FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Siksan Buat Bangsa Durhaka

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Siksan Buat Bangsa Durhaka

Post by dade on Fri May 23, 2014 8:28 pm

Siksan Buat Bangsa Durhaka

Di antara siksaan yang diturunkan Allah pada manusia terlaksana berupa :


A.  Kedudukan tinggi dalam masyarakat dan rezki yang banyak hingga orang senantiasa curiga pada kejatuhan dan kemiskinan yang mungkin menimpa.   Kecurigaan itu jadi siksa atasnya, tercantum pada ayat 6/44. Kemudian ketika dia bermegah-megah dengan nikmat itu, tiba-tiba Allah  mengambil nikmatNYA, ini berupa pukulan hebat yang mungkin mengakibatkan gila atau bunuh diri, setidak-tidaknya malu atau MC ( Minder waardigheid Complex).

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ
بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا
فَرِحُواْ بِمَا أُوتُواْ أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

6/44. Maka ketika mereka lupa pada apa yang diperingatkan
tentangnya, lalu Kami bukakan atas mereka pintu-pintu tiap sesuatu
hingga ketika mereka bergembira dengan apa-apa yang diberikan itu,
Kami ambil mereka seketika, waktu itu mereka jadi celaka.



B.  Atau berupa perperangan antar planet atau perperangan antar bangsa dan golongan pada mana terlaksana hukuman di dunia kini menurut ketentuan Allah, termuat pada ayat 6/65.



قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَن يَبْعَثَ
عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً
وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

6/65.   Katakanlah: DIAlah yang menentukan atas hal membangkitkan atasmu
siksaan dari bahagian atasmu atau dari bawah kakimu, atau DIA  pakaikan (jadikan)
kamu bergolong-golongandan setengah kamu merasakan kekuatan setengahnya.  
Perhatikanlah betapa Kami jelaskan ayat-ayat itu semoga mereka memahami.


C.  Atau berupa kekejaman pembesar negeri yang tidak senada dengan kehendak rakyat yang dipimpinnya, maka hancurlah masyarakat itu menurut ketentuan Allah termuat pada ayat 6/123 jo. 17/16.  

     

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ
أَكَابِرَ مُجَرِمِيهَا لِيَمْكُرُواْ فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلاَّ بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

6/123.  Dan seperti itulah Kami jadikan pada setiap negeri orang-orang besar
berdosa agar  mereka mengadakan penipuan dalam negeri itu, dan tidaklah mereka
menipu kecuali pada diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari.
     

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً
أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيراً

17/16.  Dan ketika Kami ingin membinasakan suatu negeri, Kami
perintahkan penjahat-penjahatnya (negeri itu) lalu mereka berbuat
fasik dalam negeri itu, maka logislah atasnya perkataan (siksa)
lalu Kami hancurkan dia sehancur-hancurnya.



D.  Atau berupa gelombang pasang waktu mana turun naiknya air laut dapat membinasakan penduduk seperti yang berlaku pada tentara Firaun menurut ayat 10/90 dan ayat lainnya.



وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ
فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْياً وَعَدْواً حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ
الْغَرَقُ قَالَ آمَنتُ أَنَّهُ لا إِلِـهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَاْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

10/90.  Dan Kami seberangkan Bani Israil di laut (Laut Merah) itu, lalu  Firaun dan
tentaranya mengikuti mereka dengan kedengkian dan permusuhan, hingga penenggelaman
mengejarnya. Dia (Firaun) berkata waktu itu: aku beriman bahwa tiada Tuhan selain yang
beriman padaNYA Bani Israil dan aku termasuk orang-orang Muslimin.



E.  Atau berupa gempabumi, topan, banjir, letusan gunung, ledakan besar dan sebangsanya ditimbulkan oleh pembesaran radiasi Surya sewaktu berlaku transit planet, tersebut pada ayat  11/82. 16/26, 16/45, 26/189 dan    29/40. Bencana ini banyak sekali menelan korban selaku siksaan dari Allah    menurut ayat 11/83.



فَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا جَعَلْنَا
عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

11/82.  Maka ketika datang perintah Kami, Kami jadikanlah yang tingginya rendah,
dan Kami hujani negeri itu dengan batu-batu (pecahan planet yang diakibatkan oleh)
radiasi yang dipancarkan (Surya).

       
مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ
11/83.  Tersedia pada Tuhanmu, dan tidaklah dia jauh
dari orang-orang yang zalim.


قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَى
اللّهُ بُنْيَانَهُم مِّنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ
مِن فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَشْعُرُونَ

16/26.  Sungguh telah menipu orang-orang yang
sebelum mereka, lalu Allah datang pada bangunan mereka
dari dasarnya (yaitu mengadakan gempa), maka juga menimpakan
atas mereka bencana lapisan ionosfir (berupa ledakan besar) dari
bahagian atas mereka, dan datanglah siksaan pada mereka dari
cara/arah yang tidak mereka sadari.

           
أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُواْ السَّيِّئَاتِ
أَن يَخْسِفَ اللّهُ بِهِمُ الأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَشْعُرُونَ

16/45.  Apakah orang-orang yang menipu dengan kejahatan-kejahatan itu merasa
aman dari kekuasaan Allah melenyapkan mereka dari Bumi ini atau mendatangkan
pada mereka siksaan dari arah/cara yang tidak mereka  sadari?

                     
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
26/189. Maka mereka mendustakannya (Syu'aib) lalu siksaan mengambil mereka
pada hari transit planet (yaumuz zullah), bahwa hal itu adalah hari siksaan besar.
     

فَكُلاًّ أَخَذۡنَا بِذَنۢبِهِۦ*ۖ
فَمِنۡهُم مَّنۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِ حَاصِبً۬ا
وَمِنۡهُم مَّنۡ أَخَذَتۡهُ ٱلصَّيۡحَةُ وَمِنۡهُم مَّنۡ خَسَفۡنَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ
وَمِنۡهُم مَّنۡ أَغۡرَقۡنَا*ۚ وَمَا ڪَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَـٰكِن ڪَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ

29/40.  Maka setiapnya Kami siksa dengan dosanya, setengah mereka ada
yang Kami kirim atasnya ledakan (yang membakar) dan dari mereka ada yang disiksa
oleh tiupan, dan dari mereka itu ada yang Kami lenyapkan ke dalam Bumi dan dari mereka
itu ada yang Kami benamkan (dalam laut), dan tidaklah Allah menzalimi mereka akan
tetapi merekalah yang menzalimi diri.

   
                                               

F.  Atau berupa senjata modern yang dihasilkan oleh teknology manusia, hingga dengan itu berlakulah pembunuhan massal baik di darat maupun di lautan, terlaksana menurut ketentuan Allah tanpa kesadaran manusia, tersebut pada ayat 30/41.




ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

30/41.  Telah melampaui kebinasaan itu di daratan dan di lautan tersebab
perbuatan tangan manusia agar DIA rasakan pada mereka (akibat) setengah dari
yang mereka lakukan semoga mereka kembali (kepada kebenaran).



G.  Atau berupa topan besar di seluruh permukaan planet di zaman Nabi Noah, waktu itu berlaku siksaan Allah di dunia kini atas semua orang kafir    sembari memperbaiki stelsel tatasurya, tersebut pada ayat 53/16 jo. 53/54.    

                                         

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى
53/16.  Ketika dulunya ditutup Sidrah itu oleh apa yang menutup
(topan di zaman Nuah menurut ayat 53/54).


فَغَشَّاهَا مَا غَشَّى
53/54.  Maka ditutuplah (Bumi ini) oleh apa yang menutup.


H.  Atau berupa masyarakat monyet seperti tersebut pada ayal 5/60 dan 7/166.    Monyet memiliki sifat racialis hingga dengan itu dia menyurigai secara    sombong di tempat tinggi pada pohon kayu mencibirkan setiap makhluk lain  yang dilihatnya. Monyet hidup dalam hukum rimba, kekuasaan dipegang oleh yang kuat bertubuh besar. Allah menimpakan sifat monyet itu kepada   manusia yang dikutukiNYA hingga manusia itu punah ditelan kesombongan dan rasialisnya.



فَلَمَّا عَتَوْاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ
7/166.  Maka tatkala mereka menantang mengenai apa yang dilarangkan pada mereka,
Kami katakanlah pada mereka: Jadilah berupa monyet yang menyeringai.




I.  Atau berupa babi seperti tersebut pada ayal 5/60. Babi satu-satunya     Binatang yang tidak memiliki rasa cemburu. Dia tidak mau perduli Isterinya dipakai babi lain. Babi mementingkan kepuasan perut dan memakan   sebahagian Besar yang didapatnya dari dalam tanah sembari membiarkan   tetumbuhan yang ditumbangkannya. Allah menimpakan sifat babi yang buruk    itu kepada manusia yang dikutukiNYA, hingga berlakulah pergaulan bebas tanpa rasa cemburu, binasalah keutuhan rumah tangga, hidup sama rata sama    rasa secara bebas tanpa perhitungan, musnahlah kegiatan produktif dan ambruklah ekonomi dan susila masyarakat.



قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَلِكَ مَثُوبَةً
عِندَ اللّهِ مَن لَّعَنَهُ اللّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ
وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُوْلَـئِكَ شَرٌّ مَّكَاناً وَأَضَلُّ عَن سَوَاء السَّبِيلِ

5/60.   Katakanlah: akan aku kabarkankah padamu yang lebih jahat dari itu selaku
tempat pembalasan pada sisi Allah ?  yaitu orang yang Allah kutuki dan memarahinya dan
DIA jadikan dari mereka itu berupa monyet dan babi dan penyembah thaguut. Itulah tempat
jahat dan lebih sesat dari garis hukum yang sama.



J.  Atau berupa penyembah thaguut  tersebut pada ayat 5/60. Thaguut yaitu pribadi yang memiliki dan menjalankan kekuasaan dengan melanggar hukum Allah maka menyembah pada thaguut berarti mengikuti perintah atau aturan penguasa di luar hukum Allah sebagai diterangkan pada ayat 4/60 maka masyarakat itu dinamakan masyarakat thaguut menurut ayat 5/51 dan mereka dimarahi Allah menurut ayat 5/60 jo.60/13. Masyarakat itu akan tetap membeo "Asal Bapak Senang" atau "Yesmen", dari mereka tidak dapat diharapkan peningkatan kemajuan dan kemakmuran bersama. Hal itu menjadi siksaan bagi mereka di dunia kini parallel dengan maksud ayat 3/112.




أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ
يَزۡعُمُونَ أَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ
وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓاْ إِلَى ٱلطَّـٰغُو
تِ وَقَدۡ أُمِرُوٓاْ أَن يَكۡفُرُواْ بِهِۦ وَيُرِيدُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ أَن يُضِلَّهُمۡ ضَلَـٰلاَۢ بَعِيدً۬ا

4/60.   Apa tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang mengajarkan
bahwa mereka beriman pada apa yang diturunkan kepada engkau dan pada apa
yang diturunkan sebelum engkau?  Mereka ingin mencari hukum kepada Thagut,
dan sungguh mereka diperintah agar kafir padanya. Dan setan itu ingin
menyesatkan mereka pada kesesatan yang jauh.

 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ
تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ
وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

5/51.   Wahai orang-orang beriman, janganlah mengadakan orang
Yahudi dan Nashara itu selaku pimpinan. Setengah mereka adalah pimpinan
dan setengahnya. Dan siapa dari kamu menjadikan mereka pimpinan,  maka dia
termasuk mereka itu, bahwa Allah tidak akan menunjukki kaum yang zalim.  
 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْماً
غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ

60/13.  Wahai orang-orang beriman, janganlah mengambil pimpinan pada kaum
yang Allah marahi atas mereka.  Sungguh mereka kecewa tentang Akhirat sebagaimana
kecewanya orang-orang kafir tentang orang-orang (yang telah berada dalam) kubur


Ayat 5/60 memakai istilah "JA'ALA" atau MENJADIKAN orang itu berupa monyet atau berupa babi. Ja'ala biasanya dipakai dalam Alquran dengan pengertian:

Jadi ayat 5/60 menyatakan bahwa orang yang dikutuki Allah itu ada yang dijadikan monyet atau babi, bukanlah berlaku setelah orang itu mati tetapi sebelum matinya, sesuai dengan maksud ayat 40/41. Yang dimaksud dengan hidup ialah adanya tubuh yang ditempati roh, tidak disyaratkan dalam hal ini apakah tubuh itu bergerak atau diam saja tetapi nyata tidak membusuk. Banyak sekali kejadian di muka Bumi di mana didapati seseorang yang tak bergerak malah disangka telah mati oleh dokter ternyata masih hidup dan kemudian bangun secara sehat dan sadar. Hal itulah yang berlaku pada orang yang dikutuki Allah tersebut pada ayat 5/60. Sewaktu orang itu telah diam dan disangka telah mati oleh keluarganya lalu dikuburkan tetapi kemudian ternyata masih hidup. Selama dalam keadaan diam itu dia berobah rupa jadi monyet atau babi menurut ketentuan Allah, kemudian berusaha keluar dari kubur kelihatan sebagai Jadi-jadian yang pernah ditemui orang lain. Mungkin orang terkutuk itu berobah berupa binatang lain tetapi Alquran membandingnya dengan monyet, babi dan penyembah thaguut
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 40
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik