FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Halaman 11 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... , 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by putramentari on Sat Apr 12, 2014 1:52 pm

First topic message reminder :

KHAYALAN AHMADIYAH PENGIKUT NABI PALSU " KUCH KUCH HOTA HAI " TENTANG FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI, ATAU YANG MAKNANYA UNTUK YANG AKAN DATANG  YANG DIGUNAKAN ALLAH PADA AL JUMU'AH 62:2/3.

PENGIKUT HMGA MENGATAKAN :

1. Karena topik Al Jumu'ah 62:3/4 ini berkaitan dengan seorang rasul lain pada bangsa dan dari antara bangsa aakhorin Persia yang telah lama dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam HR Sahih Bukhari, maka kita temukan juga dalam HR Musnad Ahmad bin Hambal bentuk fi'il mudhari (yab'atsu) yang di dalamnya Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa "Al Mahdi yang akan diutus Allah pada umatku". Umat beliau saw maksudnya umat Islam. Dengan demikian, maka ayat ini berkaitan dengan Al Mahdi yang akan diutus Allah pada umat Islam bangsa aakhorin Persia dari antara mereka.


2.  Karena dibangkitkan-Nya Imam Al Mahdi yang akan diutus Allah itu sudah merupakan keputusan-Nya, bahwa hal ini pasti akan terjadi, maka digunakanlah fi'il madhi yang mutaaddhi.
Dalam ayat lain dalam Al Qur'an, dapat kita temukan contoh kalimat yang menggunakan lafadz semacam itu, yakni fi'il madhi, yang muta'addhi, atau yang maknanya untuk yang akan datang.


MARI KITA LIHAT AYATNYA :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Huwa allathee baAAatha fee alommiyyeena rasoolan minhum yatloo AAalayhim ayatihi wayuzakkeehim wayuAAallimuhumu alkitaba waalhikmata wain kanoo min qablu lafee dalalin mubeenin

QS 62:2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

بَعَثَ



kata ba'atsa merupakan kata kerja yang tersusun dari 3 huruf saja (Tsulatsi Mujarrad)

coba perhatikan pola wajannya :

   فَعَلَ                     adalah wazan untuk fi'il madhi

  يَفْعَلُ                      adalah wazan untuk fi'il mudhari'


Setiap bab Tsulatsy Mujarrad hanya memiliki perbedaan pada harkat (baris) 'ainnya baik 'ain pada fiil madhy ataupun pada fiil mudhari'.Selebihnya, yaitu baris pada huruf fa dan lam adalah sama untuk setiap bab. Bahasa kerennya, huruf fa dan lam beserta barisnya adalah suatu konstanta yang tidak akan pernah berubah adapun huruf ‘ain adalah variabel yang berubah.


jadi bila dilihat dengan MATA DAN AKAL YANG WARAS. maka kata ba'atsa disini adalah  fi'il madhi yang artinya menunjukkan KATA KERJA LAMPAU yang bisa diwakili dalam bahasa indonesia  :

TELAH + ARTI KATA KERJA

BUKANNYA :

AKAN + KATA KERJA

SEHINGGA MAKNA AYAT QS 62:2 DI ATAS ADALAH :

QS 62:2. Dia-lah yang TELAH mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,


وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Waakhareena minhum lamma yalhaqoo bihim wahuwa alAAazeezu alhakeemu

QS 62:3. dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


DI ATAS SUDAH SAYA JELASKAN :

kata akhoriina diathafkan kepada umiyyina.

SEHINGGA MAKNA AYAT QS 62:3 DI ATAS ADALAH :

QS 62:3. dan Dia-lah yang TELAH mengutus  kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


Fi’il Muta’addi

1. Dibuat mengikuti wazan (pola) فَعَّلَ
Contoh:

حَسُنَ –> حَسَّنَ
سَهُلَ –> سَهَّلَ

2. Dibuat mengikuti wazan (pola) أَفْعَلَ
Contoh:


خَرَجَ –> أَخْرَجَ

كَمُلَ –> أَكْمَلَ


sekarang kata :                  بَعَثَ


mengikuti pola wajan yang mana ???? yups, bukanlah Fi’il Muta’addi


tapi jawabannya  :

  فَعَلَ                     adalah wazan untuk fi'il madhi



TOBATLAH WAHAI PENGIKUT ALIRAN SESAT


Terakhir diubah oleh putramentari tanggal Fri Apr 18, 2014 2:03 am, total 1 kali diubah
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down


Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by ngayarana on Thu Jun 12, 2014 3:22 pm

Kedunghalang wrote:
ngayarana wrote:
Para sahabat bertanya seperti ini :
قال قلت من هم يارسول الله

"Siapa Mereka Itu" yaa Rosulallah........

dan dalam hadist lain di sebut :

قال رجل: يا رسول الله, من هؤلاء الذين لم يلحقوا بنا,

""Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?"

Maksud siapa mereka itu menanyakan ayat ini :

وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ   لَمَّا   يَلْحَقُوا۟  بِهِمْ

Kenapa jadi person to person....?, dan salman Alfarisi RA itu adalah Contoh, karena memang Dia RA bukan dari bangsa Arab tetapi dari bangsa lain, dalam hal ini dia adalah bangsa persia, makanya Ayatnya di ucapkan dengan kalimat وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ " Kaum yang lain dari mereka" Dhomir "Hum" dari kalimat   مِنْهُمْ itu kembali ke kalimat ءَاخَرِينَ, jadi jelas baik hadist di atas atau Surat Aljumuah : 3 ini memberikan pernyataan bahwa Rosulullah SAW di utus bukan hanya pada bangsa Arab saja, tetapi kepada bangsa lain juga.

Mengenai pengutusan Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia dijelaskan dalam Al 'Araf 7:158/159, bukan di dalam ayat ini. Ayat ini khusus menjelaskan tentang nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7):
Al Jumu'ah 62:2/3 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa umiyyin dari antara mereka.
Al Jumu'ah 62:3/4 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa aakhoriina dari antara mereka.
Dalam kedua ayat tersebut terdapat kata minhum (dari antara mereka) setelah kata umiyyin dan kata aakhoriina. Jadi, wajar jika para sahabat bertanya:"Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?" Tetapi, jika kita melihat konteksnya, yakni menjelaskan nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7), maka makna pertanyaan itu adalah "Wahai Rasulullah, siapa (dari bangsa mana) mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?

Kemudian Rasulullah saw pun menjawab:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Makna jawaban Rasulullah saw adalah, ketika keimanan (umat Islam) berada jauh dari bumi atau sedang berada di bintang Tsurayya, maka Allah pasti membangkitkan pada bangsa lain (bangsa Persia) seorang lelaki yang menjadi rasul dari antara mereka yang belum bergabung dengan mereka (umat Islam dari bangsa umiyyin). Jawaban ini tertuju kepada seorang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang dibangkitkan Allah dari keturunan bangsa Persia. Sedangkan yang dimaksud dengan beberapa orang lelaki dari keturunan bangsa Persia tertuju kepada para Khalifatul Mahdi/Masih dalam Khilafat 'Ala Minhajjin Nubuwwah.

ngayarana wrote:
Dan Anehnya anda dengan berani menambahkan Kalimat رسول di tengah tengan وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ dengan alasan menggunakan Kaidah "ATHAF", padahal kalimat tersebut merupakan kalimat baku yang sangat berhubungan, masa iya gara gara kaidah "ATHAF" anda sembarangan menambahkan Ayat.....
ngayarana wrote:
Bagi kami Rosulullah SAW adalah Nabi terahir dan tidak ada nabi lagi setelahnya baik membawa syariat ataupun Tidak.

Jika pemahaman anda tentang nahwu shorof masih terbatas, dan belum dapat menafsirkan Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:2/3-3/4 dengan benar, maka gunakan alat tafsir yang lain, yakni kaidah Qur'an bil Qur'an atau Qur'an bil Hadits. Menurut Al Qur'an kenabian/kerasulan/kekhalifahan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw atau yang beriman dan beramal shaleh (An-Nisa 4:69/70, An-Nur 24:55/56 & Al 'Araf 7:35/36).  Sedangkan menurut Hadits, Rasulullah saw menubuatkan bahwa Allah akan mengutus pada umat Islam Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam (Shahih Bukhari & Musnad Ahmad bin Hambal)
Jawaban  basi basi basi 
Cuma mengulang ulang pernyataan tanpa bisa membantah pernyataan orang, kalau sudah gak mampu mempertahankan Argumen anda, sebaiknya HENTIKAN HAYALAN MU..., DAN MULAILAH MENGHADAPI KENYATAAN.......
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Thu Jun 12, 2014 3:52 pm

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
ngayarana wrote:
Para sahabat bertanya seperti ini :
قال قلت من هم يارسول الله

"Siapa Mereka Itu" yaa Rosulallah........

dan dalam hadist lain di sebut :

قال رجل: يا رسول الله, من هؤلاء الذين لم يلحقوا بنا,

""Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?"

Maksud siapa mereka itu menanyakan ayat ini :

وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ   لَمَّا   يَلْحَقُوا۟  بِهِمْ

Kenapa jadi person to person....?, dan salman Alfarisi RA itu adalah Contoh, karena memang Dia RA bukan dari bangsa Arab tetapi dari bangsa lain, dalam hal ini dia adalah bangsa persia, makanya Ayatnya di ucapkan dengan kalimat وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ " Kaum yang lain dari mereka" Dhomir "Hum" dari kalimat   مِنْهُمْ itu kembali ke kalimat ءَاخَرِينَ, jadi jelas baik hadist di atas atau Surat Aljumuah : 3 ini memberikan pernyataan bahwa Rosulullah SAW di utus bukan hanya pada bangsa Arab saja, tetapi kepada bangsa lain juga.

Mengenai pengutusan Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia dijelaskan dalam Al 'Araf 7:158/159, bukan di dalam ayat ini. Ayat ini khusus menjelaskan tentang nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7):
Al Jumu'ah 62:2/3 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa umiyyin dari antara mereka.
Al Jumu'ah 62:3/4 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa aakhoriina dari antara mereka.
Dalam kedua ayat tersebut terdapat kata minhum (dari antara mereka) setelah kata umiyyin dan kata aakhoriina. Jadi, wajar jika para sahabat bertanya:"Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?" Tetapi, jika kita melihat konteksnya, yakni menjelaskan nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7), maka makna pertanyaan itu adalah "Wahai Rasulullah, siapa (dari bangsa mana) mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?

Kemudian Rasulullah saw pun menjawab:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Makna jawaban Rasulullah saw adalah, ketika keimanan (umat Islam) berada jauh dari bumi atau sedang berada di bintang Tsurayya, maka Allah pasti membangkitkan pada bangsa lain (bangsa Persia) seorang lelaki yang menjadi rasul dari antara mereka yang belum bergabung dengan mereka (umat Islam dari bangsa umiyyin). Jawaban ini tertuju kepada seorang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang dibangkitkan Allah dari keturunan bangsa Persia. Sedangkan yang dimaksud dengan beberapa orang lelaki dari keturunan bangsa Persia tertuju kepada para Khalifatul Mahdi/Masih dalam Khilafat 'Ala Minhajjin Nubuwwah.

ngayarana wrote:
Dan Anehnya anda dengan berani menambahkan Kalimat رسول di tengah tengan وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ dengan alasan menggunakan Kaidah "ATHAF", padahal kalimat tersebut merupakan kalimat baku yang sangat berhubungan, masa iya gara gara kaidah "ATHAF" anda sembarangan menambahkan Ayat.....
ngayarana wrote:
Bagi kami Rosulullah SAW adalah Nabi terahir dan tidak ada nabi lagi setelahnya baik membawa syariat ataupun Tidak.

Jika pemahaman anda tentang nahwu shorof masih terbatas, dan belum dapat menafsirkan Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:2/3-3/4 dengan benar, maka gunakan alat tafsir yang lain, yakni kaidah Qur'an bil Qur'an atau Qur'an bil Hadits. Menurut Al Qur'an kenabian/kerasulan/kekhalifahan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw atau yang beriman dan beramal shaleh (An-Nisa 4:69/70, An-Nur 24:55/56 & Al 'Araf 7:35/36).  Sedangkan menurut Hadits, Rasulullah saw menubuatkan bahwa Allah akan mengutus pada umat Islam Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam (Shahih Bukhari & Musnad Ahmad bin Hambal)
Jawaban  basi basi basi 
Cuma mengulang ulang pernyataan tanpa bisa membantah pernyataan orang, kalau sudah gak mampu mempertahankan Argumen anda, sebaiknya HENTIKAN HAYALAN MU..., DAN MULAILAH MENGHADAPI KENYATAAN.......

Rupanya anda berpegang-teguh hanya kepada ilmu alat tafsir berdasarkan pemahaman nahwu shorof yang terbatas. Hukum Idhofah, Wau Athaf, Fi'il Madi lil Mustaqbal, Fi'il Madi wal Mutaaddi belum anda pahami, apalagi ilmu Qur'an bil Qur'an, Qur'an bil Hadits masih jauh bagi anda untuk mengimplementasikannya.  Tetapi, umat Islam sekarang sudah berani mengeluarkan kata-kata yang kotor bahkan mengeluarkan fatwa sesat terhadap seorang utusan Allah, Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as pada akhir zaman ini. Maka tidak heran jika Al Qur'an mengingatkan kepada kita:
"Dan, tidak pernah datang kepada mereka seorang nabi/rasul, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya." (Yaa siin 36:30/31 & Az-Zukhruf 43:7/8), tetapi "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang'. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:21/22)
Untuk memahami kenyataan bahwa Allah telah menganugerahkan Pertolongan-Nya dan Kemenangan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dan Jemaat Muslimin Ahmadiyah, silahkan browsing: www.alislam.org

Dan, Allah pun mengingatkan kepada mereka yang menentang Dia dan Rasul-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya mereka termasuk orang-orang yang sangat hina." (Al Mujadalah 58:20/21). Contohnya sudah banyak, antara lain di Indonesia adalah SDA mantan Menteri Agama RI.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by ngayarana on Thu Jun 12, 2014 4:20 pm

Kedunghalang wrote:
ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
ngayarana wrote:
Para sahabat bertanya seperti ini :
قال قلت من هم يارسول الله

"Siapa Mereka Itu" yaa Rosulallah........

dan dalam hadist lain di sebut :

قال رجل: يا رسول الله, من هؤلاء الذين لم يلحقوا بنا,

""Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?"

Maksud siapa mereka itu menanyakan ayat ini :

وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ   لَمَّا   يَلْحَقُوا۟  بِهِمْ

Kenapa jadi person to person....?, dan salman Alfarisi RA itu adalah Contoh, karena memang Dia RA bukan dari bangsa Arab tetapi dari bangsa lain, dalam hal ini dia adalah bangsa persia, makanya Ayatnya di ucapkan dengan kalimat وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ " Kaum yang lain dari mereka" Dhomir "Hum" dari kalimat   مِنْهُمْ itu kembali ke kalimat ءَاخَرِينَ, jadi jelas baik hadist di atas atau Surat Aljumuah : 3 ini memberikan pernyataan bahwa Rosulullah SAW di utus bukan hanya pada bangsa Arab saja, tetapi kepada bangsa lain juga.

Mengenai pengutusan Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia dijelaskan dalam Al 'Araf 7:158/159, bukan di dalam ayat ini. Ayat ini khusus menjelaskan tentang nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7):
Al Jumu'ah 62:2/3 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa umiyyin dari antara mereka.
Al Jumu'ah 62:3/4 Allah membangkitkan seorang rasul yang namanya AHMAD pada bangsa aakhoriina dari antara mereka.
Dalam kedua ayat tersebut terdapat kata minhum (dari antara mereka) setelah kata umiyyin dan kata aakhoriina. Jadi, wajar jika para sahabat bertanya:"Wahai Rasulullah siapakah mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?" Tetapi, jika kita melihat konteksnya, yakni menjelaskan nubuatan Isa Ibnu Maryam as tentang kedatangan seorang rasul yang namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7), maka makna pertanyaan itu adalah "Wahai Rasulullah, siapa (dari bangsa mana) mereka itu, yang belum berhubungan dengan kami?

Kemudian Rasulullah saw pun menjawab:
Shahih Muslim Hadits 4619:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki dari antara orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Shahih Bukhari Hadist 4518:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
"Ketika iman berada di bintang tsurayya, maka tentu seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari orang ini (Salman keturunan bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali."

Makna jawaban Rasulullah saw adalah, ketika keimanan (umat Islam) berada jauh dari bumi atau sedang berada di bintang Tsurayya, maka Allah pasti membangkitkan pada bangsa lain (bangsa Persia) seorang lelaki yang menjadi rasul dari antara mereka yang belum bergabung dengan mereka (umat Islam dari bangsa umiyyin). Jawaban ini tertuju kepada seorang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang dibangkitkan Allah dari keturunan bangsa Persia. Sedangkan yang dimaksud dengan beberapa orang lelaki dari keturunan bangsa Persia tertuju kepada para Khalifatul Mahdi/Masih dalam Khilafat 'Ala Minhajjin Nubuwwah.

ngayarana wrote:
Dan Anehnya anda dengan berani menambahkan Kalimat رسول di tengah tengan وَءَاخَرِينَ  مِنْهُمْ dengan alasan menggunakan Kaidah "ATHAF", padahal kalimat tersebut merupakan kalimat baku yang sangat berhubungan, masa iya gara gara kaidah "ATHAF" anda sembarangan menambahkan Ayat.....
ngayarana wrote:
Bagi kami Rosulullah SAW adalah Nabi terahir dan tidak ada nabi lagi setelahnya baik membawa syariat ataupun Tidak.

Jika pemahaman anda tentang nahwu shorof masih terbatas, dan belum dapat menafsirkan Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:2/3-3/4 dengan benar, maka gunakan alat tafsir yang lain, yakni kaidah Qur'an bil Qur'an atau Qur'an bil Hadits. Menurut Al Qur'an kenabian/kerasulan/kekhalifahan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw atau yang beriman dan beramal shaleh (An-Nisa 4:69/70, An-Nur 24:55/56 & Al 'Araf 7:35/36).  Sedangkan menurut Hadits, Rasulullah saw menubuatkan bahwa Allah akan mengutus pada umat Islam Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam (Shahih Bukhari & Musnad Ahmad bin Hambal)
Jawaban  basi basi basi 
Cuma mengulang ulang pernyataan tanpa bisa membantah pernyataan orang, kalau sudah gak mampu mempertahankan Argumen anda, sebaiknya HENTIKAN HAYALAN MU..., DAN MULAILAH MENGHADAPI KENYATAAN.......

Rupanya anda berpegang-teguh hanya kepada ilmu alat tafsir berdasarkan pemahaman nahwu shorof yang terbatas. Hukum Idhofah, Wau Athaf, Fi'il Madi lil Mustaqbal, Fi'il Madi wal Mutaaddi belum anda pahami, apalagi ilmu Qur'an bil Qur'an, Qur'an bil Hadits masih jauh bagi anda untuk mengimplementasikannya.  

Justru anda sendiri gak ngerti sama sekali tentang kaidah anhwu yang anda sebutkan di atas, sekali lagi saya sampaikan "Jangan Menepuk Air...., nanti Muka terpercik Sendiri....."
Tetapi, umat Islam sekarang sudah berani mengeluarkan kata-kata yang kotor bahkan mengeluarkan fatwa sesat terhadap seorang utusan Allah, Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as pada akhir zaman ini. Maka tidak heran jika Al Qur'an mengingatkan kepada kita:
Para alim ulama dan yang mengerti kaidah dan Hukum Islam hanya ingin membentengi umatnya pak, agar tidak terjebak oleh Aliran seperti anda, Justru Aliran seperti anda ini yang akan merusak AQidah Utama Umat Islam Seperti Rukun Iman dan Rukun Islam.
Dan mereka hanya ingin mengamalkan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar".
"Dan, tidak pernah datang kepada mereka seorang nabi/rasul, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya." (Yaa siin 36:30/31 & Az-Zukhruf 43:7/8), tetapi "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang'. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:21/22)

Dan, Allah pun mengingatkan kepada mereka yang menentang Dia dan Rasul-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya mereka termasuk orang-orang yang sangat hina." (Al Mujadalah 58:20/21). Contohnya sudah banyak, antara lain di Indonesia adalah SDA mantan Menteri Agama RI.
Ayat ayat di atas, di tunjukkan untuk Para Nabi Allah dan terutama Nabi Muhammad SAW sebagai nabi Terahir, bukan untuk Para Nabi Palsu seperti Junjungan anda
Untuk memahami kenyataan bahwa Allah telah menganugerahkan Pertolongan-Nya dan Kemenangan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dan Jemaat Muslimin Ahmadiyah, silahkan browsing: www.alislam.org
Maaf pak, bukannya tidak mau memahami, tapi buat apa kalo isinya cuma kebohongan.

JADI HENTIKAN HAYALANMU..., DAN HADAPILAH KENYATAAN, Sebelum Nyawa pergi dari badan.... pliss
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Thu Jun 12, 2014 8:21 pm

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Rupanya anda berpegang-teguh hanya kepada ilmu alat tafsir berdasarkan pemahaman nahwu shorof yang terbatas. Hukum Idhofah, Wau Athaf, Fi'il Madi lil Mustaqbal, Fi'il Madi wal Mutaaddi belum anda pahami, apalagi ilmu Qur'an bil Qur'an, Qur'an bil Hadits masih jauh bagi anda untuk mengimplementasikannya.  


Justru anda sendiri gak ngerti sama sekali tentang kaidah anhwu yang anda sebutkan di atas, sekali lagi saya sampaikan "Jangan Menepuk Air...., nanti Muka terpercik Sendiri....."

Baiklah, akan saya tampilkan satu contoh kaidah nahwu yang tidak anda pahami:
Hukum Idhafah ketiga yang wajib menyimpan Huruf Jar Asli yg ditempatkan antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih. Untuk memperjelas hubungan pertalian makna antara Mudaf dan Mudhaf Ilaeh-nya. Huruf-huruf simpanan tersebut berupa MIN, FIY dan LAM.
1. Idhafah menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf. contoh:
خاتمُ ذهبٍ
KHAATAMU DZAHABIN = CINCIN DARI EMAS atau CINCIN EMAS, bukan PENUTUP EMAS-EMAS atau EMAS TERAKHIR
Takdirannya adalah KHAATAMUN MIN DZAHABIN’
http://nahwusharaf.wordpress.com/2011/12/24/pengertian-idhafah-idhofah-sununan-mudhaf-dan-mudhof-ilaih-alfiyah-bait-385-386-387/

Contoh Hukum Idhofah di atas sama persis dengan kata KHAATAMAN-NABIYYIN yang takdirannya  adalah KHAATAMUN MIN NABIYYIN yang tentu saja artinya adalah CINCIN DARI NABI-NABI atau CINCIN NABI-NABI, bukan PENUTUP NABI-NABI atau NABI TERAKHIR. Dan menurut Kamus Bahasa Arab arti utamanya adalah YANG PALING BAIK/ISTIMEWA/AFDHAL/SEMPURNA DI ANTARA NABI-NABI.

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Tetapi, umat Islam sekarang sudah berani mengeluarkan kata-kata yang kotor bahkan mengeluarkan fatwa sesat terhadap seorang utusan Allah, Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as pada akhir zaman ini.

Para alim ulama dan yang mengerti kaidah dan Hukum Islam hanya ingin membentengi umatnya pak, agar tidak terjebak oleh Aliran seperti anda, Justru Aliran seperti anda ini yang akan merusak AQidah Utama Umat Islam Seperti Rukun Iman dan Rukun Islam.
Dan mereka hanya ingin mengamalkan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar".

Sesungguhnya para alim ulama itu sudah terpecah-belah, tercerai-berai yang dilarang oleh Al Qur'an (Ali Imran 3:103) ada sunni, ada syi'ah dlsb, sehingga motivasi mereka untuk membentengi umat mereka masing-masing bukan karena Allah, melainkan karena hal-hal lain. Jika tidak, kenapa harus menyebar fitnah dengan mengeluarkan fatwa sesat? Bukankah hanya Allah Yang Lebih Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya? (Al Qalam 68:6/7). Jika ingin mengamalkan "Amar Ma'ruf, Nahi Munkar", kenapa harus menggunakan cara-cara yang Munkar dengan tuduhan merusak aqidah utama umat Islam, karena aqidah utama Ahmadiyah adalah LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH, dengan ketegasan bahwa MUHAMMAD-AR-RASULULLAH hanya tertuju kepada junjungan kami, Nabi Besar Muhammad Mustafa Rasulullah saw. Begitupula dengan Rukun Iman dan Rukun Islam Ahmadiyah sama persis dengan apa yang diajarkan oleh junjungan kami, Baginda Nabi Muhammad Mustafa Rasulullah saw. Bukankah Al Qur'an menganjurkan, jika terjadi perselisihan karena perbedaan pendapat mengenai tafsir Al Qur'an dan Hadits tentang kedatangan Imam Mahdi, maka harus diserahkan kepada Allah dan Rasul-Nya (An-Nisa 4:59/60)?

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Maka tidak heran jika Al Qur'an mengingatkan kepada kita:
"Dan, tidak pernah datang kepada mereka seorang nabi/rasul, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya." (Yaa siin 36:30/31 & Az-Zukhruf 43:7/8), tetapi "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang'. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:21/22)

Dan, Allah pun mengingatkan kepada mereka yang menentang Dia dan Rasul-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya mereka termasuk orang-orang yang sangat hina." (Al Mujadalah 58:20/21). Contohnya sudah banyak, antara lain di Indonesia adalah SDA mantan Menteri Agama RI.

Ayat ayat di atas, di tunjukkan untuk Para Nabi Allah dan terutama Nabi Muhammad SAW sebagai nabi Terahir, bukan untuk Para Nabi Palsu seperti Junjungan anda.

Lihatlah, untuk memahami ayat di atas saja, anda sudah kedodoran. Maksud ayat itu adalah jika anda menentang Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw), maka anda akan termasuk orang-orang yang hina, seperti SDA. Jadi, jika anda menentang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as yang diutus Allah, maka anda telah menentang Allah dan Nabi Muhammad saw, karena Allah dan Rasulullah saw memerintahkan kepada umat Islam agar mentaati Khalifah Allah, Imam Mahdi yang diutus Allah (An-Nisa 4:64/65 & Sunan Ibnu Majah).

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Untuk memahami kenyataan bahwa Allah telah menganugerahkan Pertolongan-Nya dan Kemenangan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dan Jemaat Muslimin Ahmadiyah, silahkan browsing:
www.alislam.org

Maaf pak, bukannya tidak mau memahami, tapi buat apa kalo isinya cuma kebohongan.

JADI HENTIKAN HAYALANMU..., DAN HADAPILAH KENYATAAN, Sebelum Nyawa pergi dari badan.... pliss

Karena Allah telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, maka "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang'. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:21/22). Apa yang dimaksud dengan KEMENANGAN itu? Allah Yang Maha Mengetahui berfirman: "Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan, Dan engkau melihat manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong," (An-Nashr 110:1/2-2/3).

Faktanya, meskipun dihantam oleh para ulama dan umat Islam dari seluruh dunia dengan berbagai macam cemoohan, hujatan, penganiayaan, diskriminasi, fatwa kafir dan sesat, tetapi Allah telah memenuhi janji-Nya dengan menganugerahkan PERTOLONGAN-NYA dan KEMENANGAN kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as & Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Ratusan juta manusia dari berbagai suku bangsa dan latar belakang agama yang berbeda-beda dari seluruh penjuru dunia, dari lima benua dan dari 204 negara masuk dalam agama Allah berbondong-bondong bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.


INILAH BUKTI NYATA YANG TIDAK BISA KITA PUNGKIRI.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by abu hanan on Fri Jun 13, 2014 7:56 am

kamus basa arab mana yang bilang setiap khatman jika diikuti jamak pasti "tersitimewa"?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Fri Jun 13, 2014 9:22 am

abu hanan wrote:kamus basa arab mana yang bilang setiap khatman jika diikuti jamak pasti "tersitimewa"?

Kamus Bahasa Arab yang dibuat oleh para ulama Islam sebelum HMG Ahmad as diutus sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud, seperti Imam Muhammad ibn Abdul Baqi al-Zurqani dalam Syarah Zurqani, dan Abu Thayyib Siddiq ibn Hasan dalam Fath-ul-Bayan.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Tue Jun 17, 2014 4:59 pm




bunyi ayat ini bener/salah KEDUNG:
QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by abu hanan on Tue Jun 17, 2014 5:10 pm

hah?
dimulai lagikah kisah asmara "kedung vs sw"?
amboi..putus sambung ternyata..

wkwkwkwk..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Tue Jun 17, 2014 5:13 pm


ngajari pemahaman bacaan/kalimat, BU..
mosok gara-gara salah memahami bacaan langsung menabikan mga
wkwk..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by ngayarana on Wed Jun 18, 2014 1:00 pm

Kedunghalang wrote:
ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Rupanya anda berpegang-teguh hanya kepada ilmu alat tafsir berdasarkan pemahaman nahwu shorof yang terbatas. Hukum Idhofah, Wau Athaf, Fi'il Madi lil Mustaqbal, Fi'il Madi wal Mutaaddi belum anda pahami, apalagi ilmu Qur'an bil Qur'an, Qur'an bil Hadits masih jauh bagi anda untuk mengimplementasikannya.  


Justru anda sendiri gak ngerti sama sekali tentang kaidah anhwu yang anda sebutkan di atas, sekali lagi saya sampaikan "Jangan Menepuk Air...., nanti Muka terpercik Sendiri....."

Baiklah, akan saya tampilkan satu contoh kaidah nahwu yang tidak anda pahami:
Hukum Idhafah ketiga yang wajib menyimpan Huruf Jar Asli yg ditempatkan antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih. Untuk memperjelas hubungan pertalian makna antara Mudaf dan Mudhaf Ilaeh-nya. Huruf-huruf simpanan tersebut berupa MIN, FIY dan LAM.
1. Idhafah menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf. contoh:
خاتمُ ذهبٍ
KHAATAMU DZAHABIN = CINCIN DARI EMAS atau CINCIN EMAS, bukan PENUTUP EMAS-EMAS atau EMAS TERAKHIR
Takdirannya adalah KHAATAMUN MIN DZAHABIN’
http://nahwusharaf.wordpress.com/2011/12/24/pengertian-idhafah-idhofah-sununan-mudhaf-dan-mudhof-ilaih-alfiyah-bait-385-386-387/

Contoh Hukum Idhofah di atas sama persis dengan kata KHAATAMAN-NABIYYIN yang takdirannya  adalah KHAATAMUN MIN NABIYYIN yang tentu saja artinya adalah CINCIN DARI NABI-NABI atau CINCIN NABI-NABI, bukan PENUTUP NABI-NABI atau NABI TERAKHIR. Dan menurut Kamus Bahasa Arab arti utamanya adalah YANG PALING BAIK/ISTIMEWA/AFDHAL/SEMPURNA DI ANTARA NABI-NABI.
Yeee..., Pak Kedung masih bolak balik di idhofah aja ya rupanya, Padahal masalah inikan sudah saya tanyakan di tread sebelah, Jabarkan saja di sana apakah Kalimat tersebut merupakan kalimat Fi'il atau kalimat Isim.

Yang ingin saya tekankan disini adalah Kata "Ba'atsa" ini, berdarkan teori apa kata itu disebut "Fi'il Madhi lil Mustaqbal" atau juga "Fi'il Muta'adhi' dan apa hubungannya antara Fi'il Muta'addi dengan fi'il madhi lil Mustaqbal, dan mari kita bahas disini apakah benar perkataan anda seperti yang Bold merah di atas, dan Mari kita uji bersama, jangan jangan seperti pribahasa di atas

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Tetapi, umat Islam sekarang sudah berani mengeluarkan kata-kata yang kotor bahkan mengeluarkan fatwa sesat terhadap seorang utusan Allah, Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as pada akhir zaman ini.

Para alim ulama dan yang mengerti kaidah dan Hukum Islam hanya ingin membentengi umatnya pak, agar tidak terjebak oleh Aliran seperti anda, Justru Aliran seperti anda ini yang akan merusak AQidah Utama Umat Islam Seperti Rukun Iman dan Rukun Islam.
Dan mereka hanya ingin mengamalkan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar".

Sesungguhnya para alim ulama itu sudah terpecah-belah, tercerai-berai yang dilarang oleh Al Qur'an (Ali Imran 3:103) ada sunni, ada syi'ah dlsb, sehingga motivasi mereka untuk membentengi umat mereka masing-masing bukan karena Allah, melainkan karena hal-hal lain.

Perpecahan mereka memang sudah di ingatkan oleh Rosulullah pak, dan kami umat muslim harus mengetahui siapa yang bisa selamat dari perpecahan itu.
dan bukankah anda dan golongan anda termasuk dari bagian Golongan golongan itu, tinggal tergantung siapa yang sesuai dengan Alqur'an dan Sunah Rosulullah SAW.
dan mengenai karena hala hal yang lian, apakah bisa anda definisikan...?
Jika tidak, kenapa harus menyebar fitnah dengan mengeluarkan fatwa sesat?
Bukan Fitnah Bos, tapi memang kenyataan yang terjadi, anda dan golongan anda telah salah jalan dengan mengimani adanya nabi setelah Rosulullah SAW, sebagaimana Al qura'an dan hadist sahih nabi yang mengingatkan akan hal itu.
Bukankah hanya Allah Yang Lebih Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya? (Al Qalam 68:6/7). Jika ingin mengamalkan "Amar Ma'ruf, Nahi Munkar", kenapa harus menggunakan cara-cara yang Munkar dengan tuduhan merusak aqidah utama umat Islam, karena aqidah utama Ahmadiyah adalah LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH, dengan ketegasan bahwa MUHAMMAD-AR-RASULULLAH hanya tertuju kepada junjungan kami, Nabi Besar Muhammad Mustafa Rasulullah saw. Begitupula dengan Rukun Iman dan Rukun Islam Ahmadiyah sama persis dengan apa yang diajarkan oleh junjungan kami, Baginda Nabi Muhammad Mustafa Rasulullah saw. Bukankah Al Qur'an menganjurkan, jika terjadi perselisihan karena perbedaan pendapat mengenai tafsir Al Qur'an dan Hadits tentang kedatangan Imam Mahdi, maka harus diserahkan kepada Allah dan Rasul-Nya (An-Nisa 4:59/60)?
Lalu siapa yang tidak mengikuti Allah dan Rosulullah SAW pak, dan siapa yang ber Hujjah pada hadist dhaif...?

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Maka tidak heran jika Al Qur'an mengingatkan kepada kita:
"Dan, tidak pernah datang kepada mereka seorang nabi/rasul, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya." (Yaa siin 36:30/31 & Az-Zukhruf 43:7/8), tetapi "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang'. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:21/22)

Dan, Allah pun mengingatkan kepada mereka yang menentang Dia dan Rasul-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya mereka termasuk orang-orang yang sangat hina." (Al Mujadalah 58:20/21). Contohnya sudah banyak, antara lain di Indonesia adalah SDA mantan Menteri Agama RI.

Ayat ayat di atas, di tunjukkan untuk Para Nabi Allah dan terutama Nabi Muhammad SAW sebagai nabi Terahir, bukan untuk Para Nabi Palsu seperti Junjungan anda.

Lihatlah, untuk memahami ayat di atas saja, anda sudah kedodoran. Maksud ayat itu adalah jika anda menentang Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw), maka anda akan termasuk orang-orang yang hina, seperti SDA. Jadi, jika anda menentang Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as yang diutus Allah, maka anda telah menentang Allah dan Nabi Muhammad saw, karena Allah dan Rasulullah saw memerintahkan kepada umat Islam agar mentaati Khalifah Allah, Imam Mahdi yang diutus Allah (An-Nisa 4:64/65 & Sunan Ibnu Majah).
Suadah lah pak kami bosen dengan bawa bawa kalimat di atas (Bold) dan tolong jangan Mengulang ulang Hadist Dhoif, sekali lagi kami sampaikan...kami tidak akan berpegangan pada Hadist Dhoif....
Dan Maaf pak, Masalah SDA kami gak mau Urus, kalo bicara Politik, maaf saya tidak menanggapi dalam tread ini.

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Untuk memahami kenyataan bahwa Allah telah menganugerahkan Pertolongan-Nya dan Kemenangan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dan Jemaat Muslimin Ahmadiyah, silahkan browsing:
www.alislam.org
Maaf pak, bukannya tidak mau memahami, tapi buat apa kalo isinya cuma kebohongan.

JADI HENTIKAN HAYALANMU..., DAN HADAPILAH KENYATAAN, Sebelum Nyawa pergi dari badan.... pliss

Karena Allah telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, maka "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang'. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:21/22). Apa yang dimaksud dengan KEMENANGAN itu? Allah Yang Maha Mengetahui berfirman: "Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan, Dan engkau melihat manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong," (An-Nashr 110:1/2-2/3).

Faktanya, meskipun dihantam oleh para ulama dan umat Islam dari seluruh dunia dengan berbagai macam cemoohan, hujatan, penganiayaan, diskriminasi, fatwa kafir dan sesat, tetapi Allah telah memenuhi janji-Nya dengan menganugerahkan PERTOLONGAN-NYA dan KEMENANGAN kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as & Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Ratusan juta manusia dari berbagai suku bangsa dan latar belakang agama yang berbeda-beda dari seluruh penjuru dunia, dari lima benua dan dari 204 negara masuk dalam agama Allah berbondong-bondong bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.


INILAH BUKTI NYATA YANG TIDAK BISA KITA PUNGKIRI.
Dan Inilah sebagian dari beberapa HAYALAN KAUM ANDA, kalo ingin Kalim klaim seperti itu ya silahkan saja, kami tidak pernah silau dengan banyaknya umat yang mengikuti.

Bukankah Umat Kristen di dunia Lebih besar Jumlahnya dengan Umat islam..?, apakah Kwantitas mempengaruhi kebenaran...?
Silahkan anda Renungkan.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Wed Jun 18, 2014 1:06 pm

ngayarana wrote:Bukankah Umat Kristen di dunia Lebih besar Jumlahnya dengan Umat islam..?, apakah Kwantitas mempengaruhi kebenaran...?
Silahkan anda Renungkan.

 cubit 
ngayarana

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sun Jun 22, 2014 12:11 pm

SEGOROWEDI wrote:
ngayarana wrote:Bukankah Umat Kristen di dunia Lebih besar Jumlahnya dengan Umat islam..?, apakah Kwantitas mempengaruhi kebenaran...?
Silahkan anda Renungkan.

 cubit 
 ngayarana

Bagi orang-orang Kristen, Al Qur'an sudah menyatakan bahwa mereka adalah DHALLLIIIN (Al Fatihah 1:7).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Mon Jun 23, 2014 11:29 am


back to:
QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

kok nyosornya ke MGA?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Fri Jun 27, 2014 10:18 pm

SEGOROWEDI wrote:
back to:
QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

kok nyosornya ke MGA?

Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa yang dimaksud kaum AAKHORIINA itu adalah bangsa Persia (HR Shahih Bukhari). Jadi, Allah telah membangkitkan pada bangsa Persia seorang rasul dari antara mereka, yakni HMG Ahmad as yang nenek moyangnya berasal dari Persia.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 28, 2014 12:13 am

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Rupanya anda berpegang-teguh hanya kepada ilmu alat tafsir berdasarkan pemahaman nahwu shorof yang terbatas. Hukum Idhofah, Wau Athaf, Fi'il Madi lil Mustaqbal, Fi'il Madi wal Mutaaddi belum anda pahami, apalagi ilmu Qur'an bil Qur'an, Qur'an bil Hadits masih jauh bagi anda untuk mengimplementasikannya.  


Justru anda sendiri gak ngerti sama sekali tentang kaidah anhwu yang anda sebutkan di atas, sekali lagi saya sampaikan "Jangan Menepuk Air...., nanti Muka terpercik Sendiri....."

Baiklah, akan saya tampilkan satu contoh kaidah nahwu yang tidak anda pahami:
Hukum Idhafah ketiga yang wajib menyimpan Huruf Jar Asli yg ditempatkan antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih. Untuk memperjelas hubungan pertalian makna antara Mudaf dan Mudhaf Ilaeh-nya. Huruf-huruf simpanan tersebut berupa MIN, FIY dan LAM.
1. Idhafah menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf. contoh:
خاتمُ ذهبٍ
KHAATAMU DZAHABIN = CINCIN DARI EMAS atau CINCIN EMAS, bukan PENUTUP EMAS-EMAS atau EMAS TERAKHIR
Takdirannya adalah KHAATAMUN MIN DZAHABIN’
http://nahwusharaf.wordpress.com/2011/12/24/pengertian-idhafah-idhofah-sununan-mudhaf-dan-mudhof-ilaih-alfiyah-bait-385-386-387/

Contoh Hukum Idhofah di atas sama persis dengan kata KHAATAMAN-NABIYYIN yang takdirannya  adalah KHAATAMUN MIN NABIYYIN yang tentu saja artinya adalah CINCIN DARI NABI-NABI atau CINCIN NABI-NABI, bukan PENUTUP NABI-NABI atau NABI TERAKHIR. Dan menurut Kamus Bahasa Arab arti utamanya adalah YANG PALING BAIK/ISTIMEWA/AFDHAL/SEMPURNA DI ANTARA NABI-NABI.
Yeee..., Pak Kedung masih bolak balik di idhofah aja ya rupanya, Padahal masalah inikan sudah saya tanyakan di tread sebelah, Jabarkan saja di sana apakah Kalimat tersebut merupakan kalimat Fi'il atau kalimat Isim.

Yang ingin saya tekankan disini adalah Kata "Ba'atsa" ini, berdarkan teori apa kata itu disebut "Fi'il Madhi lil Mustaqbal" atau juga "Fi'il Muta'adhi' dan apa hubungannya antara Fi'il Muta'addi dengan fi'il madhi lil Mustaqbal, dan mari kita bahas disini apakah benar perkataan anda seperti yang Bold merah di atas, dan Mari kita uji bersama, jangan jangan seperti pribahasa di atas

Supaya tidak terjebak dengan istilah-istilah kaidah nahwu shorof, maka akan saya jelaskan secara Bahasa Indonesia bahwa ba'atsa itu adalah kata kerja atau predikat dalam Bahasa Arab yang menghendaki adanya obyek. Dalam Al Jumu'ah 62:2/3 subyeknya adalah Dia (Allah), predikatnya adalah ba'atsa "telah membangkitkan" dan obyeknya adalah rasulan-minhum atau "seorang rasul dari antara mereka", sedangkan fi'l umiyyin atau "pada bangsa umiyyin" adalah kata keterangan. Dengan demikian, maka:
Al Jumu'ah 62:2/3 Dia-lah yang telah membangkitkan pada bangsa umiyyin seorang rasul dari antara mereka,...
Al Jumu'ah 62:3/4 Dan, Dia juga yang telah membangkitkan pada bangsa lain (aakhoriina) seorang rasul dari antara mereka

Ayat ini tidak dimaksudkan bahwa Nabi Muhammad saw diutus Allah hanya kepada bangsa umiyyin Arab dan bangsa aakhoriina (lain atau di dalam Shahih Bukhari) Persia, melainkan Allah membangkitkan seorang rasul AHMAD (Ash-Shaf 61:6/) pada bangsa umiyyin Arab dari antara mereka, dan juga pada bangsa Persia dari antara mereka.

Kita mengetahui bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad saw kepada sekalian manusia (Al 'Araf 7:158/159) yang di dalamnya, kata yang digunakan adalah ilaikum jamii'aa yang artinya "kepada kamu sekalian" sebagaimana Allah mengutus Isa Ibnu Maryam as kepada Bani Israil dengan menggunakan kata ilaikum (Ash-Shaf 61:6/7).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 28, 2014 12:19 am

Kedunghalang wrote:
SEGOROWEDI wrote:
back to:
QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

kok nyosornya ke MGA?

Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa yang dimaksud kaum AAKHORIINA itu adalah bangsa Persia (HR Shahih Bukhari). Jadi, Allah telah membangkitkan pada bangsa Persia seorang rasul dari antara mereka, yakni HMG Ahmad as yang nenek moyangnya berasal dari Persia.

lha orang persianya disitu siapa?
mosok ghulam, india blasteran lagi

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 28, 2014 12:29 am

SEGOROWEDI wrote:
Kedunghalang wrote:
SEGOROWEDI wrote:
back to:
QS 62:3/4 Dan, Dia juga yang TELAH MENGUTUS PADA kaum AAKHORIINA (lain seorang Rasul) DARI ANTARA MEREKA, yang belum bergabung dengan mereka.

kok nyosornya ke MGA?

Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa yang dimaksud kaum AAKHORIINA itu adalah bangsa Persia (HR Shahih Bukhari). Jadi, Allah telah membangkitkan pada bangsa Persia seorang rasul dari antara mereka, yakni HMG Ahmad as yang nenek moyangnya berasal dari Persia.

lha orang persianya disitu siapa?
mosok ghulam, india blasteran lagi

Hanya satu orang keturunan bangsa Persia yang telah diutus Allah sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud pada tahun 1305 Hijrah, yakni HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan, Pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 28, 2014 12:33 am


diantara orang persia yang ada di situ waktu itu..
silakan kamu cari sendiri..
mana mungkin ghulam yang orang india (blasteran)?
gak relevan blas, jauuh..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 28, 2014 12:38 am

Nenek moyang HMG Ahmad as memang berasal dari Persia. Tidak ada seorang pun dari kalangan bangsa Persia yang pernah membuktikan diri telah diutus Allah sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as, kecuali hanya HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan, Pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 28, 2014 12:40 am


muhammad bilang orang persia
bukan india blasteran yang ngaku-aku utusan
bermodal permisalan yang terbukti salah

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 28, 2014 12:42 am

Nabi Muhammad saw mengisyaratkan tentang seorang rasul yang akan dibangkitkan dari antara bangsanya seorang sahabat, yakni Salam ra dari Persia. Nenek moyang HMG Ahmad as memang berasal dari Persia. Tidak ada seorang pun dari kalangan bangsa Persia yang pernah membuktikan diri telah diutus Allah sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as, kecuali hanya HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan, Pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 28, 2014 12:51 am


blasteran india ngaku-aku kok dipercaya
padahal yang dibilang persia, si salam atau yang lain

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 28, 2014 1:03 am

Kedunghalang wrote:
ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Tetapi, umat Islam sekarang sudah berani mengeluarkan kata-kata yang kotor bahkan mengeluarkan fatwa sesat terhadap seorang utusan Allah, Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as pada akhir zaman ini.

Para alim ulama dan yang mengerti kaidah dan Hukum Islam hanya ingin membentengi umatnya pak, agar tidak terjebak oleh Aliran seperti anda, Justru Aliran seperti anda ini yang akan merusak AQidah Utama Umat Islam Seperti Rukun Iman dan Rukun Islam.
Dan mereka hanya ingin mengamalkan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar".

Sesungguhnya para alim ulama itu sudah terpecah-belah, tercerai-berai yang dilarang oleh Al Qur'an (Ali Imran 3:103) ada sunni, ada syi'ah dlsb, sehingga motivasi mereka untuk membentengi umat mereka masing-masing bukan karena Allah, melainkan karena hal-hal lain.

Perpecahan mereka memang sudah di ingatkan oleh Rosulullah pak, dan kami umat muslim harus mengetahui siapa yang bisa selamat dari perpecahan itu.
dan bukankah anda dan golongan anda termasuk dari bagian Golongan golongan itu, tinggal tergantung siapa yang sesuai dengan Alqur'an dan Sunah Rosulullah SAW.
dan mengenai karena hala hal yang lian, apakah bisa anda definisikan...?[/quote]

Umat Islam bersatu dan bersaudara adalah sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabat ra adalah memiliki seorang Pemimpin (Khalifah) yang mendapat petunjuk langsung dari Allah (Al Mahdi) yang berpegang teguh kepada Tali Allah, yakni Al Qur'an, Rasulullah saw dan Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah.

Ketika umat Islam sudah terpecah belah menjadi lebih dari 70 golongan, maka mereka seperti anak ayam kehilangan induknya, karena umat Islam tidak memiliki seorang pemimpin (Khalifah/Imam) yang mendapat petunjuk dari Allah (Mahdi). Oleh karena itu, Allah telah berjanji kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56). Dan, Allah telah membangkitkan HMG Ahmad as, seorang keturunan bangsa Persia dari Qadian, Hindustan, Pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah, sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud untuk menyatukan kembali orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dari seluruh pelosok dunia untuk bersatu dan bersaudara dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 28, 2014 1:06 am

SEGOROWEDI wrote:
blasteran india ngaku-aku kok dipercaya
padahal yang dibilang persia, si salam atau yang lain

Seorang Utusan Allah pasti dapat membuktikan bahwa dirinya menerima wahyu dari Allah, dan jika dia berbohong, maka Allah akan menghukumnya. Ayat yang menjelaskan tentang hukuman kepada nabi palsu terdapat dalam Al Qur'an dan Bible. Jadi, orang tidak akan sembarangan mengaku-ngaku sebagai Utusan Allah.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Kedunghalang on Sat Jun 28, 2014 1:18 am

ngayarana wrote:
Kedunghalang wrote:
Jika tidak, kenapa harus menyebar fitnah dengan mengeluarkan fatwa sesat?

Bukan Fitnah Bos, tapi memang kenyataan yang terjadi, anda dan golongan anda telah salah jalan dengan mengimani adanya nabi setelah Rosulullah SAW, sebagaimana Al qura'an dan hadist sahih nabi yang mengingatkan akan hal itu.

Al Qur'an menyatakan bahwa: "Kenabian masih terbuka bagi umat Islam yang mentaati Allah dan Nabi Muhammad saw." (An-Nisa 4:69/70).

Al Qur'an menyatakan: "Allah telah berjanji kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah di bumi,.." (An-Nur 24:55/56).

Nabi Muhammad saw memerintahkan kepada umat Islam:"..., bai'atlah kalian kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifah Allah, Al Mahdi. (Sunan Ibnu Majah).

Allah telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah dan Imam Mahdi yang memegang teguh akidah pokok agama Islam, yakni LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH.

Apakah Allah dan Nabi Muhammad saw mengajarkan untuk mengeluarkan fatwa sesat dan di luar Islam bagi orang-orang Islam yang memegang teguh akidah pokoknya, yakni LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD-AR-RASULULLAH?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: KHAYALAN AHMADIYAH FI'IL MADHI YANG MUTA'ADDHI DI AL JUMU'AH 62:2/3.

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 11 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... , 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik