FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by THOR on Thu May 21, 2015 9:59 pm

HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Sahabat Dunia Islam, Kisah Perjalanan isra dan mi’raj merupakan perjalanan yang penuh berkah yang menunjukkan betapa Maha Kuasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagaimana seorang hamba –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-, bersama ruh dan jasadnya menempuh jarak ribuan bahkan jutaan kilometer hanya dalam satu malam saja. Dan dalam perjalanan yang sedemikian cepat tersebut, Allah kuasakan Nabi Muhammad mampu melihat keadaan sekitar yang beliau lewati, baik kejadian atau keadaan saat isra maupun mi’raj.
Imam as-Suyuthi adalah di antara ulama yang menjelaskan beberapa hikmah perjalanan isra mi’raj. Beliau mengatakan tentang hikmah perjalanan isra dilakukan di malam hari karena malam hari adalah waktu yang tenang menyendiri dan waktu yang khusus. Itulah waktu shalat yang diwajibkan atas Nabi, sebagaimana dalam firman-Nya, “Berdirilah shalat di malam hari” (QS. Al-Muzammil: 2) (as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiyah al-Kubra, Hal: 391-392).

Abu Muhammad bin Abi Hamzah mengatakan, “Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201).

Dan termasuk hikmah perjalanan isra mi’raj Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah isyarat bagi umat Islam agar menjaga bumi al-Quds dari para penyusup dan orang-orang yang tidak senang terhadap Islam. Khususnya bagi kaum muslimin saat ini, agar tidak merasa rendah, takut, dan lemah dalam memperjuangkan al-Quds dari tangan orang-orang Yahudi (al-Buthi, Fiqh ash-Shirah an-Nabawiyah, Hal: 113)
Adapun hikmah dari peristiwa mi’raj dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih susu daripada khamr menunjukkan fitrah dan murninya ajaran Islam yang sesuai dengan tabiat manusia. Sedangkan peristiwa terbukanya pintu langit yang sebelumnya terkunci, lalu Jibril ‘alaihissalam meminta untuk dibukakan, yang demikian agar alam semesta mengetahui bahwa sebelum kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hal ini belum pernah dilakukan. Sekiranya tidak demikian, mungkin orang akan menyangka bahwa pintu langit senantiasa terbuka. Dan Allah Ta’ala juga hendak mengabarkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal oleh penduduk langit. Oleh karena itu, ketika pintu langit dibukakan, lalu Malaikat Jibril mengatakan kepada penjaga langit bahwa ia bersama Muhammad, malaikat penjaga tersebut bertanya, “Apakah dia telah diutus?” Bukan bertanya, “Siapa Muhammad?” (as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiyah al-Kubra, 391-392).

As-Suyuthi melanjutkan, hikmah beliau dipertemukan dengan Nabi Adam ‘alaihissalam pada langit pertama karena Nabi Adam adalah nabi dan manusia pertama. Di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa‘alaihissalam karena Nabi Isa adalah yang paling dekat masanya dengan Nabi Muhammad ‘alahima shalatu wa salam. Kemudian di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, karena umat Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam akan masuk ke dalam surga dengan penampilan serupawan Nabi Yusuf. Berikutnya Nabi Idris, dikatakan bahwa beliaulah yang pertama kali diangkat ke langit sebelum Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Kemudian bertemu dengan Nabi Harun karena dia adalah saudara Nabi Musa yang mendapinginya dalam berjuang. Setelah itu berjumpa Nabi Musa karena keutamaan beliau pernah diajak berbicara oleh Allah. Dan terakhir adalah Nabi Ibrahim karena beliau adalah bapak pilihan yakni bapak para nabi.

Imam al-Qurthubi menyatakan, pengkhususkan Nabi Musa dalam peristiwa shalat. Ada yang mengatakan karena Nabi Musa adalah nabi yang paling dekat posisinya saat Nabi Muhmmad turun. Ada juga yang mengatakan umatnya lebih banyak dari umat nabi selainnya. Ada lagi yang berpendapat karena kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa adalah kitab yang paling mulia kedudukan dan hukum syariatnya sebelum Alquran diturunkan. Atau juga karena umat Nabi Musa dibebankan amalan shalat sebagaimana umat nabi lainnya, lalu mereka merasa berat dengan syariat tersebut, maka Nabi Musa kasihan dengan umat Nabi Muhammad. Pendapat terakhir ini dikuatkan dengan riwayat tentang perkataan Nabi Musa,
أنا أعلم بالناس منك
“Saya lebih mengetahui karakter manusia dibanding Anda.”
Tidak heran Alquran banyak sekali memuat kisah Nabi Musa, tujuannya adalah agar kita banyak-banyak mengambil hikmah dari perjalanan hidup beliau, perjalanan dakwahnya, dll.
Pengkhususan syariat shalat melalui perjalanan mi’raj karena ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mi’raj di malam itu, para malaikat sedang beribadah. Di antara mereka ada yang berdiri dan tidak duduk, ada yang terus rukuk dan tidak sujud, ada yang terus sujud dan tidak duduk, maka AllahSubhanahu wa Ta’ala mengumpulkan semua ibadah ini untuk umat Nabi Muhammad. Seorang hamba menggabungkan berdiri, rukuk, sujud, dan duduk dalam satu rakaat saja (Muhammad Amin bin Ahmad Janki, ash-Shirah an-Nabawiyah min al-Fathi al-Bari, 1: 239-240).
Dengan perjalanan isra mi’raj ini, Allah menginginkan agar hamba dan Rasul-Nya merasakan periode baru dalam berdakwah, sebagaimana Nabi Musa juga mengalami periode baru dengan berangkat langsung mendakwahi Firaun dan diangkatnya saudaranya Harun untuk mendampingi dakwahnya. Nabi Musa sebelum diperintahkan untuk menemui Firaun telah Allah siapkan dengan berbagai macam mukjizat dan keutamaan agar beliau siap. Allah berfirman kepada Nabi Musa,

لِنُرِيَكَ مِنْ آَيَاتِنَا الْكُبْرَى اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى
“untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar, Pergilah kepada Fir´aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas.” (QS. Thaha: 23-24)

Sama halnya dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah persiapkan perjalanan dakwah beliau yang panjang dengan membawanya ke suatu fase dimana dipertemukan dengan Jibril, para nabi, surga dan neraka, agar kesabaran beliau kian tertempa dalam menghadapi lika-liku perjalanan dakwah. Allah berfirman kepada Nabi Muhammad,

لَقَدْ رَأَى مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
“Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm: 18)

Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diistimewakan dengan mengimami para nabi dan dinaikkan menuju sidratul muntaha, suatu keistimewaan yang tidak didapat oleh seoranng pun selain beliau.
Dan sebesar-besar hikmah dari perjalanan isra mi’raj adalah disyariatkannya shalat. Dengan melaksanankan shalat wajib tersebut seorang hamba menegakkan sebuah kewajiban ubudiyah yang mampu meredam hawa nafsu, menanamkan akhlak-akhlak mulia di dalam hati, menyucikan jiwa dari sifat penakut, pelit, keluh kesah, dan putus asa. Dengan shalat kita bisa memohon pertolongan kepada Allah dari permasalahan yang kita hadapi. Allah Ta’ala berfiman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

إِنَّ الإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا إِلاَّ الْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ دَائِمُونَ
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.” (QS. Al-Ma’arij: 19-23)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang senantiasa berdiri (shalat) bermunajat kepada Rabbnya, sampai-sampai beliau menemukan kenikmatan dalam mengerjakan shalat. Beliau bersabda,

وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاةِ
“Dan dijadikan penyejuk hatiku di dalam shalat.”

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersemangat dalam mengerjakan shalat dan tidak lalai dalam mengerjakannya. Semoga shalat menjadi penyejuk hati kita dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Rabb kita. Amin..
Sumber: Islamstory.com
avatar
THOR
KOPRAL
KOPRAL

Male
Age : 27
Posts : 20
Kepercayaan : Islam
Location : indonesia
Join date : 12.05.15
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 07, 2015 2:19 pm

Abu Muhammad bin Abi Hamzah mengatakan, “Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201).

tau ciri-ciri tidak harus pernah ke sana
denger dari orang lain juga bisa

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by akomarudin on Tue Jul 07, 2015 2:25 pm

absen newbie
avatar
akomarudin
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Age : 37
Posts : 10
Kepercayaan : Katolik
Location : makassar
Join date : 28.11.11
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by salapanbelas maret on Tue Jul 07, 2015 9:01 pm

SEGOROWEDI wrote:Abu Muhammad bin Abi Hamzah mengatakan, “Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201).

tau ciri-ciri tidak harus pernah ke sana
denger dari orang lain juga bisa

Ciri yg mana yg dimaksud Muhammad ? Kalo yg dimaksud baitul maqdis adalah bait suci Yerusalem, maka pada saat Muhammad isra mikraj itu bait suci hanyalah PUING PUING.
Lalu adakah Nabi yg katanya suri teladan yg baik, jujur, dan seribu embel embel lainnya itu adakah menyebut kalo saat dia isra mikraj baitul maqdis hanyalah PUING PUING belaka ?

Jika Muhammad memang REAL pada saat dia "ngaku ngaku" isra mikraj ke baitul maqdis, seharusnya dia tahu dan juga mengabarkan kondisi REAL nya baitul maqdis saat itu yg hanya puing puing. Adakah Muhammad tahu akan hal itu ?
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by isaku on Wed Jul 08, 2015 10:08 am

@atas

Baca yg benar artikelnya, jgn asbun.

Nabi sudah ngasih tau kok masih nanya

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by musicman on Wed Jul 08, 2015 10:23 am

Tarikh hal.60



Logisnya untuk membutikan seseorang itu ngibul atau menipu hampir dipastikan akan bertanya dengan hal yg sangat spesifik.

Itu tuh... kesaksian quraisy dan abu bakar yg sering melakukan perjalanan dagang sampai ke negeri Syam saat meminta bukti kepada nabi
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by frontline defender on Wed Jul 08, 2015 12:21 pm

nice info 2 good
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by SEGOROWEDI on Wed Jul 08, 2015 1:07 pm

musicman wrote:Tarikh hal.60



Logisnya untuk membutikan seseorang itu ngibul atau menipu hampir dipastikan akan bertanya dengan hal yg sangat spesifik.

Itu tuh... kesaksian quraisy dan abu bakar yg sering melakukan perjalanan dagang sampai ke negeri Syam saat meminta bukti kepada nabi

tidak harus ke sana juga bisa tahu ciri-ciri (specifik)
wong banyak yang sudah ke sana

kisah di atas sumbernya siapa??

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by musicman on Wed Jul 08, 2015 1:59 pm

Yg kesana (Negeri syam, baitul maqdis dan sekitarnya) memang banyak .. tapi itu bukan nabi.

Memang ada yah .. riwayat sebelum nabi Mi'raj pernah mengunjungi baitul maqdis ..sampai bisa tau secara detail dan terperinci kondisi Baitul maqdis?

Kok saya belum pernah liat riwayatnya .. ???
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by SEGOROWEDI on Wed Jul 08, 2015 2:09 pm


banyak yang ke sana, tentunya banyak juga yang cerita
gak masalah muhammad gak pernah ke sana

cerita detil di atas sumbernya siapa??

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by salapanbelas maret on Wed Jul 08, 2015 2:24 pm

musicman wrote:Tarikh hal.60
[url=/ijpg-2998-159.html][/url]

[url=/ijpg-2998-160.html][/url]
Logisnya untuk membutikan seseorang itu ngibul atau menipu hampir dipastikan akan bertanya dengan hal yg sangat spesifik.

Itu tuh... kesaksian quraisy dan abu bakar yg sering melakukan perjalanan dagang sampai ke negeri Syam saat meminta bukti kepada nabi




@MM, apa yg dilihat ? Apa yg dibenarkan ?

Apa Muhammad itu menceritakan kalo yg dia temukan hanya puing puing ?



Kisah kisah islami banyak kisah kisah mengambang, Muhammad menceritakan tempat demi tempat satu persatu, ENTAH APA YG DIKATAKAN MUHAMMAD tak ada spesifikasinya.

Hmmm.. kisah beginilah yg harus dibela mati2an sama muslim sejagat.
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by salapanbelas maret on Wed Jul 08, 2015 2:41 pm

Sekilas ttg Bait Suci

Bait Suci Pertama di situs tersebut dibangun pada tahun 960 BC, yang menurut kesaksian Alkitab didirikan oleh Salomo untuk menaruh Tabut Perjanjian yang sudah dibawa oleh Daud ayahnya, ke Yerusalem. Bait Suci itu dimusnahkan sama sekali oleh orang-orang Babilonia pada tahun 586 BC.




Bait Suci Kedua dibangun kembali pada tahun 515 BC, kemudian dibangun ulang oleh Herodes pada tahun 20 BC dan dihancurkan oleh Jenderal Titus (Roma) pada tahun 70 AD.



Ketika Kalifah Omar Ibn al-Khattab menaklukkan Yerusalem pada tahun 638 AD, ia melaksanakan sholat di situs dimana Bait Suci Salomo dulunya berdiri. Kemudian Kalifah ‘Abd al-Malik ibn Marwan membangun sebuah mesjid di sekitar situs tersebut pada sekitar tahun 691 AD.

Menurut dugaan orang, Muhammad melaksanakan Mi’raj di sekitar tahun 621 AD. Ada jurang waktu selama 70 tahun antara peristiwa Mi’raj dengan pembangunan Mesjid Al Aqsa. [Hal ini dilaporkan dalam The Concise Encyclopedia of Islam Harper & Row, 1989, p. 46 and 102.]

Bagaimana bisa, Muhammad menyebutkan Mesjid Al Aqsa, ketika mesjid tersebut belum ada? Apakah Muhammad tidak tahu bahwa Bait Suci orang Yahudi sudah dihancurkan pada tahun 70 AD atau isi Qur’an sendiri dimanipulasi dan ‘semakin diperkaya dengan informasi tambahan’ bertahun-tahun setelah kematian penulisnya, yaitu dengan mengijinkan dongeng-dongeng yang dibangun di sekitar Muhammad semakin berkembang setelah kematiannya?
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by musicman on Mon Jul 13, 2015 3:50 pm

@Salapan
anda ini omong apaan?
kalau mau terlihat pintar..jangan buru2 tanpa mendalami apa yg anda copas..

Masjid Al-Aqsha sendiri waktu itu belumlah ada, yang ada di Bait Al-Maqdis di Palestina adalah Haikal Sulaiman.

memang belum tau?
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 14, 2015 3:11 pm


si fulan dan si fulan itu siapa, sic?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by salapanbelas maret on Fri Jul 31, 2015 10:33 am

musicman wrote:@Salapan
anda ini omong apaan?
kalau mau terlihat pintar..jangan buru2 tanpa mendalami apa yg anda copas..

Masjid Al-Aqsha sendiri waktu itu belumlah ada, yang ada di Bait Al-Maqdis di Palestina adalah Haikal Sulaiman.

memang belum tau?


Eh @MM.
Menurutmu, yang mana masjid al aqsa, yg mana bait al maqdis dan yg mana haikal sulaiman ?
Apa di jaman Muhammad masih ada yg namanya haikal sulaiman ?

Emang ketika Muhammad mikraj, Muhammad ke bawa buraq ke mana ? Bukannya ke mesjid al aqsa ya ?
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by isaku on Fri Jul 31, 2015 3:20 pm

salapanbelas maret wrote:
SEGOROWEDI wrote:Abu Muhammad bin Abi Hamzah mengatakan, “Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201).

tau ciri-ciri tidak harus pernah ke sana
denger dari orang lain juga bisa

Ciri yg mana yg dimaksud Muhammad ? Kalo yg dimaksud baitul maqdis adalah bait suci Yerusalem, maka pada saat Muhammad isra mikraj itu bait suci hanyalah PUING PUING.
Lalu adakah Nabi yg katanya suri teladan yg baik, jujur, dan seribu embel embel lainnya itu adakah menyebut kalo saat dia isra mikraj baitul maqdis hanyalah PUING PUING belaka ?

Jika Muhammad memang REAL pada saat dia "ngaku ngaku" isra mikraj ke baitul maqdis, seharusnya dia tahu dan juga mengabarkan kondisi REAL nya baitul maqdis saat itu yg hanya puing puing. Adakah Muhammad tahu akan hal itu ?
Masa nalarmu kalah sama om Wedi piss

Bagaimana kondisi realnya kan sudah diberitahukan dan orang2 sudah membenarkan. Baca yg bener dong sebelum nanya.


19 wrote:Bagaimana bisa, Muhammad menyebutkan Mesjid Al Aqsa, ketika mesjid tersebut belum ada? Apakah Muhammad tidak tahu bahwa Bait Suci orang Yahudi sudah dihancurkan pada tahun 70 AD atau isi Qur’an sendiri dimanipulasi dan ‘semakin diperkaya dengan informasi tambahan’ bertahun-tahun setelah kematian penulisnya, yaitu dengan mengijinkan dongeng-dongeng yang dibangun di sekitar Muhammad semakin berkembang setelah kematiannya?
Baca sumbermu sendiri di no. 12

Ketika Kalifah Omar Ibn al-Khattab menaklukkan Yerusalem pada tahun 638 AD, ia melaksanakan sholat di situs dimana Bait Suci Salomo dulunya berdiri. Kemudian Kalifah ‘Abd al-Malik ibn Marwan membangun sebuah mesjid di sekitar situs tersebut pada sekitar tahun 691 AD.

Sisa puing atau tidak, Khalifah Umar aja bisa Shalat kok, yang jelas ketika Nabi mengabarkan, tempat yg dimaksud sudah diverifikasi oleh orang2 yang pernah kesana, masalah nama mungkin saja berbeda2, Bait solomo, baitul maqdis, haikal sulaiman, masjid al-aqsha.

Masjid sendiri arti katanya adalah tempat sujud, jangan kamu kira Masjid jaman Nabi sama dengan Masjid2 sekarang, bangunan Masjid dahulu cuma bangunan dinding batu abad ke-6, malah seorang Badui buang air dalam Masjid karena ketidaktahuan.

Dari Anas bin Malik –radiyallahu ‘anhu-, dia berkata, “Pernah datang seorang arab Badui, lalu dia kencing di pojok masjid, kemudian orang-orang menghardiknya, dan Rasulullah menahan hardikan mereka. Ketika dia telah menyelesaikan kencingnya, maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memerintahkan (untuk mengambil) seember air, lalu beliau siramkan ke tempat itu” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dari Anas bin Malik r.a, beliau berkata, "Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat ketika itu meneriakinya dan berkeinginan untuk mencegahnya, namun Rasulullah saw dengan penuh bijaksana bersabda, ”Jangan kalian putuskan kencingnya!”. Maka tatkala orang tersebut selesai dari kencingnya, Nabi menyuruh agar tempat yang terkena air kencing tersebut disiram dengan seember air, lalu memanggil orang Badui tadi dan bersabda kepadanya, “Sesungguhnya masjid ini tidak layak untuk membuang kotoran di dalamnya, namun ia dipersiapkan untuk shalat, membaca al Qur’an dan dzikrullah.” (Hadits Riwayat al Bukhari-Muslim).


isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by SEGOROWEDI on Mon Aug 03, 2015 3:08 pm


tahu ciri-ciri suatu tempat
tidak berarti pernah ke sana, dari cerita orang-orang yang pernah ke sana kan bisa
pembuktian yang aneh

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by musicman on Tue Aug 04, 2015 12:48 pm

salapanbelas maret wrote:
musicman wrote:@Salapan
anda ini omong apaan?
kalau mau terlihat pintar..jangan buru2 tanpa mendalami apa yg anda copas..

Masjid Al-Aqsha sendiri waktu itu belumlah ada, yang ada di Bait Al-Maqdis di Palestina adalah Haikal Sulaiman.

memang belum tau?


Eh @MM.
Menurutmu, yang mana masjid al aqsa, yg mana bait al maqdis dan yg mana haikal sulaiman ?
Apa di jaman Muhammad masih ada yg namanya haikal sulaiman ?

Emang ketika Muhammad mikraj, Muhammad ke bawa buraq ke mana ? Bukannya ke mesjid al aqsa ya ?

Di bawa ke al aqsa (tempat terjauh).. kalau mesjid kemudian dijadikan nama Al aqsa, masak anda mau bawa2?

lol
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by salapanbelas maret on Tue Aug 04, 2015 12:50 pm

isaku wrote:
salapanbelas maret wrote:
SEGOROWEDI wrote:Abu Muhammad bin Abi Hamzah mengatakan, “Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201).

tau ciri-ciri tidak harus pernah ke sana
denger dari orang lain juga bisa

Ciri yg mana yg dimaksud Muhammad ? Kalo yg dimaksud baitul maqdis adalah bait suci Yerusalem, maka pada saat Muhammad isra mikraj itu bait suci hanyalah PUING PUING.
Lalu adakah Nabi yg katanya suri teladan yg baik, jujur, dan seribu embel embel lainnya itu adakah menyebut kalo saat dia isra mikraj baitul maqdis hanyalah PUING PUING belaka ?

Jika Muhammad memang REAL pada saat dia "ngaku ngaku" isra mikraj ke baitul maqdis, seharusnya dia tahu dan juga mengabarkan kondisi REAL nya baitul maqdis saat itu yg hanya puing puing. Adakah Muhammad tahu akan hal itu ?
Masa nalarmu kalah sama om Wedi piss

Bagaimana kondisi realnya kan sudah diberitahukan dan orang2 sudah membenarkan. Baca yg bener dong sebelum nanya.


19 wrote:Bagaimana bisa, Muhammad menyebutkan Mesjid Al Aqsa, ketika mesjid tersebut belum ada? Apakah Muhammad tidak tahu bahwa Bait Suci orang Yahudi sudah dihancurkan pada tahun 70 AD atau isi Qur’an sendiri dimanipulasi dan ‘semakin diperkaya dengan informasi tambahan’ bertahun-tahun setelah kematian penulisnya, yaitu dengan mengijinkan dongeng-dongeng yang dibangun di sekitar Muhammad semakin berkembang setelah kematiannya?
Baca sumbermu sendiri di no. 12

Ketika Kalifah Omar Ibn al-Khattab menaklukkan Yerusalem pada tahun 638 AD, ia melaksanakan sholat di situs dimana Bait Suci Salomo dulunya berdiri. Kemudian Kalifah ‘Abd al-Malik ibn Marwan membangun sebuah mesjid di sekitar situs tersebut pada sekitar tahun 691 AD.

Sisa puing atau tidak, Khalifah Umar aja bisa Shalat kok, yang jelas ketika Nabi mengabarkan, tempat yg dimaksud sudah diverifikasi oleh orang2 yang pernah kesana, masalah nama mungkin saja berbeda2, Bait solomo, baitul maqdis, haikal sulaiman, masjid al-aqsha.

Masjid sendiri arti katanya adalah tempat sujud, jangan kamu kira Masjid jaman Nabi sama dengan Masjid2 sekarang, bangunan Masjid dahulu cuma bangunan dinding batu abad ke-6, malah seorang Badui buang air dalam Masjid karena ketidaktahuan.

Dari Anas bin Malik –radiyallahu ‘anhu-, dia berkata, “Pernah datang seorang arab Badui, lalu dia kencing di pojok masjid, kemudian orang-orang menghardiknya, dan Rasulullah menahan hardikan mereka. Ketika dia telah menyelesaikan kencingnya, maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memerintahkan (untuk mengambil) seember air, lalu beliau siramkan ke tempat itu” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dari Anas bin Malik r.a, beliau berkata, "Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat ketika itu meneriakinya dan berkeinginan untuk mencegahnya, namun Rasulullah saw dengan penuh bijaksana bersabda, ”Jangan kalian putuskan kencingnya!”. Maka tatkala orang tersebut selesai dari kencingnya, Nabi menyuruh agar tempat yang terkena air kencing tersebut disiram dengan seember air, lalu memanggil orang Badui tadi dan bersabda kepadanya, “Sesungguhnya masjid ini tidak layak untuk membuang kotoran di dalamnya, namun ia dipersiapkan untuk shalat, membaca al Qur’an dan dzikrullah.” (Hadits Riwayat al Bukhari-Muslim).


Tuh kamu baca, dulunya berdiri, artinya ketika do'i sholat tidak ada apa apa, apa yg disebut mesjid jika TIDAK ADA APAPUN ?





Nih gue bawa hadis yg Muhammad berpikir kalo masjid al aqsa itu MASIH ADA BERDIRI.

Hadis Sahih Muslim 234
Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ....................
Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut mencapai ujungnya. Beliau bersabda lagi: Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Beliau bersabda lagi: Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi.


Kalo nabi MEMANG TAU bahwa Bait Suci itu telah tinggal puing puing, nabi tentu tau tidak akan ada lagi tiang yg berdiri sehingga beliau bisa mengikat Buraq khayalnya itu.

Tapi nabi tidak akan hal itu, nabi tidak tau kalo Bait Suci di Yerusalem telah HANCUR LEBUR, sehingga nabi mengklaim menambatkan Buraqnya di tiang masjid.





Ilusi yg harus diamini.
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by salapanbelas maret on Tue Aug 04, 2015 12:57 pm

musicman wrote:
salapanbelas maret wrote:
musicman wrote:@Salapan
anda ini omong apaan?
kalau mau terlihat pintar..jangan buru2 tanpa mendalami apa yg anda copas..

Masjid Al-Aqsha sendiri waktu itu belumlah ada, yang ada di Bait Al-Maqdis di Palestina adalah Haikal Sulaiman.

memang belum tau?


Eh @MM.
Menurutmu, yang mana masjid al aqsa, yg mana bait al maqdis dan yg mana haikal sulaiman ?
Apa di jaman Muhammad masih ada yg namanya haikal sulaiman ?

Emang ketika Muhammad mikraj, Muhammad ke bawa buraq ke mana ? Bukannya ke mesjid al aqsa ya ?

Di bawa ke al aqsa (tempat terjauh).. kalau mesjid kemudian dijadikan nama Al aqsa, masak anda mau bawa2?

lol

Jadi masjid al aqsa dan bait al maqdis itu BEDA ya ?
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by isaku on Tue Aug 04, 2015 2:22 pm

salapanbelas maret wrote:Kalo nabi MEMANG TAU bahwa Bait Suci itu telah tinggal puing puing, nabi tentu tau tidak akan ada lagi tiang yg berdiri sehingga beliau bisa mengikat Buraq khayalnya itu.

Tapi nabi tidak akan hal itu, nabi tidak tau kalo Bait Suci di Yerusalem telah HANCUR LEBUR, sehingga nabi mengklaim  menambatkan Buraqnya di tiang masjid.





Ilusi yg harus diamini.
Kalau hancur lebur g disebut puing dodol, bangunan rubuh walaupun 2 3 tiang masih berdiri tetap saja disebut rubuh, emangnya bangunan baru boleh disebut roboh kalau seluruh tiangnya roboh juga?

Yang ngamini pertama justru yg tadinya g percaya:
orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by SEGOROWEDI on Tue Aug 04, 2015 2:41 pm


hikmahnya:
jangan ketipu hayalan/impian orang

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by musicman on Tue Aug 11, 2015 4:59 pm

@salapan
Jadi masjid al aqsa dan bait al maqdis itu BEDA ya ?
Kalau pertanyaan itu timbul setelah tempat ibadah itu diberi nama Al aqsa yah sama, sebaliknya kalau pertanyaan itu diberikan sebelum tempat ibadah itu diberi nama yah beda.

Pertanyaannya : Kapan pertanyaan itu timbul?


avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by SEGOROWEDI on Fri Sep 11, 2015 4:28 pm


gak ada bukti/saksi ada perjalanan..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: HIKMAH DARI KISAH PERJALANAN ISRA DAN MI’RAJ

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik