FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

BIDAH-BIDAH YANG MENYERANG GEREJA AWAL

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

BIDAH-BIDAH YANG MENYERANG GEREJA AWAL

Post by Rindu on Thu Jul 16, 2015 12:50 pm

Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi  keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. (Wahyu 12:170

Kristus berjanji kepada Petrus dan para rasul lainnya bahwa pintu  neraka akan kalah melawan Gereja Katolik, dan selama dua ribu tahun,  Kristus telah menjaga janji-Nya. Meskipun banyak usaha, tidak scorang  pun dapat menghancurkan Gereja Katolik Roma. Inilah institusi geopolitik yang paling tua di dunia, lebih lama daripada setiap kekaisaran, kerajaan, pemerintahan, kediktaktoran, tirani, penganiayaan, dan bidah  sehingga iblis dapat merebutnya- khususnya akhir-akhir ini.

Sejak awal, metode penyerangan terhadap Gereja Katolik yang  disukai Satan adalah menyerang dari dalam melalui doktrin-doktrin  bidah; tentu saja harapannya untuk memecah belah keturunan Perempuan orang-orang yang mempertahankan perintah-perintah Allah dan  bersaksi demi Yesus. (Wahyu 12:17) Bidah-bidah awal ini lama dan membosankan tetapi  penting untuk dicatat sebab bagaimanapun mereka telah mengemas  kembali dalam post-modernistis zaman ini, pandangan dunia anti-  Katolik. Seperti yang dikatakan Kitab Suci, tidak ada sesuatu yang baru  di bawah matahari, termasuk gerakan populer "Zaman Baru" (New Age) yang menarik berjuta-juta orang ke dalam bidah:


"Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan
dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu
yang dapat dikatakan: Lihatlah, ini barul? Tetapi itu sudah ada dulu, lama
sebelum kita ada. "
Pengkhotbah 1 :9-10.

Akhir abad pertama, kaum bidah Ebionit menyangkal keallahan Kristus, menolak semua kitab Perjanjian Baru kecuali Matius, dan mengklaim bahwa sebagian umat manusia diciptakan oleh para malaikat  baik dan sisanya oleh para malaikat jahat. Di pihak lain, kaum bidah  Simonian adalah para pengikut Simon Magus, tukang sihir Samaria  yang percaya bahwa Kristus adalah Allah dan menyangkal kemanusiaan  Kristus dan kehendak bebas manusia, serta mempercayai reinkarnasi.  Kaum bidah Cerinthian menyangkal bahwa Allah adalah pencipta  dunia, bersikeras bahwa hukum Musa perlu bagi keselamatan, serta  menyangkal keallahan Kristus.

Pada awal abad ke-2, kaum bidah Basilidian menolak pewahyuan  Kitab Suci, mengeklaim bahwa Allah orang-orang Yahudi adalah malaikat dan bahwa dunia diciptakan oleh para malaikat, menyangkal  kemanusiaan Kristus, tidak mengakui mukjizat-mukjizat Kristus, menyangkal kebangkitan badan, dan menyangkal penderitaan dan penya liban Yesus. Di pihak lain, kaurn Gnostis adalah para pengikut Carpocratianus yang rnurtad, yang percaya bahwa pengetahuan rnisteri, atau gnosis, dialami oleh beberapa orang yang terpilih, dan bahwa  gnostisisrne rnernberikan wawasan yang lebih dalarn tentang doktrin Kristen daripada revelasi dan iman Katolik. Kaum Gnostis rnenyangkal  keallahan Kristus, percaya bahwa Kristus adalah roh dan bukan daging serta darah sungguhan, rnenyangkal penebusan Kristus atas dosa-dosa dan kebangkitan badan, rnenolak Sepuluh Perintah Allah dan Perjanjian Lama, percaya bahwa semua hal seperti badan itu jahat, dan bahwa kekuatan allah yang jahat menciptakan dunia materiil. Beberapa sekte Gnostis mempromosikan imoralitas di bidang hawa nafsu sebagai satu cara menyatukan diri dengan Allah dan mempercayai eksistensi dua  jiwa dan reinkarnasi.

Dua kelompok bidah lainnya, kaum Docetis dan kaum Phantasianis, menvangkal kemanusiaan Kristus, sedangkan kaum Valentinian mengklaim bahwa Maria bukan Bunda Allah, sehingga keselamatan terjadi  melalui pembenaran oleh iman itu sendiri (seperti orang-orang Protcstan], tidak ada kehendak bebas, orang-orang ditakdirkan menjadi  baik atau jahat, dan tidak ada kebangkitan badan. Kaurn Marcionit  percaya, seperti dilakukan kaum Gnostis, bahwa ada allah baik yang menciptakan dunia spiritual dan allah jahat yang menciptakan dunia  materiil. Dan lagi, kaum Marcionit menyangkal inkarnasi, menolak  Perjanjian Lama, berkata bahwa Kanon Kitab Suci hanya terdiri dari  lnjil Lukas dan sepuluh surat St. Paulus, dan berpendapat bahwa  Yesus satu-satunya orang yang menderita, bukan Yesus Tuhan. Kaum Cerdonian mempercayai dua allah (satu baik dan lainnya jahat), menyangkal kebangkitan.badan, melarang perkawinan, dan menolak Perjanjian Lama.

Tidak pernah lepas dari kebohongan, sebelum pertengahan abad kc-2, Satan membentuk satu agama keras yang disebut Montanisme, yang menjadi populer di antara banyak gereja yang tidak setuju. Kaum Montanis mempercayai moralitas yang keras, kedatangan Kristus yang kedua yang segera terjadi, menyangkal keilahian Gereja dan kuasanya mengarnpuni dosa-dosa, serta percaya bahwa perkawinan kedua itu berzina. Bidah-bidah lain di akhir abad ke-2 dikenaI sehagai kaum Encratit yang percaya, seperti kaum Gnostis, hahwa semua masalah adalah jahat (seperti yang dilakukan kaum Severian yang juga percaya seperti kaum Darwinis bahwa masalah itu abadi dan tidak diciptakan]. Sebaliknya, kaum bidah Monarchian menyangkai doktrin tentang Trinitas .( satu Allah dalarn tiga pribadi) dan mernpromulgasikan bidah bahwa Allah  Bapa, Allah Putra, dan Allah ROH KUDUS itu adalah pribadi yang sarna.

Sayang sekali, kebanyakan anggota Gereja Katolik awal yang paling dihormati menjadi bidah. Awal pertengahan abad ke-3, penulis dan teolog Kristen Tertulianus jatuh di bawah kuasa jahat kaurn Montanis, dan rnenyeberang ke pihak mereka sekitar tahun 213. Para pengikut bidahnya disebut kaum Tertulianis, dan rnereka mempunyai gagasan-gagasan aneh, seperti melarikan diri dari penganiayaan para kaisar Roma secara tidak sah. Kelornpok bidah lainnya dikenal sebagai kaum Origenis sesuai dengan nama Origenes, teolog Kristen terkenal yang mengubah pandangannya bahwa semua manusia adalah roh- roh murni. Kaurn Origenis mernpercayai restorasi universal pada kedatangan Kristus yang kedua, di mana orang-orang yang rnenderita kutukan di neraka akan menjadi roh-roh rnurni (tetapi para kudus akan dikeluarkan dari surga karena rnelakukan pe\anggaran di sana). Kaurn Novatianis adalah para pengikut imam jahat bernarna Novatianus,  yang mengangkat dirinya sebagai orang yang antipaus ketika dia gagal menjadi Uskup Roma. Kaum Novatianislah yang rnengawali bidah lain yang disebut "rigorisme", yang bersikap keras terhadap orang-orang yang meninggalkan Gereja dan berbalik, atau yang berubah imannya dan bertobat. Bagi kaum Novatianis, tidak ada dosa yang diampuni setelah baptis, dan perkawinan kedua sungguh-sungguh dilarang.

Bidah yang menjijikkan di abad ke-2 disebut Manikheanisme yang akan tampil kembali pada abad ke-12 dan 13 seperti bidah-bidah  Albigensianisme dan Catharisme. Kaum bidah Manikhean adalah para pengikut Mani orang Persia, yang mengembara tanpa tujuan selarna 40 tahun rnernproklamasikan dirinya menjadi "Utusan Terakhir dari Allah yang Benar", dan "Parakletos" yang telah dijanjikan Yesus. Kaum Manikhean percaya bahwa Satan adalah allah jahat dan lawan dari allah baik. Kaum Manikhean percaya bahwa Satan tampil dari kegelapan dan bukan malaikat surga. Mereka juga percaya bahwa iblis  menciptakan masalah, yaitu kejahatan, yang ditolak oleh Perjanjian Lama, mengklaim ada dua allah baik (satu dari Perjanjian Lama dan satu dari Perjanjian Baru), menyatakan bahwa Kristus adalah roh murni, mendukung reinkarnasi, dan mempertahankan bahwa jiwa-jiwa manusia dibuang ke dunia ke dalam tubuh-tubuh materiil sebab mereka telah berdosa di surga. Kaum Manikhean menolak sakramen-sakrarnen dan autoritas Gereja Katolik dan kebesarannya, serta menganut aturan  moral yang keras. Lebih lanjut, kaum Manikhean menolak bahwa umat manusia bebas dari masalah, seperti kepercayaan agama-agama Timur.

Sekitar pertengahan abad ke-3, Neoplatonisme menjauhkan banvak anggotanya dari Gereja, khususnya para pendidik dan intelektual yang telah mernpelajari tulisan-tulisan para filsuf Yunani kuno. Dimulai antara tahun 200-250 M oleh filsuf Saccas, Plotinus, dan Porphyrius, Neoplatonisme menganjurkan agar melepaskan diri dari Kekristenan ortodoks dan kembali ke filsafat-filsafat klasik Plato dan Aristoteles. Kaum Neoplatonis mempercayai sesuatu yang magis, interelasi mistik  yang simpati dan antipati antara surga dan dunia, dan kesatuan antara "Allah" dan "jiwa" melalui tindak ekstase. Penemuan kembali Eropa dari tulisan-tulisan para filsuf Yunani kuno dan Roma yang ada di perpustakaan-perpustakaan Arab selama abad pertengahan (tahun 1200-an-1400-an) mengarah kepada kebangkitan kembali Neoplatonisme yang populer di Italia dan bagian Eropa lainnya selama Renaissans (tahun 1400-1600), dan perkernbangan filsafat humanisrne dan rasionalisme yang menghancurkan, yang menjadikan manusia sebagai pusat.

Pertengahan abad ke-3, Sabellianisme berpendapat bahwa Bapa,  Putra, dan ROH KUDUS bukanlah tiga pribadi yang berbeda dalam satu keallahan, tetapi adalah tiga model dan manifestasi diri yang berbeda dari satu Allah. Bidah lain di akhir abad ke-3 disebut Donatisme menyatakan bahwa baptis yang dilakukan oleh kaum bidah itu cacat, sehingga pengudusan adalah syarat bagi anggota Gereja, dan baptis ulang itu perlu bagi anggota sektenya. Meskipun semua bidah itu sangat berbahaya bagi Gereja Katolik  awal, tidak satu pun yang merusak kesatuan seperti Arianisme.

Bidah Arian

Pada tahun 311, Kaisar Galerius mengeluarkan satu dekrit tentang  toleransi semua orang Kristen di Kekaisaran Romawi Barat. Dua tahun kemudian, Konstantinus Agung mengeluarkan dekritnya yang terkenal "Dekrit Milan", yang, untuk pertama kalinya dalam sejarah, secara resmi mengakui Kekristenan sebagai agama yang diakui resmi dalam Kekaisaran Romawi Barat. Tahun sebelumnya, Konstantinus telah menguasai Kekaisaran Romawi Barat dengan bertempur melawan Maxentius yang kejam. Ada cerita yang berkembang, Konstantinus masuk ke kota Roma pada tengah hari dan dilihatnya salib bernyala  dikelilingi oleh kata-kata "In hoc signo vinces" ("Dalam tanda ini kamu akan menang"). Malam berikutnya, Kristus menampakkan diri kepada Konstantinus dalam rnimpi, berkata kepadanya agar mengadopsi Salib Kristen sebagai norma daripada Garuda Romawi. Konstantinus memerintahkan agar monogram Kristus (Chi-Rho) digambar pada perisai para tentaranya dan menjadi norma, dibuat salib, dimunculkan dalam perang. Setelah mengikuti perintah-perintah Kristus lewat tulisan, pada saat perang Konstantinus mengalahkan Maxentius di Jembatan Milvian dekat Sungai Tiber, sebelah utara Roma. Maxentius dan ribuan pengikutnya tewas di perairan Tiber.

Konsekuensi-konsekuensi dari kemenangan Konstantinus atas  Maxentius sangat besar: Allah orang-orang Kristen mengalahkan berhala-berhala Maxentius, dan Roma, di bawah kepemimpinan Kaisar Konstantinus I, lebih cenderung pada Kekristenan daripada paganisme.

Ketika Konstantinus mengalahkan Kaisar Romawi Timur Licinius pada tahun 324, dan menjadi satu-satunya penguasa atas Kekaisaran Romawi Barat dan Timur, dia membangun gereja-gereja Katolik yang megah dan membantunya secara berlebihan serta memberikan hak milik atas tanah. Selama periode ini Konstantinus mulai berperan lebih aktif dalam urusan Gereja Katolik serta memperkuat kekuasaan dan pengaruh para uskup Katolik Roma. Korban kepada berhala-berhala dihapus ketika Konstantinus menyatakan keinginannya secara terus terang untuk mempertobatkan segala sesuatu kepada Kekristenan.

Bidah baru yang disebut Arianisme mulai tampil selama" pemerintahan Konstantinus I, yang akan menjadi ancaman serius bagi kesatuan orang Katolik. Arianisme sesuai dengan nama Arius (tahun  256-336), kelahiran Libya yang belajar di sekolah teologi Lucian di Antiokhia. Pada tahun 319, ditahbiskan sebagai imam Katolik di Aleksandria, Arius terlibat dalam kontroversi hangat dengan uskupnya mengenai keallahan Kristus, mengklaim bahwa Kristus adalah ciptaan seperti semua ciptaan lainnya dan bukan ciptaan abadi dalam substansi dan sifatnya di hadapan Bapa, dan hanya menjadi bagian dari sifat ilahi Allah sebagai kompensasi atas wafat-Nya di salib. Kerenggangan berkembang dalam Gereja Katolik berkaitan dengan sifat Kristus yang benar, Arius mendirikan hierarkinya sendiri dari para uskup dan gereja-gereja Arian yang skismatik, khususnya di Kekaisaran Romawi Timur. Melihat malapetaka yang disebabkan oleh Arianisme terhadap kesatuan orang Kristen, Kaisar Konstantinus Agung mengadakan sidang Konsili Nicea pada tahun 325 untuk memecahkan masalah tersebut. Selama pertemuan, Konsili Katolik Nicea mengutuk Arianisme .sebagai bidah, dan, dalam konteks Credo Nicea, memproklarnasikan sikap resmi Gereja bahwa Kristus diperanakkan, bukan dijadikan, oleh Bapa. Hukuman dijatuhkan kepada Arianisme dan tidak lama setelah penutupan Konsili Nicea, Arius dan para pengikutnya dibuang ke Illyria.


Konsili Nicea gagal membasmi Arianisme. Kenyataannya, Arianisme tetap menarik perhatian. Arianisme ingin menghancurkan kesatuan orang Kristen.

Konstantinia, saudara perempuan Konstantinus, adalah Arianis yang fanatik, dan mempunyai pembimbing rohani Arian yang jahat,  Uskup Eusebius dari Nicomedia, yang, seperti Arius, dibuang ke IIlyria setelah Konsili Nicea. Imam yang ditugaskan oleh Uskup Eusebius sebagai pembimbing rohani Konstantinia adalah pengikut bidah Arian lainnya. Sejarah mencatat bahwa ketika Konstantinia meninggal, dia merekomendasikan imam Arian baru tersebut agar memperhatikan saudara laki-lakinya, dan sudah lama dia meyakinkan Kaisar Konstantinus bahwa Arius bukan seorang bidah, Hasilnya, Konstantinus mernanggil Uskup Eusebius dan pengikut Arian lainnya kernbali dati pembuangan pad a tahun 334 dan menernpatkan kembali posisi Arius ke posisi semula dalam imamatnya. Masalah-masalah yang lebih buruk bagi Gereja Katolik muncul, tindakan akhir Konstantinus sebelum  meninggal pada tahun 337 adalah dibaptis oleh uskup Arian Eusebius.

Sebagai akibat dari dukungan Konstantinus terhadap Arianisme, kerenggangan yang terjadi antara pengikut Arian dan orang-orang Katolik selama 40 tahun diperbarui lagi, dengan para pendukung Arianisme, khususnya di Timur di bawah kepemimpinan Konstantinus II, yang diakui sebagai Aria nis, merasa menang atas orang-orang Katolik ortodoks .

Janji TUHAN YESUS  memang benar bahwa pintu-pintu neraka tidak akan  menang melawan Gereja-Nya, Yesus Kristus memberikan kemenangan-kemenangan iman kepada orang Katolik ortodoks dalam diri St. Athanasius, St. Basilius, St. Gregorius dari Nyssa, dan St. Gregorius dari Nazianze. Hasil dari usaha heroik mereka dalam mempertahankan iman yang satu dan benar melawan Arianisme adalah, pada tanggal 28 Februari 380 M, Kaisar Gratianus di Barat dan Theodosius di Timur mengeluarkan dekrit uniformitas, yang menghapus semua toleransi Arianisme dan paganisme, menandai bersatunya kembali antara Gereja Barat dan Gereja Timur di bawah iman Katolik ortodoks. Satu tahun kemudian, Konsili Konstantinopel I menghukum Arianisme dan menegaskan kembali Credo Nicea. Korban-korban kepada berhala dilarang dan semua kuil pemujaan berhala ditutup untuk selamanya.  Muncullah rumah-rumah besar yang dipakai berdoa bagi orang Katolik, dan kubu paganisme terakhir, sekolah filsafat Athena, ditutup oleh  Yustinus Agung pada tahun 529.    ,

Demi semua tujuan itu, pada akhir abad ke-4 Arianisme dan paganisme dikalahkan oleh Kekaisaran Romawi. Abad ke-5 dilihat sebagai munculnya kembali bidah-bidah yang lebih baru. Konsili Ekumenis Efesus pada tahun 431 menghukum bidah baru Nestorianisme, yang menyangkal kesatuan sifat ilahi dan manusiawi dalam pribadi Yesus Kristus. Kaum Nestorian mempertahankan bahwa Yesus bukan Allah, bahwa Allah hanya tinggal dalam diri-Nya seperti sebuah kuil, dan bahwa Maria bukan Bunda Allah. Konsili Efesus juga menghukum bidah Pelagianisme, yang mengatakan bahwa manusia, dengan kekuatan dan kehendak bebasnya sendiri, dapat menjadi tidak berdosa dan menjadi seperti Anak Allah, bahwa dosa Adam dibersihkan dan tidak meninggalkan noda dosa asal dalam diri semua manusia, bahwa kita dilahirkan bebas dari dosa seperti Adam dan Hawa, bahwa manusia dapat melakukan sesuatu yang dilakukan Allah, bahwa kita tidak mernbutuhkan penebus sebab Hukum Musa cukup menyelamatkan kita, bahwa ada orang-orang yang tidak berdosa di hadapan Kristus, bahwa kita tidak membutuhkan rahmat Allah derni keselamatan, dan bahwa Petrus tidak mempunyai autoritas atas para rasullainnya.

Bidah baru lain yang disebut Monofisitisme dihukum oleh Konsili Chalcedon pada tahun 451. Bidah ini menyangkal kemanusiaan Kristus dengan mengeklaim bahwa Dia mernpunyai sifat ilahi tetapi bukan sifat manusiawi. Karena Monofisitisme muncullah bidah baru yang disebut Monotelisme, yang mengemukakan bahwa Kristus hanyalah seorang pribadi, Dia hanya mempunyai satu kehendak daripada dua kehendak (yang ilahi dan yang manusiawi}. Monotelitisme dihukum sebagai bidah  oleh Konsili Konstantinopel pada tahun 680, yang menegaskan kembali  bahwa Kristus mempunyai dua kehendak yang menghubungkan kedua  sifat-Nya, baik yang ilahi maupun yang manusiawi.


Meskipun sejumlah bidah ingin menghancurkan Gereja awal, pada awal abad ke-7 Katolisisme telah menyebar di seluruh Eropa, Afrika Utara, dan Asia Kecil, dan menjanjikan pertobatan seluruh dunia kepada Kristus. Sarnpai sejauh ini, Satan tidak mampu menghentikan penycbaran Katolisisme dengan doktrin-doktrin bidah dan sepuluh hukuman bagi orang-orang Kristen oleh para kaisar Romawi yang iahat.!"

Catatan: Sepuluh hukuman dari penguasa Romawi bagi orang-orang Kristen berasal dari Nero (tahun  64-68), Domitianus (tahun 95-96), Trajanus (tahun 106-117), Marcus Aurelius (tahun 161- 180), Septimus Severus (tahun 202-211), Maximinus Thracianus (tahun 235-238), Decius (tahun 249-251), Valerianus (tahun 257-260), Aurelianus (tahun 274-275), dan pemerintahan Diocletianus serta Galerius (tahun 303-311).

Munculnya Islam


Munculnya Islam yang menyebar dengan sangat pesat ke seluruh Asia Tengah dan Afrika Utara memang sangat menggoncangkan Kekristenan. Islam mendapatkan banyak pengikutnya melalui pertobatan-pertobatan baru, terutama di pusat-pusat sejarah peradaban Kristen seperti Yerusalem, Antiokhia, Aleksandria, dan Carthago. Penyebaran Islam ke benua Eropa juga terjadi melalui perang. Islam merebut Spanyol tahun 714, dan kemudian mengepung Perancis tahun 732. Namun demikian, kekuatan-kekuatan Kristen di Eropa mampu menghadapi penyerbuan orang-orang Muslim di Poitiers, Perancis, tahun 732; di Spanyol tahun 1212; di Vienna, Austria, pada tahun 1529; di Laut Mediteranian dalam pertempuran Lepanto pada tahun 1571; di Vienna lagi pada tahun 1683; di Belgrade pada tahun 171 7; dan akhirnya di Balkan pada tahun 1912.

Islam gagal menaklukkan Katolisisme tetapi berhasil melawan Gereja Ortodoks Timur, merebut sebagian besar tanahnya dan me- ngurangi kekuasaan serta pengaruhnya. Gereja Ortodoks Timur dari Kekaisaran Romawi Timur, sekarang berpusat di Turki, telah memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma pada tahun 1054 karena perselisihan dengan autoritas paus, Relasi antara para patriarkh timur dan barat berkembang sangat buruk pada abad-abad ini, khususnya sejak muncul bidah lleonohlasisme pada abad ke-8 di timur (yang mempertahankan bahwa patung-patung dan gambar-gambar keagamaan, yang begitu lazim di Gereja Katolik, adalah berhala), dan bidah Photianisme abad ke- 9 di timur (yang mengeklaim bahwa ROH KUDUS berasal dari Bapa, bukan dari Putra). Skisma Yunani dari Gereja Katolik Roma pada tahun 1054, dan pada tahun 1281, menimbulkan malapetaka bagi Gereja Ortodoks Timur: Byzantine ibu kota Konstantinopel, pusat Gereja Ortodoks Timur, jatuh ke tangan Turki pada tahun 1453, dan tetap dikuasai orang-orang Muslim, sedangkan Vatikan di Roma, pusat Kekristenan Barat, tetap dikuasai orang-orang Kristen sarnpai sekarang.

Bidah- Bidah pada Milenium Kedua

Gerejs Katolik Roma menang melawan setiap bidah baru pada mileninm pertama, tetapi bidah-bidah yang lebih baru terus menyerang Gereja di milenium kedua. Berengarianisme, bidah yang menyangkal Kehadiran Nyata Allah dalam Ekaristi Kudus, mengganggu Gereja Katolik pada pertengahan abad ke-ll , tetapi Keajaiban di Lanciano abad ke-8, ketika hosti yang dikonsekrir berubah menjadi daging betulan dan anggur yang dikonsekrir berubah menjadi darah betulan selama selebrasi misa yang dilakukan imam, bukan bidah. Sejumlah keajaiban lain dalam Ekaristi telah terjadi sejak Lanciano, yang paling baru terjadi pada tanggal8 Desember 1991 (Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Dosa) di Betania, Venezuela, di mana selama misa, hosti, pada  saat konsekrasi, mengeluarkan darah di hadapan ratusan saksi mata.  Keajaiban Ekaristi di Betania direkam dalam video dan diperlihatkan dalam film dokumenter paling baru mengenai penglihat Maria dari wilayah itu yang bernama Maria Esperanza.


Bidah Berengarianisme pada abad ke-11 dikalahkan oleh Keajaiban Lanciano, bidah Manikheisme 'abad ke-3 dimunculkan kembali pada abad ke-ll sebagai Albigensianisme. Berpusat di kota Albi, Perancis bagian selatan, kaum Albigensian (mereka dikenal sebagai orang-orang Cathar) menyangkal Trinitas, kelahiran manusia dan kebangkitan Kristus, mempercayai al1ah yang baik dalarn Perjanjian Baru dan allah yang jahat dalam Perjanjian Lama atau Satan menciptakan masalah jahat, menolak sakramen-sakramen, meremehkan perkawinan, menyetujui persetubuhan seksual dengan siapa saja dan vegetarianisme, menolak baptis kanak-kanak dan pengarnpunan bagi orang berdosa, menyangkal inspirasi ROH KUDUS dalam Perjanjian Baru, tidak mengakui hak negara menghukum para kriminal, dan menghilangkan peranan klerus. Paus Innocentius III (yang menjadi paus tahun 1198-1216) menyetujui misi-misi baru untuk mempertobatkan orang-orang Cathar ke Katolisisme sampai salah seorang dari wakilnya di wilayah itu, Peter Castelnau, dibunuh oleh mereka pada tahun 1208. Oleh sebab itu, Paus Innocentius membenarkan perang salib untuk memerangi bidah-bidah Cathar, dan, pada akhir abad ke-14, Gereja Katolik berhasil memusnahkan Albigensianisme dari Eropa.

Pada abad ke-12, para penganut bidah Waldensianisme menolak api penyucian dan devosi kepada para kudus, memprotes ikon-ikon Katolik, menolak bersumpah, menyangkal sakramen Tobat, Imamat, Perkawinan, Pengurapan Orang Sakit dan Penguatan, dan mencela indulgensi, puasa, serta upacara-upacara. Waldensianisme dimulai oleh orang Perancis bernama Peter Valdes (disebut secara salah "Waldo"),  saudagar kaya dari Lyon dan bersemangat melawan kemapanan Gereja  Perancis. Waldo dan para pengikutnya, dikenal sebagai "Orang-orang miskin dari Lyon", menyerahkan harta miliknya dan berkhotbah melawan keduniawian dan materialisme klerus serta invaliditas sakramen-sakramen yang dilakukan oleh mereka. Selanjutnya, Uskup Agung Katolik Lyon melarang orang-orang Walden berkhotbah karena yurisdiksinya. Kemudian orang-orang Walden diekskomunikasi pada tahun 1184 oleh Konsili Verona dan dihukum bersama-sama dengan kaurn Albigensian di Perancis bagian selatan.

Pada abad ke-14 dan I5, bidah baru lainnya dikenal sebagai humanisme yang muncul di antara bangsawan Eropa dan hierarki Gereja Katolik yang baru-baru ini menemukan tulisan-tulisan kuno dari para filsuf Yunani klasik di perpustakaan-perpustakaan Arab selama masa Perang Salib (tahun 1095-1270), dan dari para sarjana Yunani yang melarikan diri dari orang-orang Muslim Turki yang menyerbu Konstantinopel pada abad ke-15. Menganjurkan kembali kepada ajaran-ajaran dan nilai-nilai klasik dari para filsufYunani kuno dan Romawi agar relevan dengan Kekristenan, kaum humanis dalam Gereja dan negara mendukurrg individualisme kritis, yang berpusat pada manusia dan menghilangkan Skolastisisme yang berpusat pada Allah yang diajarkan di universitas-universitas Katolik sejak abad ke-11 , Kaum humanis Italia seperti Dante, Boccaccio, Petrarch, Picodella Mirandola,  Marsilino Ficino, dan Cosimo de Medici, pendiri Akademi Platonis di Florence, bercita-cita "memanusiakan" keutamaan-keutamaan para filsuf kafir dan menghasilkan pendekatan netral bagi penduduk secara ilmiah, secara religius. Kaum humanis Renaisanse Eropa (tahun 1400-1600) berpindah dari Yesus Kristus sebagai pusat kepentingan manusia kepada manusia itu sendiri, dan banyak humanis mempergunakan filsafat baru ini untuk membenarkan kemewahannya, dekadensi kepuasan diri sendiri. Konsekuensinya, sejak dulu humanisme menimbulkan konflik antara orang Yunani kaya dan paganisme Roma serta penyangkalan diri Kekristenan, sebaliknya masyarakat Barat jatuh pada perpecahan dan sekularisasi.

 Humanisme Renaissans yang berpusat pada manusia menimbulkan serangan balik dari orang-orang anti-Katolik yang jijik dengan dekadensi dan kelemahan yang telah merasuki Gereja selama Renaissans, sehingga muncullah Protestantisme, pada tahun 1517 dengan hadirnya Martin Luther, yang nyatanya, re-sintesis dari bidah-bidah yang muncul sejak dulu, yaitu Valentinianisme, Nestorianisme, Pelagianisme, Ikonoklasisme, Berengarianisme, Albigensianisme, dan Waldensianisrne. Seperti yang dikatakan Kitab Suci, "Tidak ada yang baru di bawah matahari."    

“There Is Nothing New Under The Sun”

Selesai.

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 333
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDAH-BIDAH YANG MENYERANG GEREJA AWAL

Post by isaku on Tue Jul 28, 2015 5:54 pm

@Rindu wrote:Kristus berjanji kepada Petrus dan para rasul lainnya bahwa pintu  neraka akan kalah melawan Gereja Katolik, dan selama dua ribu tahun,  Kristus telah menjaga janji-Nya.
Kalimat pertama saja sudah ngawur, Yesus kenal katolik darimana??

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3584
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 141

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDAH-BIDAH YANG MENYERANG GEREJA AWAL

Post by Rindu on Tue Jul 28, 2015 8:46 pm

http://www.indonesianpapist.com/2010/07/kata-katolik-ada-dalam-kitab-suci.html

Kata "KATOLIK" Ada Dalam Kitab Suci

Bapa Gereja awal yang pertama kali menggunakan istilah GEREJA KATOLIK adalah St. Ignatius dari Antiokia. Beliau menurut tradisi Kristen adalah murid St. Yohanes Rasul dan beliau juga seorang anak yang pernah dipangku oleh Tuhan Yesus dalam Markus 9:36.

Santo Ignasius dari Antiokia

Kutipan dari tulisan St. Ignatius dari Antiokia kepada Jemaat di Smirna:

Wherever the bishop appears, let the people be there; just as wherever Jesus Christ is, there is the Catholic Church" (Letter to the Smyrneans 8:2 [A.D. 110]).
"Di mana ada uskup, hendaknya umat hadir di situ, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, Gereja Katolik hadir di situ."

Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa sebelum masa St. Ignatius, istilah "Gereja Katolik" telah digunakan sebagai nama Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus di ayat berikut.

Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan GEREJA-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mt 16:18
kagw de soi legw oti su ei petroV kai epi tauth th petra oikodomhsw mou thn EKKLHSIAN kai pulai adou ou katiscusousin authV (Perjanjian Baru Yunani - Stephanos 1550)
Mt 16:18
And I say also unto thee, That thou art Peter, and upon this rock I will build my CHURCH; and the gates of hell shall not prevail against it.


Catatan: Lembaga Alkitab Indonesia mencantumkan kata "Jemaat" pada Mat 16:18. Namun, hal ini adalah sesuatu yang tidak tepat karena yang benar seharusnya "Gereja". Bisa dilihat di terjemahan Bahasa Inggris terdapat kata "CHURCH". Jadi saya ganti kata "Jemaat" dengan "Gereja".

Nah, sekarang bisa kita lihat dengan jelas bahwa Tuhan Yesus mendirikan Gereja-Nya di atas Sang Batu Karang (St. Petrus).

Selanjutnya, dimanakah letak kata "Katolik" yang merupakan nama Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus??? Disinilah kita bisa melihatnya.

Kis 9:31
Selama beberapa waktu Gereja di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.(Cat: "Jemaat" diganti jadi "Gereja")
Acts 9:31
So the church throughout all Judea and Galilee and Samaria had peace and was built up; and walking in the fear of the Lord and in the comfort of the Holy Spirit it was multiplied.
Kis 9:31
μεν ουν εκκλησια καθ ολης της ιουδαιας και γαλιλαιας και σαμαρειας ειχεν ειρηνην οικοδομουμενη και πορευομενη τω φοβω του κυριου, και τη παρακλησει του αγιου πνευματος επληθυνοντο.
atau ini saja, terjemahan berbahasa Yunani yang lebih enak dibaca.
Acts 9:31
ai men oun ekklhsiai kaq olhV thV ioudaiaV kai galilaiaV kai samareiaV eicon eirhnhn oikodomoumenai kai poreuomenai tw fobw tou kuriou kai th paraklhsei tou agiou pneumatoV eplhqunonto (Perjanjian Baru Yunani - Stephanos 1550).

Perhatikan ekklhsiai kaq olhV pada Kitab Suci berbahasa Yunani. Nah, kata tersebut kira-kira berbunyi "Ekklesia Katha Holos" yang diterjemahkan di Inggris menjadi "the church throughout all," dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Gereja di seluruh."

"Ekklesia" adalah "Gereja"
"Katha Holos" adalah asal dari kata "Katolik"
"Ekklesia Katha Holos" = "Gereja Katolik"

Bukti lebih lanjut:
1. "The word Catholic is derived from the Greek adjective καθολικός (katholikos), meaning "universal"... (Kutipan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Catholic ).

Terlihat bahwa bahasa Yunani dari kata "Katolik" adalah "καθολικός" bandingkan dengan yang di Kis 9:31, "καθ ολης". Bisa dilihat kesamaan hurufnya. Tidak sama persis karena masalah gramatikal. Yah, kurang lebih seperti perbedaan penggunaan "you" dengan "your".

2. http://dictionary.reference.com/browse/catholic
[Middle English catholik, universally accepted, from Old French catholique, from Latin catholicus, universal, from Greek katholikos, from katholou, in general : kat-, kata-, down, along, according to; see cata- + holou (from neuter genitive of holos, whole. See sol- in Indo-European Roots).]

Lihat yang digarisbawahi. Dikatakan kata-kata tersebut berasl dari kata yunani "katholikos" yang berasal dari kata "katholou" dan kata ini berasal dari "kata" + "holou".


3. Terjemahan dari kata per kata dari frasa "throughout all" yang ada pada Kisah 9:31 dari Bahasa Yunani ke Bahasa Inggris.

*Original word: katav
Transliterated Word: Kata
Definition:
1. down from, through out
2. according to, toward, along
http://www.biblestudytools.com/lexicons/greek/kjv/kata.html

*Original word: o&loß
Transliterated Word: Holos
Definition:
1. all, whole, completely
http://www.biblestudytools.com/lexicons/greek/kjv/holos.html

Dengan melihat bukti di atas, dapat disimpulkan bahwa Kata "Katolik" itu ada di dalam Kitab Suci dan merupakan nama dari Gereja yang didirikan Tuhan Yesus Sendiri di atas St. Petrus.

Semoga note ini bisa menambah pengetahuan saudara/i sekalian sekaligus semakin meneguhkan Iman saudara/i kepada Tuhan kita Yesus Kristus di dalam Gereja-Nya, yaitu Gereja Katolik.

Referensi Alkitab: http://www.ekaristi.org/bible/index.php
Referensi Topik: http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=2962

Rindu
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 333
Kepercayaan : Lain-lain
Location : bumi
Join date : 09.05.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDAH-BIDAH YANG MENYERANG GEREJA AWAL

Post by frontline defender on Wed Jul 29, 2015 11:48 am

maksudmu Protestan adanya/lahirnya baru setelah Islam gitu? usil
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6448
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDAH-BIDAH YANG MENYERANG GEREJA AWAL

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik