FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

isim isyarah dan isim maushul (kata tunjuk & kata sambung)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

isim isyarah dan isim maushul (kata tunjuk & kata sambung)

Post by keroncong on Fri Dec 23, 2011 5:43 pm

Untuk lebih memahami penggunaan
Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan
Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim
Maushul atau Kata Sambung.


Pertama, Isim Isyarah. Pada
dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:


1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat:
هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat:
هَذَا كِتَابٌ (= ini sebuah buku)

2) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh:
ذَلِكَ (=itu).
Contoh dalam kalimat:
ذَلِكَ كِتَابٌ (= itu sebuah buku)

Bila Isim Isyarah itu
menunjuk kepada Isim Muannats maka:


1)
هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah)

2) ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah)

Adapun bila Isim yang ditunjuk
itu adalah Mutsanna (Dual), maka:


1) هَذَا menjadi هَذَانِ. Contoh: هَذَانِ
كِتَابَان
ِ (= ini dua buah buku)

2) هَذِهِ menjadi هَتَانِ. Contoh: هَتَانِ مَجَلَّتَانِ (= ini dua buah majalah)

3) ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ (= itu dua buah buku)

4) تِلْكَ menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ (= itu dua buah majalah)

Sedangkan bila Isim yang
ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua), maka baik Mudzakkar maupun Muannats,
semuanya menggunakan:


1)
هَؤُلاَءِ (= ini)
untuk menunjuk yang dekat. Contoh
:

هَؤُلاَءِ كُتُبٌ هَؤُلاَءِ
مَجَلاَّتٌ
(= ini adalah
buku-buku)
(=
ini adalah majalah-majalah)
2)
أُلَئِكَ (= itu) untuk menunjuk yang jauh.
Contoh
:

أُلَئِكَ كُتُبٌ أُلَئِكَ
مَجَلاَتٌ

(= itu adalah buku-buku)


Isim Maushul (Kata
Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau
pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam
ini diwakili oleh kata: "yang".


Bentuk asal/dasar dari Isim
Maushul adalah:
الَّذِيْ
(=yang). Perhatikan
contoh penggunaan Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah
ini:















Kalimat
I
جَاءَ
اْلأُسْتَاذُ

= datang guru
itu
Kalimat
II
اْلأُسْتَاذُ يَدْرُسُ
الْفِقْهَ
= guru itu
mengajar Fiqh
Kalimat
III
جَاءَ اْلأُسْتَاذُ
الَّذِيْ يَدْرُسُ الْفِقْهَ
= datang guru yang
mengajar Fiqh itu

Kalimat III
menghubungkan Kalimat I dan II dengan Isim Maushul:
الَّذِيْ

Bila Isim Maushul itu dipakai
untuk Muannats maka:
الَّذِيْ menjadi: الَّتِيْ





جَاءَ اْلأُسْتَاذَةُ
الَّتِيْ تَدْرُسُ الْفِقْهَ

= datang guru (pr)
yang mengajar Fiqh itu
Bila Isim Maushul itu
digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka:


1) الَّذِيْ
menjadi:
الَّذَانِ sedangkan الَّتِيْ menjadi: الَّتَانِ








جَاءَ اْلأُسْتَاذَانِ
الَّذَانِ يَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
= datang dua orang guru
(lk) yang mengajar Fiqh itu

جَاءَ اْلأُسْتَاذَتَانِ
الَّتَانِ تَدْرُسَانِ الْفِقْهَ

= datang dua orang guru
(pr) yang mengajar Fiqh itu

Bila Isim Maushul itu dipakai
untuk Jamak maka:


1) الَّذِيْ menjadi: الَّذِيْنَ sedangkan: الَّتِيْ menjadi: اللاَّتِيْ/اللاَّئِيْ








جَاءَ اْلأَسَاتِذُ
الَّذِيْنَ يَدْرُسُوْنَ الْفِقْهَ

= datang guru-guru
(lk) yang mengajar Fiqh itu
جَاءَ اْلأَسَاتِذَةُ
اللاَّتِيْ يَدْرُسْنَ الْفِقْهَ

= datang guru-guru
(pr) yang mengajar Fiqh itu
(= itu adalah
majalah-majalah)



avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik