imam ma'sum dan yg ada adalah kitab yg separo isinya lemah/palsu, apa yg dijadikan dasar??? penilaian ulama pun tentu berbeda2 dsetiap jamannya.


1.al kufi bukan hanya satu-satunya kitab hadits pegangan syiah. Contohnya syiah jg mengambil hadits2 yg memiliki jalur periwayatan yg sama dengan yg diambil bukhari-muslim. Hanya saja tidak seperti sunni, syiah tidak menelan bulat2 semua hadits yang diklaim shahih oleh bukhari-muslim, sebagaimana tidak menelan bulat2 alkufi.
2. Kriteria seleksi utama tentu Alquran. Hadits tentu tentu tidak boleh menyelisihi alquran.
dan Alquran tidak berbeda2 tiap jamannya.
3. Sekarang dalam sunni sendiri, penilaian ulama berbeda tiap jaman..jangankan beda jaman, dalam satu jaman saja bisa beda.Jadi anda mau ikut ulama yang mana?
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by isaku on Wed Dec 25, 2013 8:13 pm

Panda wrote:4. Kriteria penerimaan sebuah hadits itu berbeda pada sunni dan syiah.
Sy ingin sekali mengetahui kriteria syiah dmaksud setidaknya dalam pandangan Pak Panda.

Terima kasih sebelumnya.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by isaku on Thu Dec 26, 2013 9:47 am


Panda wrote:1.Sepertinya anda sudah cukup paham dengan Wajib Takhiri, sebagaimana analogi Zakat-nisab,Haji-Kesanggupan,dsb..Demikian tidak ada yang dipersulit dalam Islam.
Imam Maksum belum ada saat ini bukanlah berarti tidak akan hadir selamanya. Imam maksum terakhir adalah Imam Mahdi. Tentunya anda pernah dengar tentang beliau?
Pernyataan Pak Panda diatas tidak menjawab mengapa pak Panda bersikeras menampilkan shalat jumat adalah wajib juga bagi syiah ketika sebetulnya tidak wajib (terkait imam ma'sum). Apakah menurut pak Panda Shalat jumat mereka saat ini ibarat umrah (=haji, hanya 1syarat tidak terpenuhi yaitu waktu)
ini yg saya maksud kontradiksi, satu saat pak Panda menampilkan wajib takhiri sebagai dispensasi, dan berdalil dengan arab badui (yg alasannya tidak nyambung), dilain saat mengutip salah satu ulama syiah tentang wajibnya shalat jumat dan ancaman bagi yg meninggalkannya.
Panda wrote:2.lihat no.1
mohon maaf sebelumnya, seingat saya ini adalah kesekian kalinya Pak Panda menghindari pertanyaan langsung dan beretorika dgn hal lain.
pertanyaannya
@isaku wrote:apakah ada riwayat imam Ali RA tidak mau bermakmum kepada Abu Bakar RA dan menggelar Shalat jumat sendiri dengan Beliau sebagai imamnya???

Panda wrote:1.al kufi bukan hanya satu-satunya kitab hadits pegangan syiah. Contohnya syiah jg mengambil hadits2 yg memiliki jalur periwayatan yg sama dengan yg diambil bukhari-muslim. Hanya saja tidak seperti sunni, syiah tidak menelan bulat2 semua hadits yang diklaim shahih oleh bukhari-muslim, sebagaimana tidak menelan bulat2 alkufi.
2. Kriteria seleksi utama tentu Alquran. Hadits tentu tentu tidak boleh menyelisihi alquran.
dan Alquran tidak berbeda2 tiap jamannya.
3. Sekarang dalam sunni sendiri, penilaian ulama berbeda tiap jaman..jangankan beda jaman, dalam satu jaman saja bisa beda.Jadi anda mau ikut ulama yang mana?
Masalah telan bulat2 bisa dijadikan tret sendiri, tapi jelas ada sanad dan matan yg tidak boleh menyelisihi AlQuran, hanya saja apakah blacklist kepada beberapa sahabat dan istri Rasulullah pantas dilakukan???

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Fri Dec 27, 2013 4:50 am

@thulabul ilmi wrote:
Pokok-Pokok Akidah Syi’ah

                 
 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Zat Yang Maha Sempurna nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Saudaraku, sesungguhnya jalan kebenaran sangatlah jelas, begitu pula jalan kesesatan begitu gamblangnya. Semuanya telah ditunjukkan oleh Allah Ta’ala dan diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sejelas-jelasnya. Maka barangsiapa yang mengambil petunjuk dari Allah dan rasul-Nya dia akan meniti jalan kebenaran, sedangkan yang meninggalkannya akan terjerumus ke dalam jurang kesesatan. Di antara kelompok yang jauh menyimpang dari ajaran Allah dan rasul-Nya adalah ajaran Syi’ah. Walaupun mereka mengaku Islam, namun hakekatnya mereka bukanlah Islam. Kita akan lihat bagaimana akidah dan keyakinan Syi’ah yang disebutkan dalam kitab-kitab mereka sehingga kita bisa menilai siapa mereka sesungguhnya.


Akidah Syi’ah Tentang Nama dan Sifat Allah


Di antara akidah Syi’ah tentang nama dan sifat Allah adalah :



  1. Syi’ah menafikan (meniadakan) sifat nuzul (turun-Nya Allah) bagi Allah ke langit dunia dan menghukumi kafir bagi yang menetapkan hal tersebut. (Ushuulul Kaafi 1/103).

  2. Syi’ah menyifati imam-imam mereka dengan sifat-sifat Allah  dan menamai mereka dengan nama-nama Allah Ta’ala. (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/103)


Akidah Syi’ah Tentang Tauhid


Di antara akidah Syi’ah berkenaan dengan tauhid adalah :



  1. Syi’ah meyakini bahwa planet-planet dan bintang-bintang mereka memiliki pengaruh bagi kebahagaiaan dan kesengsaraan serta nasib masuk surga dan neraka (Ar Raudhatu minal Kaafi 8/2103)

  2. Syi’ah meyakini bahwasanya syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah harus disertai dengan persaksian bahwa Ali adalah wali Allah. Merka senantiasa mengulang-ulangnya dalam adzan mereka dan setiap setelah selesai shalat dan ketika mentalkin orang yang sudah meninggal. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/82)

  3. Syi’ah meyakini bahwa Allah  mengutus Jibril untuk membawa wahyu kepada Ali, namun Jibril keliru memberikan wahyu kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam (Kitab Al Maniyatu wal Amal fii Syarhil Milal Wan Nahl 30)


Akidah Syi’ah Tentang Al Qur’an


Di antara akidah Syi’ah tentang Al Qur’an adalah :



  1. Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’an yang sekarang ada bukanlah Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad shalllahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sudah diganti, diberi tambahan, dan dikurangi. Muhaddits Syi’ah meyakini bahwa sudah ada perubahan dalam Al Qur’an sebagaimana disebutkan oleh An Nauri At Tabrasi dalam kitab Faslul Khitab fii Tahrifi Kitabi Rabbil Arbaab.

  2. Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’anul Karim ada yang kurang dan Al Qur’an yang sesungguhnya naik ke langit ketika para sahabat  murtad. (Kitab At Tanbih war Radd  25)


Akidah Syi’ah Tentang Ali dan Ahlul Bait


Di antara akidah Syi’ah tentang Ali dan Ahlul Bait adalah :



  1. Menurut Syi’ah bahwa yang pertama kali akan ditanyalan pada mayit di kuburnya adalah tentang kecintaan terhadap Ahlul Bait (Kitab Baharul Anwar 27/79).

  2. Syi’ah mengatakan bahwa Ali dapat menghidupkan mayit (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/90-91)

  3. Para ulama Syi’ah mengatakan bahwa debu dan lumpur di kubur Al Husain adalah obat untuk segala penyakit (Kitab Al Amaliy 318)


Akidah Syiah Tentang Sahabat Nabi


Di antara akidah Syi’ah tentang sahabat Nabi adalah :



  1. Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa yang melaknat Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Aisyah, Hafsah radhiyallahu ‘anhum setiap selesai shalat maka dia sungguh telah mendekatkan diri kepada Allah dengan pendekatan diri yang paling utama. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/224)

  2. Syi’ah meyakini bahwa seluruh manusia murtad setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali empat orang : Salman Al Farisi, Abu Dzar Al Ghifari, Miqdad bin Aswad, dan ‘Ammar bin Yasir  (Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)

  3. Syi’ah meyakini bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menghabiskan banyak waktu hidupnya untuk menyembah berhala, dan iman beliau seperti imannya orang Yahudi dan Nasrani. Abu Bakar shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sementara berhala tergantung di lehernya dan Abu Bakar sujud kepadanya. (Lihat Baharul Anwar 25/172)

  4. Sesungguhnya Abu Bakar dan ‘Umar keduanya telah kafir.. dan orang yang mencintai keduanya maka dia juga kafir. (Haqqul Yaqin 522)

  5. Syi’ah mengatakan bahwa ‘Utsaman bin Affan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  termasuk orang yang secara lahir menampakkan Islam  namun menyembunyikan sifat munafik. (Kitab Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)

  6. Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa berlepas diri dan meolak tiga khalifah -yakni Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman- dalam setiap malam, apabila dia mati di malam tersebut maka dia masuk surga (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi)


Akidah Syi’ah Tentang Istri-Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam



  1. Syi’ah meyakini bahwa ‘Aisyah binti Abu Bakar dan Hafsah binti ‘Umar kafir (Kitab Tafsir Al Qumi 597)

  2. Syi’ah meyakini bahwa salah satu pintu neraka adalah untuk ‘Asiyah radhiyallahu ‘anha (Lihat Tafsir Al ‘Ayasyi 2/362)

  3. Syi’ah mengatakan bahwa ‘Aisyah adalah wanita pezina (Lihat Kitab ‘Ilalul Syaraa-i’ 2:565 dan Haqqul Yaqin 347)


Akidah Syi’ah Tentang Imam-Imam Mereka


Di antara akidah Syi’ah tentang imam-imam mereka adalah :



  1. Syi’ah menyakini bahwa imam-imam mereka adalah perantara antara Allah dan makhluk-Nya (Kitab Baharul Anwar 23/5-99)

  2. Syi’ah tidak membedakan antara Allah dan imam-imam mereka (Lihat Mashabihul Anwar 2/397)

  3. Syi;ah meyakini bahwa imam-imam mereka tidaklah berbicara keculai berdasarkan wahyu (Kitab Baharul Anwar 17/155)

  4. Syi’ah meyakini bahwa imam-imam mereka memiliki kedudukan yang tidak dapat dicapai oleh para nabi dan malaikat (Al Hukumah Al Islamiyah 52)

  5. Syi’ah meyakini bahwa perhitungan amal seluruh makhluk pada hari kiamat adalah kepada imam mereka (Kitab Al Fushuul Muhimmah fii Ushuulil Aimmah 1:446)

  6. Syi’ah meyakini bahwa menziarahi kuburan para imam dan wali mereka merupakan suatu kewajiban dan kafir bagi yang meninggalkannya ( Kitab Kamaluz Ziyaarat 183)


Akidah Taqiyyah


Yang dimaksud taqiyyah menurut ulama Syi’ah adalah adalah


(( التقية أن تقول أو تفعل غير ما تعتقد، لتدفع الضرر عن نفسك أو مالك او لتحفظ بكرامتك))


Taqiyyah adalah berkata atau berbuat yang tidak sesuai dengan apa yang diyakini, untuk menghindari mudharat yang mengancam jiwa dan hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu.


Di antara akidah Syi’ah tentang taqiyyah adalah :



  1. Mereka mengatakan : “ Tidak ada iman bagi yang tidak melakukan taqiyyah” (Syarhu ‘Aqaaids Shudduuq 261)

  2. Menurut Syi’ah, barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah seperti meninggalkan shalat dan meninggalkannya termasuk dosa besar.. Mereka bermualah bersama kita dan melaksanakan sunnah dengan taqiyyah. Bahkan mereka mengatakan : “ Barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah maka dia kafir dari agama Allah. (Kitab Man Laa Yahdharahul Faqiih)

  3. Disebutkan dalam kitab Ushuulul Kaafi dari Abu ‘Abdillah, dia mengatakan : “Ber-taqiyyah-lah dalam agama kalian, dan berhujjahlah dengan taqiyyah, sesungguhnya tidak ada iman bagi yang tidak ber-taqiyyah


Yang disebutkan di atas hanyalah sebagian saja dari kesesatan akidah – akidah Syi’ah. Masih banyak akidah-akidah lainnya yang menyimpang dari ajaran Islam


Komentar Para Ulama Tentang Syi’ah


Untuk lebih menunjukkan kesesatan Syi’ah, berikut kami nukilkan beberapa komentar para ulama besar tentang ajaran Syi’ah.


قال شيخ الاسلام ابن تيمية – رحمه الله رحمة واسعة – : (( وقد اتفق أهل العلم بالنقل والرواية والاسناد على أن الرافضة أكذب الطوائف، والكذب فيهم قديم، ولهذا كان أئمة الاسلام يعلمون امتيازهم بكثرة الكذب ))


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Ahli ilmu telah sepakat bahwa Syi’ah Rafidhah merupakan kelompok paling pendusta, dan kedustaan mereka sudah lama dan usang. Oleh karena itu para ulama Islam mengetahui kekhususan mereka dengan banyaknya kedustaan yang ada pada mereka”.


(( سئل مالك – رحمه الله – عن الرافضة فقال : لاتكلمهم ولا تروي عنهم فإنهم يكذبون. ))


Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang Rafidhah, beliau mengatakan : “ Jangan berbicara dengan mereka, jangan meriwayatkan dari mereka karena mereka adalah pendusta”.


Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang firman Allah :


محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود ذلك مثلهم في التوارة ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطئه فئازره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار


Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)” (Al Fath:29)


(( ومن هذه الآية انتزع الإمام مالك – رحمة الله عليه – في رواية عنه بتكفير الروافض الذين يبغضون الصحابة – رضوان الله عليهم – قال : لأنهم يغيظونهم ومن غاظ الصحابة – رضي الله عنهم – فهو كافر لهذه الآية )).


Beliau rahimahullah mengatakan : “Berdasarkan ayat ini Imam Malik mengkafirkan Rafidhah yang membenci para sahabat . Karena mereka tidak suka kepada para sahabat. Barang siapa yang tidak suka (benci) kepada sahabat, maka dia telah kafir berdasarkan ayat ini.


وقال أبو حاتم : (( حدثنا حرملة قال : سمعت الشافعي – رحمه الله – يقول لم أرَ أحداً أشهد بالزور من الرافضة )).


Abu Hatim mengatakan : “ Telah menceritakan kepadaku Harmalah, dia berkata : “Aku mendengar Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan” : “ Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih parah kejelekannya daripada Syi’ah Rafidhah”


Setelah menyimak pembahasan di atas, silakan para pembaca menilai sendiri. Berdasarkan akidah-akidah yang ada pada mereka, jelas menunjukkan kesesatan mereka. Begitu jauhnya mereka dari ajaran agama Islam. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita jalan yang lurus dan senantiasa memberi taufiq agar kita istiqamah di atasnya.


Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.


Sumber :


‘Aqaaid Asy Syi’ah bi Ikhtisar min Kutubihim oleh Abdullah bin Abdul Aziz Al ‘Atibi  di http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=176551


Min ‘Aqaaid Asy Syi’ah karya Abdullah bin Muhammad As Salafi



Penulis: Adika Mianoki

Artikel Muslim.Or.Id



Sdr.thulabul ilmi,
postingan yang anda sampaikan ini isinya sbnarnya hanya pengulangan dari copas-an yang anda sudah angkat di tret pertama dulu.saya sudah membahas sebagian yang anda bisa lihat2 lagi di postingan tret lama. berniat memberikan lebih banyak lagi, namun karena keterbatasan waktu saya belum sempat memaparkan lebih.

Saran saya, jika anda mau benar2 berdiskusi tentang syiah, berikan pertanyaan2 yang singkat dan tepat sasaran untuk diskusi yang lebih terarah. Anda bisa menyertakan saduran secukupnya untuk memperkuat pernyataan anda.
Bukan hanya sekedar bombardir dari copasan2 saja.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Mon Dec 30, 2013 11:21 am

@isaku wrote:
Panda wrote:4. Kriteria penerimaan sebuah hadits itu berbeda pada sunni dan syiah.
Sy ingin sekali mengetahui kriteria syiah dmaksud setidaknya dalam pandangan Pak Panda.

Terima kasih sebelumnya.

Secara umum, dengan bermacamnya mahzab dan aliran, kriteria penerimaan hadits dalam sunni sendiri juga beragam, demikian pada syiah, namun secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut.

Sunni pada umumnya menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pegangan utama. Konsekuensinya, untuk sunnah berdasarkan hadits yang jumlahnya ribuan itu harus ada kitab yang dipercaya tidak mengandung kesalahan agar bisa dipakai untuk "menyandarkan nasib amal ibadah". karena itulah terdapat kitab yang dipercaya "shahih" dan dianggap sebagai rujukan kedua setelah Al qur'an.

Syiah tidak mengenal adanya kitab shahih.
Syiah bisa menerima sumber hadits dari manapun termasuk pengumpul hadits sunni seperti At-thabari, Ibnu Katsir, Al-Qurtubi dan Al Razi dan tentu saja Bukhari dan Muslim. Namun, syiah tidak menyandarkan keabsahan hadis pada pengumpul hadis tersebut. Pada syiah, mujtahid harus memverifikasi, investigasi dan riset hadis sendiri untuk menilai kredibilitas perawi dan keabsahan matan hadis yang diriwayatkan oleh para pengumpul hadits.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Mon Dec 30, 2013 11:28 am

@thulabul ilmi wrote:

semoga bermanfaat...

Mengenai Abu Bakr RA, Umar RA dan Utsman RA, lihat post saya no #66 di tret sebelumnya. Memang sudah seharusnya seharusnya Syiah bersikap meneladani 'Ali yang tetap memuliakan Abu bakr, Umar dan Utsman.

lihat : http://www.laskarislam.com/t7883p50-perbedaan-sunni-dengan-syiah.

Namun memuliakan bukan berarti setuju dengan semua perbuatan mereka. Tetap ada juga perbedaan pendapat antara Ali RA dengan ketiga khalifah pendahulunya maupun dengan Istri2 Nabi, misalnya ada metode dan perilaku ketiga khalifah tersebut yang tidak diterapkan pada saat pemerintahan khalifah Ali. Namun tidak ada kebencian disitu.

Kendati begitu, komentar minor adalah saya kurang setuju dengan Sheikh al Mumtaz yang mengambil penamaan anak sebagai alasan persetujuan Ahlul bait terhadap 3 khulafahur rasyidin.  Secara kultural, banyak hal yang bukan isu pada 1400 tahun  yang lalu jika dibandingkan saat ini. Justru banyak juga nama-nama ulama syiah yang memiliki nama seperti Mu'awiyah bahkan Yazid, seperti Mu’awiyah ibn Ammar ibn Abi Mu’awiyah dan Yazeed Ibn Ishaaq Ibn Abi As-Sakhf.


Terakhir diubah oleh panda1 tanggal Mon Dec 30, 2013 3:59 pm, total 1 kali diubah
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Mon Dec 30, 2013 11:51 am

@isaku wrote:
Panda wrote:1.Sepertinya anda sudah cukup paham dengan Wajib Takhiri, sebagaimana analogi Zakat-nisab,Haji-Kesanggupan,dsb..Demikian tidak ada yang dipersulit dalam Islam.
Imam Maksum belum ada saat ini bukanlah berarti tidak akan hadir selamanya. Imam maksum terakhir adalah Imam Mahdi. Tentunya anda pernah dengar tentang beliau?
Pernyataan Pak Panda diatas tidak menjawab mengapa pak Panda bersikeras menampilkan shalat jumat adalah wajib juga bagi syiah ketika sebetulnya tidak wajib (terkait imam ma'sum). Apakah menurut pak Panda Shalat jumat mereka saat ini ibarat umrah (=haji, hanya 1syarat tidak terpenuhi yaitu waktu)
ini yg saya maksud kontradiksi, satu saat pak Panda menampilkan wajib takhiri sebagai dispensasi, dan berdalil dengan arab badui (yg alasannya tidak nyambung), dilain saat mengutip salah satu ulama syiah tentang wajibnya shalat jumat dan ancaman bagi yg meninggalkannya.

kalau begitu ada kekurangan dalam penalaran anda pada analogi Zakat-nisab,Haji-Kesanggupan tersebut. Mungkin analogi sholat qasar/jamak bagi musafir sunni lebih mendekati?

Begini, Wajib Takhiri maksudnya jikalaupun seseorang tidak melakukan sholat jumat, maka ia tetap wajib menggantinya dengan melakukan sholat Zuhur. Disini maksudnya itu tidak meng-cancel kewajiban melaksanakan sholat. Riwayat yang saya angkat adalah menjelaskan bahwa kaum arab badui tersebut diperbolehkan sholat zuhur di tempatnya karena lokasi yang berjauhan dari madinah dan tidak ada orang yang keilmuannya layak menjadi imam sholat dilokasi tersebut.

Yang saya tegaskan diatas adalah keutamaan sholat jumat berjamaah, sebagaimana saya berikan hujjah2 ulama syiah diatas.
Di Iran, walaupun tidak banyak penyelenggara sholat Jumat (dibanding umumnya negara2 sunni) ini dikarenakan pemusatan pelaksanaan sholat jumat sesuai dengan keberadaan imam yang dianggap memenuhi kriteria keilmuannya. Walaupun demikian, pemerintah nya menyediakan angkutan-angkutan umum/bus jemputan untuk menjemput jemaah yang berada jauh dari tempat ibadah jumat.  

Sekarang saya balik bertanya, point apakah yang anda anggap sesat?
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Mon Dec 30, 2013 3:00 pm

@isaku wrote:
Panda wrote:2.lihat no.1
mohon maaf sebelumnya, seingat saya ini adalah kesekian kalinya Pak Panda menghindari pertanyaan langsung dan beretorika dgn hal lain.
pertanyaannya



Poin no 2. diatas adalah untuk menjawab pertanyaan ini :
@isaku wrote:
2. Dispensasi kepada arab badui tidak dapat dijadikan dalil untuk wajib takhiri, karena RasuluLLAH jelas adalah imam ma'sum

Berkaitan dengan pertanyaan no.1:
@isaku wrote:
1. Shalat jumat wajib takhiri.... artinya wajib hanya jika terpenuhi a, b, c.
sebetulnya ini tidak ada bedanya dengan zakat yg punya nisab, dan haji yg dilihat kemampuannya.
artinya menurut syiah, saat ini sampai selamanya (karena tidak ada lagi imam ma'sum) Shalat jumat tidak wajib.


Lihat point no.1 post #8

Mengenai ini:
@isaku wrote:apakah ada riwayat imam Ali RA tidak mau bermakmum kepada Abu Bakar RA dan menggelar Shalat jumat sendiri dengan Beliau sebagai imamnya???

Tidak ada.
Ali Berbaiat pada mereka.
Imam Ali RA bermakmum pada Abu Bakar RA, Umar RA dan Uthman RA.
Ahmadinejad dan Bashar Al Ashad juga pernah bermakmum pada Imam Sunni.
Teman kerja saya yang syiah juga biasa sholat jumat bersama di masjid jalan bangka, imamnya tentu saja sunni.
Lalu?
Lihat post diatas.


Terakhir diubah oleh panda1 tanggal Mon Dec 30, 2013 3:51 pm, total 1 kali diubah
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Mon Dec 30, 2013 3:49 pm

@isaku wrote:
Panda wrote:1.al kufi bukan hanya satu-satunya kitab hadits pegangan syiah. Contohnya syiah jg mengambil hadits2 yg memiliki jalur periwayatan yg sama dengan yg diambil bukhari-muslim. Hanya saja tidak seperti sunni, syiah tidak menelan bulat2 semua hadits yang diklaim shahih oleh bukhari-muslim, sebagaimana tidak menelan bulat2 alkufi.
2. Kriteria seleksi utama tentu Alquran. Hadits tentu tentu tidak boleh menyelisihi alquran.
dan Alquran tidak berbeda2 tiap jamannya.
3. Sekarang dalam sunni sendiri, penilaian ulama berbeda tiap jaman..jangankan beda jaman, dalam satu jaman saja bisa beda.Jadi anda mau ikut ulama yang mana?
Masalah telan bulat2 bisa dijadikan tret sendiri, tapi jelas ada sanad dan matan yg tidak boleh menyelisihi AlQuran, hanya saja apakah blacklist kepada beberapa sahabat dan istri Rasulullah pantas dilakukan???

Pada penyaringan hadits yang dilakukan umumnya Imam Sunni seperti Bukhari dan Muslim, seleksi sanad berdasarkan kriteria umum muttasil, 'adil, dabit, tidak syaz dan tidak' illat.

'Adil dan dabit itu adalah tsiqah (silahkan di googling makna istilah2 tsb).

Melanjutkan tentang beberapa perbedaan kriteria penyaringan hadits pada sunni dan syiah sebelumnya adalah perbedaan dalam meneliti perawi, adalah tentang sahabat. Bagi sunni, semuanya tsiqah, tetapi bagi syi'ah, sahabat adalah juga manusia biasa dan tidak maksum dan harus dipilah manayang tsiqah dan mana yang tidak tsiqah. Sebagaimana pernah saya sampaikan di tret sebelumnya, ada riwayat (bahkan dari bukhari- muslim) yang menyatakan bahwa akan ada sahabat yang sepeninggal rasulullah kemudian kembali menjadi munafik, kafir dan murtad..

Memang ada ayat Quran yang menyatakan keutamaan sahabat secara umum tetapi bukan berarti itu berlaku untuk seluruh sahabat, melainkan untuk sahabat yang tidak berbalik arah setelah wafat Nabi sebagaimana disampaikan pada QS Ali Imran Ayat 144.

Kalau berbohong saja sudah tidak tsiqah, apalagi membunuh sahabat lain, apalagi membunuh keturunan Rasulullah. Karena itu, pada syi'ah, tidak semua "sahabat" tsiqah.


Jadi, apakah koreksi kepada beberapa "sahabat" Rasulullah tidak boleh dilakukan?
sesat begitu?
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by isaku on Mon Dec 30, 2013 11:56 pm

Selalu menarik membaca jawaban Pak Panda
:)

tapi 1 hal.
Pak Panda mis dalam penjelasan Shalat jumat, menurut saya Pak Panda perlu mengatur ulang penjelasan dan menarik kembali beberapa hal jika ingin mensejajarkan shalat jumat/zuhur-nya syiah dengan shalat wajib/jama'.

Syarat Shalat Jumat syiah
1
2
3
4
5
.
.
.
10 Imam Ma'sum

Karena point no.10 tidak terpenuhi, maka wajib shalat jumat gugur sampai waktu yg tidak terbatas dan boleh diganti shalat zuhur.

Dalil yg Pak Panda angkat untuk syarat no.10 adalah arab badui,.... ini tidak tepat
Dalil arab badui mungkin bisa digunakan untuk syarat no.1 s/d 9,.... tapi tidak no.10 karena saat itu ada Rasulullah yg jelas imam ma'sum.

Artinya Pak Panda belum punya dalil yg kuat untuk membenarkan syarat no.10.

Karena shalat jumat menjadi tidak wajib akbat tidak adanya imam ma'sum, pertanyaan sy:
Apa niat temannya Pak Panda yg syiah ketika ia shalat jumat hari ini?

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by isaku on Tue Dec 31, 2013 12:04 am

@panda1 wrote:Kalau berbohong saja sudah tidak tsiqah, apalagi membunuh sahabat lain, apalagi membunuh keturunan Rasulullah. Karena itu, pada syi'ah, tidak semua "sahabat" tsiqah.
terima kasih Pak atas jawabannya.
kembali sy harus merepotkan Pak Panda dgn pertanyaan menggelitik, siapa saja yg dianggap tidak tsiqah berikut alasannya???

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by jaya on Sun Jan 05, 2014 10:58 pm

Aliran manakah yg benar? Kedua2nya benar, mustahil, tetapi kedua2nya salah adalah mngkin.

Ada yg bisa beri pendapat atas pertanyaan saya itu?
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Wed Jan 08, 2014 5:10 pm

@isaku wrote:Selalu menarik membaca jawaban Pak Panda
:)

tapi 1 hal.
Pak Panda mis dalam penjelasan Shalat jumat, menurut saya Pak Panda perlu mengatur ulang penjelasan dan menarik kembali beberapa hal jika ingin mensejajarkan shalat jumat/zuhur-nya syiah dengan shalat wajib/jama'.

Syarat Shalat Jumat syiah
1
2
3
4
5
.
.
.
10 Imam Ma'sum

Karena point no.10 tidak terpenuhi, maka wajib shalat jumat gugur sampai waktu yg tidak terbatas dan boleh diganti shalat zuhur.

Dalil yg Pak Panda angkat untuk syarat no.10 adalah arab badui,.... ini tidak tepat
Dalil arab badui mungkin bisa digunakan untuk syarat no.1 s/d 9,.... tapi tidak no.10 karena saat itu ada Rasulullah yg jelas imam ma'sum.

Artinya Pak Panda belum punya dalil yg kuat untuk membenarkan syarat no.10.

Karena shalat jumat menjadi tidak wajib akbat tidak adanya imam ma'sum, pertanyaan sy:
Apa niat temannya Pak Panda yg syiah ketika ia shalat jumat hari ini?


@Isaku,

Mohon maaf baru balas..habis liburan :D

Kembali ke sholat jumat.



Dalam syiah sendiri yang saya tahu adalah, sebenarnya ulama syiah terpecah pendapatnya mengenai sholat jumat ini. Ada sebagian ulama syiah yang menganggap sholat Jumat bagi laki2 wajib takhiri, dan ada yang menganggap wajib 'aini.

Namun jumhur ulama syiah mengaggapnya wajib takhiri seperti halnya musafir.

Pada riwayat Arab badui, Rasulullah membolehkan mereka tidak melakukan sholat dimadinah karena ketiadaan Imam yang layak.
Sebagaimana Al Jumah 9 ".. apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli..". Dalam penafsiran jumhur ulama syiah, "penyeru" ini lah yang wajib di makmumi untuk sholat Jumat. Personal ini-lah yang harus memenuhi standar kelayakan.
Pada masa rasulullah, biasanya setelah beliau duduk di atas mimbar baru panggilan shalat Jum'at itu dimulai.Ddalam sejarah hal seperti itu diikuti terus oleh Abu Bakar dan Umar pada masa kekhalifaan mereka. Yakni duduk dulu di mimbar lalu mu'adzinnya menyeru shalat Jum'at. Artinya beliau2 sendiri yang menyeru sholat jumat lewat para mu'adzin.

Ali bermakmum kepada Abu Bakr dan Umar sebagaimana beliau telah berbaiat. Yang artinya mengakui kelayakan Khalifah2 tersebut sebagai Imam.

Kemudian ketika bani Umayyah dan Abbasiyah berkuasa, pada sholat jumat, mayoritas Imam (yang notabenenya sunni) memiliki kebiasaan selalu mengutuk 'Ali diatas mimbar. Dari kacamata syiah sudah jelas, Imam yang demikian tidak layak dijadikan imam.
Ini salah satu histori mengapa pada syiah, tidak layak sholat dibelakang imam yang memang tidak layak dijadikan imam.

Namun, sebagaimana fatwa salah seorang marjaa Syiah Ayatullah Fadhlullah, Sholat jumat menjadi kewajiban absolut ketika kehadiran Pemimpin yang Adil, Imam atau representatifnya. Ini bisa Imam Maksum atau orang yang ditunjuk beliau.

Siapakah yang dapat menentukan seorang ini benar2 Adil atau tidak?

Nah, Syiah mengambil pandangan bahwa hanya Imam Maksum-lah yang benar2 berlegitimasi melakukan penunjukkan ini.

Lalu ketika Imam maksum belum ada? Silahkan memilih, boleh sholat Jumat berjamaah (yang mana sangat dianjurkan) atau melaksanakan sholat Zuhur.


Oh ya
..dan teman saya itu berniat menjalankan Sholat Jum'at berjamaah.








avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Wed Jan 08, 2014 5:18 pm

@isaku wrote:
@panda1 wrote:Kalau berbohong saja sudah tidak tsiqah, apalagi membunuh sahabat lain, apalagi membunuh keturunan Rasulullah. Karena itu, pada syi'ah, tidak semua "sahabat" tsiqah.
terima kasih Pak atas jawabannya.
kembali sy harus merepotkan Pak Panda dgn pertanyaan menggelitik, siapa saja yg dianggap tidak tsiqah berikut alasannya???


Sebelumnya saya sempat menyinggung Abu Hurairah..?

Selain itu dua orang yang sudah kesohor yakni Yazid bin Muawiyah dan ayahnya Muawiyah bin Abi Sufyan.
Walaupun mereka berdua hidup dan besar pada zaman Rasulullah ( diklaim sebagai "sahabat"), perbuatannya sudah cukup untuk memenuhi kategori hal2 yang disebutkan di postingan saya di atas tsb.


avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by panda1 on Fri Jan 10, 2014 5:44 am

@jaya wrote:Aliran manakah yg benar? Kedua2nya benar, mustahil, tetapi kedua2nya salah adalah mngkin.

Ada yg bisa beri pendapat atas pertanyaan saya itu?

pernyataan diatas fallacy.

seharusnya adalah :

Kedua-duanya benar adalah mungkin.
Kedua-duanya salah mustahil.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by isaku on Fri Jan 10, 2014 7:30 am

@panda1 wrote:Pada riwayat Arab badui, Rasulullah membolehkan mereka tidak melakukan sholat dimadinah karena ketiadaan Imam yang layak.
justru d Madinah kan ada Rasulullah??? bukannya diberi keringanan karena jauhnya perjalanan ke Madinah Pak???

@panda1 wrote:Namun jumhur ulama syiah mengaggapnya wajib takhiri seperti halnya musafir.
ya... musafir atau tidak itu alasan/syarat sehingga Shalat Jumat boleh dganti Shalat Zhuhur,...

tapi imam maksum???
tidak ada dalil yg bisa digunakan untuk membenarkannya.
karena seperti yg Pak Panda sampaikan Ali berimam kepada Abu Bakar dan Umar.
Apakah dalam pandangan syiah Abu Bakar dan Umar maksum? jelas tidak.
Fakta bahwa Ali berimam kepada imam tidak maksum menurut saya cukup untuk mengatakan fatwa ulama syiah ttg "imam maksum untuk Shalat Jumat" adalah sesat nomor1. Wallahu 'alam.

@panda1 wrote:Lalu ketika Imam maksum belum ada? Silahkan memilih, boleh sholat Jumat berjamaah (yang mana sangat dianjurkan) atau melaksanakan sholat Zuhur.
mungkin lebih cocok disebut sunnah muakkad,

@panda1 wrote:Sebelumnya saya sempat menyinggung Abu Hurairah..?

Selain itu dua orang yang sudah kesohor yakni Yazid bin Muawiyah dan ayahnya Muawiyah bin Abi Sufyan.
Walaupun mereka berdua hidup dan besar pada zaman Rasulullah ( diklaim sebagai "sahabat"), perbuatannya sudah cukup untuk memenuhi kategori hal2 yang disebutkan di postingan saya di atas tsb.
bagaimana dengan Aisyah???



isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perbedaan Sunni dengan Syiah - 2

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 3 1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik