FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Gara-Gara Turki, Pahlawan Kristen Jadi Tidak Dihargai

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Gara-Gara Turki, Pahlawan Kristen Jadi Tidak Dihargai

Post by Rindu on Thu Feb 19, 2015 3:16 pm

Istanbul adalah salah satu kota yang dulunya adalah pusat perdagangan rempah-rempah bagi negara-negara Eropa yang dimiliki oleh kekaisaran Romawi Timur yang bernama Konstantinopel ditaklukkan oleh Kekaisaran Turki Ottoman, hal tersebut membuat Ottoman sengaja meninggikan harga rempah-rempah sehingga penjualan rempah-rempah kepada Eropa pun putus.

Penaklukan pun tak hanya sampai disitu, Turki Ottoman pun juga menguasai daerah-daerah Balkan (Eropa Tenggara) macam Yunani, Serbia, Bosnia, Rumania, dlsb.

Pada akhirnya negara-negara Eropa harus berlayar & melakukan penjajahan dimana-mana. Penjajahan yang dilakukan negara-negara Barat (Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, Perancis) pun merajalela di seluruh dunia dari benua Amerika, Afrika, Asia, Australia, sampai Oseania termasuk diantaranya adalah Nusantara hanya demi mendapatkan rempah-rempah. Dan lebih parahnya lagi, Kristen & bule yang disalah-salahin akibat dari penjajahan itu

Padahal justru Turki Ottoman lah yang harus menanggung dosanya, buktinya setelah masa penaklukan Konstantinopel, Ottoman dipimpin oleh penguasa-penguasa yang hanya mementingkan diri sendiri & tidak memberikan kemajuan apapun terhadap kerajaan tersebut sehingga pada akhirnya diganti jadi republik oleh Mustafa Kemal Ataturk. Sebaliknya, Eropa justru makin maju walau masa kolonialisme telah berakhir.

Tak terbayangkan pula dampak dari itu semua macam pembantaian Indian Amerika, pembantaian Aborigin, dlsb yang harus diganti rugi oleh Turki.

Sebuah ironi dari sebuah negara yang menganut kalimat "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya".

Di Indonesia, terdapat sejumlah tokoh pahlawan yang beragama Kristen. Dan itupun belum termasuk para anggota yang dipimpin oleh tokoh pahlawan tersebut yang juga beragama Kristen. Namun mengherankannya, penerimaannya pun justru dapat dianggap kurang memuaskan.

Terdapat beberapa alasan yang dibuat. Contohnya adalah membandingkannya dengan kolonialis-kolonialis Eropa terutama Belanda yang juga dituduh beragama Kristen. Alasan lainnya adalah dianggap kurangnya peran dalam perlawanan terhadap Belanda. Ada juga yang menyatakan bahwa adanya perlawanan dari golongan Kristen tidaklah alami, melainkan karena adanya sekulerisme yang baru muncul pada abad ke-18.

Seakan-akan, yang namanya sentimen terhadap Kristen itu ada gunanya. Padahal, pada akhirnya pula seluruh wilayah-wilayah di Nusantara diduduki oleh Belanda termasuk wilayah-wilayah Islam itu sendiri.

Film mengenai seorang uskup agung yang menjadi pahlawan nasional berjudul Soegija dituduh sebagai Katolikisasi, disamping film mengenai ulama-ulama yang menjadi pahlawan nasional macam Sang Pencerah dan Sang Kiai juga dibuat.

Selain itu, ada juga yang sok suci ngomong kalo "yang namanya pahlawan tidak memandang golongan apapun". Padahal, pahlawan justru selama ini dipandang pada golongan tertentu.

Bahkan, beberapa tokoh pahlawan Kristen juga diklaim bukan Kristen macam Slamet Rijadi yang dituduh Kejawen Klenik dan Pattimura yang selama ini dinyatakan sebagai penganut Kristen dengan nama asli Thomas Mattulessy, dipelintir jadi penganut Islam dengan nama asli Ahmad Lussy. Hal itu pula yang juga terjadi pada artikel Pattimura di WBI, meskipun di Wikipedia bahasa Inggris sendiri Pattimura masih dinyatakan dalam versi Thomas Mattulessy. Tak hanya itu, bahkan pernyataan bahwa Pattimura adalah Kristen selama ini dituduh sebagai de-Islamisasi.

Khusus bagi pahlawan Katolik, adapula yang menuduh bahwa pahlawan-pahlawan Katolik macam Uskup Soegijapranata yang melawan Belanda (yang dituduh Protestan) bukanlah karena alasan kemanusiaan melainkan karena sentimen antar Katolik dengan Protestan dan Katolik sendiri ditindas karena zending Protestan. Ini sungguh munafik ! Jika kata mereka demikian, maka perjuangan pahlawan-pahlawan Hindu, Buddha, dan Islam sendiri juga adalah hal wajar karena memang ditindas. Meskipun begitu, saya sendiri tak menampik dengan adanya pahlawan-pahlawan Protestan.

Ini sungguh menggelikan. Jika mereka saja tidak menghormati Pahlawan Nasional yang beragama Kristen hanya karena hal-hal ad hominem seperti itu, maka dengan demikian golongan Kristen pun juga tak akan pula menghormati tokoh-tokoh pahlawan macam Ahmad Dahlan, Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dlsb. Alasannya pun beragam, salah satunya adalah tidak melakukan pertolongan terhadap golongan lain terutama pribumi Kristen. Dalam kata lain, tidak ada satupun tokoh pahlawan manapun yang mencangkup seluruh golongan alias hanya pada golongan-golongan tertentu saja.

Sarkasme ?

Anda pikir tulisan ini sarkasme ? Bertopik sensitif ? Menyerang ? Terserah, apa juga bedanya sama tulisan yang ada disini:
* Benarkah Kristen Masuk Indonesia Pada Abad VII? - Muslim Daily
* Sadarlah! Kristen adalah Agama Penjajah yang Masuk Indonesia Melalui Penjajahan - VOA Islam
* Perlawanan Soegija terhadap Jepang Dinilai Bukanlah Hal Heroik - Hizbut Tahrir Indonesia
* Fakta Sejarah Penjajah Kristen (Gold, Glory dan Gospel) - Muslim Says
* Kristenisasi Dan Kolonialisme Di Batak - VOA-Islam
* “Misi Kristen di Buku Sejarah SMP” - Hidayatullah.com
* Kolonialisme Dan Misi Kristen Dalam Sejarah Indonesia - Satu Media

Dan masih banyak lagi, silahkan dicari di Google untuk lebih banyaknya.

Lagipula, toh percuma saja Indonesia merdeka tapi memiliki orang-orang yang pikirannya sempit macam itu. Suatu negara tak akan maju jika terdapat orang-orang yang berpikiran macam itu, meskipun ia adalah seorang sejarawan kuliahan universitas tapi ilmunya dipakai buat sentimen antar golongan. Lihatlah Jepang yang merubah sifatnya dari sentimen terhadap Kristen menjadi terbuka terhadap antar golongan sejak Restorasi Meiji dan saat ini menjadi salah satu negara maju di benua Asia.

http://medialogika.org/sejarah/jika-muslim-tak-menghargai-pahlawan-kristen-maka-pahlawan-muslim-juga-tak-akan/

Turki menguasai Konstantinopel = Terjadi Penjajahan

Terjadi Penjajahan = Pahlawan Kristen tidak dihargai

berarti

Turki menguasai Konstantinopel = Pahlawan Kristen tidak dihargai

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 333
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: Gara-Gara Turki, Pahlawan Kristen Jadi Tidak Dihargai

Post by frontline defender on Thu Feb 19, 2015 8:28 pm

beda dengan Islam mengajarkan untuk menghukum penjahat/penjajah, Kristen mengajarkan agar jangan menghukum penjahat/penjajah, jadi yang melawan penjajah itu tidak bisa disebut sebagai pahlawan Kristen, karena bukan Kristen namanya kalau tidak mengikuti/melanggar ajaran Kristen!

ehmm
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6448
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik