FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

inti ajaran islam

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

inti ajaran islam

Post by darussalam on Sat Dec 17, 2011 1:19 pm

First topic message reminder :

Oleh:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin
Baz


MUQADDIMAH

Ini adalah buku kecil dan singkat yang akan
menerangkan sebagian apa yang harus diketahui oleh kaum
muslimin secara umum tentang agama Islam. Saya memberinya
judul: "Ad-Durusul Muhimmah li Ammatil Ummah"
(Pelajaran-pelajaran Penting Untuk Masyarakat Umum). Saya
memohon, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan
manfaat dengan buku ini kepada kaum muslimin serta menerima
karya ini (sebagai amal kebaikan) dari saya. Sesungguhnya
Dialah yang Maha Pemurah dan Maha Mulia.


PELAJARAN KE-1 :

RUKUN ISLAM

Rukun Islam itu ada lima. Yang pertama dan yang
paling besar adalah: Syahadah (persaksian) bahwa tidak ada
sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah
utusan Allah.

Penjelasan makna dan syarat "Laa Ilaaha
Illallah" ( ). " " artinya kita
menafikan segala apa yang disembah selain Allah Subhanahu wa
Ta'ala, " " artinya kita menetapkan bahwa ibadah itu
hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala semata-mata, tidak ada
sekutu bagiNya.

Syarat " " adalah; adanya:


  1. Ilmu yang menafikan kebodohan (tentang Allah Subhanahu
    wa Ta'ala).
  2. Keyakinan yang menafikan keraguan.
  3. Ikhlas (murni dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa
    Ta'ala) yang menafikan syirik.
  4. Kejujuran yang menafikan dusta.
  5. Cinta yang menafikan kebencian.
  6. Ketundukan yang menafikan pelanggaran (meninggalkan
    perintah).
  7. Menerima tanpa ada penolakan.
  8. Mengingkari semua apa yang disembah selain Allah
    Subhanahu wa Ta'ala.
  9. Syarat-syarat di atas telah terangkum dalam dua bait
    berikut:


"Ilmu, keyakinan, keikhlasan dan kejujuran
disertai cinta, tunduk dan menerimanya Ditambah lagi yang
kedelapan, yaitu, pengingkaranmu terhadap segala sesuatu yang
dipertuhankan selain Allah."

Adapun syahadah/persaksian bahwa Muhammad
shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan Allah Subhanahu wa
Ta'ala, maka konsekwensinya adalah: Membenarkan apa yang
dikabarkan oleh beliau, mentaati perintah beliau, meninggalkan
apa yang dilarang oleh beliau dan hendaklah dia tidak
menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali dengan cara yang
disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri dan
RasulNya.

Kemudian, rukun Islam selanjutnya adalah:
Shalat, Zakat, Puasa Ramadhan, Haji ke Baitullah Al-Haram bagi
yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. q


PELAJARAN KE-2 :

RUKUN-RUKUN IMAN
Rukun-rukun
Iman ada enam: beriman kepada Allah Subha-nahu wa Ta'ala,
Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, para Rasul-Nya dan
beriman kepada Hari Akhir serta Taqdir yang baik dan yang
buruk dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. q


PELAJARAN KE-3 :

PEMBAGIAN TAUHID &
SYIRIK
Tauhid dibagi
menjadi tiga :


  1. Tauhid Rububiyah.
  2. Tauhid Uluhiyah.
  3. Tauhid Asma' wa Shifat.

Tauhid Rububiyah ialah mengimani bahwa Allah
Subhanahu wa Ta'ala adalah pencipta segala sesuatu dan
mengurus kese-muanya dan tidak ada sekutu bagiNya dalam hal
tersebut.

Adapun Tauhid Uluhiyah ialah mengimani bahwa
Allah Subhanahu wa Ta'ala Dialah yang berhak untuk disembah
dengan haq, tidak ada sekutu bagiNya dalam hal tersebut.
Inilah makna

", artinya tidak ada yang pantas disembah
dengan haq kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka, segala
bentuk ibadah seperti shalat, puasa dan yang lainnya, wajib
dilaksanakan hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.
Tidak boleh ada satu bentuk ibadah pun yang ditujukan kepada
selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Selanjutnya, Tauhid Asma' wa Shifat ialah
mengimani semua apa yang disebutkan dalam Al-Qur'anul Karim
dan Hadits-hadits shahih tentang nama-nama Allah Subhanahu wa
Ta'ala dan sifat-sifatNya. Lalu menetapkan itu semua untuk
Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa 'tahrif' (mengubah), tanpa
ta'thil (meniadakan), takyif (menanyakan bagaimana caranya),
dan tanpa tamstil (penye-rupaan), sesuai dengan firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala:

"Katakan, Dialah Allah Yang Mahaesa. Allah
tempat bergan-tung. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Dan
tidak ada yang sebanding denganNya seorang pun." (Al-Ikhlas:
1-4).

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
"Tidak
ada yang seperti Dia sesuatu pun dan Dialah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Melihat." (Asy-Syura: 11).

Tapi ada sebagian ulama yang membagi tauhid
menjadi dua bagian saja dengan menggabungkan Tauhid Asma' wa
Shifat pada Tauhid Rububiyah. Dan tidak ada masalah dalam hal
ini, karena yang dimaksud oleh dua macam pembagian ini sudah
jelas.


PEMBAGIAN SYIRIK

Syirik dibagi menjadi tiga bagian:


  1. Syirik Akbar (Besar).
  2. Syirik Ashghar (Kecil).
  3. Syirik Khofi (Samar).

SYIRIK AKBAR (BESAR)

Syirik akbar akan menghapuskan pahala amal dan akan
me-ngekalkan pelakunya di dalam Neraka. Seperti yang
difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Dan kalau mereka melakukan syirik (menyekutukan
Allah dengan sesuatu), pasti akan gugur dari mereka (pahala)
apa yang mereka lakukan." (An-An'am: 88).

Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
"Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu
memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa
mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia
pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam Neraka." (At-Taubah:
17).

Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan
melakukan syirik akbar, maka dia tidak akan diampuni, dan
Surga diharamkan baginya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya." (An-Nisa': 48).

Di dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala
juga berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, dan tidaklah ada
bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun." (Al-Maidah:
72).

Yang termasuk syirik akbar, di antaranya adalah
berdo'a (meminta) kepada orang mati dan patung (berhala),
mohon perlindungan kepada mereka, juga bernadzar dan berkorban
(menyembelih binatang) untuk mereka dan lain
sebagainya.


SYIRIK ASHGHAR (KECIL)

Syirik kecil ialah beberapa tindakan yang sudah jelas
disebut-kan dalam nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah sebagai
syirik, tetapi tidak termasuk jenis syirik besar. Contohnya
adalah riya' (ingin dilihat orang) dalam beramal, bersumpah
tidak dengan nama Allah dan mengatakan " " (Sesuatu yang
dikehen-daki oleh Allah dan dikehendaki oleh fulan) dan lain
sebagainya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesuatu yang paling aku takuti terhadap kalian
adalah syirik kecil. Lalu beliau ditanya syirik kecil itu.
Beliau men-jawab: riya'." (HR. Imam Ahmad, Ath-Thabrany,
Al-Baihaqi dari Mahmud bin Labid Al-Anshari radhiallahu 'anhu
dengan sebuah sanad yang baik, dan diriwayatkan oleh
Ath-Thabrany --dengan beberapa sanad yang baik dari Mahmud bin
Labid-- dari Rafi' bin Khudaij dari Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga
bersabda:
"Barangsiapa yang bersumpah dengan sesuatu
-selain Allah- maka dia telah menyekutukan (Allah)." (HR.
Ahmad dengan sanad yang shahih).

Hadits Umar bin Khaththab radhiallahu 'anhu dan
diriwayatkan pula oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad
yang shahih dan hadits Ibnu Umar radhiallahu 'anhu dari Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau
bersabda:
"Barangsiapa yang bersumpah dengan (menyebut
nama) selain Allah, maka dia telah kafir atau syirik."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
"Janganlah kalian mengatakan: ('Atas
kehendak Allah dan kehendak si fulan'), tapi katakanlah:
('Atas kehendak Allah kemudian atas kehendak si fulan')." (HR.
Abu Daud dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al-Yaman
radhi-allahu 'anhu).

Syirik kecil ini tidak menyebabkan seseorang
keluar dari Islam serta tidak memastikan kekalnya seseorang di
dalam Neraka, tetapi menghilangkan kesempurnaan tauhid yang
semestinya.


Syirik KHOFI (Samar)

Syirik khofi ini didasarkan pada sabda Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam, yang mana beliau bertanya
kepada para sahabat:
"Bagaimana sekiranya aku beritahu
kalian tentang sesuatu yang lebih aku takuti (terjadi) pada
kalian daripada Al-Masih Ad-Dajjal? Mereka menjawab: Ya, wahai
Rasulullah! Rasulullah bersabda: "Syirik yang samar
(contohnya), sese-orang berdiri lalu dia melakukan shalat maka
dia perbagus shalatnya karena dia melihat ada orang lain yang
memperhati-kan kepadanya." (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya
dari Abi Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu).

Bisa juga syirik itu dibagi menjadi dua bagian
saja. Syirik besar dan syirik kecil. Adapun syirik khofi, bisa
masuk dalam dua jenis syirik tadi. Bisa terjadi pada syirik
besar, seperti syiriknya orang-orang munafik. Karena mereka
itu menyembunyikan keyakinan sesat mereka dan berpura-pura
masuk Islam dengan dasar riya' dan khawatir akan keselamatan
diri mereka. Bisa juga terjadi pada syirik kecil seperti yang
disebutkan dalam hadits Mahmud bin Labid Al-Anshari yang
terdahulu dan hadits Abu Said yang tersebut di atas. q


PELAJARAN KE-4 :

RUKUN IHSAN
Ihsan adalah
kamu menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala seolah-olah kamu
melihatNya. Bila kamu tidak dapat melihatNya, maka
sesungguhnya Dia dapat melihatmu. q


PELAJARAN KE-5 :

SURAT AL-FATIHAH DAN SURAT-SURAT PENDEK

Hendaklah kita mengajarkan surat Al-Fatihah dan
surat-surat pendek lainnya yang memungkinkan, seperti dari
surat Az-Zalzalah sampai dengan surat An-Nas, diajarkan secara
langsung, diperbagus cara bacaannya, disuruh menghafalkan dan
dijelaskan hal-hal penting yang harus difahami.


PELAJARAN KE-6 :

SYARAT-SYARAT SHALAT
Syarat-syarat
shalat ada 9 (sembilan) :


  1. Islam.
  2. Berakal.
  3. Bisa membedakan (tamyiz).
  4. Suci dari hadats.
  5. Menghilangkan najis.
  6. Menutup aurat.
  7. Masuk waktu shalat.
  8. Menghadap kiblat
  9. Berniat.

PELAJARAN KE-7 :

RUKUN-RUKUN SHALAT



  1. Berdiri bila mampu.
  2. Takbiratul ihram (membaca Allahu Akbar).
  3. Membaca surat Al-Fatihah.
  4. Ruku'.
  5. Bersujud dengan tujuh anggota (badan).(1)
  6. Bangun dari sujud.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Thuma'ninah (tenang) dalam setiap gerakan shalat.
  9. Tertib atau berurutan dalam melakukan rukun-rukun di
    atas.
  10. Tasyahhud akhir (membaca At-Tahiyat).
  11. Duduk ketika tasyahhud akhir.
  12. Membaca shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa
    sallam.
  13. Mengucapkan dua salam.

PELAJARAN KE-8 :

WAJIB-WAJIB SHALAT
Wajib-wajib
shalat ada 8 :


  1. Semua takbir dalam shalat selain takbiratul ihram.
  2. Membaca: ("Allah Maha Mendengar hamba
    yang memujiNya.") bagi imam dan orang yang shalat sendirian
    (munfarid).
  3. Membaca: ("Wahai Rabb kami, bagiMu
    segala puji.") bagi setiap orang yang shalat (imam, makmum
    atau munfarid).
  4. Membaca: ("Mahasuci Rabbku Yang
    Mahatinggi.") di saat ruku'.
  5. Membaca: ("Mahasuci Rabbku Yang
    Mahatinggi.") di saat sujud.
  6. Membaca: ("Ya Rabb, ampunilah aku.")
    di saat duduk di antara dua sujud.
  7. Tasyahhud pertama.
  8. Duduk ketika tasyahhud pertama.

PELAJARAN KE-9 :

KETERANGAN TENTANG
TASYAHHUD
Bertasyahhud
ialah membaca:

"Segala pengagungan, pengharapan dan kebaikan
adalah milik Allah. Semoga keselamatan atasmu wahai Nabi, juga
anugerah dan berkahNya. Semoga keselamatan atas kami dan atas
segenap hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada
sesem-bahan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan utusanNya."

Kemudian membaca shalawat dan permohonan berkah
untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم shallallahu 'alaihi wa sallam dengan
membaca:

"Ya Allah, anugerahkanlah shalawat atas Muhammad
dan ke-luarganya, sebagaimana Engkau telah menganugerahkan
shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau
Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad
beserta keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi
Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan
Mahamulia."

Kemudian dilanjutkan --untuk tasyahhud
terakhir-- dengan memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala dari siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, ujian
kehidupan dan kemati-an dan dari godaan Dajjal. Setelah itu,
boleh membaca do'a apa saja yang dia inginkan, diutamakan
do'a-do'a yang ma'tsur (ada contohnya dari Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam), misalnya:

"Ya Allah, bantulah aku untuk selalu
mengingatMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah sebaik-baiknya
kepadaMu. Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya
diriku dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali
Engkau, maka ampunilah aku dengan maghfirah dariMu dan
rahmatilah aku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun
lagi Maha Pengasih." q


PELAJARAN KE-10 :

SUNNAH-SUNNAH SHALAT
Di antaranya
ialah:


  1. Membaca do'a istiftah.
  2. Meletakkan telapak tangan kanan di atas telapak tangan
    kiri di atas dada ketika berdiri sebelum ruku' dan setelah
    ruku' (i'tidal).
  3. Mengangkat kedua tangan dengan jari-jari lurus dan
    dirapatkan sejajar dengan pundak atau telinga, saat
    takbiratul ihram (takbir pertama), ruku', bangun dari ruku'
    dan ketika berdiri dari tasyahhud awal menuju ke rakaat
    ketiga.
  4. Membaca tasbih saat ruku' dan sujud lebih dari satu kali
    (yang sunnah adalah yang kedua dan selanjutnya).
  5. Kelanjutan dari bacaan: " " setelah bangun dari
    ruku' dan membaca do'a istighfar lebih dari satu kali ketika
    duduk di antara dua sujud.
  6. Memposisikan kepala sejajar dengan punggung ketika
    ruku'.
  7. Menjauhkan dua lengan dari dua sisi badannya, menjauhkan
    perut dari dua paha dan menjauhkan dua paha dari dua
    betis-nya di saat bersujud.
  8. Mengangkat dua lengan dari tanah di saat sujud.
  9. Duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk
    iftirasy) di saat tasyahhud pertama dan ketika duduk di
    antara dua sujud.
  10. Duduk tawarruk di saat tasyahhud terakhir dalam shalat
    yang empat rakaat atau tiga rakaat. Duduk tawarruk itu ialah
    duduk di atas tanah dengan posisi kaki kiri berada di bawah
    kaki kanan, sementara kaki kanan tersebut ditegakkan.
  11. Memberi isyarat (menunjuk) dengan jari telunjuk pada
    tasyahhud pertama dan terakhir, dari mulai pertama kali
    duduk sampai selesai membaca tasyahhud, sembari menggerakkan
    jari telunjuk tersebut di saat berdo'a.
  12. Membaca shalawat dan permohonan berkah untuk Nabi
    Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan keluarga beliau,
    juga untuk Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan keluarga beliau
    pada tasyahhud pertama.
  13. Membaca do'a pada tasyahhud terakhir.
  14. Mengeraskan bacaan pada waktu shalat Subuh, shalat
    Jum'at, shalat dua hari raya, shalat istisqa' (minta hujan)
    dan pada dua rakaat pertama dari shalat Maghrib dan shalat
    Isya'.
  15. Menyamarkan bacaan pada waktu shalat Dhuhur, shalat
    Ashar dan pada rakaat ketiga dari shalat Maghrib dan dua
    rakaat terakhir dari shalat Isya'.
  16. Membaca ayat-ayat Al-Qur'an setelah membaca surat
    Al-Fatihah, ditambah lagi dengan sunnah-sunnah lain yang
    belum kita sebutkan disini, di antaranya adalah: Kelanjutan
    bacaan


" setelah berdiri dari ruku' oleh imam,
ma'mum dan orang yang shalat munfarid (sendirian). Hal ini
termasuk sunnah. Di antaranya pula adalah: meletakkan kedua
telapak tangan pada kedua lutut dengan jari-jari yang
direng-gangkan di saat ruku'. q


PENJELASAN KE-11 :

YANG MEMBATALKAN SHALAT
Yang
membatalkan shalat ada delapan:


  1. Berbicara dengan sengaja, dalam kondisi ingat dan
    mengerti. Adapun orang yang lupa dan yang tidak mengerti
    (bodoh), maka shalatnya tidak batal.
  2. Tertawa.
  3. Makan.
  4. Minum.
  5. Terbuka aurat.
  6. Bergeser jauh dari arah kiblat.
  7. Perbuatan "abats" (gerakan tidak berguna, seperti
    meng-goyangkan kepala, tangan dan lain sebagainya, pen.)
    yang dilakukan dengan sering dan berturut-turut di saat
    shalat.
  8. Batalnya thaharah (wudhu). q

PELAJARAN KE-12 :

SYARAT-SYARAT WUDHU
Ada sepuluh:


  1. Islam.
  2. Berakal.
  3. Mumayyiz (bisa membedakan antara yang suci dan najis.
    pen.).
  4. Niat.
  5. Mempertahankan niat tersebut, artinya tidak bermaksud
    memotong niat tersebut sampai dia selesai berwudhu.
  6. Hilangnya hal yang mewajibkan wudhu.
  7. Ber-istinja dengan air atau batu sebelum wudhu.
  8. Airnya suci dan boleh dipakai.
  9. Menghilangkan apa-apa yang dapat mencegah sampainya air
    ke kulit.
  10. Masuknya waktu shalat bagi orang yang selalu
    berhadats.


PELAJARAN KE-13 :

FARDHU-FARDHU WUDHU
Fardhu-fardhu
wudhu ada enam:


  1. Membasuh muka, termasuk pula berkumur-kumur dan
    memasukkan air ke dalam hidung.
  2. Membasuh dua tangan sampai dua siku.
  3. Mengusap seluruh kepala, termasuk di dalamnya dua
    telinga.
  4. Membasuh dua kaki sampai / termasuk dua mata kaki.
  5. Tertib/berurutan.
  6. Bersegera/beruntun tanpa mengakhirkan (dalam
    melaksanakan tertib fardhu-fardhu tersebut, pen.).Dan
    disunnahkan membasuh muka, dua tangan dan dua kaki,
    masing-masing tiga kali, termasuk juga berkumur-kumur dan
    memasukkan air ke dalam hidung. Yang wajib hanya satu kali
    saja. Adapun mengusap kepala, tidak disunnahkan lebih dari
    satu kali, seperti yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang
    shahih. q


PELAJARAN KE-14 :

YANG MEMBATALKAN WUDHU
Yang
membatalkan wudhu ada enam:


  1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan yaitu qubul dan dubur
    (buang air kecil dan air besar, pen.).
  2. Keluarnya sesuatu yang najis dalam jumlah yang banyak
    dari tubuh.
  3. Hilang akal, baik karena tidur atau lainnya.
  4. Memegang kemaluan --yang di depan (qubul) dan di
    belakang (dubur)-- dengan tangan tanpa ada pelapis.
  5. Makan daging onta.
  6. Keluar (murtad) dari Islam.

Semoga Allah melindungi kita semua dari hal
tersebut.


PERINGATAN PENTING

Memandikan jenazah itu, yang benar tidak membatalkan
wudhu. Ini adalah pendapat kebanyakan ulama karena hal
tersebut tidak ada dalil yang menyatakan batalnya wudhu.
Tetapi, kalau yang memandikan itu sampai memegang kemaluan
mayit tanpa ada pelapis, maka dia wajib berwudhu lagi.

Dan memang seharusnya, dia tidak memegang
kemaluan mayit kecuali dengan menggunakan pelapis.

Begitu pula, bersentuhan dengan kulit perempuan
tidak membatalkan wudhu, baik diikuti dengan syahwat atau
tidak. Demikian menurut pendapat yang lebih shahih dari dua
pendapat yang dikemukakan ulama, yakni selama yang bersentuhan
itu tidak sampai mengeluarkan sesuatu. Karena, Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri pernah mencium sebagian
isteri beliau, lalu melaksanakan shalat tanpa wudhu lagi.

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam
dua ayat, masing-masing di surat An-Nisa' dan surat Al-Maidah,
yang berbunyi: " " (atau kalian menyentuh wanita) maka
yang dimaksud "menyentuh" di situ adalah jima menurut
pendapat yang lebih shahih dari dua pendapat yang dikemukakan
ulama. Dan ini juga adalah pendapat Ibnu Abbas radhiallahu
'anhu dan sekelompok ulama salaf dan khalaf. Wallahu a'lam
bish shawab. q


PELAJARAN KE-15 :

AKHLAK YANG HARUS DIMILIKI SETIAP
MUSLIM
Di antaranya
adalah:


  1. Jujur.
  2. Amanah.
  3. Menjaga kehormatan.
  4. Malu.
  5. Berani.
  6. Dermawan / murah hati.
  7. Setia.
  8. Menjauhkan diri dari semua yang diharamkan Allah.
  9. Baik kepada tetangga.
  10. Membantu orang yang membutuhkan sesuai kemampuan.

Dan lain sebagainya, dari akhlak yang diajarkan
oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. q


PELAJARAN KE-16 :

ADAB ( SOPAN SANTUN )
ISLAMI
Di antaranya:



  1. Mengucapkan salam.
  2. Bermuka ceria.
  3. Makan dengan tangan kanan.
  4. Minum dengan tangan kanan.
  5. Membaca "Bismillah" sebelum mulai kegiatan/pekerjaan.
  6. Membaca "Alhamdulillah" ketika selesai dari
    kegiatan/pekerjaan.
  7. Membaca "Alhamdulillah" setelah bersin.
  8. Mendo'akan orang yang membaca "Alhamdulillah" setelah
    bersin,(1) menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah untuk
    menshalatkan dan menguburnya.
  9. Sopan santun yang diajarkan oleh syariat ketika masuk
    masjid atau rumah, atau ketika keluar dari keduanya. Juga,
    tata cara dan sopan santun ketika bepergian; ketika bersama
    kedua orangtua, kaum kerabat, para tetangga, orang-orang tua
    dan anak-anak muda.
  10. Mengucapkan selamat atas kelahiran bayi, memberikan do'a
    keberkahan untuk perkawinan.
  11. Menghibur orang yang ditimpa musibah, dan banyak lagi
    adab-adab Islami lainnya. Misalnya yang berhubungan dengan
    mengenakan pakaian, melepaskan pakaian dan cara memakai
    sandal.


PELAJARAN KE-17 :

BERHATI-HATI TERHADAP PERBUATAN SYIRIK
DAN MAKSIAT
Di antaranya
adalah tujuh dosa besar yang dapat membina-sakan:


  1. Menyekutukan Allah.
  2. Sihir.
  3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa
    Ta'ala kecuali dengan alasan yang benar.
  4. Makan riba.
  5. Makan harta anak yatim.
  6. Kabur / lari sewaktu perang.
  7. Menuduh wanita mukminah yang terjaga kehormatannya dan
    jauh dari maksiat dengan perbuatan zina.


Dan di antara maksiat-maksiat itu adalah:


  1. Durhaka kepada kedua orang tua.
  2. Memutuskan hubungan silaturrahmi.
  3. Memberikan kesaksian palsu.
  4. Sumpah palsu.
  5. Mengganggu tetangga.
  6. Berbuat zhalim kepada orang, baik berhubungan dengan
    darah (seperti membunuh dan semacamnya, pen.), harta maupun
    kehormatan.
  7. Minum minuman yang memabukkan, bermain judi (lotre, atau
    undian).
  8. Ghibah (menceritakan aib orang), naminah (mengadu domba)
    dan semacamnya dari hal-hal yang dilarang Allah Subhanahu wa
    Ta'ala atau RasulNya.


PELAJARAN KE-18 :

MENGURUS JENAZAH, MENSHALATKAN DAN
MENGUBURKANNYA
Rinciannya
adalah sebagai berikut:


  1. Orang yang sedang sekarat, disyariatkan untuk ditalqini
    dengan kalimat " " Berdasarkan sabda Nabi shallallahu
    'alaihi wa sallam :
    "Talqinilah orang-orang yang akan
    mati dari kalian (dengan ucapan): 'Laa ilaaha illallah'."
    (HR. Muslim dalam shahihnya)
    Yang dimaksud dengan
    kata "Mautaakum" dalam hadits ini adalah orang-orang sedang
    sekarat, yaitu orang yang sudah tampak padanya tanda-tanda
    kematian.
  2. Bila sudah diyakini orang tersebut sudah meninggal, maka
    hendaklah kedua matanya dipejamkan, karena ada keterangan
    hadits tentang hal itu.
  3. Diwajibkan memandikan jenazah/mayit muslim kecuali dia
    syahid (meninggal di medan perang fisabilillah). Dalam hal
    ini, dia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu juga
    dishalatkan. Dia hanya cukup dikuburkan dengan pakaiannya.
    Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memandikan
    orang-orang yang meninggal di perang Uhud dan tidak pula
    menshalatkan mereka.
  4. Cara memandikan jenazah
    Pertama-tama, aurat jenazah
    ditutupi kemudian diangkat sedikit lalu bagian perutnya
    dipijat perlahan (untuk mengeluarkan kotorannya, pen.).
    Setelah itu orang yang memandikannya memakai sarung tangan
    atau kain atau semacamnya untuk membersihkannya (dari
    kotoran yang keluar, pen.). Kemudian diwudhukan seperti
    wudhu untuk shalat. Lalu dibasuh kepala dan jenggotnya
    (kalau ada) dengan air yang dicampur dengan daun bidara atau
    semacamnya. Selanjutnya, dibasuh sisi bagian kanan badannya
    kemudian bagian kiri. Kemudian basuh seperti tadi untuk yang
    kedua dan ketiga kali. Dalam setiap kalinya dipijat bagian
    perutnya. Bila keluar sesuatu (kotoran) hendaklah dicuci dan
    menutup tempat keluar tersebut dengan kapas atau semacamnya.
    Kalau ternyata tidak berhenti keluar hendaklah ditutup
    dengan tanah yang panas atau dengan metoda kedokteran modern
    seperti isolasi khusus dan semacamnya.
    Kemudian
    mengulangi wudhunya lagi. Bila dibasuh tiga kali masih tidak
    bersih ditambah menjadi lima atau sampai tujuh kali. Setelah
    itu dikeringkan dengan kain, lalu memberikan parfum di
    lipatan-lipatan tubuhnya dan tempat-tempat sujudnya. Lebih
    baik, kalau sekujur tubuhnya diberi parfum semua. Kafannya
    diberi harum-haruman dari dupa yang dibakar. Bila kumis atau
    kukunya ada yang panjang boleh dipotong, dibiarkan saja juga
    tidak apa-apa. Rambutnya tidak perlu disisir, begitu pula
    rambut kemaluan-nya tidak perlu dicukur dan tidak usah
    dikhitan (kalau memang belum dikhitan, pen.). Karena memang
    tidak ada dasar-dasar yang menerangkan hal tersebut. Dan
    bila jenazahnya seorang perempuan maka rambutnya dikepang
    tiga dan dibiarkan terurai ke belakang.
  5. Cara Mengkafani Jenazah
    Yang paling utama, untuk
    jenazah laki-laki dikafani tiga lapis kain putih (satu untuk
    menutupi bagian bawah -semacam sarung- satu lagi untuk
    bagian atas -semacam baju- dan yang terakhir kain untuk
    pembungkusnya). Tidak perlu gamis (baju panjang) dan surban.
    Hal ini, sama seperti apa yang dilakukan terhadap jenazah
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi, tidak
    mengapa jika dikafani dengan gamis (baju panjang), izar
    (sema-cam sarung untuk menutupi bagian bawah) dan kain
    pembungkus.
    Adapun jenazah perempuan, dikafani dengan
    lima lapis: Baju, kerudung, sarung untuk bagian bawah dan
    dua kain pembungkus.
    Dan yang wajib, baik bagi jenazah
    laki-laki atau perempuan adalah menutupinya dengan satu
    lapis kain yang dapat menu-tupinya secara sempurna. Tetapi,
    bila ada jenazah laki-laki yang meninggal dalam keadaan
    ihram, maka dia cukup dimandikan dengan air dan daun bidara.
    Kemudian dikafani dengan sarung dan baju yang dipakai atau
    yang lainnya dan tidak perlu menutup kepala dan wajahnya,
    juga tidak usah diberi parfum. Karena pada hari Kiamat nanti
    dia akan dibangkitkan dalam keadaan membaca talbiyah:
    "Labbaik allahumma labbaik" seperti yang diriwayatkan dalam
    hadits shahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
    Bila yang meninggal dalam keadaan ihram tadi seorang
    perem-puan maka dia dikafani seperti perempuan yang lain,
    hanya tidak perlu diberi wewangian, wajahnya tidak perlu
    ditutup dengan cadar, begitu pula tangannya tidak usah
    dipakaikan sarung tangan, tetapi cukup ditutup dengan kafan
    yang membungkusnya, seperti yang disebutkan dalam cara
    mengkafani jenazah perempuan.
    Dan anak kecil laki-laki,
    dikafani dengan satu lapis sampai tiga lapis, sementara anak
    kecil perempuan dikafani dengan satu gamis (baju panjang)
    dan dua kain pembungkus.
  6. Yang Berhak Mengurus Jenazah.
    Orang yang paling
    berhak untuk memandikan, menshalatkan dan menguburkannya
    secara berurutan ialah mereka yang men-dapatkan wasiat untuk
    itu, kemudian ayah, kakek kemudian kerabat-kerabat terdekat
    yang berhak mendapatkan ashabah.
    Sementara, untuk jenazah
    perempuan, yang paling berhak untuk memandikannya ialah
    orang yang mendapatkan wasiat untuk itu, kemudian ibu,
    nenek, lalu kerabat-kerabat perempuan terdekat. Bagi suami
    isteri diperbolehkan bagi salah seorang dari keduanya untuk
    memandikan yang lain (suami boleh memandikan isteri dan
    isteri boleh memandikan suami). Karena jenazah Abu Bakar
    As-Shiddiq dimandikan oleh isterinya dan Ali bin Abi Thalib
    radhiallahu 'anhu ikut memandikan jenazah isterinya Fatimah
    radhiallahu 'anha.
  7. Cara Menshalatkan Jenazah.
    Shalat jenazah, dilakukan
    dengan empat kali takbir. Setelah takbir pertama, membaca
    surat Al-Fatihah. Bila ditambah dengan membaca surat pendek
    lainnya atau dilanjutkan dengan membaca satu atau dua ayat,
    hal ini baik dan tidak apa-apa. Sebab ada hadits shahih yang
    menyatakan hal tersebut sebagaimana diriwa-yatkan Ibnu Abbas
    radhiallahu 'anhu. Kemudian bertakbir kedua dan membaca
    shalawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم shallallahu 'alaihi wa sallam
    sama seperti dalam tasyahhud. Kemudian bertakbir ketiga dan
    membaca do'a:
    "Ya Allah, ampunilah orang yang hidup dan
    orang yang mati di antara kami, orang yang hadir dan orang
    yang tidak hadir di antara kami, orang yang muda dan orang
    yang dewasa di antara kami, yang laki-laki dan perempuan di
    antara kami.
    Ya Allah orang yang Engkau hidupkan di
    antara kami, hendaklah Engkau hidupkan dia atas ke-Islaman,
    dan orang yang Engkau wafatkan di antara kami, hendaklah
    Engkau wafatkan dia atas keimanan.
    Ya Allah, ampunilah
    dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia,
    muliakanlah tempat singgahnya, luaskanlah tempat masuknya,
    mandikanlah dia dengan air dan salju. Sucikanlah dia dari
    kesalahan-kesalahan sebagaimana dibersihkannya baju putih
    dari kotoran. Berilah untuknya rumah yang lebih baik dari
    rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya.
    Masukkanlah ke dalam Surga dan jauhkanlah dia dari adzab
    kubur dan siksa Neraka. Luaskanlah kuburnya, berilah dia
    cahaya di dalamnya.
    Ya Allah, janganlah Kau cegah kami
    (mendapat) pahalanya dan janganlah Kau sesatkan kami
    sesudahnya."
    Kemudian bertakbir yang keempat dan
    selanjutnya bersalam satu kali saja ke sebelah kanan.
    Disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan untuk setiap kali
    takbir.

    Bila yang meninggal perempuan, maka ( )
    dalam do'a di atas diganti dengan ( ) sehingga do'anya
    berbunyi:

    Bila yang meninggal dua orang, maka diganti
    menjadi:

    Bila yang meninggal lebih dari dua orang,
    maka diganti menjadi:

    Bila yang meninggal masih
    kanak-kanak, maka sebagai ganti dari permohonan ampun yang
    ada dalam do'a di atas, dibaca do'a berikut:

    "Ya
    Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan pahala bagi kedua
    orangtuanya, sebagai pemberi syafaat yang diterima. Ya
    Allah, beratkanlah dengannya timbangan amal baik kedua
    (orangtua)nya, besarkanlah pahala keduanya, dan kumpulkan
    dia dengan orang-orang mu'min shalih yang terdahulu.
    Jadikanlah dia berada dalam asuhan Ibrahim 'alaihis salam
    dan selamatkanlah dia dengan rahmatMu dari siksa
    Neraka."

    Disunnahkan bagi yang menjadi imam shalat
    jenazah berdiri sejajar dengan kepala bila jenazahnya
    laki-laki, dan berdiri di tengah bila jenazahnya
    perempuan.
    Bila jenazah yang dishalatkan lebih dari satu
    maka yang ada di depan imam adalah jenazah laki-laki dewasa
    dan jenazah perempuan dewasa posisinya setelah kiblat. Bila
    ditambah dengan jenazah anak-anak, maka jenazah anak
    laki-laki didahulukan atas jenazah perempuan, lalu jenazah
    anak perempuan. Posisi kepala anak laki-laki sejajar dengan
    kepala jenazah laki-laki dewasa dan pertengahan jenazah
    perempuan dewasa sejajar dengan kepala laki-laki dewasa.
    Begitu pula anak perempuan, posisi kepalanya sejajar dengan
    kepala perempuan dewasa.
    Posisi makmum semuanya di
    belakang imam, kecuali bila ada seorang makmum yang tidak
    mendapatkan tempat di belakang imam, dia boleh berdiri di
    samping kanannya.
  8. Cara Menguburkan Jenazah
    Menurut aturan syariat,
    kuburan itu dibuat dengan kedalaman sampai pertengahan
    tinggi seorang laki-laki dan dibuatkan ke dalamnya liang
    lahad di arah kiblat, dan jenazah diletakkan di dalam liang
    lahad dengan bertumpu pada sisi kanan badannya (miring ke
    kanan, pen.) kemudian tali-tali pengikat kafan itu dibuka,
    tidak dicabut tapi dibiarkan begitu saja, dan wajahnya tidak
    perlu disingkap baik jenazah laki-laki atau perempuan.
    Kemudian diberi batu bata besar yang didirikan dan
    (celah-celahnya) diberi adonan pasir supaya kuat dan bisa
    menjaganya (jenazah) agar tidak ber-jatuhan debu/tanah. Bila
    sulit mendapatkan batu bata boleh diganti yang lain seperti;
    papan, batu atau bambu yang dapat mengha-langi agar tanah
    tidak masuk ke dalam. Setelah itu, baru ditimbun dengan
    tanah. Dan disunnahkan ketika itu membaca:

    "Dengan
    nama Allah dan sesuai dengan ajaran
    Rasulullah."

    Selanjutnya, kuburan boleh ditinggikan
    sejengkal dari tanah dan di atasnya diberi kerikil --kalau
    ada-- dan disiram dengan air.
    Dan disyariatkan bagi
    orang-orang yang mengantarkannya untuk berdiri di sisi
    kuburan dan berdo'a untuk si mayit. Karena Rasulullah
    shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila sudah selesai
    menguburkan orang meninggal dunia, beliau berdiri di
    sampingnya dan berkata:

    "Mohonlah ampun untuk saudara
    kalian dan mintakanlah untuknya ketetapan; sesungguhnya dia
    sekarang sedang ditanya."
  9. Disyariatkan bagi yang belum menshalatkannya untuk
    menshalatkannya setelah dikuburkan. Karena Rasulullah
    shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melaksanakan hal
    tersebut, tapi dengan catatan hal itu boleh dilakukan dalam
    jangka waktu satu bulan atau kurang, dari setelah
    dikuburkan. Bila sudah lewat dari satu bulan tidak
    disyariatkan lagi shalat di atas kuburan. Karena tidak ada
    keterangan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
    melakukan shalat di atas kuburan setelah sebulan dari
    penguburan.
  10. Tidak boleh bagi keluarga jenazah membuat makanan untuk
    orang-orang. Berdasarkan perkataan seorang sahabat yang
    mulia Jarir bin Abdillah Al-bajali radhiallahu
    'anhu:

    "Dulu kami menganggap, berkumpulnya
    (orang-orang) di tempat keluarga mayit dan membuat makanan
    setelah penguburan, adalah termasuk 'niyahah' (ratapan yang
    hukumnya haram)." (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang
    baik).
    Adapun membuatkan makanan untuk keluarga yang
    berkabung atau tamu-tamu mereka maka tidak apa-apa. Bahkan
    dianjurkan oleh agama, agar para kerabat dan para tetangga
    membuat makanan bagi mereka. Karena, ketika Nabi shallallahu
    'alaihi wa sallam mendengar kabar kematian Ja'far bin Abi
    Thalib radhiallahu 'anhu di Syam, beliau meminta keluarga
    beliau untuk membuat makanan yang diberikan kepada keluarga
    Ja'far. Beliau bersabda:
    "Sesungguhnya telah menimpa
    kepada mereka musibah yang telah menyibukkan
    mereka."
    Keluarga jenazah boleh memanggil para tetangga
    dan yang lainnya untuk makan makanan yang telah dihadiahkan
    bagi mereka dan menurut pengetahuan kami tentang hukum
    syara', tidak ada batasan waktu untuk hal itu.
  11. Tidak dibolehkan bagi seorang perempuan berkabung atas
    kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali yang
    meninggal adalah suaminya. Saat itu dia harus berkabung
    selama empat bulan sepuluh hari, kecuali kalau dia hamil
    maka sampai dia melahirkan. Berdasarkan hadits shahih dari
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal
    ini.
    Adapun bagi seorang laki-laki tidak boleh mempunyai
    masa berkabung atas kematian seorang kerabat dan yang
    lainnya.
  12. Disyariatkan bagi kaum pria untuk berziarah kubur dari
    waktu ke waktu. Tujuannya untuk mendo'akan yang mati,
    memohon-kan rahmat untuk mereka, juga untuk mengingatkan
    akan kematian dan apa yang ada setelah itu. Karena Nabi
    shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

    "Ziarahilah
    kubur itu, sesungguhnya dia akan mengingatkan kalian tentang
    alam akhirat." (Hadits dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam
    Kitab Shahihnya)

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
    sallam juga mengajarkan kepada para sahabatnya apabila
    mereka berziarah kubur untuk mengucapkan:


    "Keselamatan untuk kalian wahai ahli kubur dari kaum
    mu'minin dan muslimin, dan sesungguhnya kami --Insya Allah--
    akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan
    untuk kami dan untuk kalian. Semoga Allah merahmati
    orang-orang yang mati lebih dahulu dari kami dan juga
    orang-orang yang akan mati belakangan."
    Adapun kaum
    wanita, maka dia tidak boleh melakukan ziarah kubur, karena
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat kaum
    wanita yang menziarahi kubur. Alasannya adalah karena takut
    terjadi fitnah dan tidak mampu menahan kesabaran. Begitu
    pula, mereka tidak boleh ikut mengantar jenazah sampai ke
    kuburan. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
    juga melarang hal tersebut. Akan tetapi, menshalatkan
    jenazah --baik di masjid maupun di tempat lain-- dibolehkan
    untuk pria dan wanita semuanya.


Inilah akhir dari apa yang dapat saya tuliskan.
Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita,
keluarga dan sahabatnya.
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down


Re: inti ajaran islam

Post by abu hanan on Sat Jan 07, 2012 3:15 pm

SEGOROWEDI wrote:
abu hanan wrote:Kemudian beliau bersabda :
1.“Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah
2.kemudian bacalah apa yang mudah menurutmu dari ayat-ayat Al-Qur’an,
3.kemudian rukuklah hingga kamu tenang dalam rukuk itu,
4.kemudian bangkitlah hingga berdiri tegak,
5.kemudian duduklah hingga kamu tenang dalam duduk itu,
6.kemudian sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud itu.
7.Kemudian kerjakanlah itu, dalam setiap shalatmu”. (HR : Bukhori)

1. Berdiri bila mampu.
2. Takbiratul ihram (membaca Allahu Akbar).
3. Membaca surat Al-Fatihah.
4. Ruku'.
5. Bersujud dengan tujuh anggota (badan).(1)
6. Bangun dari sujud.
7. Duduk di antara dua sujud.
8. Thuma'ninah (tenang) dalam setiap gerakan shalat.
9. Tertib atau berurutan dalam melakukan rukun-rukun di atas.
10. Tasyahhud akhir (membaca At-Tahiyat).
11. Duduk ketika tasyahhud akhir.
12. Membaca shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
13. Mengucapkan dua salam.


kalian lebih kreatiph..
potong hadits atow gak ngertih?
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW masuk ke dalam masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk untuk melakukan shalat, setelah itu ia datang kepada Nabi dengan mengucapkan salam, lalu Nabi menolak orang itu dan bersabda : “Ulangilah kembali shalatmu,
perintah ; ULANGI SHOLATMU.
Mengapah?hingga kamu tenang
kesimpulan ; yg diingatkan melakukan sholat yg mengesankan TERGESA_GESA.Dan yg diingatkan melakukan urutan gerakan dengan benar tetapi TERGESA_GESA.

justruh lebih hebat kristian...dalam beribadah yg tidak dicontohkan yesus.
hahahaha...
karenah yesus memang tidak memberih contoh yg harus diikutih dalam tatah carah beribadah.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by you7tube7com on Sun Jan 08, 2012 12:51 pm

[quote="barabasmurtad"]

KESOMBONGANKAH BILA SAYA MENYATAKAN BAHWA BILA SAYA MATI SAAT INI SAYA AKAN MASUK SURGA BILA TUHAN YESUS MENYATAKAN Joh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Joh 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

[color=red] BILA DIKATAKAN BAHWA SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA NAMA YESUS DISEBUT SEBAGAI ANAK ALLAH, MAKA DIMANAKAH TEMPAT SEORANG ANAK ALLAH SELAIN DARIPADA DI SURGA????
P. Baru: Yohanes: 3
3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

SIAPA YANG PERCAYA KEPADA YESUS AKAN MENERIMA HIDUP KEKAL BERSAMA2 DENGAN YESUS DI SURGA, SEDANGKAN SIAPA YANG TIDAK TAAT KEPADA YESUS AKAN MENERIMA MURKA ALLAH, YAITU DICAMPAKAN KE DALAM NERAKA

P. Baru: Yohanes: 6
6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."


P. Baru: Yohanes: 3
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

P. Baru: Roma: 8
8:1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.


P. Baru: Yohanes: 17
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

[b]KALAU SAYA KATAKAN BAHWA SAYA TIDAK MEMILIKI KEPASTIAN BAHWA BILA SAYA MATI SAYA MASUK SURGA, MAKA SAMA SAJA DENGAN SAYA MENGATAKAN ALLAH ITU PEMBOHONG KARENA IA MENJANJIKAN HIDUP YANG KEKAL KEPADA SAYA TETAPI TERNYATA SEBALIKNYA

Hi...hi...hi..hi.... jelas kau itu sombong.......
Katakanlah ada orang yg menerima yesus, maka orang tsb pasti masuk surga, betul..???!!!

Lalu... bagaimana kalo orang tsb dalam kehidupan seharinya... dia suka berbaut jahat... bermaksiat..... suka membuat orang celaka... intinya dia sering berbuat jahat....tapi orang tsb tetap percaya dan menerima yesus...

apk orang ini masuk surga...????!!!!!!!!

you7tube7com
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Posts : 331
Kepercayaan : Islam
Join date : 26.11.11
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by you7tube7com on Sun Jan 08, 2012 1:16 pm

SEGOROWEDI wrote:topiknya ajaran islam, njul
kalian saya tanya solat seperti yang kalian lakukan saat niru siapa?
mana hadis yang mengajarkan solat seperti itu?

MENGANGKAT KEDUA TANGAN

Disunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu ketika bertakbir dengan merapatkan jari-jemari tangannya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma, ia berkata:

"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu jika hendak memulai sholat, setiap kali bertakbir untuk ruku' dan setiap kali bangkit dari ruku'nya."
(Muttafaqun 'alaihi).

Atau mengangkat kedua tangannya setentang telinga (lihat gambar), berdasarkan hadits riwayat Malik bin Al-Huwairits radhiyyallahu anhu, ia berkata:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang telinga setiap kali bertakbir (didalam sholat)."
(HR. Muslim).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Tamam dan Hakim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya dengan membuka jari-jarinya lurus ke atas (tidak merenggangkannya dan tidak pula menggengamnya). (Shifat Sholat Nabi).

BERSEDEKAP

Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap). Beliau bersabda:

"Kami, para nabi diperintahkan untuk segera berbuka dan mengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) ketika melakukan sholat."
(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dan Adh Dhiya' dengan sanad shahih).

Dalam sebuah riwayat pernah beliau melewati seorang yang sedang sholat, tetapi orang ini meletakkan tangan kirinya pada tangan kanannya, lalu beliau melepaskannya, kemudian orang itu meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih).

MELETAKKAN ATAU MENGGENGGAM

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya berdasar hadits dari Wail bin Hujur:

"Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir kemudian meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan kiri, pergelangan tangan kiri atau lengan kirinya."
(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, dengan sanad yang shahih dan dishahihkan pula oleh Ibnu Hibban, hadits no. 485).

Beliau terkadang juga menggenggam pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya , berdasarkan hadits Nasa'i dan Daraquthni:

"Tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada lengan kirinya."
(sanad shahih).

Bersedekap di dada

Menyedekapkan tangan di dada adalah perbuatan yang benar menurut sunnah berdasarkan hadits:

"Beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya."
(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Ahmad dari Wail bin Hujur).

MEMANDANG TEMPAT SUJUD

Pada saat mengerjakan sholat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tempat sujud. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengalihkan pandangannya dari tempat sujud (di dalam sholat)."
(HR. Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).


RUKU'

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah selesai membaca surat dari Al-Qur-an kemudian berhenti sejenak, terus mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir seperti ketika takbiratul ihrom (setentang bahu atau daun telinga) kemudian rukuk (merundukkan badan kedepan dipatahkan pada pinggang, dengan punggung dan kepala lurus sejajar lantai). Berdasarkan beberapa hadits, salah satunya adalah:

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentang kedua bahunya, hal itu dilakukan ketika bertakbir hendak rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari ruku' …."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari, Muslim dan Malik)

Cara Ruku'

> Bila Rasulullah ruku' maka beliau meletakkan telapak tangannya pada lututnya, demikian beliau juga memerintahkan kepada para shahabatnya.

"Bahwasanya shallallahu 'alaihi wa sallam (ketika ruku') meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud)

> Menekankan tangannya pada lututnya.

"Jika kamu ruku' maka letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan bentangkanlah (luruskan) punggungmu serta tekankan tangan untuk ruku'."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Abu Dawud)

> Merenggangkan jari-jemarinya

"Beliau merenggangkan jari-jarinya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Hakim dan dia menshahihkannya, Adz-Dzahabi dan At-Thayalisi menyetujuinya)

> Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya.

"Beliau bila ruku', meluruskan dan membentangkan punggungnya sehingga bila air dituangkan di atas punggung beliau, air tersebut tidak akan bergerak."
(Hadits di keluarkan oleh Al Imam Thabrani, 'Abdullah bin Ahmad dan ibnu Majah)

> Antara kepala dan punggung lurus, kepala tidak mendongak tidak pula menunduk tetapi tengah-tengah antara kedua keadaan tersebut

"Beliau tidak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya."
(Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Bukhari)


Cara i'tidal dari ruku'

Setelah ruku' dengan sempurna dan selesai membaca do'a, maka kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal). Waktu bangkit tersebut membaca (SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH) disertai dengan mengangkat kedua tangan sebagaimana waktu takbiratul ihrom. Hal ini berdasarkan keterangan beberapa hadits, diantaranya:

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentag kedua pundaknya, hal itu dilakukan ketika bertakbir mau rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit ) dari ruku' sambil mengucapkan SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH…"
(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim dan Malik).


SUJUD

Caranya

Dengan tanpa atau kadang-kadang dengan mengangkat kedua tangan (setentang pundak atau daun telinga) seraya bertakbir, badan turun condong kedepan menuju ke tempat sujud, dengan meletakkan kedua lutut terlebih dahulu baru kemudian meletakkan kedua tangan pada tempat kepala diletakkan dan kemudian meletakkan kepala kepala dengan menyentuhkan/menekankan hidung dan jidat/kening/dahi ke lantai (tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga).

Dari Wail bin Hujr, berkat, "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangan sebelum kedua lututnya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ad-Daarimy)

"Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i dan Daraquthni)

"Terkadang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangannya [dan membentangkan] serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya ke arah kiblat."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Al-Hakim, Al-Baihaqi)

"Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya"
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Tirmidzi)

"Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i)

Cara Sujud

> Bersujud pada 7 anggota badan (lihat gambar), yakni jidat/kening/dahi dan hidung (1), dua telapak tangan (3), dua lutut (5) dan dua ujung kaki (7). Hal ini berdasar hadits:

Dari Ibnu 'Abbas berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain; Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni kening sekaligus hidung, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut, jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala."
(Hadits dikeluarkan oleh Al-Jama'ah)

> Dilakukan dengan menekan

"Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad)

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kaki ke tanah."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Baihaqi)

> Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisi rusuk/lambung.

Dari Abu Humaid As-Sa'diy, bahwasanya Nabi shalallau 'alaihi wasallam bila sujud maka menekankan hidung dan dahinya di tanah serta menjauhkan kedua tangannya dari dua sisi perutnya, tangannya ditaruh sebanding dua bahu beliau."
(Diriwayatkan oleh Al Imam At-Tirmidzi)

Dari Anas bin Malik, dari Nabi shalallau 'alaihi wasallam bersabda:
"Luruskanlah kalian dalam sujud dan jangan kamu menghamparkan kedua lengannya seperti anjing menghamparkan kakinya."
(Diriwayatkan oleh Al-Jama'ah kecuali Al Imam An-Nasa-i, lafadhz ini bagi Al Imam Al-Bukhari)

"Beliau mengangkat kedua lengannya dari lantai dan menjauhkannya dari lambungnya sehingga warna putih ketiaknya terlihat dari belakang"
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)

> Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha

Dari Abi Humaid tentang sifat sholat Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Apabila dia sujud, beliau merenggangkan antara dua pahanya (dengan) tidak menopang perutnya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)

> Merapatkan jari-jemari

Dari Wa-il, bahwasanya Nabi shalallau 'alaihi wasallam jika sujud maka merapatkan jari-jemarinya.
(Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim)

> Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara dua tumit

Berkata 'A-isyah isteri Nabi shalallau 'alaihi wasallam: "Aku kehilangan Rasulullah shalallau 'alaihi wasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat, aku dengar…"
(Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Ibnu Huzaimah)

BANGUN DARI SUJUD PERTAMA

Setelah sujud pertama -dimana dalam setiap roka'at ada dua sujud- maka kemudian bangun untuk melakukan duduk diantara dua sujud. Dalam bangun dari sujud ini disertai dengan takbir dan kadang mengangkat tangan (Berdasar hadits dari Ahmad dan Al-Hakim).

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit dari sujudnya seraya bertakbir"
(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Duduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, pada roka'at pertama sampai terakhir. Ada dua macam tipe duduk antara dua sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan) dan duduk iq'ak (duduk dengan menegakkan kedua telapak kaki dan duduk diatas tumit). Hal ini berdasar hadits:

Dari 'A-isyah berkata: "Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menghamparkan kaki beliau yang kiri dan menegakkan kaki yang kanan, baliau melarang dari duduknya syaithan."
(Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim)
*Komentar Syaikh Al-Albani: duduknya syaithan adalah dua telapak kaki ditegakkan kemudian duduk dilantai antara dua kaki tersebut dengan dua tangan menekan dilantai.

Dari Rifa'ah bin Rafi' -dalam haditsnya- dan berkata Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apabila engkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri."
(Hadits dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadhz Abu Dawud)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang duduk iq'ak, yakni [duduk dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya].
(Hadits dikeluarkan oleh Muslim)

Waktu duduk antara dua sujud ini telapak kaki kanan ditegakkan dan jarinya diarahkan ke kiblat:

Beliau menegakkan kaki kanannya (Al-Bukhari)

Menghadapkan jari-jemarinya ke kiblat (An-Nasa-i)

Lalu sujud lagi yg kedua.... sama dgn posisi sudju sebelumnya....

MENUJU ROKA'AT BERIKUTNYA

Pada masalah ini ada dua tempat/kondisi, yaitu bangkit menuju roka'at berikut dari posisi sujud kedua -pada akhir roka'at pertama dan ketiga- dan bangkit dari posisi duduk tasyahhud awal -pada roka'at kedua.

> Bangkit/bangun dari sujud untuk berdiri (dari akhir roka'at pertama dan ketiga) didahului dengan duduk istirahat atau tanpa duduk istirahat, bangkit berdiri seraya bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan. Ketika bangkit bisa dengan tangan bertumpu pada lantai atau bisa juga bertumpu pada pahanya.

Tangan bertumpu pada satu pahanya

Dari Wail bin Hujr dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ,berkata (Wa-il); "Maka tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersujud dia meletakkan kedua lututnya ke lantai sebelum meletakkan kedua tangannya; Berkata (Wa-il): Bila sujud maka …..dan apabila bangkit dia bangkit atas kedua lututnya dengan bertumpu pada satu paha."
(Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud)

Tangan bertumpu pada lantai (tempat sujud)

Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertumpu pada lantai ketika bangkit ke roka'at kedua.
(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari)

Diselai duduk istirahat

Dari Malik bin Huwairits bahwasanya di malihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sholat, maka bila pada roka'at yang ganjil tidaklah beliau bangkit sampai duduk terlebih dulu dengan lurus."
(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

> Bangkit dari duduk tasyahhud awwal (dari roka'at kedua) dengan mengangkat kedua tangan seraya bertakbir seperti pada takbiratul ihram.

Mengangkat tangan ketika takbir

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika bangkit dari duduknya mengucapkan takbir, kemudian berdiri
(Hadits dikeluarkan oleh Abu Ya'la)

Dan berdiri... lalu ruku... lalu berdiri... lalu sujud... lalu duduk....lalu sujud... sesuai spt diatas....


DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR

Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat

Tempat dilakukannya

Duduk tasyahhud awwal terdapat hanya pada sholat yang jumlah roka'atnya lebih dari dua (2), pada sholat wajib dilakukan pada roka'at yang ke-2. Sedang duduk tasyahhud akhir dilakukan pada roka'at yang terakhir. Masing-masing dilakukan setelah sujud yang kedua.

Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir

Waktu tasyahhud awwal duduknya iftirasy (duduk diatas telapak kaki kiri) (lihat gambar) sedang pada tasyahhud akhir duduknya tawaruk (duduk dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diatas lantai), pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan.

Dari Abi Humaid As-Sa'idiy tentang sifat sholat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkat, "Maka apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk dalam dua roka'at (-tasyahhud awwal) beliau duduk diatas kaki kirinya dan bila duduk dalam roka'at yang akhir (-tasyahhud akhir) beliau majukan kaki kirinya dan duduk di tempat kedudukannya (lantai dll)."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)

Letak tangan ketika duduk

Untuk kedua cara duduk tersebut tangan kanan ditaruh di paha kanan sambil berisyarat dan/atau menggerak-gerakkan jari telunjuk dan penglihatan ditujukan kepadanya, sedang tangan kirinya ditaruh/terhampar di paha kiri (lihat gambar).

Dari Ibnu 'Umar berkata Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam bila duduk didalam shalat meletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoa dengannya sedang tangannya yang kiri diatas lututnya yang kiri, beliau hamparkan padanya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Nasa-i).

Berisyarat dengan telunjuk, bisa digerakkan bisa tidak

Selama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir, berisyarat dengan telunjuk kanan, disunnahkan menggerak-gerakkannya. Kadang pada suatu sholat digerakkan pada sholat lain boleh juga tidak digerak-gerakkan.

"Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan ujung sikunya diatas paha kanannya, kemudian beliau menggenggam jari-jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau maka aku lihat beliau menggerak-gerakkannya berdo'a dengannya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa-i).

"Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa dan tidak menggerakannya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).


SALAM

Salam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat, dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah membaca do'a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do'a lainnya.

"Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam."
(Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)

Caranya

Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan do'a salam kemudian ke kiri.

Dari 'Amir bin Sa'ad, dari bapaknya berkata: Saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi salam ke sebelah kanan dan sebelah kirinya hingga terlihat putih pipinya.
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim dan An-Nasa-i serta ibnu Majah)

Dari 'Alqomah bin Wa-il, dari bapaknya, ia berkata: Aku sholat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka beliau membaca salam ke sebelah kanan (menoleh ke kanan): "As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh." Dan kesebelah kiri: "As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)

Puas.....????!!!!!!!

















you7tube7com
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Posts : 331
Kepercayaan : Islam
Join date : 26.11.11
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Tue Jan 10, 2012 4:33 pm

abu hanan wrote:
potong hadits atow gak ngertih?

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW masuk ke dalam masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk untuk melakukan shalat, setelah itu ia datang kepada Nabi dengan mengucapkan salam, lalu Nabi menolak orang itu dan bersabda : “Ulangilah kembali shalatmu,

perintah ; ULANGI SHOLATMU.
Mengapah?hingga kamu tenang
kesimpulan ; yg diingatkan melakukan sholat yg mengesankan TERGESA_GESA.Dan yg diingatkan melakukan urutan gerakan dengan benar tetapi TERGESA_GESA.

yang harus diulang kan ini:
1.“Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah
2.kemudian bacalah apa yang mudah menurutmu dari ayat-ayat Al-Qur’an,
3.kemudian rukuklah hingga kamu tenang dalam rukuk itu,
4.kemudian bangkitlah hingga berdiri tegak,
5.kemudian duduklah hingga kamu tenang dalam duduk itu,
6.kemudian sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud itu.
7.Kemudian kerjakanlah itu, dalam setiap shalatmu”. (HR : Bukhori)


yang ditanya itu ini:
1. Berdiri bila mampu.
2. Takbiratul ihram (membaca Allahu Akbar).
3. Membaca surat Al-Fatihah.
4. Ruku'.
5. Bersujud dengan tujuh anggota (badan).(1)
6. Bangun dari sujud.
7. Duduk di antara dua sujud.
8. Thuma'ninah (tenang) dalam setiap gerakan shalat.
9. Tertib atau berurutan dalam melakukan rukun-rukun di atas.
10. Tasyahhud akhir (membaca At-Tahiyat).
11. Duduk ketika tasyahhud akhir.
12. Membaca shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
13. Mengucapkan dua salam.


koreografernya siapa?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Tue Jan 10, 2012 4:37 pm

you7tube7com wrote:
Puas.....????!!!!!!!

ternyata cara solat muhammad beda-beda
suatu saat begini, suatu saat begitu, suatu saat beono, suatu saat begunu

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by abu hanan on Tue Jan 10, 2012 4:45 pm

SEGOROWEDI wrote:
abu hanan wrote:
potong hadits atow gak ngertih?

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW masuk ke dalam masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk untuk melakukan shalat, setelah itu ia datang kepada Nabi dengan mengucapkan salam, lalu Nabi menolak orang itu dan bersabda : “Ulangilah kembali shalatmu,

perintah ; ULANGI SHOLATMU.
Mengapah?hingga kamu tenang
kesimpulan ; yg diingatkan melakukan sholat yg mengesankan TERGESA_GESA.Dan yg diingatkan melakukan urutan gerakan dengan benar tetapi TERGESA_GESA.

yang harus diulang kan ini:
1.“Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah
2.kemudian bacalah apa yang mudah menurutmu dari ayat-ayat Al-Qur’an,
3.kemudian rukuklah hingga kamu tenang dalam rukuk itu,
4.kemudian bangkitlah hingga berdiri tegak,
5.kemudian duduklah hingga kamu tenang dalam duduk itu,
6.kemudian sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud itu.
7.Kemudian kerjakanlah itu, dalam setiap shalatmu”. (HR : Bukhori)


yang ditanya itu ini:
1. Berdiri bila mampu.
2. Takbiratul ihram (membaca Allahu Akbar).
3. Membaca surat Al-Fatihah.
4. Ruku'.
5. Bersujud dengan tujuh anggota (badan).(1)
6. Bangun dari sujud.
7. Duduk di antara dua sujud.
8. Thuma'ninah (tenang) dalam setiap gerakan shalat.
9. Tertib atau berurutan dalam melakukan rukun-rukun di atas.
10. Tasyahhud akhir (membaca At-Tahiyat).
11. Duduk ketika tasyahhud akhir.
12. Membaca shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
13. Mengucapkan dua salam.


koreografernya siapa?
yah apah yg dibacah yah darih atas???
kasihan..
:mon2: :mon2:


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

inti ajaran islam

Post by barabasmurtad77 on Fri Jan 27, 2012 2:58 pm

darussalam wrote:Oleh:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin
Baz


MUQADDIMAH

Ini adalah buku kecil dan singkat yang akan
menerangkan sebagian apa yang harus diketahui oleh kaum
muslimin secara umum tentang agama Islam. Saya memberinya
judul: "Ad-Durusul Muhimmah li Ammatil Ummah"
(Pelajaran-pelajaran Penting Untuk Masyarakat Umum). Saya
memohon, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan
manfaat dengan buku ini kepada kaum muslimin serta menerima
karya ini (sebagai amal kebaikan) dari saya. Sesungguhnya
Dialah yang Maha Pemurah dan Maha Mulia.


PELAJARAN KE-1 :

RUKUN ISLAM

Rukun Islam itu ada lima. Yang pertama dan yang
paling besar adalah: Syahadah (persaksian) bahwa tidak ada
sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah
utusan Allah.

Penjelasan makna dan syarat "Laa Ilaaha
Illallah" ( ). " " artinya kita
menafikan segala apa yang disembah selain Allah Subhanahu wa
Ta'ala, " " artinya kita menetapkan bahwa ibadah itu
hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala semata-mata, tidak ada
sekutu bagiNya.

Syarat " " adalah; adanya:


  1. Ilmu yang menafikan kebodohan (tentang Allah Subhanahu
    wa Ta'ala).
  2. Keyakinan yang menafikan keraguan.
  3. Ikhlas (murni dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa
    Ta'ala) yang menafikan syirik.
  4. Kejujuran yang menafikan dusta.
  5. Cinta yang menafikan kebencian.
  6. Ketundukan yang menafikan pelanggaran (meninggalkan
    perintah).
  7. Menerima tanpa ada penolakan.
  8. Mengingkari semua apa yang disembah selain Allah
    Subhanahu wa Ta'ala.
  9. Syarat-syarat di atas telah terangkum dalam dua bait
    berikut:


"Ilmu, keyakinan, keikhlasan dan kejujuran
disertai cinta, tunduk dan menerimanya Ditambah lagi yang
kedelapan, yaitu, pengingkaranmu terhadap segala sesuatu yang
dipertuhankan selain Allah."

Adapun syahadah/persaksian bahwa Muhammad
shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan Allah Subhanahu wa
Ta'ala, maka konsekwensinya adalah: Membenarkan apa yang
dikabarkan oleh beliau, mentaati perintah beliau, meninggalkan
apa yang dilarang oleh beliau dan hendaklah dia tidak
menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali dengan cara yang
disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri dan
RasulNya.

Kemudian, rukun Islam selanjutnya adalah:
Shalat, Zakat, Puasa Ramadhan, Haji ke Baitullah Al-Haram bagi
yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. q


PELAJARAN KE-2 :

RUKUN-RUKUN IMAN
Rukun-rukun
Iman ada enam: beriman kepada Allah Subha-nahu wa Ta'ala,
Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, para Rasul-Nya dan
beriman kepada Hari Akhir serta Taqdir yang baik dan yang
buruk dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. q


PELAJARAN KE-3 :

PEMBAGIAN TAUHID &
SYIRIK
Tauhid dibagi
menjadi tiga :


  1. Tauhid Rububiyah.
  2. Tauhid Uluhiyah.
  3. Tauhid Asma' wa Shifat.

Tauhid Rububiyah ialah mengimani bahwa Allah
Subhanahu wa Ta'ala adalah pencipta segala sesuatu dan
mengurus kese-muanya dan tidak ada sekutu bagiNya dalam hal
tersebut.

Adapun Tauhid Uluhiyah ialah mengimani bahwa
Allah Subhanahu wa Ta'ala Dialah yang berhak untuk disembah
dengan haq, tidak ada sekutu bagiNya dalam hal tersebut.
Inilah makna

", artinya tidak ada yang pantas disembah
dengan haq kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka, segala
bentuk ibadah seperti shalat, puasa dan yang lainnya, wajib
dilaksanakan hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.
Tidak boleh ada satu bentuk ibadah pun yang ditujukan kepada
selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Selanjutnya, Tauhid Asma' wa Shifat ialah
mengimani semua apa yang disebutkan dalam Al-Qur'anul Karim
dan Hadits-hadits shahih tentang nama-nama Allah Subhanahu wa
Ta'ala dan sifat-sifatNya. Lalu menetapkan itu semua untuk
Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa 'tahrif' (mengubah), tanpa
ta'thil (meniadakan), takyif (menanyakan bagaimana caranya),
dan tanpa tamstil (penye-rupaan), sesuai dengan firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala:

"Katakan, Dialah Allah Yang Mahaesa. Allah
tempat bergan-tung. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Dan
tidak ada yang sebanding denganNya seorang pun." (Al-Ikhlas:
1-4).

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
"Tidak
ada yang seperti Dia sesuatu pun dan Dialah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Melihat." (Asy-Syura: 11).

Tapi ada sebagian ulama yang membagi tauhid
menjadi dua bagian saja dengan menggabungkan Tauhid Asma' wa
Shifat pada Tauhid Rububiyah. Dan tidak ada masalah dalam hal
ini, karena yang dimaksud oleh dua macam pembagian ini sudah
jelas.


PEMBAGIAN SYIRIK

Syirik dibagi menjadi tiga bagian:


  1. Syirik Akbar (Besar).
  2. Syirik Ashghar (Kecil).
  3. Syirik Khofi (Samar).

SYIRIK AKBAR (BESAR)

Syirik akbar akan menghapuskan pahala amal dan akan
me-ngekalkan pelakunya di dalam Neraka. Seperti yang
difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Dan kalau mereka melakukan syirik (menyekutukan
Allah dengan sesuatu), pasti akan gugur dari mereka (pahala)
apa yang mereka lakukan." (An-An'am: 88).

Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
"Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu
memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa
mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia
pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam Neraka." (At-Taubah:
17).

Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan
melakukan syirik akbar, maka dia tidak akan diampuni, dan
Surga diharamkan baginya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya." (An-Nisa': 48).

Di dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala
juga berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, dan tidaklah ada
bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun." (Al-Maidah:
72).

Yang termasuk syirik akbar, di antaranya adalah
berdo'a (meminta) kepada orang mati dan patung (berhala),
mohon perlindungan kepada mereka, juga bernadzar dan berkorban
(menyembelih binatang) untuk mereka dan lain
sebagainya.


SYIRIK ASHGHAR (KECIL)

Syirik kecil ialah beberapa tindakan yang sudah jelas
disebut-kan dalam nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah sebagai
syirik, tetapi tidak termasuk jenis syirik besar. Contohnya
adalah riya' (ingin dilihat orang) dalam beramal, bersumpah
tidak dengan nama Allah dan mengatakan " " (Sesuatu yang
dikehen-daki oleh Allah dan dikehendaki oleh fulan) dan lain
sebagainya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesuatu yang paling aku takuti terhadap kalian
adalah syirik kecil. Lalu beliau ditanya syirik kecil itu.
Beliau men-jawab: riya'." (HR. Imam Ahmad, Ath-Thabrany,
Al-Baihaqi dari Mahmud bin Labid Al-Anshari radhiallahu 'anhu
dengan sebuah sanad yang baik, dan diriwayatkan oleh
Ath-Thabrany --dengan beberapa sanad yang baik dari Mahmud bin
Labid-- dari Rafi' bin Khudaij dari Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga
bersabda:
"Barangsiapa yang bersumpah dengan sesuatu
-selain Allah- maka dia telah menyekutukan (Allah)." (HR.
Ahmad dengan sanad yang shahih).

Hadits Umar bin Khaththab radhiallahu 'anhu dan
diriwayatkan pula oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad
yang shahih dan hadits Ibnu Umar radhiallahu 'anhu dari Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau
bersabda:
"Barangsiapa yang bersumpah dengan (menyebut
nama) selain Allah, maka dia telah kafir atau syirik."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
"Janganlah kalian mengatakan: ('Atas
kehendak Allah dan kehendak si fulan'), tapi katakanlah:
('Atas kehendak Allah kemudian atas kehendak si fulan')." (HR.
Abu Daud dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al-Yaman
radhi-allahu 'anhu).

Syirik kecil ini tidak menyebabkan seseorang
keluar dari Islam serta tidak memastikan kekalnya seseorang di
dalam Neraka, tetapi menghilangkan kesempurnaan tauhid yang
semestinya.


Syirik KHOFI (Samar)

Syirik khofi ini didasarkan pada sabda Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam, yang mana beliau bertanya
kepada para sahabat:
"Bagaimana sekiranya aku beritahu
kalian tentang sesuatu yang lebih aku takuti (terjadi) pada
kalian daripada Al-Masih Ad-Dajjal? Mereka menjawab: Ya, wahai
Rasulullah! Rasulullah bersabda: "Syirik yang samar
(contohnya), sese-orang berdiri lalu dia melakukan shalat maka
dia perbagus shalatnya karena dia melihat ada orang lain yang
memperhati-kan kepadanya." (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya
dari Abi Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu).

Bisa juga syirik itu dibagi menjadi dua bagian
saja. Syirik besar dan syirik kecil. Adapun syirik khofi, bisa
masuk dalam dua jenis syirik tadi. Bisa terjadi pada syirik
besar, seperti syiriknya orang-orang munafik. Karena mereka
itu menyembunyikan keyakinan sesat mereka dan berpura-pura
masuk Islam dengan dasar riya' dan khawatir akan keselamatan
diri mereka. Bisa juga terjadi pada syirik kecil seperti yang
disebutkan dalam hadits Mahmud bin Labid Al-Anshari yang
terdahulu dan hadits Abu Said yang tersebut di atas. q


PELAJARAN KE-4 :

RUKUN IHSAN
Ihsan adalah
kamu menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala seolah-olah kamu
melihatNya. Bila kamu tidak dapat melihatNya, maka
sesungguhnya Dia dapat melihatmu. q


PELAJARAN KE-5 :

SURAT AL-FATIHAH DAN SURAT-SURAT PENDEK

Hendaklah kita mengajarkan surat Al-Fatihah dan
surat-surat pendek lainnya yang memungkinkan, seperti dari
surat Az-Zalzalah sampai dengan surat An-Nas, diajarkan secara
langsung, diperbagus cara bacaannya, disuruh menghafalkan dan
dijelaskan hal-hal penting yang harus difahami.


PELAJARAN KE-6 :

SYARAT-SYARAT SHALAT
Syarat-syarat
shalat ada 9 (sembilan) :


  1. Islam.
  2. Berakal.
  3. Bisa membedakan (tamyiz).
  4. Suci dari hadats.
  5. Menghilangkan najis.
  6. Menutup aurat.
  7. Masuk waktu shalat.
  8. Menghadap kiblat
  9. Berniat.

PELAJARAN KE-7 :

RUKUN-RUKUN SHALAT



  1. Berdiri bila mampu.
  2. Takbiratul ihram (membaca Allahu Akbar).
  3. Membaca surat Al-Fatihah.
  4. Ruku'.
  5. Bersujud dengan tujuh anggota (badan).(1)
  6. Bangun dari sujud.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Thuma'ninah (tenang) dalam setiap gerakan shalat.
  9. Tertib atau berurutan dalam melakukan rukun-rukun di
    atas.
  10. Tasyahhud akhir (membaca At-Tahiyat).
  11. Duduk ketika tasyahhud akhir.
  12. Membaca shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa
    sallam.
  13. Mengucapkan dua salam.

PELAJARAN KE-8 :

WAJIB-WAJIB SHALAT
Wajib-wajib
shalat ada 8 :


  1. Semua takbir dalam shalat selain takbiratul ihram.
  2. Membaca: ("Allah Maha Mendengar hamba
    yang memujiNya.") bagi imam dan orang yang shalat sendirian
    (munfarid).
  3. Membaca: ("Wahai Rabb kami, bagiMu
    segala puji.") bagi setiap orang yang shalat (imam, makmum
    atau munfarid).
  4. Membaca: ("Mahasuci Rabbku Yang
    Mahatinggi.") di saat ruku'.
  5. Membaca: ("Mahasuci Rabbku Yang
    Mahatinggi.") di saat sujud.
  6. Membaca: ("Ya Rabb, ampunilah aku.")
    di saat duduk di antara dua sujud.
  7. Tasyahhud pertama.
  8. Duduk ketika tasyahhud pertama.

PELAJARAN KE-9 :

KETERANGAN TENTANG
TASYAHHUD
Bertasyahhud
ialah membaca:

"Segala pengagungan, pengharapan dan kebaikan
adalah milik Allah. Semoga keselamatan atasmu wahai Nabi, juga
anugerah dan berkahNya. Semoga keselamatan atas kami dan atas
segenap hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada
sesem-bahan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan utusanNya."

Kemudian membaca shalawat dan permohonan berkah
untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم shallallahu 'alaihi wa sallam dengan
membaca:

"Ya Allah, anugerahkanlah shalawat atas Muhammad
dan ke-luarganya, sebagaimana Engkau telah menganugerahkan
shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau
Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad
beserta keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi
Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan
Mahamulia."

Kemudian dilanjutkan --untuk tasyahhud
terakhir-- dengan memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala dari siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, ujian
kehidupan dan kemati-an dan dari godaan Dajjal. Setelah itu,
boleh membaca do'a apa saja yang dia inginkan, diutamakan
do'a-do'a yang ma'tsur (ada contohnya dari Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam), misalnya:

"Ya Allah, bantulah aku untuk selalu
mengingatMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah sebaik-baiknya
kepadaMu. Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya
diriku dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali
Engkau, maka ampunilah aku dengan maghfirah dariMu dan
rahmatilah aku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun
lagi Maha Pengasih." q


PELAJARAN KE-10 :

SUNNAH-SUNNAH SHALAT
Di antaranya
ialah:


  1. Membaca do'a istiftah.
  2. Meletakkan telapak tangan kanan di atas telapak tangan
    kiri di atas dada ketika berdiri sebelum ruku' dan setelah
    ruku' (i'tidal).
  3. Mengangkat kedua tangan dengan jari-jari lurus dan
    dirapatkan sejajar dengan pundak atau telinga, saat
    takbiratul ihram (takbir pertama), ruku', bangun dari ruku'
    dan ketika berdiri dari tasyahhud awal menuju ke rakaat
    ketiga.
  4. Membaca tasbih saat ruku' dan sujud lebih dari satu kali
    (yang sunnah adalah yang kedua dan selanjutnya).
  5. Kelanjutan dari bacaan: " " setelah bangun dari
    ruku' dan membaca do'a istighfar lebih dari satu kali ketika
    duduk di antara dua sujud.
  6. Memposisikan kepala sejajar dengan punggung ketika
    ruku'.
  7. Menjauhkan dua lengan dari dua sisi badannya, menjauhkan
    perut dari dua paha dan menjauhkan dua paha dari dua
    betis-nya di saat bersujud.
  8. Mengangkat dua lengan dari tanah di saat sujud.
  9. Duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk
    iftirasy) di saat tasyahhud pertama dan ketika duduk di
    antara dua sujud.
  10. Duduk tawarruk di saat tasyahhud terakhir dalam shalat
    yang empat rakaat atau tiga rakaat. Duduk tawarruk itu ialah
    duduk di atas tanah dengan posisi kaki kiri berada di bawah
    kaki kanan, sementara kaki kanan tersebut ditegakkan.
  11. Memberi isyarat (menunjuk) dengan jari telunjuk pada
    tasyahhud pertama dan terakhir, dari mulai pertama kali
    duduk sampai selesai membaca tasyahhud, sembari menggerakkan
    jari telunjuk tersebut di saat berdo'a.
  12. Membaca shalawat dan permohonan berkah untuk Nabi
    Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan keluarga beliau,
    juga untuk Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan keluarga beliau
    pada tasyahhud pertama.
  13. Membaca do'a pada tasyahhud terakhir.
  14. Mengeraskan bacaan pada waktu shalat Subuh, shalat
    Jum'at, shalat dua hari raya, shalat istisqa' (minta hujan)
    dan pada dua rakaat pertama dari shalat Maghrib dan shalat
    Isya'.
  15. Menyamarkan bacaan pada waktu shalat Dhuhur, shalat
    Ashar dan pada rakaat ketiga dari shalat Maghrib dan dua
    rakaat terakhir dari shalat Isya'.
  16. Membaca ayat-ayat Al-Qur'an setelah membaca surat
    Al-Fatihah, ditambah lagi dengan sunnah-sunnah lain yang
    belum kita sebutkan disini, di antaranya adalah: Kelanjutan
    bacaan


" setelah berdiri dari ruku' oleh imam,
ma'mum dan orang yang shalat munfarid (sendirian). Hal ini
termasuk sunnah. Di antaranya pula adalah: meletakkan kedua
telapak tangan pada kedua lutut dengan jari-jari yang
direng-gangkan di saat ruku'. q


PENJELASAN KE-11 :

YANG MEMBATALKAN SHALAT
Yang
membatalkan shalat ada delapan:


  1. Berbicara dengan sengaja, dalam kondisi ingat dan
    mengerti. Adapun orang yang lupa dan yang tidak mengerti
    (bodoh), maka shalatnya tidak batal.
  2. Tertawa.
  3. Makan.
  4. Minum.
  5. Terbuka aurat.
  6. Bergeser jauh dari arah kiblat.
  7. Perbuatan "abats" (gerakan tidak berguna, seperti
    meng-goyangkan kepala, tangan dan lain sebagainya, pen.)
    yang dilakukan dengan sering dan berturut-turut di saat
    shalat.
  8. Batalnya thaharah (wudhu). q

PELAJARAN KE-12 :

SYARAT-SYARAT WUDHU
Ada sepuluh:


  1. Islam.
  2. Berakal.
  3. Mumayyiz (bisa membedakan antara yang suci dan najis.
    pen.).
  4. Niat.
  5. Mempertahankan niat tersebut, artinya tidak bermaksud
    memotong niat tersebut sampai dia selesai berwudhu.
  6. Hilangnya hal yang mewajibkan wudhu.
  7. Ber-istinja dengan air atau batu sebelum wudhu.
  8. Airnya suci dan boleh dipakai.
  9. Menghilangkan apa-apa yang dapat mencegah sampainya air
    ke kulit.
  10. Masuknya waktu shalat bagi orang yang selalu
    berhadats.


PELAJARAN KE-13 :

FARDHU-FARDHU WUDHU
Fardhu-fardhu
wudhu ada enam:


  1. Membasuh muka, termasuk pula berkumur-kumur dan
    memasukkan air ke dalam hidung.
  2. Membasuh dua tangan sampai dua siku.
  3. Mengusap seluruh kepala, termasuk di dalamnya dua
    telinga.
  4. Membasuh dua kaki sampai / termasuk dua mata kaki.
  5. Tertib/berurutan.
  6. Bersegera/beruntun tanpa mengakhirkan (dalam
    melaksanakan tertib fardhu-fardhu tersebut, pen.).Dan
    disunnahkan membasuh muka, dua tangan dan dua kaki,
    masing-masing tiga kali, termasuk juga berkumur-kumur dan
    memasukkan air ke dalam hidung. Yang wajib hanya satu kali
    saja. Adapun mengusap kepala, tidak disunnahkan lebih dari
    satu kali, seperti yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang
    shahih. q


PELAJARAN KE-14 :

YANG MEMBATALKAN WUDHU
Yang
membatalkan wudhu ada enam:


  1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan yaitu qubul dan dubur
    (buang air kecil dan air besar, pen.).
  2. Keluarnya sesuatu yang najis dalam jumlah yang banyak
    dari tubuh.
  3. Hilang akal, baik karena tidur atau lainnya.
  4. Memegang kemaluan --yang di depan (qubul) dan di
    belakang (dubur)-- dengan tangan tanpa ada pelapis.
  5. Makan daging onta.
  6. Keluar (murtad) dari Islam.

Semoga Allah melindungi kita semua dari hal
tersebut.


PERINGATAN PENTING

Memandikan jenazah itu, yang benar tidak membatalkan
wudhu. Ini adalah pendapat kebanyakan ulama karena hal
tersebut tidak ada dalil yang menyatakan batalnya wudhu.
Tetapi, kalau yang memandikan itu sampai memegang kemaluan
mayit tanpa ada pelapis, maka dia wajib berwudhu lagi.

Dan memang seharusnya, dia tidak memegang
kemaluan mayit kecuali dengan menggunakan pelapis.

Begitu pula, bersentuhan dengan kulit perempuan
tidak membatalkan wudhu, baik diikuti dengan syahwat atau
tidak. Demikian menurut pendapat yang lebih shahih dari dua
pendapat yang dikemukakan ulama, yakni selama yang bersentuhan
itu tidak sampai mengeluarkan sesuatu. Karena, Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri pernah mencium sebagian
isteri beliau, lalu melaksanakan shalat tanpa wudhu lagi.

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam
dua ayat, masing-masing di surat An-Nisa' dan surat Al-Maidah,
yang berbunyi: " " (atau kalian menyentuh wanita) maka
yang dimaksud "menyentuh" di situ adalah jima menurut
pendapat yang lebih shahih dari dua pendapat yang dikemukakan
ulama. Dan ini juga adalah pendapat Ibnu Abbas radhiallahu
'anhu dan sekelompok ulama salaf dan khalaf. Wallahu a'lam
bish shawab. q


PELAJARAN KE-15 :

AKHLAK YANG HARUS DIMILIKI SETIAP
MUSLIM
Di antaranya
adalah:


  1. Jujur.
  2. Amanah.
  3. Menjaga kehormatan.
  4. Malu.
  5. Berani.
  6. Dermawan / murah hati.
  7. Setia.
  8. Menjauhkan diri dari semua yang diharamkan Allah.
  9. Baik kepada tetangga.
  10. Membantu orang yang membutuhkan sesuai kemampuan.

Dan lain sebagainya, dari akhlak yang diajarkan
oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. q


PELAJARAN KE-16 :

ADAB ( SOPAN SANTUN )
ISLAMI
Di antaranya:



  1. Mengucapkan salam.
  2. Bermuka ceria.
  3. Makan dengan tangan kanan.
  4. Minum dengan tangan kanan.
  5. Membaca "Bismillah" sebelum mulai kegiatan/pekerjaan.
  6. Membaca "Alhamdulillah" ketika selesai dari
    kegiatan/pekerjaan.
  7. Membaca "Alhamdulillah" setelah bersin.
  8. Mendo'akan orang yang membaca "Alhamdulillah" setelah
    bersin,(1) menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah untuk
    menshalatkan dan menguburnya.
  9. Sopan santun yang diajarkan oleh syariat ketika masuk
    masjid atau rumah, atau ketika keluar dari keduanya. Juga,
    tata cara dan sopan santun ketika bepergian; ketika bersama
    kedua orangtua, kaum kerabat, para tetangga, orang-orang tua
    dan anak-anak muda.
  10. Mengucapkan selamat atas kelahiran bayi, memberikan do'a
    keberkahan untuk perkawinan.
  11. Menghibur orang yang ditimpa musibah, dan banyak lagi
    adab-adab Islami lainnya. Misalnya yang berhubungan dengan
    mengenakan pakaian, melepaskan pakaian dan cara memakai
    sandal.


PELAJARAN KE-17 :

BERHATI-HATI TERHADAP PERBUATAN SYIRIK
DAN MAKSIAT
Di antaranya
adalah tujuh dosa besar yang dapat membina-sakan:


  1. Menyekutukan Allah.
  2. Sihir.
  3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa
    Ta'ala kecuali dengan alasan yang benar.
  4. Makan riba.
  5. Makan harta anak yatim.
  6. Kabur / lari sewaktu perang.
  7. Menuduh wanita mukminah yang terjaga kehormatannya dan
    jauh dari maksiat dengan perbuatan zina.


Dan di antara maksiat-maksiat itu adalah:


  1. Durhaka kepada kedua orang tua.
  2. Memutuskan hubungan silaturrahmi.
  3. Memberikan kesaksian palsu.
  4. Sumpah palsu.
  5. Mengganggu tetangga.
  6. Berbuat zhalim kepada orang, baik berhubungan dengan
    darah (seperti membunuh dan semacamnya, pen.), harta maupun
    kehormatan.
  7. Minum minuman yang memabukkan, bermain judi (lotre, atau
    undian).
  8. Ghibah (menceritakan aib orang), naminah (mengadu domba)
    dan semacamnya dari hal-hal yang dilarang Allah Subhanahu wa
    Ta'ala atau RasulNya.


PELAJARAN KE-18 :

MENGURUS JENAZAH, MENSHALATKAN DAN
MENGUBURKANNYA
Rinciannya
adalah sebagai berikut:


  1. Orang yang sedang sekarat, disyariatkan untuk ditalqini
    dengan kalimat " " Berdasarkan sabda Nabi shallallahu
    'alaihi wa sallam :
    "Talqinilah orang-orang yang akan
    mati dari kalian (dengan ucapan): 'Laa ilaaha illallah'."
    (HR. Muslim dalam shahihnya)
    Yang dimaksud dengan
    kata "Mautaakum" dalam hadits ini adalah orang-orang sedang
    sekarat, yaitu orang yang sudah tampak padanya tanda-tanda
    kematian.
  2. Bila sudah diyakini orang tersebut sudah meninggal, maka
    hendaklah kedua matanya dipejamkan, karena ada keterangan
    hadits tentang hal itu.
  3. Diwajibkan memandikan jenazah/mayit muslim kecuali dia
    syahid (meninggal di medan perang fisabilillah). Dalam hal
    ini, dia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu juga
    dishalatkan. Dia hanya cukup dikuburkan dengan pakaiannya.
    Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memandikan
    orang-orang yang meninggal di perang Uhud dan tidak pula
    menshalatkan mereka.
  4. Cara memandikan jenazah
    Pertama-tama, aurat jenazah
    ditutupi kemudian diangkat sedikit lalu bagian perutnya
    dipijat perlahan (untuk mengeluarkan kotorannya, pen.).
    Setelah itu orang yang memandikannya memakai sarung tangan
    atau kain atau semacamnya untuk membersihkannya (dari
    kotoran yang keluar, pen.). Kemudian diwudhukan seperti
    wudhu untuk shalat. Lalu dibasuh kepala dan jenggotnya
    (kalau ada) dengan air yang dicampur dengan daun bidara atau
    semacamnya. Selanjutnya, dibasuh sisi bagian kanan badannya
    kemudian bagian kiri. Kemudian basuh seperti tadi untuk yang
    kedua dan ketiga kali. Dalam setiap kalinya dipijat bagian
    perutnya. Bila keluar sesuatu (kotoran) hendaklah dicuci dan
    menutup tempat keluar tersebut dengan kapas atau semacamnya.
    Kalau ternyata tidak berhenti keluar hendaklah ditutup
    dengan tanah yang panas atau dengan metoda kedokteran modern
    seperti isolasi khusus dan semacamnya.
    Kemudian
    mengulangi wudhunya lagi. Bila dibasuh tiga kali masih tidak
    bersih ditambah menjadi lima atau sampai tujuh kali. Setelah
    itu dikeringkan dengan kain, lalu memberikan parfum di
    lipatan-lipatan tubuhnya dan tempat-tempat sujudnya. Lebih
    baik, kalau sekujur tubuhnya diberi parfum semua. Kafannya
    diberi harum-haruman dari dupa yang dibakar. Bila kumis atau
    kukunya ada yang panjang boleh dipotong, dibiarkan saja juga
    tidak apa-apa. Rambutnya tidak perlu disisir, begitu pula
    rambut kemaluan-nya tidak perlu dicukur dan tidak usah
    dikhitan (kalau memang belum dikhitan, pen.). Karena memang
    tidak ada dasar-dasar yang menerangkan hal tersebut. Dan
    bila jenazahnya seorang perempuan maka rambutnya dikepang
    tiga dan dibiarkan terurai ke belakang.
  5. Cara Mengkafani Jenazah
    Yang paling utama, untuk
    jenazah laki-laki dikafani tiga lapis kain putih (satu untuk
    menutupi bagian bawah -semacam sarung- satu lagi untuk
    bagian atas -semacam baju- dan yang terakhir kain untuk
    pembungkusnya). Tidak perlu gamis (baju panjang) dan surban.
    Hal ini, sama seperti apa yang dilakukan terhadap jenazah
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi, tidak
    mengapa jika dikafani dengan gamis (baju panjang), izar
    (sema-cam sarung untuk menutupi bagian bawah) dan kain
    pembungkus.
    Adapun jenazah perempuan, dikafani dengan
    lima lapis: Baju, kerudung, sarung untuk bagian bawah dan
    dua kain pembungkus.
    Dan yang wajib, baik bagi jenazah
    laki-laki atau perempuan adalah menutupinya dengan satu
    lapis kain yang dapat menu-tupinya secara sempurna. Tetapi,
    bila ada jenazah laki-laki yang meninggal dalam keadaan
    ihram, maka dia cukup dimandikan dengan air dan daun bidara.
    Kemudian dikafani dengan sarung dan baju yang dipakai atau
    yang lainnya dan tidak perlu menutup kepala dan wajahnya,
    juga tidak usah diberi parfum. Karena pada hari Kiamat nanti
    dia akan dibangkitkan dalam keadaan membaca talbiyah:
    "Labbaik allahumma labbaik" seperti yang diriwayatkan dalam
    hadits shahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
    Bila yang meninggal dalam keadaan ihram tadi seorang
    perem-puan maka dia dikafani seperti perempuan yang lain,
    hanya tidak perlu diberi wewangian, wajahnya tidak perlu
    ditutup dengan cadar, begitu pula tangannya tidak usah
    dipakaikan sarung tangan, tetapi cukup ditutup dengan kafan
    yang membungkusnya, seperti yang disebutkan dalam cara
    mengkafani jenazah perempuan.
    Dan anak kecil laki-laki,
    dikafani dengan satu lapis sampai tiga lapis, sementara anak
    kecil perempuan dikafani dengan satu gamis (baju panjang)
    dan dua kain pembungkus.
  6. Yang Berhak Mengurus Jenazah.
    Orang yang paling
    berhak untuk memandikan, menshalatkan dan menguburkannya
    secara berurutan ialah mereka yang men-dapatkan wasiat untuk
    itu, kemudian ayah, kakek kemudian kerabat-kerabat terdekat
    yang berhak mendapatkan ashabah.
    Sementara, untuk jenazah
    perempuan, yang paling berhak untuk memandikannya ialah
    orang yang mendapatkan wasiat untuk itu, kemudian ibu,
    nenek, lalu kerabat-kerabat perempuan terdekat. Bagi suami
    isteri diperbolehkan bagi salah seorang dari keduanya untuk
    memandikan yang lain (suami boleh memandikan isteri dan
    isteri boleh memandikan suami). Karena jenazah Abu Bakar
    As-Shiddiq dimandikan oleh isterinya dan Ali bin Abi Thalib
    radhiallahu 'anhu ikut memandikan jenazah isterinya Fatimah
    radhiallahu 'anha.
  7. Cara Menshalatkan Jenazah.
    Shalat jenazah, dilakukan
    dengan empat kali takbir. Setelah takbir pertama, membaca
    surat Al-Fatihah. Bila ditambah dengan membaca surat pendek
    lainnya atau dilanjutkan dengan membaca satu atau dua ayat,
    hal ini baik dan tidak apa-apa. Sebab ada hadits shahih yang
    menyatakan hal tersebut sebagaimana diriwa-yatkan Ibnu Abbas
    radhiallahu 'anhu. Kemudian bertakbir kedua dan membaca
    shalawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم shallallahu 'alaihi wa sallam
    sama seperti dalam tasyahhud. Kemudian bertakbir ketiga dan
    membaca do'a:
    "Ya Allah, ampunilah orang yang hidup dan
    orang yang mati di antara kami, orang yang hadir dan orang
    yang tidak hadir di antara kami, orang yang muda dan orang
    yang dewasa di antara kami, yang laki-laki dan perempuan di
    antara kami.
    Ya Allah orang yang Engkau hidupkan di
    antara kami, hendaklah Engkau hidupkan dia atas ke-Islaman,
    dan orang yang Engkau wafatkan di antara kami, hendaklah
    Engkau wafatkan dia atas keimanan.
    Ya Allah, ampunilah
    dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia,
    muliakanlah tempat singgahnya, luaskanlah tempat masuknya,
    mandikanlah dia dengan air dan salju. Sucikanlah dia dari
    kesalahan-kesalahan sebagaimana dibersihkannya baju putih
    dari kotoran. Berilah untuknya rumah yang lebih baik dari
    rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya.
    Masukkanlah ke dalam Surga dan jauhkanlah dia dari adzab
    kubur dan siksa Neraka. Luaskanlah kuburnya, berilah dia
    cahaya di dalamnya.
    Ya Allah, janganlah Kau cegah kami
    (mendapat) pahalanya dan janganlah Kau sesatkan kami
    sesudahnya."
    Kemudian bertakbir yang keempat dan
    selanjutnya bersalam satu kali saja ke sebelah kanan.
    Disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan untuk setiap kali
    takbir.

    Bila yang meninggal perempuan, maka ( )
    dalam do'a di atas diganti dengan ( ) sehingga do'anya
    berbunyi:

    Bila yang meninggal dua orang, maka diganti
    menjadi:

    Bila yang meninggal lebih dari dua orang,
    maka diganti menjadi:

    Bila yang meninggal masih
    kanak-kanak, maka sebagai ganti dari permohonan ampun yang
    ada dalam do'a di atas, dibaca do'a berikut:

    "Ya
    Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan pahala bagi kedua
    orangtuanya, sebagai pemberi syafaat yang diterima. Ya
    Allah, beratkanlah dengannya timbangan amal baik kedua
    (orangtua)nya, besarkanlah pahala keduanya, dan kumpulkan
    dia dengan orang-orang mu'min shalih yang terdahulu.
    Jadikanlah dia berada dalam asuhan Ibrahim 'alaihis salam
    dan selamatkanlah dia dengan rahmatMu dari siksa
    Neraka."

    Disunnahkan bagi yang menjadi imam shalat
    jenazah berdiri sejajar dengan kepala bila jenazahnya
    laki-laki, dan berdiri di tengah bila jenazahnya
    perempuan.
    Bila jenazah yang dishalatkan lebih dari satu
    maka yang ada di depan imam adalah jenazah laki-laki dewasa
    dan jenazah perempuan dewasa posisinya setelah kiblat. Bila
    ditambah dengan jenazah anak-anak, maka jenazah anak
    laki-laki didahulukan atas jenazah perempuan, lalu jenazah
    anak perempuan. Posisi kepala anak laki-laki sejajar dengan
    kepala jenazah laki-laki dewasa dan pertengahan jenazah
    perempuan dewasa sejajar dengan kepala laki-laki dewasa.
    Begitu pula anak perempuan, posisi kepalanya sejajar dengan
    kepala perempuan dewasa.
    Posisi makmum semuanya di
    belakang imam, kecuali bila ada seorang makmum yang tidak
    mendapatkan tempat di belakang imam, dia boleh berdiri di
    samping kanannya.
  8. Cara Menguburkan Jenazah
    Menurut aturan syariat,
    kuburan itu dibuat dengan kedalaman sampai pertengahan
    tinggi seorang laki-laki dan dibuatkan ke dalamnya liang
    lahad di arah kiblat, dan jenazah diletakkan di dalam liang
    lahad dengan bertumpu pada sisi kanan badannya (miring ke
    kanan, pen.) kemudian tali-tali pengikat kafan itu dibuka,
    tidak dicabut tapi dibiarkan begitu saja, dan wajahnya tidak
    perlu disingkap baik jenazah laki-laki atau perempuan.
    Kemudian diberi batu bata besar yang didirikan dan
    (celah-celahnya) diberi adonan pasir supaya kuat dan bisa
    menjaganya (jenazah) agar tidak ber-jatuhan debu/tanah. Bila
    sulit mendapatkan batu bata boleh diganti yang lain seperti;
    papan, batu atau bambu yang dapat mengha-langi agar tanah
    tidak masuk ke dalam. Setelah itu, baru ditimbun dengan
    tanah. Dan disunnahkan ketika itu membaca:

    "Dengan
    nama Allah dan sesuai dengan ajaran
    Rasulullah."

    Selanjutnya, kuburan boleh ditinggikan
    sejengkal dari tanah dan di atasnya diberi kerikil --kalau
    ada-- dan disiram dengan air.
    Dan disyariatkan bagi
    orang-orang yang mengantarkannya untuk berdiri di sisi
    kuburan dan berdo'a untuk si mayit. Karena Rasulullah
    shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila sudah selesai
    menguburkan orang meninggal dunia, beliau berdiri di
    sampingnya dan berkata:

    "Mohonlah ampun untuk saudara
    kalian dan mintakanlah untuknya ketetapan; sesungguhnya dia
    sekarang sedang ditanya."
  9. Disyariatkan bagi yang belum menshalatkannya untuk
    menshalatkannya setelah dikuburkan. Karena Rasulullah
    shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melaksanakan hal
    tersebut, tapi dengan catatan hal itu boleh dilakukan dalam
    jangka waktu satu bulan atau kurang, dari setelah
    dikuburkan. Bila sudah lewat dari satu bulan tidak
    disyariatkan lagi shalat di atas kuburan. Karena tidak ada
    keterangan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
    melakukan shalat di atas kuburan setelah sebulan dari
    penguburan.
  10. Tidak boleh bagi keluarga jenazah membuat makanan untuk
    orang-orang. Berdasarkan perkataan seorang sahabat yang
    mulia Jarir bin Abdillah Al-bajali radhiallahu
    'anhu:

    "Dulu kami menganggap, berkumpulnya
    (orang-orang) di tempat keluarga mayit dan membuat makanan
    setelah penguburan, adalah termasuk 'niyahah' (ratapan yang
    hukumnya haram)." (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang
    baik).
    Adapun membuatkan makanan untuk keluarga yang
    berkabung atau tamu-tamu mereka maka tidak apa-apa. Bahkan
    dianjurkan oleh agama, agar para kerabat dan para tetangga
    membuat makanan bagi mereka. Karena, ketika Nabi shallallahu
    'alaihi wa sallam mendengar kabar kematian Ja'far bin Abi
    Thalib radhiallahu 'anhu di Syam, beliau meminta keluarga
    beliau untuk membuat makanan yang diberikan kepada keluarga
    Ja'far. Beliau bersabda:
    "Sesungguhnya telah menimpa
    kepada mereka musibah yang telah menyibukkan
    mereka."
    Keluarga jenazah boleh memanggil para tetangga
    dan yang lainnya untuk makan makanan yang telah dihadiahkan
    bagi mereka dan menurut pengetahuan kami tentang hukum
    syara', tidak ada batasan waktu untuk hal itu.
  11. Tidak dibolehkan bagi seorang perempuan berkabung atas
    kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali yang
    meninggal adalah suaminya. Saat itu dia harus berkabung
    selama empat bulan sepuluh hari, kecuali kalau dia hamil
    maka sampai dia melahirkan. Berdasarkan hadits shahih dari
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal
    ini.
    Adapun bagi seorang laki-laki tidak boleh mempunyai
    masa berkabung atas kematian seorang kerabat dan yang
    lainnya.
  12. Disyariatkan bagi kaum pria untuk berziarah kubur dari
    waktu ke waktu. Tujuannya untuk mendo'akan yang mati,
    memohon-kan rahmat untuk mereka, juga untuk mengingatkan
    akan kematian dan apa yang ada setelah itu. Karena Nabi
    shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

    "Ziarahilah
    kubur itu, sesungguhnya dia akan mengingatkan kalian tentang
    alam akhirat." (Hadits dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam
    Kitab Shahihnya)

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
    sallam juga mengajarkan kepada para sahabatnya apabila
    mereka berziarah kubur untuk mengucapkan:


    "Keselamatan untuk kalian wahai ahli kubur dari kaum
    mu'minin dan muslimin, dan sesungguhnya kami --Insya Allah--
    akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan
    untuk kami dan untuk kalian. Semoga Allah merahmati
    orang-orang yang mati lebih dahulu dari kami dan juga
    orang-orang yang akan mati belakangan."
    Adapun kaum
    wanita, maka dia tidak boleh melakukan ziarah kubur, karena
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat kaum
    wanita yang menziarahi kubur. Alasannya adalah karena takut
    terjadi fitnah dan tidak mampu menahan kesabaran. Begitu
    pula, mereka tidak boleh ikut mengantar jenazah sampai ke
    kuburan. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
    juga melarang hal tersebut. Akan tetapi, menshalatkan
    jenazah --baik di masjid maupun di tempat lain-- dibolehkan
    untuk pria dan wanita semuanya.


Inilah akhir dari apa yang dapat saya tuliskan.
Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita,
keluarga dan sahabatnya.

MENURUT PENDAPAT SAYA INTI AJARAN ISLAM ITU BISA DIBAGI DUA, YAITU INTERN DAN EKSTERN DAN YANG ANDA URAIKAN ADALAH INTI AJARAN ISLAM YANG BERSIFAT INTERN KARENA MENGANDUNG BERMACAM2 PERATURAN YANG MEMIMPIN SESEORANG UNTUK HIDUP SECARA BENAR MENURUT PANDANGAN ISLAM; NAMUN JUSTRU DENGAN DIADAKANNYA PERATURAN2 AGAMA INILAH MAKA SERINGKALI SEBUAH AGAMA DIMANIPULASI OLEH PARA ALIM ULAMANYA SEPERTI HALNYAPADA ZAMAN YESUS; BAGAIMANA YESUS BEGITU MENGECAM PARA AHLI KITAB TAURAT, ORANG2 SADUKI DAN ORANG2 FARISI YANG TELAH BANYAK MENAMBAHKAN ADAT ISTIADAT ATAU PERATURAN2 MANUSIA KE DALAM HUKUM TAURAT SEHINGGA JADI BERTENTANGAN DENGAN HUKUM TAURAT ITU SENDIRI; DEMIKIAN PULA PADA AWAL KEKRISTENAN YANG DIPIMPIN OLEH PARA PAUS (KATOLIK) DENGAN SEABREK PERATURAN2NYA YANG MEMBUAT ALKITAB ATAU FIRMAN ALLAH DIBENGKOKAN SEHINGGA MENGAKIBATKAN MUNCULNYA MARTIN LUTHER DARI ORDO YESUIT (KATOLIK) YANG DICELIKAN MATA ROHANINYA OLEH TUHAN SEHINGGA TERBENTUKLAH SUATU AJARAN YANG DIPERBAHARUI DENGAN MOTO: BACK TO THE BIBLE.

barabasmurtad77
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 197
Join date : 24.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by barabasmurtad77 on Fri Jan 27, 2012 3:23 pm

[quote="you7tube7com"]
barabasmurtad wrote:

KESOMBONGANKAH BILA SAYA MENYATAKAN BAHWA BILA SAYA MATI SAAT INI SAYA AKAN MASUK SURGA BILA TUHAN YESUS MENYATAKAN Joh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Joh 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

[color=red] BILA DIKATAKAN BAHWA SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA NAMA YESUS DISEBUT SEBAGAI ANAK ALLAH, MAKA DIMANAKAH TEMPAT SEORANG ANAK ALLAH SELAIN DARIPADA DI SURGA????
P. Baru: Yohanes: 3
3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

SIAPA YANG PERCAYA KEPADA YESUS AKAN MENERIMA HIDUP KEKAL BERSAMA2 DENGAN YESUS DI SURGA, SEDANGKAN SIAPA YANG TIDAK TAAT KEPADA YESUS AKAN MENERIMA MURKA ALLAH, YAITU DICAMPAKAN KE DALAM NERAKA

P. Baru: Yohanes: 6
6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."


P. Baru: Yohanes: 3
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

P. Baru: Roma: 8
8:1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.


P. Baru: Yohanes: 17
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

[b]KALAU SAYA KATAKAN BAHWA SAYA TIDAK MEMILIKI KEPASTIAN BAHWA BILA SAYA MATI SAYA MASUK SURGA, MAKA SAMA SAJA DENGAN SAYA MENGATAKAN ALLAH ITU PEMBOHONG KARENA IA MENJANJIKAN HIDUP YANG KEKAL KEPADA SAYA TETAPI TERNYATA SEBALIKNYA

Hi...hi...hi..hi.... jelas kau itu sombong.......
Katakanlah ada orang yg menerima yesus, maka orang tsb pasti masuk surga, betul..???!!!

Lalu... bagaimana kalo orang tsb dalam kehidupan seharinya... dia suka berbaut jahat... bermaksiat..... suka membuat orang celaka... intinya dia sering berbuat jahat....tapi orang tsb tetap percaya dan menerima yesus...

apk orang ini masuk surga...????!!!!!!!!

Katakanlah ada orang yg menerima yesus, maka orang tsb pasti masuk surga, betul..???!!!
Lalu... bagaimana kalo orang tsb dalam kehidupan seharinya... dia suka berbaut jahat... bermaksiat..... suka membuat orang celaka... intinya dia sering berbuat jahat....tapi orang tsb tetap percaya dan menerima yesus...
apk orang ini masuk surga...????!!!!!!!!


INI ADALAH PERTANYAAN YANG ANDA AJUKAN DAN SAYA AKAN MENJAWABNYA DENGAN FIRMAN YESUS:

P. Baru: Matius: 7
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

P. Baru: Matius: 12
12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.


ORANG YANG MENGATAKAN PERCAYA KEPADA YESUS TIDAK MENJADI JAMINAN BAHWA IA SUNGGUH2 PERCAYA SEBAB DARI BUAHNYALAH JUSTRU KITA MELIHAT APAKAH IA SUDAH SUNGGUH2 PERCAYA DAN BUKAN HANYA DI MULUT SAJA!!!!

barabasmurtad77
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 197
Join date : 24.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by mang odoy on Thu Feb 09, 2012 9:12 pm

@barabasmurtad

ORANG YANG MENGATAKAN PERCAYA KEPADA YESUS TIDAK MENJADI JAMINAN BAHWA IA SUNGGUH2 PERCAYA SEBAB DARI BUAHNYALAH JUSTRU KITA MELIHAT APAKAH IA SUDAH SUNGGUH2 PERCAYA DAN BUKAN HANYA DI MULUT SAJA!!!!

Jadi..manusia yang di KTP nya tertulis AGAMA KRISTEN....tapi kelakuannya bejat...pas mokat lagi tidur sama WTS plus overdosis obat obat terlarang...sudah dipastikan manusia itu MASUK NERAKA..??

begitu..???

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Fri Feb 10, 2012 7:19 am

mang odoy wrote:
Jadi..manusia yang di KTP nya tertulis AGAMA KRISTEN....tapi kelakuannya bejat...pas mokat lagi tidur sama WTS plus overdosis obat obat terlarang...sudah dipastikan manusia itu MASUK NERAKA..??

begitu..???

BETUL

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Fri Feb 10, 2012 7:32 am

versi quran:
1. berdiri
2. rukuk
3. sujud


versi hadis:
1.berdiri
2. bertakbirlah
3.bacalah ayat-ayat Al-Qur’an (tidak harus alfatihah)
4.rukuklah
5.bangkitlah berdiri tegak,
6. duduklah,
7. sujudlah
(HR : Bukhori)


versi muslim:
1. Berdiri
2. Takbiratul.
3. Membaca surat Al-Fatihah (harus alfatihah)
4. Ruku'.
5. Bersujud
6. Bangun dari sujud.
7. Duduk di antara dua sujud.
8. Duduk
9. Tasyahhud akhir (membaca At-Tahiyat).
10. Membaca shalawat
11. Mengucapkan dua salam.


kok BEDA, siapa koreonya?
10. gimana muhammad menolawati dirinya sendiri sendiri?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by abu hanan on Fri Feb 10, 2012 10:48 am

ngelantuur mode on.
Al Quran TIDAK BERISI TATA CARA,Al Quran adalah buku pandu yg pelaksanaan teknis adalah Al Quran hidup (nabi Muhammad).

versi hadits?ngelantur.
“Tidak syah shalat seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah “(HR muslim)

versi muslim? = versi hadits.
duduk diantara dua sujud =>Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apabila engkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri."(Hadits Imam Ahmad dan Abu Dawud)

tasyahud akhir =>nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : sesungguhnya Allah itu As-salam maka apabila shalat hendaklah kalian itu mengucapkan:

"AT-TAHIYYAATU LILLAHI WAS SHOLAWATU WAT THAYYIBAAT, AS-SALAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIY WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUHU, AS-SALAAMU 'ALAINA WA 'ALAA 'IBAADILLAHIS SHALIHIN. ASYHADU ALLAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASULUHU"

artinya: segala kehormaatan, shalawat dan kebaikan kepunyaan Allah, semoga keselamatan terlimpah atasmu wahai Nabi dan juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Kiranya keselamatan tetap atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih; Aku bersaksi bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammmad itu hamba dan utusan-Nya.
(Hadits Imam Bukhari).

membaca sholawat =>
"....bagaimana kami harus bershalawat kepadamu? Beliau berkata : ucapkanlah:

"ALLAAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA 'ALAA AALI IBRAHIIM, INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA BAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BARAKTA 'ALAA AALI IBRAHIIM, INNAKA HAMIIDUM MAJIID."

artinya: "Ya Allah berikanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."
(hadits muttafaq 'alaihi)

mengucapkan salam=>"Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam."
(Hadits Imam Hakim dan Adz-Dzahabi)

siapakah koreonya ? uda jelas nabi Muhammad (atas petunjuk Allah) kok masih tanya lagi.

bagaimana beliow mengucapkan sholawat?yah,,,sama persis ketika saya berdoa utk diri sayah sendiri.
"..allahumma sholi 'alaa abu hanan..." dst.
doa yg sama ketika sayah lagih ingat MO-MM-admin cs dll...
"..allahumma sholi 'alaa musicman-mang odoy wa 'alaa admin,co admin.." dan seterusnya.



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Fri Feb 10, 2012 3:08 pm

abu hanan wrote:ngelantuur mode on.
Al Quran TIDAK BERISI TATA CARA,Al Quran adalah buku pandu yg pelaksanaan teknis adalah Al Quran hidup (nabi Muhammad).

sama-sama teknis..
diquran hanya berdiri, ruku, sujud
di hadis (katanya yang dilakukan muhammad) lebih variatif
dan yang dilakukan muslim lebih variatif lagi

abu hanan wrote:versi hadits?ngelantur.
“Tidak syah shalat seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah “(HR muslim)

bacalah ayat, tidak harus al fatihah
al fatihah di atas tidak jelas kapan harus dibacanya

abu hanan wrote:versi muslim? = versi hadits.
duduk diantara dua sujud =>Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apabila engkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri."(Hadits Imam Ahmad dan Abu Dawud)

sama dimananya?
hadis dari rukuk langsung berdiri, tapi yang muslim lakukan dari rukuk langsung bersujud lalu bangun dari sujud

abu hanan wrote:tasyahud akhir =>nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : sesungguhnya Allah itu As-salam maka apabila shalat hendaklah kalian itu mengucapkan:

"AT-TAHIYYAATU LILLAHI WAS SHOLAWATU WAT THAYYIBAAT, AS-SALAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIY WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUHU, AS-SALAAMU 'ALAINA WA 'ALAA 'IBAADILLAHIS SHALIHIN. ASYHADU ALLAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASULUHU"

artinya: segala kehormaatan, shalawat dan kebaikan kepunyaan Allah, semoga keselamatan terlimpah atasmu wahai Nabi dan juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Kiranya keselamatan tetap atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih; Aku bersaksi bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammmad itu hamba dan utusan-Nya.(Hadits Imam Bukhari).


di versi hadis kagak ada
hadis di atas, tidak jelas kapan dilakukan..

abu hanan wrote:membaca sholawat =>
"....bagaimana kami harus bershalawat kepadamu? Beliau berkata : ucapkanlah:

"ALLAAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA 'ALAA AALI IBRAHIIM, INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA BAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BARAKTA 'ALAA AALI IBRAHIIM, INNAKA HAMIIDUM MAJIID."

artinya: "Ya Allah berikanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung." (hadits muttafaq 'alaihi)


di versi hadis kagak ada
hadis di atas, tidak jelas kapan dilakukan..

abu hanan wrote:mengucapkan salam=>"Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam."
(Hadits Imam Hakim dan Adz-Dzahabi)


baik versi quran. hadis maupun muslim
pembukanya adalah 'berdiri'
versi quran dan versi hadis gak ada penutupnya (salam)

abu hanan wrote:siapakah koreonya ? uda jelas nabi Muhammad (atas petunjuk Allah) kok masih tanya lagi.

muhammadmelakukan secara beda-beda
yang merangkai menjadi secara muslim sekarang siapa?

abu hanan wrote:bagaimana beliow mengucapkan sholawat?yah,,,sama persis ketika saya berdoa utk diri sayah sendiri.
"..allahumma sholi 'alaa abu hanan..." dst.
doa yg sama ketika sayah lagih ingat MO-MM-admin cs dll...
"..allahumma sholi 'alaa musicman-mang odoy wa 'alaa admin,co admin.." dan seterusnya.

beginikah:
artinya: "Ya Allah berikanlah Shalawat kepada diriku dan keluargaku sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung." (hadits muttafaq 'alaihi)

gimana solawatnya allah kepada muhammad dan keluarga ibrahim>

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by abu hanan on Fri Feb 10, 2012 4:11 pm

SEGOROWEDI wrote:
sama-sama teknis..
diquran hanya berdiri, ruku, sujud
di hadis (katanya yang dilakukan muhammad) lebih variatif
dan yang dilakukan muslim lebih variatif lagi
buku pedoman berbeda dengan juknis...buku pedoman radio A hanya berisi gambar/rangkaian tapi tidak berisi tata cara muter baut,pegang obeng.

SEGOROWEDI wrote:bacalah ayat, tidak harus al fatihah
al fatihah di atas tidak jelas kapan harus dibacanya
harus baca saat sholat.tuh hadits uda jelas banget.

abu hanan wrote:versi muslim? = versi hadits.
duduk diantara dua sujud =>Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apabila engkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri."(Hadits Imam Ahmad dan Abu Dawud)

SEGOROWEDI wrote:sama dimananya?
hadis dari rukuk langsung berdiri, tapi yang muslim lakukan dari rukuk langsung bersujud lalu bangun dari sujud
masa' muslim sholat dari rukuk langsung sujud?lihat dunk di musola dekat rumah.

SEGOROWEDI wrote:di versi hadis kagak ada hadis di atas, tidak jelas kapan dilakukan..

muhammadmelakukan secara beda-beda
yang merangkai menjadi secara muslim sekarang siapa?[/quote]
dasar sholat = sholatlah kalian sebagaimana aku sholat.
nabi muhammad <= diihat berberapa saksi 1st.saksi 1st menyampaikan dan mengajarkan ke beberapa murid2.Murid2 dari saksi 1 mengajarkan ke muridnya lagi begitu seterusnya....kok jadi mundur ke hal 1 ya?

abu hanan wrote:bagaimana beliow mengucapkan sholawat?yah,,,sama persis ketika saya berdoa utk diri sayah sendiri.
"..allahumma sholi 'alaa abu hanan..." dst.
doa yg sama ketika sayah lagih ingat MO-MM-admin cs dll...
"..allahumma sholi 'alaa musicman-mang odoy wa 'alaa admin,co admin.." dan seterusnya.

beginikah:
artinya: "Ya Allah berikanlah Shalawat kepada diriku dan keluargaku sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung." (hadits muttafaq 'alaihi)

gimana solawatnya allah kepada muhammad dan keluarga ibrahim>[/quote]
okelah...itu bisa diterima.

bagaimana pengertian sholawat?
sholawat adalah doa keselamatan/kesejahteraan bagi yg didoakan.pada Allah berarti Allah menaugerahkan kesejahteraan/keselamatan bagi yg meminta dan yang dimintakan.yg berdoa dan yg didoakan.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Fri Feb 10, 2012 4:49 pm

abu hanan wrote:buku pedoman berbeda dengan juknis...buku pedoman radio A hanya berisi gambar/rangkaian tapi tidak berisi tata cara muter baut,pegang obeng.

sudah dibilang keduanua bicara teknis solat
quran: berdiri, ruku, sujud
hadis: lebih variatif
muslim: jauh lebih variatif lagi

abu hanan wrote:masa' muslim sholat dari rukuk langsung sujud?lihat dunk di musola dekat rumah.

berarti pelajaran 7 salah?

abu hanan wrote:dasar sholat = sholatlah kalian sebagaimana aku sholat.
nabi muhammad <= diihat berberapa saksi 1st.saksi 1st menyampaikan dan mengajarkan ke beberapa murid2.Murid2 dari saksi 1 mengajarkan ke muridnya lagi begitu seterusnya....kok jadi mundur ke hal 1 ya?

kok solat kalian sekarang beda dengan solatnya muhammad di hadis?
itu pertanyaannya

abu hanan wrote:okelah...itu bisa diterima.

bagaimana pengertian sholawat?
sholawat adalah doa keselamatan/kesejahteraan bagi yg didoakan.pada Allah berarti Allah menaugerahkan kesejahteraan/keselamatan bagi yg meminta dan yang dimintakan.yg berdoa dan yg didoakan.

muslim mensolawati muhammad -> muslim mendoakan muhammad supaya dapat anugerah
allah mensolawati muhammad -> allah menganugerahkan kesejahteraan ke muhammad
KOK BEDA?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by abu hanan on Fri Feb 10, 2012 5:07 pm

SEGOROWEDI wrote:
abu hanan wrote:buku pedoman berbeda dengan juknis...buku pedoman radio A hanya berisi gambar/rangkaian tapi tidak berisi tata cara muter baut,pegang obeng.

sudah dibilang keduanua bicara teknis solat
quran: berdiri, ruku, sujud
hadis: lebih variatif
muslim: jauh lebih variatif lagi

abu hanan wrote:masa' muslim sholat dari rukuk langsung sujud?lihat dunk di musola dekat rumah.

berarti pelajaran 7 salah?

abu hanan wrote:dasar sholat = sholatlah kalian sebagaimana aku sholat.
nabi muhammad <= diihat berberapa saksi 1st.saksi 1st menyampaikan dan mengajarkan ke beberapa murid2.Murid2 dari saksi 1 mengajarkan ke muridnya lagi begitu seterusnya....kok jadi mundur ke hal 1 ya?

kok solat kalian sekarang beda dengan solatnya muhammad di hadis?
itu pertanyaannya

abu hanan wrote:okelah...itu bisa diterima.

bagaimana pengertian sholawat?
sholawat adalah doa keselamatan/kesejahteraan bagi yg didoakan.pada Allah berarti Allah menaugerahkan kesejahteraan/keselamatan bagi yg meminta dan yang dimintakan.yg berdoa dan yg didoakan.

muslim mensolawati muhammad -> muslim mendoakan muhammad supaya dapat anugerah
allah mensolawati muhammad -> allah menganugerahkan kesejahteraan ke muhammad
KOK BEDA?
kalow anda bilang hadits beda dengan versi muslim adalah SALAH besar saat baca penjelasan ttg sholat.dari awal anda uda salah.

SW wrote: kok solat kalian sekarang beda dengan solatnya muhammad di hadis?
itu pertanyaannya
kan uda dibilang kaidah/dasar pelaksanaan sholat adalah sholatlah kalian sebagaimana aku sholat.

SW wrote:muslim mensolawati muhammad -> muslim mendoakan muhammad supaya dapat anugerah
allah mensolawati muhammad -> allah menganugerahkan kesejahteraan ke muhammad
KOK BEDA?
jelas beda.diluar/selain Allah,kepada siapa lagi muslim berdoa?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Fri Feb 10, 2012 5:15 pm

abu hanan wrote:kalow anda bilang hadits beda dengan versi muslim adalah SALAH besar saat baca penjelasan ttg sholat.dari awal anda uda salah.

satu hadis yang memuat lengkap seperti solatmu sama-sekali kagak ada
adanya potongan-potongan solat, maka yang merangkai itu siapa?

abu hanan wrote:kan uda dibilang kaidah/dasar pelaksanaan sholat adalah sholatlah kalian sebagaimana aku sholat.

mana satu hadis yang memuat solatnya muhammad
dan itu sama dengan solatmu saat ini?

abu hanan wrote:jelas beda.diluar/selain Allah,kepada siapa lagi muslim berdoa?

lha allah berdoa (baca: bersolawat) ke siapa?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by abu hanan on Fri Feb 10, 2012 5:35 pm

SEGOROWEDI wrote:
abu hanan wrote:kalow anda bilang hadits beda dengan versi muslim adalah SALAH besar saat baca penjelasan ttg sholat.dari awal anda uda salah.

satu hadis yang memuat lengkap seperti solatmu sama-sekali kagak ada
adanya potongan-potongan solat, maka yang merangkai itu siapa?

abu hanan wrote:kan uda dibilang kaidah/dasar pelaksanaan sholat adalah sholatlah kalian sebagaimana aku sholat.

mana satu hadis yang memuat solatnya muhammad
dan itu sama dengan solatmu saat ini?

abu hanan wrote:jelas beda.diluar/selain Allah,kepada siapa lagi muslim berdoa?

lha allah berdoa (baca: bersolawat) ke siapa?
yg merangkai siapa...baca dari awal.

lho kan muslim yakin kepada Allah menggantungkan doa/berdoa.kepada siapa lagi?gak ada mbak..kecuali anda ngibul kayak biasanya..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Sat Feb 11, 2012 10:53 am

abu hanan wrote:
yg merangkai siapa...baca dari awal.

lho kan muslim yakin kepada Allah menggantungkan doa/berdoa.kepada siapa lagi?gak ada mbak..kecuali anda ngibul kayak biasanya..

adanya hadis-hadis berisi potongan-potongan aktivitas solat
tak ada satu hadispun yang menulis utuh aktivitas solat seperti yang kamu lakukan sekarang
pertanyaan: perangkai/koreonya siapa?

muslim dan ilahnya sama-sama bersolawat
- muslim berdoa
- ilahnya ...... ?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by mang odoy on Wed Feb 15, 2012 8:33 pm

SEGOROWEDI wrote:
abu hanan wrote:
yg merangkai siapa...baca dari awal.

lho kan muslim yakin kepada Allah menggantungkan doa/berdoa.kepada siapa lagi?gak ada mbak..kecuali anda ngibul kayak biasanya..

adanya hadis-hadis berisi potongan-potongan aktivitas solat
tak ada satu hadispun yang menulis utuh aktivitas solat seperti yang kamu lakukan sekarang
pertanyaan: perangkai/koreonya siapa?

muslim dan ilahnya sama-sama bersolawat
- muslim berdoa
- ilahnya ...... ?

lha itu..ibadat di gereja pake organ tunggal...niru siapa...???
ngeritik aja kerjaan...kalo dikritik balik..ngejawab pake kentut..

Sholawat...hanyalah sebuah apresiasi...
Kecuali kalo emang ada Muslim yang mengartikan lain...


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Wed Feb 15, 2012 8:57 pm

mang odoy wrote:
lha itu..ibadat di gereja pake organ tunggal...niru siapa...???
ngeritik aja kerjaan...kalo dikritik balik..ngejawab pake kentut..

Sholawat...hanyalah sebuah apresiasi...
Kecuali kalo emang ada Muslim yang mengartikan lain...

kan yang klaim solat secara muhammad kalian
padahal di quran cuma berdiri, ruku dan sujud
ternyata tak satu hadispun yang menuliskan secara lengkap solat a la muhammad
(lengkap = yang kalian lakukan saat ini)

manusia mengapresiasi Tuhan, bukan sebaliknya, kek ilahnya muhammad,
muslim juga gitu malah menjunjung-junjung manusia (nabi) bukan ilahnya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by islam pasti jaya on Wed Feb 15, 2012 9:12 pm

SEGOROWEDI wrote:
mang odoy wrote:
lha itu..ibadat di gereja pake organ tunggal...niru siapa...???
ngeritik aja kerjaan...kalo dikritik balik..ngejawab pake kentut..

Sholawat...hanyalah sebuah apresiasi...
Kecuali kalo emang ada Muslim yang mengartikan lain...

kan yang klaim solat secara muhammad kalian
padahal di quran cuma berdiri, ruku dan sujud
ternyata tak satu hadispun yang menuliskan secara lengkap solat a la muhammad
(lengkap = yang kalian lakukan saat ini)

manusia mengapresiasi Tuhan, bukan sebaliknya, kek ilahnya muhammad,
muslim juga gitu malah menjunjung-junjung manusia (nabi) bukan ilahnya

Al-quran tidak menjelaskan secara lengkap atau terperinci tentang gerakan sholat, maka itu fungsi Al-Hadist adalah sbg penjabaran Al-quran salah satunya.....

Tentang gerakan sholat termuat dalam berbagai Hadist---selain termuat dalam Hadist (tulisan), gerakan sholat juga diajarkan secara turun temurun atau menyambung makanya di seluruh Dunia gerakan sholat itu sama tahapan gerakannya...

islam pasti jaya
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 354
Kepercayaan : Islam
Join date : 16.01.12
Reputation : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by mang odoy on Wed Feb 15, 2012 9:20 pm

SEGOROWEDI wrote:
mang odoy wrote:
lha itu..ibadat di gereja pake organ tunggal...niru siapa...???
ngeritik aja kerjaan...kalo dikritik balik..ngejawab pake kentut..

Sholawat...hanyalah sebuah apresiasi...
Kecuali kalo emang ada Muslim yang mengartikan lain...

kan yang klaim solat secara muhammad kalian
padahal di quran cuma berdiri, ruku dan sujud
ternyata tak satu hadispun yang menuliskan secara lengkap solat a la muhammad
(lengkap = yang kalian lakukan saat ini)

manusia mengapresiasi Tuhan, bukan sebaliknya, kek ilahnya muhammad,
muslim juga gitu malah menjunjung-junjung manusia (nabi) bukan ilahnya

Gw pending dulu ngejawab ocehan lu diatas...
Gw pengen tau dulu...bisa gak lu jawab pertanyaan gw yang ini...kalo perlu gw buatin tret baru mengenai hal ini..

"...lha itu..ibadat di gereja pake organ tunggal...niru siapa...???..."

Ayooo...jawab dulu...gw penasaran apa jawaban lu...setelah lu jawab...gw buatin tret khusu buat ngelanjutinnya...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 16, 2012 11:05 am

islam pasti jaya wrote:
Al-quran tidak menjelaskan secara lengkap atau terperinci tentang gerakan sholat, maka itu fungsi Al-Hadist adalah sbg penjabaran Al-quran salah satunya.....

Tentang gerakan sholat termuat dalam berbagai Hadist---selain termuat dalam Hadist (tulisan), gerakan sholat juga diajarkan secara turun temurun atau menyambung makanya di seluruh Dunia gerakan sholat itu sama tahapan gerakannya...

justeru itu yang ditanyakan: koreonya siapa?
karena di hadis hanya ada potongan-potongan, apalagi di quran (cuman nyuruh berdiri, ruku, dan sujud)

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 16, 2012 11:08 am

mang odoy wrote:
Gw pending dulu ngejawab ocehan lu diatas...
Gw pengen tau dulu...bisa gak lu jawab pertanyaan gw yang ini...kalo perlu gw buatin tret baru mengenai hal ini..

"...lha itu..ibadat di gereja pake organ tunggal...niru siapa...???..."

Ayooo...jawab dulu...gw penasaran apa jawaban lu...setelah lu jawab...gw buatin tret khusu buat ngelanjutinnya...

gak niru sapa-sapa..
mo pakai organ, pakai organ; mo pakai gamelan, pakai gamelan; mo pakai rebana, akai rebana
dan sebagainya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: inti ajaran islam

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik