FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

AHMADIYAH QADIAN

Halaman 5 dari 17 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 11 ... 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

AHMADIYAH QADIAN

Post by mang odoy on Thu Oct 20, 2011 6:37 am

First topic message reminder :

Saya tertarik sekali untuk membahas apa dan bagaimana AHMADIYAH.....kontroversi yang berkepanjangan tanpa ada TITIK TEMU yang jelas...itu kesannya.
Sayangnya...banyak dari Umat Muslim menggannggap bahwa hanya ada satu AHMADIYAH...padahal pada kenyataannya...Ahmadiyah ini terbagi jadi 2 golongan :

1. AHMADIYAH LAHORE (GERAKAN AHMADIYAH)
2. AHMADIYAH QADIAN (JEMAAT AHMADIYAH)

Di tret ini...kita akan mencoba untuk mendiskusikan dan mungkin saya akan undang dari pihak mereka untuk hadir di tret ini...sebagai bahan pencerahan..

Sebagai referensi....silahkan buka situs Ahmadiyah QADIAN yang ini..

www.ahmadiyya.or.id

Wasalam,

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down


Makna Kata Mahdi dan Batu Uji al Mahdi

Post by abu hanan on Sat May 12, 2012 1:23 pm

Mahdi berarti orang yang diberi petunjuk dan dalam bahasa Arab mahdi masuk dalam kategori isim maf’ul[2]. Makna ini sebagaimana terdapat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah,

وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ

“Dan sunnah para Khulafa’ rosyidin (yang mendapat petunjuk dalam beramal), mahdiyin (yang mendapat petunjuk ilmu)".
HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Ibnul Atsir mengatakan, “Yang dimaksud al mahdi dalam hadits ini adalah orang yang diberi petunjuk pada kebenaran. Mahdi kadang menjadi nama orang bahkan sudah seringkali digunakan seperti itu. Begitu pula Al Mahdi juga bermakna orang yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan muncul di akhir zaman. Juga mahdi bisa dimaksudkan dengan Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum. Bahkan mahdi juga bisa bermakna lebih luas, yaitu siapa saja yang mengikuti jalan hidup mereka dalam beragama.

Lantas siapakah sosok yang pantas menyandang gelar al mahdi?
Beberapa syarat yang harus dipenuhi seseorang dalam menyandang gelar bahkan mendakwahkan diri sebagai ala mahdi adalah;
Berdasarkan NASAB...

.مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِى

“Dia berasal dari keluargaku. Namanya (yaitu Muhammad) sama dengan namaku. Nama ayahnya (yaitu ‘Abdullah) pun sama dengan nama ayahku.”HR Abu Dawud


عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّيْ أَوْ مِنْ أهْلِ بَيْتِيْ يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِيْ وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمَ أَبِيْ يَمْلأُ الأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya dunia tidak tersisa kecuali tinggal sehari sahaja, maka Allah akan memanjangkan hari itu sehingga mengutus seorang lelaki dari keturunanku atau dari ahli baitku, namanya seperti namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku, dia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi kezaliman dan penganiayaan.”

.الْمَهْدِىُّ مِنْ عِتْرَتِى مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

“Imam Mahdi adalah dari keluargaku dari keturunan Fathimah.”HR Abu Dawud

Berdasarkan Masa Kekuasaan
يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي المَهْدِيُّ يَسْقِيْهِ اللهُ الغَيْثَ ، وَتُخْرِجُ الأَرْضُ نَبَاتَهَا ، وَيُعْطِي المَالَ صِحَاحًا ، وَتَكْثُرُ المَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ الأُمَّةُ ، يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا » يَعْنِي حِجَجًا

“Imam Mahdi akan keluar di akhir umatku. (Pada masanya), Allah akan menurunkan hujan, akan menumbuhkan tanaman di muka bumi, harta akan dibagi secara merata. Binatang ternak akan semakin banyak, begitu juga umat akan bertambah besar. Imam Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun.” HR Tirmidzi

Berdasarkan tanda dan isyarat lainnya..



Apabila masih kurang terang dan jelas wahai kalian?
Hadits diatas merupakan satu kesatuan yang apabila anda tidak memenuhi satu perkara maka batal pula perkara yang lain.

wassalam


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 12, 2012 1:45 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
bukankah sayah sudah katakan meskipun berkali-kali sayah telaah berbagai numerik di dalam al quran tetap saja sayah mengalami buntu.dan dalam bidang numerik al quran sayah nyatakan bahwa sayah tiada sanggup menggunakan numerik sebagai bahan dasar untuk membantah atau berdebat.
Yah sudah, saya tidak memaksa (Al Baqarah 2:256/257).

@Abu Hanan wrote:
owh....anda belum paham maksud sayah rupanya.
1.sayah bermaksud menekankan KHATAM sebagai upaya untuk mengingatkan anda bahwa tiada pesan metafor atau kiasan di dalam nabiyyin sebagai penjelasan dari KHATAM.
Al Ahzab 40

وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Sahih International: Muhammad is not the father of [any] one of your men, but [he is] the Messenger of Allah and last of the prophets

Pickthall: Muhammad is not the father of any man among you, but he is the messenger of Allah and the Seal of the Prophets

Mohsin Khan: Muhammad (SAW) is not the father of any man among you, but he is the Messenger of Allah and the last (end) of the Prophets

خاتم merupakan kata yang tersusun dari خ ت م kata ini dapat anda perhatikan apakah khatam memiliki makna bersayap atau metafor?Sayah tidak berpikir seperti itu karena beberapa kata yang tersusun dari خ ت م juga digunakan Allah dalam ayat berikut;

Al An'am 46
وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَـهٌ غَيْرُ اللّهِ يَأْتِيكُم بِهِ
serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?"
**ayat ini terkait dengan AL Baqarah 7 yaitu mengunci mati,menutup erat.

Al Jatsiyah 23
وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً
dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya

Al Muthafifin 25
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ
Mereka diberi minum dari khamar murni yang tertutup (dilak,diberi segel)

Al Muthafifin 26
خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَس الْمُتَنَافِسُونَ
laknya(penutupnya,penyegelnya,alat buat menutup) adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

Al Baqarah 7
خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ
Allah telah mengunci-mati (menutup erat) hati mereka

Yasin 65
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka

Terangkan kepada sayah خ ت م dapat memberi arti kiasan atau metafora karena ayat2 yang menggunakan خ ت م yang telah sayah bawa kemari tiada satupun yang memberi kesempatan kepada siapapun untuk membuka pintu arti kiasan/metafora.
Dalam ayat-ayat suci Al Quran yang anda tampilkan tidak ada satupun tercantum kata "Khaataman-Nabiyyin", karena kata خاتم merupakan kata yang tersusun dari خ ا ت م. Dalam hadits ada kata "Khaatam-ul-Anbiya", "Khaatam-ul-Aulia", "Khaatamul Muhajjiriin" dan banyak lagi yang tidak berarti penutup. Nabi saw mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib ra adalah Khaatamul Aulia. Jika diartikan Ali bin Abu Thalib ra sebagai Penutup Para Wali, tetapi di Indonesia kok masih ada lagi sembilan Aulia (Wali Songo) dan banyak lagi.
Lagi pula, Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: "Sesungguhnya aku diutus sebagai Pembuka dan Penutup (para nabi)." (Kanzul Ummal). Maksud hadits ini adalah bahwa Nabi Muhammad saw adalah sebagai Penutup nabi-nabi pembawa syari'at baru, dan sebagai Pembuka nabi-nabi pelaksana syari'at Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70) sampai hari kiamat.

@Abu Hanan wrote:
Dengan cara yang sama,sayah berharap anda dapat menjelaskan 1305 H dari An Nuur..
Boleh saja saya menjelaskan 1305H dalam An-Nuur 24:55/56 dengan ayat lain contohnya dalam Al Buruz. Tetapi karena anda sudah buntu, nampaknya percuma saja saya jelaskan. Namun, saya boleh menjelaskan dari sisi lain bahwa kata Khalifah (Allah) dalam An-Nur 24:55/56 identik dengan para nabi/rasul terdahulu, seperti dalam Al Baqarah 2:30/31-31/32 kepada Nabi Adam as dan dalam Shad 38:26/27 kepada Nabi Daud as. An-Nur 24:55/56 mengisyaratkan bahwa menjadikan Khalifah di bumi itu adalah Sunnatullah/Sunnah Allah. Tidak ada penggantian dan penyimpangan bagi Sunnah Allah sejak dulu hingga sekarang, dan yang akan datang, bahkan hingga hari kiamat sebagaimana firman-Nya: "Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapatkan penggantian bagi sunnah Allah; dan sekali-kali tidak pula akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah." (Al Fathir 35:43/44). Dengan demikian menjadikan Khalifah Allah di bumi atau mengutus nabi/nabi (An-Nisa 4:69/70) dan rasul-rasul (Al A'raf 7:35/36) adalah Sunnah Allah yang akan tetap terbuka hingga hari kiamat.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Sat May 12, 2012 2:11 pm

maaf....di dalam bahasa arab tidak dikenal tashrif dari 4 huruf seperti yg anda ssampaikan bahwa خا فم terdiri dari خ ا ت م tetapi خ ت م silahkeun mengkaji dengan ilmu shorof...

meski sayah buntu numerik akan tetapi lebih baik anda menyajikan disini karena bukan sayah saja yang membaca tret ini melainkan banyak orang..

memang di dalam Al Quran tidak ada kata yg menggandengkan khatam dengan nabiyyin melainkan al ahzab 40.dan disitulah sayah ingin mengajak anda bahwa khatam tiada dapat diartikan metafor karena rapat dan keras dalam menutup.

lha bagaimana mungkin sayah membaca hadits dan menafsirkan dengan kaidah quran bil quran?sedangkan anda sendiri tidak membawa kemari hadits yg memuat kata khatam..

Imam Syafii rh (767-820) juga disebut "khaatam-ul-auliya" (Al Tuhfatus-Sunniyya, hal. 45)

Sheikh Ibn-ul-Arabi rh (1164-1240) disebut sebagai "khaatam-ul-auliya". (Futuhaat Makkiyyah, pada halaman judul)

Al-Sayyid Ahmad Al-Sanusi dinamakan "khaatam-ul-mujahidiin" (Akhbaar Al-Jaami'atul Islamiyyah, Palestina, 27 Muharram 1352H).

perlu diingat yang dibicarakan adalah firman Allah tentang penutup para nabi, yaitu penafsiran AlQuran, bukan pembicaraan mengenai wali. Yang paling berhak menafsirkan ayat adalah Rasulullah SAW. Dan Rasulullah telah menafsirkannya, dengan sabda beliau bahwa beliau adalah penutup para nabi tidak ada nabi sesudah beliau.

sedikit OOT utk wali.........

Karena yang dimaksud khotmul Auliya bukanlah penutup para wali atau wali terakhir. Melainkan wali yang mencapai maqam yang paling sempurna. Imam al-Muhaddist Muhammad bin Ali al - Hakim at - Tirmidzi ( penyusun Kitab Nawadirul Ushul Fil Hadist ) menyatakan makdus sebenarnya dengan istilah khotmul auliya. Beliau berkata :
ؤليس معنا هل ان صا حب هذه المر تبة هؤ اخر الا ؤليا ء ؤلكن معنا ها انه اتم مقا مات الؤ لا ية ؤ بلغ اعاى مر تبة قيها ( الواردات : 6)
Makna khotmiyah ( penutup ) bukanlah bahwa pemilik martabat ini merupakan akhir para wali. Tetapi dia paling sempurna maqam wilayahnya dan mencapai kedudukan ( martabat ) paling tinggi didalamnya." ( Al - Waridat : 126)

Dengan kata lain,khatamul auliyaa adalah tingkat akhir pencapaian bukan semata-mata memiliki arti dan tujuan yang sama dengan al ahzab 40.Imam Ali bin Abu Thalib ra telah mencapai maqom sempurna dalam derajat kedekatan dengan Allah.Nabi Muhammad pun telah mencapai derajat sempurna dan bulat dalam kenabian dan sesudah beliau tiada lagi manusia yg pantas menyandang kenabian.

Boleh jadi anda akan mengulang kenabian mga adalah bayangan..dan itulah kamsutnyah sayah bagaimana sesuatu yang sempurna masih membutuhkan atau dipaksa menjadi BUTUH pada bayangan?

salah satu hadis qudsi yang berbunyi :
“Wali-waliKu berada di bawah kubah-kubahKu. Tidak ada yang mengetahuinya selain Aku”.
Wali dari segi bahasa berarti:-
1. Dekat. Jika seseorang sentiasa mendekatkan dirinya kepada Allah, dengan memperbanyakkan kebajikan, keikhlasan dan ibadah, dan Allah menjadi dekat kepadanya dengan limphan rahmat dan pemberianNya, maka di saat itu orang itu menjadi wali.

2. Orang yang senantiasa dipelihara dan dijauhkan Allah dari perbuatan maksiat dan ia hanya diberi kesempatan untuk taat .

Adapun asal perkataan wali diambil daripada perkataan al wala’ yang berarti : hampir dan juga bantuan. Maka yang dikatakan wali Allah itu orang yang menghampirkan dirinya kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diwajibkan keatasnya, sedangkan hatinya pula sentiasa sibuk kepada Allah dan asyik untuk mengenal kebesaran Allah.

Kalaulah dia melihat, dilihatnya dalil-dalil kekuasaan Allah. Kalaulah dia mendengar, didengarnya ayat-ayat atau tandatanda Allah.Kalaulah dia bercakap, maka dia akan memanjatkan puji-pujian kepada Allah. Kalaulah dia bergerak maka pergerakannya untuk mentaati Allah. Dan kalau dia berijtihad, ijtihadnya pada perkara yang menghampirkan kepada Allah. Seterusnya dia tidak jemu mengingat Allah, dan tidak melihat menerusi mata hatinya selain kepada Allah. Maka inilah sifat wali-wali Allah. Kalau seorang hamba demikian keadaannya, nescaya Allah menjadi pemeliharanya serta menjadi penolong dan pembantunya.

“Allah adalah wali bagi orang-orang yang beriman”.Surah Al-Baqarah: 257

“Dia menjadi wali bagi orang-orang shalih”. Surah Al-‘Araf: 196

“Engkau adalah wali kami, maka kurniakanlah kami kemenangan atas orang-orang kafir”.Surah Al-Baqarah: 286

Silahkeun anda tafsirkan khatamul auliya pada Imam Ali berdasarkan pengertian dari Al Quran…
Lihat pemakaian khaatam dalam AlQuran di beberapa ayat yang sayah sampaikan pada anda.
Seperti yg sayah sampaikan sebelumnya akan ada masa an nuur - ash shaf-al jumat akan dikaji satu per satu disini...hanya masalah waktu dan kesempatan.




untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 12, 2012 7:05 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
Tidak.mengapa ada nabi lagi menurut qadian meski sebatas kiasan?dan itu menunjukkan ada agama baru yang lahir dari pemikiran yang keliru dengan basis AL Quran dan AS Sunnah.
Anda menjawab 'TIDAK' terhadap pertanyaan saya, "Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru?". Nah, sebaiknya anda seperti itu saja. Tidak usah memikirkan dan mengatakan qadian agama baru di luar Islam, karena sama sekali tidak ada dasarnya dari Al Quran maupun Hadits. Karena, nampaknya anda belum memahami bentuk-bentuk kenabian, maka akan saya jelaskan sebagai berikut:
1. Nabi Musa as adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil dan diberi-Nya Kitab Taurat.
2. Nabi Daud as adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil dan diberi-Nya Kitab Zabur.
3. Nabi Isa Al Masih as adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil dan diberi-Nya Kitab Injil.
Jika anda berkenan, silahkan jawab pertanyaan saya berikut ini:
a. Syari'at dan agama apa yang dianut oleh ketiga Nabi Bani Israil tersebut?
b. Di antara ketiganya, Nabi mana yang membawa syari'at?
(i) Nabi Musa as, (ii) Nabi Daud as, (iii) Nabi Isa as, atau (iv) Ketiganya.

@Abu Hanan wrote:
sayah mengimani secara bulat dan utuh.kenabian mga adalah perkara batal sedangkan kerasulan mga adalah sebagaimana arti kata rasul - arsala yang berarti utusan dan perkara rasul-arsala dalam lingkup kerasulan telah terwakili oleh para ulama yang pewaris nabi.
Jika anda menolak beriman kepada satu saja dari antara utusan-utusan Allah, maka anda tidak bisa mengatakan mengimani Rukun Iman ke-4 secara bulat dan utuh. Dan, karena Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Imam Mahdi adalah utusan/rasul Allah (HR Ahmad bin Hambal), maka sebaiknya ikuti saja sabda beliau saw, itu pun jika anda masih ingin termasuk di antara para pengikut beliau saw.

@Abu Hanan wrote:
Al Ahzab 40 telah memberi mandat kepada sayah untuk menolak kenabian siapapun baik secara harfiah maupun kiasan.
Dalam Al Ahzab 33:40/41 sama sekali tidak ada kalimat yang memberi mandat kepada anda atau siapapun untuk memikirkan dan mengatakan adanya agama baru setelah agama Islam.

@Abu Hanan wrote:
Secara keseluruhan ayat Al Quran yang anda tunjukkan -insya Allah-akan bertahap sayah bahas disini.
Oooh rupanya anda menjawab komentar saya tanpa melihat ayat-ayat suci Al Quran yang saya tunjukkan. Kalau begitu mari kita bahas bersama-sama di sini, biar kita saling memahaminya dengan baik. Ingat, sebaiknya kita tidak usah berdebat, melainkan mencari kebenaran berdasarkan Al Quran dan Hadits. Bukankah kedatangan Rasulullah saw dan Imam Mahdi as itu adalah Karunia Allah (Al Jumu'ah 62:4/5)? Bukankah kita harus mensyukurinya, agar Dia menambahnya (Ibrahim 14:7/6)?

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 12, 2012 9:32 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
bukankah yang sayah sampaikan adalah terkait dengan an nisa 69/70?mengapa mesti berulang-ulang anda tanyakan?
Pertanyaan saya (Apakah ada ayat suci Al Quran yang mendukung pernyataan anda itu?) itu ditujukan kepada pernyataan anda berikut ini:
@Abu Hanan wrote:
Allah berjanji kepada umat Islam jika muslim benar dalam iman-islam dan ihsan maka uamt islam akan dijadikan penguasa yang menegakkan hukum Allah di muka bumi dan janji berlaku bagi orang-orang yg mematuhi Allah dan RasulNya. (Kandungan An-Nisa 4:69/70 tidak seperti itu) Dan sang khalifah (ketika khilafah dan kemenangan telah dilimpahkan Allah pada kaum muslim) juga berasal dari keturunan Quraisy. (Al Quran tidak kesukuan, karena janji-Allah dalam An-Nur 24:55/56 memprioritaskan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dari antara umat Islam) Dalam skala kecil tiap orang yang beriman adalah khalifah dan keadaan tersebut sesuai dengan tujuan manusia diciptakan. (Tidak ada ayat Al Quran yang mendukung pernyataan ini)

@Abu Hanan wrote:
padahal syarat munculnya al mahdi adalah melalui ukuran HR Ibnu Majah 4084 terlebih dahulu setelah 12 khalifah yg baru 4 tergenapi.Imam Umar bin Abdul Aziz adalah yang ke 5.
Syarat yang afdhal tentang munculnya Khalifah Allah, Imam Mahdi adalah hadits-hadits yang didukung ayat suci Al Quran. Hadits-hadits dalam An-Najmus-Saaqib dan Syarah Misykat yang didukung oleh An-Nur 24:55/56 mengisyaratkan waktunya pada awal abad ke-14H yang sudah tergenapi.
Umar bin Abdul Aziz rh bukan Khalifah, melainkan salah seorang Raja dari Dinasti Ummayah dan seorang Mujaddid Islam abad ke-1H (Hujajul Karamah oleh Nawwab Shiddiq Hasan Khan).

@Abu Hanan wrote:
Lho...mengapa anda meminta sayah tentang hadits al mahdi untuk ditampilkan kemari? Apabila anda haqqul yaqin menerima mga sbg al mahdi seharusnyah anda mampu membantah kriteria sekilas yang sayah utarakan diatas? Sebelum anda memberi baiat pada mga, apakah anda belum dan tidak mempelajari hadits2 yang sayah utarakan diatas?
Kriteria sekilas tidak perlu dibantah, cukup ditanyakan haditsnya saja.
Jika kita mau bai'at kepada seorang Khalifah Allah, kita harus yakin bahwa Khalifah Allah itu menerima wahyu Allah yang memberinya mandat untuk menerima bai'at. Sedangkan Khalifah Nabi/Rasul mendapat mandat dari Nabi/Rasul/Khalifah Allah sebelumnya.

@Abu Hanan wrote:
begini pak...Rasulullah saw mendakwahkan diri sebagai nabi disaat pertama kali adalah dicap gila oleh masyarakat sekitarnya.tetapi kafirin quraisy pun mengakui kebenaran yang disampaikan nabi muhammad dan menyatakan takjub akan gaya bahasa al quran.

selain dari itu,kenabian muhammad saw pun telah disampaikan allah di kitab terdahulu dan juga dibahas rabi yahudi di dalam talmud mereka.

pada kasus mga,wahu pertama yang diterima mga dalam bahasa apa?
Sama seperti Nabi Muhammad saw, HMG Ahmad as pun dicap gila oleh masyarakat sekitar beliau as. Para ulama Islam memuji ketinggian ilmu agama dan kezuhudan beliau as. Tetapi ketika beliau as diperintah Allah untuk mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, mereka berbalik menjadi penentang dan memfatwa beliau as sebagai orang kafir. Isyarat tentang kedatangan HMG Ahmad as juga ada dalam kitab-kitab terdahulu. Dalam Al Quran sudah jelas ada, dalam Bible dan Weda juga ada. Wahyu pertama dalam bahasa Arab. (Coba anda lihat dalam Tadzkirah, kan linknya sudah saya tampilkan).

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 12, 2012 10:47 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
Imam Ahmad bin Hambal dan sederet ulama yang telah kasyaf dan mengalami fana' tidak gegabah menyatakan diri sebagai khalifak maupun al mahdi karena beliau-beliau yang semoga dirahmati Allah mengetahui betul syarat khalifah dan apa yang harus dimiliki al mahdi. Bukan karena mereka tidak menerima wahyu Allah tetapi beliau-beliau mampu membedakan mana wahyu allah dan wahyu selain Allah.

Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya; ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Abbas RA, “Hai Ibnu Abbas, sesungguhnya Al-Mukhtar bin Abi Ubaid mengaku bahwa tadi malam dia mendapatkan wahyu.” Ibnu Abbas berkata, “Dia benar.” Ibnu Abi Zumail yang saat itu berada di dekat Ibnu Abbas langsung tersentak. Dia bangun dan berkata, “Ibnu Abbas mengatakan Al-Mukhtar benar telah mendapatkan wahyu?”

Kata Ibnu Abbas, “Sesungguhnya wahyu itu ada dua; wahyu dari Allah dan wahyu dari setan. Wahyu Allah diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Sedangkan wahyu setan diturunkan kepada kawan-kawannya.” Lalu, Ibnu Abbas pun membaca ayat, “Sesungguhnya setan itu memberikan wahyu kepada kawan-kawannya untuk membantah kalian.” (QS. Al-An’am: 121)

Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan Al-Umawi, juga ada nabi palsu bernama Al-Harits bin Said Al-Kadzdzab. Dulunya, ia adalah seorang zuhud yang ahli ibadah. Namun sayang, ia tergelincir dari jalan Allah dan mengikuti jalan setan. Ia didatangi iblis dan diberi ‘wahyu.’ Ia bisa membuat keajaiban-keajaiban laksana mukjizat seorang nabi. Saat musim panas, ia datangkan buah-buahan yang hanya ada pada musim dingin. Dan ketika musim dingin, ia datangkan buah-buahan musim panas. Sehingga, banyak orang yang terpesona dan mengikuti kesesatannya.
Al Quran jelas-jelas mengatakan bahwa Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56) dan Rasulullah saw jelas-jelas mengatakan bahwa Imam Mahdi itu utusan/rasul Allah (HR Ahmad bin Hambal) dan Khalifah Allah (HR Ibnu Majah). Oleh karena itu, yang mendakwakan diri sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi harus menerima wahyu perintah dari Allah dan mandat dari Allah untuk menerima bai'at. Tepat pada awal abad ke-14H, hanya satu orang yang diperintah Allah untuk mendakwakan diri sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi dan mendapat mandat dari Allah untuk menerima bai'at melalui wahyu Ilahi. Orangnya adalah HMG Ahmad as dari Qadian, India, Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Kemudian, jika sudah sesuai dengan Al Quran dan Hadits, maka kita tidak usah khawatir bahwa wahyu yang diterima HMG Ahmad as itu bukan dari Allah, karena bila beliau as mengada-adakan wahyu atas nama Allah, maka Allah tentu sudah mengambil tindakan sesuai firman-Nya (Al Haaqqah 69:43/44-46/47). Tetapi, kenyataan membuktikan bahwa Allah tidak mengambil tindak terhadap HMG Ahmad as, bahkan sebaliknya, Allah mendukung beliau as dan memberi kemenangan demi kemenangan sebagaimana ditetapkan-Nya dalam Al Mujaadilah 58:21/22. Hingga sekarang pengikutnya terus berkembang dengan dinamis dan tersebar ke seluruh pelosok dunia, dan saat ini baru ada di 200 negara, di lima benua, dan akan terus akan berkembang mendapatkan kemenangan sesuai janji-Nya dalam Al Mujaadilah 58:21/22.

@Abu Hanan wrote:
Kemudian perumpamaan matahari dan bulan kok memaksa banget dengan menyandarkan pada sisi kenabian? Allah memilih suatu perumpaan pastilah terkandung hikmah dari sisi ilmiah...
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Matahari merupakan benda yang memiliki cahaya mandiri sedangkan bulan TIDAK memiliki sumber cahaya...Menjadi lebih pantas jika mga hanyalah ulama, karena bulan memantulkan cahaya dari matahari sebagaimana ulama yang menyinari umat karena cahaya dari petunjuk yang disampaikan nabi muhammad.
Tidak ada paksaan dalam agama (Al Baqarah 2:256/257). Perumpamaan dalam Asy-Syam, justru sangat tepat, karena datangnya dari Allah, yakni perumpamaan MATAHARI dan BULAN. Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad Rasulullah saw diumpamakan sebagai MATAHARI yang dianugerahi Allah kemampuan memancarkan sinarnya yang menerangi bumi. Sedangkan HMG Ahmad (Imam Mahdi) as diumpamakan sebagai BULAN yang dianugerahi Allah kemampuan MEMANTULKAN sinar MATAHARI yang juga menerangi bumi. Jika anda mengatakan HMG Ahmad as lebih pantas hanya sebagai ulama, tetapi kenyataannya Allah telah menjadikan beliau as sebagai Khalifah-Nya, Imam Mahdi. Tidak ada yang dapat kita lakukan, melainkan bai'at (HR Ibnu Majah) dan taat kepada HMG Ahmad as (An-Nisa 4:64/65), Khalifah Allah, Al Mahdi, sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya saw dan juga sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Karunia Allah ini (Al Jumu'ah 62:3/4).

Wassalam.
Love for All, Hatred for None


Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sun May 13, 2012 12:09 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
Mahdi berarti orang yang diberi petunjuk dan dalam bahasa Arab mahdi masuk dalam kategori isim maf’ul[2]. Makna ini sebagaimana terdapat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah,
وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ

“Dan sunnah para Khulafa’ rosyidin (yang mendapat petunjuk dalam beramal), mahdiyin (yang mendapat petunjuk ilmu)".
HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Ibnul Atsir mengatakan, “Yang dimaksud al mahdi dalam hadits ini adalah orang yang diberi petunjuk pada kebenaran. Mahdi kadang menjadi nama orang bahkan sudah seringkali digunakan seperti itu. Begitu pula Al Mahdi juga bermakna orang yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan muncul di akhir zaman. Juga mahdi bisa dimaksudkan dengan Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum. Bahkan mahdi juga bisa bermakna lebih luas, yaitu siapa saja yang mengikuti jalan hidup mereka dalam beragama.
Tiada yang lebih akurat membuat definisi Khalifah Allah, Al Mahdi, kecuali Allah Yang Mahamengetahui dan utusan-Nya yang mulia Nabi Muhammad Rasulullah saw (An-Nur 24:55/56 + HR Ibnu Majah 4084, Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu'ah 62:3/4 + HR Ahmad bin Hambal dan banyak lagi). Menurut Nabi Muhammad saw, Abu Bakar Shiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra adalah Khulafa-il-Mahdiyyin ar-Rasyiddin yang sunnahnya harus dipegang-teguh oleh umat Islam (HR Abu Daud). Namun, mereka bukan Khalifah Allah, Al Mahdi (HR Ibnu Majah) yang diisyaratkan dalam An-Nur 24:55/56 dan dinubuatkan Rasulullah saw dalam Syarah Misykat & An-Najmus-Saaqib, yakni akan datang pada tahun 1305H atau permulaan abad ke-14H.

@Abu Hanan wrote:
Lantas siapakah sosok yang pantas menyandang gelar al mahdi?
Beberapa syarat yang harus dipenuhi seseorang dalam menyandang gelar bahkan mendakwahkan diri sebagai ala mahdi adalah;
Berdasarkan NASAB...
.مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِى

“Dia berasal dari keluargaku. Namanya (yaitu Muhammad) sama dengan namaku. Nama ayahnya (yaitu ‘Abdullah) pun sama dengan nama ayahku.”HR Abu Dawud
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّيْ أَوْ مِنْ أهْلِ بَيْتِيْ يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِيْ وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمَ أَبِيْ يَمْلأُ الأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya dunia tidak tersisa kecuali tinggal sehari sahaja, maka Allah akan memanjangkan hari itu sehingga mengutus seorang lelaki dari keturunanku atau dari ahli baitku, namanya seperti namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku, dia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi kezaliman dan penganiayaan.”
.الْمَهْدِىُّ مِنْ عِتْرَتِى مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

“Imam Mahdi adalah dari keluargaku dari keturunan Fathimah.”HR Abu Dawud

Berdasarkan Masa Kekuasaan
يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي المَهْدِيُّ يَسْقِيْهِ اللهُ الغَيْثَ ، وَتُخْرِجُ الأَرْضُ نَبَاتَهَا ، وَيُعْطِي المَالَ صِحَاحًا ، وَتَكْثُرُ المَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ الأُمَّةُ ، يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا » يَعْنِي حِجَجًا

“Imam Mahdi akan keluar di akhir umatku. (Pada masanya), Allah akan menurunkan hujan, akan menumbuhkan tanaman di muka bumi, harta akan dibagi secara merata. Binatang ternak akan semakin banyak, begitu juga umat akan bertambah besar. Imam Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun.” HR Tirmidzi
Yang memiliki hak prerogatif untuk menjadikan Khalifah Allah di bumi (An-Nur 24:55/56) dan mengutusnya sebagai Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3/4) hanya Allah Yang Mahamengetahui, Mahakuasa, Mahabijaksana dan Memiliki karunia yang besar (Al Jumu'ah 62:4/5). Yang terkandung dalam hadits-hadits yang anda tampilkan sudah tergenapi pada wujud HMG Ahmad as. Di antaranya, ada yang salah mengerti, ada yang bisa saya jelaskan dan ada juga yang belum bisa saya jelaskan, khususnya nasab.
Penjelasannya:
1. Dalam hadits dikatakan tentang Imam Mahdi bahwa "namanya SEPERTI namaku dan nama ayahnya SEPERTI nama ayahku,". Kata SEPERTI dalam hadits ini diartikan SAMA, padahal semua orang maklum bahwa SEPERTI itu TIDAK SAMA. Nama Imam Mahdi adalah Ahmad, nama itu SEPERTI namaku (Rasulullah saw) yang memiliki nama sifat AHMAD. Ghulam Ahmad dalam bahasa Persia artinya Hambanya Nabi Muhammad saw. Nama bapaknya Imam Mahdi adalah Ghulam Murtadha (artinya Hamba yang diridhai Allah) SEPERTI Abdullah (artinya Hamba Allah) ayahnya Rasulullah saw.
2. Dalam hadits dikatakan bahwa “Imam Mahdi adalah dari keluargaku dari keturunan Fathimah.” (HR Abu Daud) dan "Imam Mahdi dari kaum Salman Al Farisi ra" (HR Bukhari). HMG Ahmad as menulis bahwa beberapa nenek moyang beliau as dari pihak ibu berasal dari keturunan Siti Fatimah Az-Zahrah ra, sedangkan dari pihak bapak (Mirza Ghulam Murtadho) berasal dari Samarkand, Persia.
3. Dalam hadits dikatakan bahwa "Imam Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun.” HMG Ahmad as mendapat wahyu Allah yang menjadikan beliau as sebagai Rasul/Nabi Ummati (An-Nisa 4:69/70) pada tahun 1901, dan beliau as wafat pada tahun 1908 (7 tahun tergenapi).

Umat Islam boleh ragu terhadap penjelasan saya, tetapi Allah mengisyaratkan dalam Al Quran bahwa tahun 1305H Dia telah memenuhi janji-Nya kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh di antara umat Islam, menjadikan seorang Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56), yakni HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi) as dari Qadian, India.

@Abu Hanan wrote:
Berdasarkan tanda dan isyarat lainnya..
Apabila masih kurang terang dan jelas wahai kalian?
Hadits diatas merupakan satu kesatuan yang apabila anda tidak memenuhi satu perkara maka batal pula perkara yang lain.
Satu isyarat dalam satu hadits tidak bisa membatalkan keputusan Allah dalam memenuhi janji-Nya yang diisyaratkan Al Quran (An-Nur 24:55/56, Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:3/4). Dalam HR Abu Daud merupakan satu kesatuan, sebaliknya dalam HR Ibnu Majah, perawinya lupa pada frase awal. Tetapi, keduanya menyepakati frase akhir, apalagi frase akhir ini disepakati pula oleh Imam Ahmad bin Hambal bahwa Rasulullah saw bersabda: "Apabila kamu melihatnya, maka berbai'atlah kepadanya, sekalipun untuk menjumpainya, kita harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (Musnad Ahmad bin Hambal, Jilid 4, hal.85).

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sun May 13, 2012 3:00 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
maaf....di dalam bahasa arab tidak dikenal tashrif dari 4 huruf seperti yg anda ssampaikan bahwa خا فم terdiri dari خ ا ت م tetapi خ ت م silahkeun mengkaji dengan ilmu shorof...
Yang jelas kata "Khaatam" dalam "Khaataman-Nabiyyin" pada Al Quran dan hadits terdiri dari empat huruf, yakni خ ا ت م, sedangkan dalam ayat-ayat yang anda tampilkan tidak ada huruf alif.

@Abu Hanan wrote:
memang di dalam Al Quran tidak ada kata yg menggandengkan khatam dengan nabiyyin melainkan al ahzab 40.dan disitulah sayah ingin mengajak anda bahwa khatam tiada dapat diartikan metafor karena rapat dan keras dalam menutup.
Itulah sebabnya anda tidak bisa menafsirkan kata "Khaataman-Nabiyyin" dengan kaidah quran bil quran, karena tidak ada dalam ayat yang lain atau hanya ada dalam Al Azab 33:40/41 saja.

@Abu Hanan wrote:
lha bagaimana mungkin sayah membaca hadits dan menafsirkan dengan kaidah quran bil quran?sedangkan anda sendiri tidak membawa kemari hadits yg memuat kata khatam..

Imam Syafii rh (767-820) juga disebut "khaatam-ul-auliya" (Al Tuhfatus-Sunniyya, hal. 45)

Sheikh Ibn-ul-Arabi rh (1164-1240) disebut sebagai "khaatam-ul-auliya". (Futuhaat Makkiyyah, pada halaman judul)

Al-Sayyid Ahmad Al-Sanusi dinamakan "khaatam-ul-mujahidiin" (Akhbaar Al-Jaami'atul Islamiyyah, Palestina, 27 Muharram 1352H).

perlu diingat yang dibicarakan adalah firman Allah tentang penutup para nabi, yaitu penafsiran AlQuran, bukan pembicaraan mengenai wali. Yang paling berhak menafsirkan ayat adalah Rasulullah SAW. Dan Rasulullah telah menafsirkannya, dengan sabda beliau bahwa beliau adalah penutup para nabi tidak ada nabi sesudah beliau.

sedikit OOT utk wali.........

Karena yang dimaksud khotmul Auliya bukanlah penutup para wali atau wali terakhir. Melainkan wali yang mencapai maqam yang paling sempurna. Imam al-Muhaddist Muhammad bin Ali al - Hakim at - Tirmidzi ( penyusun Kitab Nawadirul Ushul Fil Hadist ) menyatakan makdus sebenarnya dengan istilah khotmul auliya. Beliau berkata :
ؤليس معنا هل ان صا حب هذه المر تبة هؤ اخر الا ؤليا ء ؤلكن معنا ها انه اتم مقا مات الؤ لا ية ؤ بلغ اعاى مر تبة قيها ( الواردات : 6)
Makna khotmiyah ( penutup ) bukanlah bahwa pemilik martabat ini merupakan akhir para wali. Tetapi dia paling sempurna maqam wilayahnya dan mencapai kedudukan ( martabat ) paling tinggi didalamnya." ( Al - Waridat : 126)

Dengan kata lain,khatamul auliyaa adalah tingkat akhir pencapaian bukan semata-mata memiliki arti dan tujuan yang sama dengan al ahzab 40.Imam Ali bin Abu Thalib ra telah mencapai maqom sempurna dalam derajat kedekatan dengan Allah.Nabi Muhammad pun telah mencapai derajat sempurna dan bulat dalam kenabian dan sesudah beliau tiada lagi manusia yg pantas menyandang kenabian.

Boleh jadi anda akan mengulang kenabian mga adalah bayangan..dan itulah kamsutnyah sayah bagaimana sesuatu yang sempurna masih membutuhkan atau dipaksa menjadi BUTUH pada bayangan?

salah satu hadis qudsi yang berbunyi :
“Wali-waliKu berada di bawah kubah-kubahKu. Tidak ada yang mengetahuinya selain Aku”.
Wali dari segi bahasa berarti:-
1. Dekat. Jika seseorang sentiasa mendekatkan dirinya kepada Allah, dengan memperbanyakkan kebajikan, keikhlasan dan ibadah, dan Allah menjadi dekat kepadanya dengan limphan rahmat dan pemberianNya, maka di saat itu orang itu menjadi wali.

2. Orang yang senantiasa dipelihara dan dijauhkan Allah dari perbuatan maksiat dan ia hanya diberi kesempatan untuk taat .

Adapun asal perkataan wali diambil daripada perkataan al wala’ yang berarti : hampir dan juga bantuan. Maka yang dikatakan wali Allah itu orang yang menghampirkan dirinya kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diwajibkan keatasnya, sedangkan hatinya pula sentiasa sibuk kepada Allah dan asyik untuk mengenal kebesaran Allah.

Kalaulah dia melihat, dilihatnya dalil-dalil kekuasaan Allah. Kalaulah dia mendengar, didengarnya ayat-ayat atau tandatanda Allah.Kalaulah dia bercakap, maka dia akan memanjatkan puji-pujian kepada Allah. Kalaulah dia bergerak maka pergerakannya untuk mentaati Allah. Dan kalau dia berijtihad, ijtihadnya pada perkara yang menghampirkan kepada Allah. Seterusnya dia tidak jemu mengingat Allah, dan tidak melihat menerusi mata hatinya selain kepada Allah. Maka inilah sifat wali-wali Allah. Kalau seorang hamba demikian keadaannya, nescaya Allah menjadi pemeliharanya serta menjadi penolong dan pembantunya.

“Allah adalah wali bagi orang-orang yang beriman”.Surah Al-Baqarah: 257

“Dia menjadi wali bagi orang-orang shalih”. Surah Al-‘Araf: 196

“Engkau adalah wali kami, maka kurniakanlah kami kemenangan atas orang-orang kafir”.Surah Al-Baqarah: 286

Silahkeun anda tafsirkan khatamul auliya pada Imam Ali berdasarkan pengertian dari Al Quran…
Lihat pemakaian khaatam dalam AlQuran di beberapa ayat yang sayah sampaikan pada anda.
Rasulullah saw bersabda: "Aku adalah Khaatamul-ambiya dan engkau hai Ali, adalah Khaatamul-aulia." (Tafsir Safi). Dari hadits ini jelas kata Khaatam yang disandingkan dengan kata jamak tidak berarti "penutup", tetapi "sempurna", seperti yang anda katakan bahwa "Imam Ali bin Abu Thalib ra telah mencapai maqam SEMPURNA dalam derajat kedekatan dengan Allah. Nabi Muhammad pun telah mencapai derajat SEMPURNA dan bulat dalam kenabian,". Masalahnya, setelah itu anda lanjutkan "dan sesudah beliau tiada lagi manusia yg pantas menyandang kenabian." Padahal Nabi Muhammad saw sendiri bersabda, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan juga oleh Ali bin Abu Thalib ra,: "Aku diutus sebagai Pembuka dan Penutup (para nabi)." (Kanzul Ummal). Hadits ini jelas mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi yang membawa syari'at baru yang bertentangan dengan Al Quran, dan pembuka para nabi ummati yang melaksanakan syari'at Islam yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70). Dalam kalimat akhir An-Nisa 4:69/70, Allah Al Waliy berfirman bahwa mereka (nabiyyin, shiddiqiin, syuhada wa shaalihiin) itu adalah sahabat (rafiqa = waliy-waliyullah) yang sejati. Jadi, kata "khaatam" yang disandingkan kepada kata jamak "aulia" juga harus sama dengan yang disandingkan kepada kata jamak "nabiyyin", karena "nabiyyin" juga adalah bagian dari "aulia Allah".

@Abu Hanan wrote:
Seperti yg sayah sampaikan sebelumnya akan ada masa an nuur - ash shaf-al jumat akan dikaji satu per satu disini...hanya masalah waktu dan kesempatan.
Silahkan, santai saja, asal jangan mengatakan agama qadian lagi, karena tidak ada dasarnya sama sekali.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Mon May 14, 2012 9:53 am

@Kedunghalang wrote:
Anda menjawab 'TIDAK' terhadap pertanyaan saya, "Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru?". Nah, sebaiknya anda seperti itu saja. Tidak usah memikirkan dan mengatakan qadian agama baru di luar Islam, karena sama sekali tidak ada dasarnya dari Al Quran maupun Hadits. Karena, nampaknya anda belum memahami bentuk-bentuk kenabian, maka akan saya jelaskan sebagai berikut:
1. Nabi Musa as adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil dan diberi-Nya Kitab Taurat.
2. Nabi Daud as adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil dan diberi-Nya Kitab Zabur.
3. Nabi Isa Al Masih as adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil dan diberi-Nya Kitab Injil.
Jika anda berkenan, silahkan jawab pertanyaan saya berikut ini:
a. Syari'at dan agama apa yang dianut oleh ketiga Nabi Bani Israil tersebut?
b. Di antara ketiganya, Nabi mana yang membawa syari'at?
(i) Nabi Musa as, (ii) Nabi Daud as, (iii) Nabi Isa as, atau (iv) Ketiganya.
anda menanyakan sesuatu perkara yang sudah jelas hukumnyah bahwa ketiga nabi yang anda sebutkan diatas jelas disebut sbg nabi di dalam al quran dan ketiganya membawa azas monotheism plus seabreg nubuat kenabian muhammad saw.
Qadian tetap dan selamanya akan menjadi agama baru selama ada nabi meskipun kiasan yang diyakini.pertanyaan,sekali lagi,tidak ada relevansi dengan muhammad saw selaku shohibul islam dengan mga.ketiga kitab telah disebutkan di alquran dan tiada lagi sebutan kitab bagi kitab suci setelah al quran.

@Kedunghalang wrote:Jika anda menolak beriman kepada satu saja dari antara utusan-utusan Allah, maka anda tidak bisa mengatakan mengimani Rukun Iman ke-4 secara bulat dan utuh. Dan, karena Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Imam Mahdi adalah utusan/rasul Allah (HR Ahmad bin Hambal), maka sebaiknya ikuti saja sabda beliau saw, itu pun jika anda masih ingin termasuk di antara para pengikut beliau saw.
menolak kenabian mga = kafir/murtad menurut anda?
dan al mahdi telah ditetapkan waktu kemunculannya.
@Kedunghalang wrote:
Dalam Al Ahzab 33:40/41 sama sekali tidak ada kalimat yang memberi mandat kepada anda atau siapapun untuk memikirkan dan mengatakan adanya agama baru setelah agama Islam.
sebetulnyah sudah jelas sekali tetapi anda tetap mengingkari.


@Kedunghalang wrote:Oooh rupanya anda menjawab komentar saya tanpa melihat ayat-ayat suci Al Quran yang saya tunjukkan. Kalau begitu mari kita bahas bersama-sama di sini, biar kita saling memahaminya dengan baik. Ingat, sebaiknya kita tidak usah berdebat, melainkan mencari kebenaran berdasarkan Al Quran dan Hadits. Bukankah kedatangan Rasulullah saw dan Imam Mahdi as itu adalah Karunia Allah (Al Jumu'ah 62:4/5)? Bukankah kita harus mensyukurinya, agar Dia menambahnya (Ibrahim 14:7/6)?
ayat yang anda tunjukkan adalah pembenaran atas kenabian yang didakwahkan mga,sama sekali melenceng dari tujuan dan konteks ayat.


Terakhir diubah oleh abu hanan tanggal Mon May 14, 2012 12:57 pm, total 1 kali diubah


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Mon May 14, 2012 9:58 am

@Kedunghalang wrote:
Syarat yang afdhal tentang munculnya Khalifah Allah, Imam Mahdi adalah hadits-hadits yang didukung ayat suci Al Quran. Hadits-hadits dalam An-Najmus-Saaqib dan Syarah Misykat yang didukung oleh An-Nur 24:55/56 mengisyaratkan waktunya pada awal abad ke-14H yang sudah tergenapi.
Umar bin Abdul Aziz rh bukan Khalifah, melainkan salah seorang Raja dari Dinasti Ummayah dan seorang Mujaddid Islam abad ke-1H (Hujajul Karamah oleh Nawwab Shiddiq Hasan Khan).
lantas bagaimana syarat yang tidak terpenuhi oleh mga?

@Kedunghalang wrote:
Kriteria sekilas tidak perlu dibantah, cukup ditanyakan haditsnya saja.
Jika kita mau bai'at kepada seorang Khalifah Allah, kita harus yakin bahwa Khalifah Allah itu menerima wahyu Allah yang memberinya mandat untuk menerima bai'at. Sedangkan Khalifah Nabi/Rasul mendapat mandat dari Nabi/Rasul/Khalifah Allah sebelumnya.
yah...berulang-ulang terus pada akhirnyah dengan klaim sepihak mga yg mencocokkan nayat al quran agar sesuai dengan kehendak mga.

@Kedunghalang wrote:
Sama seperti Nabi Muhammad saw, HMG Ahmad as pun dicap gila oleh masyarakat sekitar beliau as. Para ulama Islam memuji ketinggian ilmu agama dan kezuhudan beliau as. Tetapi ketika beliau as diperintah Allah untuk mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, mereka berbalik menjadi penentang dan memfatwa beliau as sebagai orang kafir. Isyarat tentang kedatangan HMG Ahmad as juga ada dalam kitab-kitab terdahulu. Dalam Al Quran sudah jelas ada, dalam Bible dan Weda juga ada. Wahyu pertama dalam bahasa Arab. (Coba anda lihat dalam Tadzkirah, kan linknya sudah saya tampilkan).
uda jelas dasar kesalahan mga tiada nabi baik kiasan atau harfiah.sayah gak akan mengalihkan menuju bibel.tadzkirah uda sayah baca dan hanya masalah waktu aja untuk diajdikan pembahasan disini.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Mon May 14, 2012 10:01 am

@Kedunghalang wrote:Al Quran jelas-jelas mengatakan bahwa Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56) dan Rasulullah saw jelas-jelas mengatakan bahwa Imam Mahdi itu utusan/rasul Allah (HR Ahmad bin Hambal) dan Khalifah Allah (HR Ibnu Majah). Oleh karena itu, yang mendakwakan diri sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi harus menerima wahyu perintah dari Allah dan mandat dari Allah untuk menerima bai'at. Tepat pada awal abad ke-14H, hanya satu orang yang diperintah Allah untuk mendakwakan diri sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi dan mendapat mandat dari Allah untuk menerima bai'at melalui wahyu Ilahi. Orangnya adalah HMG Ahmad as dari Qadian, India, Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Kemudian, jika sudah sesuai dengan Al Quran dan Hadits, maka kita tidak usah khawatir bahwa wahyu yang diterima HMG Ahmad as itu bukan dari Allah, karena bila beliau as mengada-adakan wahyu atas nama Allah, maka Allah tentu sudah mengambil tindakan sesuai firman-Nya (Al Haaqqah 69:43/44-46/47). Tetapi, kenyataan membuktikan bahwa Allah tidak mengambil tindak terhadap HMG Ahmad as, bahkan sebaliknya, Allah mendukung beliau as dan memberi kemenangan demi kemenangan sebagaimana ditetapkan-Nya dalam Al Mujaadilah 58:21/22. Hingga sekarang pengikutnya terus berkembang dengan dinamis dan tersebar ke seluruh pelosok dunia, dan saat ini baru ada di 200 negara, di lima benua, dan akan terus akan berkembang mendapatkan kemenangan sesuai janji-Nya dalam Al Mujaadilah 58:21/22.
yah..sayah tahu itu dan anda sampai sekarang tetap tidak dapat menunjukkan hadits Anas yg anda yakini benar dan terdapat di kitab tarikh bukhari.


@Kedunghalang wrote:
Tidak ada paksaan dalam agama (Al Baqarah 2:256/257). Perumpamaan dalam Asy-Syam, justru sangat tepat, karena datangnya dari Allah, yakni perumpamaan MATAHARI dan BULAN. Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad Rasulullah saw diumpamakan sebagai MATAHARI yang dianugerahi Allah kemampuan memancarkan sinarnya yang menerangi bumi. Sedangkan HMG Ahmad (Imam Mahdi) as diumpamakan sebagai BULAN yang dianugerahi Allah kemampuan MEMANTULKAN sinar MATAHARI yang juga menerangi bumi. Jika anda mengatakan HMG Ahmad as lebih pantas hanya sebagai ulama, tetapi kenyataannya Allah telah menjadikan beliau as sebagai Khalifah-Nya, Imam Mahdi. Tidak ada yang dapat kita lakukan, melainkan bai'at (HR Ibnu Majah) dan taat kepada HMG Ahmad as (An-Nisa 4:64/65), Khalifah Allah, Al Mahdi, sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya saw dan juga sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Karunia Allah ini (Al Jumu'ah 62:3/4).
Mengenai An Nisa dan Jumat akan sayah bahas.Karena sayah pikir perdebatan berdasarkan klaim sepihak dan kebenaran Al Quran tiada berakhir.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Mon May 14, 2012 10:07 am

@Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
Mahdi berarti orang yang diberi petunjuk dan dalam bahasa Arab mahdi masuk dalam kategori isim maf’ul[2]. Makna ini sebagaimana terdapat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah,
وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ

“Dan sunnah para Khulafa’ rosyidin (yang mendapat petunjuk dalam beramal), mahdiyin (yang mendapat petunjuk ilmu)".
HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Ibnul Atsir mengatakan, “Yang dimaksud al mahdi dalam hadits ini adalah orang yang diberi petunjuk pada kebenaran. Mahdi kadang menjadi nama orang bahkan sudah seringkali digunakan seperti itu. Begitu pula Al Mahdi juga bermakna orang yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan muncul di akhir zaman. Juga mahdi bisa dimaksudkan dengan Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum. Bahkan mahdi juga bisa bermakna lebih luas, yaitu siapa saja yang mengikuti jalan hidup mereka dalam beragama.
Tiada yang lebih akurat membuat definisi Khalifah Allah, Al Mahdi, kecuali Allah Yang Mahamengetahui dan utusan-Nya yang mulia Nabi Muhammad Rasulullah saw (An-Nur 24:55/56 + HR Ibnu Majah 4084, Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu'ah 62:3/4 + HR Ahmad bin Hambal dan banyak lagi). Menurut Nabi Muhammad saw, Abu Bakar Shiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra adalah Khulafa-il-Mahdiyyin ar-Rasyiddin yang sunnahnya harus dipegang-teguh oleh umat Islam (HR Abu Daud). Namun, mereka bukan Khalifah Allah, Al Mahdi (HR Ibnu Majah) yang diisyaratkan dalam An-Nur 24:55/56 dan dinubuatkan Rasulullah saw dalam Syarah Misykat & An-Najmus-Saaqib, yakni akan datang pada tahun 1305H atau permulaan abad ke-14H.
sayah hanya mengajak anda untuk menempati wilayah lebih luas tetapi anda menolak dan bersikukuh mga adalah khalifah allah.yah terserah anda...

@Kedunghalang wrote:
Yang memiliki hak prerogatif untuk menjadikan Khalifah Allah di bumi (An-Nur 24:55/56) dan mengutusnya sebagai Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3/4) hanya Allah Yang Mahamengetahui, Mahakuasa, Mahabijaksana dan Memiliki karunia yang besar (Al Jumu'ah 62:4/5). Yang terkandung dalam hadits-hadits yang anda tampilkan sudah tergenapi pada wujud HMG Ahmad as. Di antaranya, ada yang salah mengerti, ada yang bisa saya jelaskan dan ada juga yang belum bisa saya jelaskan, khususnya nasab.
Penjelasannya:
1. Dalam hadits dikatakan tentang Imam Mahdi bahwa "namanya SEPERTI namaku dan nama ayahnya SEPERTI nama ayahku,". Kata SEPERTI dalam hadits ini diartikan SAMA, padahal semua orang maklum bahwa SEPERTI itu TIDAK SAMA. Nama Imam Mahdi adalah Ahmad, nama itu SEPERTI namaku (Rasulullah saw) yang memiliki nama sifat AHMAD. Ghulam Ahmad dalam bahasa Persia artinya Hambanya Nabi Muhammad saw. Nama bapaknya Imam Mahdi adalah Ghulam Murtadha (artinya Hamba yang diridhai Allah) SEPERTI Abdullah (artinya Hamba Allah) ayahnya Rasulullah saw.
seperti namaku berarti yah muhammad aja gak perlu dibenarkan melalui sifat yg AHMAD.sepenuhnyah terserah anda,tugas sayah hanya menyampaikan kebenaran.

@Kedunghalang wrote:
2. Dalam hadits dikatakan bahwa “Imam Mahdi adalah dari keluargaku dari keturunan Fathimah.” (HR Abu Daud) dan "Imam Mahdi dari kaum Salman Al Farisi ra" (HR Bukhari). HMG Ahmad as menulis bahwa beberapa nenek moyang beliau as dari pihak ibu berasal dari keturunan Siti Fatimah Az-Zahrah ra, sedangkan dari pihak bapak (Mirza Ghulam Murtadho) berasal dari Samarkand, Persia.
yah tulisan mga tanpa didukung apapun termasuk bukti ilmiah.

@Kedunghalang wrote:
3. Dalam hadits dikatakan bahwa "Imam Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun.” HMG Ahmad as mendapat wahyu Allah yang menjadikan beliau as sebagai Rasul/Nabi Ummati (An-Nisa 4:69/70) pada tahun 1901, dan beliau as wafat pada tahun 1908 (7 tahun tergenapi).

Umat Islam boleh ragu terhadap penjelasan saya, tetapi Allah mengisyaratkan dalam Al Quran bahwa tahun 1305H Dia telah memenuhi janji-Nya kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh di antara umat Islam, menjadikan seorang Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56), yakni HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi) as dari Qadian, India.
anda keliru,umat islam bukan ragu tetapi pasti menolak karena unsur2 yg dipergunakan mga adalah klaim sepihak dan dalil pembenaran bukan dalil kebenaran.
@Kedunghalang wrote:
Satu isyarat dalam satu hadits tidak bisa membatalkan keputusan Allah dalam memenuhi janji-Nya yang diisyaratkan Al Quran (An-Nur 24:55/56, Ash-Shaf 61:6/7 dan Al Jumu'ah 62:3/4). Dalam HR Abu Daud merupakan satu kesatuan, sebaliknya dalam HR Ibnu Majah, perawinya lupa pada frase awal. Tetapi, keduanya menyepakati frase akhir, apalagi frase akhir ini disepakati pula oleh Imam Ahmad bin Hambal bahwa Rasulullah saw bersabda: "Apabila kamu melihatnya, maka berbai'atlah kepadanya, sekalipun untuk menjumpainya, kita harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (Musnad Ahmad bin Hambal, Jilid 4, hal.85).
anda beralasan lupa sedangkan hadits yg saya sertakan tidak ada kelupaan pada perawi.dan cukuplah menjadi bukti bahwa ada yg menerima sebagian dan menolak sebagian.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Mon May 14, 2012 10:16 am

@Kedunghalang wrote:
Yang jelas kata "Khaatam" dalam "Khaataman-Nabiyyin" pada Al Quran dan hadits terdiri dari empat huruf, yakni خ ا ت م, sedangkan dalam ayat-ayat yang anda tampilkan tidak ada huruf alif.
anda mengabaikan ilmu tata bahasa/shorof yang merupakan syarat penting dalam menafsirkan al quran apalagi dalam membahas خ ت م

kedung halang wrote:
Itulah sebabnya anda tidak bisa menafsirkan kata "Khaataman-Nabiyyin" dengan kaidah quran bil quran, karena tidak ada dalam ayat yang lain atau hanya ada dalam Al Azab 33:40/41 saja.
apakah tidak ada kata yang berakar dari خ ت م di dalam al quran?dan akar kata tersebut memiliki arti apakah?
kedung halang wrote:
Rasulullah saw bersabda: "Aku adalah Khaatamul-ambiya dan engkau hai Ali, adalah Khaatamul-aulia." (Tafsir Safi). Dari hadits ini jelas kata Khaatam yang disandingkan dengan kata jamak tidak berarti "penutup", tetapi "sempurna", seperti yang anda katakan bahwa "Imam Ali bin Abu Thalib ra telah mencapai maqam SEMPURNA dalam derajat kedekatan dengan Allah. Nabi Muhammad pun telah mencapai derajat SEMPURNA dan bulat dalam kenabian,". Masalahnya, setelah itu anda lanjutkan "dan sesudah beliau tiada lagi manusia yg pantas menyandang kenabian." Padahal Nabi Muhammad saw sendiri bersabda, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan juga oleh Ali bin Abu Thalib ra,: "Aku diutus sebagai Pembuka dan Penutup (para nabi)." (Kanzul Ummal). Hadits ini jelas mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi yang membawa syari'at baru yang bertentangan dengan Al Quran, dan pembuka para nabi ummati yang melaksanakan syari'at Islam yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70). Dalam kalimat akhir An-Nisa 4:69/70, Allah Al Waliy berfirman bahwa mereka (nabiyyin, shiddiqiin, syuhada wa shaalihiin) itu adalah sahabat (rafiqa = waliy-waliyullah) yang sejati. Jadi, kata "khaatam" yang disandingkan kepada kata jamak "aulia" juga harus sama dengan yang disandingkan kepada kata jamak "nabiyyin", karena "nabiyyin" juga adalah bagian dari "aulia Allah".
anda mengajak membandingkan redaksi dari Yang Tak Terbatas dengan redaksi dari Yang Terbatas...sama persis dengan membandingkan ilmu Allah dan ilmu manusia.silahkeun anda kembalikan pengertian khatam = sempurna di dalam ayat al quran yang memiliki kata yang sama.
kedung halang wrote:
Silahkan, santai saja, asal jangan mengatakan agama qadian lagi, karena tidak ada dasarnya sama sekali.
anda keberatan jika saya mengatakan qadian adalah agama baru sedangkan kenyataan telah menjadi bukti yang tak terbantahkan.

wassalam


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Mon May 14, 2012 1:33 pm

tentang keturunan salman al farisi tentunya anda bersandar pada hadits Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.”

Namun sekali lagi,bilakah itu terjadi?

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no. 4074)

sayah sudah mengulang hadits tentang KAPAN al mahdi dimunculkan dan selalu saja anda abaikan...

kedung halang wrote:Rasulullah saw bersabda: "Aku adalah Khaatamul-ambiya dan engkau hai Ali, adalah Khaatamul-aulia." (Tafsir Safi). Dari hadits ini jelas kata Khaatam yang disandingkan dengan kata jamak tidak berarti "penutup", tetapi "sempurna", seperti yang anda katakan bahwa "Imam Ali bin Abu Thalib ra telah mencapai maqam SEMPURNA dalam derajat kedekatan dengan Allah. Nabi Muhammad pun telah mencapai derajat SEMPURNA dan bulat dalam kenabian,". Masalahnya, setelah itu anda lanjutkan "dan sesudah beliau tiada lagi manusia yg pantas menyandang kenabian."
sayah heran dengan pemikiran anda bagaimana khataman nabiyyin bisa anda bandingkan degan khatamu anbiyaa????
khataman nabiyyin = redaksi dari Yang Tak Terbatas
khatamul anbiya = redaksi dari Yang terbatas.

sedangkan "aku diutus sebagai pembuka dan penutup yang sering anda ulang ditret ini,,pertanyaan sayah bagaimana dengan hadits berikut;Rosululloh SAW bersabda : " Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al Hasyir, AlMahi, Al Khatim, dan Al Aqib "

dan terkait hadits pembuka dan penutup sayah jadi teringat hadits berikut;Kita adalah ummat yang terakhir datang tetapi paling awal pada hari kiamat, padahal mereka diberi kitab sebelum kita.”(Shahih Bukhari)
relevan bukan?nabi muhammad adalah nabi yang diberi kehormatan sebagai yang pertama menjadi saksi di hari kiamat meski beliau daang paling akhir...
“Kami adalah ummat yang terakhir dan pertama. Kami umat terakhir yang terakhir datang dan ummat yang paling pertama dihisab.”(Musnad Ahmad)

Mengapa Kanzul Ummal tidak anda kutipkan lebih lengkap?
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :كنت أول النبيين في الخلق وآخرهم في البعث
yang berarti Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw,”Aku adalah nabi pertama yang diciptakan dan yang terakhir diantara yang mereka yang diutus.”


dan bagemana dengan batu penutup?anda belum menjawab pertanyaan sayah bahwa jika pemilik bangunan adalah nabi muhammad lantas bagaimana logika manusia dapat berpikir jika sang pemilik bangunan berkata ; akulah tempat batu bata itu dan aku adalah batu terakhir yang menutupi lubang terakhir...

Tentulah anda telah membaca hadits Imam Muslim 4418,tiada kenabian setelah aku...LAA NABIYYA MIN BA"DII...

dan menjadi keheranan bagi sayah tentang kenabian mga sebagai nabi ummati yang didasarkan pada an nisa-al jumat dan shaf ???

sehingga sangat tidak relevan jika anda bertanya pada sayah tentang kenabian bani israil yg berdiri atas syariat musa....
mengapa?kenabian mga telah menyalahi semua hadits bahkan al quran lalu anda memaksa sayah untuk berpikir dengan logika kenabian bani israil....sedangkan musa as tiada pernah menyatakan beliau adalah nabi terakhir....



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Mon May 14, 2012 10:24 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
anda menanyakan sesuatu perkara yang sudah jelas hukumnyah bahwa ketiga nabi yang anda sebutkan diatas jelas disebut sbg nabi di dalam al quran dan ketiganya membawa azas monotheism plus seabreg nubuat kenabian muhammad saw.
Baiklah, kalau anda tidak bisa menjawab, akan saya bantu menjawabnya:
a. Syari'at dan agama apa yang dianut oleh ketiga Nabi Bani Israil (Nabi Musa as, Nabi Daud as & Nabi Isa Al Masih as) tersebut?
Jawab: Syari'at agama yang dianut oleh ketiga Nabi Bani Israil itu adalah syari'at yang ada dalam Kitab Taurat, sedangkan agama mereka, karena belum disempurnakan, maka Allah belum memberinya nama. Tetapi, yang jelas - menurut Al Quran - ketiga Nabi Bani Israil tersebut adalah MUSLIMIN.

b. Di antara ketiganya, Nabi mana yang membawa syari'at?
(i) Nabi Musa as, (ii) Nabi Daud as, (iii) Nabi Isa as, atau (iv) Ketiganya.
Jawab: (i) Nabi Musa as. Sedangkan Nabi Daud as dan Nabi Isa Al Masih as, meskipun masing-masing diberi Kitab Zabur dan Injil, tetapi kandungannya bukan syar'at, karena mereka melaksanakan syari'at dalam Kitab Taurat.

@Abu Hanan wrote:
Qadian tetap dan selamanya akan menjadi agama baru selama ada nabi meskipun kiasan yang diyakini.pertanyaan,sekali lagi,tidak ada relevansi dengan muhammad saw selaku shohibul islam dengan mga.ketiga kitab telah disebutkan di alquran dan tiada lagi sebutan kitab bagi kitab suci setelah al quran.
Dalam Muqaddimah Al Quran dan Terjemahnya yang dicetak di Kerajaan Saudi Arabia, Bab Dua, hal. 39 ada sub judul d. Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia. Jika Tim Pakar Penterjemah Al Quran saja mengatakan demikian, kenapa anda keukeuh memikirkan ada agama baru, padahal Al Quran juga tidak mendukung pemikiran anda. Anda tidak usah gelisah dengan kenabian HMG Ahmad as, karena menurut Al Quran kenabian semacam itu adalah Nikmat Allah (An-Nisa 4:69/70) yang harus disyukuri. Lagi pula, kenabian semacam itu tidak membawa kitab suci yang baru, bahkan secara tidak sadar anda pun selalu berdoa untuk mencapai derajat itu ketika membacakan Surah Al Fatihah.

@Abu Hanan wrote:
menolak kenabian mga = kafir/murtad menurut anda?
dan al mahdi telah ditetapkan waktu kemunculannya.
Yang jelas, Allah telah memenuhi janji-Nya dalam An-Nur 24:55/56 bahwa tepat pada waktunya yakni pada tahun 1305H, Dia telah menjadikan dan mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi. Tidak pernah Allah mengutus rasul-Nya, melainkan agar dia ditaati dengan seizin Allah (An-Nisa 4:64/65). Rasulullah saw memerintahkan agar umat Islam bai'at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju (HR Ibnu Majah, Abu Daud, Musnad Ahmad bin Hambal). Saya tidak mau menulis sebutan bagi orang-orang yang menolak perintah-perintah Allah dan Rasulullah saw itu. Silahkan cermati saja An-Nisa 4:150/151.

@Abu Hanan wrote:
sebetulnyah sudah jelas sekali tetapi anda tetap mengingkari.
@Abu Hanan wrote:
ayat yang anda tunjukkan adalah pembenaran atas kenabian yang didakwahkan mga,sama sekali melenceng dari tujuan dan konteks ayat.
Bantahlah ayat-ayat suci Al Quran yang saya tampilkan dengan metode quran bil quran.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Mon May 14, 2012 11:41 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
lantas bagaimana syarat yang tidak terpenuhi oleh mga?
@Abu Hanan wrote:
yah...berulang-ulang terus pada akhirnyah dengan klaim sepihak mga yg mencocokkan nayat al quran agar sesuai dengan kehendak mga.
@Abu Hanan wrote:
Mengenai An Nisa dan Jumat akan sayah bahas.Karena sayah pikir perdebatan berdasarkan klaim sepihak dan kebenaran Al Quran tiada berakhir.
Nampaknya, anda tidak mampu memberikan jawaban dengan metode quran bil quran atau hadits bil hadits, sehingga jawabannya pendek-pendek, yang pokoknya hanya membantah.

Wassalam
Love for All, Hatred for None


Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 12:06 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
sayah hanya mengajak anda untuk menempati wilayah lebih luas tetapi anda menolak dan bersikukuh mga adalah khalifah allah.yah terserah anda...
Wilayah yang lebih luas itu hanya milik Allah. Karena Allah memahami keterbatasan manusia, maka Dia juga mengisyaratkannya di dalam Al Quran sesuai dengan batas-batas yang dapat dipahami oleh manusia.

@Abu Hanan wrote:
seperti namaku berarti yah muhammad aja gak perlu dibenarkan melalui sifat yg AHMAD.sepenuhnyah terserah anda,tugas sayah hanya menyampaikan kebenaran.
Nampak sekali, anda sudah kewalahan karena misunderstanding anda.
SEPERTI = MIRIP = TIDAK SAMA, inilah KEBENARAN menurut kaidah bahasa.

@Abu Hanan wrote:
yah tulisan mga tanpa didukung apapun termasuk bukti ilmiah.
Bagi yang ingin menentang, dengan dukungan apa pun, tetap akan menentang. Tetapi bagi orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh, mereka mengikuti bagaimana sikap Abu Bakar Shiddiq ra beriman kepada Nabi Muhammad saw, ketika pertama kali mendakwakan diri sebagai utusan Allah, lalu bariman dan bai'at.

@Abu Hanan wrote:
anda keliru, umat islam bukan ragu tetapi pasti menolak karena unsur2 yg dipergunakan mga adalah klaim sepihak dan dalil pembenaran bukan dalil kebenaran.
Metode quran bil quran yang bagaimana yang anda pakai? Yang jelas, menurut Al Quran (An-Nur 24:55/56), mereka yang menerima klaim kebenaran HMG Ahmad as berdasarkan Al Quran adalah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.

@Abu Hanan wrote:
anda beralasan lupa sedangkan hadits yg saya sertakan tidak ada kelupaan pada perawi.dan cukuplah menjadi bukti bahwa ada yg menerima sebagian dan menolak sebagian.
Itulah karakteristik hadits yang membutuhkan dukungan ayat Al Quran. Makanya kita harus teliti dan membandingkan dengan ayat suci Al Quran yang mendukungnya (An-Nur 24:55/56), bahwa Imam Mahdi itu adalah Khalifah Allah yang kepadanya kita harus bai'at, jika kita ingin taat kepada Rasulullah saw (HR Ibnu Majah, Abu Daud & Musnad Ahmad bin Hambal).

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 12:25 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
anda mengabaikan ilmu tata bahasa/shorof yang merupakan syarat penting dalam menafsirkan al quran apalagi dalam membahas خ ت م
apakah tidak ada kata yang berakar dari خ ت م di dalam al quran?dan akar kata tersebut memiliki arti apakah?
Saya tidak mengabaikan ilmu tata bahasa/shorof, melainkan Al Quran yang jauh lebih penting telah menunjukkan kepada kita bahwa kata "Khaatam" sebagai bagian dari kata "Khaataman-Nabiyyin" dalam Al Ahzab 33:40/41 tidak boleh dipungkiri lagi, terdiri dari empat huruf, yakni خ ا ت م. Sedangkan kata "Khatam" dalam ayat-ayat suci Al Quran yang anda tampilkan sama sekali tidak ada huruf alif. Hal ini pasti ada isyarat tertentu dari Allah Yang Maha Mengetahui.

@Abu Hanan wrote:
anda mengajak membandingkan redaksi dari Yang Tak Terbatas dengan redaksi dari Yang Terbatas...sama persis dengan membandingkan ilmu Allah dan ilmu manusia.silahkeun anda kembalikan pengertian khatam = sempurna di dalam ayat al quran yang memiliki kata yang sama.
Ilmu Allah Yang Mahamengetahui, Yang Tidak Terbatas, sedangkan manusia memiliki ilmu yang terbatas, jangan coba-coba bandingkan ilmu manusia dengan Ilmu Allah Yang Mahamengetahui. Oleh karena itu Dia memberitahu kita dalam Al Quran agar kita menggunakan akal yang terbatas itu untuk memahaminya.

@Abu Hanan wrote:
anda keberatan jika saya mengatakan qadian adalah agama baru sedangkan kenyataan telah menjadi bukti yang tak terbantahkan.
Sedikitpun anda tidak mampu memperlihatkan kenyataan sebagai bukti. Jika saya balik mengatakan bahwa "agama anda adalah Atheis", apakah anda keberatan? Jika anda keberatan, maka hentikanlah mengatakan hal-hal yang bukan wewenang anda.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 9:27 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
tentang keturunan salman al farisi tentunya anda bersandar pada hadits Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.”

Namun sekali lagi,bilakah itu terjadi?

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no. 4074)

sayah sudah mengulang hadits tentang KAPAN al mahdi dimunculkan dan selalu saja anda abaikan...
Tiga penulis hadits (Ibnu Majah, Abu Daud & Ahmad bin Hambal) sepakat dengan alinea terakhir, tetapi tidak sepakat dengan alinea awal. Itulah kesimpulan yang kami ambil dari hadits tersebut, karena didukung Al Quran Surah An-Nur 24:55/56.

@Abu Hanan wrote:
sayah heran dengan pemikiran anda bagaimana khataman nabiyyin bisa anda bandingkan degan khatamu anbiyaa????
khataman nabiyyin = redaksi dari Yang Tak Terbatas
khatamul anbiya = redaksi dari Yang terbatas.

sedangkan "aku diutus sebagai pembuka dan penutup yang sering anda ulang ditret ini,,pertanyaan sayah bagaimana dengan hadits berikut;Rosululloh SAW bersabda : " Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al Hasyir, AlMahi, Al Khatim, dan Al Aqib "

dan terkait hadits pembuka dan penutup sayah jadi teringat hadits berikut;Kita adalah ummat yang terakhir datang tetapi paling awal pada hari kiamat, padahal mereka diberi kitab sebelum kita.”(Shahih Bukhari)
relevan bukan?nabi muhammad adalah nabi yang diberi kehormatan sebagai yang pertama menjadi saksi di hari kiamat meski beliau daang paling akhir...
“Kami adalah ummat yang terakhir dan pertama. Kami umat terakhir yang terakhir datang dan ummat yang paling pertama dihisab.”(Musnad Ahmad)

Mengapa Kanzul Ummal tidak anda kutipkan lebih lengkap?
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :كنت أول النبيين في الخلق وآخرهم في البعث
yang berarti Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw,”Aku adalah nabi pertama yang diciptakan dan yang terakhir diantara yang mereka yang diutus.”
Hadits riwayat Ali bin Abu Thalib ra yang terdapat dalam Kanzul Ummal Jilid 11, nomor 31994 yang tercantum juga dalam Kitab Jami'ul Ahadits al Jami'ash Shaghir wa Zawaiduhu wal Jami'ul Khabir Qismul Aqwaal Juz 2 karya Imam Abdurrahman Jalaluddin As-Suyuti rh adalah hadits yang mengungkapkan bahwa Rasulullah saw bukan hanya sebagai Penutup para nabi (pembawa syari'at baru Al Ahzab 33;40/41), tetapi juga Pembuka para nabi (yang melaksanakan syari'at Islam dan taat sempurna kepada Rasulullah saw atau Fana-fi-Rasul, An-Nisa 4:69/70). Dengan demikian, maka hadits-hadits lain mengandung kata-kata Khaataman-Nabiyyin dan sejenisnya harus sejalan dengan sabda Rasulullah saw dalam hadits itu.

@Abu Hanan wrote:
dan bagemana dengan batu penutup?anda belum menjawab pertanyaan sayah bahwa jika pemilik bangunan adalah nabi muhammad lantas bagaimana logika manusia dapat berpikir jika sang pemilik bangunan berkata ; akulah tempat batu bata itu dan aku adalah batu terakhir yang menutupi lubang terakhir...
Yang dimaksud batu terakhir dalam hadits dimaksud adalah bahwa dengan diutusnya Nabi Muhammad saw kepada seluruh umat manusia, maka sempurnalah syari'at dari Allah berupa Al Quran untuk pedoman hidup bagi seluruh umat manusia di dunia ini (Al Maidah 5:3/4), sehingga tidak diperlukan lagi nabi yang membawa syari'at baru yang bertentangan dengan syari'at Al Quran (Al Ahzab 33;40/41). Tetapi, seorang nabi yang diutus untuk menjalankan syari'at Islam yang Fana-fi-Rasul dan memelihara serta memperbaharui implementasi syari'at Islam dalam kehidupan yang selalu berubah ini, masih terbuka (An-Nisa 4:69/70 & Al Hijr 15:9/10).

@Abu Hanan wrote:
Tentulah anda telah membaca hadits Imam Muslim 4418,tiada kenabian setelah aku...LAA NABIYYA MIN BA"DII...

dan menjadi keheranan bagi sayah tentang kenabian mga sebagai nabi ummati yang didasarkan pada an nisa-al jumat dan shaf ???

sehingga sangat tidak relevan jika anda bertanya pada sayah tentang kenabian bani israil yg berdiri atas syariat musa....
mengapa?kenabian mga telah menyalahi semua hadits bahkan al quran lalu anda memaksa sayah untuk berpikir dengan logika kenabian bani israil....sedangkan musa as tiada pernah menyatakan beliau adalah nabi terakhir....
Kata "ba'd" mengandung dua arti, yakni "sesudah" atau "menentang", dalam konteks ini maknanya adalah "Tidak akan ada lagi nabi yang datang sesudahnya yang akan menentangnya". Sedangkan nabi ummati (An-Nisa 4:69/70 dan Al A'raf 7:35/36) yang mendukungnya masih mungkin, sehingga kenabian HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as tidak menyalahi Al Quran dan Hadits. Berkaitan dengan kenabian Bani Israil, saya hanya ingin menjelaskan bahwa tidak semua nabi membawa syari'at, meskipun diberi Kitab Suci. Nabi Musa as adalah nabi pembawa syari'at Taurat untuk Bani Israil, sedangkan Nabi Daud as & Nabi Isa Al Masih as adalah nabi-nabi Bani Israil yang melanjutkan pemeliharaan syari'at Taurat yang pada awalnya dibawa oleh Nabi Musa as.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Tue May 15, 2012 12:22 pm

kedung halang wrote:Baiklah, kalau anda tidak bisa menjawab, akan saya bantu menjawabnya:
a. Syari'at dan agama apa yang dianut oleh ketiga Nabi Bani Israil (Nabi Musa as, Nabi Daud as & Nabi Isa Al Masih as) tersebut?
Jawab: Syari'at agama yang dianut oleh ketiga Nabi Bani Israil itu adalah syari'at yang ada dalam Kitab Taurat, sedangkan agama mereka, karena belum disempurnakan, maka Allah belum memberinya nama. Tetapi, yang jelas - menurut Al Quran - ketiga Nabi Bani Israil tersebut adalah MUSLIMIN.

b. Di antara ketiganya, Nabi mana yang membawa syari'at?
(i) Nabi Musa as, (ii) Nabi Daud as, (iii) Nabi Isa as, atau (iv) Ketiganya.
Jawab: (i) Nabi Musa as. Sedangkan Nabi Daud as dan Nabi Isa Al Masih as, meskipun masing-masing diberi Kitab Zabur dan Injil, tetapi kandungannya bukan syar'at, karena mereka melaksanakan syari'at dalam Kitab Taurat.
sehingga sangat tidak relevan jika anda bertanya pada sayah tentang kenabian bani israil yg berdiri atas syariat musa....
mengapa?kenabian mga telah menyalahi semua hadits bahkan al quran lalu anda memaksa sayah untuk berpikir dengan logika kenabian bani israil....sedangkan musa as tiada pernah menyatakan beliau adalah nabi terakhir....anda mengabaikan kalimat terakhir sayah…dan taurat pun tiada pernah menyebut atau terdapat kata nabi terakhir.

kedung halang wrote:Dalam Muqaddimah Al Quran dan Terjemahnya yang dicetak di Kerajaan Saudi Arabia, Bab Dua, hal. 39 ada sub judul d. Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia. Jika Tim Pakar Penterjemah Al Quran saja mengatakan demikian, kenapa anda keukeuh memikirkan ada agama baru, padahal Al Quran juga tidak mendukung pemikiran anda. Anda tidak usah gelisah dengan kenabian HMG Ahmad as, karena menurut Al Quran kenabian semacam itu adalah Nikmat Allah (An-Nisa 4:69/70) yang harus disyukuri. Lagi pula, kenabian semacam itu tidak membawa kitab suci yang baru, bahkan secara tidak sadar anda pun selalu berdoa untuk mencapai derajat itu ketika membacakan Surah Al Fatihah.
berusaha mencapai derajat kenabian TIDAK SAMA dengan mengaku sebagai nabi karena sayah sendiri pun gak pernah tau derajat/maqam sayah di hadapan Allah.
Dan manusia menyalahi aturan tuhan dengan menyerukan perkara yang tidak terdapat di kitab suci maupun ucapan nabi yang Dia tunjuk.

kedung halang wrote:Yang jelas, Allah telah memenuhi janji-Nya dalam An-Nur 24:55/56 bahwa tepat pada waktunya yakni pada tahun 1305H, Dia telah menjadikan dan mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi. Tidak pernah Allah mengutus rasul-Nya, melainkan agar dia ditaati dengan seizin Allah (An-Nisa 4:64/65). Rasulullah saw memerintahkan agar umat Islam bai'at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju (HR Ibnu Majah, Abu Daud, Musnad Ahmad bin Hambal). Saya tidak mau menulis sebutan bagi orang-orang yang menolak perintah-perintah Allah dan Rasulullah saw itu. Silahkan cermati saja An-Nisa 4:150/151.
Bantahlah ayat-ayat suci Al Quran yang saya tampilkan dengan metode quran bil quran
Nampaknya, anda tidak mampu memberikan jawaban dengan metode quran bil quran atau hadits bil hadits, sehingga jawabannya pendek-pendek, yang pokoknya hanya membantah.
lha tuh 1305 H apa juga dikuatkan dengan ayat al quran laen?
Lha terus selama ini anda gak paham kamsutnyah sayah?

anda menulis
Nabi Muhammad saw sendiri menegaskan bahwa "Aku diutus sebagai Pembuka dan Penutup (para nabi)" (Kanzul Ummal)
dan ini tanggapan sayah

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :كنت أول النبيين في الخلق وآخرهم في البعث
yang berarti Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw,”Aku adalah nabi pertama yang diciptakan dan yang terakhir diantara yang mereka yang diutus.”

anda bawa hadits
Mewartakan kepada kami, Muhammad bin Yahya dan Ahmad bin Yusuf, mereka berkata: Mewartakan kepada kami 'Abdur-Razzaq, dari Sufyan Ats-Tsauriy, dari Khalid Al Hadzdza, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma Ar-Rahabiy, dari Tsauban, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Ada tiga orang saling berperang di dekat simpangan Ka'bah kalian. Semuanya itu anak seorang Khalifah. Kemudian tidak ada yang jadi Khalifah bagi salah satu di antara mereka. Lalu muncullah beberapa bendera hitam dari arah sebelah timur, maka mereka membunuh kamu sekalian dengan satu pembunuhan yang belum pernah dilakukan pembunuhan itu oleh suatu kaum".Selanjutnya, beliau menuturkan sesuatu yang saya tidak mengingatnya. Maka, beliau bersabda: "Maka bila kalian melihatnya, maka berbai'atlah kalian kepadanya, walau dengan berjalan mengingsut di atas salju, sebab dia adalah Khalifah allah, yaitu Al Mahdiy."

Dalam Az-Zawa-id: Ini adalah isnad yang shahih dan para perawinya tsiqat. Sedangkan Al Hakim meriwayatkannya dalam kitab Al Mustadrak. Dia berkata: Hadits shahih menurut persyaratan Al Bukhari dan Muslim.
ketika sayah kupas hadits diatas lantas anda bilang
hadits tersebut tidak berlaku karena paragraf pertama dengan alasan perawi LUPA

ketika sayah menghadirkan riwayat yang PERAWI TIDAK LUPA…
“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no. 4074)
anda menuduh sayah
Nampaknya, anda tidak mampu memberikan jawaban dengan metode quran bil quran atau hadits bil hadits, sehingga jawabannya pendek-pendek, yang pokoknya hanya membantah
Anda malah menuduh sayah dengan tidak bersikap hadits bil hadits,padahal sayah tulis Rosululloh SAW bersabda : " Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al Hasyir, AlMahi, Al Khatim, dan Al Aqib.
ketika sayah mengajak anda menafsirkan quran bil quran http://www.laskarislam.com/t92p70-ahmadiyah-qadian#18568 ..dan anda menolak karena خ ت م sebagai akar kata untuk mengetahui makna KHATAM dengan alasan bahwa ayat tersebut menggunakan ALIF..jadi tata bahasa Arab sebagai bahasa Al Quran dan merupakan bahasa yang dipilih Allah TELAH NYATA anda abaikan.
Sedangkan kutipan ayat2 yang sayah sertakan pun ada tambahan TETAPI masih berakar di خ ت م.

ini tanggapan anda;
kedung halang wrote:Saya tidak mengabaikan ilmu tata bahasa/shorof, melainkan Al Quran yang jauh lebih penting telah menunjukkan kepada kita bahwa kata "Khaatam" sebagai bagian dari kata "Khaataman-Nabiyyin" dalam Al Ahzab 33:40/41 tidak boleh dipungkiri lagi, terdiri dari empat huruf, yakni خ ا ت م. Sedangkan kata "Khatam" dalam ayat-ayat suci Al Quran yang anda tampilkan sama sekali tidak ada huruf alif. Hal ini pasti ada isyarat tertentu dari Allah Yang Maha Mengetahui
uda semestinyah sayah kewalahan menghadapi anda karena Anda tidak mengabaikan kaidah ilmu shorof tetapi menolak akar kata.sedangkan ilmu shorof adalah berdasarkan akar kata.
خ ت م tetap akan berarti tutup meskipun banyak imbuhan seperti alif atau ى atau م menyertai kata tersebut.setiap imbuhan akan menjadikan perubahan pada subyek-obyek atau kata kerja maka dari itulah ilmu shorof mutlak digunakan dalam menafsirkan al quran.

anda menempatkan sayah di dalam posisi bersalah dengan pernyataan
kedung halang wrote:Ilmu Allah Yang Mahamengetahui, Yang Tidak Terbatas, sedangkan manusia memiliki ilmu yang terbatas, jangan coba-coba bandingkan ilmu manusia dengan Ilmu Allah Yang Mahamengetahui. Oleh karena itu Dia memberitahu kita dalam Al Quran agar kita menggunakan akal yang terbatas itu untuk memahaminya.
entah apa yang ada di benak anda,bukankah anda sendiri yang secara tidak langsung berusaha membandingkan dengan menyertakan hadits Rasulullah saw bersabda: "Aku adalah Khaatamul-ambiya dan engkau hai Ali, adalah Khaatamul-aulia." ketika sayah membicarakan khataman nabiyyin..
sayah heran dengan pemikiran anda bagaimana khataman nabiyyin bisa anda bandingkan degan khatamu anbiyaa????
khataman nabiyyin = redaksi dari Yang Tak Terbatas
khatamul anbiya = redaksi dari Yang terbatas.

coba deh disimak lagi dari awal..siapa yang membandingkan hadits KHATAM dengan ayat KHATAM..

kedung halang wrote:Tiga penulis hadits (Ibnu Majah, Abu Daud & Ahmad bin Hambal) sepakat dengan alinea terakhir, tetapi tidak sepakat dengan alinea awal. Itulah kesimpulan yang kami ambil dari hadits tersebut, karena didukung Al Quran Surah An-Nur 24:55/56.
lho gak baca hadits 4074 yang uda sayah ketengahkan sampe 2 kali?

.kok tiba2 qadian menyimpulkan ketiga imam telah sepakat di alinea akhir.mengapa?karena alinea awal menggugurkan klaim al mahdi dari mga.dan anda mencari pembenaran melalui An Nur 55 Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa,..... Yang sebenarnyah berlaku umum bagi umat islam.


kedung halang wrote:Yang dimaksud batu terakhir dalam hadits dimaksud adalah bahwa dengan diutusnya Nabi Muhammad saw kepada seluruh umat manusia, maka sempurnalah syari'at dari Allah berupa Al Quran untuk pedoman hidup bagi seluruh umat manusia di dunia ini (Al Maidah 5:3/4), sehingga tidak diperlukan lagi nabi yang membawa syari'at baru yang bertentangan dengan syari'at Al Quran (Al Ahzab 33;40/41)
bukankah bangunan tersebut terdiri dari nabi syariat dan non syariat (kenabian bani israil) lantas posisi mga dimana di dalam bangunan tersebut?
di awal anda bilang bangunan tersebut adalah milik nabi muhammad saw kok sekarang anda berkata nabi muhammad adalah penyempurna syariat dan itu berarti nabi muhammad adalah batu terakhir/penutup dari keseluruhan syariat yang diturunkan pada manusia.

kedung halang wrote:Kata "ba'd" mengandung dua arti, yakni "sesudah" atau "menentang", dalam konteks ini maknanya adalah "Tidak akan ada lagi nabi yang datang sesudahnya yang akan menentangnya".
Merupakan cara qadian untuk membenarkan klaim mga meskipun juga an nisa 69 Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para nabi.

Jelas uda an nisa 69 tiada menyatakan ada nabi melainkan ada kenikmatan yang sama dengan para nabi.kenikmatan yg bagemanakah yang dikamsut?kenikmatan hidup di atas kalimat tauhid sebagaimana yg terkandung di al fatihah.bukan kenikmatan SEBAGAI nabi.

kedung halang wrote:Nampak sekali, anda sudah kewalahan karena misunderstanding anda.
SEPERTI = MIRIP = TIDAK SAMA, inilah KEBENARAN menurut kaidah bahasa
kaidah bahasa arab atow endonesah?
akan lahir al mahdi dan namanya seperti namaku (Muhammad/Ahmad)...
nama pembicara adalah Muhammad
nama pendiri qadian adalah mirza ghulam ahmad
koneksinyah dimana?

akan lahir al mahdi dan namanya mirip namaku (Muhammad/Ahmad)...
nama pembicara adalah Muhammad
nama pendiri qadian adalah mirza ghulam ahmad = mirip di ahmad ? karena sesuai dengan sifat yang dimiliki Muhammad.
maksa-mology.hanya satu kata MUHAMMAD.

akan lahir al mahdi dan namanya TIDAK SAMA (Muhammad/Ahmad)...
nama pembicara adalah Muhammad
nama pendiri qadian adalah mirza ghulam ahmad
apa lagi yang harus sayah katakan.........???

Kaidah bahasa Arab atau Indonesia?memang sayah uda kewalahan dengan anda yang TUTUP MATA dengan sejumlah hadits dan pengertian dari bahasa Arab yang telah sayah jelaskan.Seperti yang telah utarakan di atas anda mengambil sebagian dan menolak sebagian.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 5:54 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
sehingga sangat tidak relevan jika anda bertanya pada sayah tentang kenabian bani israil yg berdiri atas syariat musa....
mengapa?kenabian mga telah menyalahi semua hadits bahkan al quran lalu anda memaksa sayah untuk berpikir dengan logika kenabian bani israil....sedangkan musa as tiada pernah menyatakan beliau adalah nabi terakhir....anda mengabaikan kalimat terakhir sayah…dan taurat pun tiada pernah menyebut atau terdapat kata nabi terakhir.
Relevansinya terletak pada ketinggian derajat kenabian/kerasulan. Ada nabi/rasul yang membawa syari'at (contohnya: Nabi Musa as untuk Bani Israil, Nabi Muhammad saw untuk semua manusia) dan ada juga nabi/rasul yang tidak membawa syari'at atau pemelihara syari'at sebelumnya (contohnya: Nabi Isa Al Masih as untuk Bani Israil dan Imam Mahdi/Masih Mau'ud as untuk semua manusia).

@Abu Hanan wrote:
berusaha mencapai derajat kenabian TIDAK SAMA dengan mengaku sebagai nabi karena sayah sendiri pun gak pernah tau derajat/maqam sayah di hadapan Allah.
Dan manusia menyalahi aturan tuhan dengan menyerukan perkara yang tidak terdapat di kitab suci maupun ucapan nabi yang Dia tunjuk.
Yang jelas doa yang ada dalam Al Fatihah 1:6-7 adalah memohon agar kita termasuk diantara (bukan bersama-sama) mereka yang dianugerahi Nikmat Allah yakni nabiyyin, shiddiqiin, syuhada wa shalihin. Mereka itu adalah sahabat (wali-wali Allah) sejati yang kepada mereka Allah menjanjikan surga, yakni khabar suka dalam kehidupan di dunia dan akhirat (Yunus 10:62/63-64/65). Sedangkan, pengakuan sebagai nabi yang diutus Allah, tentu saja harus ada wahyu Allah yang memerintahkan nabi itu diutus-Nya. Contohnya: "Katakan (hai Muhammad), 'Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua'." Firman Allah seperti ini diterima pula oleh Imam Mahdi/Masih Mau'ud as.

@Abu Hanan wrote:
lha tuh 1305 H apa juga dikuatkan dengan ayat al quran laen?
"Dia (Allah) mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadar lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu" (As-Sajdah 32:5/6). Rasulullah saw bersabda:"Tiga abad pertama Islam akan merupakan masa yang terbaik, sesudah itu kepalsuan akan tersebar, dan suatu masa kegelapan akan datang dan meluas sampai seribu tahun." (HR Tirmidzi). Kombinasi ayat suci Al Quran dan Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa tiga abad pertama Islam sejak dibawa oleh Rasulullah saw adalah masa yang terbaik. Kemudian, terjadi masa kegelapan yang meluas selama seribu tahun. Maka, setelah lewat periode tiga abad kejayaan Islam dan 10 abad masa kegelapan, Islam akan kembali memasuki kejayaannya pada abad ke-14H yang dipelihara, dilaksanakan dan dipimpin oleh Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as, tepatnya tahun 1305H (An-Nur 24:55/56).

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 6:58 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :كنت أول النبيين في الخلق وآخرهم في البعث
yang berarti Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw,”Aku adalah nabi pertama yang diciptakan dan yang terakhir diantara yang mereka yang diutus.”
Jika anda ingin memahami hadits ini dengan benar, terlebih dahulu anda harus memahami bahwa ada nabi yang membawa syari'at, dan ada pula nabi yang tidak membawa syari'at. Jika anda memahami hal itu, maka anda pun akan memahami bahwa maksud hadits ini adalah bahwa "Rasulullah saw adalah nabi pertama yang diciptakan Allah sebagai pembawa syari'at yang sempurna (Al Quran), dan beliau as adalah yang terakhir di antara mereka (para nabi pembawa syari'at) yang diutus-Nya". Begitupula dengan hadits yang anda tampilkan berikut ini:
@Abu Hanan wrote:
Rosululloh SAW bersabda : " Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al Hasyir, AlMahi, Al Khatim, dan Al Aqib.
Hadits ini akan dapat anda pahami, jika anda memahami bahwa ada nabi pembawa syari'at dan ada pula nabi yang bukan pembawa syari'at.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 7:29 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
ketika sayah mengajak anda menafsirkan quran bil quran http://www.laskarislam.com/t92p70-ahmadiyah-qadian#18568 ..dan anda menolak karena خ ت م sebagai akar kata untuk mengetahui makna KHATAM dengan alasan bahwa ayat tersebut menggunakan ALIF..jadi tata bahasa Arab sebagai bahasa Al Quran dan merupakan bahasa yang dipilih Allah TELAH NYATA anda abaikan.
Sedangkan kutipan ayat2 yang sayah sertakan pun ada tambahan TETAPI masih berakar di خ ت م.

ini tanggapan anda;

Saya tidak mengabaikan ilmu tata bahasa/shorof, melainkan Al Quran yang jauh lebih penting telah menunjukkan kepada kita bahwa kata "Khaatam" sebagai bagian dari kata "Khaataman-Nabiyyin" dalam Al Ahzab 33:40/41 tidak boleh dipungkiri lagi, terdiri dari empat huruf, yakni خ ا ت م. Sedangkan kata "Khatam" dalam ayat-ayat suci Al Quran yang anda tampilkan sama sekali tidak ada huruf alif. Hal ini pasti ada isyarat tertentu dari Allah Yang Maha Mengetahui

uda semestinyah sayah kewalahan menghadapi anda karena Anda tidak mengabaikan kaidah ilmu shorof tetapi menolak akar kata.sedangkan ilmu shorof adalah berdasarkan akar kata.
خ ت م tetap akan berarti tutup meskipun banyak imbuhan seperti alif atau ى atau م menyertai kata tersebut.setiap imbuhan akan menjadikan perubahan pada subyek-obyek atau kata kerja maka dari itulah ilmu shorof mutlak digunakan dalam menafsirkan al quran.
Saya kira, anda tidak akan dapat menemukan jawaban yang tepat jika membahas "Khaataman-Nabiyyin" dengan Nahwu Shorof atau pun dengan metode quran bil quran, karena "Khaataman-Nabiyyin" tidak ada dalam Al Quran surah/ayat lain, kecuali hanya dalam Al Ahzab 33:40/41. Tetapi, menggunakan metode quran bil hadits sangat mungkin, karena dalam hadits ada "Khaataman-Nabiyyin", "Khaatam-ul-Ambiya" dan ada juga "Khaatam-ul-Aulia". Sebagai contoh, Rasulullah saw bersabda: "Aku adalah Khaatam-ul-Ambiya dan engkau hai Ali, adalah Khaatamul-Aulia." yang berarti "paling afdhal/sempurna di antara para nabi" dan "paling afdhal/sempurna di antara para wali"

@Abu Hanan wrote:
lho gak baca hadits 4074 yang uda sayah ketengahkan sampe 2 kali?

.kok tiba2 qadian menyimpulkan ketiga imam telah sepakat di alinea akhir.mengapa?karena alinea awal menggugurkan klaim al mahdi dari mga.dan anda mencari pembenaran melalui An Nur 55 Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa,..... Yang sebenarnyah berlaku umum bagi umat islam.
Bukankah sudah saya jawab:
Tiga penulis hadits (Ibnu Majah, Abu Daud & Ahmad bin Hambal) sepakat dengan alinea terakhir, tetapi tidak sepakat dengan alinea awal. Itulah kesimpulan yang kami ambil dari hadits tersebut, karena didukung Al Quran Surah An-Nur 24:55/56.
Jika anda menanti peristiwa tiga anak Khalifah itu tergenapi, maka anda akan selalu berada dalam penantian, karena sudah jelas bahwa kedatangan Khalifah Allah, Imam Mahdi telah dinubuatkan pada tahun 1305H atau awal abad ke-14H.
Sebagian umat Islam menterjemahkan kata "Khalifah" dengan kata "Penguasa". Tetapi menurut saya itu tidak tepat, karena menurut ayat tersebut syaratnya adalah dari antara orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh, sebagaimana Dia telah menjadikan Khalifah bagi orang sebelum mereka (Sunnatullah). Tentu kita tidak dapat mengatakan Khalifah kepada Fir'aun, Raja Mesir Kuno, karena walaupun dia Penguasa, tetapi dia bukan Khalifah, karena dia tidak beriman bahkan menentang Nabi Musa as dan Allah Yang Maha-kuasa.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 8:21 pm

bararade yeuuhhh Nabiii....banyak jenis nabi.....ada Nabi jenis A...jenis B...jeniss C dan sebagainyahhh.... silahkan dipilih...beli 2 dapet satu....wkwkwkwk lol

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 8:22 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
bukankah bangunan tersebut terdiri dari nabi syariat dan non syariat (kenabian bani israil) lantas posisi mga dimana di dalam bangunan tersebut?
di awal anda bilang bangunan tersebut adalah milik nabi muhammad saw kok sekarang anda berkata nabi muhammad adalah penyempurna syariat dan itu berarti nabi muhammad adalah batu terakhir/penutup dari keseluruhan syariat yang diturunkan pada manusia.
Maksud bangunan dalam hadits ini tertuju kepada syari'at yang dibangun oleh para nabi pembawa syari'at dan dipelihara oleh para nabi pelaksana syari'at, termasuk HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'd) as. Allah telah menyempurnakan, meridhoi dan memberi nama bangunan itu agama Islam (Al Maidah 5:3/4), sejalan dengan diutus-Nya Nabi Muhammad saw sebagai Nabi Pembawa Syari'at Sempurna/Terakhir atau sebagai Penutup para nabi yang membawa syari'at.

@Abu Hanan wrote:
Merupakan cara qadian untuk membenarkan klaim mga meskipun juga an nisa 69 Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para nabi.

Jelas uda an nisa 69 tiada menyatakan ada nabi melainkan ada kenikmatan yang sama dengan para nabi.kenikmatan yg bagemanakah yang dikamsut?kenikmatan hidup di atas kalimat tauhid sebagaimana yg terkandung di al fatihah.bukan kenikmatan SEBAGAI nabi.
Diturunkan-Nya Al Quran pada bulan Ramadhan dalam Bahasa Arab supaya manusia menjadi orang-orang berakal. Bahasa Arab Al Quran adalah induk dari segala bahasa, karena satu kata bisa terdiri dari tujuh terjemahan harfiah dan bisa memiliki 49 makna batiniah. Oleh karena itu, memahami kata "ma'a" juga tidak berarti hanya "bersama-sama", tetapi ada juga arti lain, yakni "termasuk di antara". Jadi menurut An-Nisa 4:69/70 mereka yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw sangat mungkin untuk termasuk di antara orang-orang yang atas mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya kepada mereka, yakni nabiyyin, shiddiqiin, syuhada wa shalihin dan mereka itu adalah sahabat (rafiqan=wali-wali Allah) yang sejati.

@Abu Hanan wrote:
kaidah bahasa arab atow endonesah?
akan lahir al mahdi dan namanya seperti namaku (Muhammad/Ahmad)...
nama pembicara adalah Muhammad
nama pendiri qadian adalah mirza ghulam ahmad
koneksinyah dimana?

akan lahir al mahdi dan namanya mirip namaku (Muhammad/Ahmad)...
nama pembicara adalah Muhammad
nama pendiri qadian adalah mirza ghulam ahmad = mirip di ahmad ? karena sesuai dengan sifat yang dimiliki Muhammad.
maksa-mology.hanya satu kata MUHAMMAD.

akan lahir al mahdi dan namanya TIDAK SAMA (Muhammad/Ahmad)...
nama pembicara adalah Muhammad
nama pendiri qadian adalah mirza ghulam ahmad
apa lagi yang harus sayah katakan.........???

Kaidah bahasa Arab atau Indonesia?memang sayah uda kewalahan dengan anda yang TUTUP MATA dengan sejumlah hadits dan pengertian dari bahasa Arab yang telah sayah jelaskan.Seperti yang telah utarakan di atas anda mengambil sebagian dan menolak sebagian.
Saya kasih contoh lain:
Si fulan SEPERTI kera. Apakah si fulan SAMA dengan kera?

Lebih spesifik kepada sabda Rasulullah saw:
Kita mengetahui bahwa nama Rasulullah saw yang sering digunakan sehari-hari, bahkan dalam nama satu Surah Al Quran adalah MUHAMMAD. Dan, beliau saw memiliki nama lain yang jarang digunakan sehari-hari, tetapi merupakan nama sifat beliau saw, yakni AHMAD. Jika, Rasulullah saw mengatakan bahwa "nama Imam Mahdi seperti namaku", apakah harus MUHAMMAD? Namun jika anda keukeuh bahwa kata SEPERTI = SAMA, maka kalimat "nama Imam Mahdi SEPERTI namaku" harus dipahami bahwa "nama Imam Mahdi SAMA dengan nama sifatku, yakni AHMAD".

Jika bukan HMG Ahmad as, adakah orang lain, namanya AHMAD yang, pada pada tahun 1305H (awal abad ke-14H), mendakwakan diri diutus sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud?

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 5 dari 17 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 11 ... 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik