FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

ANTARA BERSIN DAN MENGUAP, MANAKAH YANG ALLAH SWT SUKAI ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

ANTARA BERSIN DAN MENGUAP, MANAKAH YANG ALLAH SWT SUKAI ?

Post by Admin on Mon Feb 09, 2015 9:03 pm

Tema ini cukup menarik dipelajari, karena akan muncul sebuah pertanyaan,”Mengapa Allah Ta’ala menyukai bersin dan membenci menguap?
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ‎

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ العُطَاسَ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ، فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ، وَأَمَّا ‏التَّثَاؤُبُ: فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ

Artinya:”Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Jika ada di antara kalian yang bersin lalu ‎mengucap hamdalah, maka setiap Muslim yang mendengarnya wajib menjawabnya. Sedangkan menguap ‎sesungguhnya berasal dari setan, maka tahanlah semampunya. Dan bila ia mengatakan ‘haaahh’, maka setan ‎akan tertawa.” (H.R. Bukhari).  ‎

Al-Khaththabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang tertulis dalam hadits tersebut, yaitu bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang.

Ini berbeda dengan orang yang menguap, ini terjadi karena badan yang kekenyangan dan badan terasa berat untuk beraktivitas,  karena banyaknya makan.

Kondisi yang pertama menjadikan pelakunya bersemangat dalam beribadah sedangkan kondisi yang kedua sebaliknya.

Jika kita melihat dari kacamata ilmu kedokteran modern, akan kita pahami bahwa menguap adalah gejala yang menunjukkan otak dan tubuh seseorang sedang membutuhkan oksigen dan nutrisi, karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.

Hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita cari tau, apa sih menguap itu? Apa sih bersin itu?

Menguap merupakan tarikan nafas yang dalam melalui rongga mulut, sedangkan mulut itu sendiri diciptakan bukan sebagai alat pernapasan alami.

Hal ini dikarenakan mulut tidak dilengkapi dengan system penyaring udara sebagaimana yang terdapat pada hidung.

Jika mulut terbuka lebar saat menguap, masuklah berbagai mikroba, debu dan polutan bersama udara yang terhirup.

Jadi pantaslah bila menguap dinisbatkan kepada syaitan, karena ia membawa kemadharatan.

Perintah Menutup Mulut

Rasulullah sejak 14 abad silam telah memerintahkan kepada umatnya agar menahan sebisa mungkin, atau menutup mulutnya dengan tangan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy Radhiyallahu ‘Anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيْهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

Artinya;“Jika seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangan, sebab setan bisa masuk”. [HR. Muslim]

Yahya bin Ash-Sharf Rahimahullah berkata,“Menguap itu umumnya dibarengi dengan rasa berat, lemas dan penuh di tubuh serta lebih condong kepada sifat malas.

Menguap disandarkan kepada setan sebab dialah yang mengajak kepada nafsu syahwat. Hadits di atas sebagai peringatan untuk menjauhi sebab-sebab yang dapat menimbulkan menguap, yaitu makan terlalu banyak atau berlebih-lebihan”.

Sedangkan bersin adalah kebalikan dari menguap, serangannya bersifat kuat dan mendadak, menghembuskan udara dengan kekuatan tinggi dari paru-paru melaui hidung dan mulut.

Hembusan tadi ikut menyeret mikroba, debu dan kotoran yang sempat masuk ke system pernapasan.

Berawal dari sini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kepada umatnya agar memuji Allah ketika bersin,
Rasulullah bersabda:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُم

Artinya:“Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Hikmah Orang Bersin

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan, orang-orang ‎jahiliyah biasanya jika mendengar bersin dari orang yang mereka sukai, mereka mengatakan semoga panjang umur dan awet muda.

Namun bila yang bersin adalah orang yang ‎mereka benci, mereka mengatakan semoga batuk dan sakit hati.

Bila mereka ‎mendengar bersin yang dianggap membawa sial, mereka mengatakan aku berharap ‎kepada Allah agar kesialan bersinmu mengenaimu dan tidak mengenaiku.‎

Beliau melanjutkan, orang jahiliyah menganggap bahwa makin keras bersin yang terdengar, ‎makin besar pula kesialan yang dibawanya.

Ibnul Qayyim kemudian mengatakan,“Ketika Islam datang, Allah membatalkan semua tradisi ‎jahiliyah yang sesat tadi melalui sunanh Nabi.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lantas melarang ‎umatnya untuk mengaitkan kemujuran atau kesialan dengan bersin.

Beliau ‎mengajarkan agar yang bersin mendoakan orang yang mendengar bersinnya supaya mendapat ‎hidayah dan keadaan yang baik. Yaitu dengan mengatakan yahdiikumullaahu wa yush-lihu baalakum.‎

Hikmahnya, orang yang mendengar bersin agar meninggalkan tradisi Jahiliyyah dan mengamalkan sunnah Nabi ‎dengan mengatakan yarhamukallaah. Ia pantas didoakan agar tetap istiqamah dan mendapat hidayah ‎serta diperbaiki keadaannya.

Ini merupakan doa agar Allah memperbaiki seluruh keadaannya baik di ‎dunia maupun di akhirat. Jadi, doa yang terakhir ini merupakan rasa syukur terhadap saudaranya se-‎Islam yang telah mendoakan rahmat baginya.‎
Ibnul Qayyim menyimpulkan, jadi sangat tepat bila yang bersin kembali mendoakan saudaranya agar Allah memperbaiki ‎keadaannya,”


Bagaimana jika kita lupa membaca “Hamdalah”?‎

Ahmad bin Hambal memiliki cara unik dalam hal ini, dikisahkan ‎ada seseorang yang bersin di samping Imam Ahmad, namun tidak mengucap Hamdalah. Imam Ahmad ‎tetap menunggunya agar mengucap hamdalah supaya beliau bisa menjawabnya, ketika orang itu ‎hendak bangkit, beliau bertanya, “Apa yang kau ucapankan bila dirimu bersin?”‎
‎”Alhamdulillah,” jawab orang itu.‎
Imam Ahmad pun menukas,“Yarhamukallaah.”‎


Bersin Berulang-ulang

Jika yang bersangkutan telah bersin berkali-kali, dan ia selalu mengatakan alhamdulillah, maka yang ‎mendengar wajib menjawab yarhamukallaah sebanyak tiga kali.

Demikianlah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam. Beliau bersabda:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيُشَمِّتْهْ جَلِيْسُهُ،
فَإِنْ زَادَ عَلَى ثَلاَثٍ فَهُوَ مَزْكُوْمٌ، وَلاَ يُشَمَّتْ بَعْدَ ثَلاَثٍ

Artinya:“Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaklah orang yang ada di dekatnya mendo’akannya. Dan jika (ia bersin) lebih dari tiga kali berarti ia sakit. Janganlah kalian men-tasymit bersinnya setelah tiga kali.” (H.R. Abu Dawud, Ibnu Sunni, Ibnu ‘Asakir dan lainnya)

Adapun bila ia bersin lagi, maka ‎cukuplah dijawab engkau sedang flu, sebagaimana dalam hadis tersebut.

Intinya, yang menjadi ukuran ialah berapa kali ia mengucap Hamdalah, dan ‎bukan berapa kali ia bersin. Demikian menurut Imam Ahmad sebagaimana yang dinukil oleh Syaikhul Islam ‎Ibnu Taimiyyah.‎(P011/K09)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
http://mirajnews.com
avatar
Admin
Administrator
Administrator

Male
Posts : 1099
Kepercayaan : Islam
Location : Tanah Melayu
Join date : 03.08.11
Reputation : 56

http://www.laskarislam.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik