FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Halaman 10 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... 9, 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by putramentari on Sat Apr 12, 2014 1:52 pm

First topic message reminder :

KHAYALAN AHMADIYAH PENGIKUT NABI PALSU " KUCH KUCH HOTA HAI " TENTANG FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI, ATAU YANG MAKNANYA UNTUK YANG AKAN DATANG  YANG DIGUNAKAN ALLAH PADA AL JUMU'AH 62:2/3.

PENGIKUT HMGA MENGATAKAN :

1. Karena topik Al Jumu'ah 62:3/4 ini berkaitan dengan seorang rasul lain pada bangsa dan dari antara bangsa aakhorin Persia yang telah lama dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam HR Sahih Bukhari, maka kita temukan juga dalam HR Musnad Ahmad bin Hambal bentuk fi'il mudhari (yab'atsu) yang di dalamnya Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa "Al Mahdi yang akan diutus Allah pada umatku". Umat beliau saw maksudnya umat Islam. Dengan demikian, maka ayat ini berkaitan dengan Al Mahdi yang akan diutus Allah pada umat Islam bangsa aakhorin Persia dari antara mereka.


2.  Karena dibangkitkan-Nya Imam Al Mahdi yang akan diutus Allah itu sudah merupakan keputusan-Nya, bahwa hal ini pasti akan terjadi, maka digunakanlah fi'il madhi yang mutaaddhi.
Dalam ayat lain dalam Al Qur'an, dapat kita temukan contoh kalimat yang menggunakan lafadz semacam itu, yakni fi'il madhi, yang muta'addhi, atau yang maknanya untuk yang akan datang.


MARI KITA LIHAT AYATNYA :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Huwa allathee baAAatha fee alommiyyeena rasoolan minhum yatloo AAalayhim ayatihi wayuzakkeehim wayuAAallimuhumu alkitaba waalhikmata wain kanoo min qablu lafee dalalin mubeenin

QS 62:2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

بَعَثَ



kata ba'atsa merupakan kata kerja yang tersusun dari 3 huruf saja (Tsulatsi Mujarrad)

coba perhatikan pola wajannya :

   فَعَلَ                     adalah wazan untuk fi'il madhi

  يَفْعَلُ                      adalah wazan untuk fi'il mudhari'


Setiap bab Tsulatsy Mujarrad hanya memiliki perbedaan pada harkat (baris) 'ainnya baik 'ain pada fiil madhy ataupun pada fiil mudhari'.Selebihnya, yaitu baris pada huruf fa dan lam adalah sama untuk setiap bab. Bahasa kerennya, huruf fa dan lam beserta barisnya adalah suatu konstanta yang tidak akan pernah berubah adapun huruf ‘ain adalah variabel yang berubah.


jadi bila dilihat dengan MATA DAN AKAL YANG WARAS. maka kata ba'atsa disini adalah  fi'il madhi yang artinya menunjukkan KATA KERJA LAMPAU yang bisa diwakili dalam bahasa indonesia  :

TELAH + ARTI KATA KERJA

BUKANNYA :

AKAN + KATA KERJA

SEHINGGA MAKNA AYAT QS 62:2 DI ATAS ADALAH :

QS 62:2. Dia-lah yang TELAH mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,


وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Waakhareena minhum lamma yalhaqoo bihim wahuwa alAAazeezu alhakeemu

QS 62:3. dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


DI ATAS SUDAH SAYA JELASKAN :

kata akhoriina diathafkan kepada umiyyina.

SEHINGGA MAKNA AYAT QS 62:3 DI ATAS ADALAH :

QS 62:3. dan Dia-lah yang TELAH mengutus  kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


Fi’il Muta’addi

1. Dibuat mengikuti wazan (pola) فَعَّلَ
Contoh:

حَسُنَ –> حَسَّنَ
سَهُلَ –> سَهَّلَ

2. Dibuat mengikuti wazan (pola) أَفْعَلَ
Contoh:


خَرَجَ –> أَخْرَجَ

كَمُلَ –> أَكْمَلَ


sekarang kata :                  بَعَثَ


mengikuti pola wajan yang mana ???? yups, bukanlah Fi’il Muta’addi


tapi jawabannya  :

  فَعَلَ                     adalah wazan untuk fi'il madhi



TOBATLAH WAHAI PENGIKUT ALIRAN SESAT


Terakhir diubah oleh putramentari tanggal Fri Apr 18, 2014 2:03 am, total 1 kali diubah
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down


Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Fri Jun 06, 2014 4:52 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:

kata Fii ini tergantung kalimat setelahnya dan sebelumnya  pak, Bisa kita artikan dengan "di, didalam, pada, kepada" lalu silahkan anda artikan di atas dengan "Kepada" apa ada perubahan arti...?, Konteks ayat ini kan pengutusannya "Kepada/pada" bangsa Ummiyyin dan Aakhorin, jadi apa masalahnya..?

Kata kepada jelas berbeda dengan kata pada. Dalam Bahasa Inggris, kata kepada itu artinya TO, sedangkan pada artinya AT. Jadi, kata fii lebih tepat diterjemahkan pada (bukan kepada),

Kita sedang bicara Bahasa Arab pak, yang didalamnya terdapat kaidah Nahwu, dan kata Fii tersebut tergantung penggunaannya.
Sedangkan dalam Inggris pun sama TO bisa berarti : Untuk, ke, kepada, pada dan masih banyak lagi tergantung penggunaannya, dan kata AT bisa berarti : di, didalam, diatas dan laiinya.

Jika kata fii diartikan "kepada", maka seolah-olah seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah hanya kepada dua bangsa saja, yakni bangsa Arab (Al Jumu'ah 62:2/3) dan keturunan bangsa Persia (Al Jumu'ah 62:3/4). Padahal di dalam Al 'Araf 7:158/159 sudah jelas bahwa Allah mengutus Rasulullah saw kepada sekalian manusia.

Yang Jadi masalah itu kan tafsiran anda, Kata" Aakhorin" anda tafsirkan "keturunan bangsa Persia" padahal arti yang benar adalah "Kaum yang lain" maksudnya kaum selain Bangsa Arab (Ummiyyin) makanya saya berikan referensinya mengenai pengguanaan kata ini seperti pada QS. Annisa 91, QS. Almaidah 41, QS. Al An'aam 6 dan 113 silahkan anda buka dan apakah kata tersebut berarti "keturunan Bangsa persia", tapi anda tetap membutakan diri atas masalah ini, bukannya anda sering bilang kita perlu juga menafsirkan secara qur'an bil qur'an.

Yang menafsirkan kata aakhoriina itu maksudnya "keturunan bangsa Persia" bukan saya, melainkan Nabi Muhammad saw sendiri dalam Kitab Tafsir, Shahih Bukhari. Abu Hurairah ra menerangkan: "Kami sedang duduk-duduk dekat Nabi saw, ketika Surah Al Jumu'ah diturunkan kepada Nabi saw. Para sahabat bertanya, 'Siapakah yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum di dalam ayat itu'. Nabi saw tidak menjawab hingga para sahabat bertanya sampai tiga kali. Di antara kami terdapat seorang yang bernama Salman dari Persia. Kemudian Nabi saw meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman sambil bersabda, 'Jika iman telah terbang ke bintang Tsurayya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara orang ini (Salman) akan dapat mengambilnya kembali.' (Kitab Tafsir, Shahih Bukhari).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Fri Jun 06, 2014 10:49 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Dengan demikian, maka kata fii lebih tepat diartikan "pada" untuk Al Jumu'ah 62:2/3-3/4. Fi'il-nya ba'atsa yang berarti "membangkitkan", sedangkan maf'ul-nya rasulam-minhum yang berarti "seorang rasul dari antara mereka". Jadi, seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada keturunan bangsa Persia dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4).

Silahkan lihat lagi ayat  yang saya berikan referensi diatas, apakah Kata "Akhoorin" itu berarti "keturunan bangsa Persia", Janga MAKSA LAH.....

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Itulah sebabnya, mengapa di dalam Kitab Tafsir Shahih Bukhari, ketika para sahabat bertanya tentang "apa/siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum", Rasulullah saw, sambil meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman (yang berasal) dari Persia, bersabda:"Jika iman telah terbang ke bintang tsurayya, maka seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman dari Persia) dapat mengambilnya kembali ke bumi".

baik saya Copy terjemahan lengkapnya tentang Hadist tersebut, Perhatikan Bunyinya :

Hadist bukhari 4518.

"Telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abdullah ia berkata, Telah menceritakan  kepadaku Sulaiman bin Bilal dari Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu ia berkata :Suatu  hari, kami duduk-duduk di   sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu diturunkanlah            pada  beliau  surat  Al   Jumu'ah  dan  "WA      `AAKHARIINA            MINHUM           LAMMAA YALHAQUU BIHIM." Maka aku pun bertanya, "Siapa mereka itu wahai Rasulullah?" Namun, beliau belum juga menjawab hingga tiga orang bertanya. Di antara kami ada Salman Al Farisi.
Kemudian   Rasulullah   shallallahu   'alaihi   wasallam   meletakkan   tangannya   pada   Salman   dan bersabda: "Sekiranya keimanan itu ada di gugusan bintang, niscaya keimanan itu tetap akan diperoleh      oleh   sekelompok       atau    seseorang     dari   mereka     itu  (Orang-orang       Persi)."  Telah menceritakan   kepada   kami   Abdullah   bin   Abdul   Wahhab   Telah   menceritakan   kepada   kami Abdul Aziz Telah mengabarkan kepadaku Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu   'alaihi   wasallam,   beliau   bersabda:   "Niscaya   (keimanan)   itu   akan   diperoleh   oleh sekelompok orang dari mereka (Orang Persi)."

Coba perhatikan Kalimatnya, anda selalu merubah rubah arti hadist tersebut, Maksud dari hadist itu jelas kok, Seandainya Keimanan telah jauh sejauh gugusan Bintang, kaum lain selain Bangsa arab pun akan dapat memperolehnya, dan Mengenai Salman Al farisi ini adalah sebagi Contoh dari kaum yang lain itu, disamping kaum kaum yang selain bangsa persia, makanya sejak di turunkannya ayat tersebut, rosulullah SAW mengirimkan surat kepada pemimpin bangsa lain seperti raja persia, Romawi dan bangsa lainnya untuk bergabung dengan Islam.
Dan juga termasuk Kita kita ini, yang tidak ada hubungannya dengan Bangsa Arab.

Apakah anda masih tetap menmbatasi kepengutasan Rosulullah itu hanya pada bangsa Arab Saja....?

Waduuuuuh, ternyata terjemahan hadits Shahih Bukhari yang anda tampilkan itu, berikut tafsirnya nampak sekali KACAU-BALAU.

Kitab Tafsir, Shahih Bukhari - 4518 Rasulullah saw menafsirkan pertanyaan sahabat ra, yakni "Siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum? Setelah ditanya sebanyak tiga kali, sambil meletakkan tangan di pundak Salman dari Persia, Rasulullah saw menjawab, tetapi jawaban Rasulullah saw ada dua versi sebagai berikut:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Jawaban Rasulullah saw itu menafsirkan kalimat wa aakhoriina minhum dalam Al Jumu'ah 62:3/4: "Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (seorang rasul) dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka".

Jika kita kembali ke Al Jumu'ah 62:2/3, Dia (Allah) lah yang telah membangkitkan pada bangsa umiyyin (Arab) seorang rasul dari antara mereka, yakni Nabi Muhammad saw.  Sedangkan Al Jumu'ah 62:3/4, Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (aakhoriina = Salman keturunan bangsa Persia) seorang rasul dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka", ketika iman umat Islam sedang berada di bintang tsurayya" (Shahih Bukhari, Kitab Tafsir).
Jadi, jelas bahwa pengutusan Nabi Muhammad saw (seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa umiyyin Arab) dan juga HMG Ahmad as (seorang rasul yang namanya AHMAD dari antara bangsa aakhoriina keturunan Persia) tidak dibatasi hanya kepada orang-orang Arab saja, melainkan kepada sekalian manusia di seluruh dunia. (Al 'Araf 7:158/159).

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada bangsanya Salman, yakni Persia, dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4 & Kitab Tafsir Shahih Bukhari). Nenek moyang HMG Ahmad as berasal dari bangsa Persia yang hijrah ke Qadian, Hindustan. HMG Ahmad as adalah seorang lelaki keturunan bangsa Persia yang dibangkitkan Allah sebagai seorang rasul yang namanya AHMAD, Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Sedangkan para penerus beliau as, yakni Khulafa-ul-Masih-al Mahdiyyin adalah beberapa orang lelaki dari antara keturunan bangsa Persia.

Ingat pak kedung, kata Rosul dalam Ash shaf :6 menggunakan Isim Mufrod, yang jelas jelas merupakan kata tunggal bukan menerangkan arti Jamak. jadi argumen anda di atas saya anggap hanyalah HAYALAN SAJA

Ya, saya paham bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD itu merupakan kata tunggal, tetapi bermakna ganda, yaitu rasul AHMAD dari antara bangsa (umiyyin) Arab, yang membawa syari'at baru, yakni Islam (Nabi Muhammad Rasulullah saw), dan rasul AHMAD dari antara keturunan bangsa lain (aakhoriina) Persia, yang tidak membawa syari'at baru, melainkan hanya melaksanakan syari'at Islam (HMG Ahmad as/Imam Mahdi).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by putramentari on Sat Jun 07, 2014 1:29 am

@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
si KEDUNG kalap..
lupa di tret ini yang diomongin apa..
wkwk

Hanya mengingatkan LOGIKA YANG BENAR
LOGIKA: Orang yang tidak paham Bahasa Arab Al Qur'an harus belajar dari orang yang sudah paham.


ha ha ha, kamu ajah buta Nahwu shorof, sok sok an paham bahasa Arab.

apa gak guling guling ane baca komen kamu ketawa guling 

Justru kamu yang kaya teroris Abu Bakar Ba'asyir yang sok jago Bahasa Arab. Menurut Petugas Deradikalisasi POLRI, ketika didatangkan orang Arab dari Timur Tengah mantan teroris yang sudah insaf, ternyata Abu Bakar Ba'asyir tidak mengerti Bahasa Arab, sehingga POLRI harus menyewa penterjemah. Begitupula kamu yang sok jago Nahwu Shorof, ketika dihadapkan kepada Hukum Idhofah untuk kata Khaataman-Nabiyyin, kamu juga tidak mengerti. Jadi, jangan sok jago, SOMBONG dan CONGKAK, karena, menurut Al Qur'an, kelakuan seperti itu adalah kelakuan IBLIS.

yakin mau bahas tentang Idhofah dengan ane.

ntar nyungsep lagi ketawa guling 
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 07, 2014 5:07 am

@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
si KEDUNG kalap..
lupa di tret ini yang diomongin apa..
wkwk

Hanya mengingatkan LOGIKA YANG BENAR
LOGIKA: Orang yang tidak paham Bahasa Arab Al Qur'an harus belajar dari orang yang sudah paham.


ha ha ha, kamu ajah buta Nahwu shorof, sok sok an paham bahasa Arab.

apa gak guling guling ane baca komen kamu ketawa guling 

Justru kamu yang kaya teroris Abu Bakar Ba'asyir yang sok jago Bahasa Arab. Menurut Petugas Deradikalisasi POLRI, ketika didatangkan orang Arab dari Timur Tengah mantan teroris yang sudah insaf, ternyata Abu Bakar Ba'asyir tidak mengerti Bahasa Arab, sehingga POLRI harus menyewa penterjemah. Begitupula kamu yang sok jago Nahwu Shorof, ketika dihadapkan kepada Hukum Idhofah untuk kata Khaataman-Nabiyyin, kamu juga tidak mengerti. Jadi, jangan sok jago, SOMBONG dan CONGKAK, karena, menurut Al Qur'an, kelakuan seperti itu adalah kelakuan IBLIS.

yakin mau bahas tentang Idhofah dengan ane.

ntar nyungsep lagi ketawa guling 

ENTE JUAL, ANE BELI.

Menurut Hukum Idhofah Ketiga, apa arti Khaataman-Nabiyyin?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 07, 2014 12:09 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:sekali lagi saya tidak menuduh, melainkan anda sendiri yang berargumen demikian, sedangkan Al A'raf 158 sangat berkaitan dengan Al jumuah 3.

@kedunghalang wrote:
62:3/4 Dan, Dia (juga yang telah membangkitkan) pada aakhoriina (keturunan bangsa Persia, seorang rasul) dari antara mereka....
Yang di dalam kurung adalah tafsiriyah berdasarkan hukum wau athaf, fi'il mutaaddi dan tafsir Rasulullah saw dalam Kitab Shahih Bukhari.

@ngayarana wrote:
Justru ini lah yang saya maksud bahwa anda membatasi pengutusan Rosulullah SAW hanya kepada Bangsa arab saja....

Abu Hurairah ra menerangkan, kami sedang duduk-dukuk dekat Nabi saw, ketika Surah Al Jumu'ah diturunkan kepada Nabi saw. Para sahabat bertanya, 'Siapakah yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum di dalam ayat itu'. Nabi saw tidak menjawab hingga para sahabat bertanya sampai tiga kali. Di antara kami terdapat seorang yang bernama Salman dari Persia. Kemudian Nabi saw meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman sambil bersabda, 'Jika iman telah terbang ke bintang Tsurayya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara orang ini (Salman) akan dapat mengambilnya kembali.' (Kitab Tafsir, Shahih Bukhari).

Dari Kitab Tafsir, Shahih Bukhari tersebut sangat jelas bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada bangsanya Salman, yakni Persia, dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4). Nenek moyang HMG Ahmad as berasal dari bangsa Persia yang hijrah ke Qadian, Hindustan. HMG Ahmad as adalah seorang lelaki keturunan bangsa Persia yang dibangkitkan Allah sebagai seorang rasul yang namanya AHMAD, Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Sedangkan para penerus beliau as, yakni Khulafa-ul-Masih-al Mahdiyyin adalah beberapa orang lelaki dari antara keturunan bangsa Persia.
Sudah lah...., jangan mengulang ngulang pernyataan, mengenai MGA keturunan Bangsa Persia aja anda tidak mampu Membuktikannya...

Belum bisa Bahasa Inggris yah? Belajar dulu dong, nanti akses ke link yang pernah saya kasih bisa lancar.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 07, 2014 1:07 pm


QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

rasulnya sudah diutus, hanya belum bergabung dengan mereka..
mana mungkin mga?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 07, 2014 4:47 pm

@SEGOROWEDI wrote:
QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

rasulnya sudah diutus, hanya belum bergabung dengan mereka..
mana mungkin mga?

BINGUNG YAH? Kalau gita ga usah ikutan komen di sini.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 07, 2014 4:53 pm


- telah mengutus => mana mungkin mga?
- aakhorina => beberapa rasul => mana mungkin mga?
- orang persia => mana mungkin mga?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 07, 2014 4:57 pm

@SEGOROWEDI wrote:
- telah mengutus => mana mungkin mga?
- aakhorina => beberapa rasul => mana mungkin mga?
- orang persia => mana mungkin mga?

YA SUDAHLAH, SEGO GAK BAKAL NGERTI
PIKIRIN AJA, YESUS itu bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah kepada Bani Israil.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 07, 2014 5:05 pm


pikirin kesalahanmu memahami teks KEDUNG..
jangan OOT

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 07, 2014 5:22 pm

@SEGOROWEDI wrote:
pikirin kesalahanmu memahami teks KEDUNG..
jangan OOT

Teks Bahasa Arab Al Qur'an tentang fi'il madi lil mustaqbal sulit dipahami SEGO. Jadi, SEGO sebaiknya pikirin bahwa:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah kepada Bani Israil, jadi kita boleh beriman kepada Yesus hanya sebagai Utusan Allah saja. Sementara Bani Israil yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by putramentari on Sun Jun 08, 2014 2:16 am

@ALL PENGIKUT ALIRAN SEMPALAN,


KHUSUS UNTUK TRIT AHMADIYAH YANG ANE BUAT , AGAR BISA MENAMBAH WAWASAN KITA BERSAMA

MAKA ANE HANYA MELAYANI KOMEN YANG DISERTAI PEMAHAMAN NAHWU SHOROF DAN MENGGUNAKAN HADIS YANG SHAHIH

JADI ARGUMEN NGEYEL MODAL MANGAP ATAU KELAS CURUT TIDAK DILAYANI.


THANKS.  Tape Deh 
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sun Jun 08, 2014 8:46 am

Berapa banyak ayat suci Al Qur'an yang menanyakan: AFALAA TA'QILUUUUUUUN?

1. NUBUATAN DALAM HADITS YANG DIDUKUNG FIRMAN ALLAH DALAM AYAT SUCI AL QUR'AN DAN SUDAH TERGENAPI, MAKA HADITS ITU SHAHIH PADA PANDANGAN ALLAH DAN REALITAS.

2. ALIRAN SEMPALAN ADALAH SUATU KELOMPOK UMAT BERAGAMA YANG TIDAK MEMILIKI SEORANG PEMIMPIN YANG DIPILIH ALLAH. PARAMETERNYA ADALAH SUNNAH RASULULLAH SAW DAN SUNNAH KHULAFA-UR-RASYIDIN, KETIKA UMAT ISLAM SENANTIASA DIPIMPIN OLEH SEORANG KHALIFAH DENGAN KHILAFAT 'ALA MIN HAJJIN NUBUWWAH.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 08, 2014 9:23 am

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
pikirin kesalahanmu memahami teks KEDUNG..
jangan OOT

Teks Bahasa Arab Al Qur'an tentang fi'il madi lil mustaqbal sulit dipahami SEGO. Jadi, SEGO sebaiknya pikirin bahwa:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah kepada Bani Israil, jadi kita boleh beriman kepada Yesus hanya sebagai Utusan Allah saja. Sementara Bani Israil yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.

gak usah OOT Kedung..
fokus di sini:

QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

pengutusan sudah ada Kedung..
hanya si utusan belum bergabung dengan kaum aakhorina

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sun Jun 08, 2014 9:52 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
pikirin kesalahanmu memahami teks KEDUNG..
jangan OOT

Teks Bahasa Arab Al Qur'an tentang fi'il madi lil mustaqbal sulit dipahami SEGO. Jadi, SEGO sebaiknya pikirin bahwa:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah kepada Bani Israil, jadi kita boleh beriman kepada Yesus hanya sebagai Utusan Allah saja. Sementara Bani Israil yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.

gak usah OOT Kedung..
fokus di sini:

QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

pengutusan sudah ada Kedung..
hanya si utusan belum bergabung dengan kaum aakhorina

Dalam Bahasa Arab Al Qur'an, itu adalah fi'il madi lil mustaqbal sulit dipahami SEGO. Sekarang SEGO pikirin saja:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah. Kita juga boleh beriman kepada Yesus, tetapi hanya sebagai Utusan Allah kepada Bani Israil saja. Jadi, Bani Israil saja yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena SEGO NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 08, 2014 9:57 am

@Kedunghalang wrote:
gak usah OOT Kedung..
fokus di sini:

QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

pengutusan sudah ada Kedung..
hanya si utusan belum bergabung dengan kaum aakhorina

Dalam Bahasa Arab Al Qur'an, itu adalah fi'il madi lil mustaqbal sulit dipahami SEGO. Sekarang SEGO pikirin saja:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah. Kita juga boleh beriman kepada Yesus, tetapi hanya sebagai Utusan Allah kepada Bani Israil saja. Jadi, Bani Israil saja yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena SEGO NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.
[/quote]

terjemahannya sudah bener khan?
mosok setelah diterjemahkan kamu malah gak bisa memahami

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sun Jun 08, 2014 10:01 am

Belajar dulu Bahasa Arab Al Qur'an, fi'il madi lil mustaqbal yang sulit dipahami SEGO. Sekarang SEGO pikirin saja:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah. Kita juga boleh beriman kepada Yesus, tetapi hanya sebagai Utusan Allah kepada Bani Israil saja. Jadi, Bani Israil saja yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena SEGO NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 08, 2014 10:05 am

@Kedunghalang wrote:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah. Kita juga boleh beriman kepada Yesus, tetapi hanya sebagai Utusan Allah kepada Bani Israil saja. Jadi, Bani Israil saja yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena SEGO NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.

OOT

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sun Jun 08, 2014 11:56 am

Makanya, jika belum paham fi'il madi lil mustaqbal, jangan komentar di thread ini, mendingan pikirin dulu bahwa:
Yesus itu Bukan Tuhan, melainkan hanya Utusan Allah. Kita juga boleh beriman kepada Yesus, tetapi hanya sebagai Utusan Allah kepada Bani Israil saja. Jadi, Bani Israil saja yang harus mentaatinya. SEGO TIDAK USAH IKUT-IKUTSAN karena SEGO NON-BANI ISRAIL. SEGO hanya dianjurkan untuk mentaati Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18) dan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang sekarang sudah datang.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by ngayarana on Mon Jun 09, 2014 5:32 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Dengan demikian, maka kata fii lebih tepat diartikan "pada" untuk Al Jumu'ah 62:2/3-3/4. Fi'il-nya ba'atsa yang berarti "membangkitkan", sedangkan maf'ul-nya rasulam-minhum yang berarti "seorang rasul dari antara mereka". Jadi, seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada keturunan bangsa Persia dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4).

Silahkan lihat lagi ayat  yang saya berikan referensi diatas, apakah Kata "Akhoorin" itu berarti "keturunan bangsa Persia", Janga MAKSA LAH.....

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Itulah sebabnya, mengapa di dalam Kitab Tafsir Shahih Bukhari, ketika para sahabat bertanya tentang "apa/siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum", Rasulullah saw, sambil meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman (yang berasal) dari Persia, bersabda:"Jika iman telah terbang ke bintang tsurayya, maka seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman dari Persia) dapat mengambilnya kembali ke bumi".

baik saya Copy terjemahan lengkapnya tentang Hadist tersebut, Perhatikan Bunyinya :

Hadist bukhari 4518.

"Telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abdullah ia berkata, Telah menceritakan  kepadaku Sulaiman bin Bilal dari Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu ia berkata :Suatu  hari, kami duduk-duduk di   sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu diturunkanlah            pada  beliau  surat  Al   Jumu'ah  dan  "WA      `AAKHARIINA            MINHUM           LAMMAA YALHAQUU BIHIM." Maka aku pun bertanya, "Siapa mereka itu wahai Rasulullah?" Namun, beliau belum juga menjawab hingga tiga orang bertanya. Di antara kami ada Salman Al Farisi.
Kemudian   Rasulullah   shallallahu   'alaihi   wasallam   meletakkan   tangannya   pada   Salman   dan bersabda: "Sekiranya keimanan itu ada di gugusan bintang, niscaya keimanan itu tetap akan diperoleh      oleh   sekelompok       atau    seseorang     dari   mereka     itu  (Orang-orang       Persi)."  Telah menceritakan   kepada   kami   Abdullah   bin   Abdul   Wahhab   Telah   menceritakan   kepada   kami Abdul Aziz Telah mengabarkan kepadaku Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu   'alaihi   wasallam,   beliau   bersabda:   "Niscaya   (keimanan)   itu   akan   diperoleh   oleh sekelompok orang dari mereka (Orang Persi)."

Coba perhatikan Kalimatnya, anda selalu merubah rubah arti hadist tersebut, Maksud dari hadist itu jelas kok, Seandainya Keimanan telah jauh sejauh gugusan Bintang, kaum lain selain Bangsa arab pun akan dapat memperolehnya, dan Mengenai Salman Al farisi ini adalah sebagi Contoh dari kaum yang lain itu, disamping kaum kaum yang selain bangsa persia, makanya sejak di turunkannya ayat tersebut, rosulullah SAW mengirimkan surat kepada pemimpin bangsa lain seperti raja persia, Romawi dan bangsa lainnya untuk bergabung dengan Islam.
Dan juga termasuk Kita kita ini, yang tidak ada hubungannya dengan Bangsa Arab.

Apakah anda masih tetap menmbatasi kepengutasan Rosulullah itu hanya pada bangsa Arab Saja....?

Waduuuuuh, ternyata terjemahan hadits Shahih Bukhari yang anda tampilkan itu, berikut tafsirnya nampak sekali KACAU-BALAU.

Kitab Tafsir, Shahih Bukhari - 4518 Rasulullah saw menafsirkan pertanyaan sahabat ra, yakni "Siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum? Setelah ditanya sebanyak tiga kali, sambil meletakkan tangan di pundak Salman dari Persia, Rasulullah saw menjawab, tetapi jawaban Rasulullah saw ada dua versi sebagai berikut:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Jawaban Rasulullah saw itu menafsirkan kalimat wa aakhoriina minhum dalam Al Jumu'ah 62:3/4: "Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (seorang rasul) dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka".
Ini lah Masalah anda, Tafsiran yang benar berdasarkan kaidah bahasa Arab anda anda salahkan, tetapi entah berdasarkan kaidah apa anda Imani, Jelas jelas hadist di Atas mengisyaratkan perumpamaan, tapi kaum anda mengartikan secara harfiyah.

Saya hanya mau bersikap obyektif terhadap hadist hadist yang anda kemukakan disini, agar semua tau bahwa anda dan kaum anda hanya mengutak atik terjemahan saja.

dan Jelas Kata "Akhoorina" di tunjukkan kepada kaum yang lain selain Bangsa arab, bukan hanya kepada satu kaum saja, dalam hal ini yang di Contohkan adalah Salman Alfarisi RA, yang kebetulan Beliau RA adalah bangsa Persia.

Saya sarankan anda tidak hanya melihat Tafsiran ala Ahmadiyah saja, tetapi lihat juga Tafsiran Ulama ulama islam yang sudah terkenal dalam hal ilmu Tafsir, seperti Ibnu Katsir, Al Qurtubi, Ibnu Jarir, dan masih banyak lagi

Jika kita kembali ke Al Jumu'ah 62:2/3, Dia (Allah) lah yang telah membangkitkan pada bangsa umiyyin (Arab) seorang rasul dari antara mereka, yakni Nabi Muhammad saw.  Sedangkan Al Jumu'ah 62:3/4, Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (aakhoriina = Salman keturunan bangsa Persia) seorang rasul dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka", ketika iman umat Islam sedang berada di bintang tsurayya" (Shahih Bukhari, Kitab Tafsir).
Dengan begitu anda hanya mengkususkan kepengutusan Rosulullah SAW hanya kepada Bangsa Arab saja.

Jadi, jelas bahwa pengutusan Nabi Muhammad saw (seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa umiyyin Arab) dan juga HMG Ahmad as (seorang rasul yang namanya AHMAD dari antara bangsa aakhoriina keturunan Persia) tidak dibatasi hanya kepada orang-orang Arab saja, melainkan kepada sekalian manusia di seluruh dunia. (Al 'Araf 7:158/159).
Jelas berarti anda membatasi kepengutusan tersebut, dikarenakan anda berdalil dengan 2 ayat yang berbeda sebagai penafsiran anda, sedangkan sebenarnya kedua ayat tersebut menerangkan kepengutusannya bukan personalnya.

Ingat kata "Rosuulan" merupakan Isim Mufrod (Tunggal)
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada bangsanya Salman, yakni Persia, dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4 & Kitab Tafsir Shahih Bukhari). Nenek moyang HMG Ahmad as berasal dari bangsa Persia yang hijrah ke Qadian, Hindustan. HMG Ahmad as adalah seorang lelaki keturunan bangsa Persia yang dibangkitkan Allah sebagai seorang rasul yang namanya AHMAD, Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Sedangkan para penerus beliau as, yakni Khulafa-ul-Masih-al Mahdiyyin adalah beberapa orang lelaki dari antara keturunan bangsa Persia.

Ingat pak kedung, kata Rosul dalam Ash shaf :6 menggunakan Isim Mufrod, yang jelas jelas merupakan kata tunggal bukan menerangkan arti Jamak. jadi argumen anda di atas saya anggap hanyalah HAYALAN SAJA

Ya, saya paham bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD itu merupakan kata tunggal, tetapi bermakna ganda, yaitu rasul AHMAD dari antara bangsa (umiyyin) Arab, yang membawa syari'at baru, yakni Islam (Nabi Muhammad Rasulullah saw), dan rasul AHMAD dari antara keturunan bangsa lain (aakhoriina) Persia, yang tidak membawa syari'at baru, melainkan hanya melaksanakan syari'at Islam (HMG Ahmad as/Imam Mahdi).
ANEH.......!!!
Tunggal ya tunggal pak, ganda ya ganda, Kok kaya agama sebelah sih..... usil 
Bahasa arab itu sangat jelas menerangkan suatu Obyek, bila tunggal mengunakan Isim Mufrod, Ganda menggunakan Isim Mutsanna, dan kalo banyak menggunakan Isim Jamak.

Silahkan belajar lagi Ilmu Nahwunya..... lol
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Wed Jun 11, 2014 4:51 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Dengan demikian, maka kata fii lebih tepat diartikan "pada" untuk Al Jumu'ah 62:2/3-3/4. Fi'il-nya ba'atsa yang berarti "membangkitkan", sedangkan maf'ul-nya rasulam-minhum yang berarti "seorang rasul dari antara mereka". Jadi, seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada keturunan bangsa Persia dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4).

Silahkan lihat lagi ayat  yang saya berikan referensi diatas, apakah Kata "Akhoorin" itu berarti "keturunan bangsa Persia", Janga MAKSA LAH.....

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Itulah sebabnya, mengapa di dalam Kitab Tafsir Shahih Bukhari, ketika para sahabat bertanya tentang "apa/siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum", Rasulullah saw, sambil meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman (yang berasal) dari Persia, bersabda:"Jika iman telah terbang ke bintang tsurayya, maka seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman dari Persia) dapat mengambilnya kembali ke bumi".

baik saya Copy terjemahan lengkapnya tentang Hadist tersebut, Perhatikan Bunyinya :

Hadist bukhari 4518.

"Telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abdullah ia berkata, Telah menceritakan  kepadaku Sulaiman bin Bilal dari Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu ia berkata :Suatu  hari, kami duduk-duduk di   sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu diturunkanlah            pada  beliau  surat  Al   Jumu'ah  dan  "WA      `AAKHARIINA            MINHUM           LAMMAA YALHAQUU BIHIM." Maka aku pun bertanya, "Siapa mereka itu wahai Rasulullah?" Namun, beliau belum juga menjawab hingga tiga orang bertanya. Di antara kami ada Salman Al Farisi.
Kemudian   Rasulullah   shallallahu   'alaihi   wasallam   meletakkan   tangannya   pada   Salman   dan bersabda: "Sekiranya keimanan itu ada di gugusan bintang, niscaya keimanan itu tetap akan diperoleh      oleh   sekelompok       atau    seseorang     dari   mereka     itu  (Orang-orang       Persi)."  Telah menceritakan   kepada   kami   Abdullah   bin   Abdul   Wahhab   Telah   menceritakan   kepada   kami Abdul Aziz Telah mengabarkan kepadaku Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu   'alaihi   wasallam,   beliau   bersabda:   "Niscaya   (keimanan)   itu   akan   diperoleh   oleh sekelompok orang dari mereka (Orang Persi)."

Coba perhatikan Kalimatnya, anda selalu merubah rubah arti hadist tersebut, Maksud dari hadist itu jelas kok, Seandainya Keimanan telah jauh sejauh gugusan Bintang, kaum lain selain Bangsa arab pun akan dapat memperolehnya, dan Mengenai Salman Al farisi ini adalah sebagi Contoh dari kaum yang lain itu, disamping kaum kaum yang selain bangsa persia, makanya sejak di turunkannya ayat tersebut, rosulullah SAW mengirimkan surat kepada pemimpin bangsa lain seperti raja persia, Romawi dan bangsa lainnya untuk bergabung dengan Islam.
Dan juga termasuk Kita kita ini, yang tidak ada hubungannya dengan Bangsa Arab.

Apakah anda masih tetap menmbatasi kepengutasan Rosulullah itu hanya pada bangsa Arab Saja....?

Waduuuuuh, ternyata terjemahan hadits Shahih Bukhari yang anda tampilkan itu, berikut tafsirnya nampak sekali KACAU-BALAU.

Kitab Tafsir, Shahih Bukhari - 4518 Rasulullah saw menafsirkan pertanyaan sahabat ra, yakni "Siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum? Setelah ditanya sebanyak tiga kali, sambil meletakkan tangan di pundak Salman dari Persia, Rasulullah saw menjawab, tetapi jawaban Rasulullah saw ada dua versi sebagai berikut:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Jawaban Rasulullah saw itu menafsirkan kalimat wa aakhoriina minhum dalam Al Jumu'ah 62:3/4: "Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (seorang rasul) dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka".

Ini lah Masalah anda, Tafsiran yang benar berdasarkan kaidah bahasa Arab anda anda salahkan, tetapi entah berdasarkan kaidah apa anda Imani, Jelas jelas hadist di Atas mengisyaratkan perumpamaan, tapi kaum anda mengartikan secara harfiyah.

Saya hanya mau bersikap obyektif terhadap hadist hadist yang anda kemukakan disini, agar semua tau bahwa anda dan kaum anda hanya mengutak atik terjemahan saja.

dan Jelas Kata "Akhoorina" di tunjukkan kepada kaum yang lain selain Bangsa arab, bukan hanya kepada satu kaum saja, dalam hal ini yang di Contohkan adalah Salman Alfarisi RA, yang kebetulan Beliau RA adalah bangsa Persia.

Saya sarankan anda tidak hanya melihat Tafsiran ala Ahmadiyah saja, tetapi lihat juga Tafsiran Ulama ulama islam yang sudah terkenal dalam hal ilmu Tafsir, seperti Ibnu Katsir, Al Qurtubi, Ibnu Jarir, dan masih banyak lagi

Kata kuncinya adalah wa aakhoriina minhum yang ditanyakan oleh para sahabat ra dalam hadits tersebut, dan Rasulullah saw tidak menjawab sampai-sampai para sahabat ra mengulang pertanyaan mereka tiga kali.  Ini artinya Rasulullah saw tidak mau gegabah, dan lebih baik menunggu petunjuk dari Allah Yang Maha Mengetahui untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Jika kita menggunakan kaidah nahwu tantang hukum wau athaf yang dikombinasikan dengan hukum fi'il madi wal muta'adi atau "kata kerja" (fi'il) yang harus disertai dengan "obyek" (maf'ul), maka rasulam-minhum adalah maf'ul atau obyek dari kata kerja ba'atsa, sehingga kalimat lengkap yang ditanyakan oleh para sahabat adalah:
Siapakah yang dimaksud dengan wa aakhoriina rasulan-minhum (dan bangsa lain, seorang rasul dari antara mereka).

Jadi pertanyaan para sahabat ra itu maksudnya adalah: "Ya Rasulullah, siapakah seorang rasul yang akan dibangkitkan pada bangsa lain dari antara mereka itu?  Kemudian, setelah ditanya tiga kali, Rasulullah saw menjawab sambil meletakkan tangan di atas pundak Salman ra: "Ketika iman (keimanan) berada di bintang Tsurayya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara orang ini / Salman (seorang sahabat setia Rasulullah saw yang berasal dari Persia) ra akan dapat mengambilnya kembali."

Maknanya adalah, ketika keimanan (umat Islam) berada jauh dari bumi atau sedang berada di bintang Tsurayya, maka Allah pasti membangkitkan pada bangsa lain (bangsa Persia) seorang lelaki yang menjadi rasul dari antara mereka yang belum bergabung dengan mereka (umat Islam dari bangsa umiyyin). Jawaban ini tertuju kepada seorang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang dibangkitkan Allah dari keturunan bangsa Persia. Sedangkan yang dimaksud dengan beberapa orang lelaki dari keturunan bangsa Persia tertuju kepada para Khalifatul Mahdi/Masih dalam Khilafat 'Ala Minhajjin Nubuwwah.

Kandungan hadits ini didukung juga oleh ayat-ayat lain dalam Al Qur'an, serta HR Al Baihaqi yang meriwayatkan tentang suatu keadaan dimana Islam tinggal namanya dan Al Qur'an tinggal tulisannya.  Insya-Allah pada gilirannya akan dijelaskan lebih lanjut.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Wed Jun 11, 2014 5:23 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Jika kita kembali ke Al Jumu'ah 62:2/3, Dia (Allah) lah yang telah membangkitkan pada bangsa umiyyin (Arab) seorang rasul dari antara mereka, yakni Nabi Muhammad saw.  Sedangkan Al Jumu'ah 62:3/4, Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (aakhoriina = Salman keturunan bangsa Persia) seorang rasul dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka", ketika iman umat Islam sedang berada di bintang tsurayya" (Shahih Bukhari, Kitab Tafsir).

Dengan begitu anda hanya mengkususkan kepengutusan Rosulullah SAW hanya kepada Bangsa Arab saja.

Allah mengutus Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia (Al 'Araf 7:158/159), tetapi Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7) pada bangsa umiyyin dari antara mereka, yakni Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada bangsa aakhoriina dari antara mereka, yakni Imam Mahdi as (Al Jumu'ah 62:3/4).


@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Jadi, jelas bahwa pengutusan Nabi Muhammad saw (seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa umiyyin Arab) dan juga HMG Ahmad as (seorang rasul yang namanya AHMAD dari antara bangsa aakhoriina keturunan Persia) tidak dibatasi hanya kepada orang-orang Arab saja, melainkan kepada sekalian manusia di seluruh dunia. (Al 'Araf 7:158/159).

Jelas berarti anda membatasi kepengutusan tersebut, dikarenakan anda berdalil dengan 2 ayat yang berbeda sebagai penafsiran anda, sedangkan sebenarnya kedua ayat tersebut menerangkan kepengutusannya bukan personalnya.

Ingat kata "Rosuulan" merupakan Isim Mufrod (Tunggal).

Pemahaman saya berdasarkan Al Qur'an bahwa saya tidak membatasi pengutusan Nabi Muhammad saw hanya kepada bangsa Arab saja, karena Allah yang mengutus Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia (Al 'Araf 7:158/159). Tetapi, kalimat wa mubasysyiran bi rasuulin ya'tii mimba'di ismuhuu AHMAD dalam Ash-Shaf 61:6/7 memiliki makna yang dijelaskan dalam Al Jumu'ah 62:2/3-3/4. Nubuatan tentang kedatangan seorang rasul, setelah Isa Ibnu Maryam wafat, yang namanya AHMAD itu bermakna ganda, yakni seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa umiyyin (Arab), yaitu Rasulullah saw, dan seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa aakhoriina (keturunan bangsa Persia), yaitu Imam Mahdi as.

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada bangsanya Salman, yakni Persia, dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4 & Kitab Tafsir Shahih Bukhari). Nenek moyang HMG Ahmad as berasal dari bangsa Persia yang hijrah ke Qadian, Hindustan. HMG Ahmad as adalah seorang lelaki keturunan bangsa Persia yang dibangkitkan Allah sebagai seorang rasul yang namanya AHMAD, Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Sedangkan para penerus beliau as, yakni Khulafa-ul-Masih-al Mahdiyyin adalah beberapa orang lelaki dari antara keturunan bangsa Persia.

Ingat pak kedung, kata Rosul dalam Ash shaf :6 menggunakan Isim Mufrod, yang jelas jelas merupakan kata tunggal bukan menerangkan arti Jamak. jadi argumen anda di atas saya anggap hanyalah HAYALAN SAJA

Ya, saya paham bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD itu merupakan kata tunggal, tetapi bermakna ganda, yaitu rasul AHMAD dari antara bangsa (umiyyin) Arab, yang membawa syari'at baru, yakni Islam (Nabi Muhammad Rasulullah saw), dan rasul AHMAD dari antara keturunan bangsa lain (aakhoriina) Persia, yang tidak membawa syari'at baru, melainkan hanya melaksanakan syari'at Islam (HMG Ahmad as/Imam Mahdi).

ANEH.......!!!
Tunggal ya tunggal pak, ganda ya ganda, Kok kaya agama sebelah sih..... usil 
Bahasa arab itu sangat jelas menerangkan suatu Obyek, bila tunggal mengunakan Isim Mufrod, Ganda menggunakan Isim Mutsanna, dan kalo banyak menggunakan Isim Jamak.

Silahkan belajar lagi Ilmu Nahwunya..... lol

Jika kaidah nahwu shorof anda atau pemahaman anda tentang nahwu shorof masih terbatas, dan belum dapat menafsirkan Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:2/3-3/4 dengan benar, maka gunakan alat tafsir yang lain, yakni kaidah Qur'an bil Qur'an atau Qur'an bil Hadits. Menurut Al Qur'an kenabian/kerasulan/kekhalifahan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw atau yang beriman dan beramal shaleh (An-Nisa 4:69/70, An-Nur 24:55/56 & Al 'Araf 7:35/36).  Sedangkan menurut Hadits, Rasulullah saw menubuatkan bahwa Allah akan mengutus pada umat Islam Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam (Shahih Bukhari & Musnad Ahmad bin Hambal)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by ngayarana on Wed Jun 11, 2014 6:21 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Dengan demikian, maka kata fii lebih tepat diartikan "pada" untuk Al Jumu'ah 62:2/3-3/4. Fi'il-nya ba'atsa yang berarti "membangkitkan", sedangkan maf'ul-nya rasulam-minhum yang berarti "seorang rasul dari antara mereka". Jadi, seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada keturunan bangsa Persia dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4).

Silahkan lihat lagi ayat  yang saya berikan referensi diatas, apakah Kata "Akhoorin" itu berarti "keturunan bangsa Persia", Janga MAKSA LAH.....

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Itulah sebabnya, mengapa di dalam Kitab Tafsir Shahih Bukhari, ketika para sahabat bertanya tentang "apa/siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum", Rasulullah saw, sambil meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman (yang berasal) dari Persia, bersabda:"Jika iman telah terbang ke bintang tsurayya, maka seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman dari Persia) dapat mengambilnya kembali ke bumi".

baik saya Copy terjemahan lengkapnya tentang Hadist tersebut, Perhatikan Bunyinya :

Hadist bukhari 4518.

"Telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abdullah ia berkata, Telah menceritakan  kepadaku Sulaiman bin Bilal dari Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu ia berkata :Suatu  hari, kami duduk-duduk di   sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu diturunkanlah            pada  beliau  surat  Al   Jumu'ah  dan  "WA      `AAKHARIINA            MINHUM           LAMMAA YALHAQUU BIHIM." Maka aku pun bertanya, "Siapa mereka itu wahai Rasulullah?" Namun, beliau belum juga menjawab hingga tiga orang bertanya. Di antara kami ada Salman Al Farisi.
Kemudian   Rasulullah   shallallahu   'alaihi   wasallam   meletakkan   tangannya   pada   Salman   dan bersabda: "Sekiranya keimanan itu ada di gugusan bintang, niscaya keimanan itu tetap akan diperoleh      oleh   sekelompok       atau    seseorang     dari   mereka     itu  (Orang-orang       Persi)."  Telah menceritakan   kepada   kami   Abdullah   bin   Abdul   Wahhab   Telah   menceritakan   kepada   kami Abdul Aziz Telah mengabarkan kepadaku Tsaur dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu   'alaihi   wasallam,   beliau   bersabda:   "Niscaya   (keimanan)   itu   akan   diperoleh   oleh sekelompok orang dari mereka (Orang Persi)."

Coba perhatikan Kalimatnya, anda selalu merubah rubah arti hadist tersebut, Maksud dari hadist itu jelas kok, Seandainya Keimanan telah jauh sejauh gugusan Bintang, kaum lain selain Bangsa arab pun akan dapat memperolehnya, dan Mengenai Salman Al farisi ini adalah sebagi Contoh dari kaum yang lain itu, disamping kaum kaum yang selain bangsa persia, makanya sejak di turunkannya ayat tersebut, rosulullah SAW mengirimkan surat kepada pemimpin bangsa lain seperti raja persia, Romawi dan bangsa lainnya untuk bergabung dengan Islam.
Dan juga termasuk Kita kita ini, yang tidak ada hubungannya dengan Bangsa Arab.

Apakah anda masih tetap menmbatasi kepengutasan Rosulullah itu hanya pada bangsa Arab Saja....?

Waduuuuuh, ternyata terjemahan hadits Shahih Bukhari yang anda tampilkan itu, berikut tafsirnya nampak sekali KACAU-BALAU.

Kitab Tafsir, Shahih Bukhari - 4518 Rasulullah saw menafsirkan pertanyaan sahabat ra, yakni "Siapa yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum? Setelah ditanya sebanyak tiga kali, sambil meletakkan tangan di pundak Salman dari Persia, Rasulullah saw menjawab, tetapi jawaban Rasulullah saw ada dua versi sebagai berikut:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Jawaban Rasulullah saw itu menafsirkan kalimat wa aakhoriina minhum dalam Al Jumu'ah 62:3/4: "Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (seorang rasul) dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka".

Ini lah Masalah anda, Tafsiran yang benar berdasarkan kaidah bahasa Arab anda anda salahkan, tetapi entah berdasarkan kaidah apa anda Imani, Jelas jelas hadist di Atas mengisyaratkan perumpamaan, tapi kaum anda mengartikan secara harfiyah.

Saya hanya mau bersikap obyektif terhadap hadist hadist yang anda kemukakan disini, agar semua tau bahwa anda dan kaum anda hanya mengutak atik terjemahan saja.

dan Jelas Kata "Akhoorina" di tunjukkan kepada kaum yang lain selain Bangsa arab, bukan hanya kepada satu kaum saja, dalam hal ini yang di Contohkan adalah Salman Alfarisi RA, yang kebetulan Beliau RA adalah bangsa Persia.

Saya sarankan anda tidak hanya melihat Tafsiran ala Ahmadiyah saja, tetapi lihat juga Tafsiran Ulama ulama islam yang sudah terkenal dalam hal ilmu Tafsir, seperti Ibnu Katsir, Al Qurtubi, Ibnu Jarir, dan masih banyak lagi

Kata kuncinya adalah wa aakhoriina minhum yang ditanyakan oleh para sahabat ra dalam hadits tersebut, dan Rasulullah saw tidak menjawab sampai-sampai para sahabat ra mengulang pertanyaan mereka tiga kali.  Ini artinya Rasulullah saw tidak mau gegabah, dan lebih baik menunggu petunjuk dari Allah Yang Maha Mengetahui untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Jika kita menggunakan kaidah nahwu tantang hukum wau athaf yang dikombinasikan dengan hukum fi'il madi wal muta'adi atau "kata kerja" (fi'il) yang harus disertai dengan "obyek" (maf'ul), maka rasulam-minhum adalah maf'ul atau obyek dari kata kerja ba'atsa, sehingga kalimat lengkap yang ditanyakan oleh para sahabat adalah:
Siapakah yang dimaksud dengan wa aakhoriina rasulan-minhum (dan bangsa lain, seorang rasul dari antara mereka).

Jadi pertanyaan para sahabat ra itu maksudnya adalah: "Ya Rasulullah, siapakah seorang rasul yang akan dibangkitkan pada bangsa lain dari antara mereka itu?  Kemudian, setelah ditanya tiga kali, Rasulullah saw menjawab sambil meletakkan tangan di atas pundak Salman ra: "Ketika iman (keimanan) berada di bintang Tsurayya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara orang ini / Salman (seorang sahabat setia Rasulullah saw yang berasal dari Persia) ra akan dapat mengambilnya kembali."
Hebaaat....., kalo anda membuat karangan bebas dan penuh fantasi anda bisa dapat nilai 7 pak.. usil 

tapi sayang, fantasi anda tidak berdasar, coba perhatikan lagi  Haditsnya kembali....
Para sahabat bertanya seperti ini :
قال قلت من هم يارسول الله

"Siapa Mereka Itu" yaa Rosulallah........

dan dalam hadist lain di sebut :

قال رجل: يا رسول الله, من هؤلاء الذين لم يلحقوا بنا,

""Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?"

Maksud siapa mereka itu menanyakan ayat ini :

وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ   لَمَّا   يَلْحَقُوا۟  بِهِمْ

Kenapa jadi person to person....?, dan salman Alfarisi RA itu adalah Contoh, karena memang Dia RA bukan dari bangsa Arab tetapi dari bangsa lain, dalam hal ini dia adalah bangsa persia, makanya Ayatnya di ucapkan dengan kalimat وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ " Kaum yang lain dari mereka" Dhomir "Hum" dari kalimat   مِنْهُمْ itu kembali ke kalimat ءَاخَرِينَ, jadi jelas baik hadist di atas atau Surat Aljumuah : 3 ini memberikan pernyataan bahwa Rosulullah SAW di utus bukan hanya pada bangsa Arab saja, tetapi kepada bangsa lain juga.

Dan Anehnya anda dengan berani menambahkan Kalimat رسول di tengah tengan وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ dengan alasan menggunakan Kaidah "ATHAF", padahal kalimat tersebut merupakan kalimat baku yang sangat berhubungan, masa iya gara gara kaidah "ATHAF" anda sembarangan menambahkan Ayat.....
Jadi kaya Agama sebelah aja nih, Suka ngedit Ayat...... usil 

Maknanya adalah, ketika keimanan (umat Islam) berada jauh dari bumi atau sedang berada di bintang Tsurayya, maka Allah pasti membangkitkan pada bangsa lain (bangsa Persia) seorang lelaki yang menjadi rasul dari antara mereka yang belum bergabung dengan mereka (umat Islam dari bangsa umiyyin). Jawaban ini tertuju kepada seorang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang dibangkitkan Allah dari keturunan bangsa Persia. Sedangkan yang dimaksud dengan beberapa orang lelaki dari keturunan bangsa Persia tertuju kepada para Khalifatul Mahdi/Masih dalam Khilafat 'Ala Minhajjin Nubuwwah.
Nah Disitulah Hayalan kaum anda itu.....
Bagi kami Rosulullah SAW adalah Nabi terahir dan tidak ada nabi lagi setelahnya baik membawa syariat ataupun Tidak.

Jadi Hentikan Hayalan Anda....

Kandungan hadits ini didukung juga oleh ayat-ayat lain dalam Al Qur'an, serta HR Al Baihaqi yang meriwayatkan tentang suatu keadaan dimana Islam tinggal namanya dan Al Qur'an tinggal tulisannya.  Insya-Allah pada gilirannya akan dijelaskan lebih lanjut.
Monggo di jabarkan pak......
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Wed Jun 11, 2014 8:22 pm

@ngayarana wrote:
Para sahabat bertanya seperti ini :
قال قلت من هم يارسول الله

"Siapa Mereka Itu" yaa Rosulallah........

dan dalam hadist lain di sebut :

قال رجل: يا رسول الله, من هؤلاء الذين لم يلحقوا بنا,

""Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?"

Maksud siapa mereka itu menanyakan ayat ini :

وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ   لَمَّا   يَلْحَقُوا۟  بِهِمْ

Kenapa jadi person to person....?, dan salman Alfarisi RA itu adalah Contoh, karena memang Dia RA bukan dari bangsa Arab tetapi dari bangsa lain, dalam hal ini dia adalah bangsa persia, makanya Ayatnya di ucapkan dengan kalimat وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ " Kaum yang lain dari mereka" Dhomir "Hum" dari kalimat   مِنْهُمْ itu kembali ke kalimat ءَاخَرِينَ, jadi jelas baik hadist di atas atau Surat Aljumuah : 3 ini memberikan pernyataan bahwa Rosulullah SAW di utus bukan hanya pada bangsa Arab saja, tetapi kepada bangsa lain juga.

Mengenai pengutusan Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia dijelaskan dalam Al 'Araf 7:158/159, bukan di dalam ayat ini. Ayat ini khusus menjelaskan tentang nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7):
Al Jumu'ah 62:2/3 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa umiyyin dari antara mereka.
Al Jumu'ah 62:3/4 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa aakhoriina dari antara mereka.
Dalam kedua ayat tersebut terdapat kata minhum (dari antara mereka) setelah kata umiyyin dan kata aakhoriina. Jadi, wajar jika para sahabat bertanya:"Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?" Tetapi, jika kita melihat konteksnya, yakni menjelaskan nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7), maka makna pertanyaan itu adalah "Wahai Rasulullah, siapa (dari bangsa mana) mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?

Kemudian Rasulullah saw pun menjawab:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Makna jawaban Rasulullah saw adalah, ketika keimanan (umat Islam) berada jauh dari bumi atau sedang berada di bintang Tsurayya, maka Allah pasti membangkitkan pada bangsa lain (bangsa Persia) seorang lelaki yang menjadi rasul dari antara mereka yang belum bergabung dengan mereka (umat Islam dari bangsa umiyyin). Jawaban ini tertuju kepada seorang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang dibangkitkan Allah dari keturunan bangsa Persia. Sedangkan yang dimaksud dengan beberapa orang lelaki dari keturunan bangsa Persia tertuju kepada para Khalifatul Mahdi/Masih dalam Khilafat 'Ala Minhajjin Nubuwwah.

@ngayarana wrote:
Dan Anehnya anda dengan berani menambahkan Kalimat رسول di tengah tengan وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ dengan alasan menggunakan Kaidah "ATHAF", padahal kalimat tersebut merupakan kalimat baku yang sangat berhubungan, masa iya gara gara kaidah "ATHAF" anda sembarangan menambahkan Ayat.....
@ngayarana wrote:
Bagi kami Rosulullah SAW adalah Nabi terahir dan tidak ada nabi lagi setelahnya baik membawa syariat ataupun Tidak.

Jika pemahaman anda tentang nahwu shorof masih terbatas, dan belum dapat menafsirkan Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:2/3-3/4 dengan benar, maka gunakan alat tafsir yang lain, yakni kaidah Qur'an bil Qur'an atau Qur'an bil Hadits. Menurut Al Qur'an kenabian/kerasulan/kekhalifahan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw atau yang beriman dan beramal shaleh (An-Nisa 4:69/70, An-Nur 24:55/56 & Al 'Araf 7:35/36).  Sedangkan menurut Hadits, Rasulullah saw menubuatkan bahwa Allah akan mengutus pada umat Islam Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam (Shahih Bukhari & Musnad Ahmad bin Hambal)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by ngayarana on Thu Jun 12, 2014 3:17 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Jika kita kembali ke Al Jumu'ah 62:2/3, Dia (Allah) lah yang telah membangkitkan pada bangsa umiyyin (Arab) seorang rasul dari antara mereka, yakni Nabi Muhammad saw.  Sedangkan Al Jumu'ah 62:3/4, Dan, Dia juga (yang telah membangkitkan) pada bangsa lain (aakhoriina = Salman keturunan bangsa Persia) seorang rasul dari antara mereka, yang belum bergabung dengan mereka", ketika iman umat Islam sedang berada di bintang tsurayya" (Shahih Bukhari, Kitab Tafsir).

Dengan begitu anda hanya mengkususkan kepengutusan Rosulullah SAW hanya kepada Bangsa Arab saja.

Allah mengutus Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia (Al 'Araf 7:158/159), tetapi Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7) pada bangsa umiyyin dari antara mereka, yakni Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada bangsa aakhoriina dari antara mereka, yakni Imam Mahdi as (Al Jumu'ah 62:3/4).
Al 'Araf 7:158, Ash-Shaf 61:6, Al Jumu'ah 62:2 &3 Itu semua tertuju Kepada  Rosulullah SAW pak, jangan Nambah nambahin.

Untuk Imam mahdi Ala Ahmadiyah itukan hayalan Junjungan Anda......


@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Jadi, jelas bahwa pengutusan Nabi Muhammad saw (seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa umiyyin Arab) dan juga HMG Ahmad as (seorang rasul yang namanya AHMAD dari antara bangsa aakhoriina keturunan Persia) tidak dibatasi hanya kepada orang-orang Arab saja, melainkan kepada sekalian manusia di seluruh dunia. (Al 'Araf 7:158/159).

Jelas berarti anda membatasi kepengutusan tersebut, dikarenakan anda berdalil dengan 2 ayat yang berbeda sebagai penafsiran anda, sedangkan sebenarnya kedua ayat tersebut menerangkan kepengutusannya bukan personalnya.

Ingat kata "Rosuulan" merupakan Isim Mufrod (Tunggal).

Pemahaman saya berdasarkan Al Qur'an bahwa saya tidak membatasi pengutusan Nabi Muhammad saw hanya kepada bangsa Arab saja, karena Allah yang mengutus Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia (Al 'Araf 7:158/159). Tetapi, kalimat wa mubasysyiran bi rasuulin ya'tii mimba'di ismuhuu AHMAD dalam Ash-Shaf 61:6/7 memiliki makna yang dijelaskan dalam Al Jumu'ah 62:2/3-3/4. Nubuatan tentang kedatangan seorang rasul, setelah Isa Ibnu Maryam wafat, yang namanya AHMAD itu bermakna ganda, yakni seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa umiyyin (Arab), yaitu Rasulullah saw, dan seorang rasul yang namanya AHMAD dari bangsa aakhoriina (keturunan bangsa Persia), yaitu Imam Mahdi as.
Kan sudah di bilang Tunggal ya Tunggal pak, berarti cuma satu orang saja, masa iya begitu jelasnya ayat itu yang jelas jelas menerangkan seorang Rosul yang tunggal, Kok anda artikan Ganda....?
Makanya saya heran mgakunya Muslim tapi fola pikirnya kaya agama sebelah sih.....

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD (Asy-Syaf 61:6/7) itu dibangkitkan Allah pada bangsa Arab dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:2/3) dan pada bangsanya Salman, yakni Persia, dari antara mereka (Al Jumu'ah 62:3/4 & Kitab Tafsir Shahih Bukhari). Nenek moyang HMG Ahmad as berasal dari bangsa Persia yang hijrah ke Qadian, Hindustan. HMG Ahmad as adalah seorang lelaki keturunan bangsa Persia yang dibangkitkan Allah sebagai seorang rasul yang namanya AHMAD, Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Sedangkan para penerus beliau as, yakni Khulafa-ul-Masih-al Mahdiyyin adalah beberapa orang lelaki dari antara keturunan bangsa Persia.

Ingat pak kedung, kata Rosul dalam Ash shaf :6 menggunakan Isim Mufrod, yang jelas jelas merupakan kata tunggal bukan menerangkan arti Jamak. jadi argumen anda di atas saya anggap hanyalah HAYALAN SAJA

Ya, saya paham bahwa seorang rasul yang namanya AHMAD itu merupakan kata tunggal, tetapi bermakna ganda, yaitu rasul AHMAD dari antara bangsa (umiyyin) Arab, yang membawa syari'at baru, yakni Islam (Nabi Muhammad Rasulullah saw), dan rasul AHMAD dari antara keturunan bangsa lain (aakhoriina) Persia, yang tidak membawa syari'at baru, melainkan hanya melaksanakan syari'at Islam (HMG Ahmad as/Imam Mahdi).

ANEH.......!!!
Tunggal ya tunggal pak, ganda ya ganda, Kok kaya agama sebelah sih..... usil 
Bahasa arab itu sangat jelas menerangkan suatu Obyek, bila tunggal mengunakan Isim Mufrod, Ganda menggunakan Isim Mutsanna, dan kalo banyak menggunakan Isim Jamak.

Silahkan belajar lagi Ilmu Nahwunya..... lol

Jika kaidah nahwu shorof anda atau pemahaman anda tentang nahwu shorof masih terbatas, dan belum dapat menafsirkan Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:2/3-3/4 dengan benar, maka gunakan alat tafsir yang lain, yakni kaidah Qur'an bil Qur'an atau Qur'an bil Hadits.

Jadi siapa yang Sombong....?, Sudah gak ngerti Sombong lagi.......
Apa saya tidak mengetengahkan quran bil quran....?, apa saya gak mengetengahkan quran bil hadis juga....?, Asbabun Nuzulpun sudah di bahas, dan semua itu menggunakan Kaidah bahsa Arab, jadi kalo mau bahas jangan pake kaidah Qodian, jadinya Jaka Sembung...! lol 

Menurut Al Qur'an kenabian/kerasulan/kekhalifahan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw atau yang beriman dan beramal shaleh (An-Nisa 4:69/70, An-Nur 24:55/56 & Al 'Araf 7:35/36).  Sedangkan menurut Hadits, Rasulullah saw menubuatkan bahwa Allah akan mengutus pada umat Islam Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam (Shahih Bukhari & Musnad Ahmad bin Hambal)
Itukan menurutmu yang membutakan diri dengan segala Argumen ngeyelnya, bagi kami yang Muslim tidak ada satupu ayat ayat yang anda tampilkan mengindikasikan ataupun mengisyaratkan akan adanya kenabian setelah Rosulullah SAW, baik Umum, Khusus, bersyariat, ataupun tidak.

Jadi Hentikan Hayalanmu...., dan mulailah hidup dengan kenyataan.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 10 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... 9, 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik