FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

"menyalibkan" nafsu kedagingan/keduniawian untuk menemukan kebenaran ilahiyah yang hakiki

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

"menyalibkan" nafsu kedagingan/keduniawian untuk menemukan kebenaran ilahiyah yang hakiki

Post by keroncong on Fri Nov 21, 2014 3:08 am

Matius 26:41

Kita sudah sampai ke Matius 26:41.

Ayat ini adalah bagian dari peristiwa di Taman Getsemani, saat-saat yang sangat penting dan menentukan dalam kehidupan Yesus. Di Taman Getsemani, dia memanjatkan sebuah doa yang intens dan penuh kepedihan. Di saat-saat genting itu dia mengharapkan 'sedikit pertolongan' - secuil persekutuan, sedikit kebersamaan dari para muridnya. Akan tetapi, para murid tidak mampu bersamanya. Mereka tidak mampu untuk tetap terjaga. Saat tiba waktunya untuk berdoa bersama, mereka malah tertidur. Mereka ingin tetap berjaga akan tetapi mereka tidak mampu melakukannya. Kiranya kita tidak meniru perilaku yang sangat mengecewakan dari ketiga rasul ini.

Penyebab dari ketidakmampuan ini dijelaskan di dalam ayat 41.

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

Daging itu lemah

Di sini disebutkan bahwa daging lemah. Roh memang penurut. Para murid memang mau berusaha untuk berjaga-jaga bersama Yesus di saat-saat yang mengerikan ini. Mereka mau mengikut dia sampai pada kesudahannya. Kerelaan dan kesediaan itu memang ada. Akan tetapi daging lemah. Daging mencegah mereka untuk mencapai apa yang mereka kejar.

Roh memang bersemangat

Kata 'willing (bersedia, rela - dalam LAI diterjemahkan dengan kata penurut)' merupakan terjemahan yang kurang menggambarkan maka kata Yunani aslinya. Makna aslinya lebih dari sekadar willing (bersedia, rela). Makna kata aslinya adalah eager (bersemangat). Roh memang bersemangat. Roh para rasul benar-benar bersemangat, seperti yang diakui oleh Yesus. Fakta bahwa mereka gagal menjalankannya itu bukan karena roh mereka tidak bersedia melakukannya. Kata ini berasal dari kata prothumos, yang terbentuk dari dua kata. Bagian yang keduanya, thumos, mengungkapkan semangat yang menyala-nyala. Niat mereka itu lebih dari sekadar kesediaan. Suatu kesediaan bisa digambarkan lewat kalimat, "Baiklah, aku ikut." "Maukah kamu mengerjakannya?" "Baiklah." Mungkin jawaban ini menggambarkan kesediaan tanpa semangat. Kata yang diterjemahkan sebagai penurut di dalam ayat itu memiliki gambaran yang berbeda. Maksud dari kata aslinya adalah bahwa roh memang penurut dalam arti sangat bersemangat. Petrus berkata, "Kami bersedia mati demi engkau. Kami akan mengikut engkau sampai pada kesudahannya." Ini bukanlah sekadar ungkapan kesediaan; ini adalah ungkapan semangat yang berapi-api. Kesiapan untuk mati. Namun di dalam tahap pelaksanaannya, kegagalan muncul bukan karena roh tidak bersemangat mengerjakannya, namun karena daging menjadi hambatan terbesarnya.

Kata 'eager (bersemangat)' ini mengungkapkan suatu niat yang kuat. Paulus memakai kata ini di Roma 1:15, "Aku ingin (eager = bersemangat) untuk memberitakan Injil," ke manapun Injil belum diberitakan, entah kepada orang-orang Roma maupun kepada orang asing lainnya. Dia sangat bersemangat untuk memberitakan Injil kepada mereka. Contoh lain pemakaiannya ada di 2 Korintus 8:19. Di sini ditunjukkan semangat (LAI menerjemahkannya dengan kata 'kerelaan') untuk menolong para saudara seiman di Yerusalem yang sedang kekurangan. Mereka sangat bersemangat untuk menolong dan semangat ini membangkitkan sukacita besar bagi Paulus.

Daging menentang kuasa Allah yang bekerja di dalam diri Anda

Konflik atau pertentangan antara daging dan roh adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Tanpa mengetahui bagaimana mengatasi hal ini, kita tidak akan maju. Kita tidak akan maju secara rohani karena daging akan selalu menghalangi langkah kita

Saat Anda ingin menjadi seorang Kristen, daging mulai memprotes

Hal ini sudah terjadi saat Anda pertama kali berhubungan dengan Injil. Saat Anda sedang memikirkan apakah akan menjadi seorang Kristen, saat itu juga Anda akan mengalami realitas konflik ini. Mungkin Anda bersedia menjadi seorang Kristen, namun segera saja daging bangkit dan menghentikan Anda.

Daging akan berkata, "Jangan bodoh. Jangan konyol. Jangan lakukan hal semacam itu. Kamu tidak boleh lakukan hal itu padaku (yakni kepada daging). Tak masalah jika sesekali pergi ke gereja. Itu memang baik. Menyanyikan beberapa lagu. Mereka memang punya beberapa lagu yang enak dinyanyikan, tapi jangan ikuti mereka. Kamu bisa terikat. Dan sekali terikat, kamu tidak bisa lepas lagi. Sangatlah berbahaya menjadi seorang Kristen." Lalu Anda merenungkan apa kira-kira bahayanya menjadi seorang Kristen. Daging punya banyak alasan. "Kawan-kawanmu akan mentertawakanmu. Kekasihmu yang cantik akan meninggalkanmu." "Mau jadi orang alim? Lupakan saja! Tidak akan berhasil. Mungkin Allah akan mengutus Anda memberitakan Injil ke suatu tempat." Lalu Anda mulai memikirkan tentang segala kemungkinan dan bahaya yang terbentang di hadapan Anda. Dan daging akan mengingatkan Anda tentang semua resiko ini. "Bagaimana dengan pendapat ayahmu? Bagaimana pendapat ibumu? Bagaimana dengan pendapat orang-orang lain? Bagaimana pendapat bosmu? Apa yang akan terjadi padaku? Mungkin aku tidak bisa lagi menonton film. Mungkin aku tidak bisa lagi berdansa dengan teman-teman. Mana mungkin aku boleh berdansa sebagai seorang Kristen? Pasti dilarang. "

Daging mulai mengajukan berbagai rintangan, entah yang benar-benar berlaku atau yang konyol. Sejak saat Anda mulai bersentuhan dengan realitas rohani, konflik antara roh dengan daging pasti terjadi. Yesus sedang menyampaikan suatu realitas yang mendasar di sini. Hal ini bukan filsafat dan bukan hipotesis melainkan suatu realitas. Realitas kehidupan rohani adalah hal yang bisa Anda alami: ada kuasa yang sedang menentang kuasa rohani yang bekerja di dalam diri Anda. Realitas rohani bukanlah suatu khayalan. Bagi mereka yang berusaha mengikut Tuhan sebagai murid, realitas konflik antara daging dan roh adalah masalah yang akan dirasakan setiap hari dan setiap saat.

Begitu Anda berpikir untuk melayani Tuhan, daging akan protes

Lebih jauh lagi. Misalnya jika Anda berpikir untuk melayani Tuhan, pada saat itu daging akan benar-benar protes! Ia akan benar-benar menjerit. "Ini tidak boleh dilakukan! Menjadi orang Kristen boleh-boleh saja. Pergi ke gereja, masih bagus. Dibaptis, baiklah, masih bisa ditolerir. Melayani Tuhan? Apa kamu sudah gila? Bagaimana dengan aku (daging)?" Ia akan mencegah sekuat mungkin. Pertarungan akan menjadi sangat sengit. Selanjutnya, daging akan bertanya, "Apakah ini benar-benar kehendak Allah? Kamu sendiri tidak pasti, bukan?" Lalu Anda sendiri akan kebingungan, "Bagaimana aku bisa tahu bahwa ini kehendak Allah?" Tak ada hal yang lebih efektif untuk mencegah langkah Anda dibandingkan dengan membuat Anda bingung.

Saya sering melihat orang Kristen yang berada di tahap ini: ingin melayani Tuhan, namun mendadak kebingungan. Muncul masalah. Datanglah hambatan. Sering saya duduk dan mendengarkan seseorang memberi penjelasan kepada saya tentang mengapa dia tidak melayani Tuhan, dan saya tidak memberikan komentar apa-apa. Saya hanya menyimak dan membatin, "Daging sudah memenangkan satu pertempuran lagi."

Daging itu sangat licik, dan akan memakai argumentasi rohani melawan Anda

Daging tidak hanya memakai cara-cara yang sederhana. Daging itu sangat licik. Daging akan mendekati Anda dengan memakai segala macam argumen yang masuk akal, bahkan argumen yang rohani. Dia akan memakai argumentasi rohani, sekalipun tidak mempercayainya. Tujuannya hanyalah untuk menang, entah dengan cara yang jujur atau curang, yang penting menang. Daging tidak peduli dengan kejujuran.

Selama ia bisa mencapai tujuannya, maka ia akan memakai semua argumentasi. Daging akan bertanya, "Bagaimana Anda tahu bahwa ini kehendak Allah?" Dan karena kebanyakan orang Kristen tidak tahu bagaimana mengetahui kehendak Allah, maka Anda akan cepat dihentikan di titik itu. Anda memerlukan banyak waktu hanya untuk mempelajari bagaimana mengetahui kehendak Allah, mungkin sampai 5 tahun. Dan saat Anda sampai pada pemahaman tentang bagaimana mengetahui kehendak Allah, maka daging sudah punya pokok masalah lain untuk diajukan. Daging memang sangat licik.

Seperti seorang kenalan saya yang pernah mau mengajukan lamaran ke sebuah Sekolah Alkitab. Dia bergumul dengan niatnya ini untuk beberapa waktu. Daging mengajukan banyak tentangan, namun akhirnya dia berhasil juga mengisi formulir itu, menutup amplopnya dan menaruh perangko. Suatu pergumulan yang luar biasa. Dia harus memerangi daging di sepanjang jalan itu. Ketika dia sedang dalam perjalanan menuju kotak surat, dia bertemu dengan pendeta setempat. "Sedang apa kamu?" "Aku mau mengirimkan surat ini ke Sekolah Alkitab." Sekolah Alkitab yang mana?" "Yang di Skotlandia." "Oh, jangan! Jangan masuk Sekolah Alkitab! Untuk apa kamu ke Sekolah Alkitab!"

Oh, pendeta melarang dia untuk masuk Sekolah Alkitab. Ini pasti suara dari Tuhan! Dia tidak memerlukan penegasan lebih lanjut. Ucapan pendeta itu sudah menjadi alasan atau penjelasan mengapa dia tidak melanjutkannya. Camkanlah prinsip ini: pertempuran antara roh dengan daging. Waspadailah kelicikan daging, kesiap-sediaan untuk memakai segala alasan, entah yang rohani maupun yang duniawi untuk mengalahkan Anda.

Apa artinya "lemah"?

Di sini, Yesus sedang bercakap-cakap kepada para rasul, dengan orang-orang yang berkomitmen - orang-orang yang berkomitmen untuk megikut dia sampai pada akhirnya! Petrus berkata, "Aku bersedia mati bersamamu." Dan dia memang serius dengan pernyataannya ini. Tak seorangpun yang meragukan tekadnya itu. Akan tetapi, walau dengan segala kerelaan mereka, perhatikan betapa merekapun bisa gagal. Mengapa? Karena daging itu lemah. Apakah arti kata 'lemah' ini?

Kata aslinya di dalam bahasa Yunani adalah asthenes. Kata asthenes ini terdiri dari dua kata, dan bagian utama dari keduanya itu memiliki makna 'kekuatan'. Sedangkan kata yang satunya lagi bermakna 'tidak', jadi, makna harfiahnya adalah tanpa kekuatan. Lemah berarti kekuatan yang telah dilumpuhkan. Kata ini sangat sering muncul di dalam Alkitab dan dipakai untuk menggambarkan orang yang sedang sakit. Kapankah Anda menjadi lemah? Pada saat Anda sedang sakit. Saat itu Anda tidak memiliki kekuatan. Saat Anda terserang demam, kaki Anda mendadak menjadi lemah. Inilah makna lemah yang dimaksudkan oleh kata asthenes itu.

Itu juga sebabnya mengapa kata ini selalu dipakai untuk menunjuk pada penyakit. Di Kisah 4:9, misalnya, kata ini menunjuk kepada seorang yang lumpuh sejak lahirnya. Kata-kata yang bersangkutan dalam bentuk kata kerja dan juga kata benda, dipakai sampai lima kali di Yohanes 11, yang berbicara tentang Lazarus. Anda tentu ingat tentang Lazarus yang sakit dan kemudian mati? Dan kata ini dipakai sampai 5 kali dalam menggambarkan penyakitnya sampai dia mati.

Mengapa daging 'lemah'?

Daging, yang dilemahkan oleh dosa, tidak akan bisa menolong kita

Demikianlah, tubuh menjadi lemah karena penyakit. Akan tetapi hal apa yang membuat daging menjadi lemah? Daging menjadi lemah karena dosa, demikian kata Paulus di kitab Roma. Di Roma 5:6, kondisi sebagai seorang non-Kristen digambarkan sebagai kondisi lemah. Hal ini sangatlah menarik, Paulus berkata bahwa waktu kita masih lemah - perhatikan kata lemah tersebut - Kristus telah mati untuk kita. Apa maksud pernyataan waktu kita masih lemah? Itu adalah saat kita masih berada di dalam keadaan di mana dosa menguasai kita, dan oleh karenanya, daging yang telah dilemahkan oleh dosa ini tidak bisa menolong kita. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Pada saat itu kita lemah. Paulus berkata, "Waktu kamu masih lemah," artinya adalah ketika kita masih belum menjadi Kristen, "Kristus sudah mati bagi kita." Jadi, kelemahan ini adalah dampak dari bercokolnya dosa di dalam daging. Ini adalah pokok yang sangat penting di dalam Kitab Scuci, yang merupakan pokok kunci di dalam seluruh isi kitab Roma. Isi kitab Roma berbicara tentang masalah kerelaan roh di satu sisi dan kelemahan daging di sisi lain.

Kita akan menelusuri hal ini lebih jauh lagi nanti. Kita akan menelaah tentang makna kata 'lemah' ini.

Apa artinya Imam besar umat Israel itu diliputi kelemahan?

Di Ibrani 7:28, penulis kitab berkata bahwa imam besar umat Israel diliputi kelemahan. Apakah ini bermakna bahwa imam besar itu mengalami masalah kesehatan? Tentu saja tidak. Yang dimaksudkan dengan imam besar yang diliputi kelemahan itu adalah dia itu sama seperti orang yang lain, tunduk pada dosa. Berbeda dengan Yesus, si imam besar ini tidak bisa menang dalam pertarungan melawan dosa. Dia itu lemah. Dia tidak bisa mencapai kemenangan dengan kekuatannya sendiri. Dia memiliki kelemahan yang sama dengan umat manusia lainnya - ada dalam belenggu dosa. Itulah pokok yang diajukan oleh isi kitab Ibrani, bahwa Hukum Taurat tidak bisa membantu kita untuk memenangkan pertempuran melawan dosa. Hukum Taurat bisa menjelaskan apa itu dosa, akan tetapi dia tidak bisa menolong kita mengalahkan dosa.

Daging dapat dilemahkan untuk tidak menjadi penghalang

Daging membuat perkara-perkara rohani menjadi sangat sukar untuk kita pahami. Pemahaman akan perkara-perkara rohani tidak ada hubungannya dengan kecerdasan. Ada orang yang mungkin saja sangat cerdas akan tetapi dia sangat kesukaran di dalam memahami perkara-perkara rohani. Mengapa? Karena daging sedang bekerja di dalam dirinya, terus-menerus menolak masuknya pemahaman rohani; daging melumpuhkan kemampuannya untuk memahami perkara-perkara rohani. Orang itu tidak bisa berfungsi secara rohani. Daging membuat kita sangat terhalang, bukan hanya di dalam melakukan hal-hal yang rohani, melainkan di dalam urusan memahaminya juga.

Cukup banyak orang yang memiliki kecerdasan tinggi, namun ketika mereka mempelajari Alkitab, mereka kesulitan memahami apa yang disampaikan. Jika Anda perhatikan bahasanya, bahasa yang dipakai di sana cukup sederhana. Tata bahasanya juga mudah. Akan tetapi Anda tidak bisa mengetahui maknanya. Hal ini bukan karena Anda kurang cerdas, melainkan karena Anda kurang memiliki kapasitas rohani untuk bisa memahaminya. Anda akan mendapati bahwa seiring dengan pertumbuhan kerohanian Anda akan bisa memahami pokok-pokok tersebut dengan sangat mudah. Seiring dengan dilemahkannya daging, dengan semakin terkendalinya daging, maka pemahaman rohani Anda menjadi semakin jelas dan tajam.

Saya rasa, saya ini tidak lebih pandai dari ketika saya pertama kali menjadi seorang Kristen. Namun, sekarang ini, saya bisa memahami banyak hal yang dulunya tidak bisa saya pahami. Dulunya, semua hal itu terasa begitu jauh dari penalaran saya, saya tidak bisa membayangkan apa makna pokok-pokok tersebut. Namun sekarang ini, saat saya pelajari lagi, saya dapati bahwa saya mampu memahami pokok-pokok tersebut dengan cepat. Seiring dengan berlangsungnya peperangan melawan daging, saat daging menjadi semakin terkendali, maka ia tidak lagi menjadi penghalang yang efektif terhadap pemahaman rohani saya.

Sangat sukar menahan kantuk saat Anda tidak memahami sesuatu

Saat Anda tidak memahami sesuatu, maka Anda akan mengalami masalah yang sama dengan para rasul di sini - yakni sukar untuk menahan kantuk. Orang yang pertama kali datang ke gereja, mereka ini sangat sukar untuk tetap berjaga saat mendengar khotbah. Mengapa? Karena pokok yang disampaikan sangat sukar untuk dipahami. Apa yang sedang dibicarakan? Lebih mudah memahami fisika daripada memahami isi pembicaraan orang ini. Memahami pelajaran kimia juga masih lebih mudah. Namun pemahaman Anda akan bertambah dengan bertambahnya pengetahuan Anda. Bertambahnya pengetahuan jelas akan menambah pemahaman Anda.

Namun ada hal-hal yang tidak bisa dijangkau bahkan oleh penambahan pengetahuan Anda. Ada aspek-aspek dari kebenaran rohani yang bergantung pada pengalaman dan pengertian rohani. Dan pemahaman tersebut tidak akan Anda dapatkan selama daging masih mengendalikan pikiran Anda.

Orang Kristen yang dikendalikan oleh daging disebut orang Kristen yang duniawi. Alkitab menguraikan seperti apa orang Kristen yang duniawi. Orang Kristen yang duniawi adalah orang Kristen yang cara berpikirnya masih didominasi oleh cara berpikir yang lama, dikendalikan oleh daging dan bertentangan dengan cara berpikir yang rohani. Hal itulah yang membuat perkara-perkara rohani menjadi sangat sukar untuk mereka pahami.

Sejak kecil Anda telah diindoktrinasi dengan ajaran materialisme. Benak Anda yang dikuasai oleh kedagingan, sama sekali tidak mampu berpikir tentang perkara-perkara rohani. Inilah keadaan kita ketika masih menjadi orang non-Kristen. Kita semua dikendalikan oleh daging dalam takaran kecil ataupun besar.

Apakah menurut Anda isi khotbah ini sukar untuk dipahami? Sebenarnya, tak ada yang sukar di sini. Paulus berkata kepada jemaat di Roma, di Roma 6:19, "Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu." Dia sedang berbicara kepada jemaat di Roma, dan orang-orang Kristen di Roma ini sangat lemah. "Aku harus berbicara dengan bahasa yang lebih sederhana kepadamu karena aku menyadari akan kelemahanmu." Dia sadar bahwa semua orang Kristen terbelenggu pada kelemahan dalam memahami perkara rohani, dan Paulus berkata bahwa dia memakai ungkapan-ungkapan sederhana karena mereka sukar memahaminya. Kata Yunani yang dipakai adalah kata 'lemah' yang sama.

Kitab Roma dan Galatia berbicara tentang petempuran antara roh dan daging

Paulus menulis dua surat untuk menangani pokok tentang pertempuran daging dan roh ini. Kitab Roma adalah salah satunya. Kata 'daging' dan 'roh' muncul dalam jumlah yang banyak di kitab ini, terutama di pasal 7 dan 8, yang merupakan inti dari kitab ini. Dalam kedua pasal itu, dia secara khusus mengupas persoalan ini.

Juga di dalam kitab Galatia Paulus dengan intens menguraikan pokok ini. Sangatlah menarik untuk memerhatikan bahwa secara statistik kata 'daging' dan juga kata 'roh' muncul sebanyak 18 kali di dalam kitab Galatia. Ini adalah persentase yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan kitab-kitab lainnya di dalam Perjanjian Baru.

Bagaimana kita bisa mengatasi persoalan daging ini?

Bagaimana kita bisa mengatasi masalah daging ini? Ketika Anda telah melihat secercah pemahaman akan kebenaran rohani, roh Anda mungkin akan sangat bersemangat. Ada api yang menyala di dalam hati Anda, namun jika Anda tidak mengetahui prinsip rohani dalam menangani kedagingan, maka Anda akan dihambat di sepanjang kehidupan Kristen Anda.

Hidup di bawah kendali Roh untuk mematahkan kuasa daging

Setiap orang Kristen, termasuk rasul Paulus, memulai dengan kondisi yang sama. Dia tidak berada dalam keadaan yang lebih diuntungkan daripada kita. Namun apa yang membuat rasul Paulus berbeda dari kita? Hal apa yang membuat dia menjadi raksasa rohani? Dan hal apa yang membuat sebagian besar orang Kristen begitu kerdil, biasa-biasa saja, dan tidak memiliki kuasa? Apakah menurut Anda Paulus itu dilahirkan secara rohani dengan menikmati beberapa keuntungan yang lebih dari kita? Sama sekali tidak. Dia sendiri menjelaskan persoalan yang dia hadapi di Roma 7:15 - Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. "Selalu saja aku dikalahkan," kata Paulus, "dari pengalamanku sendiri, aku tahu bahwa sedang terjadi peperangan yang mengerikan antara roh dengan daging." Paulus juga mengalami persoalan yang sama, lalu apa yang membuat dia menjadi raksasa rohani? Dia berhasil mengalahkan daging dengan kasih karunia dari Allah. "Aku bisa melakukan segala hal," demikian kata Paulus. Saya tidak tahu ada berapa banyak orang Kristen yang berani berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku," seperti yang Paulus katakan di Filipi 3:14.

Perhatikan kata 'kekuatan' yang merupakan lawan dari 'kelemahan'. Kuasa Allah bekerja sangat efektif di dalam diri Paulus, begitu berjaya di dalam diri Paulus, sehingga dia yakin bahwa tidak ada hal yang mustahil untuk dia kerjakan. Daging sudah diletakkan di bawah pengendalian roh sepenuhnya. Dia telah mematahkan kuasa daging dengan Roh Allah di dalam hidupnya. Rahasia inilah yang dia bagikan di Roma pasal 8. Dia tidak menyimpan sendiri rahasia itu. Dia memberitahu kita bagaimana cara dia mengerjakannya. Dia berkata bahwa oleh Roh, dengan cara hidup di bawah kendali Roh, dia mampu untuk mematahkan kuasa daging, dan mampu menunaikan semua hal yang perlu dia capai. Jika dia bisa melakukannya, tentu kita juga bisa melakukannya.

Di Kolose 1:29, Paulus berkata bahwa dia berjuang dengan seluruh kekuatan, dengan segenap kuasa yang Allah inspirasikan di dalam dirinya. Wah! Sungguh fantastis! Segenap kuasa Allah dimunculkan di dalam dirinya! Tak heran jika rasul ini mampu mengguncang dunia. Kuasa Allah mengalir tanpa hambatan di dalam dirinya. Allah bisa menjadikan siapapun di antara kita di sini sebagai saluran kuasaNya untuk menjangkau dunia. Kalau saja kita tidak sekadar memiliki kesediaan, bukan sekadar semangat, melainkan juga pengetahuan tentang cara menangani daging berikut kelemahan yang diakibatkan olehnya. Dan justru hal inilah yang sangat ingin saya bagikan sekarang ini. Kita perlu meneliti beberapa prinsip vital di sini, yang jika kita terapkan dengan mengandalkan kuasa Roh maka kita bisa menerapkan prinsip-prinsip tersebut sepenuhnya. Mewujudkan kuasa Allah di tengah angkatan ini adalah hal yang sangat perlu untuk dilakukan.

"Orang-orang Kristen" yang bersemangat namun masih kedagingan

Memang terdapat banyak orang-orang Kristen yang bersedia, bahkan bersemangat, di tengah gereja. Semangat mereka benar-benar meluap, akan tetapi mereka tidak berhasil menang melawan kedagingan. Kadang kala, saya merasa sangat sedih melihat orang-orang muda yang bersemangat tinggi akan tetapi tidak bisa memenangkan peperangan melawan dosa, mereka tidak mampu. Seringkali itu terjadi karena mereka tidak mau sepenuhnya melepaskan keinginan-keinginan daging mereka. Dengan demikian roh memang rela tapi daging mereka lemah.

Bagaimana kita menang atas daging?

Lalu bagaimana cara Paulus menangani masalah ini? Di Roma 8:5: Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Apa artinya memikirkan hal-hal dari Roh? Bagaimana kita akan mengartikannya? Saya berusaha untuk memusatkan pikiran saya di saat saya berdoa, akan tetapi saya tidak berhasil, inilah persoalannya. Kesediaan dan semangat untuk memusatkan pikiran saya memang ada. Namun masalahnya adalah saya tidak berhasil melakukannya.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan

Yang dimaksudkan oleh Paulus di sini bukan sekadar satu tindakan memusatkan pikiran terhadap suatu hal. Maksud dari kata 'memikirkan' itu adalah keasyikan kita akan suatu hal. Dia tidak berbicara tentang apa yang bisa kita lakukan, melainkan tentang apa yang akan terjadi saat pemikiran kita terfokus pada suatu hal. Manusia yang terikat dengan keduniawian, pikirannya akan selalu tercurah pada urusan-urusan duniawi, urusan kedagingan. Itulah sebabnya mengapa dia disebut duniawi karena pikiran dan hasratnya tersita dalam hal-hal itu. Apa yang menyita pikiran Anda menunjukkan siapa diri Anda yang sebenarnya. Inilah prinsip dasarnya.

Amatilah diri Anda sendiri dan lihat hal-hal apa yang Anda pikirkan setiap harinya. Itulah caranya Anda mendiagnosa keadaan rohani Anda. Itulah denyut nadi rohani Anda. Silakan periksa apa isi pikiran Anda jika ingin tahu keadaan rohani Anda.

Mungkin yang Anda pikirkan adalah masa depan atau bahkan kekasih Anda. Hal-hal tentang dunia menyita benak Anda setiap harinya. Semuanya merupakan urusan keduniawian, bukan urusan yang berkenaan dengan surga atau yang rohani. Hal-hal apakah yang menyita pikiran Anda? Hal-hal apakah yang sangat membangkitkan semangat Anda? Hal-hal apa yang memenuhi benak Anda setiap harinya? Semua itu akan menunjukkan siapa diri Anda yang sebenarnya, entah Anda ini seorang yang duniawi atau yang rohani. Jika pikiran Anda tersita oleh urusan-urusan duniawi setiap saat, tentunya Anda adalah orang yang duniawi. Segala hal yang menyita benak Anda, membangkitkan semangat Anda, akan menunjukkan siapa diri Anda yang sebenarnya.

Apakah hal-hal rohani adalah gangguan bagi kita?

Jadi hanya ada dua kemungkinan bagi kita, entah kita akan terikat dengan yang satu atau yang lainnya. Hanya ada dua kemungkinan: terikat pada urusan duniawi atau dengan urusan rohani. Dan hal itu akan mengungkapkan siapa diri kita.

Saat Anda menonton TV, apa yang terjadi? Anda sedang asyik dengan acara yang ditampilkan itu. Pikiran Anda berada pada hal-hal yang sedang berlangsung di sana. Dan segala sesuatu yang mengalihkan perhatian akan Anda anggap sebagai gangguan. Jika ada orang yang berbicara di saat Anda sedang terpaku menonton pertandingan sepak bola, Anda akan berkata, "Sst, diam. Jangan ganggu aku." Demikianlah, segala urusan yang lain akan Anda pandang sebagai pengganggu karena benak Anda sedang terfokus pada satu hal.

Keasyikan pada urusan-urusan rohani adalah hal yang sangat jarang ditemukan. Kebanyakan orang Kristen justru terikat pada perkara duniawi sehingga urusan-urusan rohani justru dipandang sebagai pengganggu. Sebagai contoh, jika Anda terikat dengan studi Anda, tidak jarang urusan ibadah akan menjadi korban. Di masa-masa ujian, Anda akan melihat para mahasiswa menghilang dari gereja. Setiap mahasiswa yang sampai harus memakai dua jam ibadah itu untuk belajar tentunya sudah berada dalam keadaan yang sangat terdesak. Ini jelas cara belajar yang buruk. Jika selama satu semester itu Anda tidak belajar, lalu Anda membutuhkan waktu yang dua jam itu untuk belajar, saya rasa hal itu tidak menunjukkan bahwa Anda seorang mahasiswa yang beres. Demikianlah, para mahasiswa dan pelajar yang menghilang dari gereja di masa-masa ujian itu bisa Anda simpulkan siapa diri mereka.

Apakah Injil itu merupakan 'hobi' atau suatu keasyikan?

Ada hal yang bukan fokus utama kita, namun kita senang menjalaninya, apa istilah untuk hal yang semacam ini? Sebagai contoh, Anda mungkin bekerja sebagai, misalnya ahli mesin, atau mungkin seorang ahli kimia, akan tetapi Anda memiliki kegemaran bercocok tanam. Anda tidak memandang kegiatan berkebun itu sebagai gangguan terhadap konsentrasi pekerjaan Anda. Anda justru mendapati kegiatan tersebut sebagai hal yang menyenangkan. Hal semacam itu Anda anggap sebagai hobi. Namun hobi ini bukanlah fokus utama Anda.

Banyak orang Kristen yang memandang kekristenan itu hanya sebagai hobi. Kekristenan bukan hal yang menyita seluruh perhatian mereka. Ini bukanlah hal yang dimaksudkan oleh Paulus saat dia memakai kata 'memikirkan.'

Saya tidak tahu apa arti Injil dan hal-hal rohani bagi Anda. Apakah Anda hanya sekadar menggemarinya saja atau benar-benar diasyikkan olehnya? Saya rasa sebagian besar jemaat hanya merupakan para penggemar saja. Perkara-perkara rohani tidak menjadi hal yang menyita pikiran mereka, bukankah demikian? Kekristenan hanya sebuah hobi. Anda menikmatinya. Anda senang membaca Alkitab, sama seperti Anda gemar berkebun, ataupun menjalankan hobi yang lainnya. Sangat menyenangkan. Lalu Anda bisa kembali lagi kepada hal-hal yang lain yang lebih mengasyikkan setelah itu. Sebagian besar dari jemaat adalah para 'penggemar kerohanian'. Daging benar-benar telah mengalahkan kita. Tanpa kita sadari, kita telah mencampuradukkan hal-hal yang rohani dengan yang duniawi. Celaka sekali!

Manusia baru diasyikkan oleh hal-hal spiritual

Roma 8:5 - Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Perhatikan ayat 6: Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Hidup itu berkaitan dengan apa? Memikirkan hal-hal yang dari Roh berarti hidup. Diasyikkan dengan hal-hal yang dari Roh berarti hidup. Hidup adalah saat kita diasyikkan oleh hal-hal dari Roh bukan sekadar menikmati kegiatan membaca Alkitab, sekadar menikmati persekutuan dengan sesama orang Kristen atau pun gemar ke gereja.

Allah menjadikan kita ciptaan baru dan mengubah kita sedemikian hingga akal budi kita diperbarui. Hal diselamatkan itu berkenaan dengan peristiwa menjadi ciptaan yang baru. Ini berarti cara hidup yang baru sepenuhnya. Dan cara hidup yang baru ini berkaitan dengan pembaruan akal budi. Hal ini bukan berkaitan dengan cuci otak. Anda bisa mereformasi pemikiran Anda, akan tetapi Alkitab tidak berbicara tentang hal reformasi pikiran. Alkitab berbicara tentang 'transformasi pikiran'. Suatu revolusi yang menyeluruh di dalam pikiran Anda. Dan ini adalah hal yang benar-benar baru.

Dulunya kita mengarahkan minat kita hanya pada perkara-perkara duniawi saja. Sebagai manusia baru, gelora hasrat yang sama - hasrat yang pernah kita arahkan pada hal-hal duniawi itu - sekarang kita arahkan pada perkara-perkara rohani. Bagi Paulus, ini adalah jalan menuju hidup kekal.

Iman yang menyelamatkan berkaitan dengan pembaruan akal budi

Keselamatan itu tidak ada kaitannya dengan 'kepercayaan gampangan'. Keselamatan berkenaan dengan iman yang mengubah segenap pemikiran Anda. Itulah iman. Iman berarti cara baru dalam melihat segala sesuatu. Iman berarti melihat segala sesuatu secara rohani, dengan pikiran yang rohani. Iman, bukan sekadar percaya bahwa Yesus telah datang, telah mati dan telah bangkit lagi. Semua itu memang benar dan kita boleh mempercayai fakta tersebut. Akan tetapi sekadar percaya akan hal-hal tersebut tidak akan ada hasilnya. Seperti yang dikatakan oleh Yakobus, Iblis juga percaya semua itu, karena dia tahu bahwa semua itu memang fakta. Akan tetapi kepercayaan semacam itu tidak menyelamatkannya. Iman yang menyelamatkan itu berkaitan dengan pembaruan akal budi.

Jangan berkompromi dengan daging

Umat di gereja Perjanjian Baru belajar untuk memikirkan hal-hal yang dari Roh

Jangan membiarkan daging memperdaya Anda. Di dalam peperangan Anda melawan daging, di tengah pekatnya pertempuran, mungkin Anda akhirnya ingin berkompromi. Mungkin Anda akan berkata, "Baiklah, aku tidak bisa mencapai sasaran akhir, aku akan menjalani separuhnya saja. Aku akan menerima kekristenan sebagai hobi saja." (Tentu saja, kata 'hobi' ini tidak akan Anda ucapkan. Istilah ini hanya buatan saya saja.) Akan tetapi, pada kenyataannya jika kekristenan tidak menjadi hal yang terutama, bukanlah itu hanya suatu hobi saya? Kekristenan hanya menjadi selingan, suatu selingan yang menyenangkan, bermanfaat dan menguntungkan, namun tetap saja hanya selingan. Ini berarti kita masih belum menjadi gereja Perjanjian Baru.

Di dalam gereja Perjanjian Baru, Anda tidak akan menemukan orang yang memperlakukan Injil sebagai hobi yang menyenangkan. Umat gereja Perjanjian Baru datang dan berhimpun untuk melakukan satu hal: belajar memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Berjaga-jaga dan berdoalah agar daging tidak mengalahkan Anda

Ini membawa kita pada ayat pembahasan hari ini - Matius 26:41, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Hal apakah yang disampaikan oleh Yesus kepada para rasulnya? Apa yang dia sampaikan kepada ketiga rasul yang bersemangat dan rela, yang akhirnya dilemahkan oleh daging sehingga jatuh tertidur itu? Di tengah saat-saat krisis, mereka tidak dapat menahan kantuk. Dia berkata kepada mereka, "Berjaga-jaga dan berdoalah supaya kamu tidak jatuh ke dalam pencobaan." Pencobaan itu membinasakan; ia akan menghancurkan Anda. Dan Yesus tahu bahwa para rasul sedang berada dalam kondisi ini, dan Yesus memperingatkan mereka bahwa keselamatan mereka sedang dipertaruhkan. Jika mereka jatuh ke dalam pencobaan itu, maka pencobaan itu akan menjerat mereka seperti sebuah sergapan. Musuh akan menyergap dan menghancurkan Anda. Bagaimana bisa selamat dari hal itu? Caranya adalah dengan berjaga-jaga dan berdoalah.

Apa itu berjaga-jaga dan berdoa? Sebagai seorang Kristen baru, saya selalu bertanya-tanya apa makna ucapan ini? Saya tidak mengerti. Saat itu orang-orang berkata kepada saya, "Jangan khawatir akan hal itu. Keselamatan kamu sudah terjamin." Implikasi dari ajaran ini adalah untuk apa Anda berjaga-jaga dan berdoa kalau keselamatan sudah terjamin? Kita disuguhi ajaran yang membuat kita sangat rawan terhadap serangan rohani karena kita telah menyingkirkan semua kewaspadaan kita karena kita menganggap tidak ada lagi bahaya.

Orang Kristen tidak bisa diserang dari luar

Inti kebenarannya adalah: orang Kristen itu tidak bisa diserang, ia aman dari segala macam serangan, tidak bisa dikalahkan dengan serangan dari luar, sama sekali tidak bisa dikalahkan. Apa yang dikatakan oleh Paulus di bagian akhir dari kitab Roma pasal 8? Dia berkata bahwa hidup dan mati, surga dan bumi tidak bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Tidak ada. Tidak ada kuasa dari luar yang bisa merebut Anda dari Allah. Tidak ada. Tidak ada bahaya rohani dari luar bagi kita. Tuhan berkata, "Tak ada yang bisa merebutmu dari tanganku." Tak ada yang bisa melakukan hal itu. Tak ada yang bisa merebut Anda dari tangannya.

Hal ini terbukti saat pihak komunis menangani orang-orang Kristen. Mereka dimasukkan ke dalam kamp kerja paksa selama bertahun-tahun. Apakah ada yang dapat memisahkan mereka dari Kristus? Tidak. Tak ada kuasa yang bisa melakukan hal itu. Anda bisa menganiaya seorang Kristen, Anda bahkan bisa membunuhnya jika Anda mau, akan tetapi Anda tidak bisa merebutnya dari tangan Tuhan dengan kekerasan. Anda tidak akan bisa melakukannya. Jadi, semua ayat Alkitab yang berbicara tentang jaminan keselamatan adalah ayat-ayat yang semacam ini. Orang Kristen tidak bisa dikalahkan, dalam arti tidak bisa ditaklukkan dari sisi luar.

Iblis juga tahu hal ini. Dia bukan pribadi yang bodoh. Dia tidak bisa menyerang Anda, dia tidak bisa menerjang dan menjatuhkan Anda. Iblis memang bisa menyerang Anda secara jasmani. Iblis bisa mencoba mengancam dan menakut-nakuti Anda. Akan tetapi Anda tidak perlu takut akan hal-hal tersebut. Dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Anda! Hal-hal yang berasal dari luar itu tidak ada artinya bagi Anda. Tak seorangpun yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Itulah jaminan buat kita.

Akan tetapi daging akan selalu bekerjasama dengan pihak lawan

Namun bukan berarti bahwa dengan jaminan itu maka kita boleh menjadi ceroboh. Masalahnya adalah orang Kristen itu rawan dari sisi dalamnya. Dia memiliki pengkhianat di dalam dirinya. Dia memiliki daging di dalam dirinya yang selalu bekerjasama dengan pihak lawan dari luar. Ada satu hal yang bisa membinasakan Anda. Hal apakah itu? Pencobaan! Pencobaan bisa membinasakan Anda. Pencobaan itu datangnya dari dalam; pencobaan tidak bersumber dari luar. Pencobaan bukanlah kekuatan fisik. Ia juga bukan kekuatan rohani. Pencobaan adalah godaan. Pencobaan adalah tipuan yang licik yang dengan lemah lembut akan menyesatkan Anda.

Samson tidak dapat diserang dari luar

Samson, dari dalam Perjanjian Lama, adalah tokoh yang tidak terkalahkan. Dia tidak bisa dikalahkan. Orang-orang Filistin telah membuktikan hal itu dengan membayar harga yang sangat mahal. Saat mereka mencoba untuk menyerangnya, apa yang dia perbuat? Dia pungut sebuah rahang keledai dan dengan itu dia memukul mundur orang-orang Filistin. Dia membunuh mereka cukup dengan rahang keledai. Mereka berusaha menangkapnya akan tetapi selalu gagal! Samson adalah gambaran sempurna tentang seorang Kristen. Mereka tidak bisa menyerang dia dari luar. Iblis juga tidak bodoh dengan serta-merta menyerang kita dari luar. Dia memang berusaha menakut-nakuti Anda, akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Seperti singa yang mencoba menyerang Samson. Singa itu bukan apa-apanya bagi Samson. Singa itu dicabik-cabiknya.

Namun Anda lihat, orang Kristen itu sungguh bodoh. Dia berpikir bahwa karena dia tidak bisa dikalahkan dari sisi luar, maka dia juga tidak bisa dikalahkan dari dalam. Itulah hal yang terjadi pada Samson. Dia jatuh karena pencobaan, bukan karena serangan. Pencobaan: ada seorang perempuan yang bernama Delila. Si cantik yang bertutur kata lembut. Wewangian yang harum, rambut yang berkilauan dan berombak-ombak. Dia memakai syampoo yang bisa membuat rambutnya berkilau dan mengembang. Sungguh cantik! Dia adalah pakar dalam hal berhias. Tidak ada hal apa pun yang bisa menaklukkan Samson - Anda ingat ketika mereka mengikat dia namun tali-tali itu dengan mudah bisa diputuskannya. Namun pencobaan segera menjatuhkan dia.

Saat dia melihat Delila dia tergoda. Kemanapun Delila pergi, ke sana juga Samson ikut. Dia mengikuti Delila sampai masuk ke penjagalan. Demikianlah, Delila, dengan suara yang lembut dan halus berkata, "Samson, apakah rahasia kekuatanmu itu? Apakah kau mencintaiku?" "Oh ya, tentu saja aku mencintaimu." "Lantas mengapa kau tidak memberitahuku segala-galanya? Seharusnya tidak ada rahasia di antara kita." Samson berkata, "Untuk yang satu ini, tidak bisa kukatakan kepadamu. Aku akan memberitahumu hal yang lainnya akan tetapi tidak untuk yang satu ini."

Akan tetapi si pemilik suara yang lembut itu akhirnya berhasil juga menundukkan Samson, "Samson, bagaimana dengan yang ini?" Demikianlah, dengan godaan dan rayuan terus menerus, akhirnya Samson berkata, "Baiklah, aku akan memberitahumu." Dia berhasil menundukkannya. Samson pun takluk. Dia tidak berjaga-jaga. Dia tidak berwaspada dan berdoa. Dia kalah!

Seorang Kristen bisa dijatuhkan lewat pencobaan

Alkitab penuh dengan contoh orang-orang yang jatuh. Orang Kristen memang tidak bisa dikalahkan dengan serangan. Kita memiliki baju zirah, jika Anda tetap mengenakan baju zirah itu, maka Anda kebal. Tak mungkin bisa diserang. Namun, ada cara lain untuk mengalahkan prajurit yang mengenakan baju zirah. Tinggal memancing dia untuk melepaskan baju zirahnya, dan juga pedangnya, lalu dia akan menjadi sasaran empuk musuh. Dia sudah dikalahkan tanpa harus bertarung.

Berjaga-jaga dengan cara belajar mengasihi orang lain

Lalu apa itu berjaga-jaga dan berdoa? Berjaga-jaga dan berdoa adalah pedoman praktis yang diberikan oleh Yesus kepada para muridnya. Saya sudah pernah membahas tentang hal berjaga-jaga. Berjaga-jaga berarti tetap terjaga atau tidak tidur, tetap bertahan di dalam terang, tidak melangkah di dalam kegelapan. Melangkah di dalam terang. Lalu bagaimana kita bisa belajar untuk berjaga-jaga? Bagaimana kita belajar untuk tidak tertidur?

Yohanes memberitahu kita tentang hal berjaga-jaga di 1 Yohanes 2:8-11. Dia menjelaskan makna istilah berjaga-jaga - tidak tertidur - ini dalam ungkapan yang sangat praktis:

Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya(Malam telah berlalu dan siang sudah datang). Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Anda melangkah menuju perangkap karena Anda berjalan di dalam kegelapan

Yesus berkata, "Jangan masuk ke dalam pencobaan." Tak ada orang yang akan menyeret Anda masuk ke dalam pencobaan. Anda tidak bisa diseret. Orang Kristen tidak bisa diserang seperti itu. Akan tetapi Anda bisa dengan kehendak sendiri masuk ke dalamnya, seperti yang dilakukan oleh Samson. Dia melangkah tepat ke dalam jebakan. "Jangan masuk ke dalam pencobaan." Mengapa Anda masuk ke dalam pencobaan? Karena Anda berjalan di dalam kegelapan. Anda melangkah ke dalam jebakan tanpa menyadarinya. Samson melangkah di dalam kegelapan; dia mengarah langsung menuju jebakan dan akhirnya benar-benar dibikin buta. Saya rasa Samson adalah gambaran yang paling cocok untuk menguraikan seluruh pokok masalah kehidupan rohani.

Dalam belajar mengasihi, Anda belajar untuk mengalahkan daging

Secara praktis, berjaga-jaga itu berkaitan dengan tindakan mengasihi orang lain. Mengapa? Karena dalam mengasihi orang lain, Anda sedang mengalahkan daging. Dengan belajar untuk melakukan hal ini secara konsisten dan tekun, maka Anda akan dapati bahwa Anda akan secara konstan memenangkan peperangan melawan daging ini. Itulah rahasia rohani yang kedengarannya sederhana namun sangat efektif. Cobalah melakukannya. Kehidupan rohani Anda akan bertumbuh menjadi semakin kuat. Saya tidak berminat untuk berbicara tentang hukum-hukum rohani yang hanya terdengar indah namun tidak bermanfaat. Saya hanya ingin menyampaikan cara kehidupan Kristen yang sangat praktis. Belajarlah untuk hidup di dalam kasih akan sesama manusia. Anda tahu bahwa daging itu egois, daging itu mengutamakan diri sendiri, daging hanya melihat, "Diriku," dan "Milikku." Daging itu musuh dari kasih. Saat Anda belajar untuk mengasihi orang lain, maka Anda sedang belajar untuk menyangkal daging. Kasih melangkah ke arah yang berlawanan dengan daging. Anda akan mulai merasakan tarik menarik di antara keduanya. Anda akan mulai mengalami realitas rohani. Pertempuran akan segera berlangsung begitu Anda mulai belajar mengasihi orang lain.

Seperti ketika istri saya berkata kepada anak kami, "Kamu punya begitu banyak mainan, mengapa tidak kamu bagikan kepada orang lain?" "Oh!" katanya, "Tapi yang satu ini begitu berharga buatku, dan yang itu juga." Dia tidak bisa berpisah dari semua mainannya. Saya berkata, "Kamarmu penuh dengan mainan. Mengapa tidak kamu bagikan setengahnya kepada yang lain?" Dan dia menjawab, "Tidak bisa!" Dia tidak bisa merelakan satu dari antara mainannya, apalagi merelakan separuhnya. Kalau dia bisa belajar untuk mengasihi orang lain, untuk memberi, maka dia akan memenangkan pertarungan melawan keegoisan karena keegoisan dan kasih itu saling berlawanan.

Tetap terjaga berarti melangkah di dalam terang dan mengasihi

Berjaga-jaga itu berarti siaga, tidak tidur. Tidak tidur, tetap berjaga berarti berjalan di dalam terang. Dan melangkah di dalam terang, seperti yang dikatakan oleh Yohanes, berarti mengasihi. Jika Anda, oleh Roh Allah, mempraktekkan hal ini terus menerus, maka Anda akan mulai bertumbuh secara rohani dengan sangat pesat. Kita akan menjadi raksasa-raksasa rohani.

Dan kita selalu gagal di titik ini, bukankah begitu? Kita selalu saja gagal di titik ini. Hal inilah yang membatasi kemampuan kita menjadi saluran kuasa Allah karena kita tidak berhasil di titik ini.

Nikmatilah kegiatan berdoa!

Kita harus segera masuk ke pokok yang kedua dan juga yang terakhir. Saat Anda berdoa, Anda akan tahu betapa daging akan menentang Anda. Anda tidak perlu diberitahu akan hal ini. Saat Anda berlutut, lutut Anda terasa begitu sakit dan punggung Anda terasa letih, kepala Anda terasa berat dan mendadak saja Anda teringat bahwa Anda harus mengerjakan banyak hal - Anda terikat banyak kesibukan. Demikianlah sengitnya pertarungan itu. Itulah realitas rohani.

Hal yang perlu kita lakukan adalah belajar untuk menikmati doa. Bisakah Anda melakukannya?

Bersikap Jujur

Bagaimana cara menikmati doa? Hal pertama yang diperlukan dalam menikmati doa adalah: belajar untuk bersikap jujur sepenuhnya dengan Allah. Saat Anda belajar untuk bersikap jujur sepenuhnya, Anda akan melihat betapa ajaibnya hal-hal yang terjadi kemudian. Artinya, saat Anda berlutut, Anda merasa bahwa lutut Anda kesakitan, lalu Anda berkata, "Tuhan, lututku terasa sakit. Kurasa aku tidak bisa mempertahankan posisi ini terlalu lama, Engkau tahu bahwa aku lemah." Dengan kata lain, jujurlah dalam segala hal kepada Tuhan.

Berbicaralah dengan jujur denganNya. Jika Anda berbicara dengan jujur dan berkata, "Tuhan, aku mengalami kesulitan untuk mempercayaiMu." Katakan saja, "Aku benar-benar kesulitan. Aku ingin mempercayaiMu. Aku dengar orang lain berkata bahwa Engkau adalah Allah yang hidup akan tetapi aku kesulitan untuk mempercayai hal ini." Sampaikan saja kepadaNya. Anda sedang berbicara dengan Allah yang hidup.

"Jika Engkau memang Allah yang hidup, tolonglah aku. Tolonglah aku untuk bisa keluar dari keraguan ini." Setiap persoalan yang Anda hadapi, sampaikanlah kepadaNya. Itulah arti belajar bersikap jujur kepada Allah. Sampaikanlah setiap persoalan Anda.

Punggung Anda terasa sakit? Katakan padaNya bahwa punggung Anda terasa sakit. "Aku menghadapi masalah di sini. Bolehkah aku duduk untuk melanjutkan pembicaraan denganMu?" Apakah Anda berpikir bahwa Tuhan akan berkata, "Tidak, kamu hanya boleh berbicara kepadaKu dengan posisi berlutut."? Jadi Anda boleh berkata, "Tuhan, aku akan duduk sekarang. Aku merasa lebih nyaman sekarang dan akan melanjutkan percakapan denganMu."

Cobalah Anda berdoa seperti ini, dalam kejujuran yang sepenuhnya kepada Allah dan Anda akan heran melihat betapa Allah menjawab doa Anda. Anda akan tercengang. Saya telah melakukan hal ini berulang kali dan Dia membuat saya terperangah dengan tanggapanNya. Allah mengasihi orang yang jujur, orang jujur yang tidak bicara berbelit-belit penuh omong kosong kepada Allah, menyampaikan doa basa-basi kepada Tuhan tanpa niat untuk menjalankannya. Ada begitu banyak doa basa-basi yang telah Anda panjatkan tanpa Anda berniat menjalankannya. Jangan menyampaikan hal-hal yang tidak Anda niatkan. Itulah hal yang saya maksud, yakni bahwa Anda menyampaikan hal-hal yang memang Anda niatkan, setiap kata disampaikan dalam kejujuran kepada Tuhan dan Anda akan segera menikmati saat-saat berdoa Anda karena Anda akan melihat apa yang akan dilakukan oleh Allah. Allah akan mengerjakan hal-hal yang bahkan melampaui harapan Anda. Dia ingin agar kita jujur terhadapNya.

Jika Anda mengalami kesulitan saat belajar Alkitab, katakan saja, "Tuhan, FirmanMu yang ini sangat sulit dipahami. Aku tidak tahu apa yang Engkau maksudkan di sini. Tolonglah aku agar bisa memahami apa yang Engkau sampaikan." Anda akan terkejut dengan cara Dia mengajari Anda. Dia akan memberi Anda pemahaman yang utuh, yang tidak terbayangkan oleh Anda. Sungguh luar biasa! Dengan demikian, Anda akan menyadari bahwa Anda sedang melangkah dengan Allah yang hidup.

Bersikap praktis

Hal yang kedua adalah: belajar untuk bersikap praktis. Hal ini merupakan kelanjutan dari poin yang pertama tadi, yakni bahwa Anda harus jujur akan tetapi Anda juga harus praktis. Apa arti bersikap praktis itu? Artinya adalah jangan menyampaikan hal-hal yang menurut Anda ingin didengar oleh Allah. Mungkin selama ini Anda dibiasakan untuk mengucapkan hal-hal yang menyenangkan hati orang lain, sekalipun itu adalah kebohongan. "Gaya rambutmu bagus hari ini." Padahal hati kita berkata, "Konyol sekali! Gaya rambut macam apa itu?" Kita merasa harus mengucapkan hal-hal seperti, "Bagus sekali! Bagus sekali!" "Di mana kamu beli baju ini?" Dan banyak lagi basa-basi semacam itu. Kita terbiasa mengucapkan hal-hal yang kita pikir akan menyenangkan hati orang lain, hal ini bukan sekadar tidak jujur, tetapi juga tidak mencapai apa-apa secara rohani.

Apakah maksud bersikap praktis itu? Artinya adalah Anda menyampaikan persoalan yang memang nyata dalam hidup Anda. Misalnya, Anda memiliki masalah dengan urusan seksual. Banyak orang, terutama orang-orang muda, memiliki masalah seksual, akan tetapi mereka tidak berani membicarakan hal itu dengan orang lain. Sangat memalukan! Anda menyembunyikannya di dalam hati Anda. Mengapa Anda menyembunyikannya di dalam hati Anda? Allah ingin Anda bersikap praktis. Katakanlah, "Tuhan, aku memiliki masalah di sini. Dorongan hasratku begitu kuat. Bagaimana aku bisa mengatasi masalah ini? Tunjukkanlah kepadaku cara untuk mengatasi masalah ini." Sampaikanlah masalah ini kepadaNya dan Anda akan dapati bahwa Allah lebih paham akan masalah seksual daripada siapapun.

Anda mungkin berkata, "Apa? Permohonan doa macam apa ini?" Mengapa tidak? Bacalah Kejadian pasal 1, 2 dan 3. Pasal-pasal tentang penciptaan manusia. Dia tahu segala sesuatu tentang kita. Maksud saya, seks bukanlah sesuatu hal yang merupakan hasil buatan kita. Allah menciptakan kita sebagaimana adanya sekarang ini. Dia memahami urusan seksual ini melebihi siapapun. Lalu, kenapa harus malu jika kita sampaikan masalah ini kepadaNya? Jika Anda ingin mempelajari mesin mobil, maka orang paling tepat untuk ditanyakan adalah insinyur yang merancang mesin mobil tersebut, karena dia tahu segala sesuatu hal dari mesin mobil tersebut. Dia tahu sampai perincian yang paling kecil. Dia bisa menguraikan hal-hal yang menyangkut mesin itu kepada Anda setiap saat. Dia tahu persis tentang mesin tersebut. Allah telah menciptakan kita. Dia tahu apa persoalan kita. Bersikap praktislah dalam segala perinciannya kepada Allah. Jangan sembunyikan masalah Anda dariNya, itulah pokok yang perlu diperhatikan. Beritahukan padaNya setiap perincian dari persoalan hidup sehari-hari Anda.

Nyatakan dengan spesifik

Ketiga, dan yang terakhir dari rangkaian pokok ini - karena ketiga poin ini memang saling berkaitan, adalah: selain bersikap praktis, Anda juga harus menyatakannya dengan spesifik. Berbicaralah dengan jelas kepada Tuhan. Jangan membuat pernyataan yang kabur, yang tidak memiliki makna khusus dan tidak memohon sesuatu hal yang khusus. Kita semua pernah mengalami hal yang semacam ini. Saat ada orang bertamu ke rumah Anda, lalu Anda bertanya, "Anda ingin minum apa?" Lalu mereka menjawab, "Apa saja boleh." Saya selalu mengamati ekspresi kebingungan tuan rumah. Apa yang harus mereka buatkan? Apa arti apa saja boleh? Apakah itu berarti minuman dingin? Panas? Apa saja berarti tidak ada yang ditolak, akan tetapi dia mungkin saja menghidangkan sesuatu yang ternyata tidak Anda sukai. Jadi, apa arti apa saja itu?

Mengapa Anda tidak sejak awal berkata, "Kalau tidak keberatan, aku minta secangkir teh." Dengan demikian, si nyonya rumah tahu apa yang harus dia hidangkan - Anda ingin teh. Jika tidak bisa disediakan, maka dia akan segera memberitahu Anda. Janganlah berkata, "Apa saja boleh." Saya juga pernah melakukan hal seperti itu. Saat saya berkata, "Apa saja boleh," tuan rumah menatap saya dengan kebingungan. Kita merasa sedang bertoleransi; sedang bersikap bijak. Akan tetapi hal itu bukanlah suatu toleransi sama sekali. Jawaban semacam itu tidak memberi petunjuk apa-apa terhadap pihak tuan rumah.

Kita merasa bahwa kita bisa datang kepada Allah dan berkata, "Ya Allah, silakan lakukan apa saja." Maka Allah akan berkata, "Nah, kamu sudah menerima hal yang disebut apa saja itu, lalu kenapa kamu mengeluh?" Anda berkata, "Apa saja boleh," dengan demikian Anda seharusnya menerima hal yang disebut 'apa saja' itu. Apa saja boleh, maka terimalah itu. Kemudian Anda mengeluh, "Mengapa Allah berbuat seperti itu kepadaku?" Apakah Anda benar-benar serius ketika berkata apa saja boleh?

Jadi sangatlah penting ketika Anda datang ke hadapan Allah, Anda memanjatkan doa yang spesifik. Jika Anda mengalami sakit kepala, katakanlah, "Tuhan, kepalaku sakit sekali. Tolong singkirkanlah penyakit ini dariku." Itu yang dimaksud dengan spesifik atau jelas. Jika Anda menyampaikan doa yang tidak jelas, maka Anda tidak akan tahu apakah Allah telah menjawab doa Anda atau belum. Tak heran jika Anda menjadi orang Kristen yang tanpa arah. Anda tidak punya patokan apakah Dia telah menjawab doa Anda atau belum.

Saat George Mueller berdoa, doa yang dia panjatkan sangatlah spesifik. Dia akan memohon secara khusus, misalnya, roti untuk hari ini. Dia akan berkata, "Tuhan, aku perlu roti." Dan Anda akan tahu bahwa Allah adalah Allah yang hidup. Itulah sebabnya mengapa Mueller mampu berkata bahwa dia telah memanjatkan 50.000 doa yang khusus. Dan Mueller, seperti lazimnya orang Jerman, adalah orang yang sangat teliti, dia mencatat semua itu. Ada 50.000 doa spesifik dan dia mendapatkan 50.000 jawaban doa. Itulah sebabnya mengapa dia tahu bahwa Allah adalah Allah yang hidup.

Jika Anda melakukannya, maka Anda akan sadari, "Oh, Allah itu benar-benar nyata!" Dan Anda akan memanjatkan doa-doa yang semakin khusus. Sampaikanlah kepadaNya hal-hal yang ada di dalam benak Anda. Sampaikan hal itu dan biarkan Dia menunjukkan apa yang akan Dia kerjakan. "Sebenarnya, kamu tidak meminta apa-apa di dalam namaKu. Mintalah, maka kamu akan menerimanya dan sukacitamu akan penuh."

Kiranya kita menjadi orang yang akan ditemukan dalam keadaan berjaga-jaga dan berdoa dan tidak dikalahkan oleh daging di dalam kehidupan kita!

SELESAI

(Copyright owned by Cahaya Pengharapan Ministries. May be used for non-profit purposes but must be attributed to this website.)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik