FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Ismail VS Ishaq

Halaman 1 dari 11 1, 2, 3 ... 9, 10, 11  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ismail VS Ishaq

Post by keroncong on Sun Dec 18, 2011 5:52 pm

Ada perselisihan keagamaan yang sangat lama antara bani Ismail
(Arab) dan bani Israel mengenai beberapa persoalan menyangkut hak kelahiran dan
perjanjian. Para pembaca Bible dan Al-Qur’an mengetahui tentang kisah nabi besar
Ibrahim dan kedua anaknya yang bernama Ismail dan Ishaq. Kisah tentang seruan
Ibrahim dari kota Ur di Khaldea, dan kisah tentang keturunannya sampai kematian
cucunya Yusuf di Mesir, tertulis dalam kitab Kejadian. Dalam silsilahnya
sebagaimana terekam dalam kitab Kejadian, Ibrahim adalah keturunan ke 20 dari
Adam, dan sejaman dengan Raja Namrud, yang membangun menara Babel yang
menakjubkan.

Kisah awal tentang nabi Ibrahim di kota Ur, Khaldea,
meskipun tidak disebutkan dalam Bible, direkam oleh sejarawan Yahudi terkenal,
Joseph Flavus dalam Antiquities-nya dan juga dikonfirmasi oleh Al-Qur’an. Tetapi
Bible dengan jelas mengatakan bahwa bapaknya Ibrahim bernama Terah, sedangkan
al-Qur’an mengatakan bapaknya Ibrahim adalah Azar. Meskipun demikian kedua kitab
suci tersebut sama-sama mengatakan bapaknya Ibarahim adalah seorang penyembah
berhala.

Ibrahim mewujudkan kecintaan dan kesetiaannya kepada Tuhan
ketika ia masuk kedalam bait Allah dan menghancurkan semua patung dan berhala
yang ada didalamnya[1], dan
dengan demikian ia adalah prototipe sejati dari keturunannya yang termasyur,
Muhammad. Ia keluar tanpa cedera dan dengan kemenangan dari tungku api yang
menyala-nyala yang kedalamnya ia dilemparkan atas perintah Raja Namrud[2]. Ia selamat tanpa cedera dari tungku api yang
menyala-nyala[3].
Dengan ketaatan terhadap seruan Ilahi, ia meninggalkan negeri asalnya dan
memulai perjalanan jauh dan berliku kenegeri Kanaan, Mesir, dan
Arabia.

Istrinnya, Sarah adalah seorang wanita mandul. Namun, Tuhan
memberitahukan Ibrahim, bahwa Ibrahim ditakdirkan untuk menjadi bapak dari
banyak bangsa-bangsa, bahwa semua wilayah yang dia lintasi dalam perjalanan akan
diberikan sebagai warisan kepada keturunannya, dan bahwa “ dengan benihnya
semua bangsa di muka bumi akan diberkahi
”! Janji yang sangat hebat dan unik
dalam sejarah agama ini diterima dengan keimanan kuat dipihak Ibrahim yang
ketika itu tidak memiliki keturunan.

Ketika Ibrahim dibawa keluar untuk
memandang ke langit pada malam hari dan diberi tahu oleh Allah bahwa anak
cucunya akan sebanyak bintang dilangit dan sama tidak terhitungnya dengan pasir
di pantai, Ibrahim mempercayai-Nya.

Gadis Mesir yang miskin dan berbudi
luhur, Hajar namanya, adalah seorang budaknya Sarah. Atas tawaran dan restu
Sarah, maka Hajar di nikahi oleh Ibrahim[4] secara
resmi, dan dari perkawinan inilah lahir Ismail.

Akibat konflik rumah
tangga, Hajar sempat melarikan diri, namun malaikat-Nya datang untuk mengulangi
janji Tuhan kepada Ibrahim[5], bahwa
keturunan Ibrahim melalui Hajar akan memiliki sangat banyak
keturunan.

Ketika Ismail berusia 13 tahun, Allah sekali lagi mendatangi
Ibrahim melalui malaikat-Nya, dan janji lama yang sama diulangi lagi kepada
Ibarahim (Kejadian pasal 17).

Belakangan –maksudnya ketika Ibrahim
berusia 99 tahun dan Sarah 90 tahun- ternyata Sarah juga melahirkan seorang anak
laki-laki yang diberi nama Ishaq, ini sesuai dengan janji-Nya.

Setelah
lahirnya Ishaq, maka Hajar dan anaknya (Ismail), menurut Bible, diusir oleh
Sarah. Hajar dan Ismail –yang ketika itu masih bayi- lari menuju gurun pasir, di
tengah perjalanan mereka kehausan, kemudian sebuah mata air menyembur atas
perintah Tuhan. Setelah itu tidak ada lagi, berita tentang Ismail dalam kitab
Kejadian, kecuali bahwa Ismail menikahi seorang wanita Mesir, dan ketika Ibrahim
meninggal, ia hadir bersama Ishaq untuk menguburkan bapak
mereka.

Kemudian kitab Kejadian melanjutkan kisah tentang Ishaq, dua
anaknya, dan kedatangan Yakub ke Mesir, dan diakhiri oleh meninggalnya
Yusuf.

Peristiwa penting berikutnya dalam sejarah Ibrahim seperti terekam
dalam Kejadian pasal 22 adalah pengorbanan anak satu-satunya kepada Tuhan,
tetapi ia ditebus dengan seekor kambing yang besar[6].

Demikian cerita singkat mengenai Ibrahim
dalam hubungannya dengan subjek tentang Hak Kelahiran dan Perjanjian.

Ada
3 pon yang harus digarisbawahi disini bagi setiap orang yang beriman kepada
Allah:

Poin Pertama , adalah Ismail adalah anak sah Ibrahim, anak
pertamanya, dan oleh karena itu klaimnya tentang hak kelahiran adalah adil dan
sah!

Poin Kedua, adalah bahwa perjanjian dibuat antara Tuhan dan
Ibrahim dan juga anak satu-satunya yang bernama Ismail (karena ketika itu Ishaq
berlum lahir). Perjanjian dan hukum khitan itu tidak akan punya nilai dan arti
penting kalau janji yang diulang-ulang itu tidak terkandung dalam firman Tuhan,
Melaluimu semua bangsa bumi akan diberkahi ” dan khususnya ungkapan
Benih “ yang akan keluar dari mangkuk-mangkuk ia akan menjadi ahli warismu
” (Kejadian 15:4). Janji itu dipenuhi ketika Ismail lahir (kejadian bab 16),
dan Ibrahim mendapat penghiburan bahwa pelayan utamanya Eliezer tidak akan lagi
menjadi ahli warisnya.

Konsekuensinya, kita harus mengakui bahwa Ismail
adalah pewaris martabat dan hak istimewa Ibrahim yang riil dan sah. Hak
prerogratif bahwa “ karena Ibrahim maka semua bangsa dibumi akan diberkahi
” begitu sering diulang-ulang adalah warisan karena hak kelahiran Ismail.
Warisan yang menjadi hak Ismail bukanlah tenda tempat Ibrahim bernaung atau
seekor unta tertentu yang biasa Ibrahim tunggangi, tetapi hak untuk menaklukkan
dan menduduki selama-lamanya wilayah yang terbentang dari sungai Nil sampai
dengan sungai Eufrat yang dihuni oleh sekitar 10 bangsa yang berbeda-beda.
Negeri-negeri tersebut belum pernah ditaklukan oleh keturunan Ishaq, melainkan
oleh keturunan Ismail. Inilah pemenuhan nubuat aktual dan sesuai dengan
kenyataan terhadap perjanjian-Nya.

Poin Ketiga, adalah bahwa Ishaq juga
lahir dan diberkati oleh Tuhan, dan bahwa untuk kaumnyalah negeri Kanaan
dijanjikan dan benar-benar dikuasai oleh Yoshua. Tidak seorang muslim pun pernah
berpikir meremehkan kedudukan Ishaq sebagai seorang nabi,karena memusuhi
nabi-Nya artinya memusuhi Tuhan yang mengutus para nabi-Nya[7]. Ketika kita membedakan Ismail dan Ishaq, tidak ada
yang dapat kita lakukan selain bersikap hormat pada kedua hamba-Nya yang suci
.

Sebenarnya, bani Israel, dengan hukum dan kitab sucinya, memiliki
sejarah keagamaan yang cukup unik dimasa lalu. Mereka benar-benar bangsa pilihan
Tuhan, meskipun mereka sering menentang Tuhan dan jatuh dalam kemusyrikan, namun
dari merekalah telah dilahirkan banyak nabi dan wanita yang soleh.

Sejauh
ini, tidak ada poin kontroversi yang riil antara bani Ismail dan bani Israel.
Karena jika “keberkahan” dan “hak kelahiran” diartikan hanya semacam pemilikan
materi dan kekuasaan, maka perselisihan akan diselesaikan sebagaimana telah
diselesaikan dengan pedang dan fakta saat ini bahwa Arab telah menguasai
negeri-negeri yang dijanjikan Tuhan.

Namun, ada 2 poin perselisihan yang
fundamental diantara kedua bangsa. Dan bahwa yang diperselisihkan tersebut
adalah mengenai perselisihan mengenai nabi terakhir. Kaum Yahudi tidak melihat
pemenuhan atas apa yang disebut nubuat-nubuat Mesianis dalam diri Yesus atau
kalau tidak dalam arti Muhammad. Kaum Yahudi selalu cemburu terhadap Ismail,
karena mereka sangat mengetahui bahwa karena dirinya maka perjanjian
dibuat dan melalui pengkhitanannya maka perjanjian pun disahkan. Dan karena
dendam inilah para pendeta mereka menyelewengkan dan menyisipkan banyak bagian
dalam kitab-kitab suci. Mereka menghapuskan nama Ismail dari ayat ke 2, 6, 7
dalam pasal ke 20 dalam kitab Kejadian, dan sebagai gantinya memasukkan nama
Ishaq. Padahal perjanjian yang dibuat oleh Allah, adalah “ karena engkau
tidak mengecualikan satu-satunya anakmu yang dilahirkan, maka Aku akan menambah
dan membiakkan keturunanmu sebanyak bintang-bintang di langit dan pasir di
pantai.”
Kata membiakkan yang mana malaikatNya kepada Hajar : Aku
akan membiakkan anak cucumu sampai tak terkira banyaknya, dan bahwa Ismail akan
menjadi “ orang yang subur” (Kejadian 16:12)[8].
Sekarang umat Kristen telah menerjemahkan arti “subur” dan “berlimpah” dari kata
kerja bahasa ibrani “para” yang identik dengan bahasa arab wefera, dengan
sebutan “keledai liar” Tidakkah memalukan dan kufur menyebut Ismail dengan
sebutan “keledai liar” padahal Allah menyebut Ismail dengan sebutan “subur” dan
“berlimpah”.

Sangat luar biasa bahwa Yesus sendiri (seperti dilaporkan
oleh Injil Barnabas) mencerca kaum Yahudi (dimana kaum Yahudi mengatakan mesias
akan turun dari garis keturunan Daud) dan memberitahukan kepada mereka bahwa
tidaklah mungkin mesias itu seorang keturunan Daud, karena Daud menyebut dia
sebagai Tuannya (Barnabas 43:4-5), dan selanjutnya menjelaskan bagaimana
bapak-bapak mereka telah mengubah isi kitab suci, dan bahwa perjanjian dibuat
tidak untuk Ishaq, melainkan untuk Ismail, dan bahwa satu-satunya anak Ibrahim
yang dilahirkan berarti adalah Ismail, dan bukan Ishaq yang belum terlahir
kedunia ini (Barnabas pasal 44).

Paulus yang menganggap dirinya
sebagai seorang rasul dan mengaku dirinya sebagai utusan Yesus, menggunakan
beberapa kata yang tidak sopan tentang Hajar dan Ismail (Galatia 6:21-33, dan
kitab-kitab Paulus yang lainnya) dan terang-terangan menentang gurunya. Paulus
telah melakukan segala upaya yang merusak dan menyesatkan umat Kristen yang
dahulu dianiayanya sebelum ia memeluk kristen. Dan penting pula disebutkan
disini bahwa cara Paulus (atau nama aslinya Saul) mengaku mendapatkan wahyu
sungguh tidak konsisten, seperti yang tercantum dalam naskah orisinil King James
Version Bible

Act (Kisah-kisah) 9:4-5
"And HE FELL to the earth,
and heard a voice saying unto him, Saul, Saul, why persecutest thou me? And he
said, Who art thou, Lord? And the Lord said, I am Jesus whom thou persecutest:
hard for thee to kick against the pricks.


Kontradiksi
dengan,

Act (Kisah-Kisah) 26:14
"And when WE WERE ALL fallen to the
earth, I heard a voice speaking unto me, and saying in the Hebrew tongue, Saul,
Saul, why persecutest thou me? hard for thee to kick against the
pricks.

Pertanyaannya adalah: Siapakah yang rebah ke bumi? Paulus saja
ataukah Paulus bersama orang lain ?

Sesungguhnya, surat-surat Paulus
sebagaimana ditunjukkan dihadapan kita penuh dengan ajaran-ajaran dan
statement-statement yang menjijikkan. Paulus adalah seorang Pharisee yang
fanatik dan seorang ahli hukum dan filsafat. Setelah ia memeluk agama Kristen,
ia malah lebih fanatik lagi dibandingkan sebelumnya. Kebenciannya terhadap
Ismail dan klaimnya terhadap hak kelahiran membuatnya lupa dan mengabaikan hukum
Taurat yang melarang seorang lelaki menikahi saudara perempuannya sendiri dengan
ancaman hukuman mati.

Jika Paulus diberi wahyu oleh Tuhan, maka ia sudah
dicela kitab Kejadian sebagai penuh dengan kepalsuan ketika ia dua kali
mengatakan bahwa Ibrahim adalah suami dari saudara perempuannya sendiri. Atau
kalau tidak, ia memfitnah nabi sebagai pendusta! Tetapi ia mempercayai
firman-firman dalam kitab, dan kata hatinya tidak menyiksanya setidaknya ketika
ia mengidentifikasikan Hajar sebagai Gurun Sinai yang tandus, sedangkan
sifat-sifat Sarah sebagai Yerusalem diatas surga (Galatia
4:25-26).

Pernahkah Paulus membaca laknat dari hukum
ini:

“Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah
atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!” (Ulangan
27:22)

Tuhan yang membuat perjanjian dengan Ismail karenanya menjelaskan
hukum waris, yaitu jika seorang lelaku mempunyai dua istri, yaitu satu
dicintai dan satunya lagi tidak dicintai, dana masing-masing melahirkan seorang
anak laki-laki, dan jika anak dari istri yang tidak dicintai adalah lahir yang
pertama (anak sulung), maka anak itu, dan bukan anak dari istri yang dicintai,
berhak atas hak kelahiran (warisan). Konsekuensinya yang lahir pertama akan
mewarisi dua kali dari saudaranya (Ulangan 21:15-17). Lantas, apakah hukum ini
tidak cukup untuk membungkam semua orang yang menentang klaim Ismail yang pantas
atas hak kelahiran (warisan sebagai anak sulung)?


Marilah kita
sekarang membahas persoalan hak kelahiran ini sesingkat mungkin. Kita tahu bahwa
Ibrahim adalah seorang kepala nomadem dan juga seorang nabiNya, dan bahwa ia
biasa tinggal di tenda dan mempunyai banuak kawanan ternak dan kekayaan. Kini
orang-orang suku nomadem tidak mewarisi tanah dan padang rumput, tetapi sang
tokoh menyerahkan kepada masing-masing anaknya klan-klan atau suku-suku tertentu
sebagai warga negara atau tanggungannya. Peraturannya, yang paling muda mewarisi
tungku atau tenda orang tuanya, sedangkan yang lebih tua mewarisi
singgasananya.

Sang penakluk dari Mongolia, Jenghis Khan, digantikan oleh
Oghtai, anak sulungnya yang bertahta di Peking sebagai Khan, tetapi anaknya yang
paling muda tetap mendapat tungku bapaknya di Qaraqorum, Mongolia. Sama persis
dengan dua anaknya nabi Ibrahim, Ishaq mewarisi tenda bapaknya dan seperti
bapaknya hidup nomadem di tenda-tenda. Tetapi Ismail, dikirim ke Hijaz untuk
menjaga bait Allah yang telah dibangunnya dengan Ibrahim. Di Hijaz pula lah
Ismail menetap, menjadi nabi dan pangeran dikalangan suku-suku Arab yang
mempercayainya.

Di Mekkah, Ka'bah menjadi pusat ziarah yang disebut al
Hajj
dan keturunan Ismail dengan cepat bertambah berlipat ganda layaknya
bintang-bintang di langit.

Dari masa Ismail sampai dengan lahirnya
Muhammad, bangsa Arab di Hijaz (Jazirah Arabia) sudah merdeka dan menjadi
pemilik atas negeri-negeri mereka sendiri. Dua kekaisaran adidaya ketika itu,
Persia dan Romawi tidak sanggup menaklukkan bani Ismail. Meskipun akhirnya
keturunan Ismail mengenal kemusyrikan, namun nama Allah, Ibrahim, Ismail, dan
beberapa nabi lainnya tetap tak terlupakan oleh mereka. Bahkan Esau bin Ishaq
menyerahkan tungku bapaknya kepada adiknya Yakub, dan Esau memilih tinggal di
Edom, disana ia menjadi pemimpin kaumnya dan segera bercampur dengan suku-suku
Arab keturunan Ismail lainnya, dimana Ismail adalah paman sekaligus bapak
mertuanya Esau.

Kisah tentang Esau yang menjual hak kelahirannya kepada
Yakub untuk mendapat sepiring sop adalah muslihat busuk yang dibuat-buat untuk
menjustifikasikan perlakuan buruk yang dinisbahkan kepada Ismail. Dinyatakan
tanpa dibuktikan kebenarannya, bahwa Tuhan membenci Esau dan mencintai Yakub,
padahal anak kembar itu (Esau dan Yakub) masih dalam rahim ibunya. Dan bahwa “
saudara yang lebih tua akan menghamba kepada saudara yang lebih muda
(Kejadian 25). Tetapi anehnya, laporan lain, mungkin dari sumber lain,
menunjukkan kasus ini hanya sebagai kebalikan dari prediksi tersebut diatas.
Karena pada Kitab Kejadian pasal 33, dengan jelas mengakui bahwa Yakub menghamba
kepada Esau, didepan siapa ia tujuh kali sujud menghormat, dengan menyebutnya
“tuanku” dan menyatakan dirinya sebagai “hambamu”.


Ibrahim, menurut
Bible, memiliki beberapa anak lainnya dari Qitura dan para selir, kepada siapa
ia memberikan hadiah atau pemberian dan mengirim mereka ke timur. Mereka semua
menjadi suku-suku yang besar dan kuat. Dua belas anak Ismail disebut-sebut
nama-namanya menurut urutannya dan dideskripsikan, masing-masing menjadi tokoh
di kota dan kampung atau tentaranya (Kejadian pasal 25). Begitu pula anak-anak
dari Qitura, dan lain-lainnya, juga anak-anak keturunan Esau yang disebut
nama-nama mereka.

Ketika kita melihat jumlah keluarga Yakub pada saat
pergi ke Mesir, yang tidak melebihi 70 kepala, dan ketika ia ditemui oleh Esau
diiringi 400 pengawal berkuda dan suku-suku Arab yang kuat yang tunduk pada 12
Emir dari keluarga Ismail, dan kemudian ketika nabi-Nya yang terakhir
memproklamasikan agama Islam dan setelah menuntaskan misi perjuangan menegakkan
Islam dan semua suku Arab itu secara bersama-sama menyambutnya dengan gembira
dan menerima agamanya, dan menyerahkan semua negeri-negeri yang dijanjikan
kepada anak-anak Ibrahim, sebenarnya kita harus buta agar tidak melihat bahwa
perjanjian dibuat dengan Ismail dan janji teralisir dalam diri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم
saw.

Sebelum menyimpulkan bab ini, saya ingin menarik perhatian para
pengkaji Bible yang kritis, bahwa pada kenyataannya, nubuat-nubuat dan
bagian-bagian mesianistik merupakan propaganda untuk Dinasti Daud setelah
meninggalnya Raja Sulaiman yang berakibat pecahnya kerajaannya menjadi dua
kerajaan. Dua nabi dari bani Israel lainnya, seperti nabi Elias dan Elisha yang
tumbuh subur di Kerajaan Samaria atau Israel, malah tidak menyebut nama Daud
ataupun Sulaiman. Yerusalem tidak lagi menjadi pusat agama untuk sepuluh suku
dan klaim-klaim bangsa Israel terhadap pemerintahan abadi ditolak!

Tetapi
nabi-nabi seperti nabi Yesaya dan lainnya yang terikat dengan bait Yerusalem dan
rumah Daud telah meramalkan kedatangan seorang nabi dan raja besar.

Dalam
bab-bab selanjutnya, saya akan mengajak para pembaca melihat tanda-tanda yang
ada pada diri nabi besar itu.






Catatan Kaki



[1] “Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur
berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain;
agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: "Siapakah yang
melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk
orang-orang yang zalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang
mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ". Mereka berkata: "(Kalau
demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka
menyaksikan". Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini
terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?" Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung
yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika
mereka dapat berbicara". Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu
berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri
sendiri)". (QS Al Anbiyaa' 21:58-64)

[2]
“Mereka berkata: "Bakarlah dia (Ibrahim) dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika
kamu benar-benar hendak bertindak". (QS Al Anbiyaa' 21:68)

[3]“Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan
menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim". Mereka hendak berbuat makar terhadap
Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.(QS Al
Anbiyaa' 21:69-70)

[4] “Jadi
Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, lalu
memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.” (Kejadian
16:3)

[5]
“…..Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat
Tuhan menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di
jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke
manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." Lalu kata
MalaikatNya itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau
ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata Malaikat-Nya itu kepadanya: "Aku akan
membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena
banyaknya." (Kejadian 16:6-10)

[6] Umat
Kristen dan Yahudi menyatakan bahwa Ibrahim mengorbankan anaknya yang bernama
Ishaq, bukan Ismail sebagaimana diyakini oleh Islam! Dan menurut umat Kristen,
yang dimaksud anak tunggal adalah anak perjanjian antara Allah dan Ibrahim,
meskipun Ismail adalah anak sulung Ibrahim, tetapi Ishaq lah yang mendapat hak
warisan dan Perjanjian dari Tuhan untuk keturunan Ibrahim.

Ada 3 poin
utama yang harus di perhatikan mengenai lokasi tempat tinggal :


  • Hajar dan Ismail melewati Bersyeba (kejadian 21:14), kemudian tiba dan
    berdomisili di Paran (Kejadian 21:21)

    Peta Timur Tengah

  • Ibrahim sedang berada di Bersyeba (Kejadian 21:33)
  • Sarah dan Ishak berdomisili di Hebron, Sarah wafat di Hebron (kejadian
    23:2)

    Peta Beryeba dan Hebron


Pada pasal 22, langsung disebutkan bahwa nabi Ibrahim mendapat perintah untuk
menyembelih anak tunggalnya. Artinya Ibrahim masih berada di Bersyeba.


  1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya:
    "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
  2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni
    Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban
    bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

  3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya
    dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu
    untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang
    dikatakan Allah kepadanya.
  4. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah
    kepadanya tempat itu dari jauh.
  5. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan
    keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang,
    sesudah itu kami kembali kepadamu."
  6. Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke
    atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau.
    Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
  7. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya,
    anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak
    domba untuk korban bakaran itu?"
  8. Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran
    bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
  9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham
    mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan
    diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
  10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk
    menyembelih anaknya.
  11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham."
    Sahutnya: "Ya, Tuhan."
  12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia,
    sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak
    segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
  13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang
    tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu
    mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
  14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai
    sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
  15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
  16. kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman
    TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk
    menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
  17. maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu
    sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan
    keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
  18. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau
    mendengarkan firman-Ku."
  19. Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka
    bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Bila kita simak dengan seksama, maka Kejadian pasal 22 memiliki dua
keganjilan yakni :

Kejanggalan pertama
Kejadian pasal 22 ini
mengisahkan seolah-olah Ishak berada di Bersyeba. Padahal tidak ada anak Ibrahim
yang berdomisili di Bersyeba. Ishak dan ibunya justru tinggal di
Hebron.

Kejanggalan Kedua
Setelah selesai ritual, pada
Kejadaian 22:19 Ibrahim dan Ishak pulang ke Bersyeba. Jadi seolah-olah Sarah
berdomisili di Bersyeba. Padahal Taurat mencatat Sarah berdomisili di Hebron
hingga wafatnya (Kejadian 23:1-2).

Seandainya Ishak yang disembelih,
seharusnya Kejadian pasal 22 menceritakan kepulangan Ibrahim ke Hebron, tempat
tinggal Sarah, untuk membawa Ishak yang hendak dikurbankan. Kemudian setelah
acara ritual pengurbanan selesai, mestinya Ibrahim mengembalikan Ishak kepada
ibunya di Hebron. BUKAN DI BERSYEBA. Kedengkian pendeta Yahudi mengedit taurat
sudah terlalu jelas didepan mata. Pendeta Yahudi mengedit nama tempat Paran
(lokasi tempat tinggal Ismail) menjadi nama tempat tinggal Ishak. Namun pendeta
Yahudi terburu-buru mengedit Paran menjadi Bersyeba, padahal harusnya Hebron.


"Apakah kamu (Muhammad) masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan
percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka (bani Israel) mendengar Firman
Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka
mengetahui?" (QS.Al-Baqarah:75)

[7]
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya,
Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS
Al Baqarah 2:98)

[8]
Kejadian 16:12 dalam teks ibraninya: wəhû’ yihəyeh pere’ ’ādām yādōw b_akōl
wəyad kōl bōw wə‘al-pənê k_āl-’ehāyw yišəkōn.

Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei 2006


Terakhir diubah oleh keroncong tanggal Fri Apr 15, 2016 12:23 pm, total 2 kali diubah
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Mon Dec 19, 2011 2:39 pm

ichreza wrote:Poin Pertama , adalah Ismail adalah anak sah Ibrahim, anak
pertamanya, dan oleh karena itu klaimnya tentang hak kelahiran adalah adil dan
sah!

Poin Kedua, adalah bahwa perjanjian dibuat antara Tuhan dan
Ibrahim dan juga anak satu-satunya yang bernama Ismail (karena ketika itu Ishaq
berlum lahir). Perjanjian dan hukum khitan itu tidak akan punya nilai dan arti
penting kalau janji yang diulang-ulang itu tidak terkandung dalam firman Tuhan,
“ Melaluimu semua bangsa bumi akan diberkahi ” dan khususnya ungkapan
Benih “ yang akan keluar dari mangkuk-mangkuk ia akan menjadi ahli warismu
” (Kejadian 15:4). Janji itu dipenuhi ketika Ismail lahir (kejadian bab 16),
dan Ibrahim mendapat penghiburan bahwa pelayan utamanya Eliezer tidak akan lagi
menjadi ahli warisnya

kalau mau protes, protes aja ke Tuhan, ini jawaban Tuhan:

18 Dan Abraham berkata kepada Allah: ''Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!''
19 Tetapi Allah berfirman: ''Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by keroncong on Mon Jan 16, 2012 3:10 pm

KITAB KEJADIAN 16:16 - Maka pada masa Hagar memperanakkan
ISMAIL bagi Abram itu, adalah umur Abram 86 tahun

KITAB KEJADIAN 17:20 - Maka akan hal ISMAIL itu pun telah
kululuskan permintaanmu; bahwa sesungguhnya Aku telah
memberkati akan dia dan membiakkan dia dan memperbanyakkan
dia amat sangat dan dua belah orang raja-raja akan berpencar
dari padanya dan Aku akan menjadikan dia satu bangsa yang
besar.

KITAB KEJADIAN 21:2 - Karena Sarah pun mengandunglah lalu
beranaklah ia laki-laki seorang bagi Ibrahim ...

KITAB KEJADIAN 21:3 - Maka dinamailah oleh Ibrahim akan
anaknya, yang telah diperanakkan oleh Sarah baginya itu
ISHAK.

KITAB KEJADIAN 21:5 - Maka pada masa ISHAK, anaknya itu
jadi, adalah umur Ibrahim 100 tahun.

KITAB KEJADIAN 21:13 - Maka ANAK sahayamu itu pun (yakni
ISMAIL) akan aku jadikan suatu bangsa, karena ia pun DARI
PADA BENIHMU.

KITAB KEJADIAN 22:2 - Lalu firman Tuhan: Ambillah olehmu
akan ANAKMU YANG TUNGGAL ITU, YAITU ISHAK YANG KAU KASIHI,
bawalah akan dia ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di
sana akan korban bakaran ...

Dan apa yang terurai di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kata-kata "anakmu yang tunggal itu, yaitu Ishak yang kau
kasihi" adalah suatu interpolasi yang tendensieus," karena
pada masa Ishak, Ibrahim telah memiliki dua orang putera.
Pada masa sebelum Ishak dilahirkan, Ismaillah putera tunggal
dari Ibrahim, yang 14 tahun lebih tua dari Ishak.

AL-QUR'AN 37:100 - Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku
seorang anak yang termasuk orang-orang saleh. 101 - Dan Kami
beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang penyantun
(ialah Nabi Ismail a.s.); 102 -Maka tatkala anak itu sampai
pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi
bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"
Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatku
termasuk orang-orang yang sabar." 103 -Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas
pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya.

Semenjak masa itu hingga sekarang, yakni semenjak Qur'an
belum diwahyukan atas Nabi Muhammad S.A.W. hingga kini,
peristiwa tersebut setiap tahun diperingati dan yang
disebut: Id el-Adha, Id Qurban, Lebaran Haji, Kurban Bayram,
dan sebagainya, pada saat mana seekor hewan disembelih guna
kurban.

ULANGAN 21:15 dan 17; Maka jikalau pada seorang laki-laki
adalah dua orang bininya, seorang yang dikasihi, seorang
yang dibenci, maka keduanya, yang dikasihi dan yang
dibencipun beranak laki-laki baginya, dan anak laki-laki
yang sulung itu dari pada bini yang dibenci... Melainkan
hendaklah diakunya akan dia anak sulung, jikalau ia anak
dari pada bini yang dibenci sekali pun, dan hendaklah
diberinya akan dia dua kali banyaknya dari pada segala yang
terdapat padanya, karena ialah hulu kuatnya dan ia juga yang
empunya hak kesulungan.

Kesimpulannya adalah bahwa Ismail a.s. berhak dua kali lipat
atas peninggalan (pusaka) Ibrahim a.s. dari pada Ishak a.s.

Menurut M. HYAMSON'S Dictionary of the Bible, dalam "Revised
Standard Version" Pasal 84:6, ada disebut BACA (baca:
BAKKAH) yang juga disebut dalam Qur'an, yaitu nama kuna
sebelum MAKKAH, di mana Nabi Ismail a.s. dibesarkan dan
mengajar ke-Esa-an Allah s.w.t. yang diwariskan dari ayahnya
Ibrahim a.s.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by Pembela Kristen on Sun Jan 29, 2012 1:38 pm

Shalom

Sedikit informasi saja yg saya ketahui, pada waktu penyembelihan yg dilakukan oleh Abraham tersebut sebetulnya merupakan anak yg dia anggap istimewa. Buktinya Abraham sampai tak rela melakukan hal itu sampai akhirnya memaksa kehendak demi cintanya pada Allah.

Pada alkitab, Ishak yg disembelih karena merupakan anak dari istri resminya yakni Sarai. Ishak pada alkitab agak istimewa karena dikandung dan dilahirkan di masa tua kedua orangtuanya dimana merupakan hal mustahil bagi orang untuk mendapatkan anak.

Singkat saja, jikalau Ishak tidak istimewa maka kenapa para keturunannya yakni bangsa Israel diselamatkan Allah dengan memberi jalan berupa laut terbelah dari kejaran pasukan Mesir ? Pada jaman perang salib saja para tentara salib yang mengharapkan laut Mediteran terbelah untuk menuju tanah Yerusalem hingga akhirnya mereka terpaksa menggunakan kapal.

Maranatha
avatar
Pembela Kristen
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 349
Join date : 29.01.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by keroncong on Sun Jan 29, 2012 5:14 pm

@Pembela Kristen wrote:Shalom

Sedikit informasi saja yg saya ketahui, pada waktu penyembelihan yg dilakukan oleh Abraham tersebut sebetulnya merupakan anak yg dia anggap istimewa. Buktinya Abraham sampai tak rela melakukan hal itu sampai akhirnya memaksa kehendak demi cintanya pada Allah.

Pada alkitab, Ishak yg disembelih karena merupakan anak dari istri resminya yakni Sarai. Ishak pada alkitab agak istimewa karena dikandung dan dilahirkan di masa tua kedua orangtuanya dimana merupakan hal mustahil bagi orang untuk mendapatkan anak.

Singkat saja, jikalau Ishak tidak istimewa maka kenapa para keturunannya yakni bangsa Israel diselamatkan Allah dengan memberi jalan berupa laut terbelah dari kejaran pasukan Mesir ? Pada jaman perang salib saja para tentara salib yang mengharapkan laut Mediteran terbelah untuk menuju tanah Yerusalem hingga akhirnya mereka terpaksa menggunakan kapal.

Maranatha

memang di Qur'an tidak disebutkan siapa yang disembelih, walaupun kaum muslim banyak yg menafsirkan ismail lah yang disembelih. adapun keistimewaan Ismail adalah penemu mata air zam-zam di waktu dia masih bayi. Ismail juga peletak batu pertama ka'bah yang dibangun bersama ayahnya, Ibrahim(cikal bakal bait Alllah). Ismail juga mengikuti hukum sunat.

lalu kenapa ibrahim begitu sayang kepada ismail, karena ismail adalah anak yang pernah ditinggalkan sewaktu masih bayi... ismail juga dijanjikan keturunannya menjadi bangsa yang besar....
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Tue Jan 31, 2012 3:53 pm

ichreza wrote:
memang di Qur'an tidak disebutkan siapa yang disembelih, walaupun kaum muslim banyak yg menafsirkan ismail lah yang disembelih. adapun keistimewaan Ismail adalah penemu mata air zam-zam di waktu dia masih bayi. Ismail juga peletak batu pertama ka'bah yang dibangun bersama ayahnya, Ibrahim(cikal bakal bait Alllah). Ismail juga mengikuti hukum sunat.

lalu kenapa ibrahim begitu sayang kepada ismail, karena ismail adalah anak yang pernah ditinggalkan sewaktu masih bayi... ismail juga dijanjikan keturunannya menjadi bangsa yang besar....

ceritain:
- ismail nemu air zam-zam
- ismail bikin kaabah

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by bedah tipis on Tue Jan 31, 2012 7:54 pm

ichreza wrote:
Ada perselisihan keagamaan yang sangat lama antara bani Ismail
(Arab) dan bani Israel mengenai beberapa persoalan menyangkut hak kelahiran dan
perjanjian. Para pembaca Bible dan Al-Qur’an mengetahui tentang kisah nabi besar
Ibrahim dan kedua anaknya yang bernama Ismail dan Ishaq. Kisah tentang seruan
Ibrahim dari kota Ur di Khaldea, dan kisah tentang keturunannya sampai kematian
cucunya Yusuf di Mesir, tertulis dalam kitab Kejadian. Dalam silsilahnya
sebagaimana terekam dalam kitab Kejadian, Ibrahim adalah keturunan ke 20 dari
Adam, dan sejaman dengan Raja Namrud, yang membangun menara Babel yang
menakjubkan.

Kisah awal tentang nabi Ibrahim di kota Ur, Khaldea,
meskipun tidak disebutkan dalam Bible, direkam oleh sejarawan Yahudi terkenal,
Joseph Flavus dalam Antiquities-nya dan juga dikonfirmasi oleh Al-Qur’an. Tetapi
Bible dengan jelas mengatakan bahwa bapaknya Ibrahim bernama Terah, sedangkan
al-Qur’an mengatakan bapaknya Ibrahim adalah Azar. Meskipun demikian kedua kitab
suci tersebut sama-sama mengatakan bapaknya Ibarahim adalah seorang penyembah
berhala.

Ibrahim mewujudkan kecintaan dan kesetiaannya kepada Tuhan
ketika ia masuk kedalam bait Allah dan menghancurkan semua patung dan berhala
yang ada didalamnya[1], dan
dengan demikian ia adalah prototipe sejati dari keturunannya yang termasyur,
Muhammad. Ia keluar tanpa cedera dan dengan kemenangan dari tungku api yang
menyala-nyala yang kedalamnya ia dilemparkan atas perintah Raja Namrud[2]. Ia selamat tanpa cedera dari tungku api yang
menyala-nyala[3].
Dengan ketaatan terhadap seruan Ilahi, ia meninggalkan negeri asalnya dan
memulai perjalanan jauh dan berliku kenegeri Kanaan, Mesir, dan
Arabia.

Istrinnya, Sarah adalah seorang wanita mandul. Namun, Tuhan
memberitahukan Ibrahim, bahwa Ibrahim ditakdirkan untuk menjadi bapak dari
banyak bangsa-bangsa, bahwa semua wilayah yang dia lintasi dalam perjalanan akan
diberikan sebagai warisan kepada keturunannya, dan bahwa “ dengan benihnya
semua bangsa di muka bumi akan diberkahi
”! Janji yang sangat hebat dan unik
dalam sejarah agama ini diterima dengan keimanan kuat dipihak Ibrahim yang
ketika itu tidak memiliki keturunan.

Ketika Ibrahim dibawa keluar untuk
memandang ke langit pada malam hari dan diberi tahu oleh Allah bahwa anak
cucunya akan sebanyak bintang dilangit dan sama tidak terhitungnya dengan pasir
di pantai, Ibrahim mempercayai-Nya.

Gadis Mesir yang miskin dan berbudi
luhur, Hajar namanya, adalah seorang budaknya Sarah. Atas tawaran dan restu
Sarah, maka Hajar di nikahi oleh Ibrahim[4] secara
resmi, dan dari perkawinan inilah lahir Ismail.

Akibat konflik rumah
tangga, Hajar sempat melarikan diri, namun malaikat-Nya datang untuk mengulangi
janji Tuhan kepada Ibrahim[5], bahwa
keturunan Ibrahim melalui Hajar akan memiliki sangat banyak
keturunan.

Ketika Ismail berusia 13 tahun, Allah sekali lagi mendatangi
Ibrahim melalui malaikat-Nya, dan janji lama yang sama diulangi lagi kepada
Ibarahim (Kejadian pasal 17).

Belakangan –maksudnya ketika Ibrahim
berusia 99 tahun dan Sarah 90 tahun- ternyata Sarah juga melahirkan seorang anak
laki-laki yang diberi nama Ishaq, ini sesuai dengan janji-Nya.

Setelah
lahirnya Ishaq, maka Hajar dan anaknya (Ismail), menurut Bible, diusir oleh
Sarah. Hajar dan Ismail –yang ketika itu masih bayi- lari menuju gurun pasir, di
tengah perjalanan mereka kehausan, kemudian sebuah mata air menyembur atas
perintah Tuhan. Setelah itu tidak ada lagi, berita tentang Ismail dalam kitab
Kejadian, kecuali bahwa Ismail menikahi seorang wanita Mesir, dan ketika Ibrahim
meninggal, ia hadir bersama Ishaq untuk menguburkan bapak
mereka.

Kemudian kitab Kejadian melanjutkan kisah tentang Ishaq, dua
anaknya, dan kedatangan Yakub ke Mesir, dan diakhiri oleh meninggalnya
Yusuf.

Peristiwa penting berikutnya dalam sejarah Ibrahim seperti terekam
dalam Kejadian pasal 22 adalah pengorbanan anak satu-satunya kepada Tuhan,
tetapi ia ditebus dengan seekor kambing yang besar[6].

Demikian cerita singkat mengenai Ibrahim
dalam hubungannya dengan subjek tentang Hak Kelahiran dan Perjanjian.

Ada
3 pon yang harus digarisbawahi disini bagi setiap orang yang beriman kepada
Allah:

Poin Pertama , adalah Ismail adalah anak sah Ibrahim, anak
pertamanya, dan oleh karena itu klaimnya tentang hak kelahiran adalah adil dan
sah!

Poin Kedua, adalah bahwa perjanjian dibuat antara Tuhan dan
Ibrahim dan juga anak satu-satunya yang bernama Ismail (karena ketika itu Ishaq
berlum lahir). Perjanjian dan hukum khitan itu tidak akan punya nilai dan arti
penting kalau janji yang diulang-ulang itu tidak terkandung dalam firman Tuhan,
Melaluimu semua bangsa bumi akan diberkahi ” dan khususnya ungkapan
Benih “ yang akan keluar dari mangkuk-mangkuk ia akan menjadi ahli warismu
” (Kejadian 15:4). Janji itu dipenuhi ketika Ismail lahir (kejadian bab 16),
dan Ibrahim mendapat penghiburan bahwa pelayan utamanya Eliezer tidak akan lagi
menjadi ahli warisnya.

Konsekuensinya, kita harus mengakui bahwa Ismail
adalah pewaris martabat dan hak istimewa Ibrahim yang riil dan sah. Hak
prerogratif bahwa “ karena Ibrahim maka semua bangsa dibumi akan diberkahi
” begitu sering diulang-ulang adalah warisan karena hak kelahiran Ismail.
Warisan yang menjadi hak Ismail bukanlah tenda tempat Ibrahim bernaung atau
seekor unta tertentu yang biasa Ibrahim tunggangi, tetapi hak untuk menaklukkan
dan menduduki selama-lamanya wilayah yang terbentang dari sungai Nil sampai
dengan sungai Eufrat yang dihuni oleh sekitar 10 bangsa yang berbeda-beda.
Negeri-negeri tersebut belum pernah ditaklukan oleh keturunan Ishaq, melainkan
oleh keturunan Ismail. Inilah pemenuhan nubuat aktual dan sesuai dengan
kenyataan terhadap perjanjian-Nya.

Poin Ketiga, adalah bahwa Ishaq juga
lahir dan diberkati oleh Tuhan, dan bahwa untuk kaumnyalah negeri Kanaan
dijanjikan dan benar-benar dikuasai oleh Yoshua. Tidak seorang muslim pun pernah
berpikir meremehkan kedudukan Ishaq sebagai seorang nabi,karena memusuhi
nabi-Nya artinya memusuhi Tuhan yang mengutus para nabi-Nya[7]. Ketika kita membedakan Ismail dan Ishaq, tidak ada
yang dapat kita lakukan selain bersikap hormat pada kedua hamba-Nya yang suci
.

Sebenarnya, bani Israel, dengan hukum dan kitab sucinya, memiliki
sejarah keagamaan yang cukup unik dimasa lalu. Mereka benar-benar bangsa pilihan
Tuhan, meskipun mereka sering menentang Tuhan dan jatuh dalam kemusyrikan, namun
dari merekalah telah dilahirkan banyak nabi dan wanita yang soleh.

Sejauh
ini, tidak ada poin kontroversi yang riil antara bani Ismail dan bani Israel.
Karena jika “keberkahan” dan “hak kelahiran” diartikan hanya semacam pemilikan
materi dan kekuasaan, maka perselisihan akan diselesaikan sebagaimana telah
diselesaikan dengan pedang dan fakta saat ini bahwa Arab telah menguasai
negeri-negeri yang dijanjikan Tuhan.

Namun, ada 2 poin perselisihan yang
fundamental diantara kedua bangsa. Dan bahwa yang diperselisihkan tersebut
adalah mengenai perselisihan mengenai nabi terakhir. Kaum Yahudi tidak melihat
pemenuhan atas apa yang disebut nubuat-nubuat Mesianis dalam diri Yesus atau
kalau tidak dalam arti Muhammad. Kaum Yahudi selalu cemburu terhadap Ismail,
karena mereka sangat mengetahui bahwa karena dirinya maka perjanjian
dibuat dan melalui pengkhitanannya maka perjanjian pun disahkan. Dan karena
dendam inilah para pendeta mereka menyelewengkan dan menyisipkan banyak bagian
dalam kitab-kitab suci. Mereka menghapuskan nama Ismail dari ayat ke 2, 6, 7
dalam pasal ke 20 dalam kitab Kejadian, dan sebagai gantinya memasukkan nama
Ishaq. Padahal perjanjian yang dibuat oleh Allah, adalah “ karena engkau
tidak mengecualikan satu-satunya anakmu yang dilahirkan, maka Aku akan menambah
dan membiakkan keturunanmu sebanyak bintang-bintang di langit dan pasir di
pantai.”
Kata membiakkan yang mana malaikatNya kepada Hajar : Aku
akan membiakkan anak cucumu sampai tak terkira banyaknya, dan bahwa Ismail akan
menjadi “ orang yang subur” (Kejadian 16:12)[8].
Sekarang umat Kristen telah menerjemahkan arti “subur” dan “berlimpah” dari kata
kerja bahasa ibrani “para” yang identik dengan bahasa arab wefera, dengan
sebutan “keledai liar” Tidakkah memalukan dan kufur menyebut Ismail dengan
sebutan “keledai liar” padahal Allah menyebut Ismail dengan sebutan “subur” dan
“berlimpah”.

Sangat luar biasa bahwa Yesus sendiri (seperti dilaporkan
oleh Injil Barnabas) mencerca kaum Yahudi (dimana kaum Yahudi mengatakan mesias
akan turun dari garis keturunan Daud) dan memberitahukan kepada mereka bahwa
tidaklah mungkin mesias itu seorang keturunan Daud, karena Daud menyebut dia
sebagai Tuannya (Barnabas 43:4-5), dan selanjutnya menjelaskan bagaimana
bapak-bapak mereka telah mengubah isi kitab suci, dan bahwa perjanjian dibuat
tidak untuk Ishaq, melainkan untuk Ismail, dan bahwa satu-satunya anak Ibrahim
yang dilahirkan berarti adalah Ismail, dan bukan Ishaq yang belum terlahir
kedunia ini (Barnabas pasal 44).

Paulus yang menganggap dirinya
sebagai seorang rasul dan mengaku dirinya sebagai utusan Yesus, menggunakan
beberapa kata yang tidak sopan tentang Hajar dan Ismail (Galatia 6:21-33, dan
kitab-kitab Paulus yang lainnya) dan terang-terangan menentang gurunya. Paulus
telah melakukan segala upaya yang merusak dan menyesatkan umat Kristen yang
dahulu dianiayanya sebelum ia memeluk kristen. Dan penting pula disebutkan
disini bahwa cara Paulus (atau nama aslinya Saul) mengaku mendapatkan wahyu
sungguh tidak konsisten, seperti yang tercantum dalam naskah orisinil King James
Version Bible

Act (Kisah-kisah) 9:4-5
"And HE FELL to the earth,
and heard a voice saying unto him, Saul, Saul, why persecutest thou me? And he
said, Who art thou, Lord? And the Lord said, I am Jesus whom thou persecutest:
hard for thee to kick against the pricks.


Kontradiksi
dengan,

Act (Kisah-Kisah) 26:14
"And when WE WERE ALL fallen to the
earth, I heard a voice speaking unto me, and saying in the Hebrew tongue, Saul,
Saul, why persecutest thou me? hard for thee to kick against the
pricks.

Pertanyaannya adalah: Siapakah yang rebah ke bumi? Paulus saja
ataukah Paulus bersama orang lain ?

Sesungguhnya, surat-surat Paulus
sebagaimana ditunjukkan dihadapan kita penuh dengan ajaran-ajaran dan
statement-statement yang menjijikkan. Paulus adalah seorang Pharisee yang
fanatik dan seorang ahli hukum dan filsafat. Setelah ia memeluk agama Kristen,
ia malah lebih fanatik lagi dibandingkan sebelumnya. Kebenciannya terhadap
Ismail dan klaimnya terhadap hak kelahiran membuatnya lupa dan mengabaikan hukum
Taurat yang melarang seorang lelaki menikahi saudara perempuannya sendiri dengan
ancaman hukuman mati.

Jika Paulus diberi wahyu oleh Tuhan, maka ia sudah
dicela kitab Kejadian sebagai penuh dengan kepalsuan ketika ia dua kali
mengatakan bahwa Ibrahim adalah suami dari saudara perempuannya sendiri. Atau
kalau tidak, ia memfitnah nabi sebagai pendusta! Tetapi ia mempercayai
firman-firman dalam kitab, dan kata hatinya tidak menyiksanya setidaknya ketika
ia mengidentifikasikan Hajar sebagai Gurun Sinai yang tandus, sedangkan
sifat-sifat Sarah sebagai Yerusalem diatas surga (Galatia
4:25-26).

Pernahkah Paulus membaca laknat dari hukum
ini:

“Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah
atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!” (Ulangan
27:22)

Tuhan yang membuat perjanjian dengan Ismail karenanya menjelaskan
hukum waris, yaitu jika seorang lelaku mempunyai dua istri, yaitu satu
dicintai dan satunya lagi tidak dicintai, dana masing-masing melahirkan seorang
anak laki-laki, dan jika anak dari istri yang tidak dicintai adalah lahir yang
pertama (anak sulung), maka anak itu, dan bukan anak dari istri yang dicintai,
berhak atas hak kelahiran (warisan). Konsekuensinya yang lahir pertama akan
mewarisi dua kali dari saudaranya (Ulangan 21:15-17). Lantas, apakah hukum ini
tidak cukup untuk membungkam semua orang yang menentang klaim Ismail yang pantas
atas hak kelahiran (warisan sebagai anak sulung)?


Marilah kita
sekarang membahas persoalan hak kelahiran ini sesingkat mungkin. Kita tahu bahwa
Ibrahim adalah seorang kepala nomadem dan juga seorang nabiNya, dan bahwa ia
biasa tinggal di tenda dan mempunyai banuak kawanan ternak dan kekayaan. Kini
orang-orang suku nomadem tidak mewarisi tanah dan padang rumput, tetapi sang
tokoh menyerahkan kepada masing-masing anaknya klan-klan atau suku-suku tertentu
sebagai warga negara atau tanggungannya. Peraturannya, yang paling muda mewarisi
tungku atau tenda orang tuanya, sedangkan yang lebih tua mewarisi
singgasananya.

Sang penakluk dari Mongolia, Jenghis Khan, digantikan oleh
Oghtai, anak sulungnya yang bertahta di Peking sebagai Khan, tetapi anaknya yang
paling muda tetap mendapat tungku bapaknya di Qaraqorum, Mongolia. Sama persis
dengan dua anaknya nabi Ibrahim, Ishaq mewarisi tenda bapaknya dan seperti
bapaknya hidup nomadem di tenda-tenda. Tetapi Ismail, dikirim ke Hijaz untuk
menjaga bait Allah yang telah dibangunnya dengan Ibrahim. Di Hijaz pula lah
Ismail menetap, menjadi nabi dan pangeran dikalangan suku-suku Arab yang
mempercayainya.

Di Mekkah, Ka'bah menjadi pusat ziarah yang disebut al
Hajj
dan keturunan Ismail dengan cepat bertambah berlipat ganda layaknya
bintang-bintang di langit.

Dari masa Ismail sampai dengan lahirnya
Muhammad, bangsa Arab di Hijaz (Jazirah Arabia) sudah merdeka dan menjadi
pemilik atas negeri-negeri mereka sendiri. Dua kekaisaran adidaya ketika itu,
Persia dan Romawi tidak sanggup menaklukkan bani Ismail. Meskipun akhirnya
keturunan Ismail mengenal kemusyrikan, namun nama Allah, Ibrahim, Ismail, dan
beberapa nabi lainnya tetap tak terlupakan oleh mereka. Bahkan Esau bin Ishaq
menyerahkan tungku bapaknya kepada adiknya Yakub, dan Esau memilih tinggal di
Edom, disana ia menjadi pemimpin kaumnya dan segera bercampur dengan suku-suku
Arab keturunan Ismail lainnya, dimana Ismail adalah paman sekaligus bapak
mertuanya Esau.

Kisah tentang Esau yang menjual hak kelahirannya kepada
Yakub untuk mendapat sepiring sop adalah muslihat busuk yang dibuat-buat untuk
menjustifikasikan perlakuan buruk yang dinisbahkan kepada Ismail. Dinyatakan
tanpa dibuktikan kebenarannya, bahwa Tuhan membenci Esau dan mencintai Yakub,
padahal anak kembar itu (Esau dan Yakub) masih dalam rahim ibunya. Dan bahwa “
saudara yang lebih tua akan menghamba kepada saudara yang lebih muda
(Kejadian 25). Tetapi anehnya, laporan lain, mungkin dari sumber lain,
menunjukkan kasus ini hanya sebagai kebalikan dari prediksi tersebut diatas.
Karena pada Kitab Kejadian pasal 33, dengan jelas mengakui bahwa Yakub menghamba
kepada Esau, didepan siapa ia tujuh kali sujud menghormat, dengan menyebutnya
“tuanku” dan menyatakan dirinya sebagai “hambamu”.


Ibrahim, menurut
Bible, memiliki beberapa anak lainnya dari Qitura dan para selir, kepada siapa
ia memberikan hadiah atau pemberian dan mengirim mereka ke timur. Mereka semua
menjadi suku-suku yang besar dan kuat. Dua belas anak Ismail disebut-sebut
nama-namanya menurut urutannya dan dideskripsikan, masing-masing menjadi tokoh
di kota dan kampung atau tentaranya (Kejadian pasal 25). Begitu pula anak-anak
dari Qitura, dan lain-lainnya, juga anak-anak keturunan Esau yang disebut
nama-nama mereka.

Ketika kita melihat jumlah keluarga Yakub pada saat
pergi ke Mesir, yang tidak melebihi 70 kepala, dan ketika ia ditemui oleh Esau
diiringi 400 pengawal berkuda dan suku-suku Arab yang kuat yang tunduk pada 12
Emir dari keluarga Ismail, dan kemudian ketika nabi-Nya yang terakhir
memproklamasikan agama Islam dan setelah menuntaskan misi perjuangan menegakkan
Islam dan semua suku Arab itu secara bersama-sama menyambutnya dengan gembira
dan menerima agamanya, dan menyerahkan semua negeri-negeri yang dijanjikan
kepada anak-anak Ibrahim, sebenarnya kita harus buta agar tidak melihat bahwa
perjanjian dibuat dengan Ismail dan janji teralisir dalam diri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم
saw.

Sebelum menyimpulkan bab ini, saya ingin menarik perhatian para
pengkaji Bible yang kritis, bahwa pada kenyataannya, nubuat-nubuat dan
bagian-bagian mesianistik merupakan propaganda untuk Dinasti Daud setelah
meninggalnya Raja Sulaiman yang berakibat pecahnya kerajaannya menjadi dua
kerajaan. Dua nabi dari bani Israel lainnya, seperti nabi Elias dan Elisha yang
tumbuh subur di Kerajaan Samaria atau Israel, malah tidak menyebut nama Daud
ataupun Sulaiman. Yerusalem tidak lagi menjadi pusat agama untuk sepuluh suku
dan klaim-klaim bangsa Israel terhadap pemerintahan abadi ditolak!

Tetapi
nabi-nabi seperti nabi Yesaya dan lainnya yang terikat dengan bait Yerusalem dan
rumah Daud telah meramalkan kedatangan seorang nabi dan raja besar.

Dalam
bab-bab selanjutnya, saya akan mengajak para pembaca melihat tanda-tanda yang
ada pada diri nabi besar itu.






Catatan Kaki



[1] “Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur
berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain;
agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: "Siapakah yang
melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk
orang-orang yang zalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang
mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ". Mereka berkata: "(Kalau
demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka
menyaksikan". Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini
terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?" Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung
yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika
mereka dapat berbicara". Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu
berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri
sendiri)". (QS Al Anbiyaa' 21:58-64)

[2]
“Mereka berkata: "Bakarlah dia (Ibrahim) dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika
kamu benar-benar hendak bertindak". (QS Al Anbiyaa' 21:68)

[3]“Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan
menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim". Mereka hendak berbuat makar terhadap
Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.(QS Al
Anbiyaa' 21:69-70)

[4] “Jadi
Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, lalu
memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.” (Kejadian
16:3)

[5]
“…..Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat
Tuhan menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di
jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke
manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." Lalu kata
MalaikatNya itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau
ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata Malaikat-Nya itu kepadanya: "Aku akan
membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena
banyaknya." (Kejadian 16:6-10)

[6] Umat
Kristen dan Yahudi menyatakan bahwa Ibrahim mengorbankan anaknya yang bernama
Ishaq, bukan Ismail sebagaimana diyakini oleh Islam! Dan menurut umat Kristen,
yang dimaksud anak tunggal adalah anak perjanjian antara Allah dan Ibrahim,
meskipun Ismail adalah anak sulung Ibrahim, tetapi Ishaq lah yang mendapat hak
warisan dan Perjanjian dari Tuhan untuk keturunan Ibrahim.

Ada 3 poin
utama yang harus di perhatikan mengenai lokasi tempat tinggal :


  • Hajar dan Ismail melewati Bersyeba (kejadian 21:14), kemudian tiba dan
    berdomisili di Paran (Kejadian 21:21)

    Peta Timur Tengah

  • Ibrahim sedang berada di Bersyeba (Kejadian 21:33)
  • Sarah dan Ishak berdomisili di Hebron, Sarah wafat di Hebron (kejadian
    23:2)

    Peta Beryeba dan Hebron


Pada pasal 22, langsung disebutkan bahwa nabi Ibrahim mendapat perintah untuk
menyembelih anak tunggalnya. Artinya Ibrahim masih berada di Bersyeba.


  1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya:
    "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
  2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni
    Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban
    bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

  3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya
    dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu
    untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang
    dikatakan Allah kepadanya.
  4. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah
    kepadanya tempat itu dari jauh.
  5. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan
    keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang,
    sesudah itu kami kembali kepadamu."
  6. Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke
    atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau.
    Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
  7. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya,
    anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak
    domba untuk korban bakaran itu?"
  8. Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran
    bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
  9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham
    mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan
    diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
  10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk
    menyembelih anaknya.
  11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham."
    Sahutnya: "Ya, Tuhan."
  12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia,
    sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak
    segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
  13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang
    tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu
    mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
  14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai
    sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
  15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
  16. kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman
    TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk
    menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
  17. maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu
    sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan
    keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
  18. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau
    mendengarkan firman-Ku."
  19. Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka
    bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Bila kita simak dengan seksama, maka Kejadian pasal 22 memiliki dua
keganjilan yakni :

Kejanggalan pertama
Kejadian pasal 22 ini
mengisahkan seolah-olah Ishak berada di Bersyeba. Padahal tidak ada anak Ibrahim
yang berdomisili di Bersyeba. Ishak dan ibunya justru tinggal di
Hebron.

Kejanggalan Kedua
Setelah selesai ritual, pada
Kejadaian 22:19 Ibrahim dan Ishak pulang ke Bersyeba. Jadi seolah-olah Sarah
berdomisili di Bersyeba. Padahal Taurat mencatat Sarah berdomisili di Hebron
hingga wafatnya (Kejadian 23:1-2).

Seandainya Ishak yang disembelih,
seharusnya Kejadian pasal 22 menceritakan kepulangan Ibrahim ke Hebron, tempat
tinggal Sarah, untuk membawa Ishak yang hendak dikurbankan. Kemudian setelah
acara ritual pengurbanan selesai, mestinya Ibrahim mengembalikan Ishak kepada
ibunya di Hebron. BUKAN DI BERSYEBA. Kedengkian pendeta Yahudi mengedit taurat
sudah terlalu jelas didepan mata. Pendeta Yahudi mengedit nama tempat Paran
(lokasi tempat tinggal Ismail) menjadi nama tempat tinggal Ishak. Namun pendeta
Yahudi terburu-buru mengedit Paran menjadi Bersyeba, padahal harusnya Hebron.


"Apakah kamu (Muhammad) masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan
percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka (bani Israel) mendengar Firman
Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka
mengetahui?" (QS.Al-Baqarah:75)

[7]
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya,
Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS
Al Baqarah 2:98)

[8]
Kejadian 16:12 dalam teks ibraninya: wəhû’ yihəyeh pere’ ’ādām yādōw b_akōl
wəyad kōl bōw wə‘al-pənê k_āl-’ehāyw yišəkōn.

Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei 2006
OH TERNYATA DI IRAK ADA BAIT ALLOH JUGA YA....KENYATAANNYA BAPAK NYA IBRAHIM ADALAH PENYEMBAH BERHALA....SUNGGUH ANEH BAIT ALLOH TAPI PENUH BERHALA....TIDAK PERNA TERJADI PADA KEMAH SUCI ORANG ISRAEL...TIDAK BOLEH ADA SATU PUN BERHALA.....MAKIN YAKIN SAYA KALAU IBRAHIM YANG INI ADALAH PENDETA HINDU........KONO PERNA MENCIUM BATU......BATU PAHATAN BAPAKNYA DI OLOK2 TAPI KETEMU BATU HAJAR ASWAD DI CIUM22..ANEH....
avatar
bedah tipis
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Male
Posts : 95
Join date : 29.01.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by Penyaran on Tue Jan 31, 2012 8:19 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
memang di Qur'an tidak disebutkan siapa yang disembelih, walaupun kaum muslim banyak yg menafsirkan ismail lah yang disembelih. adapun keistimewaan Ismail adalah penemu mata air zam-zam di waktu dia masih bayi. Ismail juga peletak batu pertama ka'bah yang dibangun bersama ayahnya, Ibrahim(cikal bakal bait Alllah). Ismail juga mengikuti hukum sunat.

lalu kenapa ibrahim begitu sayang kepada ismail, karena ismail adalah anak yang pernah ditinggalkan sewaktu masih bayi... ismail juga dijanjikan keturunannya menjadi bangsa yang besar....

ceritain:
- ismail nemu air zam-zam
- ismail bikin kaabah
@SEGOROWEDI
Kau ni, mempermalukan Kristen aja lah. Posting isinya nanya aja demi mencari celah untuk mengejek islam daripada buat pernyataan membela Kristen seperti Pembela Kristen dan barabasmurtad yg Katolik. Sungguh terlalu. Malulah Y-sus punya umat kaya dikau. Apa arti seluruh postingmu yg membuatmu jadi TOP POSTERS.

Oh ya, kau kan ngaku Kristen Protestan. Nih ane kasih trit buatmu : http://www.laskarislam.com/t1345-kristen-katolik-dalam-sejarah-nasional-internasional

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Wed Feb 01, 2012 12:51 pm

@Penyaran wrote:
@SEGOROWEDI
Kau ni, mempermalukan Kristen aja lah. Posting isinya nanya aja demi mencari celah untuk mengejek islam daripada buat pernyataan membela Kristen seperti Pembela Kristen dan barabasmurtad yg Katolik. Sungguh terlalu. Malulah Y-sus punya umat kaya dikau. Apa arti seluruh postingmu yg membuatmu jadi TOP POSTERS.

Oh ya, kau kan ngaku Kristen Protestan. Nih ane kasih trit buatmu : http://www.laskarislam.com/t1345-kristen-katolik-dalam-sejarah-nasional-internasional

bisa tidak nyeritain?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by mang odoy on Fri Feb 03, 2012 3:07 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Penyaran wrote:
@SEGOROWEDI
Kau ni, mempermalukan Kristen aja lah. Posting isinya nanya aja demi mencari celah untuk mengejek islam daripada buat pernyataan membela Kristen seperti Pembela Kristen dan barabasmurtad yg Katolik. Sungguh terlalu. Malulah Y-sus punya umat kaya dikau. Apa arti seluruh postingmu yg membuatmu jadi TOP POSTERS.

Oh ya, kau kan ngaku Kristen Protestan. Nih ane kasih trit buatmu : http://www.laskarislam.com/t1345-kristen-katolik-dalam-sejarah-nasional-internasional



bisa tidak nyeritain?

ketawa guling ketawa guling

hi hi hhi....di omelin lu noohhh....mangkanya yang bener kalo mau BELA KRISTEN....atur STRATEGI dan siapkan AMUNISI....

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Sat Feb 04, 2012 2:25 pm

ceritain:
- ismail bayi nemu air zam-zam
- ismail bikin kaabah


ismail sunat
tapi kenapa tidak ada tradisi sunat umur 8 hari di arab?
kan katanya keturunannya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by keroncong on Fri Mar 09, 2012 9:51 pm

KITAB KEJADIAN 16:16 - Maka pada masa Hagar memperanakkan
ISMAIL bagi Abram itu, adalah umur Abram 86 tahun

KITAB KEJADIAN 17:20 - Maka akan hal ISMAIL itu pun telah
kululuskan permintaanmu; bahwa sesungguhnya Aku telah
memberkati akan dia dan membiakkan dia dan memperbanyakkan
dia amat sangat dan dua belah orang raja-raja akan berpencar
dari padanya dan Aku akan menjadikan dia satu bangsa yang
besar.

KITAB KEJADIAN 21:2 - Karena Sarah pun mengandunglah lalu
beranaklah ia laki-laki seorang bagi Ibrahim ...

KITAB KEJADIAN 21:3 - Maka dinamailah oleh Ibrahim akan
anaknya, yang telah diperanakkan oleh Sarah baginya itu
ISHAK.

KITAB KEJADIAN 21:5 - Maka pada masa ISHAK, anaknya itu
jadi, adalah umur Ibrahim 100 tahun.

KITAB KEJADIAN 21:13 - Maka ANAK sahayamu itu pun (yakni
ISMAIL) akan aku jadikan suatu bangsa, karena ia pun DARI
PADA BENIHMU.

KITAB KEJADIAN 22:2 - Lalu firman Tuhan: Ambillah olehmu
akan ANAKMU YANG TUNGGAL ITU, YAITU ISHAK YANG KAU KASIHI,
bawalah akan dia ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di
sana akan korban bakaran ...

Dan apa yang terurai di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kata-kata "anakmu yang tunggal itu, yaitu Ishak yang kau
kasihi" adalah suatu interpolasi yang tendensieus," karena
pada masa Ishak, Ibrahim telah memiliki dua orang putera.
Pada masa sebelum Ishak dilahirkan, Ismaillah putera tunggal
dari Ibrahim, yang 14 tahun lebih tua dari Ishak.

AL-QUR'AN 37:100 - Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku
seorang anak yang termasuk orang-orang saleh. 101 - Dan Kami
beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang penyantun
(ialah Nabi Ismail a.s.); 102 -Maka tatkala anak itu sampai
pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi
bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"
Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatku
termasuk orang-orang yang sabar." 103 -Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas
pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya.

Semenjak masa itu hingga sekarang, yakni semenjak Qur'an
belum diwahyukan atas Nabi Muhammad S.A.W. hingga kini,
peristiwa tersebut setiap tahun diperingati dan yang
disebut: Id el-Adha, Id Qurban, Lebaran Haji, Kurban Bayram,
dan sebagainya, pada saat mana seekor hewan disembelih guna
kurban.

ULANGAN 21:15 dan 17; Maka jikalau pada seorang laki-laki
adalah dua orang bininya, seorang yang dikasihi, seorang
yang dibenci, maka keduanya, yang dikasihi dan yang
dibencipun beranak laki-laki baginya, dan anak laki-laki
yang sulung itu dari pada bini yang dibenci... Melainkan
hendaklah diakunya akan dia anak sulung, jikalau ia anak
dari pada bini yang dibenci sekali pun, dan hendaklah
diberinya akan dia dua kali banyaknya dari pada segala yang
terdapat padanya, karena ialah hulu kuatnya dan ia juga yang
empunya hak kesulungan.

Kesimpulannya adalah bahwa Ismail a.s. berhak dua kali lipat
atas peninggalan (pusaka) Ibrahim a.s. dari pada Ishak a.s.

Menurut M. HYAMSON'S Dictionary of the Bible, dalam "Revised
Standard Version" Pasal 84:6, ada disebut BACA (baca:
BAKKAH) yang juga disebut dalam Qur'an, yaitu nama kuna
sebelum MAKKAH, di mana Nabi Ismail a.s. dibesarkan dan
mengajar ke-Esa-an Allah s.w.t. yang diwariskan dari ayahnya
Ibrahim a.s.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by keroncong on Tue Mar 27, 2012 8:39 am

Orang Yahudi, yang kemudian juga orang Kristen (Protestan
dan, Katolik) mempunyai kepercayaan bahwa Messias atau
penyelamat dunia, Juru Selamat; adalah berasal dari
keturunan Ibrahim, keturunan Daud. Sadar akan kepercayaan
ini, maka Mateus pada permulaan Injil-nya menulis bahwa
Yesus adalah keturunan Ibrahim, keturunan Daud. "Inilah
sisilah Yesus Kristus, maka Daud, anak Ibrahim " (Mt. 1: 1).
Sedangkan silsilah itu ternyata merupakan sesuatu yang
dipaksakan. Perhatikanlah: setelah Mateus menyuguhkan kepada
kita deretan nama-nama yang merupakan deretan keturunan
Ibrahim dalam Injilnya pada pasal 1 ayat 2 sampai dengan 15,
maka pada ayat ke 16, Mateus menulis: "Yakub memperanakan
Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut
Kristus.

Kalau kita perhatikan dengan baik, maka yang menjadi
keturunan Ibrahim adalah Yusuf bukan Maria, Padahal orang
Kristen mengimani bahwa Yesus tidak lahir dari "hubungan"
Yusuf dan Maria. Jadi jelas bahwa Yesus sendiri menurut
Mateus adalah bukan keturunan Ibrahim, keturunan Daud.

Menurut kepercayaan orang Kristen bahwa Penyelamat dunia
akan lahir dari anak Ibrahim. Ibrahim sendiri beranak 2 dari
2 orang isteri pula, yakni Sara dan Hagar. Tetapi umat
Kristen menekankan bahwa anak Ibrahim yang syah adalah
Ishak, yang lahir dari Sara: sedang Ismail bukanlah anak
Ibrahim yang syah karena lahir dari seorang budak, jadi
tidak mungkin Juru Selamat Dunia lahir dari keturunan
Ismail. Betulkah Ismail bukan anak Ibrahim yang syah?

Sebagai dasar untuk membuktikan bahwa hanya Ishak yang
merupakan anak Ibrahim yang syah, umat Kristen mempergunakan
Kitab Kejadian 22: 2, Firman-NYA: "Ambillah anakmu yang
tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak." Apakah
Ismail bukan anak Ibrahim yang syah? Hal ini nyata dibantah
sendiri oleh Kitab Kejadian pasal 21: 13: "Tetapi keturunan
dari hambamu itu (Ismail) juga akan KU-buat menjadi suatu
bangsa, karena iapun anakmu."

Bangsa Yahudi (Israel) mempercayai bahwa mereka adalah
bangsa pilihan dimana sejarah penyelamatan manusia akan
selalu bersumber kepada dan dari bangsa itu. Jadi menurut
kepercayaan mereka Juru Selamat Dunia akan datang dari
bangsa Israel. Tetapi apakah keturunan Ibrahim itu hanya
yang lahir sebagai anak- anak Ishak? Rupanya hal ini
dibantah sendiri oleh Yesus Kristus: "Dan janganlah mengira,
kamu dapat berkata dalam hatimu: Ibrahim adalah bapa kami.
Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan
anak-anak Ibrahim dari batu-batu itu." (Mateus 3: 9).

Jadi jelaslah bahwa keturunan Ibrahim bukan saja yang lahir
sebagai anak-anak Ishak tetapi juga dari batu-pun bisa jadi
keturunan Ibrahim, lebih-lebih anak-anak Ismail yang nyata
diakui dalam Kiitab Kejadian.

Kalau Juru Selamat Dunia harus lahir sebagai keturunan
Ibrahim maka tentu tidak menutup kemungkinan bahwa Juru
Selamat itu adalah lahir dari garis Ismail. Tetapi kalau
juga ditentukan bahwa Juru Selamat itu lahir dari garis
Ishak, tetapi apakah Juru Selamat itu juga harus "Anak
Daud?"
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by hanisf on Tue Apr 03, 2012 10:02 am

[quote="SEGOROWEDI"]
ichreza wrote:
memang di Qur'an tidak disebutkan siapa yang disembelih, walaupun kaum muslim banyak yg menafsirkan ismail lah yang disembelih. adapun keistimewaan Ismail adalah penemu mata air zam-zam di waktu dia masih bayi. Ismail juga peletak batu pertama ka'bah yang dibangun bersama ayahnya, Ibrahim(cikal bakal bait Alllah). Ismail juga mengikuti hukum sunat.

lalu kenapa ibrahim begitu sayang kepada ismail, karena ismail adalah anak yang pernah ditinggalkan sewaktu masih bayi... ismail juga dijanjikan keturunannya menjadi bangsa yang besar....

Ayat Al-Quran: Urut-urutan Kisah
Semua sepakat bahwa anak Nabi Ibrahim yang pertama adalah Ismail dan yang kedua adalah Ishaq. Sebelum punya anak, Ibrahim memohon kepada Allah agar diberi anak.

Ya Tuhanku, Berilah Aku keturunan yang shalih.

Karena tidak mungkin Ibrahim meminta anak ketika sudah punya anak pertama. Secara logika, orang yang berdoa meminta anak adalah orang yang belum punya anak.

Lalu Allah mengabulkan doa Ibrahim dengan firman-Nya:

Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

Dan ayat seterusnya menceritakan tentang anak pertama yang akan disembelih itu. Jadi amat jelas bahwa yang disembelih adalah anak pertama yang bernama Ismail karena selesai Allah memberitakan bahwa doa Ibrahim dikabulkan dan diberi anak, langsung ayat berikutnya berbicara tentang kisah penyembelihan anaknya. Selesai kisah penyembelihan anak, baru Allah berkisah tentang anak Ibrahil yang lain yaitu Ishaq.

Amat tidak logis bila yang disembelih adalah Ishaq, karena bukan demikian urut-urutan kisahnya.
avatar
hanisf
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Female
Posts : 79
Join date : 02.04.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Fri Apr 20, 2012 3:48 pm

anak yang diminta ibrahim adalah anak yang soleh
dan itu adalah ishak

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by keroncong on Mon May 21, 2012 4:20 am

Dari Surah Ash Shaffat (37) ayat 99 sampai dengan ayat 113 :

99 Dan Ibrahim berkata: Sesungguhnya aku pergi menghadap Tuhanku dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

100. Wahai Tuhanku, anugerahilah aku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh;

101. Maka Kami gembirakan dia dengan (kelahiran) seorang anak yang amat sabar.

102. Maka tatkala anak itu telah sampai pada usia dapat membantu bapaknya, berkatalah Ibrahim : 'Wahai anakku sayang, sesungguhnya aku melihat didalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Untuk itu bagaimanakah pendapatmu ?' Anaknya menjawab: 'Hai Bapakku, laksanakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapati aku termasuk golongan orang-orang yang sabar'.

103. Maka tatkala keduanya (bapak dan anak) telah menyerahkan diri (kepada Allah) dan Ibrahim telah merebahkan anaknya diatas pipinya (ditempat penyembelihan dan hampir menyembelihnya).

104. Maka Kami panggillah dia, 'Wahai Ibrahim' (Janganlah engkau lanjutkan perbuatan itu.)

105. Sungguh, engkau telah membenarkan (melaksanakan perintahKu dalam) mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

106. "Sesungguhnya (perintah penyembelihan) ini benar-benar suatu ujian yang nyata,

107. Dan Kami tebus sembelihan itu dengan sembelihan yang agung,

108. dan Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.

109. Yaitu, Kesejahteraan yang senantiasa dilimpahkan atas Ibrahim."

110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,

111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

112. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq, seorang Nabi yang termasuk orang-orang yang saleh,

113. Dan Kami limpahkan keberkatan atasnya (Ismail) dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucu mereka berdua, ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zhalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata."

Ibrahim adalah seorang Nabi yang mumpuni dan penuh berkah dari Allah, dimana beliau sejak kecilnya didalam pencarian jati diri kebenaran sosok Tuhannya, telah mempergunakan kekuatan akal pikirannya serta hati nuraninya, dimulai dari ketidak puasannya terhadap berhala-berhala yang dibuat oleh bapaknya sendiri dan dijadikan sesembahan kaumnya masa itu (Qs. 37:83-93), juga ketidak puasannya terhadap hal-hal yang semula dianggapnya Tuhan namun kemudian dinisbihkannya sendiri karena bertentangan dengan akal pikiran serta hati nurani (Lihat kisah Ibrahim dalam pencarian Tuhan pada Qs. 6:75-79)

Keberimanan Ibrahim kepada Allah yang Esa yang tidak terbagi menjadi potongan-potongan kecil kemakhlukan telah membuatnya berlepas diri terhadap kaumnya dan bahkan juga bapaknya (Qs. 60:4 dan Qs. 19:41-48) yang sampai pada puncaknya penghancuran seluruh berhala sesembahan mereka (Qs. 21:57-58) sehingga dikorbankanlah Ibrahim kedalam satu hukuman pembakaran yang berkat rahmat dari Allah, keselamatan dilimpahkan kepada Nabi agung ini dan api tidak mampu menembus kulitnya yang mulia itu. (QS. 21:61-69)

Cerita tentang Ibrahim as dibakar oleh Raja Nimrod juga bisa didapati dalam "The Writings of Abraham" (Bab 42-43), sebuah kitab yang dipakai oleh orang-orang Mormon. Naskah atau kitab itu cukup menarik untuk diketahui, bisa dilihat di http://www.absalom.com/mormon/rigby/index.html

Selain itu, kisah Ibrahim (Abraham) yang hendak dibakar oleh kaumnya itu juga dapat diketemukan di kitab Sheivet Mussar (bab 52). Teks lengkap mengenai Abraham dari kedua naskah ini
dapat dibaca di: http://www.tiac.net/users/bpilant/netzach/abraham.html

Selanjutnya keberimanan yang tulus dan penuh tanpa syarat setelah beliau mendapatkan kebenaran tersebut dengan Allah, Ibrahim kembali diuji oleh Allah, setelah sekian lamanya beliau berumah tangga dengan Sarah tidak ada tanda-tanda istrinya ini akan menjadi hamil, sehingga diluar statusnya selaku seorang Nabi, Ibrahim tetaplah seorang manusia yang memiliki keinginan untuk mempunyai keturunan sebagai suatu fitrah yang ada pada diri setiap laki-laki dan suami kepada masa depan penerusnya.

Ibrahim berdoa kepada Allah agar beliau dianugerahi seorang anak yang saleh (Qs. 37:99-100), dan pada bagian ayat berikutnya dijelaskan bahwa permintaan Ibrahim ini dikabulkan oleh Allah dengan diberinya seorang putra yang telah lama dinanti-nantikannya melalui istri keduanya Hajar, Bible dalam Kitab Kejadian 16:11 telah pula menegaskan dan menguatkan kisah yang dipaparkan oleh Qur'an ini.

"And again: Behold, said he, thou art with child, and thou shalt bring forth a son: and thou shalt call his name Ismael, because the Lord hath heard thy affliction."
(Genesis 16:11 from Douay)

Sarah sebagai istri pertama dari Ibrahim telah memberikan persetujuan kepada suaminya untuk menikahi Hajar (Kejadian 16:2-3), dari Hajar ini lahirlah putra pertama Ibrahim yang bernama Ismail disaat usia Ibrahim kala itu 86 tahun (Kejadian 16:16).

"And Sarai said unto Abram, Behold now, Lord hath restrained me from bearing: I pray thee, go in unto my maid; it may be that I may obtain children by her. And Abram hearkened to the voice of Sarai. And Sarai Abram's wife took Hagar her maid the Egyptian, after Abram had dwelt ten years in the land of Canaan, and GAVE HER TO HER HUSBAND ABRAM TO BE HIS WIFE."
(Genesis 16:2-3 from "The Restored Name King James Version of the Scriptures")

"And Abram was fourscore and six years old, when Hagar bare Ishmael to Abram."
(Genesis 16:16 from "The Restored Name King James Version of the Scriptures")

Kisah ini bersesuaian dengan al-Qur'an pada surah 37:101, dan Bible pada kitab Kejadian 21:5 menceritakan bahwa Ibrahim juga akhirnya mendapatkan keturunan dari Sarah, yaitu Ishak, dimana pada kala itu usia Ibrahim sudah mencapai 100 tahun.

Jadi beda antara usia Ismail dan Ishak adalah 14 tahun.
Suatu perbedaan usia yang cukup jauh.

Pada ayat al-Qur'an berikutnya, yaitu surah 37:102, disebutkan bahwa tatkala usia anak yang dilahirkan pertama tersebut, dalam hal ini adalah Ismail sudah mencapai usia yang cukup untuk mengerti, maka Allah mengadakan ujian bagi Ibrahim antara kecintaannya terhadap Allah dan kecintaannya terhadap anak yang selama ini sudah dia nanti-nantikan.

Kisah ini jika kita kembalikan pada Bible, sangat bersesuaian, dimana pada usia Ismail yang sudah lebih dari 10 tahun itu, beliau sudah cukup mengerti untuk berpikir dan tengah meranjak menuju kepada fase kekedewasan.

Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Allah itu, melakukan dialog tukar pikiran dengan putranya mengenai pengorbanan yang diminta oleh Allah terhadap diri anaknya ini. Dan kisah yang ini sama sekali bertentangan dengan kisah Bible yang menyebutkan Ibrahim telah membohongi putranya.

"He said to him: Take thy only begotten son Isaac, whom thou lovest, and go into the land of vision: and there thou shalt offer him for a holocaust upon one of the mountains which I will show thee."
(Genesis 22:2 from Douay)

Dari sini kita lihat sudah, bahwa Kitab Kejadian 22:2 sudah mengalami distorsi dengan penyebutan anak tunggal itu adalah Ishak (Isaac).

Pada Kejadian 16:16 diterangkan pada waktu Hagar memperanakkan Ismail bagi Abram, ketika itu umur Ibrahim 86 tahun. Pada kejadian 21:5 disebutkan pada waktu Ishak lahir maka umur Ibrahim 100 tahun. Berdasarkan kedua ayat itu, maka anak Ibrahim yang lahir lebih dahulu ialah Ismail; Jika Kejadian 22:2 menerangkan bahwa firman Tuhan kepada Ibrahim untuk mengorbankan "anak tunggal", jelas pada waktu itu anak Ibrahim baru satu orang.

Adapun anak yang baru seorang ini sudah tentu anak yang lahir pertama atau yang lahir lebih dahulu. Dan anak Ibrahim yang lahir pertama ini ialah Ismail. Jadi Kejadian 22:2 yang menyebutkan "anak tunggal" itu Ishak, jelas merupakan sisipan atau penggantian yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Apabila pada Kejadian 16:16 dan Kejadian 21:5 anak Ibrahim pada waktu itu sudah dua orang, yaitu Ismail dan Ishak ... mengapa pada Kejadian 22:2 disebutkan "anak tunggal" ?

Yang berarti bahwa anak Ibrahim baru satu orang, lalu kemana anak yang satunya lagi ? Padahal kedua anak tersebut masih sama-sama hidup, sehingga pada waktu Sarah (ibu Ishaq) wafat, kedua anak Ibrahim itu, yakni Ismail dan Ishaq sama-sama hadir mengurus jenasah Sarah.

Jadi seharusnya ayat yang menerangkan kelahiran Ishaq itu letaknya sesudah ayat pengorbanan, sehingga setelah ayat pengorbanan lalu diikuti oleh ayat kelahiran Ishak. Inilah yang disebut dengan "tahrif" oleh al-Qur'an, yaitu mengubah letak ayat dari tempatnya yang asli ketempat lain sebagaimana yang disitir oleh Surah An Nisa' ayat 46 :

"Diantara orang-orang Yahudi itu, mereka mengubah perkataan dari tempatnya ..."

Dengan begitu semakin jelas saja bahwa Bible mengandung tahrif (pengubahan, penambahan, pengurangan dsb), dan jelas pula bahwa kitab yang sudah diubah-ubah itu tidak dapat dikatakan otentik dari Tuhan melainkan merupakan kitab yang terdistorsi oleh ulah tangan-tangan manusia.

Setelah ternyata Ibrahim lebih mengutamakan kecintaan dan kepatuhannya kepada Allah, maka Allah melimpahkan rahmat-Nya yang sangat besar kepada Ibrahim juga Allah telah meluluskan doa Ibrahim sebelumnya agar memperoleh anak yang saleh, yaitu putra tunggalnya, Ismail.

Ismail ini juga mengikuti jejak langkah bapaknya selaku manusia yang menyerahkan diri kepada Allah secara penuh tanpa syarat yang kelak akan menjadi salah seorang penerus kenabian Ibrahim sebagaimana dinyatakan didalam AlQur'an pada Qs. 19:54, Qs. 4:163, Qs. 6:86, Qs. 21:85, Qs. 38:48 dan bagi Ismail sendiri juga didalam Bible pun dinyatakan bahwa Allah telah mengabulkan permintaan Ibrahim akan hal diri Ismail dan bahkan dijadikan Allah keturunan Ismail ini sebagai suatu bangsa yang besar (Lihat Kejadian 17:20, Kejadian 21:13 dan Kejadian 21:18 => Secara panjang lebar pembahasannya silahkan baca artikel : Tafsir Kitab Kejadian).

Setelah kisah pengorbanan putra tunggalnya kala itu tersebut, Ibrahim kembali digirangkan oleh Allah dengan mendapatkan seorang putra dari Sarah dimana waktu itu, baik menurut al-Qur'an sendiri maupun Bible, sebelumnya Sarah sempat merasakan pesimis mengingat usianya yang sudah lanjut, sementara Ibrahim sendiri sudah memiliki putra dari Hajar 14 tahun sebelumnya, dikala usia Ibrahim 86 tahun.

al-Qur'an Surah Ibrahim (14) ayat ke-39 melukiskan betapa Ibrahim merasa bersyukur sekali dengan dua putranya ini (yaitu Ismail dan Ishak) sebagai suatu karunia baginya yang sudah berusia lanjut.

Pengusiran Ismail dan Ibunya, Hajar yang dilakukan oleh Sarah sebagaimana yang dimuat didalam Bible terjadi pada waktu Ishak disapihkan karena ketakutan Sarah akan ikut terjatuhnya warisan ketangan Ismail yang juga merupakan putra dari Ibrahim (Lihat Kejadian 21:8-10).

"And the child grew and was weaned: and Abraham made a great feast on the day of his weaning. And when Sara had seen the son of Agar the Egyptian playing with Isaac her son, she said to Abraham: Cast out this bondwoman, and her son: for the son of the bondwoman shall not be heir with my son Isaac."
(Genesis 21:8-10 From Douay)

Hal ini sebenarnya bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Bible dalam ayat lainnya yaitu Ulangan 21:15-17.

"And the water was spent in the bottle, and she cast the child under one of the shrubs. And she went, and sat her down over against him a good way off, as it were a bowshot: for she said, Let me not see the death of the child. And she sat over against him, and lift up her voice, and wept. And Elohim heard the voice of the lad; and the angel of Elohim called Hagar out of heaven, and said unto her, What aileth thee, Hagar? fear not; for Elohim hath heard the voice of the lad where he is."
(Genesis 21:15-17 from "The Restored Name King James Version of the Scriptures")

Kenapa bertentangan ?
Ishak ketika disapih berusia sekitar 2 tahun, sementara Ismail 16 tahun dan saat terjadi pengusiran atas Ismail dan ibunya ini telah terjadi konflik baru dalam ayat-ayat Bible, Kejadian 21:8-10 bertentangan dengan Kejadian 21:14-21.

Dimana dalam ayat itu digambarkan seolah-olah Ismail masih berupa seorang bayi yang digendong dibahu ibunya, dan disebut dengan istilah budak, kemudian Ismail yang menurut Bible sendiri saat itu sudah berusia 16 tahun yang notabene sudah cukup dewasa kembali digambarkan bagai anak kecil yang mesti dibaringkan dibawah pokok serumpun (Kejadian 21:15) lalu diperintahkan untuk diangkat, digendong (Kejadian 21:18)

Masa iya sih Hagar yang seorang perempuan harus menggendong seorang anak laki-laki "dewasa" yang berusia 16 tahun, apa tidak terbalik seharusnya Ismail yang menggendong Hagar ?

Kemudian disambung pada Kejadian 21:20 seolah Ismail masih sangat belia sekali sehingga dikatakan "...maka disertai Allah akan budak itu sehingga besarlah dia, lalu ia pun duduklah dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah".

Jadi dari sini saja sudah kelihatan telah terjadi kerusakan dan manipulasi sejarah dan fakta yang ada pada ayat-ayat Bible.

Dalam satu perdiskusian agama dimilis isnet beberapa tahun yang lampau, seorang rekan Kristen membantah kalimat "untuk diangkat, digendong ... " yang termuat didalam Bible adalah dalam bentuk kiasan, jadi disana jangan diartikan secara harfiah, karena maksud yang ada pada ayat itu bahwa nasib hidup dan makan dari Ismail ada dipundak Hagar.

Padahal jika kita mau melihat kedalam konteks ayat-ayat aslinya, akan nyatalah bahwa apa yang dimaksudkan dengan bentuk kiasan tersebut sama sekali tidak menunjukkan seperti itu.

Mari kita kupas :

Kejadian 21:14
Maka bangunlah Ibrahim pada pagi-pagi hari, lalu diambilnya roti dan sebuah kirbat yang berisi air, diberikannya kepada Hagar, ditanggungkannya pada bahunya dan anak tersebut, lalu disuruhnya pergi. Maka berjalanlah ia lalu sesatlah ia dalam padang birsjeba.
(Alkitab LAI terbitan Djakarta 1963)

Didalam Bible berbahasa Inggris saya kutipkan adalah demikian :

"And Abraham rose up early in the morning, and took bread, and a bottle of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and THE CHILD, and sent her away: and she departed, and wandered in the wilderness of Beer-sheba.
(Genesis 21:14 from "The Restored Name King James Version of the Scriptures")

"So Abraham rose up in the morning, and taking bread and a bottle of water, put it upon her shoulder, and delivered the boy, and sent her away. And she departed, and wandered in the wilderness of Bersabee."
(Genesis 21:14 from Douay)

Jadi jelas bahwa Ibrahim mengambil roti dan sebuah kirbat yang berisi air lalu memberikannya kepada Hagar dengan meletakkan keduanya itu diatas pundak Hagar bersama Ismail yang jelas sudah lebih dulu ada dalam dukungannya lalu menyuruh Hagar pergi.

Lihat kalimat bahasa Inggris tidak menyebutkan Hagar dan Ismail tetapi hanya menyebutkan kata "...and sent HER away: and SHE departed, and wandered"

Jadi jelas yang diusir dan berjalan serta tersesat disana adalah Hagar sendirian, sebab Ismail ada dalam gendongan Hagar, bukankah mustahil anak berusia 16 tahun digendong ?

Lalu kita lanjutkan pada kalimat berikutnya :
"Hatta, setelah habislah air yang didalam kirbat itu, maka dibaringkannyalah budak itu dibawah pokok serumpun." (Alkitab LAI terbitan Djakarta 1963: Kej. 21:15)

"And the water was spent in the bottle, and SHE CAST THE CHILD under one of the shrubs."
(From "The Restored Name King James Version of the Scriptures")

"And when the water in the bottle was spent, SHE CAST THE BOY under one of the trees that were there. " (From Douay)

Jadi semakin jelas, ketika air didalam kirbat sebagai bekal sudah habis, lalu Ismail (yang secara jelas disebut sebagai THE CHILD dan THE BOY) yang digendong itu diturunkan dari tubuhnya dan dibaringkan dibawah pohon.

Apakah masih mau bersikeras dengan mengatakan kalau kata "menggendong atau memikul" THE CHILD disana bukan dalam arti yang sebenarnya ?

Lalu kita lihat sendiri pada ayat-ayat berikutnya dimana Hagar akhirnya mendapatkan mata air dan memberi minum kepada anaknya (THE CHILD) yang menangis kehausan lalu anak tersebut dibawah bimbingan Tuhan meranjak dewasa, jadi anak itu pada masa tersebut belumlah dewasa, padahal usianya kala itu sudah hampir 17 tahun.

Bagi Ishak sendiri, beliau pun dijanjikan oleh Allah menjadi seorang Nabi yang hanif sebagaimana ayah dan juga saudara tuanya, Ismail, dimana nantinya dari Ishak ini akan terlahir Ya'qub yang kelak menjadi bapak bagi bangsa Israil.

Kepada rekan-rekan dari kalangan Nasrani saya meminta maaf, saya bukan hendak menggurui anda-anda semua atau juga hendak mengadakan pelecehan, tetapi kita sekarang berbicara masalah kebenaran dan keobjektivitasan yang bisa sama-sama kita saksikan.

Saya dapat memahami jika anda dari kaum Nasrani tetap pada pendirian bahwa al-Qur'an salah dan Bible sajalah yang benar, sebab memang dasar pijakan kaum Nasrani ada pada Bible sehingga apapun keyakinan anda maka tidak akan jauh dari apa yang dikatakan oleh Bible.

"Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu." (Qs. Al-Baqarah 2:147)

"Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka manfa'atnya bagi diri sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya."
(Qs. Al-An'am 6:104)

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada."
(Qs. 22:46)

"Dan sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka itu beberapa banyak dari Jin dan manusia, yang mempunyai hati tetapi tidak untuk mengerti dengannya, mempunyai mata tidak untuk melihat dengannya dan mempunyai telinga tidak dipergunakan untuk mendengarkan; mereka itu seperti binatang, malah mereka lebih sesat." (Qs. 7:179)

"Sekalipun melihat, mereka tidak melihat. Sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti." (Matius 13:13)

Wassalam,

avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by Pembela Kristen on Tue Jul 31, 2012 5:46 pm

sudah dijawab disini: http://www.sarapanpagi.org/siapa-anak-pengorbanan-ismael-atau-ishak-vt694.html

copAS aja isi dengan menyertakan sumber...kalow cuman link aja bisa dianggap sampah.

by sayah
avatar
Pembela Kristen
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 349
Join date : 29.01.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Nama Ishmael dan Ishak menurut alkitab

Post by hamba tuhan on Wed Aug 01, 2012 3:26 pm

1. Nama Ishmael adalah nama ilahi dari Allah melalui malaikat Tuhan (Kejadian 16:11), dan sesuai amanat Tuhan, Abraham lalu menamainya Ishmael (Kejadian 16:15). Nama Ishmael bermakna ‘Allah telah mendengar’ (Ibrani: yisma’El) karena Allah telah mendengar tentang penindasan Sara atas Hagar itu (Kejadian 16:11). Faktanya, nama ini disandarkan secara langsung atas pribadi Allah, yakni yisma’El (Dia yang adalah Allah telah mendengar). Ishmael adalah nama yang indah dari Allah, yang mencerminkan kepercayaan dan keimanan Hagar kepada Allah.......

2. Sebaliknya, nama Ishak bukanlah nama yang indah dari Allah karena nama Ishak bermakna ‘dia telah tertawa’ (Ibrani: yitzhaq), yang nama ini disandarkan secara langsung kepada pribadi Sara, yakni yitzhaq (dia yang bernama Sara telah tertawa), sebab Sara telah menertawakan kabar dari Allah dan menyangkal sekaligus meragukan ketidakmustahilan perbuatan Allah (Kejadian 18:12-15), dan atas wasiat Allah kepada Abraham, maka kemudian Abraham menamainya Ishak (Kejadian 21:3). Mengapa nama Ishmael disandarkan atas pribadi Allah sendiri, sedangkan nama Ishak disandarkan kepada pribadi Sara?

Renungkanlah!
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by hamba tuhan on Wed Aug 01, 2012 3:32 pm

Hagar dan Ishmael diusir oleh Sara, itu adalah cara Allah agar Hagar dan Ishmael pergi ke tanah perjanjian yang telah diberikan Allah kepada Ishmael dan keturunannya, yakni kawasan luas taman Eden, yang lebih luas dari tanah perjanjian bagi Ishak dan keturunannya, yakni tanah Kanaan (Kejadian 21:10)......

avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by mencari petunjuk on Wed Aug 01, 2012 6:45 pm

nice info

mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 192
Join date : 27.10.11
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by putramentari on Wed Aug 01, 2012 8:38 pm

kalo masalah penyebutan anak TUNGGAL gimana brader, sekalian aje dibahas
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by hamba tuhan on Wed Aug 01, 2012 10:08 pm

@putramentari wrote:kalo masalah penyebutan anak TUNGGAL gimana brader, sekalian aje dibahas

waduh kang mas PM.... msh byk banget neh PR nya, lagi kampung halaman(aceh), inet2nya lemot... besok tgl 4 agustus saya balik kepekanbaru insyaallah sllu aktif di forum ini..... dan kita kupas mslah tsb sedetail2nya ya.... wassalam
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Nama Ishmael dan Ishak menurut alkitab

Post by barabasmurtad on Tue Aug 14, 2012 7:42 pm

@hamba tuhan wrote:1. Nama Ishmael adalah nama ilahi dari Allah melalui malaikat Tuhan (Kejadian 16:11), dan sesuai amanat Tuhan, Abraham lalu menamainya Ishmael (Kejadian 16:15). Nama Ishmael bermakna ‘Allah telah mendengar’ (Ibrani: yisma’El) karena Allah telah mendengar tentang penindasan Sara atas Hagar itu (Kejadian 16:11). Faktanya, nama ini disandarkan secara langsung atas pribadi Allah, yakni yisma’El (Dia yang adalah Allah telah mendengar). Ishmael adalah nama yang indah dari Allah, yang mencerminkan kepercayaan dan keimanan Hagar kepada Allah.......

2. Sebaliknya, nama Ishak bukanlah nama yang indah dari Allah karena nama Ishak bermakna ‘dia telah tertawa’ (Ibrani: yitzhaq), yang nama ini disandarkan secara langsung kepada pribadi Sara, yakni yitzhaq (dia yang bernama Sara telah tertawa), sebab Sara telah menertawakan kabar dari Allah dan menyangkal sekaligus meragukan ketidakmustahilan perbuatan Allah (Kejadian 18:12-15), dan atas wasiat Allah kepada Abraham, maka kemudian Abraham menamainya Ishak (Kejadian 21:3). Mengapa nama Ishmael disandarkan atas pribadi Allah sendiri, sedangkan nama Ishak disandarkan kepada pribadi Sara?

Renungkanlah!

]1. Nama Ishmael adalah nama ilahi dari Allah melalui malaikat Tuhan (Kejadian 16:11), dan sesuai amanat Tuhan, Abraham lalu menamainya Ishmael (Kejadian 16:15). Nama Ishmael bermakna ‘Allah telah mendengar’ (Ibrani: yisma’El) karena Allah telah mendengar tentang penindasan Sara atas Hagar itu (Kejadian 16:11). Faktanya, nama ini disandarkan secara langsung atas pribadi Allah, yakni yisma’El (Dia yang adalah Allah telah mendengar). Ishmael adalah nama yang indah dari Allah, yang mencerminkan kepercayaan dan keimanan Hagar kepada Allah.......

Gen 16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
Ismael artinya Allah telah mendengar PENINDASAN ATAS HAGAR, TETAPI

Gen 16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."
dalam ayat berikutnya dikatakan bahwa ISMAEL MEMILIKI SIFAT SEPERTI KELEDAI LIAR YANG TANGANNYA MELAWAN SETIAP ORANG YANG DALAM BAHASA KERENNYA SEORANG TROUBLE-MAKER
apa bagusnya hal yang seperti itu????

Sebaliknya, nama Ishak bukanlah nama yang indah dari Allah karena nama Ishak bermakna ‘dia telah tertawa’ (Ibrani: yitzhaq), yang nama ini disandarkan secara langsung kepada pribadi Sara, yakni yitzhaq (dia yang bernama Sara telah tertawa), sebab Sara telah menertawakan kabar dari Allah dan menyangkal sekaligus meragukan ketidakmustahilan perbuatan Allah (Kejadian 18:12-15), dan atas wasiat Allah kepada Abraham, maka kemudian Abraham menamainya Ishak (Kejadian 21:3). Mengapa nama Ishmael disandarkan atas pribadi Allah sendiri, sedangkan nama Ishak disandarkan kepada pribadi Sara?

ARTI ISHAK YANG SESUNGGUHNYA
Arti nama Ishak adalah "orang tertawa", hal ini berkaitan dengan kegembiraan Abraham saat menerima janji Allah bahwa Sara akan melahirkan anak bagi Abraham di usia tuanya (Kej 17:17). Walaupun awalnya Sara tertawa karena tidak meyakini bahwa Allah sanggup memberikan seorang anak baginya. Tetapi setelah kelahiran Ishak, Abraham dan Sara memberikan nama Ishak "orang tertawa" sebagai respon sukacita kebahagiaan sebab Allah memberikan kepada mereka seorang anak (Kej 18:12-15)

barabasmurtad
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Age : 73
Posts : 408
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 26.11.11
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by hamba tuhan on Tue Aug 14, 2012 8:08 pm

@barabasmurtad wrote:
@hamba tuhan wrote:1. Nama Ishmael adalah nama ilahi dari Allah melalui malaikat Tuhan (Kejadian 16:11), dan sesuai amanat Tuhan, Abraham lalu menamainya Ishmael (Kejadian 16:15). Nama Ishmael bermakna ‘Allah telah mendengar’ (Ibrani: yisma’El) karena Allah telah mendengar tentang penindasan Sara atas Hagar itu (Kejadian 16:11). Faktanya, nama ini disandarkan secara langsung atas pribadi Allah, yakni yisma’El (Dia yang adalah Allah telah mendengar). Ishmael adalah nama yang indah dari Allah, yang mencerminkan kepercayaan dan keimanan Hagar kepada Allah.......

2. Sebaliknya, nama Ishak bukanlah nama yang indah dari Allah karena nama Ishak bermakna ‘dia telah tertawa’ (Ibrani: yitzhaq), yang nama ini disandarkan secara langsung kepada pribadi Sara, yakni yitzhaq (dia yang bernama Sara telah tertawa), sebab Sara telah menertawakan kabar dari Allah dan menyangkal sekaligus meragukan ketidakmustahilan perbuatan Allah (Kejadian 18:12-15), dan atas wasiat Allah kepada Abraham, maka kemudian Abraham menamainya Ishak (Kejadian 21:3). Mengapa nama Ishmael disandarkan atas pribadi Allah sendiri, sedangkan nama Ishak disandarkan kepada pribadi Sara?

Renungkanlah!

]1. Nama Ishmael adalah nama ilahi dari Allah melalui malaikat Tuhan (Kejadian 16:11), dan sesuai amanat Tuhan, Abraham lalu menamainya Ishmael (Kejadian 16:15). Nama Ishmael bermakna ‘Allah telah mendengar’ (Ibrani: yisma’El) karena Allah telah mendengar tentang penindasan Sara atas Hagar itu (Kejadian 16:11). Faktanya, nama ini disandarkan secara langsung atas pribadi Allah, yakni yisma’El (Dia yang adalah Allah telah mendengar). Ishmael adalah nama yang indah dari Allah, yang mencerminkan kepercayaan dan keimanan Hagar kepada Allah.......

Gen 16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
Ismael artinya Allah telah mendengar PENINDASAN ATAS HAGAR, TETAPI

Gen 16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."
dalam ayat berikutnya dikatakan bahwa ISMAEL MEMILIKI SIFAT SEPERTI KELEDAI LIAR YANG TANGANNYA MELAWAN SETIAP ORANG YANG DALAM BAHASA KERENNYA SEORANG TROUBLE-MAKER
apa bagusnya hal yang seperti itu????

Sebaliknya, nama Ishak bukanlah nama yang indah dari Allah karena nama Ishak bermakna ‘dia telah tertawa’ (Ibrani: yitzhaq), yang nama ini disandarkan secara langsung kepada pribadi Sara, yakni yitzhaq (dia yang bernama Sara telah tertawa), sebab Sara telah menertawakan kabar dari Allah dan menyangkal sekaligus meragukan ketidakmustahilan perbuatan Allah (Kejadian 18:12-15), dan atas wasiat Allah kepada Abraham, maka kemudian Abraham menamainya Ishak (Kejadian 21:3). Mengapa nama Ishmael disandarkan atas pribadi Allah sendiri, sedangkan nama Ishak disandarkan kepada pribadi Sara?

ARTI ISHAK YANG SESUNGGUHNYA
Arti nama Ishak adalah "orang tertawa", hal ini berkaitan dengan kegembiraan Abraham saat menerima janji Allah bahwa Sara akan melahirkan anak bagi Abraham di usia tuanya (Kej 17:17). Walaupun awalnya Sara tertawa karena tidak meyakini bahwa Allah sanggup memberikan seorang anak baginya. Tetapi setelah kelahiran Ishak, Abraham dan Sara memberikan nama Ishak "orang tertawa" sebagai respon sukacita kebahagiaan sebab Allah memberikan kepada mereka seorang anak (Kej 18:12-15)

Barabas : Gen 16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."
dalam ayat berikutnya dikatakan bahwa ISMAEL MEMILIKI SIFAT SEPERTI KELEDAI LIAR YANG TANGANNYA MELAWAN SETIAP ORANG YANG DALAM BAHASA KERENNYA SEORANG TROUBLE-MAKER
apa bagusnya hal yang seperti itu????

HT : nak barabas udah kena tipu oleh penulis alkitab tuh.... mana ada ismail menentang saudara2nya, malah rukun2 aja tuh menurut alkitab geh!!!!

Kej 25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,

cb baca baik2 nak barabas... ada gak ismail dan ishak berantem tuh!!!! heheeeeee, adem ayem kok mereka..... jgn mudah tertipu nak barabas dgn berita yg ga bener.....
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Aug 23, 2012 10:55 pm

@hamba tuhan wrote:
HT : nak barabas udah kena tipu oleh penulis alkitab tuh.... mana ada ismail menentang saudara2nya, malah rukun2 aja tuh menurut alkitab geh!!!!

ngomong sendiri tentang nama ishak/ismael berdasarkan alkitab
malah penulisnya dituduh menipu, gak waras..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 11 1, 2, 3 ... 9, 10, 11  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik