FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Post by Rindu on Sat Aug 16, 2014 2:20 pm

Sejak [8/7], Palestina dan Israel bertikai secara terbuka. Kedua negara saling melepaskan tembakan. Korban pun tidak terhindarkan. Rasa simpati terhadap Palestina datang dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia muncul demo di berbagai daerah untuk mengutuk Israel. Begitu pula ada sumbangan dana dari berbagai komponen masyarakat untuk rakyat Palestina. Bahkan Indonesia, melalui menteri pertahanan Yusgiantoro mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim pasukan perdamaian untuk menjaga wilayah Palestina. Tidak ketinggalan kelompok garis keras seperti FPI pun mengklaim akan mengirimkan pasukannya.

Menyimak berbagai berita tersebut, saya pun berpikir tentang realitas sesungguhnya yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua. Bahwa di Papua, hampir setiap hari ada manusia yang mati karena berbagai alasan kesehatan (HIV/AIDS, malaria, gizi buruk). Banyak rakyat yang mati karena menjadi korban penembakan kelompok bersenjata. Bahkan tidak jarang, banyak orang Papua, yang mati di tangan TNI dan Polisi, atas nama kedaulatan NKRI. Bukan itu saja, banyak anak usia sekolah yang terlantar dan tidak menerima pendidikan sebagaimana mestinya. Kalau mau disandingkan, situasi di Papua tidak kalah berbahayanya dengan serangan Israel ke Palestina. Tetapi Papua dan penderitaannya dilupakan oleh Indonesia, bahkan oleh sebagian pejabat orang Papua. Rupanya, kalau orang Papua yang mati, itu biasa, tetapi kalau orang Palestina yang mati karena diterjang oleh peluru Israel itu baru luar biasa.

Kalau rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia begitu peduli pada Palestina, mengapa hal yang sama tidak untuk orang Papua? Mengapa ada diskriminasi yang begitu mendalam antara rakyat Indonesia ras melayu dengan orang Papua yang adalah ras melanesia? Mungkin bagi sebagian orang, masalah Papua itu biasa-biasa saja. Orang hanya berpikir, bahwa masalah Papua adalah masalah uang. Kalau orang Papua dikasih uang, itu sudah cukup! Sesungguhnya, Papua memiliki permasalahan yang kompleks. Papua memiliki sejarah. Papua memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Tetapi, persis di atas kekayaan itulah, orang Papua memiliki sejumlah masalah yang pelik, ibarat benang kusut yang sulit terurai.

Bicara tentang masalah Palestina dan Israel, berarti bicara tentang hak asasi manusia. Kedua negara saling mengklaim batas-batas wilayah dan juga ketenangan hidup. Ketika salah satu dari keduanya mencari masalah, maka perang pun pecah. Seandainya, kelompok garis keras Hamas tidak membunuh ketiga remaja Israel secara keji, dan tidak menembakkan roket-roket mematikan ke wilayah Israel, tentu perang tidak akan terjadi. Mungkin ada motivasi lain yang menyebabkan kedua negara saling berperang. Saya tidak mau masuk ke ranah itu, karena sudah terlalu banyak pihak yang memberi perhatian.

Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa bahwa nuansa keindonesiaan di Papua kian memudar. Situasi ini terjadi karena sikap malas tahu Indonesia terhadap jerit tangis dan penderitaan orang Papua. Indonesia malas tahu dengan orang Papua! Mungkin itu istilah yang tepat untuk mendeskripsikan sikap Indonesia terhadap orang Papua. Bahkan para pejabat Indonesia, yang berasal dari Papua pun ikut-ikutan malas tahu terhadap sesamanya orang Papua. Contoh ada di depan mata, betapa sulitnya bangun pasar untuk mama-mama Papua di kota Jayapura. Bukan itu saja, para pejabat orang Papua pun kerap mencuri uang rakyatnya. Korupsi merajalela di Papua. Ini kenyataan sosial yang sedang berlangsung di Papua.

Papua memang punya segalanya: emas, hutan, minyak bumi, cenderawasih dan sebagainya, tetapi Papua kurang cantik dan kurang seksi di mata Indonesia. Papua dilihat sebagai pulau orang hitam, keriting, yang berbusana daun dan kulit kayu. Papua hanya menjadi dapur bagi Indonesia. Tetapi anehnya, ketika orang Papua hendak meninggalkan Indonesia, mau merdeka dan berdaulat, Indonesia justru tidak meresponnya. Indonesia takut dan mengirim banyak tentara dan polisi untuk bunuh orang Papua yang minta merdeka. Sesungguhnya, Indonesia terlalu pengecut! Pada titik ini, saya malu menjadi orang Indonesia. Mungkin banyak orang pun malu menjadi orang Indonesia, yang identik dengan teroris, koruptor, plagiat dan berbagai stigma jelek lainnya.

Ibarat pepatah tua: “gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang laut tampak.” Itulah Indonesia. Masalah di Papua belum selesai, setiap hari orang Papua mati, tetapi tidak dibiarkan. Sedangkan saat Palestina digempur Israel karena ulahnya, Indonesia langsung bereaksi. Bagi Indonesia Palestina lebih berharga daripada Papua. Sentimen apa yang menyebabkan Indonesia menjadi buta dan tuli terhadap jerit tangis orang Papua? Apakah kemanusiaan orang Palestina lebih utama dibandingkan orang Papua?

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Indonesia harus tutup mata terhadap persoalan Palestina-Israel, saya hanya menyesalkan sikap Indonesia yang kurang konsisten memperhatikan rakyatnya sendiri, tetapi mau sibuk dengan negara lain. Indonesia perlu bangun fondasi keindonesiaannya agar mapan, sebelum berkoar-koar mengurusi negara lain. Indonesia perlu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya terlebih dahulu, sebelum mengirimkan jutaan dolar ke Palestina. Sikap solider Indonesia yang berlebihan kurang tepat. Indonesia perlu menata dirinya terlebih dahulu sebelum sibuk dengan negara lain.

Papua adalah salah satu wilayah yang harus menjadi pusat perhatian Indonesia. Orang Papua terlalu banyak menanggung penderitaan karena sikap malas tahu Indonesia. Kini saatnya Indonesia mengarahkan pandangannya ke ufuk timur dan mulai membangun tanah dan orang Papua. Indonesia perlu bangun Papua dengan segenap hatinya, bukan karena terpaksa atau ada motivasi lainnya. Dibutuhkan kejujuran untuk membangun tanah Papua, bukan sikap pura-pura. Jika Indonesia masih terus berpura-pura dengan orang Papua, sebaiknya biarkan orang Papua menentukan nasibnya sendiri di negerinya. Merdeka!

http://m.kompasiana.com/post/read/664757/3/di-mata-indonesia-palestina-lebih-penting-daripada-papua.html

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 333
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Post by dee-nee on Sat Aug 16, 2014 2:44 pm

saya kritik ya artikelnya .... bukan mengkritik anda

 piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Post by frontline defender on Sat Aug 16, 2014 4:13 pm

Israel harus dihapuskan dari Palestina & Freeport harus dihapuskan dari Papua & jangan lupakan juga kesejahteraan rakyat Papua!

 2 good 
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Post by dee-nee on Sat Aug 16, 2014 5:19 pm

Judulnya "Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua" >>> artinya si penulis membawa Indonesia secara keseluruhan >>> termasuk saya

Rindu wrote:Sejak [8/7], Palestina dan Israel bertikai secara terbuka. Kedua negara saling melepaskan tembakan. Korban pun tidak terhindarkan. Rasa simpati terhadap Palestina datang dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia muncul demo di berbagai daerah untuk mengutuk Israel. Begitu pula ada sumbangan dana dari berbagai komponen masyarakat untuk rakyat Palestina. Bahkan Indonesia, melalui menteri pertahanan Yusgiantoro mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim pasukan perdamaian untuk menjaga wilayah Palestina. Tidak ketinggalan kelompok garis keras seperti FPI pun mengklaim akan mengirimkan pasukannya.

merah : demo terhadap Israel terjadi di seluruh dunia .... artinya konflik ini memang sudah menjadi perhatian dunia secara global ... mau bagaimanapun dialih2kan dengan kasus lain .... tidak serta merta akhirnya dunia jadi tutup mata dengan konflik ini .... apalagi ... diyakini konflik ini juga terkait dengan perilaku2 zionisme terhadap hubungan internasional negara2 seluruh dunia

Lagipula ... eropa pun tidak sedang dalam kondisi adem ayem toh ... mereka punya resesi ... terkait kepentingan Barat misalnya ... mereka pun punya kepentingan terkait Ukraina .... Amerika punya masalah terkait kepentingan mereka di Irak vs ISIS >>> bila akhirnya demo Israel terjadi di seluruh dunia >>> apakah penulis juga mau bilang bahwa bangsa Eropa dan Barat lebih mementingkan urusan Palestina daripada masalah2 lain ???

Saya ga tau apa yang ada di benak penulis artikel .... tapi judul yang dia tulis sangat bias (ga berimbang) seolah2 dia menghakimi semua dunia yang tidak setuju dengan perilaku Israel (walaupun dalam hal ini penulis hanya membawa Indonesia) .... padahal terkait konflik ini apalagi yang mau ditutupi ???

>>>> pun terkait yang merah .... silahkan dihitung ada berapa demo yang terjadi setelah tgl 8/7 >>> demo-nya Prabowo terkait pilpres ada .... demo BBM ada .... demo ISIS ada >>> tulisan yang merah menunjukkan seolah2 demo yang terjadi selama ini cuma demo kepada Israel .... dan ini bias (kalau ga mau dibilang penulis memang punya sifat victim mentality yang ga bisa lihat suatu masalah dengan fair)

Biru: Sumbangan itu diberikan untuk memperbaiki sekian banyak gedung yang dihancurkan Israel ... juga untuk bantuan kemanusiaan bagi korban pembantaian Israel >>> apakah rakyat papua juga dibantai seperti konflik disana ??? apakah TNI juga menghancurkan papua seperti di palestina sana ???

kalau masalah sumbangan saja dipermasalahkan ?? saya ga ngerti dimana nurani penulis yang masih main hitung2an tentang masalah sumbangan kemanusiaan
Jadi penulis maunya apa ??? rakyat Indonesia harus ikut nyumbang ke papua gitu ?? ke aceh pun terkait GAM ga pernah ada urusan rakyat ngasih sumbangan ...

Terkait papua ... apa yang terjadi disana adalah konflik antara pemerintah dan mereka2 yang ingin lepas dari pemerintah (OPM) >>> menyama2kan kasus papua dengan konflik palestina jelas menunjukkan penulis sama sekali buta sejarah, buta wawasan, ga bisa membedakan antara konflik internal sebuah negara dengan konflik terkait penjajahan

Kalau mau nyama2in OPM ... samakan dengan kasus GAM, kasus Fretilin, kasus DI/TII >>> yaitu adanya suatu kelompok yang ingin memisahkan diri dari suatu negara yang sudah berdaulat >>> samakan juga dengan kasus Sulu di Malaysia, kasus Moro di Filiphine, kasus Uyghur di Cina (kalau mau bicara tentang pemisahan diri dari negara berdaulat yang terjadi di negara lain)

Konflik Gaza adalah kasus penjajahan ... samakan dengan Belanda vs Indonesia, Inggris vs India, Protugis vs Timtim >>> dan semua ini sudah selesai dalam sidang PBB bahwa penjajahan (kolonialisme) harus dihapuskan setelah PD II ....

Indonesia tidak pernah berdaulat pada negara Belanda ... begitu juga Palestina tidak pernah berdaulat pada negara Israel .... apa yang dilakukan rakyat palestina kepada Israel sama dengan apa yang dilakukan Indonesia kepada Belanda ... yaitu mengambil lagi tanah mereka (palestina/indonesia) yang diduduki oleh (Israel/Belanda)

Artinya kalau penulis berpikir bahwa perjuangan Indonesia terhadap Belanda bisa disamakan dengan perjuangan OPM >>> silahkan penulis yang menjadi penghianat di negaranya sendiri

Pun terkait yang biru : TNI kita punya pasukan garuda (pasukan perdamaian Internasional) dan pasukan TNI yang juga terlibat di papua sana .... artinya bold biru berat sebelah kalau ga mau dibilang picik

Hijau : silahkan penulis yang berharap2 FPI mau ikutan ngurusin OPM >>> tapi yang jelas ... FPI tidak mewakili kata "Indonesia" seperti yang ditulis dalam judul >>> meletakkan kata FPI dalam artikel terkait judul (seolah2 FPI sudah mewakili Indonesia) menunjukkan penulis cuma nyari2 celah untuk mendukung argumentasinya yang sudah berat sebelah

Papua wrote:Menyimak berbagai berita tersebut, saya pun berpikir tentang realitas sesungguhnya yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua. Bahwa di Papua, hampir setiap hari ada manusia yang mati karena berbagai alasan kesehatan (HIV/AIDS, malaria, gizi buruk). Banyak rakyat yang mati karena menjadi korban penembakan kelompok bersenjata. Bahkan tidak jarang, banyak orang Papua, yang mati di tangan TNI dan Polisi, atas nama kedaulatan NKRI. Bukan itu saja, banyak anak usia sekolah yang terlantar dan tidak menerima pendidikan sebagaimana mestinya. Kalau mau disandingkan, situasi di Papua tidak kalah berbahayanya dengan serangan Israel ke Palestina. Tetapi Papua dan penderitaannya dilupakan oleh Indonesia, bahkan oleh sebagian pejabat orang Papua. Rupanya, kalau orang Papua yang mati, itu biasa, tetapi kalau orang Palestina yang mati karena diterjang oleh peluru Israel itu baru luar biasa.

Yang menderita di Indonesia ga cuma papua ... ga usah minta belas kasihan.

Masih ada 28 juta penduduk kita yang miskin ... bahwa semua masalah yang ditulis underline bukan hanya ada di papua karena semua itu memang jadi masalah nasional bangsa ini.

Lalu ... apakah keterlibatan mayoritas rakyat dalam pilpres kemarin cuma dianggap enteng bagi penulis hingga akhirnya harus menulis seperti judul .. atau seperti bold ??? Saya justru kasian dengan sikap penulis yang seperti ini >>> minta belas kasian sementara yang menderita bukan cuma dia (papua).

Catatan saya untuk penulis : Rakyat kita juga masih peduli dengan segala kemiskinan, ketidak adilan dsb ... tapi semua itu kembali ke pemerintahnya dan dalam pilpres jelas banyak harapan rakyat terkait semakin baiknya bangsa ini. Semakin baiknya negara ini secara menyeluruh dan bukan hanya papua saja. >>> kalau penulis yang tidak percaya itikad baik ini ... kenapa jadi rakyat yang disalahkan ???

Harusnya penulis juga bisa buka mata bahwa ketidak adilan di negara ini juga terjadi dimana2 ... jadi baiknya tidak hanya minta orang lain yang buka mata terkait papua

Lalu terkait palestina .... di seluruh dunia juga masih banyak ketidak adilan ... kemiskinan dan pelanggaran HAM memang ada dimana2 ... Tapi bila semua itu berubah menjadi konflik atau perlawanan ... semua itu terjadi antara pemerintah dan rakyatnya dan menjadi masalah internal sebuah negara dimana ada Pemimpin dan ada Rakyat yang berkonflik

>>> point saya Palestina bukan rakyat dari pemerintahan Israel >>> palestina adalah bangsa yang berada di luar pemerintahan Israel
dan satu2nya konflik antara dua bangsa di era (yang katanya) modern dan beradab ini cuma ada di wilayah tersebut ... di wilayah lain di belahan bumi manapun sudah ga ada urusan beginian ... di wilayah lain semua orang bebas untuk merdeka dan membentuk negaranya sendiri (kecuali bila ada yang ingin memisahkan diri dari negara yang sudah berdaulat) >>> ini loh bedanya

Papua wrote:Kalau rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia begitu peduli pada Palestina, mengapa hal yang sama tidak untuk orang Papua? Mengapa ada diskriminasi yang begitu mendalam antara rakyat Indonesia ras melayu dengan orang Papua yang adalah ras melanesia? Mungkin bagi sebagian orang, masalah Papua itu biasa-biasa saja. Orang hanya berpikir, bahwa masalah Papua adalah masalah uang. Kalau orang Papua dikasih uang, itu sudah cukup! Sesungguhnya, Papua memiliki permasalahan yang kompleks. Papua memiliki sejarah. Papua memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Tetapi, persis di atas kekayaan itulah, orang Papua memiliki sejumlah masalah yang pelik, ibarat benang kusut yang sulit terurai.

bla bla bla bla .... yang beginian tidak hanya terjadi di papua
Memang menurut penulis ... apa yang menjadi dasar GAM ingin memisahkan diri ?? masalah ideologi Islam ??? GA .... awalnya GAM pun berdiri karena alasan yang ditulis bla bla bla bla diatas ... tapi intinya MEMISAHKAN DIRI DARI NEGARA YANG SUDAH BERDAULAT JELAS AKAN DITENTANG OLEH NEGARA INI >>> kasusnya sama saja kok dengan GAM ... bagaimana rakyat Indonesia melihat kasus papua sama dengan kasus aceh

rindu wrote:Bicara tentang masalah Palestina dan Israel, berarti bicara tentang hak asasi manusia. Kedua negara saling mengklaim batas-batas wilayah dan juga ketenangan hidup. Ketika salah satu dari keduanya mencari masalah, maka perang pun pecah. Seandainya, kelompok garis keras Hamas tidak membunuh ketiga remaja Israel secara keji, dan tidak menembakkan roket-roket mematikan ke wilayah Israel, tentu perang tidak akan terjadi. Mungkin ada motivasi lain yang menyebabkan kedua negara saling berperang. Saya tidak mau masuk ke ranah itu, karena sudah terlalu banyak pihak yang memberi perhatian.

yang ini ga usah dibahas yah ... cuma manusia kena brainwashed buta sejarah dan fakta yang mengkait2kan konflik ini secara menyeluruh cuma karena urusan 3 remaja dibunuh ... kecuali kalau penulis mau nyama2in lagi konflik ini dengan konflik antar kampung atau tawuran pelajar

rindu wrote:Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa bahwa nuansa keindonesiaan di Papua kian memudar. Situasi ini terjadi karena sikap malas tahu Indonesia terhadap jerit tangis dan penderitaan orang Papua. Indonesia malas tahu dengan orang Papua! Mungkin itu istilah yang tepat untuk mendeskripsikan sikap Indonesia terhadap orang Papua. Bahkan para pejabat Indonesia, yang berasal dari Papua pun ikut-ikutan malas tahu terhadap sesamanya orang Papua. Contoh ada di depan mata, betapa sulitnya bangun pasar untuk mama-mama Papua di kota Jayapura. Bukan itu saja, para pejabat orang Papua pun kerap mencuri uang rakyatnya. Korupsi merajalela di Papua. Ini kenyataan sosial yang sedang berlangsung di Papua.

bold : ga usah minta belas kasihan .... sudah ada reformasi dan banyak informasi terbuka dimana2 .... kita semua melek kok dengan kondisi di papua .... tapi jangan cengeng lalu mengkait2an kondisi yang terjadi hanya pada jaman orba

rindu wrote:Papua memang punya segalanya: emas, hutan, minyak bumi, cenderawasih dan sebagainya, tetapi Papua kurang cantik dan kurang seksi di mata Indonesia. Papua dilihat sebagai pulau orang hitam, keriting, yang berbusana daun dan kulit kayu. Papua hanya menjadi dapur bagi Indonesia. Tetapi anehnya, ketika orang Papua hendak meninggalkan Indonesia, mau merdeka dan berdaulat, Indonesia justru tidak meresponnya. Indonesia takut dan mengirim banyak tentara dan polisi untuk bunuh orang Papua yang minta merdeka. Sesungguhnya, Indonesia terlalu pengecut! Pada titik ini, saya malu menjadi orang Indonesia. Mungkin banyak orang pun malu menjadi orang Indonesia, yang identik dengan teroris, koruptor, plagiat dan berbagai stigma jelek lainnya.

bold : si penulis mau meraung2 seperti apapun .... TIDAK AKAN PERNAH PAPUA DIIJINKAN PISAH DARI KEDAULATAN INDONESIA ... kecuali bila memang NKRI ini sudah ga ada

rindu wrote:Ibarat pepatah tua: “gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang laut tampak.” Itulah Indonesia. Masalah di Papua belum selesai, setiap hari orang Papua mati, tetapi tidak dibiarkan. Sedangkan saat Palestina digempur Israel karena ulahnya, Indonesia langsung bereaksi. Bagi Indonesia Palestina lebih berharga daripada Papua. Sentimen apa yang menyebabkan Indonesia menjadi buta dan tuli terhadap jerit tangis orang Papua? Apakah kemanusiaan orang Palestina lebih utama dibandingkan orang Papua?

victim mentality

rindu wrote:Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Indonesia harus tutup mata terhadap persoalan Palestina-Israel, saya hanya menyesalkan sikap Indonesia yang kurang konsisten memperhatikan rakyatnya sendiri, tetapi mau sibuk dengan negara lain. Indonesia perlu bangun fondasi keindonesiaannya agar mapan, sebelum berkoar-koar mengurusi negara lain. Indonesia perlu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya terlebih dahulu, sebelum mengirimkan jutaan dolar ke Palestina. Sikap solider Indonesia yang berlebihan kurang tepat. Indonesia perlu menata dirinya terlebih dahulu sebelum sibuk dengan negara lain.

bold: silahkan penulis yang berkaca ... apakah dia sudah jadi warga negara yang baik .... apakah dia sudah tau apa yang bisa dia lakukan sebagai rakyat selain menghujat dan minta2 dikasihani

Bangsa ini tidak akan pernah menjadi benar bila rakyatnya cuma bisa marah2, mencemooh, malu, dan menghujat pemerintah  

rindu wrote:Papua adalah salah satu wilayah yang harus menjadi pusat perhatian Indonesia. Orang Papua terlalu banyak menanggung penderitaan karena sikap malas tahu Indonesia. Kini saatnya Indonesia mengarahkan pandangannya ke ufuk timur dan mulai membangun tanah dan orang Papua. Indonesia perlu bangun Papua dengan segenap hatinya, bukan karena terpaksa atau ada motivasi lainnya. Dibutuhkan kejujuran untuk membangun tanah Papua, bukan sikap pura-pura. Jika Indonesia masih terus berpura-pura dengan orang Papua, sebaiknya biarkan orang Papua menentukan nasibnya sendiri di negerinya. Merdeka!

http://m.kompasiana.com/post/read/664757/3/di-mata-indonesia-palestina-lebih-penting-daripada-papua.html

bold : bukan cuma papua ... ga usah narsis lah.

Kalau ingin diperhatikan .... akan lebih baik bila didasari dengan niat baik tanpa harus bawa2 konflik lain yang jelas2 sudah beda dengan konflik papua >>> hindari sikap sirik atau iri minta diperhatikan

Sudah banyak kok warga Indonesia timur yang mencari hak dan persamaan di wilayah barat dengan cara yang benar ... memberi edukasi, menceritakan kondisi disana dsb .... tanpa harus bertindak ga fair seperti judul

Lucu .... penulis minta keadilan ... tapi disatu sisi menulis artikel yang tidak adil (fair)  

@Rindu : silahkan kembalikan tulisan saya ini ke penulis
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Post by EHAN on Sun Aug 17, 2014 7:44 am

rindu wrote:Bahwa di Papua, hampir setiap hari ada manusia yang mati karena berbagai alasan kesehatan (HIV/AIDS, malaria, gizi buruk). Banyak rakyat yang mati karena menjadi korban penembakan kelompok bersenjata.

jika membahas papua, tidak lepas dari bagaimana orang2 papua bersikap.
sebelum berlanjut. Apa anda sudah mengenal sifat2 orang papua, maksud saya tipikal mereka.

Masalah yang ada di papua. tidak bisa di selesaikan oleh dari luar papua saja. akan tetapi harus dari dalam.
apakah anda pernah berhadapan dengan masalah seperti di bawah ini.
A (orang papua)
B (orang luar papua)
ini kisah nyata,
ada seorang papua yang menawarkan ingin menjual rumahnya
A: bapak saya ingin menjual rumah saya
B: berapa harganya, tunjukan di mana rumahnya
A: Setelah di tunjukan, iya memberikan harga 5 juta
B: setuju. lalu menyiapkan uang. dan memberikan kepadanya.

lalu keesokan harinya.
A: bapak keluar dari rumahnya saya
B: loh, rumah ini sudah saya beli kemarin.
A: yang mana, saya sudah lupa. pokoknya bapak harus keluar.

Sikap2 seperti ini, akan anda jumpai di papua.
belum lagi, anda akan melihat orang2 bergelimpangan di jalan karena mabuk2an. perang antar suku masih saja terjadi( mereka tidak bersatu), jadi keterbelakangan yang terjadi di tanah papua,sebagian itu karena ulah mereka sendiri. mereka tidak akan maju selama adat-adat buruk mereka tidak di tinggalkan. mereka akan terus tenggelam jika tidak bangun.

Mereka tidak akan di anggap jika mereka sendiri tidak menghargai diri sendiri.
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik