FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Halaman 4 dari 5 Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by gayatri on Fri Sep 04, 2015 9:47 am

First topic message reminder :

Tuhan yg sempurna tidak mungkin menciptakan manusia,
sebab TUHAN tidak butuh manusia.
(kan Dia sempurna,masak butuh manusia)

fakta pertama,
setujukah kalian bhw Tuhan tidak butuh manusia?
jika setuju berarti Tuhan tidak menciptakan manusia.

SEBAB yg menciptakan manusia pastl dia oknum
yg butuh manusia.

apakah anda setuju yg digaris?
kalau tidak butuh manusia,untuk apa menciptakan manusia?
kan tidak mungkin !

Jika Tuhan butuh manusia berarti Dia oknum yg lemah,
artinya Tuhan masih ada kebutuhan !

Masih punya kebutuhan berarti dia tidak sempurna.
Hal ini bertentangan dgn konsep Tuhan yg sempurna.
yg tentu tidak punya kebutuhan akan hadirnya manusia.

kesimpulannya:
TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN MANUSIA

manusia sendirilah yg "menciptakan" kehadirannya sendiri.
(melalui proses pikirannya)
sama seperti ketika seseorg tidur dan bermimpi..
Dia menjadi suatu pribadi dlm mimpi tsb..
pribadi tsb adalah "ciptaan" kita yg sedang tidur tsb..

lalu apa yg para suci maksudkan dgn TUHAN ?
Tuhan tsb bukan lain adalah jati diri manusia.

perumpamaan :
jika manusia itu kecebong
maka jati diri manusia adalah katak (Tuhan)

jika manusia itu ulat
maka jati diri manusia sesungguhnya adalah kupu-kupu (Tuhan)

ulat akan tahu bahwa DIRI SEJATINYA adalah kupu_kupu
manusia akan tahu bhw jati dirinya adalah TUHAN.
(manunggaling kawula gusti)

gayatri
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 666
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 07.06.15
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down


Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Tue Aug 30, 2016 1:58 pm

@dee-nee wrote:
sepakat ... dan hukum karma ini eksis dibawah ketetapan Tuhan

pokoknya ... apapun sistem/hukum alam semesta yang ada ... semua itu eksis dibawah ketetapan Tuhan

jiaaaah balik maning nang laptop donx...hehehehehe

@dharma_senapati wrote:
Hukum karma = hukum sebab akibat = hukum tabur tuai

Yg bold merah bekerja tanpa ikut campur tuhan personal atau tuhan apapun yang terkondisi
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dee-nee on Tue Aug 30, 2016 2:14 pm

@dharma_senapati wrote:
@dee-nee wrote:
sepakat ... dan hukum karma ini eksis dibawah ketetapan Tuhan

pokoknya ... apapun sistem/hukum alam semesta yang ada ... semua itu eksis dibawah ketetapan Tuhan

jiaaaah balik maning nang laptop donx...hehehehehe

@dharma_senapati wrote:
Hukum karma = hukum sebab akibat = hukum tabur tuai

Yg bold merah bekerja tanpa ikut campur tuhan personal atau tuhan apapun yang terkondisi

hihihihihi ... ya itu lah bedanya ...

yang bold merah itu terjadi/eksis karena keberadaan/eksistensi YANG MUTLAK ... kenapa ??

karena segala hal yang terkondisi ... pasti memiliki sebab akibat

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Tue Aug 30, 2016 2:31 pm

@dee-nee wrote:
hihihihihi ... ya itu lah bedanya ...

yang bold merah itu terjadi/eksis karena keberadaan/eksistensi YANG MUTLAK ... kenapa ??

karena segala hal yang terkondisi ... pasti memiliki sebab akibat

kl menurut @dee-nee sendiri, yg bold itu apa hayooo ?
kl yang biru sy setuju
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dee-nee on Tue Aug 30, 2016 2:36 pm

@dharma_senapati wrote:
@dee-nee wrote:
hihihihihi ... ya itu lah bedanya ...

yang bold merah itu terjadi/eksis karena keberadaan/eksistensi YANG MUTLAK ... kenapa ??

karena segala hal yang terkondisi ... pasti memiliki sebab akibat

kl menurut @dee-nee sendiri, yg bold itu apa hayooo ?
kl yang biru sy setuju

kalau dalam Islam disebut DZAT ... yaitu suatu kosa kata dari bahasa Arab yg belum ada padanan katanya dalam bhs Indonesia. tapi DZAT bisa diartikan dgn ‘SESUATU' (pake tanda petik).

piss piss

uraian panjang-nya mungkin ada disini : http://islamiyyah.mywibes.com/Jangan%20berfikir%20tentang%20dzat%20allah%20swt

kalau dibawah artikel itu kemudian ada kalimat2 pada kristen tentang penuhanan Yesus dsb >>> ya biasa toh ya yang begini2 ... (kayanya ga afdol kalau ga ada bumbu-nya) hehehehehe

tapi kalau buat saya pribadi ... point-nya sih ini

Rasulullah saw berpesan, "Tafakkaruu fi khalkillah walaa tafakkaruu fi dzatihi"

Sabda beliau ini menyiratkan bahwa berfikir tentang ciptaan Allah, walau bagaimanapun, akan menyadarkan kita bahwa Allah itu ada, dan eksistensi-Nya sangat nyata. Namun Rasulullah saw juga mengingatkan; cukuplah sampai di situ saja! Jangan coba-coba untuk berpikir lebih jauh, misalnya tentang bagaimana kira-kira Dzat Allah, atau sosok Allah itu sendiri.


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Tue Aug 30, 2016 2:44 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Tue Aug 30, 2016 2:42 pm

@dee-nee wrote:
kalau dalam Islam disebut DZAT ... yaitu suatu kosa kata dari bahasa Arab yg belum ada padanan katanya dalam bhs Indonesia. tapi DZAT bisa diartikan dgn ‘SESUATU' (pake tanda petik).

dpt dari mana istilah yang di bold tsb ?
saya masih blm paham dgn istilah ini
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dee-nee on Tue Aug 30, 2016 2:46 pm

@dharma_senapati wrote:
@dee-nee wrote:
kalau dalam Islam disebut DZAT ... yaitu suatu kosa kata dari bahasa Arab yg belum ada padanan katanya dalam bhs Indonesia. tapi DZAT bisa diartikan dgn ‘SESUATU' (pake tanda petik).

dpt dari mana istilah yang di bold tsb ?
saya masih blm paham dgn istilah ini

maaf diatas sudah banyak saya beri tambahan ...

tapi intinya ... kata DZAT itu sendiri adalah bahasa Arab ... yang menjelaskan tentang "SESUATU" (suatu hal atau something atau apapun itu) yang mengarah pada konsep SANG MUTLAK

kata DZAT tidak bisa dipakai untuk disepadankan pada benda2 atau apapun yang lainnya
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Tue Aug 30, 2016 3:25 pm

mksdnya dzat itu tak terkondisi ?
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dee-nee on Tue Aug 30, 2016 5:00 pm

@dharma_senapati wrote:mksdnya dzat itu tak terkondisi ?

lah memang pemahaman tidak terkondisi itu apa ??
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Tue Aug 30, 2016 9:09 pm

yg tak bisa diungkapkan dgn kata2 & pikiran
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dee-nee on Tue Aug 30, 2016 11:02 pm

@dharma_senapati wrote:yg tak bisa diungkapkan dgn kata2 & pikiran

kurang lebih sama dengan apa yang disebut DZAT ...

btw yg underline ... dalam sudut pandang Buddha ... kenapa ga bisa diungkapkan dengan kata2 dan pikiran ??
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Tue Aug 30, 2016 11:16 pm

krn tuhan yg bisa diungkapkan dgn kata2 & pikiran akan menjd terkondisi
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dee-nee on Wed Aug 31, 2016 9:12 am

@dharma_senapati wrote:krn tuhan yg bisa diungkapkan dgn kata2 & pikiran akan menjd terkondisi

makanya saya sebut paling awal >>> konteks terkondisi vs tak terkondisi ini menurut sudut pandang siapa dulu ??

misalnya saya ambil kalimat dari seorang Buddha tentang nibbana

seorang Buddha wrote:Nibbana jangan ditafsirkan sebagai suatu kekosongan atau kemusnahan karena kita tidak dapat memahaminya dengan pengertian duniawi kita Misalnya seseorang tidak dapat mengatakan bahwa tak ada cahaya, karena orang buta tak dapat melihatnya. Juga seperti dalam sebuah cerita yang terkenal tentang seekor ikan yang berdebat dengan sahabatnya seekor penyu, yang dengan bangga menyatakan bahwa tidak ada daratan.

Dalam agama Buddha, Nibbana bukan suatu kekosongan atau keadaan hampa melainkan suatu keadaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata – kata secara tepat. Nibbana adalah sesuatu yang “ tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak tercipta “. Karenanya, Nibbana bersifat kekal ( dhuva ), damai ( santi ), dan bahagia ( sukha ).

yang underline ini bukannya sama saja ... toh nyatanya apa yang disebut "tak terkondisi" tetap bisa diungkapkan dengan kata2 dan pikiran >>> sementara disatu pihak ... umat Buddha sepakat bahwa nibbana adalah suatu keadaan yang tak terkondisi

maka balik ke biru dan merah diatas >>> bahwa sesuatu yang "tidak bisa diungkapkan dengan kata2" ... bagaimanapun sulitnya ... pada dasarnya akan tetap diungkapkan dengan kata2 oleh manusia (dengan bahasa manusia)
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 181

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Wed Aug 31, 2016 9:40 am

@dee-nee wrote:
maka balik ke biru dan merah diatas >>> bahwa sesuatu yang "tidak bisa diungkapkan dengan kata2" ... bagaimanapun sulitnya ... pada dasarnya akan tetap diungkapkan dengan kata2 oleh manusia (dengan bahasa manusia)

yups yg bold betul (dengan bahasa manusia), sehingga yang tak terceritakan menjadi dzat tuhan. manusia pd umumnya membutuhkan dzat tuhan sbg t4 berlindung, tp setelah ditelusuri oleh buddha sendiri bahwa dzat tuhan itu ternyata masih memiliki kehendak. kehendak menjadi niat, niat menjadi karma.

jadi dzat tuhan yg sifatnya personal itulah jd terkondisi (tidak kekal)

bisa jadi dzat tuhan personal tersebut mampu menciptakan manusia serta akam semesta karena tingkat kemampuan batinnya yg sangat tinggi, tapi itu tidak membuat tuhan menjadi suci. hanya manusia saja yng menganggapnya suci.


AWAL-MULA MUNCULNYA KONSEP “YANG-MAHA-PENCIPTA”

Sang Buddha bukanlah manusia yang hidup di jaman orang-orang tidak mengenal suatu konsepsi adanya “Yang-Maha-Kuasa”, “Pencipta-Langit-dan-Bumi”, “ Asal-dan-Tujuan-Semua-Makhluk”, “Dari-Nya-kembali-Pada-Nya”.

Sosok tersebut, dalam jaman Sang Buddha, oleh para Brahmana dikenal dengan sebutan Maha-Brahma. Maha-Brahma ini mempunyai pandangan-salah, karena ia secara keliru menganggap dirinya sebagai “Bapa-Alam-Semesta”. Pandangan-salah ini ditunjang dengan kenyataan bahwa Maha-Brahma ini adalah makhluk-mulia, pemimpin para Dewa dari seluruh surga Kammadhatu ( keenam lapisan surga diatas alam manusia ) dan pemimpin para Dewan dan Menteri Brahma.

Brahmajala Sutta didalam Digha Nikaya mengisahkan mengapa Maha-Brahma sampai memiliki pandangan-salah semacam itu ( untuk membaca Brahmajala-Sutta, buka lagi artikel saya yang berjudul “Alam-Semesta, Kehidupan dan Alam-Kehidupan (V)”, buka di Arsip September 2008, tulisan tanggal 16 September 2008 ).

Sang Buddha mengajarkan bahwa dunia yang kita tempati sekarang ini beserta surga-surga kammadhatu akan mengalami penciptaan dan kehancuran secara berkala. Pada saat terjadinya kehancuran bumi kita ini , yang oleh ajaran agama-agama samawi disebut sebagai “kiamat”, para makhluk yang berdiam di alam yang lebih rendah akan terlahir kembali di alam Surga Abhassara ( Sanskrit : Abhasvara ), surga tertinggi di Jhana II ( surga ke-12 bila dihitung dari surga tingkat pertama di alam Kammadhatu ).

Setelah berlalunya waktu yang sangat lama sekali, tiga surga di alam Jhana I muncul kembali, dan seorang dewa Abhassara mati serta terlahir kembali di alam ini sebagai Maha-Brahma ( surga ke-9 bila dihitung dari surga tingkat pertama di alam Kammadhatu ).

Karena lamanya ia sendirian disana, ia merasa kesepian dan menginginkan kehadiran makhluk lain. Tak lama kemudian, harapannya terpenuhi, semata-mata hanya karena para dewa Abhassara lainnya mati dan terlahir kembali di alam Brahma, karena karma-karma mereka sendiri, dan kemudian menjadi para Menteri dan Dewan Brahma.

Karena Maha-Brahma tidak mengingat kehidupannya yang sebelumnya, maka ia berpikir, “ Aku adalah Brahma, Maha-Brahma,… Maha-Tahu, Pengendali, Tuhan, Pembuat, Pencipta… makhluk lainnya yang ada disini adalah ciptaan-Ku.”. Para Menteri dan Dewan Brahma serta para pengikutnya setuju dengan kesimpulan yang keliru ini.

Dan ketika beberapa di antara mereka mati dan terlahir kembali sebagai manusia, ada beberapa banyak dari mereka yang meninggalkan kehidupan perumah tangga, dan menempuh hidup sebagai Petapa / seorang Brahmana, lalu mereka mengembangkan kemampuannya untuk mengingat kehidupan sebelumnya, dan karenanya mengajarkan bahwa Maha-Brahma adalah Pencipta yang kekal dari semua makhluk.

MAHA-BRAHMA : MAKHLUK TERBATAS DAN LEBIH RENDAH TINGKATANNYA BILA DIBANDINGKAN DENGAN SAMMA-SAMBUDDHA

Didalam Digha Nikaya, sebuah Kitab Suci Buddhis, dikisahkan sebuah cerita ironis yang memberikan gambaran tentang keterbatasan-keterbatasan sosok yang disebut sebagai “Yang-Maha-Pencipta” ini, yang dalam Brahmanisme dikenal dengan nama : Maha-Brahma. Terdapatlah seorang Bhikkhu yang ingin mengetahui asal-usul dunia, bersamadhi supaya dapat berkomunikasi dengan para dewata dan mengajukan pertanyaan filosofis tersebut.

Tetapi, tidak ada satupun dewa. Mulai dari surga tingkat pertama hingga ketujuh ( kediaman dewa pengikut Maha-Brahma ) yang dapat menjawab pertanyaan sulit itu.

Namun para dewa dengan gegabah berani memastikan bahwa Maha-Brahma sanggup menjawab pertanyaan itu. Selang beberapa saat kemudian , Maha-Brahma menampakan diri dan Sang Bhikkhu pun mengajukan pertanyaan padanya.

Jawaban yang diperolehnya hanya semata-mata berupa penegasan penuh percaya diri bahwa alam semesta adalah ciptaannya. Setelah tiga kali memberikan jawaban yang sama, Maha-Brahma menarik Bhikkhu tersebut ke satu sisi dan berkata bahwa dia tidak dapat mengecewakan para pengikutnya dengan mengakui kelemahannya bahwa ia tidak tahu jawaban dari pertanyaannya. Maha-Brahma kemudian memberikan saran bahwa pilihan terbaik bagi Bhikkhu tersebut adalah pergi mengunjungi Sang Buddha, yang pasti mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut.

Demikianlah sosok yang diyakini sebagai “Maha-Pencipta”, Maha-Brahma, ini masih lebih rendah tingkatannya apabila dibandingkan dengan Buddha. Sekalipun mempunyai kebanggaan yang berlebihan akan dirinya , namun “Maha-Dewa” ini merupakan sesosok makhluk yang baik hati dan welas asih ( ingat empat sifat luhur, Brahmavihara ). Ia adalah “Maha-Dewa-Yang-Penuh-Welas Asih “ yang menyangka dirinya sebagai “Maha-Pencipta”, “Bapa-Semua-Makhluk”.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Dalam Patika-sutta, Sang Buddha menyatakan Beliau tidak hanya mengetahui asal-muasal ( agganna ) dari segala sesuatu, tapi jauh lebih banyak lagi. Dan menurut Sang Buddha, maka sesungguhnya tidaklah ada “awal” yang benar-benar bisa disebut sebagai “awal”, Sang Bhagava Guru, Sang Sugatha, bersabda, “ Tak dapat ditentukan awal dari alam semesta. Titik terjauh dari kehidupan, berpindah dari kelahiran ke kelahiran, terikat oleh ketidak-tahuan dan keinginan, tidaklah dapat diketahui. “ ( SN. II. 178 )

Sang Buddha menyatakan kepada Ratu Srimala ;


“ Adalah sulit untuk mengetahui dan memahami bagaimana pikiran murni yang intrinsik dapat dikontaminasi oleh noda-noda batin. Srimala, ada dua hal yang sulit dipahami. Apa kedua hal tersebut ? Pertama, pikiran murni yang intrinsik ; Kedua, kontaminasi terhadap pikiran ini oleh noda-noda batin. Hanya engkau dan Bodhisatva-Bodhisatva yang telah mencapai Dhamma-Agung yang dapat menerima dua hal ini setelah mendengarkannya. Para Srawaka dapat memahami mereka hanya melalui ‘iman’ ( Srimala-devi-simhanada-sutra ).

Menurut sabda diatas, hanya Sang Buddha sendiri yang memahami secara eksperiensial mengapa terlahir ketidaktahuan dasar ( avijja ; Sanskrit : Avidya ) berupa noda batin “primordial” dari pikiran sejati yang secara intrinsik adalah suci murni ; makhluk suci lainnya , para savaka, hanya bisa menerima hal ini dengan ‘keyakinan/iman’. Menurut Buddha-Dhamma, pengetahuan tentang asal-muasal dunia tidak dapat dituangkan ke dalam bahasa manusia karena kelahiran semesta bersifat dualistis dan khayal / delusiv, sedangkan pengetahuan itu bersifat transendental, melampaui penggambaran.

Demikianlah, kelahiran segenap fenomena dan makhluk-hidup ( dhatu ) dipandang oleh agama Buddha sebagai suatu kesalahan, ketidakmuliaan, dan bukan merupakan unsur kesengajaan ( penciptaan ) dari suatu makhluk Adikuasa. Bahkan, taman dan istana surgawi tidak diciptakan oleh siapa-siapa, melainkan muncul dari pikiran diskriminatif dan delusiv ( Sutra Winaya Definitif ). Seperti yang dikatakan dalam Srimala-devi-simhanada-sutra, “ Tathagata, dengan kemelekatan sebagai kondisi dan karma penoda sebagai musabab, tiga alam ( dhatu ) dilahirkan. “

sumber : https://ratnakumara.wordpress.com/2008/11/07/awal-mula-penciptaan/
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by Azed on Wed Aug 31, 2016 3:21 pm

@dharma_senapati wrote:setelah ditelusuri oleh buddha sendiri bahwa dzat tuhan itu ternyata masih memiliki kehendak. kehendak menjadi niat, niat menjadi karma.
jadi dzat tuhan yg sifatnya personal itulah jd terkondisi (tidak kekal)
Dlm cerita itu siapa sih yg anda maksud sbg Tuhan ?
Yg disebut sang Buddha itu Sidharta Gautama ya ?

@dharma_senapati wrote:

AWAL-MULA MUNCULNYA KONSEP  “YANG-MAHA-PENCIPTA”
......
Dalam Patika-sutta, Sang Buddha menyatakan Beliau tidak hanya mengetahui asal-muasal ( agganna ) dari segala sesuatu, tapi jauh lebih banyak lagi. Dan menurut Sang Buddha, maka sesungguhnya tidaklah ada “awal” yang benar-benar bisa disebut sebagai “awal”, Sang Bhagava Guru, Sang Sugatha, bersabda, “ Tak dapat ditentukan awal dari alam semesta. Titik terjauh dari kehidupan, berpindah dari kelahiran ke kelahiran, terikat oleh ketidak-tahuan dan keinginan, tidaklah dapat diketahui. “ ( SN. II. 178 )
Apakah menurut anda tidak dapat diketahui = tidak ada ?

Azed
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 160
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 02.09.12
Reputation : 25

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Wed Aug 31, 2016 7:02 pm

@Azed
dicerita itu yg dimaksud dgn tuhan adl maha brahma

pada saat itu sang buddha adl siddharta

tidak dpt diketahui disini mksdnya adl karena alam semesta dan kelahiran terus berlangsung sehingga sulit dicari penyebab awalnya.

dgn mencari2 penyebab awal maka manusia sulit akan mencapai kesucian. inti dari ajaran ini adl "berbuatlah banyak kebajikan, sucikan hati & pikiran"

gitu2 deh (pinjam istilah @dee-nee)
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Wed Aug 31, 2016 7:04 pm

lakukan kebajikan saat ini, jgn dipusingkan oleh "apa penyebabnya?" "siapa penciptanya?"

itu gak penting.
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by Azed on Thu Sep 01, 2016 8:19 am

@dharma_senapati wrote:@Azed
dicerita itu yg dimaksud dgn tuhan adl maha brahma
pada saat itu sang buddha adl siddharta
Wadooh ... lha kan disitu diceritakan kalau yg disebut Maha Brahma itu dah bohong, ngaku-aku doang. Tingkatannya juga lebih rendah dari sang Buddha.  Mosok yg kek gitu dibilang Tuhan ?.

Kalau menurut logika saya nih, ... itu sih samasekali tdk layak disebut Tuhan. Bahkan sekalipun dibanding Yesus yg kononnya juga inkarnasi Tuhan yg menjadi manusia.

@dharma_senapati wrote:tidak dpt diketahui disini mksdnya adl karena alam semesta dan kelahiran terus berlangsung sehingga sulit dicari penyebab awalnya.
Disitu kok tdk diceritain kalau Sang Buddha bilang ; “tidak ada”. Dia cuma bilang tdk diketahui, karena tdk ditemukan. Mosok trus anda simpulkan bhw itu artinya tdk ada.

Kalau saya lihat gelas, trus saya tdk tahu atau tdk bisa ketemu siapa yg bikin, saya sih tdk akan nyimpulkan : berarti yg bikin tdk ada. Bhw gelas itu tidak pernah tidak ada .... gitu bro...

@dharma_senapati wrote:dgn mencari2 penyebab awal maka manusia sulit akan mencapai kesucian. inti dari ajaran ini adl "berbuatlah banyak kebajikan, sucikan hati & pikiran"
Menurut cerita disitu, para dewa saja pengin tau, sampai-sampai maha Brahma ngebohongin pengikutnya. Bahkan sang Buddhapun juga berusaha nyari tau, iya kan ?.

Saya yakin, sang Buddha nyari taunya tdk kayak kita yg sekedar tanya sana-sini, denger sana-sini. Dia konon pakai bertapa segala, meditasi tingkat tinggi, menderita, ninggalin semua kemewahan, dsb.

Kalau menurut mereka siapa pencipta alam semesta, kapan dan bagaimana awal mulanya, dsb. tdk amat penting, mereka tdk akan melakukan pencarian.

Bro, ...meskipun orang sibuk mencari nafkah, atau apapunlah, apa ya berarti tdk bisa berbuat kebajikan, tdk bisa sucikan hati dan pikiran ?.

Azed
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 160
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 02.09.12
Reputation : 25

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Thu Sep 01, 2016 10:19 am

@Azed wrote:
Menurut cerita disitu, para dewa saja pengin tau, sampai-sampai maha Brahma ngebohongin pengikutnya. Bahkan sang Buddhapun juga berusaha nyari tau, iya kan ?.

Saya yakin, sang Buddha nyari taunya tdk kayak kita yg sekedar tanya sana-sini, denger sana-sini. Dia konon pakai bertapa segala, meditasi tingkat tinggi, menderita, ninggalin semua kemewahan, dsb.

yups, itu namanya dengan usaha sendiri dlm pencarian kebenaran tanpa wahyu, wangsit, bisikan jin / malaikat

@Azed wrote:
Kalau menurut mereka siapa pencipta alam semesta, kapan dan bagaimana awal mulanya, dsb. tdk amat penting, mereka tdk akan melakukan pencarian.

buddha mengatakan, pencarian sebab awal, tuhan tidak akan membawa kesucian batin

@Azed wrote:
Bro, ...meskipun orang sibuk mencari nafkah, atau apapunlah, apa ya berarti tdk bisa berbuat kebajikan, tdk bisa sucikan hati dan pikiran ?.

manusia perumah tangga pun bisa mencapai kesucian, hanya saja levelnya berbeda dengan buddha & arahat

Tingkat kesucian dalam agama Buddha dapat dibagi dalam dua golongan :
1. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga yang belum mencapai tingkat kesucian.

2. Ariya-puggala Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga yang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama.

JALAN MENUJU TINGKAT KESUCIAN
Cara mencapai Tingkat Kesucian
Kesucian merupakan sesuatu yang bukanlah hal mudah untuk digapai oleh seseorang dengan hanya menjalani suatu ritual tertentu. Kesucian dalam agama Buddha sudah menjadi suatu bagian dari pada hidup sesuai dengan Dhamma yang diajarkan oleh Buddha. Buddha bersabda :

‘” Dengan perbuatan,pengertian, dan kebajikan
Dengan sila dan hidup suci
Dengan cara inilah orang-orang menjadi suci
Dan bukan karena keturunan dan harta kekayaan”.


Dalam hal ini kesucian seharusnya dipahami sebagai Nibbana, yang terbebas dari segala kekotoran batin, yang sungguh-sungguh murni. Adapun cara yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mencapai suatu tingkat kesucian yaitu dengan menjalankan jalan mulia berunsur delapan, yang terdiri dari pengertian benar, pikiran benar, ucapan benar, perbuatan benar, mata pencaharian benar,usaha benar perhatian benar dan kosentrasi benar.

Apabila dikelompokkan yaitu dua yang pertama digolongkan sebagai kebijaksaan (panna) tiga berikutnya sebagai kesusilaan (sila) dan tiga terahir adalah kosentrasi (Samadhi).

Terdapat empat tingkatan dalam pencapaian kesucian yaitu:
1. Sotapati (pemasuk arus)
2. Sakadagami (yang kembali sekali)
3. Anagami (tidak kembali lagi)
4. Arahat (kesempurnaan dalam kebijaksanaan)

Didalam pencapaian pemasuk arus Sotapati dan sakadagami yaitu dengan melaksanakan sila atau ditunjukan dengan sila. Sedangkan Anagami ditunjukkan dengan Kosentrasi dan Arahata dengan kebijaksanaan.

1. Sotapati (pemasuk arus)
Pemasuk arus adalah masuk kedalam jalan yang tidak berbalik kembali menuju kepembebasan dan kesadaran yang mengalami pencapaian tersebut adalah kesadaran jalan pemenang arus. Arus atau sota terdiri dari jalan mulia berunsur 8. Untuk mencapai tingkatan ini yaitu dengan melenyapkan:
1) vicikicha (keragu-raguan).
2) sakayaditthi (pandangan salah mengenai aku).
3) Silabataparamasa (kemelekatan ritual dan upacara yang dianggap dapat membawa kebebasan).

Kesadaran jalan ini menghilangkan secara tetap permanen 5 jenis kesadaran buruk yaitu,
1) Ditthigatasampayutta citta 4,
2) Vicikichasampayutta citta 1.

2. Sakadagami (yang kembali sekali)
Orang suci yang paling banyak akan terlahir sekali lagi. Sakadagami telah melenyapkan tiga belenggu (samyojana) yaitu
(1) sakkaya-ditthi,
(2) vicikicch, dan
(3) silabbata-paramasa dan telah melemahkan bentuk-bentuk batin yang kasar dari nfsu keinginan indriawi (kamaraga) dan niat jahat (byapada).

3. Anagami (tidak kembali lagi)
Orang suci yang tidak akan terlahir lagi di alam manusia, tetapi langsung terlahir kembali di salah sebuah dari lima alam Suddhavasa. Dari salah sebuah alam Suddhavasa ini Anagami itu akan mencapai tingkat kesucian tertinggi sebagai Arahat dan akhirnya ia mencapai parinibbana.

Anagami telah melenyapkan lima belenggu (samyojana) yaitu
(1) sakkaya-ditthi,
(2) vicikicch,
(3) silabbata-paramasa
(4) kamaraga
(5) byapada.

4. Arahat
Kesadaran ini menghancurkan10 belenggu batin yang halus yaitu kemelekatan pada kehidupan alam materi halus (Ruparaga) kemelekatan pada kehidupan alam tanpa materi (Aruparaga), ia juga memotong kesombongan (mana), Uddhaca (kegelisahan), Kegelapan batin (Avijja) dan kesadaran ini juga memotong sisa dari jenis kesadaran tidak baik yaitu ditthigatavipayutta 4 dan uddhacasamapyutta 1.
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by Azed on Thu Sep 01, 2016 6:32 pm

@dharma_senapati wrote:yups, itu namanya dengan usaha sendiri dlm pencarian kebenaran tanpa wahyu, wangsit, bisikan jin / malaikat
Maksudnya usaha sendiri itu gimana ya. Semua “pencari Tuhan” juga berusaha sendiri, bukan dg cara gotong royong. Atau ‘kali maksudnya dapet ngeliat sendiri, gak ada yg ngasih tau gitukah ?. Kalau itu pasti gagal, karena bagaimanapun hebatnya, manusia tetap punya keterbatasan.

Tapi bukan itu masalahnya.

Esensinya adalah, bhw keingin tahuan tentang siapa yg maha kuasa, penciptaan alam semesta, dsb. adalah naluri makhluk yg namanya manusia. Sidarta adalah salah seorang yg terlibat secara sungguh-sungguh dlm kegiatan pencarian itu. Dan kitab anda sendiri bercerita bhw sang Buddha tdk berhasil menemukan yg dicari.

Anda kan meyakini bhw Tuhan itu ada, lalu darimana keyakinan itu anda dapatkan. Dari beberapa referensi yg saya baca, koq gak ketemu dalil yg bicara tentang keberadaan Tuhan. Bahkan artikel yg anda kopas itu malah seperti sedang membuktikan bhw sang pencipta alam semesta itu cuma mitos.

@dharma_senapati wrote:buddha mengatakan, pencarian sebab awal, tuhan tidak akan membawa kesucian batin
Mungkin karena tdk berhasil, makanya dia mengambil kesimpulan seperti itu.

Kalau anda percaya bhw diluar Buddhisme juga ada yg dapat mencapai kesucian batin, maka banyak orang yg telah mencapai tingkat itu meskipun mereka melakukan pencarian asal muasal semesta. Setidaknya mereka  adalah para nabi agama samawi. Kecuali kalau menurut anda, para nabi itu menurut standard Buddhisme belum masuk kategori orang suci ... ya udah, berarti gak ada.

Saya kok gak ngerti dimana sisi negatipnya mencari awal penciptaan. Menurut anda yg gimana sih, kok malah menyebabkan orang gak bisa mencapai kesucian batin ?.

@dharma_senapati wrote:manusia perumah tangga pun bisa mencapai kesucian, hanya saja levelnya berbeda dengan buddha & arahat

Tingkat kesucian dalam agama Buddha dapat dibagi dalam dua golongan :
1. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga yang belum mencapai tingkat kesucian.

2. Ariya-puggala Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga yang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama.
Nah, bukankah itu artinya bisa.

Menurut Buddhisme, apakah semua orang pada akhirnya akan sampai juga ke tingkat tertinggi setelah mengalami tumimbal lahir sekian ribu, juta kali atau bahkan tak terhitung ?

Alam Anagami dan Arahat itu apakah kalau dlm Islam setara dg alam surga ?

Azed
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 160
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 02.09.12
Reputation : 25

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Fri Sep 02, 2016 11:42 am

@Azed wrote:
Maksudnya usaha sendiri itu gimana ya. Semua “pencari Tuhan” juga berusaha sendiri, bukan dg cara gotong royong. Atau ‘kali maksudnya dapet ngeliat sendiri, gak ada yg ngasih tau gitukah ?. Kalau itu pasti gagal, karena bagaimanapun hebatnya, manusia tetap punya keterbatasan.

yups. usaha sendiri mksdnya adl tanpa bantuan wahyu tuhan yg sekonyong2 njubleg lsg jd serba tahu.

usaha sendiri ini adl pencarian kebenaran sejati serta membuktikannya sendiri serta mampu untuk mengajarkan kebenaran tsb kpd smw makhluk

@Azed wrote:
Esensinya adalah, bhw keingin tahuan tentang siapa yg maha kuasa, penciptaan alam semesta, dsb. adalah naluri makhluk yg namanya manusia. Sidarta adalah salah seorang yg terlibat secara sungguh-sungguh dlm kegiatan pencarian itu. Dan kitab anda sendiri bercerita bhw sang Buddha tdk berhasil menemukan yg dicari.

tidak berhasil disini mksdnya adl pencarian tuhan-personal yg maha waaaah dllsbg adalah gak ada dah diubek2 gak ketemu. malahan tuhan-personal spt yg dimaksud kitab samawi ciri2nya sama dgn mahabrahma.

yg ada hanyalah nibbana (yg mutlak) daaaaan nibbana itu bukan tuhan-personal.

@Azed wrote:
Anda kan meyakini bhw Tuhan itu ada, lalu darimana keyakinan itu anda dapatkan. Dari beberapa referensi yg saya baca, koq gak ketemu dalil yg bicara tentang keberadaan Tuhan. Bahkan artikel yg anda kopas itu malah seperti sedang membuktikan bhw sang pencipta alam semesta itu cuma mitos.

utk yg bold ==> haaah gak salah tuh!

saya hanya menyakini tuhan non-personal. konsep ketuhanan dlm buddhisme adl tuhan non-personal (yg tak terkondisi, yg mutlak) ==> nibbana

@Azed wrote:
Saya kok gak ngerti dimana sisi negatipnya mencari awal penciptaan. Menurut anda yg gimana sih, kok malah menyebabkan orang gak bisa mencapai kesucian batin ?.

sisi negatifnya adl manusia batin & pikirannya akan melekat & terbelenggu oleh sosok tuhan-personal, jd manusia gak bisa terlepas dari keterikatan batin dgn tuhan-personal tsb.

@Azed wrote:
Menurut Buddhisme, apakah semua orang pada akhirnya akan sampai juga ke tingkat tertinggi setelah mengalami tumimbal lahir sekian ribu, juta kali atau bahkan tak terhitung ?

Alam Anagami dan Arahat itu apakah kalau dlm Islam setara dg alam surga ?

yups. dlm buddhisme, semua orang bisa mencapai tingkat2 kesucian bahkan bisa mencapai tingkat arahat & buddha.

anagami & arahat adl tingkat kesucian bukan alam. lihat penjelasan sy pd post #93
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by njlajahweb on Sat Sep 03, 2016 5:24 pm

quote
hhmm..
kau tahu atau hanya percaya ttg ini?
jika kau tahu,...bgm mungkin hakekat Tuhan yg katanya berada diluar panca indra
,berubah jadi sebuah pengetahuan?
sebab bukankah pengetahuan adalah buah karya dari panca indra !?
tanggapan
jika Tuhan bisa diciptakan oleh pikiran manusia,
maka Hakikat-Tuhan itu sendiri, tidak akan bisa diciptakan dan tidak akan bisa dimusnahkan oleh pikiran manusia.

quote kutipan
jika kau tahu,...bgm mungkin hakekat Tuhan yg katanya berada diluar panca indra
,berubah jadi sebuah pengetahuan?
sebab bukankah pengetahuan adalah buah karya dari panca indra !?
tanggapan
Hakikat Tuhan juga merupakan keExisan-NYA yang tidak bisa dibantah oleh logika, karena secanggih-canggihnya ilmu pengetahuan ataupun kejeniusan, hikmat, kedalaman hati manusia, tidak akan bisa menjawab semua fenomena-fenomena alam(tanpaterkecuali), ini adalah bukti bahwa ada Hikmat yang jauh melebihi ilmu pengetahuan ataupun kejeniusan, hikmat, kedalaman hati manusia. Itulah Hikmat-NYA, Kecerdasan-NYA, karena Hakikat-TUHAN adalah Kecerdasan yang melebihi tak terbatas, karena didalam HakikatTUHAN ada rahasia-rahasia yang harus tetap pada tempatnya. bahkan malaikatpun tidak mengetahui.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5008
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 113

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by gayatri on Tue Sep 06, 2016 10:44 pm

ehhmmm...

gayatri
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 666
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 07.06.15
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by Azed on Thu Sep 08, 2016 12:21 am

@dharma_senapati wrote:
@Azed wrote:
Maksudnya usaha sendiri itu gimana ya. Semua “pencari Tuhan” juga berusaha sendiri, bukan dg cara gotong royong. Atau ‘kali maksudnya dapet ngeliat sendiri, gak ada yg ngasih tau gitukah ?. Kalau itu pasti gagal, karena bagaimanapun hebatnya, manusia tetap punya keterbatasan.

yups. usaha sendiri mksdnya adl tanpa bantuan wahyu tuhan yg sekonyong2 njubleg lsg jd serba tahu.

usaha sendiri ini adl pencarian kebenaran sejati serta membuktikannya sendiri serta mampu untuk mengajarkan kebenaran tsb kpd smw makhluk
Dlm keyakinan agama samawi, Allah memang maha mengetahui. Hanya daripadaNya segala sesuatu yg diluar jangkauan manusia, pengetahuan itu berasal. Manusia hanya mengetahui berdasar apa yg dapat di inderanya, selebihnya tidak tahu apa-apa. Apalagi mengenai hal-hal yg ghoib, misal penciptaan, surga-neraka, alam malaikat, dlsb. Sedangkan mengenai hal yg nyata saja pengetahuannya sangat terbatas.

Analogi sederhana,
Jika saya ingin tahu seperti apa keadaan misalnya di Antartika, maka bisa saja saya sekonyong2 njubleg langsung jadi serba tahu jika datang orang Antartika bercerita tentang apa saja yg ingin saya ketahui. Apalagi jika kemudian dia membawa serta video yg dapat saya tonton. Jadi pengetahuan yg saya dapatkan adalah hasil informasi valid dari pihak yg tahu pasti kondisi disana, bukan hasil merenung sendiri berbulan-bulan yg mungkin tdk ada nilai kebenarannya.

@dharma_senapati wrote:
@Azed wrote:
Esensinya adalah, bhw keingin tahuan tentang siapa yg maha kuasa, penciptaan alam semesta, dsb. adalah naluri makhluk yg namanya manusia. Sidarta adalah salah seorang yg terlibat secara sungguh-sungguh dlm kegiatan pencarian itu. Dan kitab anda sendiri bercerita bhw sang Buddha tdk berhasil menemukan yg dicari.

tidak berhasil disini mksdnya adl pencarian tuhan-personal yg maha waaaah dllsbg adalah gak ada dah diubek2 gak ketemu. malahan tuhan-personal spt yg dimaksud kitab samawi ciri2nya sama dgn mahabrahma.

yg ada hanyalah nibbana (yg mutlak) daaaaan nibbana itu bukan tuhan-personal.
Lha memangnya Sidarta ngubek-ubeknya dimana ?. Kalau nyari satu sosok yg terkondisi, yg dpt dipersonifikasikan, yg dpt dilihat dg mata fisik atau mata batin, yg dapat di ajak berkomunikasi langsung, atau entah apalagi, ya pasti gagal. Ketika ternyata tdk menemukan, maka dia mengakui terus terang : “tidak diketahui”. Saya tidak menemukan dlm referensi manapun bhw Sidarta mengatakan : “tidak ada”.

Siapapun, biar mau semedi sampai kering, ya gak bakal berhasil menemukan “sosok” Tuhan. Bukan hanya sang Buddha, bahkan jauh sebelum sampai berabad-abad sesudahnya, sudah tak terhitung orang “suci” yg berusaha menemukannya. Tapi semuanya gagal total.

Dlm keyakinan Islam, Allah memang maha waaah. Mahabrahma samasekali tdk layak diperbandingkan dg Allah. Sidarta saja tdk pernah menganggap mahabrahma sebagai sosok yg dicarinya. Apalagi konon mahabrahma masih lebih rendah derajatnya dpd sang buddha.  

Dlm Buddhisme, sang Buddha kan dianggap sebagai orang yg lebih tinggi derajadnya dpd semua makhluk yg ada di seluruh alam semesta. Dianggap tahu segalanya tentang masa lalu sampai masa yg akan datang. Tapi, bagaimanapun hebat dan tinggi kemuliaan yg disematkan kepadanya, menciptakan seekor nyamukpun sang Buddha tak mampu.

Sedangkan dlm keyakinan agama yg bertuhan, yg namanya Tuhan itu adalah pencipta, pengatur dan pemelihara alam semesta beserta segala isinya. Dari mulai yg ghoib sampai yg nyata (nampak).

++

Menurut pengertian saya, nibbana tdk ada korelasinya dg konsep ketuhanan dlm pengertian agama samawi. Jika dlm keyakinan anda itu identik dg Tuhan, ya silahkan. Meskipun itu berarti tidak konsisten dg konsep tuhan yg menurut anda “seharusnya” tidak terkondisi, padahal nibbana itu suatu kondisi dg parameter tertentu.


@dharma_senapati wrote:
@Azed wrote:
Anda kan meyakini bhw Tuhan itu ada, lalu darimana keyakinan itu anda dapatkan. Dari beberapa referensi yg saya baca, koq gak ketemu dalil yg bicara tentang keberadaan Tuhan. Bahkan artikel yg anda kopas itu malah seperti sedang membuktikan bhw sang pencipta alam semesta itu cuma mitos.

utk yg bold ==> haaah gak salah tuh!

saya hanya menyakini tuhan non-personal. konsep ketuhanan dlm buddhisme adl tuhan non-personal (yg tak terkondisi, yg mutlak) ==> nibbana
Saya yakin saya tidak salah tanya. Makanya saya hanya menyebut Tuhan (kalaupun dlm buddhisme dianggap ada). Tuhan apapun yg anda yakini keberadaannya.

Saya dapat memahami serba sedikit logika anda yg menganggap bhw mestinya Tuhan  tidak bisa dibatasi oleh definisi ala manusia, tidak dapat dipersonifikasikan, tdk dpt digambarkan dlm bentuk apapun, yg tdk berkondisi, yg mutlak dan entah apalagi. Saya sepenuhnya sependapat.

Oh, ya ... apa maksudnya YG MUTLAK ?
Apanya yg mutlak ?


@dharma_senapati wrote:
@Azed wrote:
Saya kok gak ngerti dimana sisi negatipnya mencari awal penciptaan. Menurut anda yg gimana sih, kok malah menyebabkan orang gak bisa mencapai kesucian batin ?.

sisi negatifnya adl manusia batin & pikirannya akan melekat & terbelenggu oleh sosok tuhan-personal, jd manusia gak bisa terlepas dari keterikatan batin dgn tuhan-personal tsb.
Istilah yg saya bold itu asing ditelinga muslim. Barangkali dlm Islam yg setara dg maksud tsb adalah Dzikrullah atau selalu ingat kpd Allah. Maksud ingat disini adalah dlm soal apa saja hal-hal yg diridhoi dan tdk diridhoi Allah. Bukan sosok Tuhan atau Allah, Islam tdk pernah mengajarkan yg begitu. Dlm Islam, Dzikrullah itu hukumnya justru wajib yg sangat diutamakan.

Maka, pernyataan anda itu akan terlihat sangat lucu dlm keyakinan agama samawi (bukan hanya Islam, tapi semua agama yg bertuhan), lha wong selalu mengingat thd Tuhannya kok dianggap negatip. Itu sama lucunya dlm pandangan buddhis kalau saya mengatakan bhw sisi negatip buddhisme adalah harus selalu ingat dg karma atau harus selalu ingat ajaran sang buddha.

Kembali ke soal awal. Dlm ajaran Islam, orang justru dapat mencapai kesucian batin pada tingkat tertinggi jika selalu ingat Allah. Itulah sikap terbaik sebagai kontrol utama segala tindakan manusia.


@dharma_senapati wrote:
@Azed wrote:
Menurut Buddhisme, apakah semua orang pada akhirnya akan sampai juga ke tingkat tertinggi setelah mengalami tumimbal lahir sekian ribu, juta kali atau bahkan tak terhitung ?

Alam Anagami dan Arahat itu apakah kalau dlm Islam setara dg alam surga ?

yups. dlm buddhisme, semua orang bisa mencapai tingkat2 kesucian bahkan bisa mencapai tingkat arahat & buddha.
anagami & arahat adl tingkat kesucian bukan alam. lihat penjelasan sy pd post #93
Saya bertanya begitu karena ada tulisan begini :

Anagami (tidak kembali lagi)
Orang suci yang tidak akan terlahir lagi di alam manusia, tetapi langsung terlahir kembali di salah sebuah dari lima alam Suddhavasa

Azed
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 160
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 02.09.12
Reputation : 25

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by dharma_senapati on Mon Sep 12, 2016 11:57 pm

kembali ke topik utama, manusia itu tidak diciptakan melainkan dilahirkan.

manusia itu dilahirkan krn kekuatan karma baiknya yg mendukung shg bisa terlahir menjadi manusia
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by gayatri on Tue Sep 13, 2016 8:05 am

kembali ke topik utama, manusia itu tidak diciptakan melainkan dilahirkan.

manusia itu dilahirkan krn kekuatan karma baiknya yg mendukung shg bisa terlahir menjadi manusia
ini mah dogma

gayatri
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 666
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 07.06.15
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 4 dari 5 Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik