FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Post by Rindu on Sat Feb 14, 2015 9:45 pm

Pada tahun 1930, Sukarno telah berkenalan dengan sebuah brosur dari Romo van Lith ketika dia berada dalam penjara Sukamiskin. Sebelumnya dia sudah terpukau dengan bab ‘ Kotbah di atas bukit ‘ dari injil yang dibacanya. Romo Van Lith juga mendirikan sekolah guru ( kweekschool ) yang berkualitas di Muntilan. Sekolah guru ini diakui oleh Pemerintah Belanda, dan bukan hanya untuk guru sekolah Katolik tetapi juga sekolah sekolah umum lainnya.

Sekolah guru di Muntilan salah satunya menghasilkan I.J Kasimo. Seorang jawa pribumi yang memimpin PPKI – Perkumpulan Politik Katolik Indonesia ( Dulu dinamakan Perkumpulan Politik Katolik Jawa ). Sejak tahun 1930 Kasimo duduk di Volksraad mewakili PPKI. Saat itu ada dua fraksi Katolik di Volksraad. PPKI sebagai partainya orang Katolik Indonesia, dan Indische Khatolieke Partij, sebagai partainya orang Katolik Belanda. Dapat dimengerti, diantara kaum Katolik Belanda dan Katolik Indonesia terdapat perbedaan pendapat.

IJ Kasimo selalu menyerukan kemerdekaan Indonesia, sesuai anjuran Romo Van Lith, yang berharap bangsa Jawa akan menjadi bangsa Hindia yang merdeka dan menduduki temoat terhormat diantara bangsa bangsa dunia.

Dari brosur Van Lith yang dia baca, Sukarno mengetahui bahwa orang Katolik Indonesia berbeda dengan orang Katolik Belanda. Pada pembelaannya di depan sidang pengadilan Bandung tanggal 2 Desember 1930. Sukarno mengutip brosur Van Lith. “ Meskipun mereka tidak termasuk barisan penyamun cengkeh jaman itu..”, lebih jauh Van Lith membahas tentang mentalisme kumpeni yang menjangkiti orang Katolik Belanda di tanah jajahan.
Selanjutnya Sukarno mengutip brosur Van Lith yang mengajak kaum Katolik Indonesia ( Jawa ) untuk bangkit.
“ Biarlah mereka kaum kolonial menyalahgunakan kekuasaan mereka. Namun kalian akan tumbuh karena ditindas, kalian akan jadi keras seperti baja, akan kuat laksana raksasa, karena jumlah kalian yang amat besar. Jadi kokoh bersatu karena bekerja dan berjuang bersama sama. Akhirnya akan keluar sebagai pahlawan dari medan gelanggang perjuangan. “

Sukarno memang pernah menuduh kepada golongan Kristen Indonesia yang dia katakan – membantu politik devide et empera, khususnya dengan diberi ijin missionaris untuk memasuki pulau Bali. Sukarno yang berdarah setengah bali, menuduh Pemerintah kolonial sengaja membuat pagar pemisah antara Islam di Jawa dengan bagian timur Indonesia. Ia menganalogikan tanah batak yang sudah menjadi Kristen menjadi pagar pemisah antara Minangkabau dan Aceh.

Sukarno melihat nasionalisme dari Kasimo yang pada tanggal 19 Juli 1931, sebagai anggota Volksraad sudah meminta kemerdekaan Indonesia. Hal ini agak mencengangkan Sukarno, karena pada jaman itu golongan Islam sendiri belum sampai seberani Kasimo. Umumnya pergerakan masih didominasi golongan nasionalis.
Pidato Kasimo pada waktu itu
“ Tugas Kerajaan Belanda sebagai negara berkebudayaan untuk membantu rakyat seluruhnya dan sebagai negara penjajah untuk memimpin dan menyelesaikan pendidikan bangsa Indonesia. Lalu selanjutnya memberikan kepada bangsa Indonesia wewenang untuk mengurus dan akhirnya memerintah negara sendiri “

Sukarno menyadari bahwa, nyatanya golongan Kristen Indonesia adalah golongan terjajah juga. Belanda sendiri sesungguhnya tak menginginkan warga pribumi menjadi Kristen, dengan alasan akan menjadikan warga pribumi merasa sejajar dengan warga Eropa.

Dalam pembelaanya Sukarno mengatakan.
“ Sekalipun kita berlainan agama dengan golongan lain setanah air, namun sesungguhnya sama sama putera ibu pertiwi, Indonesia. Apakah golongan Kristen membiarkan agama yang mulia itu diperalat guna kepentingan memecah persatuan nasional kita dan memisahkan golongan bangsa kita yang satu dengan yang lain “

Kelak dalam pembuangannya di Ende, Sukarno semakin dekat dengan para misionaris Katolik di pulau Flores. Ia banyak berdiskusi dengan mereka, serta diijinkan membaca buku buku perpustakaan milik gereja. Sukarno paham, justru para pastur pastur Belanda itu anti penjajahan. Khususnya Pastur Dr. Y. Bousma SVD, pemimpin gereja di Flores yang sering berdiskusi dengan Sukarno tentang kemerdekaan Indonesia. Kelak, Pastur Bousma juga dikenal sebagai penerjemah Injil kedalam bahasa Indonesia.
Dalam salah satu surat Sukarno kepada A. Hassan, di Bandung. Suakrno menulis
“ Aku angkat topi terhadap ketekunan mereka bekerja. Sering kita mencela misi Katolik. Tapi apa usaha kita untuk menyebarluaskan Islam dan memperkuatnya ?. Jika misi mengembangkan agama Katolik itu hak mereka, kita tak boleh menyesali. Mengapa kita bermalas malasan, tidak rajin bekerja. Tentu saja agama Islam dianggap remeh “

Tahun 1935 dari pembuangannya di Ende, Sukarno melihat dari jauh bagaimana Kasimo mendorong petisi Soetardjo di Volksraad , sebuah permintaan kepada Raja dan Dewan Perwakilan Rakyat di Belanda untuk membentuk wakil wakil Hindia Belanda dan Belanda dalam kedudukan yang sama, yang kemudian bersama sama menyusun rancangan kemerdekaan Indonesia selekas mungkin.
Petisi ini didukung oleh orang katolik pribumi, PPKI dan ditentang oleh orang katolik Belanda. Indische Khatolieke Partij.

Nasionalisme orang Kristen tidak diragukan. Jika agama mereka sama dengan penjajah, bukan berarti harus menjadi pro Belanda. Kasimo dan Leimena salah satu orang Kristen Indonesia yang selain jadi menteri dalam Kabinet Hatta, juga menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan perundingan dengan Belanda.
Masih banyak nama nama seperti dari pihak sipil Uskup Sugiyapranata, Perdana Menteri Amir Syarifudin maupun militer seperti Wolter Monginsidi, TB Simatupang – Kastaf angkatan Perang ( wakilnya Panglima Sudirman ), Alex Kawilarang – Panglima Siliwangi, Slamet Riyadi – Komandan Solo, Ventje Sumual, John Lie, Simbolon, Adi Sucipto – Bapak penerbangan TNI – AU, termasuk sipil Maramis, Sam Ratulangie atau prajurit dari laskar KRIS ( Kebaktian Rakyat Indonesia Suawesi ) yang didominasi dari etnis Minahasa yang Kristen.

Dengan mempelajari sejarah perkembangan agama agama di Nusantara serta mengambil makna keragaman budaya dan agama. Sekaligus meyakini bahwa tidak ada agama yang berhak mengklaim sebagai pemilik sesungguhnya negeri ini. Kita juga bisa berkaca dari masa silam mengenai keikhlasan dan toleransi. Ini juga bisa menjelaskan mengapa salah satu komunitas Kristen Jawa tertua berada di Desa Mojowarno, dekat Jombang – Jawa Timur.
Sebuah bagian daerah yang secara tradisional sangat kuat kultur Islamnya.
Mempelajari sejarah serta menarik dengan masa kini membuat kita semakin bijak. Semakin mencintai dan mempertahankan kebhinekaan negeri ini.

http://blog.imanbrotoseno.com/?p=3046

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 333
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Post by Cain2nd on Sat Feb 14, 2015 10:17 pm

good info dan menambah pengetahuan sejarah.

Terima kasih banyak 2 good
avatar
Cain2nd
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 16
Posts : 163
Kepercayaan : Lain-lain
Location : THE DEVIL's DEN
Join date : 13.01.15
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Post by frontline defender on Thu Feb 19, 2015 4:16 am

agama itu dinilai dari ajarannya bukan dari kelakuan oknumnya, & Kristen (mengajarkan) melarang menghukum penjahat/penjajah bukan?

ehmm
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Post by dee-nee on Thu Feb 19, 2015 8:09 am

frontline defender wrote:agama itu dinilai dari ajarannya bukan dari kelakuan oknumnya, & Kristen (mengajarkan) melarang menghukum penjahat/penjajah bukan?

ehmm

setuju ...

2 good

udah ... buat kristener2

mending jawab dulu :
menurut ajaran kalian ... siapa yang lebih kristen ??
Belanda atau Patimura ??
Belanda yang menjajah atau Patimura yang melawan penjajahan ??

dari dulu pertanyaan saya yang ini aja ga dijawab2 ...
padahal dari jawaban itu kan bisa dilihat bagaimana posisi ajaran kalian terkait penjajahan
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Post by Rindu on Thu Feb 19, 2015 3:04 pm

dee-nee wrote:
frontline defender wrote:agama itu dinilai dari ajarannya bukan dari kelakuan oknumnya, & Kristen (mengajarkan) melarang menghukum penjahat/penjajah bukan?

ehmm

setuju ...

2 good

udah ... buat kristener2

mending jawab dulu :
menurut ajaran kalian ... siapa yang lebih kristen ??
Belanda atau Patimura ??
Belanda yang menjajah atau Patimura yang melawan penjajahan ??

dari dulu pertanyaan saya yang ini aja ga dijawab2 ...
padahal dari jawaban itu kan bisa dilihat bagaimana posisi ajaran kalian terkait penjajahan

Pattimura lah...

karena perjuangan Pattimura sendiri terinspirasi dari pengajaran misionaris Kristen Fransiskus Xaverius yang beliaunya sendiri menentang penjajah Portugis

rasa penentangan yang mengalir pada pemikiran Fransiskus Xaverius sendiri diturunkan ke Pattimura & rakyat2 Maluku yang telah menjadi Kristen ketika melawan penjajahan

sebaliknya, Belanda melakukan pengetatan terhadap agama Kristen karena dianggap ancaman soalnya mengajarkan perlawanan terhadap penjajahan

sementara Islam sendiri baru ada di Maluku pada 1980an ketika ada migrasi besar2an suku Jawa yg dilakukan oleh Orde Baru

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 333
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Post by frontline defender on Thu Feb 19, 2015 8:56 pm

yang mengajarkan perlawanan terhadap penjajahan itu siapa? pendetanya atau agamanya? kalau agamanya, saya minta ayatnya berserta penjelasan bagaimana ayat tsb tidak bertentangan ayat2 lain seperti Lukas 6:37, Matius 5:39, Roma 12:19!

mana
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Masih Relevankah Membenci Kristen dengan Tuduhan Penjajah ?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik