FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by dade on Tue May 13, 2014 1:57 pm

Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Pada abad ke-15 Hijriah masih banyak manusia Bumi yang menyatakan TUHAN yang Ghaib itu tidak ada, adanya istilah itu hanyalah sebab tradisi dan candu isapan jempol semata. Terhadap pihak atheis begini hendaklah disampaikan keterangan ilmiah tentang adanya TUHAN Esa yang Ghaib, bahwa DIA selalu ada di segala zaman, di semua tempat, pencipta dan pengatur segalanya secara logis. Dalam hal ini ada dua cara yang biasanya dipakai untuk meyakinkan:

1. a. Bahwa alam semesta ini tidak mungkin ada kalau tiada yang menciptakan dan yang mengaturnya. Tetapi alasan ini dapat dibantah pihak atheis dengan alasan bahwa semuanya telah berlangsung menurut hukum alam sendirinya, terkandung dalam setiap unsur dan materi. Semuanya telah berlaku menurut hukum evolusi benda yang masing-masingnya harus patuh dan memang telah patuh pada hukum itu, di mana tidak ada yang dikatakan "ghaib", dan adanya TUHAN yang Ghaib itu nyata keliru.

b. Bahwa setiap benda dalam alam semesta ini mengalami sifat hukum tersendiri, ada yang pahit dan yang manis. ada yang kecil dan yang besar, yang melayang di udara dan yang menyelam dalam air, pada mana hukum evolusi tidak mungkin dipasangkan walaupun semua benda itu berasal dari hydrogen yang sama. Karenanya fihak atheis tidak berdaya. Mereka merasa takut pada suatu yang tidak mereka ketahui. Pada banyak hal, mereka tidak sanggup menanggapi sesuatu atas hukum evolusi, lalu mereka namakan dengan missing links sebagai dead lock atau benturan yang tidak pernah ditembusi. Mereka meraba-raba dalam ilmu, dan benarlah pernyataan Alquran pada Ayat 53/30 bahwa demikian baru capaian ilmu manusia kafir, padahal semuanya adalah ciptaan ALLAH yang Esa Kuasa, setiapnya berlaku menurut ketentuan yang lebih dulu DIA tetapkan:

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَ
هُمْ كُلَّمَا أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ
وَلَوْ شَاء اللّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

2/20.    Hampir saja kilat itu menyambar pemandangan mereka. Setiap kali
kilat itu menyinari, lalu mereka berjalan padanya, dan ketika jadi gelap lalu mereka berdiri.
Dan kalau Allah menghendaki, akan DIA lenyapkanlah pendengaran dan pemandangan mereka,
bahwa Allah menentukan tiap sesuatu.


وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ عِندَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلاَّ بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ
15/21. Bahwa dari sesuatu hanya pada KAMI perbendaharaan nya dan
tidaklah KAMI turunkan dia kecuali dengan kadar ditentukan.


اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
39/62. ALLAH pencipta tiap sesuatu, dan DIA penjaga atas tiap sesuatu.

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
54/49. Bahwa tiap sesuatu KAMI ciptakan dia dengan ketentuan.

وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ
54/50. Dan tidaklah perintah KAMI kecuali satu seperti kejapan mata.


c. Bahwa ALLAH yang Ghaib itu ada di mana-mana di semestaraya. DIA Satu di segala zaman. Keadaan-NYA sama dengan ruh yang ada dalam tubuh manusia, bahwa ruh itu berkuasa pada diri seseorang, berada di seluruh tubuhnya, tetapi tidak diketahui betapa rupa bentuknya. Namun permisalan ini sebagaimana pernah dinyatakan oleh juru dakwah adalah bertantangan dengan maksud Ayat 16/74 bahwa ALLAH tidak boleh dan tidak mungkin dicontohkan dengan apa saja. Perbedaan keduanya ialah bahwa ruh tidak mengetahui yang ghaib lainnya, tidak mengetahui apa yang akan terjadi dan sedang berproses dalam diri di mana dia berada, bahkan ruh itu tidak menciptakan sesuatu. Berbeda dengan ALLAH yang menciptakan, mengetahui, bahkan mengatur tiap sesuatu di semesta raya ini.
Dari semua alasan di atas ini hanyalah cara nomor 1 sub b saja yang dapat dipakai, karena memang benar dan tidak mungkin dibantah tentang adanya ALLAH dalam Ghaib.



2. Cara yang lebih sempurna untuk meyakini bahwa ALLAH senantiasa ada dalam Ghaib ialah dengan menganalisakan Firman-firman ALLAH seperti dinyatakan dalam Ayat Suci yang maksudnya:

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا
عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

29/51. Tidakkah cukup pada mereka bahwa KAMI menurunkan atasmu
Kitab (Alquran) yang dianalisakan atas mereka? Bahwa pada yang demikian
ada rahmat dan pemikiran bagi kaum beriman.


كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
41/3.  Kitab yang dijelaskan Ayat-ayatnya Alquran berbahasa Arab
untuk kaum yang berilmu.


Banyak sekali Firman yang dapat disampaikan sebagai hasil penganalisaan untuk jadi bukti bahwa ALLAH ada yang hukum-NYA harus dipatuhi, di antara lain ialah:

a. ALLAH menurunkan tiga Kitab Suci sesudah topan besar zaman Nabi Nuh yaitu Taurat, Injil, dan Alquran yang masing-masing namanya tercantum dalam Alquran dan tidak pernah disebut dalam The Bible. Masing-masingnya diturunkan kepada Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad pada masa berselang ribuan tahun. Namun ketiga Nabi itu begitupun ketentuan hukum yang mereka sampaikan adalah sama mengajarkan agama Islam walaupun ketiganya tidak pernah bertemu muka bahkan tidak pernah berhubungan. Hal ini memberikan bukti bahwa ALLAH ada dalam Ghaib di semua zaman dan tempat. DIA-lah yang menurunkan ketiga Kitab Suci itu dan menentukan tugas ketiga Nabi tersebut.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ
الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللّهِ فَإِنَّ اللّهِ سَرِيعُ الْحِسَابِ

3/19. Bahwa agama pada ALLAH ialah Islam, dan tidaklah
berselisihan orang-orang diberi Kitab kecuali sesudah ilmu sampai pada
mereka tersebab dengki di an tara mereka.  siapa yang kafir pada
Ayat-ayat ALLAH, maka ALLAH cepat dalam perhitungan.


وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ
الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

3/85. Siapa yang mencari agama selain Islam, tidaklah akan
diterima dari padanya, dan dia di Akhirat termasuk
orang-orang merugi.


b. Banyak Ayat Alquran yang menyatakan riwayat hidup manusia selaku ketentuan yang harus terlaksana dari semenjak pertamanyas ampai pada akhir dunia ini. Sebahagian telah terbukti seperti yang berlaku di Palestina, juga yang sehubungan dengan Bani Israil, Muslimin Arab dan sebagainya, sementara yang lainnya pasti akan berlaku bahkan sesuai dengan logika dan peradaban manusia Bumi. Semua itu membuktikan bahwa Alquran bukanlah disusun oleh Muhammad tetapi diturunkan oleh ALLAH yang senantiasa ada dalam Ghaib:

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَاباً مِّنَ السَّمَاءِ فَظَلُّواْ فِيهِ يَعْرُجُونَ
15/14.  Dan kalau Kami bukakan atas mereka pintu atmosfir
(untuk penerbangan antar-planet) maka mereka beriringan naik padanya.


لَقَالُواْ إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَّسْحُورُونَ
15/15.  Pastilah  mereka akan berkata: bahwasanya pemandangan (peradaban) kami
dipesona malah kami adalah kaum yang disihiri (oleh nenek moyang).


لَتَرْكَبُنَّ طَبَقاً عَن طَبَقٍ
84/19.  Pasti akan kamu naiki (planet itu) setingkat demi setingkat.

فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
84/20.  Maka alasan apakah bagi mereka hingga mereka tidak beriman ?


Foto-foto tentang kutub Bumi yang diambil pada tahun 1972 Masehi oleh pesawat ruang angkasa Amerika Serikat memperlihatkan bahwa dulunya utara Bumi ditutupi salju dan es hanya sekira 4 juta kilometer persegi. Tetapi kemudian situasi telah berubah hingga pada tahun 1972 itu daerah salju tersebut telah meluas sampai 37 juta km. Perluasan demikian juga berlaku di belahan selatan Bumi, dimuat dalam tajuk rencana Business Time tanggal 30 Januari 1979 dengan judul "The Worlds is getting Colder." Perluasan daerah es di kutub-kutub Bumi itu telah ditetapkan ALLAH sebagai lenggang Bumi yang semakin pendek ke utara dan selatan garis ekliptik yang sekaligus memperpendek waktu pergantian musim dan penanggalan Solar Year. Keadaan demikian membuktikan adanya Tuhan yang Ghaib, pengatur Bumi serta orbitnya dan segala yang hidup di planet ini:

أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ
نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا وَاللّهُ يَحْكُمُ لاَ مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

13/41.  Apa tidakkah mereka perhatikan bahwa Kami mendatangi Bumi itu.
Kami kurangi dia dari ujung-ujungnya (kutub-kutubnya). Dan Allah itulah yang
memberi hukum. Tiada pemberi resiko bagi hukumNYA itu. Dan DIA
sangat cepat dalam perhitungan.


بَلْ مَتَّعْنَا هَؤُلَاء وَآبَاءهُمْ حَتَّى طَالَ
عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ

21/44.  Tetapi Kami beri kelengkapan orang-orang ini dan bapak-bapak mereka hingga
jadi panjang umur mereka.  Apa tidakkah mereka memperhatikan  bahwa Kami mendatangi Bumi itu
lalu Kami kurangi dia dari  ujung-ujungnya (kutub-kutubnya hingga daerah panas semakin sempit)?
Apakah mereka orang-orang yang menang?


avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by dade on Tue May 13, 2014 2:01 pm

d. Foto-foto tentang garis Umbra atau daerah gelap yang dilalui gerhana total sebagai sering dilihat orang, juga termuat pada The Book of Popular Science buku 3 halaman 134 dan 137 herjudul "Shadow in the Heavens" memperlihatkan bahwa Umbra gerhana Surya itu melengkung ke selatan ketika berlaku pada tanggal 22 Juni sampai dengan 21 Desember, dan melengkung ke utara jika gerhana itu berlaku pada tanggal 22 Desember sampai dengan 21 Juni. Hal ini secara jelas membatalkan pendapat Barat tentang status Bumi miring keliling Surya, tetapi nyata membenarkan adanya ALLAH yang Ghaib menjadikan Bumi dan semua planet lain mengorbit zigzag ke utara dan ke selatan garis ekliptik sewaktu mengorbit Surya. Orbit zigzag itu telah menyebabkan gerak Sunspots juga zigzag di permukaan Surya yang bertarikan dengan planet-planet tersebut:



أَوَ لَمْ يَرَوْاْ إِلَى مَا خَلَقَ اللّهُ
مِن شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلاَلُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالْشَّمَآئِلِ سُجَّداً لِلّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ

16/48.  Apa tidakkah mereka perhatikan apa-apa yang Allah ciptakan dari
sesuatu (tatasurya) yang planet-planetnya melakukan transit (zilal) melenggang dari kanan
(selatan) dan dari kiri (utara) dalam keadaan bersujud bagi Allah dan mereka patuh?


وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجاً سُبُلاً لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
21/31.  Dan Kami jadikan di Bumi itu batang magnet untuk memberi kekuatan padamu dan
Kami jadikan padanya garis-garis orbit zig-zag semoga mereka mendapat pertunjuk.


وَآيَةٌ لَّهُمْ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ
36/37.  Dan suatu pertanda bagi mereka adalah malam yang Kami hilangkan  daripadanya siang,
ketika itu mereka kegelapan (yaitu malam panjang di utara Bumi pada bulan Desember).



e. Berdasarkan beberapa Ayat Alquran kita mengetahui bahwa kehidupan hanya wajar dan hanya berlaku di planet-planet saja. Atas hal itu kita ambil kesimpulan bahwa di Bulan tiada sesuatu yang hidup berjiwa. Di sana tiada setetes air atau sehelai daun, ternyata bahwa di sana tiada suatu pun yang hidup. Bahkan Alquran menyatakan Bulan banyak dalam daerah Tatasurya kita. dan scmua itu adalah bukti langsung mengenai adanya ALLAII yang Esa Kuasa sdalu ada di setiap tempat dalam Ghaib:

وَالأَرْضَ مَدَدْنَاهَا
وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُونٍ

15/19.  Dan Bumi ini Kami perganda (jadi sepuluh planet)
dan Kami tempatkan padanya Rawasia dan Kami tumbuhkan padanya
setiap sesuatunya berbobot yang ditentukan.


وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ
15/20. Dan KAMI jadikan bagimu di sana alat kehidupan dan
bagi siapa yang bukan  kamu membernya rizki.


وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُوراً وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجاً.
71/16.  Dan DIA jadikan Bulan-Bulan pada MEREKA ada sinar,
dan menjadikan Surya itu selaku pelita.



f. Berdasarkan banyak Ayat Alquran, kita ketahui bahwa semua planet berpenduduk manusia berasal dari satu diri karena memang semuanya diciptakan ALLAH untuk tempat manusia bergenerasi, tetapi orang Barat tidak mempercayai ini sehubungan dengan ajaran agama yang mereka anut, namun akhirnya mereka mengakuinya karena mereka sama membenarkan adanya Piring Terbang sebagai UFO yang datang dari planet lain diawaki oleh manusia cerdas di luar Bumi. Piring Terbang itu tentulah berlapis dua yang berputar melawan arah untuk menghilangkan gravitasi planet. Diantaranya ada ruangan untuk awak dan mesin yang memutar kedua lapisan tadi, dibikin oleh penduduk Venus atau Mercury yang Iebih dekat pada Surya. Hal ini membuktikan adanya ALLAII yang menciptakan manusia Iebih cerdas daripada manusia atheis di Bumi:

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَابَّةٍ وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ

42/29.  Dan dari pertandaNYA ialah penciptaan planet-planet dan Bumi ini        
serta apa yang DIA kembang-biakkan pada keduanya dari dabbah (makhluk berjiwa),
dan DIA atas pengumpulan semuanya ketika DIA kehendaki menentukan.


وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
43/12.  Dan DIAIah yang menciptakan setiapnya berpasang-pasangan.
Dan DIA jadikan untuk kamu yang kamu kendarai dari benda terapung (fulku) dan ternak.


لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُو
ا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا
سُبْحانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ

43/13.  Agar kamu berada di atas punggungnya,
kemudian kamu akan memikirkan nikmat Tuhanmu ketika kamu
berada diatasnya dan kamu katakan:Mahasuci DIA yang mengedarkan
ini untuk kami dan tidaklah kami satu Generasi padanya.



g. Rumah pertama didirikan manusia Bumi ialah di Makkah yang semenjak ribuan tahun ternyata ada di daerah panas, tandus, bergunung batu dan padang pasir. Pada mulanya pernyataan demikian tidak dipercaya oleh atheis, tetapi kini terpaksa mengakui berdasarkan banyaknya bahan mineral di daerah itu, hanya saja mereka belum mengetahui betapa proses perubahan Makkah yang dulunya beriklim subur, kini menjadi daerah tandus. Tentang ini Alquran menjelaskan bahwa sebuah Comet mendekati Tatasurya kita rnenurut ketetapan ALLAH. Waktu itu Surya tergeser ke luar statusnya dan berlakulah tofan Nabi Nuh waktu mana Bumi merubah arah rotasinya. hingga Makkah yang mulanya di kutub putaran utara Bumi kemudian berubah menjadi daerah panas dalam Torrid Zone. Hal ini membuktikan ALLAH yang Ghaib memberikan keterangan ilmiah yang sebahagian besar tidak disadari para atheis selama ini:


إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
3/96. Bahwa Runah pertama yang didirikan untuk manusia (Adam dan istrinya)
adalah yang di Makkah, diberkahi dan petunjuk bagi seluruh manusia.



وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ
الْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِي شَيْئاً وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

22/26.  Dan ketika Kami tentukan pada Ibrahim tempat rumah itu (Ka'bah itu) agar:
janganlah serikatkan padaKU sesuatu juga, dan sucikanlah RumahKU itu untuk orang-orang
bertawaf dan orang-orang yang berdiri dan ruku' sujud.


وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَاراً
71/14.”Dan sungguh DIA ciptakan kamu (dulunya) penduduk utara. "

 


   h. Ayat 25/62 menyatakan Bumi ini bulat berputar di sumbunya, diperganda jadi 10 planet. 13/3. tujuh di atas orbit Bumi dan tentulah dua di bawahnya. 65/12. Sementara planet terpinggir yaitu yang ke-1O dalam Alquran dinamakan dengan Sidratul Muntaha, artinya teratai tempat dihentikan. Sebagai teratai yang tetap terapung di atas air waktu pasang naik dan pasang surut, demikian pula planet itu mendekat pada Surya yang diorbitnya ketika berada di titik Perihelion orbit oval. dan menjauh ketika berada di titik Aphelion. . Karenanya benarlah Alquran yang menyatakan setiap planet bergerak pada orbit oval bukan ellips atau sirkel. Bahwa Muntaha itu adalah batas perjalanan dan pengetahuan manusia Tatasurya ini ke mana Muhammad dulunya telah dimi'rajkan mendahului peradaban manusia.
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by dade on Tue May 13, 2014 2:06 pm

Sains yang terkandung dalam Alquran perlu sekali disampaikan secara luas dan umum kepada orang-orang beriman sendiri begitupun kepada masyarakat luar yang tidak beragama Islam.

1. Ke dalam:

Ilmu pengetahuan harus disampaikan dalam Masjid-masjid, sekolah-sekolah dan tempat-tempat pelajaran lain dengan kurikulum tertentu. Begitupun dalam sidang-sidang umum dan pada pertemuan-pertemuan yang sering berlaku dalam masyarakat di mana pokok-pokok ilmu yang terkandung dalam Alquran dapat disebarkan untuk sama difahami dan dilaksanakan buat kepentingan hidup bersama. Penyampaian ilmu ke dalam ini bersifat:

a. Memberikan pengertian tentang sesuatu yang selama ini belum diketahui ataupun belum difahami sepenuhnya.

b. Menambah pengertian tentang sesuatu yang telah diketahui dengan penganalisaan lebih mendalam.

c. Memperkuat mental masyarakat agar bersikap kukuh pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Alquran.

d. Mencegah timbulnya maksud dan tindakan yang mungkin bertantangan dengan hukum Islam.

e. Menimbulkan hasrat dan kegiatan lebih besar untuk ikut berlomba mencapai ketinggian hidup di bidang sosial, teknik dan politik berjiwa Tauhid. Semua itu hendaklah dilaksanakan secara lisan, tulisan dan berbentuk perbuatan, didasarkan antara lain atas maksud Ayat:

وَلۡتَكُن مِّنكُمۡ أُمَّةٌ۬ يَدۡعُونَ إِلَى
ٱلۡخَيۡرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ*ۚ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

3/104. Hendaklah ada dari kamu umat yang menyeru kepada kebaikan serta
menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.  
Itulah  orang-orang menang.


وَأَنذِرۡ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن
يُحۡشَرُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ*ۙ لَيۡسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِىٌّ۬ وَلَا شَفِيعٌ۬ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ

6/51. Dan peringatkanlah dengannya (Alquran itu) orang-orang yang cemas
dikumpulkan kepada TUHAN mereka. Tiada bagi mereka pimpinan  dan tiada penolong
selain DIA, semoga mereka menginsafi.


إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ
اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَن بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِي
مٍ
36/11. Bahwa  yang engkau peringatkan ialah yang mengikuti pemikiran
dan takut pada ARRAHMAN yang  Ghaib. Maka gembirakanlah dia dengan
ampunan  dan upah mulia.


وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
51/55. Dan peringatkanlah, bahwa pemikiran  berguna pada orang-orang berilmu.



2. Ke luar:

Ilmu pengetahuan yang terkandung dalam Alquran juga harus disebarkan kepada masyarakat luar secara tertulis berbentuk surat, brosur, majalah, atau buku. Bila perlu dapat pula dilakukan melalui televisi, radio, yang berbentuk gambar, tetapi tidaklah praktis jika dilaksanakan dengan lisan secara berhadapan. Hal ini didasarkan atas maksud Ayat 2/159 yang sudah dikutipkan, juga maksud Ayat Suci yang antaranya sebagai berikut:

بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ
وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

16/44.  Dengan keterangan  dan  kekuatan,  dan KAMI  turunkan  kepada mu  
pemikiran agar engkau  terangkan pada manusia apa yang diturunkan kepada mereka,
dan semoga mereka memikirkan.


وَمَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ
الْكِتَابَ إِلاَّ لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُواْ فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

16/64. Tidaklah KAM1 turunkan Kitab itu atasmu kecuali agar engkau
terangkan pada mereka yang padanya mereka berselisihan, serta petunjuk
dan rahmat bagi kaum beriman.


لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً
هُمْ نَاسِكُوهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

22/67. Bagi setiap umat (di planet-planet) KAMI jadikan tempat pengabdian yang
mereka mengabdi pada-NYA, mereka tidak akan menyisihkan  engkau dalam urusan itu,  
dan serulah kepada TUHAN-mu, bahwa engkau ada atas petunjuk kukuh.


فَلِذَٲلِكَ فَٱدۡعُ*ۖ
وَٱسۡتَقِمۡ ڪَمَآ أُمِرۡتَ*ۖ
وَلَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَهُمۡ*ۖ وَقُلۡ
ءَامَنتُ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِن ڪِتَـٰبٍ۬*ۖ
وَأُمِرۡتُ لِأَعۡدِلَ بَيۡنَكُمُ*ۖ ٱللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمۡ*ۖ لَنَآ أَعۡمَـٰلُنَا
وَلَكُمۡ أَعۡمَـٰلُڪُمۡ*ۖ لَا حُجَّةَ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُ*ۖ ٱللَّهُ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَا*ۖ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ

42/15. Untuk  itu serulah, dan kukuhkan pendirian  sebagaimana  engkau diperintah,
dan janganlah ikut keserakahan  mereka. Katakanlah: "Aku beriman pada apa yang ALLAH
turunkandari Kitab, dan aku diperintah untuk adil  di antara  kamu.  ALLAH  TUHAN kami dan
TUHAN kamu. Bagi  kami amal kami dan bagimu amalmu. Tiada hujjah antara kami dan kamu.
ALLAH akan mengumpulkan di antara kita, dan kepada-NYA tempat berkumpul. "


Sebenarnya penyampaian ilmu pengetahuan dengan tulisan lebih praktis jika dibanding dengan lisan kecuali pada keadaan-keadaan tertentu seperti di waktu berhadapan dalam kelas sekolah, dalam Masjid, atau sewaktu diadakan soal jawab, bertukar pendapat, dan berhujjah, karena penyebaran ilmu dengan tulisan mengandung maksud:

1. Agar setiap keterangan yang disampaikan dapat dipikirkan lebih matang, terperinci, diteliti dan dikoreksi oleh penulis dan kemudian baru disebarluaskan

2. Agar setiap keterangan yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan  dan diatur menurut ajaran Islam sesungguhnya sesuai dengan garis politik dan taktik yang telah ditetapkan sebelumnya.

3. Agar terdapat kesatuan informasi yang terarah menurut tingkat yang ditentukan sesuai dengan pedoman dan rencana pemerintah yang berwenang. Hingga dengan demikian tidak berlaku perlantungan antara sesuatu keterangan dengan apa yang disampaikan di tempat lain.

4. Agar pihak yang diberi keterangan dapat memperhatikan semua pejelasan yang disampaikan lalu mempertimbangkan dengan saksama serta mengulangi membaca bagian-bagian mana yang belum difahami. Juga dapat dilakukannya di sembarang tempat di semua waktu dan kesempatan, kemudian dia jadikan bahan koleksi berharga untuk mencapai tingkat ilmu yang lebih tinggi.

5. Agar tidak berlaku pertantangan sengit antara yang pro dan yang kontra mengenai keterangan yang disampaikan. Padahal kalau diberikan secara lisan mungkin menimbulkan keadaan yang tadinya tidak diharapkan. Semua ini berdasarkan ketentuan ALLAH yang maksudnya sebagai berikut:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
96/1.   Bacalah dengan nama Tuhanmu
yang menciptakan.


خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
96/2.   DIA ciptakan manusia dari 'alaq.

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
96/3.   Bacalah, dan Tuhanmu lebih mulia.

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
96/4.   DIAlah yang mengajarkan (manusia ramai)
dengan pena (tulis-baca).


عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
96/5.   DIA ajarkan pada manusia itu apa-apa
yang tidak diketahuinya.



Itu adalah Firman yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad dan mengandung pengertian sangat luas yang antara lain bahwa:

a. Semua yang ada di dunia adalah wujud ciptaan ALLAH. Orang disuruh memperhatikan semua itu dalam kehidupan sehari-hari, baik yang terasa, yang terdengar, maupun yang terlihat, begitupun yang ada dan yang berproses dalam tubuh sendiri.

b. Manusia diciptakan dari 'alaq yang berproses dalam rahim perempuan, terwujud dari hubungan suami istri. Begitu pentingnya persoalan 'alaq harus diketahui karena dalam hal ini terdapat perbedaan khas antara manusia dan hewan lain, bahwa manusia hendaklah membiak melalui pernikahan yang diredhai ALLAH. sementara hewan lain membiak melalui pergaulan bebas di luar nikah.

c. Orang disuruh memperhatikan lagi dengan istilah membaca, karena membaca bukanlah hanya rnengeluarkan suara, tetapi memperhatikan, memikirkan, mempertimbangkan, menyimpulkan dan bersikap untuk suatu tindakan. Namun janganlah lebih dulu ber-tindak sebelum memikirkan persoalannya.

d. Memang ALLAH Mahamulia, menciptakan segala sesuatu untuk keperluan hidup manusia zahir bathin dan manusia itu sendiri diciptakan untuk mengabdi pada-NYA. DIA mengatur semua yang ada ini secara kausalita, sebab dan akibat, menurut hukum yang selengkapnya terkandung dalam Alquran. Bahagialah orang yang mematuhi hukum itu dan kecewalah mereka yang sengaja melalaikan.

c. DIA mengajar manusia dengan pena yaitu tulis baca. Membaca adalah mendapatkan ilmu dari alam keliling, sementara menulis adalah menyatakan pendapal tentang ilmu yang disimpulkan berbentuk tulisan bagi kepentingan alam keliling di mana orang hidup membiak, kemudian bertindak menurut pendapat tersebut. Dengan pena demikian tahulah manusia tentang apa yang tidak dia sadari dan yang selama ini tidak dia fahami.
Beruntunglah masyarakat manusia yang sempat memahami ketentuan dalam Alquran tersebut karena mereka bertindak tentang sesuatu hanya dengan pengertian dan pertimbangan sempurna, serta berwasiat tentang hal logis dan ketabahan, dalam pada itu sia-sialah mereka yang sering berkata palsu, omong kosong tanpa pikir karena selalu dalam kebatilan, pertantangan, dan keruntuhan moral.
Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan para Da'i dan guru agama ialah Ayat Suci yang maksudnya sebagai berikut:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ
تَسْأَلُواْ عَنْ أَشْيَاء إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْأَلُواْ
عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللّهُ عَنْهَا وَاللّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

5/101. Wahai orang-orang beriman, janganlah tanyakan  tentang sesuatu
yang jika dinyatakan padamu akan menyakiti kamu. Jika kamu menanyakannya
waktu Alquran diturunkan, tentulah dinyatakan padamu. ALLAH memaafkan
tentang itu, dan ALLAH pengampun penyayang.


قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُواْ بِهَا كَافِرِينَ
5/102.  Sungguh telah menanyakannya kaum sebelum kamu,
kemudian mereka jadi kafir padanya.


مَا جَعَلَ ٱللَّهُ مِنۢ بَحِيرَةٍ۬
وَلَا سَآٮِٕبَةٍ۬ وَلَا وَصِيلَةٍ۬ وَلَا حَامٍ۬*ۙ وَلَـٰكِنَّ
ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ*ۖ وَأَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ

5/103. ALLAH tidak menjadikan orang luas ilmu (segala tahu) dan
tidak wakil, tidak pula penghubung, juga tidak yang tinggi derajat, tetapi
orang-orang kafir mengadakan kedustaan atas ALLAH dan kebanyakan
mereka tidak memikirkan.


Dari maksud Ayat Suci di atas ini dapat diketahui bahwa sains tentang segala sesuatu telah terkandung dalam Alquran yang memang berfungsi buat seluruh zaman, hanya pengetahuan manusia juga datang bertahap sesuai dengan pembukaan yang diizinkan ALLAH. Beberapa Ayat Mutasyabihat pernah ditanyakan orang selama ini tetapi tidak diterangkan secara ilmiah. Para Da'i atau guru agama enggan menyatakan dirinya tidak tahu lalu menjawab pertanyaan menurut tradisi yang sesungguhnya telah ketinggalan zaman dan kolot tidak mungkin diterima akal sehat. Akibatnya apa yang mereka terangkan itu bukannya menjadikan pendengar sadar dan insaf tetapi sebaliknya menimbulkan keengkaran.
ALLAH tidak menjadikan orang segala tahu, luas ilmu mengenai semua masalah, karenanya para Da'i atau guru agama hendaklah menyampaikan pengetahuan secara jujur tentang apa yang diketahui saja, dan tidak malu menyatakan ilmunya terbatas. Mereka tidak boleh berlagak tahu dan menjawab semua yang ditanyakan ke padanya tanpa keterangan ilmiah. Sikap demikian akan menimbulkan tantangan dari pendengar, berakhir pada kebuntuan dan kekafiran.
ALLAH tidak menjadikan wakil-NYA dalam masyarakat manusia, karena DIA selalu ada pada setiap orang bahkan lebih dekat padanya daripada urat leher orang itu sendiri. Bagi tuntunan hidup didunia telah ada ketentuan-NYA terkandung dalam Alquran yang menjelaskan segala soal jika orang sudi memperhatikan. Begitu pula ALLAH tidak menjadikan penghubung antara manusia dan DIA. Setiap diri dapat berhubungan langsung dengan DIA untuk menanyakan dan meminta segala sesuatu, sementara jawahan dan pemberianNYA sudah tercantum dalam Alquran. Karena itu janganlah berlagak wakil Tuhan dalam menyampaikan ajaran agama, begitupun jadi penghubung. dan memang kependetaan tidak berlaku dalam Islam.
ALLAH juga tidak menjadikan perbedaan kasta , di antara manusia ramai tiada yang tinggi derajat antara sesamanya. Manusia dilahirkan sarna dalam derajat, walaupun dia anak Nabi, anak raja, ataupun anak seorang kuli miskin, karena yang mulia menurut penilaian ALLAH ialah mereka yang lebih insaf mengenai kehidupan dunia kini, 49/13. Hal ini hendaklah lebih diperhatikan oleh para Da'i dan guru agama agar tidak timbul perbedaan kasta di antara orang-orang beriman. Semua Mukminin itu bersaudara tanpa kasta dengan sikap mana penyiaran pengetahuan agarna lebih serasi dan efektif.

Atas dasar-dasar tersebut hendaklah disampaikan hanya apa yang diketahui saja bersumberkan Alquran hingga setiap pertanyaan dapat dijawab dengan benar tanpa kekeliruan dalam penyelewengan. Sementara itu para murid dan orang-orang Islam umumnya hendaklah tidak menanyakan sesuatu persoalan di luar acara yang disampaikan Da'i atau guru. Inilah yang dimaksud ALLAH pada Ayat 5/101, yang perinciannya sebagai berikut:

1. Da'i hanya menyampaikan ilmu yang didapatnya dari sesuatu Ayat Alquran, dan pendengar boleh menanyakan lebih mendetail tentang apa yang disampaikan itu.

2. Pendengar dilarang menanyakan sesuatu kecuali persoalan yang diterangkan oleh Da'i. Kalau pertanyaan dimajukan mengenai masalah lain yang tidak jadi acara maka jawabannya mungkin tidak ilmiah, tidak terarah, dicampuri tradisi kolot yang tidak disenangi pendengar.

3. Namun bertanya itu adalah hak setiap pribadi tentang mana ALLAH bersikap pengampun penyayang. Tetapi ingatlah bahwa pengetahuan Da'i sangat terbatas karena dia adalah juga manusia biasa yang mengetahui sesuatu secara berangsur dengan belajar. Setiap orang mendapat kedudukan sebanding dengan nilai keinsafan dan usaha masing-masing:
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by dade on Tue May 13, 2014 2:14 pm


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ
لاَ يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ إِلَى اللّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

5/105. Wahai orang-orang beriman, atasmu dirimu. Tidaklah orang sesat membahayakan kamu
ketika kamu mendapat petunjuk. Kepada ALLAH tempat lembalimu semua lalu DIA kabarkan padamu
apa yang telah kamu kerjakan.


فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ
وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْماً

20/114. Mahatinggi Allah Raja yang logis, dan janganlah bergegas pada
(pengertian ayat-ayat) Alquran itu sebelum terlaksana padamu (ketentuan)
wahyuNYA. Dan katakanlah: wahai Tuhanku, tambahlah padaku ilmu.


Memang benar bahwa ilmu yang terkandung dalam Alquran bukan dibukakan ALLAH bagi orang-orang beriman sekaligus, tetapi bertahap sebanding dengan tingkat peradaban dari keinsafan pada mana nilai pendidikan bertauhid sangat menentukan, begitupun nilai pelajaran logis dalam agama Islam. Berbicara tentang pendidikan dan pelajaran, rasanya perlu dijelaskan bahwa:

a. Pendidikan ialah asuhan yang diberikan kepada anak semenjak dia dihamilkan ibunya, dilanjutkan pada waktu sesudah lahirnya sampai pada masa remajanya. Pendidikan itu dilakukan melalui makanan, sikap, perbuatan, bicara yang disampaikan berupa ucapan ibu-bapak dan orang sekitar, juga melalui radio, televisi,internet tontonan dan sebagainya serta yang berbentuk tulisan surat, gambar, buku, koran, majalah dan lain-lain.

b. Sementara pelajaran
adalah ilmu pengetahuan khusus tentang sesuatu yang diberikan ibu-bapak atau oleh guru dan Da'i kepada anak atau kepada orang lain melalui data-data tertulis, lisan, radio, terlevisi, internet ataupun praktek dengan latihan.

Jadi. Pendidikan diutamakan untuk membentuk watak si anak yang dididik untuk ketabahan dan kematangan dalam kehidupan bermasyarakat penuh ujian mental, sedangkan pelajaran ditujukan untuk keahlian dan kecerdikan yang diajar dalam bertindak melakukan perbuatan tertentu dan dalam menanggapi sesuatu yang dia hadapi.

Dalam masyarakat Islam, tanggung jawab langsung tentang pelajaran formal semuanya dibebankan kepada pemerintah, sesuai dengan maksud Ayat 9/60 mengenai pengumpulan sedekah (bea-cukai-pajak) bagi keperluan muallaf. Bahwa segala macam sekolah dengan guru-gurunya, Masjid dan tempat pelajaran lainnya harus dibelanjai pemerintah. Begitu pula semua murid harus mendapat bantuan ongkos belajar dari pemerintah, demikian juga segala macam penerbitan, tontonan, radio, TV, dan pertunjukan lainnya harus berada di bawah pengawasan dan dengan izin dan pemerintah. Dengan begitu terdapatlah kelancaran harmonis dalam usaha peningkatan kesadaran umum tanpa campur tangan ajaran lain yang mungkin merusak akhlak masyarakat Islam.
Orang-orang muallaf bukanlah hanya yang pindah agama tetapi juga orang-orang yang dibangun hatinya untuk memahami ajaran Islam bagi kemajuan peradaban masyarakat. Jadi para muallaf ialah para pelajar, penuntut ilmu pengetahuan di berbagai sekolah termasuk mereka yang dikirim ke luar negcri dengan tugas belajar. Mereka harus diberi bantuan oleh pemerintah hingga mereka tidak terhalang menuntut ilmu karena kekurangan ongkos. Mereka harus dibantu sebagai tunas-tunas yang diharapkan untuk generasi bahagia pada waktu mendatang.

Tetapi ingatlah nomor urut yang tercantum pada Ayat 9/60, bahwa bea-siswa barulah diberikan kepada para pelajar bilamana kehidupan fakir miskin dapat diperbaiki dan gaji para pegawai negara diselesaikan oleh pemerintah. Memang sangat janggal bilamana beberapa pelajar diberi bea-siswa sementara fakir miskin masih bergelandangan dan pegawai negara sering mengeluh kekurangan gaji.

Selanjutnya lebih janggal lagi jika pemerintah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan para pelajar membayar sejumlah uang untuk masuk ujian agar dapat ditentukan menjadi siswa di sekolah lebih tinggi. Begitupun setelah mereka lulus ujian harus lagi membayarkan sejumlah uang untuk mendapatkan ijazah, padahal keuangan negara telah mengeluarkan biaya untuk keperluan sekolah dan gaji para guru. Sikap demikian memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin, dan sebenarnya bertantangan dengan ajaran Islam.

Dari maksud Ayat 9/60 tentang muallaf demikian, nyatalah keliru pendapat setengah orang untuk melakukan birth control dengan alasan agar sempat menyekolahkan satu dua orang anak di masa datang, padahal menurut Islam semua kebutuhan belajar adalah tanggung jawab pemerintah pada mana ibu-bapak tidak mungkin berencana secara pribadi, dan tidak perlu cemas bersusah hati bagi kelangsungan dan kelanjutan sekolah anak-anaknya. Kita tidak boleh mengambil teladan dari keadaan yang berlaku pada masyarakat sekular atau yang menamakan dirinya beragama Islam padahal hidup terjajah oleh golongan kafir.

Dalam negara sekuler seringkali guru-guru agama Islam mengeluh karena tidak mempannya pelajaran agama yang mereka berikan, tentunya disebabkan beberapa hal yang antara lain:

a. Disebabkan hukum Islam tidak dilaksanakan sepenuhnya secara umum atau tidak sama sekali.

b. Disebabkan tidak semua guru yang mengajar di sekolah itu memahami dan mematuhi hukum Islam.

c. Disebabkan guru agama Islam yang mengajarkan agama nyatanya dipencilkan dalam pergaulan guru-guru di sekolah

d. Disebabkan setiap guru yang mengajar harus mematuhi kurikulum yang sifatnya juga sekular.

Akibatnya, usaha-usaha guru-guru agama tadi jadi sia-sia bahkan seringkali mendapat ejekan karena dipandang remeh aneh, tidak produktif di bidang ekonomi masyarakat sekuler. Sementara guru yang sengaja merubah kurikulum atau mengajar tidak menurut hal yang ditentukan, dia mendapat teguran dari pihak atasan bahkan mendapal hukuman pindah atau berhenti mengajar. Sementara itu dia harus menyampaikan ilmu yang dia ketahui atau melakukan dakwah Islamiah. Di sekolah dia mendapat hambatan dan tantangan, karenanya seringkali guru agama itu memakai jalan lain yaitu memberikan pelajaran di Masjid, di surau atau di langgar.
Dalam hal ini terdapat dua istilah yang sesungguhnya berbeda isi dan maksudnya, yaitu penerangan agama dan dakwah agama.

Penerangan agama yaitu menyampaikan ilmu pengetahuan secara lengkap tentang sesuatu yang menyangkut dengan agama beserta alasan-alasan meyakinkan, yang dengannya iman orang-orang Islam jadi bertambah besar serta berguna dalam kehidupan masyarakat.

Sementara dakwah agama adalah menerangkan ilmu yang terkandung dalam Alquran kepada masyarakat luar Islam dengan harapan bahwa mereka pada waktu kemudiannya membenarkan dan mengikuti doktrin itu.

Dalam Alquran, orang yang menyampaikan ilmu pengetahuan Islam biasanya disbut MUBALLIG, asal katanya BALLAGA tercantum pada Ayat 5/67, 7/62, 7/68, 33/39 dan 46/23. Juga pada Ayat lain disebut ABLAGA seperti pada Ayat 7/79, 7/93, 9/6, 1/57 dan 72/28. Namun istilah MUBALLIG itu sendiri tidak pernah ada dalam Alquran, dan untuk gantinya kita dapati istilah RASUL, BASYIR dan NAZIR. Kalau Muballig hanya bertugas menyampaikan maka DA'I bahkan lebih utama yaitu menarik orang-orang lain agar menganut agama Islam yang disampaikan.
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by dade on Tue May 13, 2014 2:20 pm

Dalam hubungan internasional, orang memakai istilah informasi, karenanya terwujudlah Information Service, Ministry of Information dan sebagainya dengan tugas menerangkan atau menyampaikan perkabharan. Sementara itu ada pula yang disebut propaganda yang isinya membujuk atau menarik orang lain mengikuti doktrin hidup yang disebarkan. Kadang-kadang propaganda ini disejalankan dengan agitasi atau hasutan, menerangkan keburukan dan kelemahan doktrin lain dengan bukti-bukti bohong yang sengaja diadakan sembari memuji  doktrin sendiri. Dalam sejarah pernah terdapat suatu negara di mana ada jawatan yang dinamakan Agitasi Propaganda.
Dalam Islam, usaha penerangan dan propaganda memang diizinkan bahkan dianjurkan, tetapi usaha agitasi sangat dilarang. Kelemahan doktrin lain boleh diterangkan kepada umum secara jujur sembabari mengemukakan kebenaran yang terkandung dalam Alquran. Namun semuanya haruslah dengan fakta nyata yang dapat dipertanggungjawabkan secara jujur dan adil. Bila doktrin lain diburukkan dihina maka akibatnya akan memburukan dan menghina Islam sendiri, karena penghinaan dan cercaan tentulah berbalasan.

Tentang informasi dan propaganda yang dianjurkan itu termuat pada Ayat Suci yang artinya sebagai berikut:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ
وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

3/104. Hendaklah ada dari kamu umat yang menyeru kepada kebaikan
serta menyuruh pada orang yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.
Itulah orang-orang yang menang.


وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن
دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا
لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

6/108. Jangan cela orang-orang yang menyeru selain ALLAH, Mereka
akan mencela ALLAH dengan permusuhan tanpa ilmu. Seperti itu KAMI hiasi
bagi setiap umat amal mereka, kemudian kepada TUHAN mereka tempat kembali
mereka lalu DIA kabarkan pada mereka apa yang telah mereka kerjakan.


الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ
وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَداً إِلَّا اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيباً

33/39. Orang-orang yang menyampaikan Risalat ALLAH
serta takut pada-NYA dan tidak takut pada seseorang selain
pada ALLAH, cukuplah ALLAH jadi penghitung.


وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن
دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

41/33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada
orang yang menyeru kepada ALLAH serta beramal shaleh dan
mengatakan: "Aku termasuk orang-orang Islam?"


Memang sangat berat rasanya bagi seseorang dalam masyarakat terjajah untuk menyampaikan Risalat ALLAH secara ilmiah nyata dan menurut hukum Islam karena seringkali dihadapkan kepada tantangan bertangan besi. Itulah yang menyebabkan Nabi Muhammad dulunya  pernah meninggalkan kota kelahirannya berhijrah ke Madinah. Tetapi orang-orang tabah tidak akan kecewa tersebab berbagai tantangan itu, mereka hanya takut pada ALLAH saja yang menghargai semua sikap dan perbuatannya untuk balasan dengan perhitungan sempurna. Mereka yakin bahwa tindakan itu lebih baik dan terpuji lalu meneruskan dakwah Islamiah dengan perbuatan shaleh dan perhitungan benar. Tentang itu mereka didorong oleh Ayat 40/51 dan berpedoman kepada Ayat 3/139 yang masing-masingnya artinya sebagai berikut:

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
3/139. Janganlah merasa lemah dan jangan dukacita,
kamu lebih tinggi jika kamu beriman.


إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ
40/51. KAMI akan menolong Rasul-rasul KAMI dan orang-orang beriman
pada kehidupan dunia dan pada Hari berdirinya kesaksian (di Akhirat).



Mereka selalu berdakwah dan menerangkan segala sesuatu yang diketahui tentang Islam berdasarkan Ayat Alquran seperti tugas yang diwajibkan pada mereka menurut Ayat 2/151, 5/27, 6/151, 7/175, 10/61, 10/71, 13/30, 17/107, 18/27, 18/83, 19/58, 22/72, 26/69, 28/3, 28/59, 29/45, 31/7, 33/34, 65/11, dan 98/2.
Semua Ayat Suci itu menganjurkan agar para Da'i menyampaikan dan menganalisakan Firman ALLAH secara ilmiah sesuai dengan kesanggupan masing-masing, bukan menyampaikan cerita lain yang umumnya meragukan dan tidak pasti, kecuali sebagai bahan perbandingan. Jadi para Da'i dan Muballig hanya diizinkan menyampaikan kandungan ilmu yang termuat dalam Alquran, baik yang Muhkamat atau yang Mutasyabihat.

Ketentuan ini berdasarkan pertimbangan bahwa:

1. Bahan-bahan keterangan selain yang termuat dalam Alquran umumnya dicampuri keraguan, belum tentu benar, dan sifatnya relatif.

2. Yang dianggap baik oleh seseorang belum tentu baik menurut sesungguhnya, sedangkan yang benar dan baik tanpa ragu adalah yang tercantum dalam Alquran sendiri.

3. Sumber keterangan yang disampaikan seringkali diragukan dan kebanyakannya dugaan belaka atau susunan manusia yang sebenarnya berlainan dari keadaan terjadi dulunya. Sumber yang selalu kukuh dan benar hanyalah Alquran saja.

4. Banyak keterangan yang pernah disampaikan Muballig atau Da'i tidak dapat difahami oleh para pendengar, karena hanya bersifat dongeng yang tidak sesuai dengan capaian pemikiran.

Keterangan yang disampaikan Muballig selain Ayat Alquran walaupun dengan maksud baik untuk kemajuan islam, sebenarnya menimbulkan keraguan bagi pendengar luas pandangan dan yang mempunyai tanggapan berbeda, akhirnya mungkin merendahkan Islam sendiri. Seringkali para Muballig menyampaikan sesuatu yang bersumber buku hikayat atau dongeng tentang kejadian di zaman sahabat Nabi dengan maksud menambah keimanan dan keyakinan para pendengar mengenai kekuasaan dan kebesaran ALLAH, tetapi mereka lupa bahwa cerita itu tidak mengandung nilai ilmiah bahkan sudah berulang kali diperdengarkan dan memuakkan orang. Maka perhatian umum tentang tablig jadi berkurang hingga jumlah pengunjung semakin kecil, terdiri dari orang-orang tua yang hanya mengharapkan pahala bahwa menghadiri tablig agama adalah perbuatan yang diredhai ALLAH.

Sering juga para Muballig menyerukan agar orang-orang beriman mempertebal iman dan agar bertakwa, padahal mereka harus mengetahui bahwa untuk menjadikan orang lebih beriman dan takwa adalah tugas mereka dengan menguraikan dan menganalisakan Ayat-ayat Suci secara ilmiah dengan mana mungkin timbul keyakinan pada hadirin. Semakin rasional uraian yang diberikan, akan semakin kuatlah keyakinan pendengar. Ingatlah bahwa IMAN berarti "percaya," TAKWA artinya "insaf," dan YAKIN berarti "dapat kepastian." Maka para pendengar yang memang telah beriman hendaklah diberi keinsafan dan kepastian dengan fakta serta bukti nyata tentang kebenaran Ayat-ayat Alquran tentang mana dibutuhkan uraian ilmiah, itulah tugas para Muballig. Jadi setiap Muballig harus tahu benar tentang sesuatu yang diterangkan dan menjelaskan sangkut-pautnya secara terperinci menurut logika dan kejadian. Karenanya setiap Muballig tentulah orang berilmu pengetahuan tentang keterangan yang disampaikan, bukan hanya didasarkan atas pendapat Ulama ini, kata Prof. itu, teori Si Anu.
Iman dapat diumpamakan dengan kepercayaan seseorang anak atas keterangan gurunya bahwa di sungai ada buaya ganas bertaring tajam dan sangat berbahaya. Tetapi ketika si anak pergi ke sungai. dia tidak melihat buaya tersebut dan tidak menampak bekas-bekasnya, maka kepercayaan anak itu jadi berkurang dan akhirnya berpendapat bahwa dalam sungai tidak ada buaya seperti yang dikatakan gurunya. Demikian keadaan iman setengah orang Islam dalam kehidupannya telah luntur dan hilang sama sekali karena tidak mendapatkan fakta dan kebenaran tentang iman yang dianut. Dalam hal inilah tugas para Muballig sangat diperlukan memberikan keterangan logis hingga iman tadi tidak berkurang dan menghilang.
Sekiranya guru tadi menyatakan secara jelas terperinci. misalnya dengan menentukan nama dan tempat sungai yang didiami buaya itu serta menerangkan cara bagaimana binatang itu hidup dalam air lalu memperlihatkan gambarnya, atau memberikan fakta kejadian yang berlaku bahwa pada tanggal tertentu, di negeri tertentu, seorang penduduk telah mendapat anak buaya di sungai tertentu dan kemudian membawanya ke kebun binatang tertentu maka keterangan guru itu mendapat kepercayaan penuh dari si anak bahkan mungkin menimhulkan keinsafan atau keyakinan apalagi sesudah anak itu melihat sendiri buaya tersebut ada dalam kebun binatang.
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by dade on Tue May 13, 2014 2:26 pm

Sebagai contoh lain, perhatikanlah keadaan Uzair yang terkandung dalam Ayat 2/259, ketika dia bertanya pada ALLAH tentang bagaimana DIA dapat menghidupkan yang telah mati. Waktu itu Uzair telah beriman, tetapi untuk mendapat kepastian, dia lalu dimatikan ALLAH selama 100 tahun dan kemudian dihidupkan kembali. Dengan begitu dia beroleh kepastian atau keyakinan tentang ketentuan ALLAH, dan dengan demikian dia mendapat keinsafan atau takwa tentang hidup kini yang berlangsung menurut hukum ALLLAH. Maka dalam hal ini para Muballig hendaklah menerangkan adanya kehidupan secara ilmiah. Cara bagaimana dan untuk apa, tentang mana teori evolusi telah gagal. Dengan itu dapat diharapkan iman para pendengar meningkat menjadi takwa atau yakin.

Perhatikan pula maksud Ayat 2/260 tentang pertanyaan Nabi Ibrahim mengenai hal yang sama. Lalu ALLAH menyuruhnya memotong seekor burung dan memisahkan dagingnya pada beberapa tempat, kemudian menyuruh hewan yang mati itu datang kepadanya. Ternyata burung itu hidup kembali dan datang kepadanya menurut ketentuan ALLAH. Selanjutnya kepada Ibrahim diperlihatkan kerajaan planet-planet dalam Tatasurya ini, termuat pada Ayat 6/75. Keadaan itu sama dengan Mi'raj Nabi Muhammad tercantum pada Ayat 17/1. Dengan demikian Ibrahim merasa tenteram dalam hati, dia beroleh keinsafan yang keyakinan tentang kebesaran dan kekuasaan ALLAH.  Para Muballig tentu tidak dapat menghidupkan yang telah mati atau memi'rajkan seseorang untuk beroleh keyakinan, tetapi menjadi tugasnya menjelaskan semua itu secara ilmiah menurut data terperinci hahwa Mi'raj tersebut berlangsung dalam berkah yaitu lingkupan penjaga dari friction dan untuk bernafas dengan kecepatan gerak Tachion atau Comet yang tidak terbatas, semuanya menurut ketetapan ALLAH. Namun Mi'raj itu adalah Uswah Hasanah bagi para sarjana menurut Ayat 55/33 yang pasti berlaku nantinya dalam sejarah manusia dengan memakaikan Sulthan yaitu daya dan kesanggupan teknologi pada Ayat 84/19, dan hanya mungkin terlaksana dalam daerah Tatasurya ini saja dengan Muntaha selaku batas perjalanan, ditentukan dalam Ayat 53/17.


Jadi para Muballig haruslah menguasai ilmu tertentu tentang sesuatu yang mereka tabligkan, dan untuk terbebas dari keraguan dan kesalahan, hendaklah mereka menyampaikan Ayat Alquran saja dengan penjelasan sesanggupnya tentang maksud dan kandungan Ayat Suci itu menurut penganalisaan logis yang dapat diterima oleh pemikiran pendengar. Hal ini harus terlaksana bahkan lebih sempurna dengan menghubungkan suatu Ayat Suci dengan lainnya, karena memang semua Firman ALLAH saling berkaitan saling menambah mencukupkan antara sesamanya. Inilah yang dinyatakan ALLAH pada Ayat 41/3 bahwa Alquran itu untuk orang-orang berilmu yang akan menerangkannya kepada masyarakat ramai, juga pada Ayat 54/17 bahwa Alquran itu telah dipermudah bagi pemikiran tetapi kurang sekali mendapat perhatian.

Jika dibanding lagi
, maka setiap Muballig hendaklah bersikap seperti Jaksa penuntut umum di sidang pengadilan di mana dia menyampaikan hasil penyelidikan secara terperinci tentang sesuatu yang telah berlaku, masing-masingnya saling berkaitan berhubungan dengan mengemukakan dalil dan fakta serta bukti yang meyakinkan. Dalam uraiannya dia menerangkan sesuatu yang benar dengan alasan cukup serta menerangkan yang jahat dengan bukti selengkapnya. Namun karena Jaksa itu adalah manusia biasa maka semua yang dimajukan haruslah ditentukan salah benarnya menurut keputusan yuri di mana Hakim selaku ketua yang juga terdiri dari manusia biasa. Demikian pula Muballig di hadapan pendengarnya yang memiliki daya tanggap berbeda-beda, baginya diperlukan pembahasan logis. Tetapi selagi Muballig itu mengemukakan sesuatu berdasarkan Ayat Alquran maka dia terlepas dari kekeliruan karena yang pasti benar ialah ALLAH yang ketentuan-NYA telah tercantum dalam Kitab Suci itu, selaku putusan Hakim tanpa salah, bukan hasil otak manusia.

Kurangnya usaha memikirkan Ayat-ayat Alquran, dan kurangnya kegiatan menghubungkan maksud serta kandungan Ayat-ayat Suci, menyebabkan dakwah agama kurang bermutu, tidak begitu menarik perhatian terutama bagi orang-orang di luar Islam pada agama tertentu. Tentang ini ALLAH bagaikan mengecam tindakan sementara orang yang menyebabkan Rasul mengadu kepada ALLAH.

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً
25/30. Dan Rasul  berkata: "Hai TUHAN-ku, bahwa kaumku
mengadakan Alquran ini terpisah-pisah.”


Selaku pedoman bagi setiap Muballig, dalam bertablig menerangkan ilmu pengetahuan mengenai sesuatu problem tentang mana dasar penganalisaan harus bersumberkan Firman ALLAH, adalah maksud beberapa Ayat Suci yang artinya sebagai berikut:

a. Bertablig:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ
إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ
وَاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

5/67.   Wahai Rasul, sampaikanlah apa-apa yang diturunkan
kepadamu dari   Tuhanmu, dan jika belum engkau kerjakan, maka apa-apa
yang telah  engkau sampaikan dari RisalahNYA saja. Dan Allah mempertahankan
engkau dari manusia, bahwa Allah itu tidak menunjukki kaum yang kafir.


أُبَلِّغُكُمْ رِسَالاَتِ رَبِّي وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
7/62. "AKU sampaikan padamu Risalat TUHAN-ku, dan AKU menasihati
kamu. Aku ketahui dari ALLAH yang tidak kamu ketahui."


قَالَ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِندَ اللَّهِ
وَأُبَلِّغُكُم مَّا أُرْسِلْتُ بِهِ وَلَكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْماً تَجْهَلُونَ

46/23. Dia katakan: "Bahwa ilmu itu pada ALLAH,
dan aku menyampaikan apa yang dengannya aku diutus.
Tetapi aku melihat kamu kaum yang bodoh."



b. Menganalisakan:

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ
مِن كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَداً

18/27.  Dan analisakanlah apa yang diwahyukan kepadamu dari
Kitab (Alquran) Tuhanmu itu, tiada pengrobah untuk KalimatNYA dan
tidaklah akan engkau dapati selain DIA selaku penguasa.


قُلْ إِنَّمَا أُنذِرُكُم بِالْوَحْيِ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاء إِذَا مَا يُنذَرُونَ
21/45. Katakanlah: "Bahwa aku memperingati kamu dengan wahyu." Dan tidaklah
yang tuli mendengar seruan ketika apa yang diperingatkan pada mereka.


وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ فَمَنِ
اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَن ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَا أَنَا مِنَ الْمُنذِرِينَ

27/92. Agar aku menganalisakan Alquran. "Maka siapa yang mendapat
petunjuk, dia mendapat petunjuk untuk dirinya, dan siapa yang sesat, lalu
katakanlah: "Bahwa aku termasuk orang-orang yang memberi peringatan."


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ
وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

8/2. Bahwa Mukminin itu ialah yang ketika diingatkan ALLAH, hati mereka
merasa takut dan ketika dianalisakan atas  mereka Ayat-ayat-NYA bertambah
iman mereka dan  berserah diri pada TUHAN mereka.


Dalam memberikan analisa tentang Ayat-ayat Alquran, orang boleh mengadakan bandingan dengan penemuan-penemuan baru, tingkat ilmu, dan keadaan yang berlaku di antara manusia ramai, ditujukan kepada orang-orang Islam sendiri dan lebih praktis kepada orang-orang luar Islam. Namun hendaklah diusahakan agar dakwah berbentuk tulisan karena yang berupa lisan seringkali mengandung kelemahan dan kealpaan. Dapat juga dakwah itu melalui internet, radio atau TV, tetapi hendaklah dengan membacakan konsep yang telah disusun lebih dulu agar tidak berlaku kesalahan sewaktu menyampaikannya. Pilihlah bahan dakwah logis praktis dalam Alquran untuk disampaikan kepada orang-orang luar Islam, dan utamakanlah hal-hal yang menyangkut benda angkasa sebagaimana Ibrahim dulunya telah menundukkan raja kafir dalam berdebat tentang Surya.


Teranglah bahwa dalam melaksanakan dakwah hendaklah dikemukakan hal-hal ilmiah yang terkandung dalam Alquran, disampaikan dengan susunan kata, redaksi, sebaik mungkin, pada mana tidak diizinkan adanya celaan atau hinaan terhadap agama lain, karena hal ilu akan berbalik menghina Islam sendiri tanpa ilmu dan akhirnya menimbulkan permusuhan yang sulit diselesaikan. Juru Dakwah boleh berdebat dengan orang-orang luar Islam tetapi haruslah dengan syarat sebagai berikut:

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ
وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ*ۖ وَجَـٰدِلۡهُم بِٱلَّتِى هِىَ
أَحۡسَنُ*ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ*ۖ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ

16/125. Serulah kepada garis hukum TUHAN-mu dengan sains dan
pelajaran yang baik, dan kalahkan mereka dengan yang lebih baik.  Bahwa TUHAN-mu
lebih mengetaui siapa yangsesat dari garis hukum-NYA dan DIA lebih mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk.


وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي
هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي
أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

29/46. Dan jangan kalahkan ahli Kilab kecuali dengan yang lebih baik,
kecuali orang-orang zalim dari mereka. Katakanlah: "KAMI beriman pada yang
diturunkan kepada KAMI dan  yang diturunkan kepada kamu. TUHAN kami
dan TUHAN-mu satu, dan kami Islam untuk-NYA."


Sampaikanlah Risalat ALLAH tanpa rasa takut pada siapa pun kecuali pada ALLAH saja. Sampaikanlah semua ilmu pengetahuan yang diberikan ALLAH melalui Alquran untuk meyakinkan manusia umumnya terhadap kebenaran Islam, dan memang Alquran itu mengandung logika pasti yang tak mungkin dikalahkan sebagai ketetapan ALLAH tanpa rubah. Penganut agama lain hendaklah dikalahkan dengan yang baik dan dengan yang lebih baik, untuk mana sangat dibutuhkan pengetahuan khusus tentang masalah yang dibicarakan tentang mana kandungan ilmu dalam Alquran pasti lebih menentukan dan lebih benar. Khusus mengenai Ayat 29/46 yang menyangkut ahli Kitab pada mana kita dinyatakan beriman pada yang diturunkan kepada mereka, bukanlah berarti kita harus beriman kepada Old Testament dan New Testament tetapi kepada Taurat dan Injil yang sesungguhnya tidak ada dalam The Bible.
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by dade on Tue May 13, 2014 2:31 pm

Dan ingatlah pula bahwa biasanya dakwah Islamiah menemui tantangan berat dari orang-orang kafir tersebab kedengkian dalam hatinya atau tersebab tradisi kolot yang mereka anut, maka jawablah tantangan itu dengan cara dan keterangan yang lebih baik dan dengan ketabahan. Yang membenarkan dakwah Islamiah hanyalah orang-orang berilmu tanpa dengki dendam dalam hati.
Semua itu dinyatakan ALLAH pada Ayat Suci yang maksudnya:

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي
وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ
عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَلِكُمُ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

22/72. Ketika dianalisakan atas mereka Ayat-ayat KAMI yang menerangkan, engkau
kenal kebencian pada wajah orang-orang kafir. Hampir mereka menyerang orang-orang yang
menganalisakan atas mereka Ayat-ayat KAMI itu. Katakanlah: "Apakah akan AKU terangkan
padamu yang lebih jahat daripada kamu ini ? Yaitu Neraka yang ALLAH janjikan pada
orang-orang kafir. Sangat jahat tempat kembali itu."


بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
29/49. Malah dia Ayat-ayat yang menerangkan dalam dada orang-orang yang diberi ilmu,
dan tiada yang menantang pada Ayat-ayat KAMI selain orang-orang zalim.


وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
الَّذِي أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِي
دِ
34/6. Akan melihat orang-orang diberi ilmu, yang diturunkan kepadamu
dari TUHAN-mu adalah logis serta menunjuki kepada tuntunan mulia terpuji.


Kini timbul pertanyaan, kenapa selama ini dakwah Islamiah tidak mempan di Dunia Barat? Banyak sekali yang harus disampaikan untuk jawaban pertanyaan ini. Keadaannya berkaitan dengan berbagai masalah, berliku dan terjalin dalam masa yang panjang, namun pada pokoknya dapat disimpulkan sebagai berikut:

Dunia Barat selama ini umumnya dikuasai oleh Bani Israil yang menganut dua aliran kepercayaan yaitu Yahudi dan Kristen. Masing-masing menganggap lebih benar dan menyatakan dirinya kesayangan ALLAH, dinyatakan pada Ayat 5/18 bahkan menyatakan dirinya anak ALLAH. Dengan anggapan demikian, dan karena para Nabi kebanyakkan lahir dalam kalangan bangsa mereka, maka penyebaran Alquran serta kenabian Muhammad berbangsa Arab mereka tanggapi dengan rasa dengki dan iri hati, termuat pada Ayat 2/90, dan 2/109.

Ekspansi Islam, yang bermula di zaman Umar bin Khattab waktu mana orang-orang Arab sempat menguasai Palestina hingga menjajah sebagian daratan Eropa, telah menimbulkan kebencian Bani Israil semakin meluap. Penganut Yahudi dan Kristen yang bertanah suci di Palestina dan Roma menjadi kalap dan menyesali ketetapan ALLAH, pada Ayat 43/31, dengan ucapan, kenapa ALLAH tidak menurunkan Alquran itu pada seorang lelaki dari kedua negeri tersebut.


Bani Israil bagaikan terpaksa mencari jalan lain, yaitu memecah kekuatan Islam dengan penyebaran hadis-hadis palsu atau dipalsukan, kemudian mengacau-balau orang-orang Islam sendiri. Dengan itu mereka berhasil mengusir tentara Arab dari negeri mereka bahkan sebaliknya menjajah sebagian daerah tanah air orang.
Selama ratusan tahun orang-orang Islam kehilangan daya, dengan nasib sendiri, terpecah oleh semangat kebangsaan yang disodorkan Bani Israil, begitu pun khilafiah yang mereka adakan, hingga kemurnian dan ketinggian Islam sangat merosot bahkan sampai dianggap mereka sebagai agama yang dianut orang-orang bodoh dan miskin. Hal ini terang sekali disebabkan oleh sikap orang_orang Islam sendiri, karena Islam selaku agama telah menjamin penganutnya yang benar-benar beriman selalu lebih tinggi daripada manusia lain, dan tidak pernah merasa kecewa dan rendah diri.

Dari kejatuhan bangsa-bangsa Arab pada abad 3 sampai abad ke 14 Hijriah, para pemuka Islam para Da'inya belum sempat mengemukan pokok ilmu yang terkandung dalam Alquran terutama mengenai  bidang fisika dan benda angkasa. Sedangkan dakwah mengenai budaya, dan ekonomi tentunya tidak mempan karena Bani Israil pada zahirnya. ternyata lebih unggul.

Rasanya apa yang kita sebutkan di atas cukup beralasan, namun perbaikan situasi akan berlaku sesuai dengan maksud Ayat 9/33 dan 15/15 serta maksud Ayat 29/49 yang telah dikutipkan, bahwa dakwah Islamiah di Dunia Barat pada masa datang akan mantap dan sukses. Tidak lama lagi Agama Islam akan dianut oleh mayoritas Bani Israil memang doktrin ilmiah hanya lebih mantap bagi masyarakat ilmiah sejalan dengan peningkatan kesadaran yang ditentukan ALLAH.  Waktu itu akan terlaksana kembali maksud Ayat 3/139 menyambut ketinggian Islam pada abad pertama Hijriah dulu. .

Hanya ada dua persoalan yang harus semenjak kini menjadi pemikiran:

1. Sanggupkah masyarakat manusia yang kini menyatakan dirinya beriman menurut faham tradisional mempertahankan imannya dan mengimbangi kemajuan zaman yang sesungguhnya sejalan denga ketentuan Alquran?

2. Apakah masyarakat yang membaca Alquran dengan nyanyian merdu hanya memperoleh senandungnya saja, sementara orang-orang Barat mendapatkan isinya? Ataukah keduanya saling mempertukarkan agama yang dianut hingga yang di Barat menghayati Islam dan yang di Timur menganut Kristen?


Itulah dua persoalan yang harus diperhatikan dan difikirkan bersama tentang mana setiap orang yang kini mengaku dirinya penganut Islam harus mawas diri menghadapi keadaan generasi mendatang.
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 12:30 pm

sekilasinfo untuk post #1

2/20.    Hampir saja kilat itu menyambar pemandangan mereka. Setiap kali
kilat itu menyinari, lalu mereka berjalan padanya, dan ketika jadi gelap lalu mereka berdiri. 
Dan kalau Allah menghendaki, akan DIA lenyapkanlah pendengaran dan pemandangan mereka, 
bahwa Allah menentukan tiap sesuatu.

Qs 2:20  Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

---
15/21. Bahwa dari sesuatu hanya pada KAMI perbendaharaan nya dan 
tidaklah KAMI turunkan dia kecuali dengan kadar ditentukan.

Qs 15:21  Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

---
39/62. ALLAH pencipta tiap sesuatu, dan DIA penjaga atas tiap sesuatu.

Qs 39:62  Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.

---

54/49. Bahwa tiap sesuatu KAMI ciptakan dia dengan ketentuan.

Qs 54:49  Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.


54/50. Dan tidaklah perintah KAMI kecuali satu seperti kejapan mata.

Qs 54:50  Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.

---
29/51. Tidakkah cukup pada mereka bahwa KAMI menurunkan atasmu 
Kitab (Alquran) yang dianalisakan atas mereka? Bahwa pada yang demikian 
ada rahmat dan pemikiran bagi kaum beriman.

Qs 29:51  Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

---
41/3.  Kitab yang dijelaskan Ayat-ayatnya Alquran berbahasa Arab 
untuk kaum yang berilmu.

Qs 41:3  Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,

---
3/19. Bahwa agama pada ALLAH ialah Islam, dan tidaklah 
berselisihan orang-orang diberi Kitab kecuali sesudah ilmu sampai pada 
mereka tersebab dengki di an tara mereka.  siapa yang kafir pada 
Ayat-ayat ALLAH, maka ALLAH cepat dalam perhitungan.

Qs 3:19  Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

---
3/85. Siapa yang mencari agama selain Islam, tidaklah akan 
diterima dari padanya, dan dia di Akhirat termasuk 
orang-orang merugi.

Qs 3:85  Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

---

15/14.  Dan kalau Kami bukakan atas mereka pintu atmosfir 
(untuk penerbangan antar-planet) maka mereka beriringan naik padanya.

Qs 15:14  Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,


15/15.  Pastilah  mereka akan berkata: bahwasanya pemandangan (peradaban) kami 
dipesona malah kami adalah kaum yang disihiri (oleh nenek moyang).

Qs 15:15  tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir".

---

84/19.  Pasti akan kamu naiki (planet itu) setingkat demi setingkat.

Qs 84:19  sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan),


84/20.  Maka alasan apakah bagi mereka hingga mereka tidak beriman ? 

Qs 84:20  Mengapa mereka tidak mau beriman?

---
13/41.  Apa tidakkah mereka perhatikan bahwa Kami mendatangi Bumi itu. 
Kami kurangi dia dari ujung-ujungnya (kutub-kutubnya). Dan Allah itulah yang 
memberi hukum. Tiada pemberi resiko bagi hukumNYA itu. Dan DIA 
sangat cepat dalam perhitungan.

Qs 13:41  Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dialah Yang Maha cepat hisab-Nya.

---
21/44.  Tetapi Kami beri kelengkapan orang-orang ini dan bapak-bapak mereka hingga 
jadi panjang umur mereka.  Apa tidakkah mereka memperhatikan  bahwa Kami mendatangi Bumi itu 
lalu Kami kurangi dia dari  ujung-ujungnya (kutub-kutubnya hingga daerah panas semakin sempit)? 
Apakah mereka orang-orang yang menang?

Qs 21:44  Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Sat Sep 02, 2017 11:05 am, total 2 kali diubah
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 12:32 pm

sekilasinfo untuk post #2

16/48.  Apa tidakkah mereka perhatikan apa-apa yang Allah ciptakan dari 
sesuatu (tatasurya) yang planet-planetnya melakukan transit (zilal) melenggang dari kanan 
(selatan) dan dari kiri (utara) dalam keadaan bersujud bagi Allah dan mereka patuh?

Qs 16:48  Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?

---
21/31.  Dan Kami jadikan di Bumi itu batang magnet untuk memberi kekuatan padamu dan 
Kami jadikan padanya garis-garis orbit zig-zag semoga mereka mendapat pertunjuk.

Qs 21:31  Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

---
36/37.  Dan suatu pertanda bagi mereka adalah malam yang Kami hilangkan  daripadanya siang, 
ketika itu mereka kegelapan (yaitu malam panjang di utara Bumi pada bulan Desember).

Qs 36:37  Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

---

15/19.  Dan Bumi ini Kami perganda (jadi sepuluh planet) 
dan Kami tempatkan padanya Rawasia dan Kami tumbuhkan padanya 
setiap sesuatunya berbobot yang ditentukan. 

Qs 15:19  Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.


15/20. Dan KAMI jadikan bagimu di sana alat kehidupan dan
bagi siapa yang bukan  kamu membernya rizki.

Qs 15:20  Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.

---
71/16.  Dan DIA jadikan Bulan-Bulan pada MEREKA ada sinar, 
dan menjadikan Surya itu selaku pelita.

Qs 71:16  Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

---
42/29.  Dan dari pertandaNYA ialah penciptaan planet-planet dan Bumi ini         
serta apa yang DIA kembang-biakkan pada keduanya dari dabbah (makhluk berjiwa), 
dan DIA atas pengumpulan semuanya ketika DIA kehendaki menentukan.

Qs 42:29  Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

---

43/12.  Dan DIAIah yang menciptakan setiapnya berpasang-pasangan. 
Dan DIA jadikan untuk kamu yang kamu kendarai dari benda terapung (fulku) dan ternak.

Qs 43:12  Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.


43/13.  Agar kamu berada di atas punggungnya, 
kemudian kamu akan memikirkan nikmat Tuhanmu ketika kamu 
berada diatasnya dan kamu katakan:Mahasuci DIA yang mengedarkan 
ini untuk kami dan tidaklah kami satu Generasi padanya.

Qs 43:13  Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,

---
3/96. Bahwa Runah pertama yang didirikan untuk manusia (Adam dan istrinya) 
adalah yang di Makkah, diberkahi dan petunjuk bagi seluruh manusia. 

Qs 3:96  Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

---
22/26.  Dan ketika Kami tentukan pada Ibrahim tempat rumah itu (Ka'bah itu) agar: 
janganlah serikatkan padaKU sesuatu juga, dan sucikanlah RumahKU itu untuk orang-orang 
bertawaf dan orang-orang yang berdiri dan ruku' sujud.

Qs 22:26  Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.

---
71/14.”Dan sungguh DIA ciptakan kamu (dulunya) penduduk utara. "

Qs 71:14  Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 12:32 pm

sekilasinfo untuk post #3

3/104. Hendaklah ada dari kamu umat yang menyeru kepada kebaikan serta 
menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.  
Itulah  orang-orang menang.

Qs 3:104  Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

---
6/51. Dan peringatkanlah dengannya (Alquran itu) orang-orang yang cemas 
dikumpulkan kepada TUHAN mereka. Tiada bagi mereka pimpinan  dan tiada penolong 
selain DIA, semoga mereka menginsafi.

Qs 6:51  Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.

---
36/11. Bahwa  yang engkau peringatkan ialah yang mengikuti pemikiran 
dan takut pada ARRAHMAN yang  Ghaib. Maka gembirakanlah dia dengan 
ampunan  dan upah mulia.

Qs 36:11  Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

---
51/55. Dan peringatkanlah, bahwa pemikiran  berguna pada orang-orang berilmu.

Qs 51:55  Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

---
16/44.  Dengan keterangan  dan  kekuatan,  dan KAMI  turunkan  kepada mu  
pemikiran agar engkau  terangkan pada manusia apa yang diturunkan kepada mereka, 
dan semoga mereka memikirkan. 

Qs 16:44  keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,

---
16/64. Tidaklah KAM1 turunkan Kitab itu atasmu kecuali agar engkau 
terangkan pada mereka yang padanya mereka berselisihan, serta petunjuk 
dan rahmat bagi kaum beriman.

Qs 16:64  Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

---
22/67. Bagi setiap umat (di planet-planet) KAMI jadikan tempat pengabdian yang 
mereka mengabdi pada-NYA, mereka tidak akan menyisihkan  engkau dalam urusan itu,  
dan serulah kepada TUHAN-mu, bahwa engkau ada atas petunjuk kukuh.

Qs 22:67  Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.

---
42/15. Untuk  itu serulah, dan kukuhkan pendirian  sebagaimana  engkau diperintah, 
dan janganlah ikut keserakahan  mereka. Katakanlah: "Aku beriman pada apa yang ALLAH 
turunkandari Kitab, dan aku diperintah untuk adil  di antara  kamu.  ALLAH  TUHAN kami dan 
TUHAN kamu. Bagi  kami amal kami dan bagimu amalmu. Tiada hujjah antara kami dan kamu. 
ALLAH akan mengumpulkan di antara kita, dan kepada-NYA tempat berkumpul. "

Qs 42:15  Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)".

---

96/1.   Bacalah dengan nama Tuhanmu 
yang menciptakan.

Qs 96:1  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,


96/2.   DIA ciptakan manusia dari 'alaq.

Qs 96:2  Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.


96/3.   Bacalah, dan Tuhanmu lebih mulia.

Qs 96:3  Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,


96/4.   DIAlah yang mengajarkan (manusia ramai) 
dengan pena (tulis-baca).

Qs 96:4  Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,


96/5.   DIA ajarkan pada manusia itu apa-apa 
yang tidak diketahuinya.

Qs 96:5  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

---

5/101. Wahai orang-orang beriman, janganlah tanyakan  tentang sesuatu 
yang jika dinyatakan padamu akan menyakiti kamu. Jika kamu menanyakannya 
waktu Alquran diturunkan, tentulah dinyatakan padamu. ALLAH memaafkan 
tentang itu, dan ALLAH pengampun penyayang. 

Qs(5:101) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.


5/102.  Sungguh telah menanyakannya kaum sebelum kamu,
kemudian mereka jadi kafir padanya.

Qs(5:102) Sesungguhnya telah ada segolongsn manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya.

5/103. ALLAH tidak menjadikan orang luas ilmu (segala tahu) dan 
tidak wakil, tidak pula penghubung, juga tidak yang tinggi derajat, tetapi 
orang-orang kafir mengadakan kedustaan atas ALLAH dan kebanyakan 
mereka tidak memikirkan.

Qs(5:103) Allah sekali-kali tidak pernah mensyari’atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 12:33 pm

sekilasinfo untuk post #4

5/105. Wahai orang-orang beriman, atasmu dirimu. Tidaklah orang sesat membahayakan kamu
ketika kamu mendapat petunjuk. Kepada ALLAH tempat lembalimu semua lalu DIA kabarkan padamu 
apa yang telah kamu kerjakan.

Qs(5:105) Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

---
20/114. Mahatinggi Allah Raja yang logis, dan janganlah bergegas pada 
(pengertian ayat-ayat) Alquran itu sebelum terlaksana padamu (ketentuan) 
wahyuNYA. Dan katakanlah: wahai Tuhanku, tambahlah padaku ilmu.

Qs 20:114  Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan".
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 12:34 pm

sekilasinfo untuk post #5

3/104. Hendaklah ada dari kamu umat yang menyeru kepada kebaikan 
serta menyuruh pada orang yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. 
Itulah orang-orang yang menang.

Qs 3:104  Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

---
6/108. Jangan cela orang-orang yang menyeru selain ALLAH, Mereka 
akan mencela ALLAH dengan permusuhan tanpa ilmu. Seperti itu KAMI hiasi 
bagi setiap umat amal mereka, kemudian kepada TUHAN mereka tempat kembali 
mereka lalu DIA kabarkan pada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

Qs 6:108  Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

---
33/39. Orang-orang yang menyampaikan Risalat ALLAH 
serta takut pada-NYA dan tidak takut pada seseorang selain 
pada ALLAH, cukuplah ALLAH jadi penghitung.

Qs 33:39  (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang( pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.

---
41/33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada 
orang yang menyeru kepada ALLAH serta beramal shaleh dan 
mengatakan: "Aku termasuk orang-orang Islam?"

Qs 41:33  Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

---
3/139. Janganlah merasa lemah dan jangan dukacita, 
kamu lebih tinggi jika kamu beriman.

Qs 3:139  Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

---
40/51. KAMI akan menolong Rasul-rasul KAMI dan orang-orang beriman 
pada kehidupan dunia dan pada Hari berdirinya kesaksian (di Akhirat).

Qs 40:51  Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 12:34 pm

sekilasinfo untuk post #6

25/30. Dan Rasul  berkata: "Hai TUHAN-ku, bahwa kaumku 
mengadakan Alquran ini terpisah-pisah.”

Qs 25:30  Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

---
5/67.   Wahai Rasul, sampaikanlah apa-apa yang diturunkan 
kepadamu dari   Tuhanmu, dan jika belum engkau kerjakan, maka apa-apa 
yang telah  engkau sampaikan dari RisalahNYA saja. Dan Allah mempertahankan 
engkau dari manusia, bahwa Allah itu tidak menunjukki kaum yang kafir.

Qs(5:67) Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

---
7/62. "AKU sampaikan padamu Risalat TUHAN-ku, dan AKU menasihati 
kamu. Aku ketahui dari ALLAH yang tidak kamu ketahui."

Qs 7:62  "Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui".

---
46/23. Dia katakan: "Bahwa ilmu itu pada ALLAH, 
dan aku menyampaikan apa yang dengannya aku diutus. 
Tetapi aku melihat kamu kaum yang bodoh."

Qs 46:23  Ia berkata: "Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh".

---
18/27.  Dan analisakanlah apa yang diwahyukan kepadamu dari 
Kitab (Alquran) Tuhanmu itu, tiada pengrobah untuk KalimatNYA dan 
tidaklah akan engkau dapati selain DIA selaku penguasa.

Qs 18:27  Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.

---
21/45. Katakanlah: "Bahwa aku memperingati kamu dengan wahyu." Dan tidaklah 
yang tuli mendengar seruan ketika apa yang diperingatkan pada mereka.

Qs 21:45  Katakanlah (hai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan"

---
27/92. Agar aku menganalisakan Alquran. "Maka siapa yang mendapat 
petunjuk, dia mendapat petunjuk untuk dirinya, dan siapa yang sesat, lalu 
katakanlah: "Bahwa aku termasuk orang-orang yang memberi peringatan."

Qs 27:92  Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan".

---
8/2. Bahwa Mukminin itu ialah yang ketika diingatkan ALLAH, hati mereka 
merasa takut dan ketika dianalisakan atas  mereka Ayat-ayat-NYA bertambah 
iman mereka dan  berserah diri pada TUHAN mereka.

Qs 8:2  Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

---
16/125. Serulah kepada garis hukum TUHAN-mu dengan sains dan 
pelajaran yang baik, dan kalahkan mereka dengan yang lebih baik.  Bahwa TUHAN-mu 
lebih mengetaui siapa yangsesat dari garis hukum-NYA dan DIA lebih mengetahui 
orang-orang yang mendapat petunjuk.

Qs 16:125  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

---
29/46. Dan jangan kalahkan ahli Kilab kecuali dengan yang lebih baik, 
kecuali orang-orang zalim dari mereka. Katakanlah: "KAMI beriman pada yang 
diturunkan kepada KAMI dan  yang diturunkan kepada kamu. TUHAN kami 
dan TUHAN-mu satu, dan kami Islam untuk-NYA."

Qs 29:46  Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Thu Aug 31, 2017 12:35 pm

sekilasinfo untuk post #7

22/72. Ketika dianalisakan atas mereka Ayat-ayat KAMI yang menerangkan, engkau 
kenal kebencian pada wajah orang-orang kafir. Hampir mereka menyerang orang-orang yang 
menganalisakan atas mereka Ayat-ayat KAMI itu. Katakanlah: "Apakah akan AKU terangkan
padamu yang lebih jahat daripada kamu ini ? Yaitu Neraka yang ALLAH janjikan pada 
orang-orang kafir. Sangat jahat tempat kembali itu."

Qs 22:72  Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

---
29/49. Malah dia Ayat-ayat yang menerangkan dalam dada orang-orang yang diberi ilmu, 
dan tiada yang menantang pada Ayat-ayat KAMI selain orang-orang zalim.

Qs 29:49  Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

---
34/6. Akan melihat orang-orang diberi ilmu, yang diturunkan kepadamu 
dari TUHAN-mu adalah logis serta menunjuki kepada tuntunan mulia terpuji.

Qs 34:6  Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by njlajahweb on Sat Sep 02, 2017 11:27 am

sekilasInfo

Qs 95
1 Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
2 dan demi bukit Sinai,
3 dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
4 sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
5 Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
6 kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
7 Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
8 Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kenapa Selama ini Dakwah Islamiah Tidak Mempan Di Dunia Barat?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik