FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

AHMADIYAH QADIAN

Halaman 4 dari 17 Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 10 ... 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

AHMADIYAH QADIAN

Post by mang odoy on Thu Oct 20, 2011 6:37 am

First topic message reminder :

Saya tertarik sekali untuk membahas apa dan bagaimana AHMADIYAH.....kontroversi yang berkepanjangan tanpa ada TITIK TEMU yang jelas...itu kesannya.
Sayangnya...banyak dari Umat Muslim menggannggap bahwa hanya ada satu AHMADIYAH...padahal pada kenyataannya...Ahmadiyah ini terbagi jadi 2 golongan :

1. AHMADIYAH LAHORE (GERAKAN AHMADIYAH)
2. AHMADIYAH QADIAN (JEMAAT AHMADIYAH)

Di tret ini...kita akan mencoba untuk mendiskusikan dan mungkin saya akan undang dari pihak mereka untuk hadir di tret ini...sebagai bahan pencerahan..

Sebagai referensi....silahkan buka situs Ahmadiyah QADIAN yang ini..

www.ahmadiyya.or.id

Wasalam,

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down


Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Wed May 09, 2012 6:04 pm

Pak kedung..saya sekedar mengingatkan bahwa anda yang memulai menulis hadits anak khalifah.
kedung halang wrote:Nomer (1):
Hadits ini terdapat dalam Kitab Tarikh Imam Al Bukhari. Oleh karena itu tidak ada nomor haditsnya, dan saya tidak dapat memberikan link-nya, karena mungkin belum ada yang meng-upload. Karena text Arabnya pendek, saya tuliskan buat anda sebagai berikut:
'An anasin rodiyallahu'anhu qola, qola rasulullahi shallallahu'alaihi wassalam: "Ashoobatun taghzul hinda wahiya takuunu ma'almahdiyyi ismuhu ahmadu".
Terjemahan bebasnya sebagai berikut:
- Dari Anas ra yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Akan datang satu golongan pejuang Islam di wilayah India yang dipimpin oleh Imam Mahdi, namanya Ahmad." atau
- Anas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Satu pasukan (Jemaat Islam) akan berperang di India dan itu bersama Imam Mahdi yang namanya Ahmad."
Dari hadits yang sanadnya Anas ra ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa menurut Rasulullah saw Imam Mahdi itu berasal dari India dan namanya Ahmad.

Sejak awal abad ke-14 Hijriah hingga sekarang, tidak ada seorang pun ulama Islam dari India yang namanya Ahmad mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, kecuali HMG Ahmad as dari Qadian, India.

Nomer (2):
Saya akan mengutip hadits ini dari buku Tarjamah Sunan Ibnu Majah oleh Al Ustadz H. Abdullah Shonhaji dkk yang diterbitkan oleh CV Asy-Syifa, Semarang, Jilid 4, hal. 821-822. Namun karena text bahasa Arabnya panjang, saya tulis terjemahannya saja:

Mewartakan kepada kami, Muhammad bin Yahya dan Ahmad bin Yusuf, mereka berkata: Mewartakan kepada kami 'Abdur-Razzaq, dari Sufyan Ats-Tsauriy, dari Khalid Al Hadzdza, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma Ar-Rahabiy, dari Tsauban, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Ada tiga orang saling berperang di dekat simpangan Ka'bah kalian. Semuanya itu anak seorang Khalifah. Kemudian tidak ada yang jadi Khalifah bagi salah satu di antara mereka. Lalu muncullah beberapa bendera hitam dari arah sebelah timur, maka mereka membunuh kamu sekalian dengan satu pembunuhan yang belum pernah dilakukan pembunuhan itu oleh suatu kaum".

Selanjutnya, beliau menuturkan sesuatu yang saya tidak mengingatnya. Maka, beliau bersabda: "Maka bila kalian melihatnya, maka berbai'atlah kalian kepadanya, walau dengan berjalan mengingsut di atas salju, sebab dia adalah Khalifah allah, yaitu Al Mahdiy."

Dalam Az-Zawa-id: Ini adalah isnad yang shahih dan para perawinya tsiqat. Sedangkan Al Hakim meriwayatkannya dalam kitab Al Mustadrak. Dia berkata: Hadits shahih menurut persyaratan Al Bukhari dan Muslim.

Dari hadits ini nampak jelas bahwa Rasulullah saw memerintahkan kepada segenap umat Islam khususnya, dan kepada semua manusia umumnya, bahwa ketika Imam Mahdi sudah datang, semuanya harus bai'at kepadanya, karena dia adalah Khalifah Allah. Dan, karena Imam Mahdi itu Khalifah Allah, maka - menurut Al Quran - Khalifah di bumi itu dijadikan oleh Allah dalam menyempurnakan janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh. (An-Nur 24:56). Jadi, hanya orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh saja yang mentaati perintah Rasulullah saw dalam hadits ini.

Apakah Gerabah berminat untuk menjadi orang Islam yang beriman dan beramal shaleh?
Jika berminat, caranya gampang, taati saja perintah Rasulullah saw tersebut dalam hadits ini, yakni bai'at kepada Imam Mahdi atau penggantinya, yakni Khalifatul Masih V atba.

Wassalam.
http://www.laskarislam.com/t92p35-ahmadiyah-qadian#15821

Tiap hadits telah saya beri tanggapan.
Yang nomor 2 sayah tanggapi sbb;
@abu hanan wrote:1."Ada tiga orang saling berperang di dekat simpangan Ka'bah kalian. Semuanya itu anak seorang Khalifah
-->>siapakah anak khalifah di dekat ka'bah?keturunan raja arab saudi.
kembali ke sejarah.
raja fahd->raja abdullah-->kemudian beranak lelaki 3.yg bernama salman-tayef-sultan.
kalow menurut hadits maka akan tersusun kronologi akan terjadi perpecahan diantara 3 pewaris kerajaan arab saudi.

2.beberapa bendera hitam dari arah sebelah timur
-->>tidak ada satupun dari ketiga putra raja abdullah yg menjadi penguasa/khalifah melainkan akan muncul segolongan org yg menggunakan warna hitam sbg simbol.thaliban dan al qaedah adalah yg mendekati,bukan mga.
dari hadits tiga putra khalifah TIDAK terpenuhi oleh mga.dan pula hanya disebut TIMUR/AL MASYRIQ yg bisa berarti banyak wilayah di timur arab saudi.

sayah berkata pada anda,bahwa menggunakan hadits riwayat ibnu majah adalah tidak TEPAT/KELIRU untuk membenarkan kenabian mga maupun menyandarkan al mahdi pada mga.

dan sayah berkata,masih dalam riwayat imam ibnu majah 4075;
dari utsman bin abu syuaibah telah menceritakan kepada kami abu daud al hafari telah menceritakan kepada kami yasin dari ibrahim bin muhammad bin al hafari dari ayahnya dari ali,dia berkata;
rasulullah saw bersabda; al mahdiy minnaa ( al mahdi dari kami) ahlal baiti (ahli bayt) yushlikhuhuullahu (allah memperbaikinya-tersirat gender-lelaki) fii laylatin (dalam semalam)

menegaskan bahwa al mahdi adalah keturunan fatimah binti muhammad rasul allah.
dan sayah bertanya pada anda,bagemana silsilah mga ?

wassalam
http://www.laskarislam.com/t92p35-ahmadiyah-qadian#15934

tanggapan sayah untuk nomor 1 masih belum saya sampaikan kepada anda karena anda belum memberi jawaban tentang sanad dan perawi kemudian disebutkan di kitab Tarikh Imam Al Bukhari yang mana?karena Imam AL Bukhari banyak menulis kitab Tarikh.

Dan ketika saya mengatakan
Baiklah, disini saya memahami bahwa anda meskipun berada di sisi yang salah tetapi anda akan tetap membela keyakinan anda. Anda memaksakan diri ketika salah satu syarat Al Mahdi adalah berdasarkan hadits diatas namun sekarang anda berargumen PERAWI LUPA.
Anda ternyata tidak ingat jika telah menggunakan PERAWI LUPA sebagai hujjah.mohon dibaca dengan seksama.Anda menggunakan secara parsial hadits tersebut dengan mengabaikan syarat yang harus dipenuhi seorang Al Mahdi.
Persyaratan - anda beralasan karena PERAWI LUPA - yang anda abaikan tetapi anda mengambil kalimat yang jelas dari PERAWI tersebut,padahal sang perawi adalah orang yg sama.
Al Mahdi berdomisili di dekat salju adalah maksamology karena yang dimaksud “meskipun beringsut di salju” adalah suatu nubuat bahwa si masa depan Islam akan mencapai ke wilayah pegunungan yang dingin dan itu bisa pegunungan Alpen.Secara sempit anda memakai hadits riwayat Anas yang belum jelas rantai perawinya dengan menyatakan termuat di kitab Tarikh Imam Al Bukhari.Dan hingga kini anda belum meghadirkan sama sekali.
Beberapa pertanyaan sayah yg terlewatkan oleh anda;
1.bagaimana sikap anda jika mga terbukti bukan keturunan fatimah binti muhammad?
2.kembali ke masalah silsilah.....jika mengandalkan klaim sepihak dari mga yah uda sayah tidak akan memperpanjang masalah tersebut karena sosok al mahdi yang mengaku sebagai nabi bayangan akan dinyatakan SALAH dan berilusi sedangkan para ahli sejarah mampu membuktikan silsilah muhammad bin abdullah bin abdul muthalib bin fulan hingga bin ismail bin ibrahim.
3.anda belum menyampaikan pandangan tentang



wassalam


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Wed May 09, 2012 11:34 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Saudara Abu Hanan yang terhormat!

Berdasarkan firman Allah, pengutusan kedua Rasul Allah (Rasulullah saw dan Imam Mahdi as) itu (Al Jumu'ah 62:2/3-3/4) merupakan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar (Al Jumu'ah 62:4/5).

Jika pengutusan kedua Rasul Allah itu merupakan karunia Allah, maka tiada yang harus dilakukan oleh umat Islam yang beriman dan beramal shaleh, kecuali mentaati perintah Rasulullah saw, yakni bai'at kepada Khalifah Allah, Imam Mahdi (HR Ibnu Majah nomor 4084) dan mentaatinya dengan seizin Allah (An-Nisa 4:64/65), sebagai rasa syukur atas karunia Allah itu, agar Dia menambah nikmat-Nya (Ibrahim 14:7/8). Oleh karena itu, kita (yang ingin dinilai Allah sebagai orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) tentu harus bersikap pro-aktif dalam mencari kebenaran Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa ibnu Maryam yang dijanjikan Allah dan Rasulullah saw tentang kedatangannya itu, bukan sebaliknya.

(1) Jika saya menyatakan bahwa hadits tentang tiga anak Khalifah tidak perlu dipertimbangkan dengan alasan PERAWI LUPA, maka kita tidak usah memaksakannya untuk dijadikan sandaran, karena tidak ada yang bisa kita harapkan dari sesuatu hal yang tidak dia ingat / lupa. Meskipun demikian, masih ada bagian (frase akhir) dari hadits tersebut yang ditegaskan oleh PERAWI yang sama, karena dia TIDAK LUPA, yang dapat dijadikan sandaran, yakni bahwa (a) Rasulullah saw memerintahkan agar umat Islam bai'at kepada Imam Mahdi (b) walaupun harus merangkak di atas salju (mengisyaratkan domisili Imam Mahdi dekat salju), karena (c) Imam Mahdi adalah Khalifah Allah (frase akhir dari HR Ibnu Majah 4084), sehingga bagian akhir hadits ini masih bisa digunakan.

Terlebih lagi bagian akhir hadits ini diperkuat oleh ayat suci Al Quran (An-Nur 24:55/56) yang mengandung kalimat Istikhlaf dan mengisyaratkan:
(i) Khalifah Allah, Imam Mahdi akan datang pada tahun 1305 Hijrah.
(ii) Khalifah Allah, Imam Mahdi dipilih dan dijadikan Allah dalam memenuhi janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh.
(iii) Menjadikan Khalifah di bumi adalah Sunnatullah (adat kebiasaan Allah sejak Nabi Adam as s/d Nabi Muhammad saw dst hingga kiamat).
(iv) Khalifah Allah, Imam Mahdi dijadikan Allah agar Dia meneguhkan bagi mereka (orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) agama mereka yang telah Dia ridhai bagi mereka (maksudnya meneguhkan pemahaman mereka terhadap implementasi syari'at/agama Islam dalam kehidupan yang senantiasa berubah dan berkembang).
(v) Khalifah Allah, Imam Mahdi dijadikan Allah agar Dia menggantikan ketakutan/kekhawatiran mereka dengan keamanan/ketenteraman sehingga mereka tetap menyembah Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan siapapun dan apapun.

Berdasarkan ayat suci Al Quran dan hadits tersebut, jika bukan HMG Ahmad as dari Qadian, India, adakah orang lain yang berdomisili dekat salju (Pegunungan Himalaya / Alpen), pada tahun 1305 Hijrah mendakwakan diri diutus/dijadikan Allah sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi?

(2) Ketika saya menyatakan bahwa, karena keterbatasan kemampuan, saya belum pernah melihat Kitab Tarikh Imam Al Bukhari karena di dalamnya ada hadits tentang kedatangan Imam Mahdi dari India yang namanya AHMAD, seharusnya anda (sebagai umat Islam yang mengharapkan Karunia Allah dan menunggu-nunggu Imam Mahdi, Khalifah Allah yang dijanjikan Allah kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) bersikap pro-aktif mencari sendiri Kitab Tarikh tersebut, bukan sebaliknya ingin disuapi melulu. Saya sendiri sudah mempercayai hadits itu karena sesuai dengan ayat suci Al Quran (Ash-Shaf 61:6/7) dan sudah terjadi.

Berdasarkan ayat suci Al Quran dan Hadits tersebut, jika bukan HMG Ahmad as dari Qadian, India, adakah orang lain yang berasal dari India, namanya AHMAD, pada tahun 1305 Hijrah mendakwakan diri diutus/dijadikan Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifah Allah?

(3) Begitupula, ketika saya menyatakan bahwa HMG Ahmad as pernah menulis bahwa beberapa nenek moyang beliau as dari pihak ibu adalah keturunan Siti Fatimah Az-Zahra binti Muhammad saw. Dan, saya juga menyatakan bahwa saya belum pernah melihat dokumen autentik tentang nasab ibunya HMG Ahmad as, seharusnya anda (sebagai umat Islam yang mengharapkan Karunia Allah dan menunggu-nunggu Imam Mahdi, Khalifah Allah yang dijanjikan Allah kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) bersikap pro-aktif mencari dokumen autentik tentang nasab ibunya HMG Ahmad as, kecuali jika anda tidak mau menjadi orang Islam yang beriman dan beramal shaleh, sampai-sampai berani menyatakan di luar Islam kepada mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadat.

Bagi saya, pengakuan HMG Ahmad as bahwa beberapa nenek moyang dari pihak ibu beliau as adalah keturunan Siti Fatimah Az-Zahra binti Muhammad saw sudah cukup. Alasannya adalah banyak tanda-tanda lain yang mendukung pendakwaan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud & Nabi Ummati sebagai penggenapan nubuatan-nubuatan dalam Al Quran dan Hadits. Lagi pula, Allah Yang Mahakuasa memiliki hak prerogatif untuk menjadikan Khalifah-Nya di bumi dalam memenuhi janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:55/56). Allah tidak memberikan mandat kepada manusia untuk menentang Khalifah-Nya.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Wed May 09, 2012 11:53 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
3.anda belum menyampaikan pandangan tentang:
Pendapat Mirza Ghulam Ahmad sendiri dalam Kitab Tuhfah Baghdad sebagai berikut:
Nabi telah berkata: Tidak ada Nabi sesudahku (kata Mirza); Allah menyebut Nabi Muhammad dengan Khataman Nabiyin, karenanya dari manakah akan lahir seorang Nabi sesudahnya. (Tuhfah Baghdad).

Dari kata-kata yang tercantum dalam dokumen yang anda scan, saya sudah memahami bahwa dokumen itu tidak berasal dari Jemaat Ahmadiyah, melainkan dari para penentang. Oleh karena itu, saya menasihatkan kepada anda agar tidak membahas dokumen tentang Ahmadiyah yang bukan dari Jemaat Ahmadiyah, karena anda akan mendapat informasi yang keliru bahkan bertentangan dengan aslinya.

Contoh: "kata Mirza" tidak pernah digunakan oleh Jemaat Ahmadiyah, melainkan "sabda Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as atau HMG Ahmad as".

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Thu May 10, 2012 12:09 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Saudara Abu Hanan yang terhormat!

Tambahan dari:

(3) Begitupula, ketika saya menyatakan bahwa HMG Ahmad as pernah menulis bahwa beberapa nenek moyang beliau as dari pihak ibu adalah keturunan Siti Fatimah Az-Zahra binti Muhammad saw. Dan, saya juga menyatakan bahwa saya belum pernah melihat dokumen autentik tentang nasab ibunya HMG Ahmad as, seharusnya anda (sebagai umat Islam yang mengharapkan Karunia Allah dan menunggu-nunggu Imam Mahdi, Khalifah Allah yang dijanjikan Allah kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) bersikap pro-aktif mencari dokumen autentik tentang nasab ibunya HMG Ahmad as, kecuali jika anda tidak mau menjadi orang Islam yang beriman dan beramal shaleh, sampai-sampai berani menyatakan di luar Islam kepada mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadat.

Bagi saya, pengakuan HMG Ahmad as bahwa beberapa nenek moyang dari pihak ibu beliau as adalah keturunan Siti Fatimah Az-Zahra binti Muhammad saw sudah cukup. Alasannya adalah banyak tanda-tanda lain yang mendukung pendakwaan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud & Nabi Ummati sebagai penggenapan nubuatan-nubuatan dalam Al Quran dan Hadits. Lagi pula, Allah Yang Mahakuasa memiliki hak prerogatif untuk menjadikan Khalifah-Nya di bumi dalam memenuhi janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:55/56). Allah tidak memberikan mandat kepada manusia untuk menentang Khalifah-Nya.

Berdasarkan ayat-ayat suci Al Quran dan Hadits-Hadits di atas, jika bukan HMG Ahmad as dari Qadian, India, adakah orang lain yang berasal dari India, namanya Ahmad, berdomisili dekat salju (pegunungan Himalaya/Alpen) dan ibunya berasal dari keturunan Siti Fatimah binti Muhammad ra, pada tahun 1305 Hijrah mendakwakan diri diutus/dijadikan Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifah Allah?

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Thu May 10, 2012 8:42 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
Kesempurnaan islam sebagai agama TIDAK MEMBUTUHKAN nabi baru meski diartikan kiasan/bayangan. Dan faham tentang kenabian mga berada di luar islam oleh karena itu saya pikir dan mencapai kesimpulan bahwa qadian adalah agama baru di luar islam meski selalu membawa perangkat islam.
Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru? Tidak ada nabi baru dalam Jemaat Ahmadiyah, melainkan nabi ummati (An-Nisa 4:69/70) sebagai kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan Nabi Muhammad saw (Ash-Shaf 61:6/7 & Al Jumu'ah 62:3/4), jika anda menolak kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan, apakah anda tidak percaya kepada firman Allah Yang tidak segan membuat perumpamaan sekecil nyamuk (Al Baqarah 2:26/27)? Apakah anda tidak percaya kepada sabda Rasulullah saw yang menyatakan bahwa mereka yang berpegang teguh kepada enam rukun iman dan mengamalkan empat rukun Islam, termasuk mengucapkan dua kalimah syahadat adalah orang Islam (HR Bukhari/Muslim)? Apakah anda merasa setara dengan Allah Yang Maha Memiliki semua Agama dan Hari Pembalasan (Al Fatihah 1:4) sehingga berani menyebut agama qadian sebagai agama baru setelah Islam?

@Abu Hanan wrote:
Mengapa Allah tidak menyampaikan wahyu kepada Imam Ahmad atau Syeh Ahmad Yasin? Saya bertanya pada anda, wahyu dalam hal apakah yang harus disampaikan Allah kepada beliau - semoga Allah merahmati keduanya- ??
Pertanyaan anda harus disampaikan kepada Allah Al Mutakallim, karena saya bukan Tuhan, melainkan seorang hamba-Nya.

@Abu Hanan wrote:
Bukankah sayah dan anda telah sepakat bahwa wahyu syariat telah tertutup tetapi wahyu non syariat (termasuk kebenaran mimpi) masih berlangsung?
Ya, saya masih sepakat, dalam arti bahwa wahyu syari'at/agama baru tidak akan ada lagi karena telah tertutup rapat-rapat, sehingga nabi-nabi yang membawa syari'at / agama baru pun tidak akan ada lagi karena telah tertutup rapat-rapat. Inilah yang dimaksud Khaataman-Nabiyyiin. Tetapi, wahyu non-syari'at (termasuk kebenaran mimpi dan wahyu nubuatan yang akan memelihara/meneguhkan pemahaman implementasi syari'at/agama Islam yang ada dalam Al Quran) masih terus berlangsung sampai kiamat, karena hal ini adalah Sunnatullah.

@Abu Hanan wrote:
Wahyu berupa perintah untuk mendakwahkan diri sebagai khalifah? Semua manusia di bumi dari nabi Adam hingga manusia terakhir adalah khalifah tanpa wahyu, menjadi khalifah secara otomatis.
Pemahaman seperti itu tidak benar, karena hanya orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh saja yang berpeluang untuk dijadikan Allah sebagai Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56), sedangkan manusia yang merusak bumi, seperti para penjahat (koruptor, pembunuh, pemerkosa, pencuri, perusak lingkungan dlsb) tidak berpeluang menjadi Khalifah.

@Abu Hanan wrote:
Wahyu berupa perintah untuk mendakwahkan diri sebagai Al Mahdi? Ada syarat yg harus terpenuhi. Salah satu adalah silsilah yang jelas bersambung dan sampai pada Fatimah binti Muhammad. Dan anda belum menjawab silsilah mga kecuali perkataan mga bahwa nenek moyang mga adalah keturunan fatimah binti muhammad.
Menurut Rasulullah saw, Imam Mahdi adalah Khalifah Allah, maka syarat utamanya adalah orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh yang penilaian akhirnya kembali kepada Allah (An-Nur 24:55/56), bukan kepada manusia. Karena Allah Pemilik karunia besar Yang memberikan karunia-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki (Al Jumu'ah 62:4/5), maka jika anda menginginkan dan menunggu karunia Allah dimaksud, anda harus mencari / mengeksplorasi (bukan menolak) silsilah nenek moyang HMG Ahmad as dari pihak ibunya yang keturunan Siti Fatimah Az-Zahra (binti Muhammad saw) ra. Tanda-tanda orang beriman dan beramal shaleh adalah saling menasihati tentang kebenaran dengan kesabaran dan kasih sayang (Al Ashr & Al Balad), bukan menolak Imam Mahdi atau para pendakwa Imam Mahdi, karena jika para pendakwa itu berbohong, maka Allah sendiri yang akan mengambil tindakan terhadap mereka (Al Haaqqah 69:42/43-46/47), bukan manusia.

@Abu Hanan wrote:
Wahyu berupa perintah sebagai Nabi Bayangan? Saya sudah kemukakan di depan. Tafsir kata LAA dari laa ilaha illallah dan saya tidak merasa perlu untuk mengulang di bagian ini.
Ya, tidak perlu diulang, karena pemahaman seperti itu akan mempersempit dan menutup karunia Allah. Karena nabi bayangan atau nabi ummati itu sama dengan Imam Mahdi, Khalifah Allah, maka Allah Al Mutakallim akan memenuhi janji-Nya kepada orang beriman dan beramal shaleh dengan menganugerahkan Nikmat/Karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Al Jumu'ah 62:4/5).

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Thu May 10, 2012 10:56 am

@Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Saudara Abu Hanan yang terhormat!

Berdasarkan firman Allah, pengutusan kedua Rasul Allah (Rasulullah saw dan Imam Mahdi as) itu (Al Jumu'ah 62:2/3-3/4) merupakan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar (Al Jumu'ah 62:4/5).

Jika pengutusan kedua Rasul Allah itu merupakan karunia Allah, maka tiada yang harus dilakukan oleh umat Islam yang beriman dan beramal shaleh, kecuali mentaati perintah Rasulullah saw, yakni bai'at kepada Khalifah Allah, Imam Mahdi (HR Ibnu Majah nomor 4084) dan mentaatinya dengan seizin Allah (An-Nisa 4:64/65), sebagai rasa syukur atas karunia Allah itu, agar Dia menambah nikmat-Nya (Ibrahim 14:7/8). Oleh karena itu, kita (yang ingin dinilai Allah sebagai orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) tentu harus bersikap pro-aktif dalam mencari kebenaran Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa ibnu Maryam yang dijanjikan Allah dan Rasulullah saw tentang kedatangannya itu, bukan sebaliknya.

(1) Jika saya menyatakan bahwa hadits tentang tiga anak Khalifah tidak perlu dipertimbangkan dengan alasan PERAWI LUPA, maka kita tidak usah memaksakannya untuk dijadikan sandaran, karena tidak ada yang bisa kita harapkan dari sesuatu hal yang tidak dia ingat / lupa. Meskipun demikian, masih ada bagian (frase akhir) dari hadits tersebut yang ditegaskan oleh PERAWI yang sama, karena dia TIDAK LUPA, yang dapat dijadikan sandaran, yakni bahwa (a) Rasulullah saw memerintahkan agar umat Islam bai'at kepada Imam Mahdi (b) walaupun harus merangkak di atas salju (mengisyaratkan domisili Imam Mahdi dekat salju), karena (c) Imam Mahdi adalah Khalifah Allah (frase akhir dari HR Ibnu Majah 4084), sehingga bagian akhir hadits ini masih bisa digunakan.
yah...anda akan menolak bagian 3 anak khalifah dan pasti menerima bagian akhir hadits,sedangkan hadits tersebut adalah satu kesatuan utuh yg tak dapat dipisah kecuali keinginan yg tak rasional.sedangkan nubuat dalam hal apapun HARUS dipenuhi bulat 100.apabila 0.5% tidak terpenuhi maka nubuat tersebut adalah kegagalan namun bisa dipaksakan melalui klaim sepihak.

Saya dengan hormat meminta anda untuk menfasirkan Jumuah (nubuat ganda) dengan bagian lain dari Al Quran jika anda termasuk orang yang benar.Termasuk didalamnya sosok AHMAD berdasarkan kitab terdahulu.


@Kedunghalang wrote:Terlebih lagi bagian akhir hadits ini diperkuat oleh ayat suci Al Quran (An-Nur 24:55/56) yang mengandung kalimat Istikhlaf dan mengisyaratkan:
(i) Khalifah Allah, Imam Mahdi akan datang pada tahun 1305 Hijrah.
(ii) Khalifah Allah, Imam Mahdi dipilih dan dijadikan Allah dalam memenuhi janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh.
(iii) Menjadikan Khalifah di bumi adalah Sunnatullah (adat kebiasaan Allah sejak Nabi Adam as s/d Nabi Muhammad saw dst hingga kiamat).
(iv) Khalifah Allah, Imam Mahdi dijadikan Allah agar Dia meneguhkan bagi mereka (orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) agama mereka yang telah Dia ridhai bagi mereka (maksudnya meneguhkan pemahaman mereka terhadap implementasi syari'at/agama Islam dalam kehidupan yang senantiasa berubah dan berkembang).
(v) Khalifah Allah, Imam Mahdi dijadikan Allah agar Dia menggantikan ketakutan/kekhawatiran mereka dengan keamanan/ketenteraman sehingga mereka tetap menyembah Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan siapapun dan apapun.
point 2-5 tidak sayah permasalahkan.karena inti pembahasan adalah point 1.

@Kedunghalang wrote:Berdasarkan ayat suci Al Quran dan hadits tersebut, jika bukan HMG Ahmad as dari Qadian, India, adakah orang lain yang berdomisili dekat salju (Pegunungan Himalaya / Alpen), pada tahun 1305 Hijrah mendakwakan diri diutus/dijadikan Allah sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi?
sayah katakan ada syarat untuk menjadi khalifah/al mahdi dan salah satunyah adalah 3 anak khalifah.

@Kedunghalang wrote:(2) Ketika saya menyatakan bahwa, karena keterbatasan kemampuan, saya belum pernah melihat Kitab Tarikh Imam Al Bukhari karena di dalamnya ada hadits tentang kedatangan Imam Mahdi dari India yang namanya AHMAD, seharusnya anda (sebagai umat Islam yang mengharapkan Karunia Allah dan menunggu-nunggu Imam Mahdi, Khalifah Allah yang dijanjikan Allah kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) bersikap pro-aktif mencari sendiri Kitab Tarikh tersebut, bukan sebaliknya ingin disuapi melulu. Saya sendiri sudah mempercayai hadits itu karena sesuai dengan ayat suci Al Quran (Ash-Shaf 61:6/7) dan sudah terjadi.
owh..sayah justru berdiri disini untuk mengajak umat islam lebih kritis dan tidak secara mentah menelan meskipun itu dikabarkan sebagai hadits shohih.Sayah menolak penawaran anda untuk berkata setuju terhadap hadits tersebut karena BUKAN TRADISI Imam Al Bukhari dalam meriwayatkan suatu hadits tanpa menampilkan sanad dan perawinya.

@Kedunghalang wrote:Berdasarkan ayat suci Al Quran dan Hadits tersebut, jika bukan HMG Ahmad as dari Qadian, India, adakah orang lain yang berasal dari India, namanya AHMAD, pada tahun 1305 Hijrah mendakwakan diri diutus/dijadikan Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifah Allah?
pembuktian akan kita lakukan ketika uda memasuki tadzkirah.

@Kedunghalang wrote:(3) Begitupula, ketika saya menyatakan bahwa HMG Ahmad as pernah menulis bahwa beberapa nenek moyang beliau as dari pihak ibu adalah keturunan Siti Fatimah Az-Zahra binti Muhammad saw. Dan, saya juga menyatakan bahwa saya belum pernah melihat dokumen autentik tentang nasab ibunya HMG Ahmad as, seharusnya anda (sebagai umat Islam yang mengharapkan Karunia Allah dan menunggu-nunggu Imam Mahdi, Khalifah Allah yang dijanjikan Allah kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh) bersikap pro-aktif mencari dokumen autentik tentang nasab ibunya HMG Ahmad as, kecuali jika anda tidak mau menjadi orang Islam yang beriman dan beramal shaleh, sampai-sampai berani menyatakan di luar Islam kepada mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadat.
Kita hidup di jaman yang asing.Kepercayaan menjadi tipis dan atas nama agama seseorang dapat menjadi budak hawa nafsu.Rasulullah Muhammad berpesan untuk selalu berpikir kritis dan berpegang pada Al Quran wal hadits.
Untuk itulah..sayah ingin menguji keotentikan nasab mga berdasarkan hadits rasulullah Muhammad.

Menjadi beriman dan beramal sholeh tidak berarti HARUS menerima mga sbg khalifah.Kalimat syahadat bagi mereka yang syah katakan di luar Islam adalah bagaimana mereka memahami LAA dan Al Ahzab 40.

@Kedunghalang wrote:Bagi saya, pengakuan HMG Ahmad as bahwa beberapa nenek moyang dari pihak ibu beliau as adalah keturunan Siti Fatimah Az-Zahra binti Muhammad saw sudah cukup. Alasannya adalah banyak tanda-tanda lain yang mendukung pendakwaan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud & Nabi Ummati sebagai penggenapan nubuatan-nubuatan dalam Al Quran dan Hadits. Lagi pula, Allah Yang Mahakuasa memiliki hak prerogatif untuk menjadikan Khalifah-Nya di bumi dalam memenuhi janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:55/56). Allah tidak memberikan mandat kepada manusia untuk menentang Khalifah-Nya.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None
Anda berhak melakukan perbuatan/amaliah sesuai keyakinan anda tetapi kembali sayah katakan bahwa nubuat mga yg diklaim berdasarkan AL Quran dan AL Hadits adalah tidak terpenuhi.

Kasihilah musuhmu...sangat bibeliah.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Thu May 10, 2012 10:59 am

@Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
3.anda belum menyampaikan pandangan tentang:
Pendapat Mirza Ghulam Ahmad sendiri dalam Kitab Tuhfah Baghdad sebagai berikut:
Nabi telah berkata: Tidak ada Nabi sesudahku (kata Mirza); Allah menyebut Nabi Muhammad dengan Khataman Nabiyin, karenanya dari manakah akan lahir seorang Nabi sesudahnya. (Tuhfah Baghdad).

Dari kata-kata yang tercantum dalam dokumen yang anda scan, saya sudah memahami bahwa dokumen itu tidak berasal dari Jemaat Ahmadiyah, melainkan dari para penentang. Oleh karena itu, saya menasihatkan kepada anda agar tidak membahas dokumen tentang Ahmadiyah yang bukan dari Jemaat Ahmadiyah, karena anda akan mendapat informasi yang keliru bahkan bertentangan dengan aslinya.

Contoh: "kata Mirza" tidak pernah digunakan oleh Jemaat Ahmadiyah, melainkan "sabda Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as atau HMG Ahmad as".

Wassalam.
Love for All, Hatred for None
Jika demikian,apakah kitab Tuhfah Baghdad apakah termasuk kitab umat qadian?

wassalam


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Thu May 10, 2012 11:10 am

@Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
Kesempurnaan islam sebagai agama TIDAK MEMBUTUHKAN nabi baru meski diartikan kiasan/bayangan. Dan faham tentang kenabian mga berada di luar islam oleh karena itu saya pikir dan mencapai kesimpulan bahwa qadian adalah agama baru di luar islam meski selalu membawa perangkat islam.
Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru? Tidak ada nabi baru dalam Jemaat Ahmadiyah, melainkan nabi ummati (An-Nisa 4:69/70) sebagai kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan Nabi Muhammad saw (Ash-Shaf 61:6/7 & Al Jumu'ah 62:3/4), jika anda menolak kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan, apakah anda tidak percaya kepada firman Allah Yang tidak segan membuat perumpamaan sekecil nyamuk (Al Baqarah 2:26/27)? Apakah anda tidak percaya kepada sabda Rasulullah saw yang menyatakan bahwa mereka yang berpegang teguh kepada enam rukun iman dan mengamalkan empat rukun Islam, termasuk mengucapkan dua kalimah syahadat adalah orang Islam (HR Bukhari/Muslim)? Apakah anda merasa setara dengan Allah Yang Maha Memiliki semua Agama dan Hari Pembalasan (Al Fatihah 1:4) sehingga berani menyebut agama qadian sebagai agama baru setelah Islam?
sayah bisa menerima adanya nabi bayangan jika Allah menjelaskan secara jelas dan gamblang di Al Quran.Tiadanya penjelasan tersebut ditambah sejumlah hadits bahwa tiada nabi setelah nabi Muhammad,bukankah nabi bayangan adalah sebuah ilusi?
Tidak ada yg terkait antara kiasan nyamuk dengan kenabian dalam hal ini.Berulang sayah katakan bahwa Ash Shaf dan Al Jum'at sama sekali tidak memuat nubuat mga..hanya persamaan kata AHMAD aja yg menjadikan klaim nabi bayangan itu ada.

@Kedunghalang wrote:
@Abu Hanan wrote:
Mengapa Allah tidak menyampaikan wahyu kepada Imam Ahmad atau Syeh Ahmad Yasin? Saya bertanya pada anda, wahyu dalam hal apakah yang harus disampaikan Allah kepada beliau - semoga Allah merahmati keduanya- ??
Pertanyaan anda harus disampaikan kepada Allah Al Mutakallim, karena saya bukan Tuhan, melainkan seorang hamba-Nya.
Pertanyaan sayah,dalam hal apakah Allah mewahyukan seseorang agar wahyu tersebut bisa menjadi wahyu yang ditulis sebagaimana Al Quran??sedangkan wahyu yang diterima lebah dan ibunda nabi Musa pun merupakan wahyu suci dari Allah.

@Kedunghalang wrote:
@Abu Hanan wrote:
Bukankah sayah dan anda telah sepakat bahwa wahyu syariat telah tertutup tetapi wahyu non syariat (termasuk kebenaran mimpi) masih berlangsung?
Ya, saya masih sepakat, dalam arti bahwa wahyu syari'at/agama baru tidak akan ada lagi karena telah tertutup rapat-rapat, sehingga nabi-nabi yang membawa syari'at / agama baru pun tidak akan ada lagi karena telah tertutup rapat-rapat. Inilah yang dimaksud Khaataman-Nabiyyiin. Tetapi, wahyu non-syari'at (termasuk kebenaran mimpi dan wahyu nubuatan yang akan memelihara/meneguhkan pemahaman implementasi syari'at/agama Islam yang ada dalam Al Quran) masih terus berlangsung sampai kiamat, karena hal ini adalah Sunnatullah.
Dan wahyu yg diterima mga adalah wahyu non syariat tetapi dengan adanya klaim nabi bayangan menjadikan wahyu non syariat itu menjadi wahyu syariat dengan sendirinya.

@Kedunghalang wrote:
@Abu Hanan wrote:
Wahyu berupa perintah untuk mendakwahkan diri sebagai khalifah? Semua manusia di bumi dari nabi Adam hingga manusia terakhir adalah khalifah tanpa wahyu, menjadi khalifah secara otomatis.
Pemahaman seperti itu tidak benar, karena hanya orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh saja yang berpeluang untuk dijadikan Allah sebagai Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56), sedangkan manusia yang merusak bumi, seperti para penjahat (koruptor, pembunuh, pemerkosa, pencuri, perusak lingkungan dlsb) tidak berpeluang menjadi Khalifah.
Semua manusia adalah khalifah (sesuai wahyu dasar,fitrah) kemudian ada pilihan tetap menjadi khalifah atau menzalimi diri sendiri.Seharusnyah anda paham akan hal itu.

@Kedunghalang wrote:
@Abu Hanan wrote:
Wahyu berupa perintah untuk mendakwahkan diri sebagai Al Mahdi? Ada syarat yg harus terpenuhi. Salah satu adalah silsilah yang jelas bersambung dan sampai pada Fatimah binti Muhammad. Dan anda belum menjawab silsilah mga kecuali perkataan mga bahwa nenek moyang mga adalah keturunan fatimah binti muhammad.
Menurut Rasulullah saw, Imam Mahdi adalah Khalifah Allah, maka syarat utamanya adalah orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh yang penilaian akhirnya kembali kepada Allah (An-Nur 24:55/56), bukan kepada manusia. Karena Allah Pemilik karunia besar Yang memberikan karunia-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki (Al Jumu'ah 62:4/5), maka jika anda menginginkan dan menunggu karunia Allah dimaksud, anda harus mencari / mengeksplorasi (bukan menolak) silsilah nenek moyang HMG Ahmad as dari pihak ibunya yang keturunan Siti Fatimah Az-Zahra (binti Muhammad saw) ra. Tanda-tanda orang beriman dan beramal shaleh adalah saling menasihati tentang kebenaran dengan kesabaran dan kasih sayang (Al Ashr & Al Balad), bukan menolak Imam Mahdi atau para pendakwa Imam Mahdi, karena jika para pendakwa itu berbohong, maka Allah sendiri yang akan mengambil tindakan terhadap mereka (Al Haaqqah 69:42/43-46/47), bukan manusia.
Seharusnya kalangan Qadian yang mengeksplorasi dan lebih kritis bukan bersikap mentah2 menerima pernyataan nenek moyang mga.Masalah kebohongan tetap akan kita bahas di sesi berikutnyah.

@Kedunghalang wrote:
@Abu Hanan wrote:
Wahyu berupa perintah sebagai Nabi Bayangan? Saya sudah kemukakan di depan. Tafsir kata LAA dari laa ilaha illallah dan saya tidak merasa perlu untuk mengulang di bagian ini.
Ya, tidak perlu diulang, karena pemahaman seperti itu akan mempersempit dan menutup karunia Allah. Karena nabi bayangan atau nabi ummati itu sama dengan Imam Mahdi, Khalifah Allah, maka Allah Al Mutakallim akan memenuhi janji-Nya kepada orang beriman dan beramal shaleh dengan menganugerahkan Nikmat/Karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Al Jumu'ah 62:4/5).

Wassalam.
Love for All, Hatred for None
Sampai disini sudah jelas bagi sayah dan semoga Allah berkenan menjelaskan kepada para pembaca diskusi ini,siapa yang sebenarnya membela Allah dan RasulNya.

wassalam


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Thu May 10, 2012 7:06 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
yah...anda akan menolak bagian 3 anak khalifah dan pasti menerima bagian akhir hadits,sedangkan hadits tersebut adalah satu kesatuan utuh yg tak dapat dipisah kecuali keinginan yg tak rasional.sedangkan nubuat dalam hal apapun HARUS dipenuhi bulat 100.apabila 0.5% tidak terpenuhi maka nubuat tersebut adalah kegagalan namun bisa dipaksakan melalui klaim sepihak.

Menurut saya yang tak rasional itu adalah jika kita meyakini suatu riwayat dalam hadits yang perawinya tidak mengingatnya/lupa. Sebaliknya mempercayai suatu pesan Rasulullah saw dalam hadits yang perawinya ingat/tidak lupa, inilah yang masuk akal atau rasional. Tetapi, jika anda memilih yang pertama, silahkan saja, para pembaca bisa menilainya.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Thu May 10, 2012 7:19 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
Saya dengan hormat meminta anda untuk menfasirkan Jumuah (nubuat ganda) dengan bagian lain dari Al Quran jika anda termasuk orang yang benar.Termasuk didalamnya sosok AHMAD berdasarkan kitab terdahulu.

@Abu Hanan wrote:
sayah bisa menerima adanya nabi bayangan jika Allah menjelaskan secara jelas dan gamblang di Al Quran.Tiadanya penjelasan tersebut ditambah sejumlah hadits bahwa tiada nabi setelah nabi Muhammad,bukankah nabi bayangan adalah sebuah ilusi?
Tidak ada yg terkait antara kiasan nyamuk dengan kenabian dalam hal ini.Berulang sayah katakan bahwa Ash Shaf dan Al Jum'at sama sekali tidak memuat nubuat mga..hanya persamaan kata AHMAD aja yg menjadikan klaim nabi bayangan itu ada.

Ya, insya-Allah saya akan jelaskan ketika saya memiliki waktu yang lebih luang agar penjelasan lebih komprehensip. Tetapi, mohon dijawab dulu pertanyaan-pertanyaan saya yang dibold berikut ini:

@Kedunghalang wrote:
Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru? Tidak ada nabi baru dalam Jemaat Ahmadiyah, melainkan nabi ummati (An-Nisa 4:69/70) sebagai kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan Nabi Muhammad saw (Ash-Shaf 61:6/7 & Al Jumu'ah 62:3/4), jika anda menolak kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan, apakah anda tidak percaya kepada firman Allah Yang tidak segan membuat perumpamaan sekecil nyamuk (Al Baqarah 2:26/27)? Apakah anda tidak percaya kepada sabda Rasulullah saw yang menyatakan bahwa mereka yang berpegang teguh kepada enam rukun iman dan mengamalkan empat rukun Islam, termasuk mengucapkan dua kalimah syahadat adalah orang Islam (HR Bukhari/Muslim)? Apakah anda merasa setara dengan Allah Yang Maha Memiliki semua Agama dan Hari Pembalasan (Al Fatihah 1:4) sehingga berani menyebut agama qadian sebagai agama baru setelah Islam?

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Thu May 10, 2012 11:55 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
point 2-5 tidak sayah permasalahkan.karena inti pembahasan adalah point 1.
Masalah (i) Khalifah Allah, Imam Mahdi akan datang pada tahun 1305 Hijrah ada pada anda sendiri sebagaimana anda akui sendiri:
@Abu Hanan wrote:
saya tidak mempermasalahkan numerik huruf arab karena saya lemah di ilmu hitung/matematika.

@Abu Hanan wrote:
Menjadi beriman dan beramal sholeh tidak berarti HARUS menerima mga sbg khalifah.
Menurut Al Quran (An-Nur 24:55/56) menjadikan Khalifah itu adalah penyempurnaan janji Allah kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh. Maka, pada pandangan Allah, Jemaat Islam yang dipimpin oleh Khalifah sangat berpeluang terdiri dari orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh.

@Abu Hanan wrote:
Kalimat syahadat bagi mereka yang sayah katakan di luar Islam adalah bagaimana mereka memahami LAA dan Al Ahzab 40.
Tidak ada ayat suci Al Quran atau Hadits yang mendukung bahwa perbedaan memahami kata LAA dan Al Ahzab 33:40/41 akan membuat mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadat ke luar dari Islam.

@Abu Hanan wrote:
Jika demikian,apakah kitab Tuhfah Baghdad apakah termasuk kitab umat qadian?
Tuhfa Baghdad itu adalah satu dari 86 buku & selebaran yang ditulis HMG Ahmad as dan dikompilasi dalam Ruhani Khazain (Khazanah Ruhani) Volume 7. Jika anda tertarik untuk melihat yang aslinya, silahkan browsing: http://www.alislam.org/urdu/rk/

@Abu Hanan wrote:
Pertanyaan sayah, dalam hal apakah Allah mewahyukan seseorang agar wahyu tersebut bisa menjadi wahyu yang ditulis sebagaimana Al Quran??sedangkan wahyu yang diterima lebah dan ibunda nabi Musa pun merupakan wahyu suci dari Allah.
Sebaiknya anda teliti semua karya tulis Imam Ahmad bin Hambal dan Ahmad Yasin, lalu cari apakah di dalamnya ada pengakuan menerima wahyu dari Allah. Yang saya ketahui, Imam Ahmad bin Hambal pernah mengaku menerima wahyu dari Allah, beliau menulis: "Pada malam itu saya menyaksikan suatu suara yang mengatakan, 'Wahai Ahmad, bersukacitalah engkau, Allah telah mengampunimu, karena engkau telah menjalankan Sunnah Nabi dan Dia telah menjadikan engkau Imam. Engkau akan diikuti.' Aku bertanya, 'Siapakah engkau?' Jawabnya: 'Jibril'." (Kitabusy-Syifaa Li al-Qaadhi'iyah, Juz II, hal.13). Tapi, sayang sekali, saya tidak pernah membaca karya-karya tulis Ahmad Yasin.

@Abu Hanan wrote:
Dan wahyu yg diterima mga adalah wahyu non syariat tetapi dengan adanya klaim nabi bayangan menjadikan wahyu non syariat itu menjadi wahyu syariat dengan sendirinya.
Nabi bayangan Rasulullah saw itu adalah nabi yang melaksanakan syari'at Islam/Al Quran yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70) atau Fana-fi-Rasul. Jadi, wahyu Allah yang diterima HMG Ahmad as adalah wahyu non-syari'at, tetapi jika ada wahyu syari'at yang beliau as terima, maka sudah pasti wahyu itu adalah wahyu syari'at Islam/Al Quran, bukan syari'at baru yang bertentangan dengan Al Quran.
Contoh: Khawajah Miir Dard dalam karya tulisnya "Ilmu al-Kitab" mengaku pernah menerima wahyu Allah dalam Al Quran, yang persis dengan Surah Al Maidah 5:50/51, Asy-Syu'ara 26:214/215 dan An-Naml 27:70/71 dan 81/82.

@Abu Hanan wrote:
Semua manusia adalah khalifah (sesuai wahyu dasar, fitrah) kemudian ada pilihan tetap menjadi khalifah atau menzalimi diri sendiri. Seharusnyah anda paham akan hal itu.

Pemahaman seperti itu tidak didukung oleh ayat suci Al Quran, bahkan bertentangan dengan ayat suci Al Quran (An-Nur 24:55/56). Khalifah itu dipilih dan dijadikan Allah dari antara orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh. Orang yang menzalimi diri sendiri tidak berpeluang menjadi Khalifah, kecuali jika dia bertobat dan hijrah. Kemudian dia menjadi Khaatamal Muhajjirin, seperti Umar bin Khaattab ra. Tadinya beliau ra seorang yang sangat memusuhi Rasulullah saw, tetapi berkat doa Rasulullah saw, beliau ra hijrah dan memeluk agama Islam. Kemudian Allah menjadikan beliau ra sebagai Khalifah Rasulullah saw menggantikan Abu Bakar Shiddiq ra.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Fri May 11, 2012 10:33 am

@Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
point 2-5 tidak sayah permasalahkan.karena inti pembahasan adalah point 1.
Masalah (i) Khalifah Allah, Imam Mahdi akan datang pada tahun 1305 Hijrah ada pada anda sendiri sebagaimana anda akui sendiri:
@Abu Hanan wrote:
saya tidak mempermasalahkan numerik huruf arab karena saya lemah di ilmu hitung/matematika.
owh..karena sayah tidak menguasai dan tidak memiliki kemampuan berhitung lantas anda menilai sayah setuju dengan 1305 H?
sayah tidak membantah bukan berarti sayah menyetujui karena sayah gak punya kemampuan dari sisi hitungan numerik.Sayah akan menjadi bodoh jika membantah berdasarkan sesuatu yang tidak sayah ketahui atau sayah pahami.Jangankan hitungan 1305 H,yang lebih besar dari itu semisal kunci angka 19 pun sayah tidak paham cara hitungnyah hingga sekarang.

Dalam banyak kesempatan,sayah menghindari numerik huruf arab ketika membahas al quran.

Anda telah mengetahui pola terbaik tafsir quran adalah bil quran.
Sayah hanya menyarankan ujilah angka 1305 H melalui bagian lain dari al quran.yang ayat atau isinya juga bernada dan berpesan sama bahwa di tahun 1305 H akan muncul al mahdi.

Mengapa?Karena al quran adalah kesatuan yg bulat dan utuh sehingga akan menjadi timpang apabila anda mentafsirkan 1305 H dari satu sisi saja.

wassalam


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Fri May 11, 2012 10:44 am

@Kedunghalang wrote:
Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru? Tidak ada nabi baru dalam Jemaat Ahmadiyah, melainkan nabi ummati (An-Nisa 4:69/70) sebagai kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan Nabi Muhammad saw (Ash-Shaf 61:6/7 & Al Jumu'ah 62:3/4), jika anda menolak kiasan/bayangan/cerminan/perumpamaan, apakah anda tidak percaya kepada firman Allah Yang tidak segan membuat perumpamaan sekecil nyamuk (Al Baqarah 2:26/27)?
sebaiknyah anda melihat konteks ayat mengapa allah menggunakan nyamuk sebagai kiasan dan dalam hal apakah?
apabila mga adalah nabi bayangan yang berasal dari umat islam,sayah bertanya apa tugas dan fungsi nabi bayangan tersebut?
apabila mga adalah "ahmad" yang kedua dari 2 ayat diatas (shaf dan jumat) mengapa bernama mga bin bapaknya bukan ahmad bin abdullah?
mengapa lahir di india bukan di mekkah?
mengapa bukan termasuk suku quraisy?
mengapa tadzkirah tidak diturunkan dalam bahasa arab?
sayah tidak menginginkan suatu jawaban yang akhirnya membawa persepsi sayah menentang keputusann allah.Sejauh yang sayah kenal dan mengenal allah,Dia selalu menempatkan "afalaa ta'qilun" dan "afala yatafakkarun"..Dia menekankan logika ilmiah atau kecerdasan akal dan moral bagi manusia untuk menuju Dia.


@Kedunghalang wrote:
Apakah anda tidak percaya kepada sabda Rasulullah saw yang menyatakan bahwa mereka yang berpegang teguh kepada enam rukun iman dan mengamalkan empat rukun Islam, termasuk mengucapkan dua kalimah syahadat adalah orang Islam (HR Bukhari/Muslim)? Apakah anda merasa setara dengan Allah Yang Maha Memiliki semua Agama dan Hari Pembalasan (Al Fatihah 1:4) sehingga berani menyebut agama qadian sebagai agama baru setelah Islam?
sayah menjawab.
Enam rukun iman apakah termasuk mga sebagai nabi?apakah sayah harus mengulang argumen untuk menyatakan kenabian mga adalah perkara batal?

Sayah sudah barang tentu bukan tandingan Allah karena sayah hamba yang hina tetapi Allah memberi Al Quran dan Al HAdits untuk menjalankan misi menegakkan islam di muka bumi.2 perkara (al quran dan sunnah) itulah yang mendasari pemikiran sayah bahwa qadian adalah agama baru di luar islam selama masih menempatkan mga di wilayah kenabian baik secara harfiah maupun kiasan.



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

an nuur 55-56

Post by abu hanan on Fri May 11, 2012 4:38 pm

kedung halang wrote:Menurut Al Quran (An-Nur 24:55/56) menjadikan Khalifah itu adalah penyempurnaan janji Allah kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh. Maka, pada pandangan Allah, Jemaat Islam yang dipimpin oleh Khalifah sangat berpeluang terdiri dari orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh.
Allah berjanji kepada umat Islam jika muslim benar dalam iman-islam dan ihsan maka uamt islam akan dijadikan penguasa yang menegakkan hukum Allah di muka bumi dan janji berlaku bagi orang-orang yg mematuhi Allah dan RasulNya.Dan sang khalifah (ketika khilafah dan kemenangan telah dilimpahkan Allah pada kaum muslim) juga berasal dari keturunan Quraisy.Dalam skala kecil tiap orang yang beriman adalah khalifah dan keadaan tersebut sesuai dengan tujuan manusia diciptakan.Beralih ke skala lebih besar -jika masa itu tiba- maka sang khalifah adalah berdasarkan syarat dan tanda yang dimuat oleh banyak hadits.Salah satunya adalah hadits Imam Muslim yang diriwayatkan Ibnu Jamurah.



Dari sisi ini,sangat mengherankan jika ada pihak yang menjadikan seseorang sebagai yg pertama dianugerahi keutamaan dalam menjalankan dakwah.

Sebaiknya anda memberi klarifikasi atas apa yang dimaksud dengan nabi yang melaksanakan syariat islam.

Kemudian Dan kenabianku, yakni mukaalamah-mukhaathabah Ilahiyah adalah bayangan dari kenabian Rasulullah saw dan tanpa itu kenabianku tiada artinya." (Tajalliyati Ilahiyyah / Penampakan Kebesaran Tuhan, hal. 38-39)

Perkataan mga diatas merupakan kenyataan yg bertentangan dengan sabda nabi Muhammad yang menyatakan batu terakhir yg menutup suatu bangunan....
Dan hadits tersebut bukanlah pelecehan justru ketika ada pihak yang menyatakan bahwa nabi muhammadlah yang mendirikan bangunan maka bagaimana tafsir dari batu terakhir yg menutup bangunan dan sosok yang disebutkan sebagai batu adalah aku (pembicara/nabi Muhammad) ?

Memang tiada manusia pun yang dapat mencampuri wewenang Allah dan dalam ha ini adalah sosok siapa al mahdi.Tetapi Allah,melalui berbagai hadits,memberi isyarat atau pertanda bahwa seseorang yang dapat diberi baiat oleh umat islam sebagai khalifah merangkap al mahdi adalah;
1.keturunan Fatimah binti Muhammad
2.memiliki nama ;Muhammad bin Abdullah
3.keturunan quraisy
4.silsilah lengkap dan dapat dibuktikan secara ilmiah bersambung hingga datuk,nabi Muhammad saw.
5.anda dapat membaca dari keterangan selain dari uraian sayah.

Orang pertama yang lebih pantas mendapat kenikmatan tertinggi diluar nabi Muhammad adalah Abu Bakr ra dan terus menerus pada generasi sahabat.Imam madzhab pun telah menmperoleh kenikmatan seperti yg telah djanjikan An Nisa 69/70.
Apabila sayah memberikan baiat sedangkan sayah pada saat yang sama juga mengingkari ayat dan hadits lainnyah,maka sayah bertanya pada banyak orang,betulkah islam telah menerima sebagian dan menolak sebagian?




untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

korelasi LAA dengan Al Ahzab 40

Post by abu hanan on Fri May 11, 2012 5:04 pm

kedung halang wrote:Tidak ada ayat suci Al Quran atau Hadits yang mendukung bahwa perbedaan memahami kata LAA dan Al Ahzab 33:40/41 akan membuat mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadat ke luar dari Islam.
Laa ilaaha illallahu = LAA (lam alif) yg meniadakan mutlak sehingga membawa konsekuensi bahwa Muhammad-ar-Rasulullah = satu2nyah nabi di dalam islam (sbg nama agama,bukan konsep atow ajaran).yg bermaksud bahwa tiada nabi selain muhammad.dari nabi adam hingga nabi isa tetaplah nabi,kata LAA bukan meniadakan kenabian sebelum nabi muhammad tetapi di tubuh ISLAM (masa al quran) HANYA beliow lah yg the only one.
hal ini uda ditegaskan rasulullah saw bahwa andaikata musa hidup di masa kenabian beliow(nabi muhammad) maka musa WAJIB makmum pada beliow (nabi muhammad).
LAA ini sewajarnya juga difahami dari sisi nabi Muhammad bahwa tiada nabi setelah aku dan akulah satu-satunya nabi. hanya allah satu2nya tuhan dan akulah (nabi muhammad) satu2nya nabi dan utusan.

LAA jika diartikan dari satu sisi bahwa hanya terkait dengan frasa tiada tuhan selain Allah tetap akan membawa ke arah sosok yang melakukan proklamasi tersebut.
Suatu konsekuensi logis dari arti penghambaan.Pemahaman itu akan dapat lebih mudah dimengerti ketika anda berada di lingkungan al ahzab 40.

Khataman nabiyyin berarti segel,akhir,tutup yang berarti kata nabi yang disandang seseorang baik harfiah maupun kiasan atau metaphor adalah bernilai nil.Bahkan akan menjadi rancu ketika ada yang mengartikan sebagai penghias.Khat dengan huruf خ dengan sendirinya secara etimologi menyatakan dengan keras.Maksud sayah,pilihan kata khatam dengan menggunakan خ berarti menyegel dengan keras atau menutup dengan keras dalam hal ini menutup dengan rapat tanpa celah atau kebocoran pada tutupnya.

inilah LAA yg sayah kamsutkan,suatu intisari dari ribuan ayat suci dan hadits2 suci.dan itu pula,sayah katakan pada anda,boleh jadi ada kemungkinan mga telah mencapai derajat rohani yg tinggi setelah melalui proses kasyaf dan keadaan yang sama pula dapat dicapai oleh milyaran muslim dan sayah ambil contoh pada sosok Imam Ahmad bin Hambal.Beliau sebagaimana hal mga juga memperoleh wayu (berdasarkan data dari anda) tetapi pula beliau tidak gegabah menyatakan diri sebagai khalifah maupun al mahdi.
Saya tegaskan bahwa nabi dalam arti metafora atau bayangan atau kiasan yang bagaimana yang dimaksud oleh mga?

wassalam...


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Fri May 11, 2012 8:06 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
@Abu Hanan wrote:
owh..karena sayah tidak menguasai dan tidak memiliki kemampuan berhitung lantas anda menilai sayah setuju dengan 1305 H?
sayah tidak membantah bukan berarti sayah menyetujui karena sayah gak punya kemampuan dari sisi hitungan numerik.Sayah akan menjadi bodoh jika membantah berdasarkan sesuatu yang tidak sayah ketahui atau sayah pahami.Jangankan hitungan 1305 H,yang lebih besar dari itu semisal kunci angka 19 pun sayah tidak paham cara hitungnyah hingga sekarang.

Dalam banyak kesempatan,sayah menghindari numerik huruf arab ketika membahas al quran.
Saya tidak menilai, melainkan hanya menyatakan bahwa permasalahan anda setuju atau tidak bahwa (i) Khalifah Allah, Imam Mahdi akan datang pada tahun 1305 Hijrah, berdasarkan isyarat dalam jumlah nilai-nilai huruf kalimat ISTIKHLAF terletak pada anda sendiri, karena sesuai pengakuan, anda lemah dalam ilmu hitung/matematika. Oleh karena itu, saya menasihatkan kepada anda perkuatlah ilmu hitung/matematika anda, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai huruf Arab Al Quran, agar dapat memahami rahasia-rahasia ilmu Al Quran dari sisi nilai-nilai hurufnya.

@Abu Hanan wrote:
Anda telah mengetahui pola terbaik tafsir quran adalah bil quran.
Sayah hanya menyarankan ujilah angka 1305 H melalui bagian lain dari al quran yang ayat atau isinya juga bernada dan berpesan sama bahwa di tahun 1305 H akan muncul al mahdi.

Mengapa? Karena al quran adalah kesatuan yg bulat dan utuh sehingga akan menjadi timpang apabila anda mentafsirkan 1305 H dari satu sisi saja.
Kalau begitu, anda pun menafsirkan Khaataman-Nabiyyin yang hanya diartikan sebagai nabi terakhir atau penutup sekalian nabi juga timpang dong, karena kata Khaataman-Nabiyyin hanya ada dalam satu ayat suci Al Quran saja, yakni dalam Al Ahzab 33:40/41. Padahal, jika diartikan sebagai penutup sekalian nabi saja, tidak ada ayat lain dalam Al Quran yang mendukungnya, bahkan Surah An-Nisa 4:69/70 dan Al A'Raf 7:35/36 masih membuka peluang akan datangnya nabi/rasul, dari antara umat Nabi Muhammad saw.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None


Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Fri May 11, 2012 8:35 pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
sebaiknyah anda melihat konteks ayat mengapa allah menggunakan nyamuk sebagai kiasan dan dalam hal apakah?
apabila mga adalah nabi bayangan yang berasal dari umat islam,sayah bertanya apa tugas dan fungsi nabi bayangan tersebut?
apabila mga adalah "ahmad" yang kedua dari 2 ayat diatas (shaf dan jumat) mengapa bernama mga bin bapaknya bukan ahmad bin abdullah?
mengapa lahir di india bukan di mekkah?
mengapa bukan termasuk suku quraisy?
mengapa tadzkirah tidak diturunkan dalam bahasa arab?
sayah tidak menginginkan suatu jawaban yang akhirnya membawa persepsi sayah menentang keputusann allah.Sejauh yang sayah kenal dan mengenal allah,Dia selalu menempatkan "afalaa ta'qilun" dan "afala yatafakkarun"..Dia menekankan logika ilmiah atau kecerdasan akal dan moral bagi manusia untuk menuju Dia.
Maaf, uraian anda tidak menjawab pertanyaan saya yang dibold:
Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru?

@Abu Hanan wrote:
sayah menjawab.
Enam rukun iman apakah termasuk mga sebagai nabi?apakah sayah harus mengulang argumen untuk menyatakan kenabian mga adalah perkara batal?
Rukun Iman yang ke-4 adalah beriman kepada rasul-rasul Allah. Nabi Muhammad saw mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi itu utusan/rasul Allah (HR Ahmad bin Hambal). Sedangkan kenabian/kerasulan HMG Ahmad as hanyalah berdasarkan An-Nisa 4:69/70 atau Al A'raf 7:35/36. Apakah anda hendak membedakan keimanan anda kepada rasul yang satu dengan yang lainnya? Silahkan cermati dan renungkan kandungan Surah An-Nisa 150/151-151/152.

@Abu Hanan wrote:
Sayah sudah barang tentu bukan tandingan Allah karena sayah hamba yang hina tetapi Allah memberi Al Quran dan Al HAdits untuk menjalankan misi menegakkan islam di muka bumi.2 perkara (al quran dan sunnah) itulah yang mendasari pemikiran sayah bahwa qadian adalah agama baru di luar islam selama masih menempatkan mga di wilayah kenabian baik secara harfiah maupun kiasan.
Tidak ada ayat suci Al Quran maupun hadits yang memberi mandat kepada anda atau siapa pun untuk mengatakan dan/atau membuat agama baru. Sebaiknya, anda hentikan saja memikirkan dan mengatakan bahwa qadian adalah agama baru di luar Islam, karena kenabian HMG Ahmad as hanya berdasarkan An-Nisa 4:69/70 yang didukung oleh beberapa ayat suci Al Quran seperti Al A'raf 7:35/36, Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu'ah 62:3/4, Az-Zukhruf 43:57/58, An-Nur 24:55/56 serta hadits-hadits yang shahih wal mutawatir di antaranya HR Ibnu Majah 4084 & HR Ahmad bin Hambal.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 12, 2012 5:34 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Abu Hanan yang terhormat,

Sekali lagi saya menasihatkan kepada anda, sebaiknya anda hentikan saja memikirkan dan mengatakan bahwa qadian adalah agama baru di luar Islam, karena anda tidak diberi mandat oleh Allah atau pun Rasulullah saw.

Sebaliknya, kenabian HMG Ahmad as dianugerahkan Allah karena fana-fi-Rasul berdasarkan An-Nisa 4:69/70 yang didukung oleh beberapa ayat suci Al Quran seperti Al A'raf 7:35/36, Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu'ah 62:3/4, Az-Zukhruf 43:57/58, An-Nur 24:55/56 serta hadits-hadits yang shahih wal mutawatir dalah HR Bukhari, HR Muslim, HR Ibnu Majah 4084 & HR Ahmad bin Hambal dan banyak lagi.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 12, 2012 6:12 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
Allah berjanji kepada umat Islam jika muslim benar dalam iman-islam dan ihsan maka uamt islam akan dijadikan penguasa yang menegakkan hukum Allah di muka bumi dan janji berlaku bagi orang-orang yg mematuhi Allah dan RasulNya.Dan sang khalifah (ketika khilafah dan kemenangan telah dilimpahkan Allah pada kaum muslim) juga berasal dari keturunan Quraisy.Dalam skala kecil tiap orang yang beriman adalah khalifah dan keadaan tersebut sesuai dengan tujuan manusia diciptakan.
Apakah ada ayat suci Al Quran yang mendukung pernyataan anda itu?

@Abu Hanan wrote:Beralih ke skala lebih besar -jika masa itu tiba- maka sang khalifah adalah berdasarkan syarat dan tanda yang dimuat oleh banyak hadits.Salah satunya adalah hadits Imam Muslim yang diriwayatkan Ibnu Jamurah.

Dari sisi ini,sangat mengherankan jika ada pihak yang menjadikan seseorang sebagai yg pertama dianugerahi keutamaan dalam menjalankan dakwah.
Hadits yang anda tampilkan tidak merujuk kepada Khalifah Allah, Imam Mahdi (HR Ibnu Majah 4084) yang dianugerahi Nikmat Allah tertinggi yang disebutkan Allah dalam An-Nisa 4:69/70, melainkan tentang 12 Khalifah yang belum tergenapi.

@Abu Hanan wrote:
Sebaiknya anda memberi klarifikasi atas apa yang dimaksud dengan nabi yang melaksanakan syariat islam.

Kemudian "Dan kenabianku, yakni mukaalamah-mukhaathabah Ilahiyah adalah bayangan dari kenabian Rasulullah saw dan tanpa itu kenabianku tiada artinya." (Tajalliyati Ilahiyyah / Penampakan Kebesaran Tuhan, hal. 38-39)
Nabi yang melaksanakan syari'at Islam dengan sempurna sudah saya klarifikasi ketika menjelaskan tentang An-Nisa 4:69/70, jika anda memahami kata "ma'a" dalam ayat itu yang lebih tepat diartikan "termasuk di antara", ketimbang "bersama-sama".

@Abu Hanan wrote:
Perkataan mga diatas merupakan kenyataan yg bertentangan dengan sabda nabi Muhammad yang menyatakan batu terakhir yg menutup suatu bangunan....
Dan hadits tersebut bukanlah pelecehan justru ketika ada pihak yang menyatakan bahwa nabi muhammadlah yang mendirikan bangunan maka bagaimana tafsir dari batu terakhir yg menutup bangunan dan sosok yang disebutkan sebagai batu adalah aku (pembicara/nabi Muhammad)?
Menurut saya pernyataan HMG Ahmad as tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah saw, karena beliau as hanya sebagai tukang yang mengerjakan bangunan syari'at Islam atas perintah Arsitek, yakni Allah Yang Mahakuasa melalui utusan-Nya yang mulia, yakni Nabi Muhammad Rasulullah saw.

@Abu Hanan wrote:
Memang tiada manusia pun yang dapat mencampuri wewenang Allah dan dalam ha ini adalah sosok siapa al mahdi.Tetapi Allah,melalui berbagai hadits,memberi isyarat atau pertanda bahwa seseorang yang dapat diberi baiat oleh umat islam sebagai khalifah merangkap al mahdi adalah;
1.keturunan Fatimah binti Muhammad
2.memiliki nama ;Muhammad bin Abdullah
3.keturunan quraisy
4.silsilah lengkap dan dapat dibuktikan secara ilmiah bersambung hingga datuk,nabi Muhammad saw.
5.anda dapat membaca dari keterangan selain dari uraian sayah.
Bolehkan anda tampilkan haditsnya di sini? Apakah mereka mengaku mendapat mandat dari Allah untuk menerima bai'at dari umat Islam? Silahkan tampilkan di sini!

@Abu Hanan wrote:
Orang pertama yang lebih pantas mendapat kenikmatan tertinggi diluar nabi Muhammad adalah Abu Bakr ra dan terus menerus pada generasi sahabat.Imam madzhab pun telah menmperoleh kenikmatan seperti yg telah djanjikan An Nisa 69/70.
Apabila sayah memberikan baiat sedangkan sayah pada saat yang sama juga mengingkari ayat dan hadits lainnyah,maka sayah bertanya pada banyak orang,betulkah islam telah menerima sebagian dan menolak sebagian?
Menurut Rasulullah saw dan kenyataan sejarah Islam, Abu Bakar ra dan tiga orang sahabat ra yang menggantikan beliau ra adalah Khulafa-il-Mahdiyyin ar-Rasyidiin (HR Abu Daud), tetapi Allah menganugerahkan derajat shiddiq (Abu Bakar Shiddiq ra) sebagaimana Allah janjikan dalam An-Nisa 4:69/70. Allah juga menganugerahkan Nikmat-Nya seperti yang Dia janjikan dalam An-Nisa 4:69/70 kepada Imam-Imam Madzhab, tetapi tidak sampai kepada derajat nabi ummati dan mereka tidak mendapat mandat langsung dari Allah untuk menerima bai'at dari umat Islam, seperti yang diterima oleh Rasulullah saw dan Imam Mahdi as.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Kedunghalang on Sat May 12, 2012 6:47 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@Abu Hanan wrote:
Laa ilaaha illallahu = LAA (lam alif) yg meniadakan mutlak sehingga membawa konsekuensi bahwa Muhammad-ar-Rasulullah = satu2nyah nabi di dalam islam (sbg nama agama,bukan konsep atow ajaran).yg bermaksud bahwa tiada nabi selain muhammad.dari nabi adam hingga nabi isa tetaplah nabi,kata LAA bukan meniadakan kenabian sebelum nabi muhammad tetapi di tubuh ISLAM (masa al quran) HANYA beliow lah yg the only one.
hal ini uda ditegaskan rasulullah saw bahwa andaikata musa hidup di masa kenabian beliow(nabi muhammad) maka musa WAJIB makmum pada beliow (nabi muhammad).
LAA ini sewajarnya juga difahami dari sisi nabi Muhammad bahwa tiada nabi setelah aku dan akulah satu-satunya nabi. hanya allah satu2nya tuhan dan akulah (nabi muhammad) satu2nya nabi dan utusan.

LAA jika diartikan dari satu sisi bahwa hanya terkait dengan frasa tiada tuhan selain Allah tetap akan membawa ke arah sosok yang melakukan proklamasi tersebut.
Suatu konsekuensi logis dari arti penghambaan.Pemahaman itu akan dapat lebih mudah dimengerti ketika anda berada di lingkungan al ahzab 40.

Khataman nabiyyin berarti segel,akhir,tutup yang berarti kata nabi yang disandang seseorang baik harfiah maupun kiasan atau metaphor adalah bernilai nil.Bahkan akan menjadi rancu ketika ada yang mengartikan sebagai penghias.Khat dengan huruf خ dengan sendirinya secara etimologi menyatakan dengan keras.Maksud sayah,pilihan kata khatam dengan menggunakan خ berarti menyegel dengan keras atau menutup dengan keras dalam hal ini menutup dengan rapat tanpa celah atau kebocoran pada tutupnya.

inilah LAA yg sayah kamsutkan,suatu intisari dari ribuan ayat suci dan hadits2 suci.
Kalimah Thoyyibah itu namanya Syahadatain atau Dua Kalimah Syahadat, terdiri dari dua kalimah, yakni "Laa ilaaha illallaah" dan "Muhammad-ar-Rasulullaah". Jadi, kata "Laa" yang mutlak berlaku hanya bagi Allah saja pada Kalimah Thoyyibah yang pertama. Sedangkan dalam Kalimah Thoyyibah yang kedua, tidak ada kata "Laa" yang mutlak. Meskipun Nabi Muhammad saw boleh dikatakan is the only one, tetapi maksudnya adalah the only one nabi yang afdhal pembawa syariat terakhir yang telah disempurnakan Allah, diridhoi-Nya dan diberi-Nya nama, Islam (Al Maidah 5:3/4). Dengan demikian, segel Khaataman-Nabiyyin berlaku hanya untuk syariat Islam dan para nabi pembawa syariat baru saja, bukan kepada nabi pelaksana syariat Islam (An-Nisa 4:69/70).

@Abu Hanan wrote:
dan itu pula, sayah katakan pada anda, boleh jadi ada kemungkinan mga telah mencapai derajat rohani yg tinggi setelah melalui proses kasyaf dan keadaan yang sama pula dapat dicapai oleh milyaran muslim dan sayah ambil contoh pada sosok Imam Ahmad bin Hambal. Beliau sebagaimana hal mga juga memperoleh wahyu (berdasarkan data dari anda) tetapi pula beliau tidak gegabah menyatakan diri sebagai khalifah maupun al mahdi.
Pernyataan anda mengisyaratkan bahwa anda tidak lebih tahu ketimbang saya tentang sosok Imam Ahmad bin Hambal. Beliau tidak gegabah menyatakan diri sebagai Khalifah maupun Al Mahdi, karena tidak menerima wahyu dari Allah untuk menyatakan hal itu.


Abu Hanan bertanya:
Saya tegaskan bahwa nabi dalam arti metafora atau bayangan atau kiasan yang bagaimana yang dimaksud oleh mga?
Salah satu kiasan atau perumpamaan yang diberikan Allah dalam Al Quran adalah "Wasyamsi wa dhuhaha wal qamari idzatalaaha" (ayat pertama Asy-Syam), yakni perumpamaan MATAHARI dan BULAN. Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad Rasulullah saw diumpamakan sebagai MATAHARI yang dianugerahi Allah kemampuan memancarkan sinarnya yang menerangi bumi. Sedangkan HMG Ahmad (Imam Mahdi) as diumpamakan sebagai BULAN yang dianugerahi Allah kemampuan memantulkan sinar MATAHARI yang juga menerangi bumi, walaupun sinarnya tidak seterang MATAHARI.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

KHATAM di AL Ahzab 40

Post by abu hanan on Sat May 12, 2012 11:10 am

@Kedunghalang wrote:
Saya tidak menilai, melainkan hanya menyatakan bahwa permasalahan anda setuju atau tidak bahwa (i) Khalifah Allah, Imam Mahdi akan datang pada tahun 1305 Hijrah, berdasarkan isyarat dalam jumlah nilai-nilai huruf kalimat ISTIKHLAF terletak pada anda sendiri, karena sesuai pengakuan, anda lemah dalam ilmu hitung/matematika. Oleh karena itu, saya menasihatkan kepada anda perkuatlah ilmu hitung/matematika anda, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai huruf Arab Al Quran, agar dapat memahami rahasia-rahasia ilmu Al Quran dari sisi nilai-nilai hurufnya.
bukankah sayah sudah katakan meskipun berkali-kali sayah telaah berbagai numerik di dalam al quran tetap saja sayah mengalami buntu.dan dalam bidang numerik al quran sayah nyatakan bahwa sayah tiada sanggup menggunakan numerik sebagai bahan dasar untuk membantah atau berdebat.

@Kedunghalang wrote:Kalau begitu, anda pun menafsirkan Khaataman-Nabiyyin yang hanya diartikan sebagai nabi terakhir atau penutup sekalian nabi juga timpang dong, karena kata Khaataman-Nabiyyin hanya ada dalam satu ayat suci Al Quran saja, yakni dalam Al Ahzab 33:40/41. Padahal, jika diartikan sebagai penutup sekalian nabi saja, tidak ada ayat lain dalam Al Quran yang mendukungnya, bahkan Surah An-Nisa 4:69/70 dan Al A'Raf 7:35/36 masih membuka peluang akan datangnya nabi/rasul, dari antara umat Nabi Muhammad saw.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None

owh....anda belum paham maksud sayah rupanya.
1.sayah bermaksud menekankan KHATAM sebagai upaya untuk mengingatkan anda bahwa tiada pesan metafor atau kiasan di dalam nabiyyin sebagai penjelasan dari KHATAM.
Al Ahzab 40

وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Sahih International: Muhammad is not the father of [any] one of your men, but [he is] the Messenger of Allah and last of the prophets

Pickthall: Muhammad is not the father of any man among you, but he is the messenger of Allah and the Seal of the Prophets

Mohsin Khan: Muhammad (SAW) is not the father of any man among you, but he is the Messenger of Allah and the last (end) of the Prophets

خاتم merupakan kata yang tersusun dari خ ت م kata ini dapat anda perhatikan apakah khatam memiliki makna bersayap atau metafor?Sayah tidak berpikir seperti itu karena beberapa kata yang tersusun dari خ ت م juga digunakan Allah dalam ayat berikut;

Al An'am 46
وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَـهٌ غَيْرُ اللّهِ يَأْتِيكُم بِهِ

serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?"
**ayat ini terkait dengan AL Baqarah 7 yaitu mengunci mati,menutup erat.

Al Jatsiyah 23
وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً

dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya

Al Muthafifin 25
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ
Mereka diberi minum dari khamar murni yang tertutup (dilak,diberi segel)

Al Muthafifin 26
خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَس الْمُتَنَافِسُونَ

laknya(penutupnya,penyegelnya,alat buat menutup) adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

Al Baqarah 7
خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ

Allah telah mengunci-mati (menutup erat) hati mereka

Yasin 65
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka

Terangkan kepada sayah خ ت م dapat memberi arti kiasan atau metafora karena ayat2 yang menggunakan خ ت م yang telah sayah bawa kemari tiada satupun yang memberi kesempatan kepada siapapun untuk membuka pintu arti kiasan/metafora.

Dengan cara yang sama,sayah berharap anda dapat menjelaskan 1305 H dari An Nuur..




untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Sat May 12, 2012 11:19 am

@Kedunghalang wrote:Maaf, uraian anda tidak menjawab pertanyaan saya yang dibold:
Apakah kesempurnaan Islam sebagai agama masih membutuhkan agama baru?
Tidak.mengapa ada nabi lagi menurut qadian meski sebatas kiasan?dan itu menunjukkan ada agama baru yang lahir dari pemikiran yang keliru dengan basis AL Quran dan AS Sunnah.

@Kedunghalang wrote:Rukun Iman yang ke-4 adalah beriman kepada rasul-rasul Allah. Nabi Muhammad saw mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi itu utusan/rasul Allah (HR Ahmad bin Hambal). Sedangkan kenabian/kerasulan HMG Ahmad as hanyalah berdasarkan An-Nisa 4:69/70 atau Al A'raf 7:35/36. Apakah anda hendak membedakan keimanan anda kepada rasul yang satu dengan yang lainnya? Silahkan cermati dan renungkan kandungan Surah An-Nisa 150/151-151/152.
sayah mengimani secara bulat dan utuh.kenabian mga adalah perkara batal sedangkan kerasulan mga adalah sebagaimana arti kata rasul - arsala yang berarti utusan dan perkara rasul-arsala dalam lingkup kerasulan telah terwakili oleh para ulama yang pewaris nabi.


@Kedunghalang wrote:Tidak ada ayat suci Al Quran maupun hadits yang memberi mandat kepada anda atau siapa pun untuk mengatakan dan/atau membuat agama baru. Sebaiknya, anda hentikan saja memikirkan dan mengatakan bahwa qadian adalah agama baru di luar Islam, karena kenabian HMG Ahmad as hanya berdasarkan An-Nisa 4:69/70 yang didukung oleh beberapa ayat suci Al Quran seperti Al A'raf 7:35/36, Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu'ah 62:3/4, Az-Zukhruf 43:57/58, An-Nur 24:55/56 serta hadits-hadits yang shahih wal mutawatir di antaranya HR Ibnu Majah 4084 & HR Ahmad bin Hambal.
Al Ahzab 40 telah memberi mandat kepada sayah untuk menolak kenabian siapapun baik secara harfiah maupun kiasan.
Secara keseluruhan ayat Al Quran yang anda tunjukkan -insya Allah-akan bertahap sayah bahas disini.



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Sat May 12, 2012 11:20 am

@Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Abu Hanan yang terhormat,

Sekali lagi saya menasihatkan kepada anda, sebaiknya anda hentikan saja memikirkan dan mengatakan bahwa qadian adalah agama baru di luar Islam, karena anda tidak diberi mandat oleh Allah atau pun Rasulullah saw.

Sebaliknya, kenabian HMG Ahmad as dianugerahkan Allah karena fana-fi-Rasul berdasarkan An-Nisa 4:69/70 yang didukung oleh beberapa ayat suci Al Quran seperti Al A'raf 7:35/36, Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu'ah 62:3/4, Az-Zukhruf 43:57/58, An-Nur 24:55/56 serta hadits-hadits yang shahih wal mutawatir dalah HR Bukhari, HR Muslim, HR Ibnu Majah 4084 & HR Ahmad bin Hambal dan banyak lagi.

Wassalam.
Love for All, Hatred for None
sayah tidak akan mengulan apa yang telah sayah sampaikan.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Sat May 12, 2012 11:41 am

@Kedunghalang wrote:Apakah ada ayat suci Al Quran yang mendukung pernyataan anda itu?
bukankah yang sayah sampaikan adalah terkait dengan an nisa 69/70?mengapa mesti berulang-ulang anda tanyakan?

@Kedunghalang wrote:Hadits yang anda tampilkan tidak merujuk kepada Khalifah Allah, Imam Mahdi (HR Ibnu Majah 4084) yang dianugerahi Nikmat Allah tertinggi yang disebutkan Allah dalam An-Nisa 4:69/70, melainkan tentang 12 Khalifah yang belum tergenapi.
padahal syarat munculnya al mahdi adalah melalui ukuran HR Ibnu Majah 4084 terlebih dahulu setelah 12 khalifah yg baru 4 tergenapi.Imam Umar bin Abdul Aziz adalah yang ke 5.


@Kedunghalang wrote:Nabi yang melaksanakan syari'at Islam dengan sempurna sudah saya klarifikasi ketika menjelaskan tentang An-Nisa 4:69/70, jika anda memahami kata "ma'a" dalam ayat itu yang lebih tepat diartikan "termasuk di antara", ketimbang "bersama-sama".

Menurut saya pernyataan HMG Ahmad as tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah saw, karena beliau as hanya sebagai tukang yang mengerjakan bangunan syari'at Islam atas perintah Arsitek, yakni Allah Yang Mahakuasa melalui utusan-Nya yang mulia, yakni Nabi Muhammad Rasulullah saw.

Bolehkan anda tampilkan haditsnya di sini? Apakah mereka mengaku mendapat mandat dari Allah untuk menerima bai'at dari umat Islam? Silahkan tampilkan di sini!
sayah akan bawa ayat yang dikamsut kemari.Seorang tukang batu yang berkata "akulah batu terakhir yang menutup bangunan yang aku dirikan?"
begitukah?

Lho...mengapa anda meminta sayah tentang hadits al mahdi untuk ditampilkan kemari?Apabila anda haqqul yaqin menerima mga sbg al mahdi seharusnyah anda mampu membantah kriteria sekilas yang sayah utarakan diatas?Sebelum anda memberi baiat pada mga,apakah anda belum dan tidak mempelajari hadits2 yang sayah utarakan diatas?
kedung halang wrote:
Menurut Rasulullah saw dan kenyataan sejarah Islam, Abu Bakar ra dan tiga orang sahabat ra yang menggantikan beliau ra adalah Khulafa-il-Mahdiyyin ar-Rasyidiin (HR Abu Daud), tetapi Allah menganugerahkan derajat shiddiq (Abu Bakar Shiddiq ra) sebagaimana Allah janjikan dalam An-Nisa 4:69/70. Allah juga menganugerahkan Nikmat-Nya seperti yang Dia janjikan dalam An-Nisa 4:69/70 kepada Imam-Imam Madzhab, tetapi tidak sampai kepada derajat nabi ummati dan mereka tidak mendapat mandat langsung dari Allah untuk menerima bai'at dari umat Islam, seperti yang diterima oleh Rasulullah saw dan Imam Mahdi as.
begini pak...Rasulullah saw mendakwahkan diri sebagai nabi disaat pertama kali adalah dicap gila oleh masyarakat sekitarnya.tetapi kafirin quraisy pun mengakui kebenaran yang disampaikan nabi muhammad dan menyatakan takjub akan gaya bahasa al quran.

selain dari itu,kenabian muhammad saw pun telah disampaikan allah di kitab terdahulu dan juga dibahas rabi yahudi di dalam talmud mereka.

pada kasus mga,wahu pertama yang diterima mga dalam bahasa apa?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by abu hanan on Sat May 12, 2012 12:00 pm

@Kedunghalang wrote:
Pernyataan anda mengisyaratkan bahwa anda tidak lebih tahu ketimbang saya tentang sosok Imam Ahmad bin Hambal. Beliau tidak gegabah menyatakan diri sebagai Khalifah maupun Al Mahdi, karena tidak menerima wahyu dari Allah untuk menyatakan hal itu.

Salah satu kiasan atau perumpamaan yang diberikan Allah dalam Al Quran adalah "Wasyamsi wa dhuhaha wal qamari idzatalaaha" (ayat pertama Asy-Syam), yakni perumpamaan MATAHARI dan BULAN. Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad Rasulullah saw diumpamakan sebagai MATAHARI yang dianugerahi Allah kemampuan memancarkan sinarnya yang menerangi bumi. Sedangkan HMG Ahmad (Imam Mahdi) as diumpamakan sebagai BULAN yang dianugerahi Allah kemampuan memantulkan sinar MATAHARI yang juga menerangi bumi, walaupun sinarnya tidak seterang MATAHARI.
Imam Ahmad bin Hambal dan sederet ulama yang telah kasyaf dan mengalami fana' tidak gegabah menyatakan diri sebagai khalifak maupun al mahdi karena beliau-beliau yang semoga dirahmati Allah mengetahui betul syarat khalifah dan apa yang harus dimiliki al mahdi.Bukan karena mereka tidak menerima wahyu Allah tetapi beliau-beliau mampu membedakan mana wahyu allah dan wahyu selain Allah.

Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya; ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Abbas RA, “Hai Ibnu Abbas, sesungguhnya Al-Mukhtar bin Abi Ubaid mengaku bahwa tadi malam dia mendapatkan wahyu.” Ibnu Abbas berkata, “Dia benar.” Ibnu Abi Zumail yang saat itu berada di dekat Ibnu Abbas langsung tersentak. Dia bangun dan berkata, “Ibnu Abbas mengatakan Al-Mukhtar benar telah mendapatkan wahyu?”

Kata Ibnu Abbas, “Sesungguhnya wahyu itu ada dua; wahyu dari Allah dan wahyu dari setan. Wahyu Allah diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Sedangkan wahyu setan diturunkan kepada kawan-kawannya.” Lalu, Ibnu Abbas pun membaca ayat, “Sesungguhnya setan itu memberikan wahyu kepada kawan-kawannya untuk membantah kalian.” (QS. Al-An’am: 121)

Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan Al-Umawi, juga ada nabi palsu bernama Al-Harits bin Said Al-Kadzdzab. Dulunya, ia adalah seorang zuhud yang ahli ibadah. Namun sayang, ia tergelincir dari jalan Allah dan mengikuti jalan setan. Ia didatangi iblis dan diberi ‘wahyu.’ Ia bisa membuat keajaiban-keajaiban laksana mukjizat seorang nabi. Saat musim panas, ia datangkan buah-buahan yang hanya ada pada musim dingin. Dan ketika musim dingin, ia datangkan buah-buahan musim panas. Sehingga, banyak orang yang terpesona dan mengikuti kesesatannya.

Kemudian perumpamaan matahari dan bulan kok memaksa banget dengan menyandarkan pada sisi kenabian?Allah memilih suatu perumpaan pastilah terkandung hikmah dari sisi ilmiah...
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi.Matahari merupakan benda yang memiliki cahaya mandiri sedangkan bulan TIDAK memiliki sumber cahaya...Menjadi lebih pantas jika mga hanyalah ulama,karena bulan memantulkan cahaya dari matahari sebagaimana ulama yang menyinari umat karena cahaya dari petunjuk yang disampaikan nabi muhammad.



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: AHMADIYAH QADIAN

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 4 dari 17 Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 10 ... 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik