FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

AHMADIYAH QADIAN

Halaman 14 dari 17 Previous  1 ... 8 ... 13, 14, 15, 16, 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

AHMADIYAH QADIAN

Post by mang odoy on Thu Oct 20, 2011 6:37 am

First topic message reminder :

Saya tertarik sekali untuk membahas apa dan bagaimana AHMADIYAH.....kontroversi yang berkepanjangan tanpa ada TITIK TEMU yang jelas...itu kesannya.
Sayangnya...banyak dari Umat Muslim menggannggap bahwa hanya ada satu AHMADIYAH...padahal pada kenyataannya...Ahmadiyah ini terbagi jadi 2 golongan :

1. AHMADIYAH LAHORE (GERAKAN AHMADIYAH)
2. AHMADIYAH QADIAN (JEMAAT AHMADIYAH)

Di tret ini...kita akan mencoba untuk mendiskusikan dan mungkin saya akan undang dari pihak mereka untuk hadir di tret ini...sebagai bahan pencerahan..

Sebagai referensi....silahkan buka situs Ahmadiyah QADIAN yang ini..

www.ahmadiyya.or.id

Wasalam,

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down


Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Thu May 08, 2014 6:28 pm

@abu hanan wrote:
mr kedung wrote:dan tentu maknanya pun berbeda.
gimana coba dan beri contoh sekalian..

mr kedung wrote:
Khaataman-Nabiyyin itu artinya adalah yang paling afdhal dari antara para nabi,
sekalian dunk pak..kata2 yang berakar sama dengan khatam dibawa sebagai contoh untuk yang PALING AFDHOL..

Kalau kata Khaatam sering kita temukan bisa diidhafahkan dengan kata jamak, contohnya Khaataman-Nabiyyin atau Khaatamul-Anbiya, Khaatamul Auliya, Khaatamul Muhajjirin, Khaatamul Mufassirin, Khatamusy-Syua'ra dan banyak lagi. Sedangkan kata Khatam tidak pernah kita temukan diidhafahkan dengan kata jamak.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Fri May 09, 2014 11:55 pm

@Kedunghalang wrote:

Kalau kata Khaatam sering kita temukan bisa diidhafahkan dengan kata jamak, contohnya Khaataman-Nabiyyin atau Khaatamul-Anbiya, Khaatamul Auliya, Khaatamul Muhajjirin, Khaatamul Mufassirin, Khatamusy-Syua'ra dan banyak lagi. Sedangkan kata Khatam tidak pernah kita temukan diidhafahkan dengan kata jamak.
makna pak..sayah tanyain MAKNA dari khatam dan MAKNA dari khaatam..

sayah wrote:sekalian dunk pak..kata2 yang berakar sama dengan khatam dibawa sebagai contoh untuk yang PALING AFDHOL..
tau kan pak?AKAR KATA..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Thu May 22, 2014 4:26 am

@abu hanan wrote:
@Kedunghalang wrote:

Kalau kata Khaatam sering kita temukan bisa diidhafahkan dengan kata jamak, contohnya Khaataman-Nabiyyin atau Khaatamul-Anbiya, Khaatamul Auliya, Khaatamul Muhajjirin, Khaatamul Mufassirin, Khatamusy-Syua'ra dan banyak lagi. Sedangkan kata Khatam tidak pernah kita temukan diidhafahkan dengan kata jamak.
makna pak..sayah tanyain MAKNA dari khatam dan MAKNA dari khaatam..

sayah wrote:sekalian dunk pak..kata2 yang berakar sama dengan khatam dibawa sebagai contoh untuk yang PALING AFDHOL..
tau kan pak?AKAR KATA..

Khatam  berasal dari kata khatama  yang berarti, ia mematerai, mencap, mensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu. Adapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda itu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda atau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah mererai jenis apa pun. Khatam  berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel, atau mererai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau anak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan; terbaik atau paling sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam  hampir sama artinya (Lane, Mufradat, Fat-h, dan Zurqani). Tetapi, ketika diidhafahkan dengan kata jamak, penulisannya menjadi Khaataman-nabiyyin yang berarti mererai para nabi; yang terbaik dan paling sempurna dari antara nabi-nabi; hiasan dan perhiasan nabi-nabi. Arti kedua ialah penutup nabi-nabi atau nabi terakhir.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Sat May 24, 2014 2:23 am

uda banyak yg tau itu pak..
makna pak..sayah tanyain MAKNA dari
khatam dan MAKNA dari khaatam..apa bedanyah dan kasi sekalian contoh kalimat yang berisi kedua kata itu..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 24, 2014 10:22 am

@abu hanan wrote:uda banyak yg tau itu pak..
makna pak..sayah tanyain MAKNA dari
khatam dan MAKNA dari khaatam..apa bedanyah dan kasi sekalian contoh kalimat yang berisi kedua kata itu..

Sudah dijelaskan di atas, dan silahkan baca ulang dengan seksama.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Mon Jun 02, 2014 5:39 pm

pak kedung..
anda berkata ; khatam dan khaatam itu berbeda makna..
dan itulah permintaan sayah,apa beda khatam dengan khaatam?sayah gak butuh contoh dalam kalimat tetapi bila anda mampu atow gak paham kamsut sayah maka anda boleh bawa contoh kedua kata itu dalam kalimat..

dan yang utama adalah contoh dalam ayat..
dimana ada ayat yang "khatam" dengan ayat yang "khaatam"..

bila tidak mampu,anda boleh bawa kalimat yang ada "khatam" dengan "khaatam" dari percakapan bebas (ber-referensi)..

bila masih tak mampu,silahkeun bawa kalimat yang "khatam" diikuti kata benda tunggal dan khaatam

bila masih tak mampu,silahkeun anda analisa al muthafifin 25-26 dan konsistenlah dengan pemahaman bahwa "khaatama" adalah yang sitimewa..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Mon Jun 02, 2014 9:57 pm

Khatamallaahu'alaa quluubihim = Allah telah mencap/menutup hati mereka

Khaatamal Aulia = Paling istimewa/afdhal dari antara wali-wali

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Tue Jun 03, 2014 2:45 am

@Kedunghalang wrote:Khatamallaahu'alaa quluubihim = Allah telah mencap/menutup hati mereka
apakah khatama diatas mempunyai kedudukan sama dengan khatam di al ahzab 40?kamsut sayah,apakah keduanyah termasuk kata kerja atow isim yang lain?
mr kedung wrote:
Khaatamal Aulia = Paling istimewa/afdhal dari antara wali-wali
bicara idhofah..
silahkeun anda kasi keterangan mana yang mudhof dan mudhof ilaih dari khatamul aulia..



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue Jun 03, 2014 6:24 am

@abu hanan wrote:
@Kedunghalang wrote:Khatamallaahu'alaa quluubihim = Allah telah mencap/menutup hati mereka
apakah khatama diatas mempunyai kedudukan sama dengan khatam di al ahzab 40?kamsut sayah,apakah keduanyah termasuk kata kerja atow isim yang lain?

Kan udah dijelaskan sebelumnya bahwa kata khatam itu berasal dari kata khatama  yang berarti, ia mematerai, mencap, mensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu. Adapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda itu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda atau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah mererai jenis apa pun. Khatam  berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel, atau mererai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau anak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan; terbaik atau paling istimewa/sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam  hampir sama artinya (Lane, Mufradat, Fat-h, dan Zurqani).

@abu hanan wrote:
@Kedunghalang wrote:
Khaatamal Aulia = Paling istimewa/afdhal dari antara wali-wali

bicara idhofah..
silahkeun anda kasi keterangan mana yang mudhof dan mudhof ilaih dari khatamul aulia..

Ketika kata khatam atau khatama diidhafahkan dengan kata jamak, seperti aulia (wali-wali Allah), maka penulisannya menjadi khaatamal aulia dan artinya pun bukan penutup wali-wali, melainkan paling istimewa/afdhal/sempurna di antara para wali. Kaidah Bahasa Arab seperti ini dalam Nahwu disebut kaidah IDHOFAH atau MUDHOF WAL MUDHOF ILAIH.


Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Tue Jun 03, 2014 9:06 am

anda belum paham..
1.kedudukan kata khatama untuk 2 ayat diatas,apakah sama?
apakah keduanyah termasuk kata kerja atow kata benda?

2.untuk khatamul aulia,di frase kata apa letak mudhof dan mudhof ilaih?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue Jun 03, 2014 9:19 am

@abu hanan wrote:anda belum paham..
1.kedudukan kata khatama untuk 2 ayat diatas,apakah sama?
apakah keduanyah termasuk kata kerja atow kata benda?

2.untuk khatamul aulia,di frase kata apa letak mudhof dan mudhof ilaih?

Hanya masalah penggunaan kaidah nahwu saja wab Abu bisa jadi rewel begini, kayak orang-orang Yahudi. Padahal intinya adalah:
Kata KHATAM jika ingin diartikan PENUTUP jangan diidhafatkan dengan kata jamak, karena arti primernya akan berubah, BUKAN PENUTUP lagi, melainkan menjadi YANG PALING ISTIMEWA/AFDHAL dari antara makna kata jamaknya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Tue Jun 03, 2014 9:36 am

anda membawa kaidah basa arab..idhofah..dan wajib hukumnyah bagi sayah untuk menjadi penguji paling rewel..
banyak member senior yang menjuluki sayah sebagai dosen killer di LI..

mr kedung..
jawaban anda atas pertanyaan sayah adalah nihil..tidak menyentuh substansi masalah..bila emang gak paham nahwu,saran sayah adalah tinggalkan qadian dan duduklah dibawah naungan kabah..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Tue Jun 03, 2014 9:58 am

@abu hanan wrote:anda membawa kaidah basa arab..idhofah..dan wajib hukumnyah bagi sayah untuk menjadi penguji paling rewel..
banyak member senior yang menjuluki sayah sebagai dosen killer di LI..

mr kedung..
jawaban anda atas pertanyaan sayah adalah nihil..tidak menyentuh substansi masalah..bila emang gak paham nahwu,saran sayah adalah tinggalkan qadian dan duduklah dibawah naungan kabah..

Horeee tensi wan Abu mulai meningkat, mungkin karena tidak paham, yah. Saya mengikuti Khalifah Allah/Imam Mahdi dari Qadian, karena saya sangat mencintai Nabi Muhammad saw dan mentaati perintahnya (Sunan Ibnu Majah), jadi saya termasuk juga orang yang berada dibawah naung Ka'bah. Mengenai kaidah idhofah sudah saya berikan link-nya yang mungkin tidak pernah dimanfaatkan oleh umat/ulama Islam selama ini. Akibatnya, tidak ada lagi arti KHAAMAN-NABIYYIN, kecuali hanya PENUTUP NABI-NABI atau NABI TERAKHIR saja. Padahal, menurut Kamus dan Kaidah IDHOFAH, kata itu juga memiliki arti lain, contohnya: Ibnu 'Arabi yang sering disebut Khaatamal Aulia, tidak berarti Penutup Wali-Wali Allah, karena setelah Ibnu 'Arabi, paling sedikit ada sembilan wali Allah pernah hidup di Indonesia. Oleh karena itu, silahkan pelajari saja kaidah IDHOFAH itu dari link yang saya berikan. Bukankah kita itu diperintahkan untuk belajar terus hingga sampai ke liang lahat?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Wed Jun 04, 2014 6:40 am

kalow emang belajar itu hukumnyah wajib..mengafa anda gak kasi jawab atas pertanyaan sayah?
dengan berkata : jelas-jelas-jelas tapi gak ada detail penjelasan,bukankah itu suatu kebohongan yang tersamar?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Wed Jun 04, 2014 11:51 am

@abu hanan wrote:kalow emang belajar itu hukumnyah wajib..mengafa anda gak kasi jawab atas pertanyaan sayah?
dengan berkata : jelas-jelas-jelas tapi gak ada detail penjelasan,bukankah itu suatu kebohongan yang tersamar?

Pertanyaan mana saja yang belum saya jawab?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Wed Jun 04, 2014 11:54 am

1.kata apa yang menjadi mudhof dan mudhof ilaih dari khatamul aulia?

2.kedudukan kata khatam pada kalimat/ayat "khatamallahu alaa quluihim" apakah sama dengan "khatamun nabiyyin"?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Wed Jun 04, 2014 12:10 pm

@abu hanan wrote:1.kata apa yang menjadi mudhof dan mudhof ilaih dari khatamul aulia?

2.kedudukan kata khatam pada kalimat/ayat "khatamallahu alaa quluihim" apakah sama dengan "khatamun nabiyyin"?

1. Yang diberlakukan adalah Hukum Idhofah. Kata KHATAM di-idhofah-kan dengan kata AULIA menjadi KHAATAMAL AULIA dan artinya adalah YANG PALING ISTIMEWA/AFDHAL DARI ANTARA PARA WALI (AULIA).

2. Tentu saja beda. Kata KHATAM dalam KHATAMALLAHU termasuk kata kerja, sedangkan dalam KHAATAMAN-NABIYYIN termasuk kata benda.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Wed Jun 04, 2014 12:13 pm

1.gak hanya itu atow hanya itu yang anda ketahui?

2.jika termasuk kata benda,lalu mengapa tiba2 bisa berarti "paling sitimewa"?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Wed Jun 04, 2014 12:29 pm

@abu hanan wrote:1.gak hanya itu atow hanya itu yang anda ketahui?

2.jika termasuk kata benda,lalu mengapa tiba2 bisa berarti "paling sitimewa"?

1. Kalau melihat Kaidah Nahwu Shorof tentang Hukum Idhofah, setelah saya periksa lagi link yang pernah saya tampilkan, nampaknya yang berlaku hanyalah Hukum Idhofah Ketiga, 1. Idhafah menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf. contoh: خاتمُ ذهبٍ atau KHAATAMU DZAHABIN yang berarti CINCIN DARI EMAS, BUKAN Penutup Emas-Emas atau Emas Terakhir.

2. Arti itu diperoleh dari beberapa Kitab Lexical/Kamus Arab-Inggris yang pernah saya tampilkan.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by ngayarana on Fri Jun 06, 2014 2:43 pm

Numpang Nimbrung Wak....

Kata خَاتَمَ dalam Kalimat وَخَاتَمَ  النَّبِيِّينَ ini berbentuk Isim atau Fi'il Ya....?

Sebelum membahas masalah Idhofah nih....
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Fri Jun 06, 2014 3:09 pm

@ngayarana wrote:Numpang Nimbrung Wak....

Kata خَاتَمَ dalam Kalimat وَخَاتَمَ  النَّبِيِّينَ ini berbentuk Isim atau Fi'il Ya....?

Sebelum membahas masalah Idhofah nih....

NAAAAAAH, TERBUKTI SUDAH bahwa KAMU BELUM MAMPU MENGIMPLEMENTASIKAN  KAIDAH NAHWU untuk MENAFSIRKAN kata KHAATAMAN-NABIYYIN. Jadi, jangan PETANTANG-PETENTENG, PENUH GENGSI, SOK MENGUASAI ILMU NAHWU, padahal KOSONG MELOMPONG.

Menurut Kaidah Nahwu Shorof, untuk memahami kata KHAATAMAN-NABIYYIN dengan benar hanyalah dengan mengimpementasikan Hukum Idhofah Ketiga, yakni 1. Idhofah yang menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf.
contoh: خاتمُ ذهبٍ atau KHAATAMU DZAHABIN yang berarti CINCIN DARI EMAS, BUKAN PENUTUP EMAS-EMAS atau EMAS TERAKHIR.

Takdirannya adalah KHAATAMU MIN DZAHABIN’

Dengan contoh di atas, maka arti kata KHATAMAN-NABIYYIN atau KHAATAMU MIN NABIYYIN adalah NABI YANG PALING ISTIMEWA/AFDHAL atau YANG PALING ISTIMEWA DARI NABI-NABI.

Menurut Kamus/Lexical, kata khatam itu berasal dari kata khatama  yang berarti, ia mematerai, mencap, mensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu. Adapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda itu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda atau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah mererai jenis apa pun. Khatam  berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel, atau mererai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau anak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan; terbaik atau paling istimewa/sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam  hampir sama artinya (Lane, Mufradat, Fat-h, dan Zurqani). Jika mengikuti Hukum Idhofah, kata khatam di-idhafah-kan dengan huruf jamak, contohnya: nabiyyin, maka penulisannya akan menjadi KHAATAMAN-NABIYYIN.

Karena kata KHATAM itu, menurut Kamus/Lexical, dapat juga berarti CINCIN, maka KATA KHAATAMAN-NABIYYIN atau KHAATAMU MIN NABIYYIN dapat juga berarti CINCIN/PERHIASAN DARI NABI-NABI.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by ngayarana on Fri Jun 06, 2014 4:47 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:Numpang Nimbrung Wak....

Kata خَاتَمَ dalam Kalimat وَخَاتَمَ  النَّبِيِّينَ ini berbentuk Isim atau Fi'il Ya....?

Sebelum membahas masalah Idhofah nih....

NAAAAAAH, TERBUKTI SUDAH bahwa KAMU BELUM MAMPU MENGIMPLEMENTASIKAN  KAIDAH NAHWU untuk MENAFSIRKAN kata KHAATAMAN-NABIYYIN. Jadi, jangan PETANTANG-PETENTENG, PENUH GENGSI, SOK MENGUASAI ILMU NAHWU, padahal KOSONG MELOMPONG.

Menurut Kaidah Nahwu Shorof, untuk memahami kata KHAATAMAN-NABIYYIN dengan benar hanyalah dengan mengimpementasikan Hukum Idhofah Ketiga, yakni 1. Idhofah yang menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf.
contoh: خاتمُ ذهبٍ atau KHAATAMU DZAHABIN yang berarti CINCIN DARI EMAS, BUKAN PENUTUP EMAS-EMAS atau EMAS TERAKHIR.

Takdirannya adalah KHAATAMU MIN DZAHABIN’

Dengan contoh di atas, maka arti kata KHATAMAN-NABIYYIN atau KHAATAMU MIN NABIYYIN adalah NABI YANG PALING ISTIMEWA/AFDHAL atau YANG PALING ISTIMEWA DARI NABI-NABI.

Menurut Kamus/Lexical, kata khatam itu berasal dari kata khatama  yang berarti, ia mematerai, mencap, mensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu. Adapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda itu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda atau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah mererai jenis apa pun. Khatam  berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel, atau mererai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau anak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan; terbaik atau paling istimewa/sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam  hampir sama artinya (Lane, Mufradat, Fat-h, dan Zurqani). Jika mengikuti Hukum Idhofah, kata khatam di-idhafah-kan dengan huruf jamak, contohnya: nabiyyin, maka penulisannya akan menjadi KHAATAMAN-NABIYYIN.

Karena kata KHATAM itu, menurut Kamus/Lexical, dapat juga berarti CINCIN, maka KATA KHAATAMAN-NABIYYIN atau KHAATAMU MIN NABIYYIN dapat juga berarti CINCIN/PERHIASAN DARI NABI-NABI.
Waduuuh..., belum apa apa sudah TEREAK TEREAK KAYA ORANG KEBELET.......
Jawab dulu Tuh kata "Khaatama" dalam ayat tersebut ISIM apa FI"IL....?, baru kita lanjut ke Bab IDHOFAH
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Fri Jun 06, 2014 6:05 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:Numpang Nimbrung Wak....

Kata خَاتَمَ dalam Kalimat وَخَاتَمَ  النَّبِيِّينَ ini berbentuk Isim atau Fi'il Ya....?

Sebelum membahas masalah Idhofah nih....

NAAAAAAH, TERBUKTI SUDAH bahwa KAMU BELUM MAMPU MENGIMPLEMENTASIKAN  KAIDAH NAHWU untuk MENAFSIRKAN kata KHAATAMAN-NABIYYIN. Jadi, jangan PETANTANG-PETENTENG, PENUH GENGSI, SOK MENGUASAI ILMU NAHWU, padahal KOSONG MELOMPONG.

Menurut Kaidah Nahwu Shorof, untuk memahami kata KHAATAMAN-NABIYYIN dengan benar hanyalah dengan mengimpementasikan Hukum Idhofah Ketiga, yakni 1. Idhofah yang menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf.
contoh: خاتمُ ذهبٍ atau KHAATAMU DZAHABIN yang berarti CINCIN DARI EMAS, BUKAN PENUTUP EMAS-EMAS atau EMAS TERAKHIR.

Takdirannya adalah KHAATAMU MIN DZAHABIN’

Dengan contoh di atas, maka arti kata KHATAMAN-NABIYYIN atau KHAATAMU MIN NABIYYIN adalah NABI YANG PALING ISTIMEWA/AFDHAL atau YANG PALING ISTIMEWA DARI NABI-NABI.

Menurut Kamus/Lexical, kata khatam itu berasal dari kata khatama  yang berarti, ia mematerai, mencap, mensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu. Adapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda itu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda atau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah mererai jenis apa pun. Khatam  berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel, atau meterai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau anak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan; terbaik atau paling istimewa/sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam  hampir sama artinya (Lane, Mufradat, Fat-h, dan Zurqani). Jika mengikuti Hukum Idhofah, kata khatam di-idhafah-kan dengan huruf jamak, contohnya: nabiyyin, maka penulisannya akan menjadi KHAATAMAN-NABIYYIN.

Karena kata KHATAM itu, menurut Kamus/Lexical, dapat juga berarti CINCIN, maka KATA KHAATAMAN-NABIYYIN atau KHAATAMU MIN NABIYYIN dapat juga berarti CINCIN/PERHIASAN DARI NABI-NABI.
Waduuuh..., belum apa apa sudah TEREAK TEREAK KAYA ORANG KEBELET.......
Jawab dulu Tuh kata "Khaatama" dalam ayat tersebut ISIM apa FI"IL....?, baru kita lanjut ke Bab IDHOFAH

Kenapa harus bertanya lagi? Baca saja yang dibold biru, apa arti kata khatama menurut Kamus/Lexical, lalu pikirkan sendiri, fi'il atau isim. Bukankah anda sudah termasuk pendekar nahwu? Al Ahzab 33:40/41 Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang di antara anak lelakimu, akan tetapi dia adalah RASULULLAH dan KHAATAMAN-NABIYYIN.  RASULULLAH dan KHAATAMAN-NABIYYIN termasuk IDHOFAH, apakah pendekar nahwu, sudah memahami hal itu?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by ngayarana on Sat Jun 07, 2014 8:29 am

Jawab aja pakedung yang Tegas, khaatama itu Fi'il atau Isim.
Anda kan selalu bawa bawa kaidah idhofah ini...

Jangan jangan gak tau lagi nih sebenarnya
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat Jun 07, 2014 8:40 am

@ngayarana wrote:Jawab aja pakedung yang Tegas, khaatama itu Fi'il atau Isim.
Anda kan selalu bawa bawa kaidah idhofah ini...

Jangan jangan gak tau lagi nih sebenarnya

Waaaaaah, ternyata pendekar nahwu belum tahu apakah khatama itu fi'il atau isim, yah. Kenapa petantang-petenteng nuduh Ahmadiyah sesat dan ingin tahu kedalaman Ilmu Nahwu Shorof orang lain? Nih baca lagi, lalu caru tahu kata khaatama itu fi'il apa isim:

Menurut Kamus/Lexical, kata khatam itu berasal dari kata khatama  yang berarti, ia mematerai, mencap, mensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu. Adapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda itu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda atau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah mererai jenis apa pun. Khatam  berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel, atau mererai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau anak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan; terbaik atau paling istimewa/sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam  hampir sama artinya (Lane, Mufradat, Fat-h, dan Zurqani). Jika mengikuti Hukum Idhofah, kata khatam di-idhafah-kan dengan huruf jamak, contohnya: nabiyyin, maka penulisannya akan menjadi KHAATAMAN-NABIYYIN dan artinya adalah NABI YANG PALING ISTIMEWA/AFDHAL atau YANG PALING ISTIMEWA/AFDHAL DARI NABI-NABI.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 14 dari 17 Previous  1 ... 8 ... 13, 14, 15, 16, 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik