FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

permusuhan kaum kafir

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

permusuhan kaum kafir

Post by paman tat on Tue Apr 14, 2015 3:09 pm

Sejak akhir April 2002 lalu muncul selebaran di kantong-kantong Muslim seperti Jombang, Bangil, dan Madura. Isinya berupa tiruan terhadap surat dalam al-Quran. Tulisan itu sebenarnya merupakan turunan atau terjemahan dari Furqânul Haqq alias The True Furqan (Quran Asli) yang dirilis pertama kali pada April 1999 oleh Komite Eksekutif Proyek Omega 2001. Proyek ini merupakan satu dari sekian mega proyek misi Kristiani dengan tugas khusus antara lain membuat tiruan al-Quran untuk alat penyebaran agama Nasrani/Kristen (kristenisasi). Dalam versi komersialnya, buku tersebut ditulis oleh seorang pastor evangelis Amerika, Dr. Anis Shorrosh dengan menggunakan nama Al-Safee dan Al-Mahdi (Republika, 6/5/2002).
Menurut Shorrosh, lebih dari 1 miliar Muslim di 69 negara merupakan kekuatan yang harus diwaspadai. Mereka sedang menegakkan syariat Islam di Nigeria, Indonesia, Somalia, Iran, dan Pakistan. Hal itu harus dicegah. Salah satu caranya adalah dengan menyebarluaskan The True Furqan ini ke tengah-tengah masyarakat Muslim hingga al-Quran milik Islam dipandang sudah menyimpang oleh umatnya. Begitu pernyataannya seperti dikutip Republika (7/5/2002).
Dari sini jelas bahwa maksud dibuatnya tiruan al-Quran itu adalah untuk menghadang penegakkan syariat Islam melalui penggerusan akidah penganutnya.
Serangan Berkesinambungan
Peristiwa tiruan al-Quran tadi sebenarnya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu rantai yang saling berhubungan. Arahnya satu, yaitu mencegah tegaknya Islam di muka bumi.
Sejarah menunjukkan bahwa orang-orang kafir yang dipimpin oleh negara Barat tidak pernah berhenti memadamkan Islam sebagai cahaya Allah SWT. Ada 3 periode yang mereka tempuh untuk mencapai tujuannya itu.
Pertama, periode sebelum keruntuhan Khilafah Islamiyah. Realitas sejarah menunjukkan bahwa umat Islam senantiasa dijaga dan dipelihara oleh pemimpinnya dalam Khilafah Islamiyah. Akidah, ibadah, akal, turunan, harta, nyawa, kehormatan, dan perkara lainnya senantiasa dilindungi. Karenanya, setiap serangan yang hendak memporakporandakan Islam dan umatnya senantiasa dilawan oleh sang Khalifah. Kaum kafir menyadari hal ini. Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah upaya-upaya untuk menjauhkan Islam dari umatnya dan umat dari Islamnya. Di antara upaya tersebut adalah Perang Salib, orientalisme, dan kristenisasi.
Pertama kali Islam hendak diruntuhkan lewat perang fisik, Perang Salib. Namun, Allah SWT. memberikan kemenangan bagi kaum Muslim setelah berperang selama 200 tahun. Menyadari ketangguhan kaum Muslim dalam bertempur, caranya pun diubah melalui orientalisme. Orientalisme merupakan studi orang-orang Barat untuk mempelajari budaya dan ajaran Timur (baca: Islam) dalam rangka memutarbalikkan ajaran Islam. Melalui orientalisme ini mulailah ajaran-ajaran Islam dijelek-jelekkan. Jihad disebut tradisi barbar, poligami dicap menginjak-injak harkat perempuan, jilbab dianggap hanya budaya Arab, potong tangan dan rajam dituduh sebagai hukum tak berperikemanusiaan, pembagian waris divonis tidak adil, dan tuduhan-tuduhan lainnya. Bahkan, hukum Islam dituding sebagai kolot, kuno, primitif, dan hanya cocok untuk abad ke-2 Hijrah.
Bersamaan dengan aktivitas tersebut, kristenisasi untuk memurtadkan umat Islam mulai dilakukan di negeri-negeri Syam.
Kedua, periode meruntuhkan Khilafah. Dalam rangka meruntuhkan kekuasaan Islam sedunia ini ditanamkanlah pemikiran sekularisme yang memisahkan agama (Islam) dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Melalui sekularisme ini diharapkan umat Islam hanya menjadikan Islam sebagai sumber nilai yang mengurusi ibadah ritual, etika, dan moral saja. Sementara persoalan sosial, politik, ekonomi, dan budaya diatur oleh logika dan akal manusia, jauh dari hukum Allah Pencipta manusia. Tidak sedikit kaum Muslim yang mengadopsi sekularisme ini.
Berikutnya, disebarkanlah paham nasionalisme. Dengan nasionalisme berarti kepentingan nasional di atas segala-galanya termasuk akidah Islam. Tersebarnya paham nasionalisme ini menjadikan kaum Muslim sedunia yang tadinya bersatu menjadi hendak berdiri sendiri-sendiri. Muncullah PanArabisme, lalu diikuti dengan munculnya tuntutan untuk mendirikan negara-negara nasional lepas dari kekuasaan Khalifah Utsmaniyah saat itu. Akhirnya, melalui Musthafa Kemal yang didukung oleh Inggris dan negara-negara besar saat itu, pada tanggal 24 Maret 1924, Khilafah diruntuhkan. Kaum Muslim tidak lagi memiliki benteng yang senantiasa menjaga dan memeliharanya.
Ketiga, periode pasca runtuhnya Khilafah. Setelah keruntuhan Khilafah, negeri-negeri Muslim dipecah-belah menjadi banyak negara. Terbentuklah negara-negara 'merdeka' atas dasar nasionalisme. Iran (1921), Saudi Arabia (1921), Mesir (1922), Irak (1932), Jordan (1945), Lebanon (1945), Syria (1945), Indonesia (1945), Pakistan (1947), Maroko (1956), Nigeria (1960), Somalia (1960), Kuwait (1961), Algeria (1962) dan banyak lagi. Negara-negara itu secara politik dikuasai oleh negara Barat adidaya dan lembaga internasionalnya seperti PBB. Secara ekonomi pun negara-negara tersebut bergantung kepada mereka, khususnya melalui IMF. Hal ini terus berlangsung hingga sekarang.
Tidak hanya sampai di situ, budaya, pendidikan, media massa, dan perundang-undangan disekularisasi dan dibaratkan. Barat dijadikan rujukan dan kiblat. Muaranya, kaum Muslim semakin jauh dari Islam.
Namun, kenyataan pahit ini disadari oleh sebagian kaum Muslim yang ikhlas dalam menegakkan Islam dan menjaga umatnya. Muncullah, khususnya sejak tahun 50-an, upaya membangkitkan umat. Kaum Muslim diajak untuk kembali kepada Islam yang dianutnya, menerapkan al-Quran dan as-Sunnah secara kaffah, umat dipandu untuk melanjutkan kehidupan Islam. Hasilnya, abad 15 H (sejak tahun 1979) digemakan sebagai Abad Kebangkitan Islam.
Gerakan kebangkitan ini semakin lama semakin besar laksana bola salju. Musuh-musuh Islam pimpinan negra kafir Barat pun semakin melihat realitas ini. Mereka menyadari arus kebangkitan Islam tak mungkin dihalang-halangi oleh siapa pun. Karenanya, dari sisi politis dibuatlah isu terorisme yang jelas-jelas ditujukan kepada mereka yang hendak mengubah kezaliman mereka dengan keadilan melalui tegaknya Islam.
Secara pemikiran, dibuatlah upaya untuk memahami dan menafsirkan Islam berdasarkan kacamata liberal mereka. Muncullah istilah Islam Liberal. Dengan penalaran demikian, ajaran Islam dimaknai oleh liberalisme Barat. Akhirnya, andai saja umat Islam kembali pada Islam maka Islam yang dipegang adalah 'Islam' yang hanya sekadar bungkus sebab isinya tidak berbeda dengan ideologi kapitalisme yang ditanamkan negara-negara Barat di Dunia Islam. Akidah umat Islam terus digerogoti melalui berbagai penafsiran ala Barat. Namun, umat Islam yang sungguh-sungguh dalam membela Islam terus berpegang secara murni pada ajarannya sambil menunjukkan berbagai tipudaya musuh Islam.
Sekalipun demikian, kesadaran umat akan kewajiban menjalankan Islam secara utuh terus membahana. Tuntutan penegakkan syariat Islam semakin merupakan realitas. Untuk itu, dibuatlah upaya yang menghantam langsung ke akar akidah. Dibuatlah tiruan al-Quran seperti telah disebut.
Brdasarkan paparan sejarah sekilas tadi, tampak bahwa dibuatnya tiruan al-Quran tersebut merupakan satu kesatuan mata rantai dengan upaya menghancurkan tegaknya Islam di muka bumi serta upaya mematahkan kembalinya umat bersatu dalam satu kepemimpinan sedunia dengan ikatan akidah Islam dan hukum-hukumnya.
Al-Quran Senantiasa Terjaga
Allah Rabbul 'Âlamîn menyatakan dalam al-Quran:
Sesungguhnya Kami menurunkan adz-Dzikr (al-Quran) ini dan sungguh Kamilah Penjaganya. (TQS. al-Hijr [15]: 9).
Imam Ibnu Katsir menyatakan, makna ayat di atas adalah bahwa Allah SWT. menjadi penjaga al-Quran dari perubahan atau pergantian (Tafsîr al-Qurânil 'Azhîm, II, hlm. 666). Karenanya, secara i'tiqadi, al-Quran senantiasa akan terjaga dari perubahan, penggantian, perombakan, atau peniruan apapun. Semuanya dijamin oleh Allah Zat Yang Menurunkannya.
Sekalipun demikian, bukan berarti upaya untuk memanipulasi dan menggerogoti akidah umat dibiarkan saja. Sebab, ketika ada orang bernama Musailamah mengaku menerima wahyu, Rasul menyebutnya sebagai Musailamah al-Kadzdzab, yang dalam bahasa Indonesianya berarti Musailamah si Tukang Bohong.
Karena itu, sudah selayaknya kaum Muslim menyadari bahwa upaya untuk menghadang tegaknya Islam dan upaya mengembalikan mereka kepada kekufuran terus berlangsung hingga detik ini. Selain itu, upaya 'halus' memurtadkan kaum Muslim dengan cara memalsukan al-Quran merupakan kemungkaran. Padahal Nabi saw. menyatakan:
Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran apapun, maka ubahlah dengan kekuatan; jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan; dan jika tidak mampu maka ubahlah dengan hati (tidak setuju dengan kemungkaran tersebut). Itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR Ashabussunan)
Hal itu berlaku bagi siapapun. Namun, sebenarnya dalam syariat Islam, yang pertama kali harus bertanggungjawab atas persoalan ini adalah penguasa. Rasulullah saw. menegaskan:
Pemimpin (Imam) itu adalah pengembala, dan dialah yang bertanggungjawab atas rakyat yang digembalakannya
Dalam hadis tadi jelas bahwa penguasalah yang wajib memelihara dan menjaga rakyatnya dalam segala hal, termasuk dalam hal akidahnya.
Sayangnya, di negara sekular seperti yang kini diterapkan di negeri-negeri Muslim, agama dipandang sebagai urusan pribadi. Negara tidak boleh mencampuri urusan agama warganya. Karena itu, tidaklah mengherankan apabila kasus pemalsuan al-Quran yang jelas-jelas untuk menyesatkan kaum Muslim itu dapat terjadi di tengah-tengah kaum Muslim. Padahal, membiarkan hal itu terjadi sadar atau tidak berarti berkontribusi dalam penggerusan akidah umat dan penghadangan terhadap lajunya Islam.
Berdasarkan hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dipetik oleh kaum Muslim dari realitas tadi, yaitu:
1. Musuh-musuh Islam akan senantiasa berupaya untuk mengeluarkan umat Islam dari agamanya menuju kekafiran. Mahabenar Allah SWT. yang menyatakan:
Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian hingga mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup… (TQS al-Baqarah [2]: 217).
Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti sebagaian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi orang kafir setelah beriman. (TQS. Ali Imrân [3]: 100).

2. Sejak beberapa tahun silam digembar-gemborkan dialog peradaban dan dialog antar agama. Sekarang, hakikat dari semua itu nampak di depan mata. Yang diserukan adalah dialog, namun ternyata kenyataan menunjukkan bahwa dibalik itu semua terdapat upaya untuk menghalang-halangi tegaknya Islam bahkan menyesatkan kaum Muslim. Dengan demikian, sudah sepatutnya kaum Muslim semakin meyakini bahwa apa yang difirmankan oleh Allah SWT itulah yang benar. Sebab, Dialah Zat yang Mahatahu. Berkaitan dengan masalah ini Allah Pencipta Alam memberitahukan:
Tidak akan pernah ridha kepada engkau kaum Yahudi dan Nashrani hingga engkau mengikuti golongan (millah) mereka. Katakanlah: 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk'. (TQS al-Baqarah [2]: 120).

3. Tanpa penguasa muslim yang menegakkan syariat Islam, kehidupan bahkan 'aqidah umat tidak betul-betul terjaga. Berbagai ide kufur dapat dengan mudah merasuki tubuh umat tanpa adanya rintangan berarti. Hal ini berbeda sekali dengan gambaran pemimpin Islam yang digambarkan oleh Nabi bahwa pemimpin itu sebagai tameng, kita saat berperang dibelakangnya dan dilindungi olehnya. Untuk itu, realitas menuntut semakin urgennya diterapkan aturan Allah SWT. Bila tidak, berbagai racun 'aqidah akan dengan sangat mudah makin menyerbu darah dan jantung kaum muslim.
4. Kelemahan kaum muslim dalam memahami agamanya kan semakin memudahkan musuh-musuh Islam menjauhkan Islam dari diri umat. Karena itu, upaya menggelindingkan gerakan tsqafiyah merupakan suatu keharusan.
5. Kepemimpinan umat yang dibentuk atas pribadi tidak akan dapat menghadapi kenyataan racun 'aqidah yang terus menggebu. Karenanya, kepemimpinan yang harus dibangun adalah kepemimpinan pemikiran dan ideologis (qiyâdah fikriyyah). Sehingga umat akan dapat mengikuti mana yang benar sebagai benar dan yang salah sebagai salah.
6. Persoalan pemalsuan al-Quran seakan hanya merupakan masalah 'agama'. Padahal, itu merupakan persoalan politik untuk menghancurkan Islam. Untuk itu, umat perlu semakin memahami politik (siyâsah). Tentu saja, politik Islam.
Wahai Para Ulama yang bertakwa,
Anda adalah pewaris Nabi, janganlah berdiam diri terhadap kemungkaran. Apalagi, terhadap kemungkaran yang hendak mematikan Islam dan umatnya.
Wahai kaum Muslim,
Begitulah realitas musuh-musuh Islam. Karenanya, berpeganglah kepada tali agama Allah (Islam), janganlah terpecah belah, dan jangan biarkan generasi Islam dijauhkan dari Islam yang mereka anut.
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, namun Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir benci. (TQS ash-Shaff [61]: 8)
avatar
paman tat
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 369
Kepercayaan : Islam
Location : hongkong
Join date : 05.07.13
Reputation : 15

Kembali Ke Atas Go down

Re: permusuhan kaum kafir

Post by The seventh on Tue Apr 14, 2015 6:41 pm

Kasihan...
avatar
The seventh
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 297
Kepercayaan : Advent
Location : Tegal
Join date : 07.01.14
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: permusuhan kaum kafir

Post by Cain3rd on Tue Apr 14, 2015 6:43 pm

iya bro, sedang terzolimi mereka tuh basi
avatar
Cain3rd
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 18
Posts : 397
Kepercayaan : Lain-lain
Location : The DEVIL'S den
Join date : 08.04.15
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: permusuhan kaum kafir

Post by The seventh on Tue Apr 14, 2015 6:49 pm

Terzolimi sama otaknya mereka sendiri...hahahaha..
Kasihan banget yaaa...
avatar
The seventh
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 297
Kepercayaan : Advent
Location : Tegal
Join date : 07.01.14
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: permusuhan kaum kafir

Post by Mutiaraa on Wed May 13, 2015 3:11 am

terzalimi,karena kafir memalsukan kitab suci Islam, Injil dan taurat mereka edit dan acak2, shg Allah harus mnurunkan Quran untuk memberitahu muslim mana-mana yg msh asli dan mana-mana yg palsu.
juga krn nabi-nabi muslim difitnah kafir macam2.

itulah kelakuan kafir laknaktullah penghuni kerak neraka
avatar
Mutiaraa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Female
Posts : 1383
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 20.01.14
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: permusuhan kaum kafir

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik