FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Ismail VS Ishaq

Halaman 8 dari 11 Previous  1, 2, 3 ... 7, 8, 9, 10, 11  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ismail VS Ishaq

Post by keroncong on Sun Dec 18, 2011 5:52 pm

First topic message reminder :

Ada perselisihan keagamaan yang sangat lama antara bani Ismail
(Arab) dan bani Israel mengenai beberapa persoalan menyangkut hak kelahiran dan
perjanjian. Para pembaca Bible dan Al-Qur’an mengetahui tentang kisah nabi besar
Ibrahim dan kedua anaknya yang bernama Ismail dan Ishaq. Kisah tentang seruan
Ibrahim dari kota Ur di Khaldea, dan kisah tentang keturunannya sampai kematian
cucunya Yusuf di Mesir, tertulis dalam kitab Kejadian. Dalam silsilahnya
sebagaimana terekam dalam kitab Kejadian, Ibrahim adalah keturunan ke 20 dari
Adam, dan sejaman dengan Raja Namrud, yang membangun menara Babel yang
menakjubkan.

Kisah awal tentang nabi Ibrahim di kota Ur, Khaldea,
meskipun tidak disebutkan dalam Bible, direkam oleh sejarawan Yahudi terkenal,
Joseph Flavus dalam Antiquities-nya dan juga dikonfirmasi oleh Al-Qur’an. Tetapi
Bible dengan jelas mengatakan bahwa bapaknya Ibrahim bernama Terah, sedangkan
al-Qur’an mengatakan bapaknya Ibrahim adalah Azar. Meskipun demikian kedua kitab
suci tersebut sama-sama mengatakan bapaknya Ibarahim adalah seorang penyembah
berhala.

Ibrahim mewujudkan kecintaan dan kesetiaannya kepada Tuhan
ketika ia masuk kedalam bait Allah dan menghancurkan semua patung dan berhala
yang ada didalamnya[1], dan
dengan demikian ia adalah prototipe sejati dari keturunannya yang termasyur,
Muhammad. Ia keluar tanpa cedera dan dengan kemenangan dari tungku api yang
menyala-nyala yang kedalamnya ia dilemparkan atas perintah Raja Namrud[2]. Ia selamat tanpa cedera dari tungku api yang
menyala-nyala[3].
Dengan ketaatan terhadap seruan Ilahi, ia meninggalkan negeri asalnya dan
memulai perjalanan jauh dan berliku kenegeri Kanaan, Mesir, dan
Arabia.

Istrinnya, Sarah adalah seorang wanita mandul. Namun, Tuhan
memberitahukan Ibrahim, bahwa Ibrahim ditakdirkan untuk menjadi bapak dari
banyak bangsa-bangsa, bahwa semua wilayah yang dia lintasi dalam perjalanan akan
diberikan sebagai warisan kepada keturunannya, dan bahwa “ dengan benihnya
semua bangsa di muka bumi akan diberkahi
”! Janji yang sangat hebat dan unik
dalam sejarah agama ini diterima dengan keimanan kuat dipihak Ibrahim yang
ketika itu tidak memiliki keturunan.

Ketika Ibrahim dibawa keluar untuk
memandang ke langit pada malam hari dan diberi tahu oleh Allah bahwa anak
cucunya akan sebanyak bintang dilangit dan sama tidak terhitungnya dengan pasir
di pantai, Ibrahim mempercayai-Nya.

Gadis Mesir yang miskin dan berbudi
luhur, Hajar namanya, adalah seorang budaknya Sarah. Atas tawaran dan restu
Sarah, maka Hajar di nikahi oleh Ibrahim[4] secara
resmi, dan dari perkawinan inilah lahir Ismail.

Akibat konflik rumah
tangga, Hajar sempat melarikan diri, namun malaikat-Nya datang untuk mengulangi
janji Tuhan kepada Ibrahim[5], bahwa
keturunan Ibrahim melalui Hajar akan memiliki sangat banyak
keturunan.

Ketika Ismail berusia 13 tahun, Allah sekali lagi mendatangi
Ibrahim melalui malaikat-Nya, dan janji lama yang sama diulangi lagi kepada
Ibarahim (Kejadian pasal 17).

Belakangan –maksudnya ketika Ibrahim
berusia 99 tahun dan Sarah 90 tahun- ternyata Sarah juga melahirkan seorang anak
laki-laki yang diberi nama Ishaq, ini sesuai dengan janji-Nya.

Setelah
lahirnya Ishaq, maka Hajar dan anaknya (Ismail), menurut Bible, diusir oleh
Sarah. Hajar dan Ismail –yang ketika itu masih bayi- lari menuju gurun pasir, di
tengah perjalanan mereka kehausan, kemudian sebuah mata air menyembur atas
perintah Tuhan. Setelah itu tidak ada lagi, berita tentang Ismail dalam kitab
Kejadian, kecuali bahwa Ismail menikahi seorang wanita Mesir, dan ketika Ibrahim
meninggal, ia hadir bersama Ishaq untuk menguburkan bapak
mereka.

Kemudian kitab Kejadian melanjutkan kisah tentang Ishaq, dua
anaknya, dan kedatangan Yakub ke Mesir, dan diakhiri oleh meninggalnya
Yusuf.

Peristiwa penting berikutnya dalam sejarah Ibrahim seperti terekam
dalam Kejadian pasal 22 adalah pengorbanan anak satu-satunya kepada Tuhan,
tetapi ia ditebus dengan seekor kambing yang besar[6].

Demikian cerita singkat mengenai Ibrahim
dalam hubungannya dengan subjek tentang Hak Kelahiran dan Perjanjian.

Ada
3 pon yang harus digarisbawahi disini bagi setiap orang yang beriman kepada
Allah:

Poin Pertama , adalah Ismail adalah anak sah Ibrahim, anak
pertamanya, dan oleh karena itu klaimnya tentang hak kelahiran adalah adil dan
sah!

Poin Kedua, adalah bahwa perjanjian dibuat antara Tuhan dan
Ibrahim dan juga anak satu-satunya yang bernama Ismail (karena ketika itu Ishaq
berlum lahir). Perjanjian dan hukum khitan itu tidak akan punya nilai dan arti
penting kalau janji yang diulang-ulang itu tidak terkandung dalam firman Tuhan,
Melaluimu semua bangsa bumi akan diberkahi ” dan khususnya ungkapan
Benih “ yang akan keluar dari mangkuk-mangkuk ia akan menjadi ahli warismu
” (Kejadian 15:4). Janji itu dipenuhi ketika Ismail lahir (kejadian bab 16),
dan Ibrahim mendapat penghiburan bahwa pelayan utamanya Eliezer tidak akan lagi
menjadi ahli warisnya.

Konsekuensinya, kita harus mengakui bahwa Ismail
adalah pewaris martabat dan hak istimewa Ibrahim yang riil dan sah. Hak
prerogratif bahwa “ karena Ibrahim maka semua bangsa dibumi akan diberkahi
” begitu sering diulang-ulang adalah warisan karena hak kelahiran Ismail.
Warisan yang menjadi hak Ismail bukanlah tenda tempat Ibrahim bernaung atau
seekor unta tertentu yang biasa Ibrahim tunggangi, tetapi hak untuk menaklukkan
dan menduduki selama-lamanya wilayah yang terbentang dari sungai Nil sampai
dengan sungai Eufrat yang dihuni oleh sekitar 10 bangsa yang berbeda-beda.
Negeri-negeri tersebut belum pernah ditaklukan oleh keturunan Ishaq, melainkan
oleh keturunan Ismail. Inilah pemenuhan nubuat aktual dan sesuai dengan
kenyataan terhadap perjanjian-Nya.

Poin Ketiga, adalah bahwa Ishaq juga
lahir dan diberkati oleh Tuhan, dan bahwa untuk kaumnyalah negeri Kanaan
dijanjikan dan benar-benar dikuasai oleh Yoshua. Tidak seorang muslim pun pernah
berpikir meremehkan kedudukan Ishaq sebagai seorang nabi,karena memusuhi
nabi-Nya artinya memusuhi Tuhan yang mengutus para nabi-Nya[7]. Ketika kita membedakan Ismail dan Ishaq, tidak ada
yang dapat kita lakukan selain bersikap hormat pada kedua hamba-Nya yang suci
.

Sebenarnya, bani Israel, dengan hukum dan kitab sucinya, memiliki
sejarah keagamaan yang cukup unik dimasa lalu. Mereka benar-benar bangsa pilihan
Tuhan, meskipun mereka sering menentang Tuhan dan jatuh dalam kemusyrikan, namun
dari merekalah telah dilahirkan banyak nabi dan wanita yang soleh.

Sejauh
ini, tidak ada poin kontroversi yang riil antara bani Ismail dan bani Israel.
Karena jika “keberkahan” dan “hak kelahiran” diartikan hanya semacam pemilikan
materi dan kekuasaan, maka perselisihan akan diselesaikan sebagaimana telah
diselesaikan dengan pedang dan fakta saat ini bahwa Arab telah menguasai
negeri-negeri yang dijanjikan Tuhan.

Namun, ada 2 poin perselisihan yang
fundamental diantara kedua bangsa. Dan bahwa yang diperselisihkan tersebut
adalah mengenai perselisihan mengenai nabi terakhir. Kaum Yahudi tidak melihat
pemenuhan atas apa yang disebut nubuat-nubuat Mesianis dalam diri Yesus atau
kalau tidak dalam arti Muhammad. Kaum Yahudi selalu cemburu terhadap Ismail,
karena mereka sangat mengetahui bahwa karena dirinya maka perjanjian
dibuat dan melalui pengkhitanannya maka perjanjian pun disahkan. Dan karena
dendam inilah para pendeta mereka menyelewengkan dan menyisipkan banyak bagian
dalam kitab-kitab suci. Mereka menghapuskan nama Ismail dari ayat ke 2, 6, 7
dalam pasal ke 20 dalam kitab Kejadian, dan sebagai gantinya memasukkan nama
Ishaq. Padahal perjanjian yang dibuat oleh Allah, adalah “ karena engkau
tidak mengecualikan satu-satunya anakmu yang dilahirkan, maka Aku akan menambah
dan membiakkan keturunanmu sebanyak bintang-bintang di langit dan pasir di
pantai.”
Kata membiakkan yang mana malaikatNya kepada Hajar : Aku
akan membiakkan anak cucumu sampai tak terkira banyaknya, dan bahwa Ismail akan
menjadi “ orang yang subur” (Kejadian 16:12)[8].
Sekarang umat Kristen telah menerjemahkan arti “subur” dan “berlimpah” dari kata
kerja bahasa ibrani “para” yang identik dengan bahasa arab wefera, dengan
sebutan “keledai liar” Tidakkah memalukan dan kufur menyebut Ismail dengan
sebutan “keledai liar” padahal Allah menyebut Ismail dengan sebutan “subur” dan
“berlimpah”.

Sangat luar biasa bahwa Yesus sendiri (seperti dilaporkan
oleh Injil Barnabas) mencerca kaum Yahudi (dimana kaum Yahudi mengatakan mesias
akan turun dari garis keturunan Daud) dan memberitahukan kepada mereka bahwa
tidaklah mungkin mesias itu seorang keturunan Daud, karena Daud menyebut dia
sebagai Tuannya (Barnabas 43:4-5), dan selanjutnya menjelaskan bagaimana
bapak-bapak mereka telah mengubah isi kitab suci, dan bahwa perjanjian dibuat
tidak untuk Ishaq, melainkan untuk Ismail, dan bahwa satu-satunya anak Ibrahim
yang dilahirkan berarti adalah Ismail, dan bukan Ishaq yang belum terlahir
kedunia ini (Barnabas pasal 44).

Paulus yang menganggap dirinya
sebagai seorang rasul dan mengaku dirinya sebagai utusan Yesus, menggunakan
beberapa kata yang tidak sopan tentang Hajar dan Ismail (Galatia 6:21-33, dan
kitab-kitab Paulus yang lainnya) dan terang-terangan menentang gurunya. Paulus
telah melakukan segala upaya yang merusak dan menyesatkan umat Kristen yang
dahulu dianiayanya sebelum ia memeluk kristen. Dan penting pula disebutkan
disini bahwa cara Paulus (atau nama aslinya Saul) mengaku mendapatkan wahyu
sungguh tidak konsisten, seperti yang tercantum dalam naskah orisinil King James
Version Bible

Act (Kisah-kisah) 9:4-5
"And HE FELL to the earth,
and heard a voice saying unto him, Saul, Saul, why persecutest thou me? And he
said, Who art thou, Lord? And the Lord said, I am Jesus whom thou persecutest:
hard for thee to kick against the pricks.


Kontradiksi
dengan,

Act (Kisah-Kisah) 26:14
"And when WE WERE ALL fallen to the
earth, I heard a voice speaking unto me, and saying in the Hebrew tongue, Saul,
Saul, why persecutest thou me? hard for thee to kick against the
pricks.

Pertanyaannya adalah: Siapakah yang rebah ke bumi? Paulus saja
ataukah Paulus bersama orang lain ?

Sesungguhnya, surat-surat Paulus
sebagaimana ditunjukkan dihadapan kita penuh dengan ajaran-ajaran dan
statement-statement yang menjijikkan. Paulus adalah seorang Pharisee yang
fanatik dan seorang ahli hukum dan filsafat. Setelah ia memeluk agama Kristen,
ia malah lebih fanatik lagi dibandingkan sebelumnya. Kebenciannya terhadap
Ismail dan klaimnya terhadap hak kelahiran membuatnya lupa dan mengabaikan hukum
Taurat yang melarang seorang lelaki menikahi saudara perempuannya sendiri dengan
ancaman hukuman mati.

Jika Paulus diberi wahyu oleh Tuhan, maka ia sudah
dicela kitab Kejadian sebagai penuh dengan kepalsuan ketika ia dua kali
mengatakan bahwa Ibrahim adalah suami dari saudara perempuannya sendiri. Atau
kalau tidak, ia memfitnah nabi sebagai pendusta! Tetapi ia mempercayai
firman-firman dalam kitab, dan kata hatinya tidak menyiksanya setidaknya ketika
ia mengidentifikasikan Hajar sebagai Gurun Sinai yang tandus, sedangkan
sifat-sifat Sarah sebagai Yerusalem diatas surga (Galatia
4:25-26).

Pernahkah Paulus membaca laknat dari hukum
ini:

“Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah
atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!” (Ulangan
27:22)

Tuhan yang membuat perjanjian dengan Ismail karenanya menjelaskan
hukum waris, yaitu jika seorang lelaku mempunyai dua istri, yaitu satu
dicintai dan satunya lagi tidak dicintai, dana masing-masing melahirkan seorang
anak laki-laki, dan jika anak dari istri yang tidak dicintai adalah lahir yang
pertama (anak sulung), maka anak itu, dan bukan anak dari istri yang dicintai,
berhak atas hak kelahiran (warisan). Konsekuensinya yang lahir pertama akan
mewarisi dua kali dari saudaranya (Ulangan 21:15-17). Lantas, apakah hukum ini
tidak cukup untuk membungkam semua orang yang menentang klaim Ismail yang pantas
atas hak kelahiran (warisan sebagai anak sulung)?


Marilah kita
sekarang membahas persoalan hak kelahiran ini sesingkat mungkin. Kita tahu bahwa
Ibrahim adalah seorang kepala nomadem dan juga seorang nabiNya, dan bahwa ia
biasa tinggal di tenda dan mempunyai banuak kawanan ternak dan kekayaan. Kini
orang-orang suku nomadem tidak mewarisi tanah dan padang rumput, tetapi sang
tokoh menyerahkan kepada masing-masing anaknya klan-klan atau suku-suku tertentu
sebagai warga negara atau tanggungannya. Peraturannya, yang paling muda mewarisi
tungku atau tenda orang tuanya, sedangkan yang lebih tua mewarisi
singgasananya.

Sang penakluk dari Mongolia, Jenghis Khan, digantikan oleh
Oghtai, anak sulungnya yang bertahta di Peking sebagai Khan, tetapi anaknya yang
paling muda tetap mendapat tungku bapaknya di Qaraqorum, Mongolia. Sama persis
dengan dua anaknya nabi Ibrahim, Ishaq mewarisi tenda bapaknya dan seperti
bapaknya hidup nomadem di tenda-tenda. Tetapi Ismail, dikirim ke Hijaz untuk
menjaga bait Allah yang telah dibangunnya dengan Ibrahim. Di Hijaz pula lah
Ismail menetap, menjadi nabi dan pangeran dikalangan suku-suku Arab yang
mempercayainya.

Di Mekkah, Ka'bah menjadi pusat ziarah yang disebut al
Hajj
dan keturunan Ismail dengan cepat bertambah berlipat ganda layaknya
bintang-bintang di langit.

Dari masa Ismail sampai dengan lahirnya
Muhammad, bangsa Arab di Hijaz (Jazirah Arabia) sudah merdeka dan menjadi
pemilik atas negeri-negeri mereka sendiri. Dua kekaisaran adidaya ketika itu,
Persia dan Romawi tidak sanggup menaklukkan bani Ismail. Meskipun akhirnya
keturunan Ismail mengenal kemusyrikan, namun nama Allah, Ibrahim, Ismail, dan
beberapa nabi lainnya tetap tak terlupakan oleh mereka. Bahkan Esau bin Ishaq
menyerahkan tungku bapaknya kepada adiknya Yakub, dan Esau memilih tinggal di
Edom, disana ia menjadi pemimpin kaumnya dan segera bercampur dengan suku-suku
Arab keturunan Ismail lainnya, dimana Ismail adalah paman sekaligus bapak
mertuanya Esau.

Kisah tentang Esau yang menjual hak kelahirannya kepada
Yakub untuk mendapat sepiring sop adalah muslihat busuk yang dibuat-buat untuk
menjustifikasikan perlakuan buruk yang dinisbahkan kepada Ismail. Dinyatakan
tanpa dibuktikan kebenarannya, bahwa Tuhan membenci Esau dan mencintai Yakub,
padahal anak kembar itu (Esau dan Yakub) masih dalam rahim ibunya. Dan bahwa “
saudara yang lebih tua akan menghamba kepada saudara yang lebih muda
(Kejadian 25). Tetapi anehnya, laporan lain, mungkin dari sumber lain,
menunjukkan kasus ini hanya sebagai kebalikan dari prediksi tersebut diatas.
Karena pada Kitab Kejadian pasal 33, dengan jelas mengakui bahwa Yakub menghamba
kepada Esau, didepan siapa ia tujuh kali sujud menghormat, dengan menyebutnya
“tuanku” dan menyatakan dirinya sebagai “hambamu”.


Ibrahim, menurut
Bible, memiliki beberapa anak lainnya dari Qitura dan para selir, kepada siapa
ia memberikan hadiah atau pemberian dan mengirim mereka ke timur. Mereka semua
menjadi suku-suku yang besar dan kuat. Dua belas anak Ismail disebut-sebut
nama-namanya menurut urutannya dan dideskripsikan, masing-masing menjadi tokoh
di kota dan kampung atau tentaranya (Kejadian pasal 25). Begitu pula anak-anak
dari Qitura, dan lain-lainnya, juga anak-anak keturunan Esau yang disebut
nama-nama mereka.

Ketika kita melihat jumlah keluarga Yakub pada saat
pergi ke Mesir, yang tidak melebihi 70 kepala, dan ketika ia ditemui oleh Esau
diiringi 400 pengawal berkuda dan suku-suku Arab yang kuat yang tunduk pada 12
Emir dari keluarga Ismail, dan kemudian ketika nabi-Nya yang terakhir
memproklamasikan agama Islam dan setelah menuntaskan misi perjuangan menegakkan
Islam dan semua suku Arab itu secara bersama-sama menyambutnya dengan gembira
dan menerima agamanya, dan menyerahkan semua negeri-negeri yang dijanjikan
kepada anak-anak Ibrahim, sebenarnya kita harus buta agar tidak melihat bahwa
perjanjian dibuat dengan Ismail dan janji teralisir dalam diri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم
saw.

Sebelum menyimpulkan bab ini, saya ingin menarik perhatian para
pengkaji Bible yang kritis, bahwa pada kenyataannya, nubuat-nubuat dan
bagian-bagian mesianistik merupakan propaganda untuk Dinasti Daud setelah
meninggalnya Raja Sulaiman yang berakibat pecahnya kerajaannya menjadi dua
kerajaan. Dua nabi dari bani Israel lainnya, seperti nabi Elias dan Elisha yang
tumbuh subur di Kerajaan Samaria atau Israel, malah tidak menyebut nama Daud
ataupun Sulaiman. Yerusalem tidak lagi menjadi pusat agama untuk sepuluh suku
dan klaim-klaim bangsa Israel terhadap pemerintahan abadi ditolak!

Tetapi
nabi-nabi seperti nabi Yesaya dan lainnya yang terikat dengan bait Yerusalem dan
rumah Daud telah meramalkan kedatangan seorang nabi dan raja besar.

Dalam
bab-bab selanjutnya, saya akan mengajak para pembaca melihat tanda-tanda yang
ada pada diri nabi besar itu.






Catatan Kaki



[1] “Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur
berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain;
agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: "Siapakah yang
melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk
orang-orang yang zalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang
mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ". Mereka berkata: "(Kalau
demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka
menyaksikan". Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini
terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?" Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung
yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika
mereka dapat berbicara". Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu
berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri
sendiri)". (QS Al Anbiyaa' 21:58-64)

[2]
“Mereka berkata: "Bakarlah dia (Ibrahim) dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika
kamu benar-benar hendak bertindak". (QS Al Anbiyaa' 21:68)

[3]“Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan
menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim". Mereka hendak berbuat makar terhadap
Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.(QS Al
Anbiyaa' 21:69-70)

[4] “Jadi
Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, lalu
memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.” (Kejadian
16:3)

[5]
“…..Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat
Tuhan menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di
jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke
manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." Lalu kata
MalaikatNya itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau
ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata Malaikat-Nya itu kepadanya: "Aku akan
membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena
banyaknya." (Kejadian 16:6-10)

[6] Umat
Kristen dan Yahudi menyatakan bahwa Ibrahim mengorbankan anaknya yang bernama
Ishaq, bukan Ismail sebagaimana diyakini oleh Islam! Dan menurut umat Kristen,
yang dimaksud anak tunggal adalah anak perjanjian antara Allah dan Ibrahim,
meskipun Ismail adalah anak sulung Ibrahim, tetapi Ishaq lah yang mendapat hak
warisan dan Perjanjian dari Tuhan untuk keturunan Ibrahim.

Ada 3 poin
utama yang harus di perhatikan mengenai lokasi tempat tinggal :


  • Hajar dan Ismail melewati Bersyeba (kejadian 21:14), kemudian tiba dan
    berdomisili di Paran (Kejadian 21:21)

    Peta Timur Tengah

  • Ibrahim sedang berada di Bersyeba (Kejadian 21:33)
  • Sarah dan Ishak berdomisili di Hebron, Sarah wafat di Hebron (kejadian
    23:2)

    Peta Beryeba dan Hebron


Pada pasal 22, langsung disebutkan bahwa nabi Ibrahim mendapat perintah untuk
menyembelih anak tunggalnya. Artinya Ibrahim masih berada di Bersyeba.


  1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya:
    "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
  2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni
    Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban
    bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

  3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya
    dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu
    untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang
    dikatakan Allah kepadanya.
  4. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah
    kepadanya tempat itu dari jauh.
  5. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan
    keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang,
    sesudah itu kami kembali kepadamu."
  6. Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke
    atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau.
    Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
  7. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya,
    anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak
    domba untuk korban bakaran itu?"
  8. Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran
    bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
  9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham
    mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan
    diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
  10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk
    menyembelih anaknya.
  11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham."
    Sahutnya: "Ya, Tuhan."
  12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia,
    sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak
    segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
  13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang
    tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu
    mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
  14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai
    sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
  15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
  16. kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman
    TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk
    menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
  17. maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu
    sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan
    keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
  18. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau
    mendengarkan firman-Ku."
  19. Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka
    bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Bila kita simak dengan seksama, maka Kejadian pasal 22 memiliki dua
keganjilan yakni :

Kejanggalan pertama
Kejadian pasal 22 ini
mengisahkan seolah-olah Ishak berada di Bersyeba. Padahal tidak ada anak Ibrahim
yang berdomisili di Bersyeba. Ishak dan ibunya justru tinggal di
Hebron.

Kejanggalan Kedua
Setelah selesai ritual, pada
Kejadaian 22:19 Ibrahim dan Ishak pulang ke Bersyeba. Jadi seolah-olah Sarah
berdomisili di Bersyeba. Padahal Taurat mencatat Sarah berdomisili di Hebron
hingga wafatnya (Kejadian 23:1-2).

Seandainya Ishak yang disembelih,
seharusnya Kejadian pasal 22 menceritakan kepulangan Ibrahim ke Hebron, tempat
tinggal Sarah, untuk membawa Ishak yang hendak dikurbankan. Kemudian setelah
acara ritual pengurbanan selesai, mestinya Ibrahim mengembalikan Ishak kepada
ibunya di Hebron. BUKAN DI BERSYEBA. Kedengkian pendeta Yahudi mengedit taurat
sudah terlalu jelas didepan mata. Pendeta Yahudi mengedit nama tempat Paran
(lokasi tempat tinggal Ismail) menjadi nama tempat tinggal Ishak. Namun pendeta
Yahudi terburu-buru mengedit Paran menjadi Bersyeba, padahal harusnya Hebron.


"Apakah kamu (Muhammad) masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan
percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka (bani Israel) mendengar Firman
Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka
mengetahui?" (QS.Al-Baqarah:75)

[7]
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya,
Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS
Al Baqarah 2:98)

[8]
Kejadian 16:12 dalam teks ibraninya: wəhû’ yihəyeh pere’ ’ādām yādōw b_akōl
wəyad kōl bōw wə‘al-pənê k_āl-’ehāyw yišəkōn.

Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei 2006


Terakhir diubah oleh keroncong tanggal Fri Apr 15, 2016 12:23 pm, total 2 kali diubah
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: Ismail VS Ishaq

Post by frontline defender on Thu Nov 05, 2015 1:59 pm

@Syalom aleykhem wrote:
@frontline defender wrote:mana emang bagian ayat tsb yang menyebutkan Ishak anak sulung?

Ismail di dalam alkitab tidak disebutkan secara eksplisit anak sulung, bahkan alquran menyebutnya juga secara eksplisit??. Secara lahir lebih dahulu, benar ismail kakak Ishak
tetapi konteks anak sulung dlm alkitab dimaksud adalah anak perjanjian Abraham melalui istrinya Sara, dan memang Ishak anak sulungnya Abraham dan Sara
ayat Ishak adalah anak perjanjian yang Kej 17:19, didahului dengan Kej 17:18 & dilanjutkan dengan Kej 18:20, jadi Ismael adalah anak perjanjian juga, karena Ismael juga diperkenankan hidup di hadapannya Allah & diberkati!
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6448
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 2:07 pm

@omzell wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
75 tahun

Dari mana kamu dapat angka 75 itu segs?
Dari injil palsu atau dari injil yg kamu palsukan?.

Kejadian 12
1. Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
4. Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
5. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 2:09 pm

@frontline defender wrote:
ayat Ishak adalah anak perjanjian yang Kej 17:19, didahului dengan Kej 17:18 & dilanjutkan dengan Kej 18:20, jadi Ismael adalah anak perjanjian juga, karena Ismael juga diperkenankan hidup di hadapannya Allah & diberkati!

janjinya dari awal anak dari sarai..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by omzell on Thu Nov 05, 2015 2:49 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@omzell wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
75 tahun

Dari mana kamu dapat angka 75 itu segs?
Dari injil palsu atau dari injil yg kamu palsukan?.

Kejadian 12
1. Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
4. Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
5. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.


ealaaa...segs..segs
gak ada nama ishak disebut disitu segs....


omzell
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 513
Kepercayaan : Islam
Location : surabaya
Join date : 26.01.14
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 2:51 pm


emang belum, nanti nyebutnya..
tapi itulah janji sedari semula

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by omzell on Thu Nov 05, 2015 2:52 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@frontline defender wrote:
ayat Ishak adalah anak perjanjian yang Kej 17:19, didahului dengan Kej 17:18 & dilanjutkan dengan Kej 18:20, jadi Ismael adalah anak perjanjian juga, karena Ismael juga diperkenankan hidup di hadapannya Allah & diberkati!

janjinya dari awal anak dari sarai..

janji awal mana disebut anak dari sarai segs...????
nggak ada segs....

omzell
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 513
Kepercayaan : Islam
Location : surabaya
Join date : 26.01.14
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 2:53 pm


lha isteri abraham kan sarai...

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by omzell on Thu Nov 05, 2015 2:54 pm

@SEGOROWEDI wrote:
emang belum, nanti nyebutnya..
tapi itulah janji sedari semula

hihihihi...
mungkin tuhanmu lupa kali ya segs....
hihihihihi....

omzell
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 513
Kepercayaan : Islam
Location : surabaya
Join date : 26.01.14
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 2:57 pm


gak juga..
semua ada saatnya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by omzell on Thu Nov 05, 2015 3:06 pm

kalo gak lupa....berarti disengaja dong segs...

omzell
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 513
Kepercayaan : Islam
Location : surabaya
Join date : 26.01.14
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by abu hanan on Thu Nov 05, 2015 3:17 pm

@SEGOROWEDI wrote:
emang wajib gak rinci ada ya, bu?
ngeles aja kamu..
dan kan uda dijawab sendiri..nih

@SEGOROWEDI wrote:
- yang mewajibkan tak rinci siapa bu? gak ada juga kan..
jadi jelas yah..jangan menuntut al quran merinci hubungan hagar dengan sara..sayah ingin tau konsistensi antara tulisan dengan angin..

@SEGOROWEDI wrote:
tinggal akal sehat digunakan, pilih yang jauh lebih awal, jauh lebih lengkap, jauh lebih terperinci, jauh lebih kronologis.. atau pilih yang ratusan tahun kemudian dan tanpa juntrungan??
kronologis dulu yang sayah gunakan..
1.anak tunggal menjadi bergeser MAKNA ketika ismail diusir..bener yah?kamsut sayah adalah bahwa sebelum abraham lahir maka anak tunggal adalah anak dari majikan..setuju?

kej 22/2
Firman-Nya: ”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

tentu  akan dibantah dengan urutan2 ayat yang menguatkan ishaq sebagai anak tunggal seperti ;
Kej 17:19 "Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.”

jadi yang sayah tanyakan adalah :
apakah tuhan merevisi keputusan diatas (Kej 17/19) dengan ayat berikut;
Kel 13/12
maka haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi TUHAN.

@SEGOROWEDI wrote:
- lha Tuhan Allah sudah bilang "TIDAK" untuk ismael kok, jadi gak ngefek apa-apa kalau mati..
- ismael udah gak laku bu, bahkan sudah diusir.. janjinya anak dari sarai, sulungya ya ishak dong bu, mo siapa lagi..
lha berarti yah tuhan lupa ingatan..ya wis..sayah baik hati jadi tuhan tak ingatkan :
Kej 17
(10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
(11) haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

ismael dikhitan berarti ismail ikut serta dalam perjanjian..kalow ismail dibuang setelah ayat diatas yah berarti bapa mu LUPA..wajib bagi Bapa untuk baca posting sayah ini..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 3:21 pm

@omzell wrote:kalo gak lupa....berarti disengaja dong segs...

kan dah dibilang..
semua ada saatnya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 3:24 pm

@abu hanan wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
emang wajib gak rinci ada ya, bu?
ngeles aja kamu..
dan kan uda dijawab sendiri..nih

@SEGOROWEDI wrote:
- yang mewajibkan tak rinci siapa bu? gak ada juga kan..
jadi jelas yah..jangan menuntut al quran merinci hubungan hagar dengan sara..sayah ingin tau konsistensi antara tulisan dengan angin..

saya konsisten kok..
lebih percaya yang aseli, lengkap, detail, kronologis dan jelas
daripada ceplas-ceplos tanpa juntrungan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 3:30 pm

@abu hanan wrote:

@SEGOROWEDI wrote:
tinggal akal sehat digunakan, pilih yang jauh lebih awal, jauh lebih lengkap, jauh lebih terperinci, jauh lebih kronologis.. atau pilih yang ratusan tahun kemudian dan tanpa juntrungan??
kronologis dulu yang sayah gunakan..
1.anak tunggal menjadi bergeser MAKNA ketika ismail diusir..bener yah?kamsut sayah adalah bahwa sebelum abraham lahir maka anak tunggal adalah anak dari majikan..setuju?

kej 22/2
Firman-Nya: ”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

tentu  akan dibantah dengan urutan2 ayat yang menguatkan ishaq sebagai anak tunggal seperti ;
Kej 17:19 "Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.”

jadi yang sayah tanyakan adalah :
apakah tuhan merevisi keputusan diatas (Kej 17/19) dengan ayat berikut;
Kel 13/12
maka haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi TUHAN. .

yang merah itu apa maksudmu, bu??

bu..
dari semula janji Tuhan itu pada abraham yang beristerikan sarai, gak ada revisi soal ini..
maka anak tunggal, anak sulung harus dalam konteks janji tersebut

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 3:36 pm

@abu hanan wrote:

@SEGOROWEDI wrote:
- lha Tuhan Allah sudah bilang "TIDAK" untuk ismael kok, jadi gak ngefek apa-apa kalau mati..
- ismael udah gak laku bu, bahkan sudah diusir.. janjinya anak dari sarai, sulungya ya ishak dong bu, mo siapa lagi..
lha berarti yah tuhan lupa ingatan..ya wis..sayah baik hati jadi tuhan tak ingatkan :
Kej 17
(10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
(11) haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

ismael dikhitan berarti ismail ikut serta dalam perjanjian..kalow ismail dibuang setelah ayat diatas yah berarti bapa mu LUPA..wajib bagi Bapa untuk baca posting sayah ini..

sunat hanya tanda perjanjian, bu
tapi janjinya sendiri adalah keturunan bagi abraham-sarai

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by omzell on Thu Nov 05, 2015 3:38 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@omzell wrote:kalo gak lupa....berarti disengaja dong segs...

kan dah dibilang..
semua ada saatnya

kenapa harus ada saatnya segs....
berarti ada sesuatu yg dirahasiakan Allah dong segs...
berarti Allah punya rencana dong segs...???
apakah rencana Allah itu??????

omzell
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 513
Kepercayaan : Islam
Location : surabaya
Join date : 26.01.14
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Thu Nov 05, 2015 3:58 pm


saat ketika..
abraham coba menyodorkan ismael
saat itulah Tuhan menegaskan "TIDAK" tetapi anak yang dijanjikan-Nya adalah dari Sarai dan itu Ishak

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by frontline defender on Thu Nov 05, 2015 4:10 pm

tapi habis itu Tuhan bilang "Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati" berarti tidaknya itu dalam artian tidak hidup di hadapannya Allah seperti bayangan Abraham (tapi hidup di hadapannya Allah sebagai bangsa lain)!
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6448
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by omzell on Thu Nov 05, 2015 4:19 pm

@SEGOROWEDI wrote:
saat ketika..
abraham coba menyodorkan ismael
saat itulah Tuhan menegaskan "TIDAK" tetapi anak yang dijanjikan-Nya adalah dari Sarai dan itu Ishak

Bukan itu maksud pertanyaan saya segs...
Pertama kan Allah gak nyebut nama Ishak segs
Ismail juga belum lahir.

Pertanyaan saya, saat pertama itu lho, kenapa gak disebut, kenapa nyebutnya 24tahun kemudian? Setelah abraham punya anak ismail?

Pasti Allah punya rencana kan segs?
Apa rencana Allah thd abraham? Sehingga Allah membiarkan Abraham memiliki anak ismail dari hagar, baru kemudian Allah memberi anak kepada sarai yg mandul itu?

Ada sebuah rencana besar yg kamu tidak tahu segs

omzell
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 513
Kepercayaan : Islam
Location : surabaya
Join date : 26.01.14
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by abu hanan on Fri Nov 06, 2015 12:39 am

@segorowedi wrote:sunat hanya tanda perjanjian, bu
tapi janjinya sendiri adalah keturunan bagi abraham-sarai
perjanjian apa?

terkait yang merah..ntar..ngantuk..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Fri Nov 06, 2015 7:36 am

@frontline defender wrote:tapi habis itu Tuhan bilang "Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati" berarti tidaknya itu dalam artian tidak hidup di hadapannya Allah seperti bayangan Abraham (tapi hidup di hadapannya Allah sebagai bangsa lain)!

semua diberkati, om
meski bukan anak/keturunan yang dijanjikan Tuhan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Fri Nov 06, 2015 7:40 am

@omzell wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
saat ketika..
abraham coba menyodorkan ismael
saat itulah Tuhan menegaskan "TIDAK" tetapi anak yang dijanjikan-Nya adalah dari Sarai dan itu Ishak

Bukan itu maksud pertanyaan saya segs...
Pertama kan Allah gak nyebut nama Ishak segs
Ismail juga belum lahir.

Pertanyaan saya, saat pertama itu lho, kenapa gak disebut, kenapa nyebutnya 24tahun kemudian? Setelah abraham punya anak ismail?

Pasti Allah punya rencana kan segs?
Apa rencana Allah thd abraham? Sehingga Allah membiarkan Abraham memiliki anak ismail dari hagar, baru kemudian Allah memberi anak kepada sarai yg mandul itu?

Ada sebuah rencana besar yg kamu tidak tahu segs

karena saat itulah abraham galau..
pertama soal warisan dan kedua soal harus diusirnya hagar/ismail
maka Tuhan memberikan penegasan atas anak/keturunan yang dijanjikan-Nya

lahirnya ismael bukan rencana Tuhan
tapi ide/rencana sarai (yang gak sabar menanti janji Tuhan)

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Fri Nov 06, 2015 7:41 am

@abu hanan wrote:
@segorowedi wrote:sunat hanya tanda perjanjian, bu
tapi janjinya sendiri adalah keturunan bagi abraham-sarai
perjanjian apa?

terkait yang merah..ntar..ngantuk..

janji anak/keturunan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by omzell on Fri Nov 06, 2015 9:23 am

@SEGOROWEDI wrote:
@omzell wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
saat ketika..
abraham coba menyodorkan ismael
saat itulah Tuhan menegaskan "TIDAK" tetapi anak yang dijanjikan-Nya adalah dari Sarai dan itu Ishak

Bukan itu maksud pertanyaan saya segs...
Pertama kan Allah gak nyebut nama Ishak segs
Ismail juga belum lahir.

Pertanyaan saya, saat pertama itu lho, kenapa gak disebut, kenapa nyebutnya 24tahun kemudian? Setelah abraham punya anak ismail?

Pasti Allah punya rencana kan segs?
Apa rencana Allah thd abraham? Sehingga Allah membiarkan Abraham memiliki anak ismail dari hagar, baru kemudian Allah memberi anak kepada sarai yg mandul itu?

Ada sebuah rencana besar yg kamu tidak tahu segs

karena saat itulah abraham galau..
pertama soal warisan dan kedua soal harus diusirnya hagar/ismail
maka Tuhan memberikan penegasan atas anak/keturunan yang dijanjikan-Nya

lahirnya ismael bukan rencana Tuhan
tapi ide/rencana sarai (yang gak sabar menanti janji Tuhan)

Walah...
Tambah ngaco aja jawabanmu segs...
Semakin kutanya semakin kau ngaco...

Pada waktu abraham umur 99th, ismail sdh 13th,
Tidak ada galau dihati abraham soal warisan. Karena dia sdh punya anak ismail.

Soal diusir, itu setelah punya anak ishak ndul....
Asli tukang ngaco kamu segs..

Tuhanmu tidak pernah merencanakan kelahiran ismail?
Tuhan cap apa yg kamu sembah itu ndul???

Wong hari kiamat aja ada dlm rencana Allah.
Lha tuhanmu malah ora nduwe planing
Tuhanmu cap brewok ndul..

Kamu lahir diluar rencana tuhanmu
Kamu lahir hanya atas rencana bapak ibumu yg berzina ( istilah halusmu untuk suami istri )

Dan kamu matipun nanti tuhanmu tidak tahu kapan, krn tuhan brewokmu blm punya rencana.

Imanmu ora main blasss...

omzell
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 513
Kepercayaan : Islam
Location : surabaya
Join date : 26.01.14
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by SEGOROWEDI on Fri Nov 06, 2015 3:24 pm

@omzell wrote:
Walah...
Tambah ngaco aja jawabanmu segs...
Semakin kutanya semakin kau ngaco...

Pada waktu abraham umur 99th, ismail sdh 13th,
Tidak ada galau dihati abraham soal warisan. Karena dia sdh punya anak ismail.

Soal diusir, itu setelah punya anak ishak ndul....
Asli tukang ngaco kamu segs..

Tuhanmu tidak pernah merencanakan kelahiran ismail?
Tuhan cap apa yg kamu sembah itu ndul???

Wong hari kiamat aja ada dlm rencana Allah.
Lha tuhanmu malah ora nduwe planing
Tuhanmu cap brewok ndul..

Kamu lahir diluar rencana tuhanmu
Kamu lahir hanya atas rencana bapak ibumu yg berzina ( istilah halusmu untuk suami istri )

Dan kamu matipun nanti tuhanmu tidak tahu kapan, krn tuhan brewokmu blm punya rencana.

Imanmu ora main blasss...

maksudku ini lho galaunya/pesimismenya abraham:

Kej. 17
17. Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"
18. Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
19. Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.


dan Tuhan menegaskan emang bukan ismael, anak/keturunan yang dijanjikan dan dikehendaki..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ismail VS Ishaq

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 8 dari 11 Previous  1, 2, 3 ... 7, 8, 9, 10, 11  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik