FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Post by isaku on Sun Nov 15, 2015 7:52 am

Pertama : turut berduka cita atas tragedi Paris.


REPUBLIKA.CO.ID Oleh Maimon Herawati / Pengajar Jurnalistik Fikom Unpad

http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/15/11/14/nxt066388-kami-muslim-dipaksa-merasa-bersalah

Belum genap sehari pengeboman dan penembakan Paris terjadi, tapi berbagai media sudah menyebut satu kelompok Muslim sebagai pelaku teror.

Baru saja Reuters menurunkan berita Paris attacks kill 127, Islamic State threatens France, dengan menyertakan paragraf ‘Tidak ada klaim pertanggungjawaban secara langsung, tapi ISIS mengeluarkan video tanpa tanggal. Video itu berisi ancaman ISIS bahwa Prancis tidak akan hidup damai sepanjang tetap ikut serta mengebom ISIS bersama Amerika’ (Reuters.com 14/11 pukul 16.53 WIB).

Berita di atas sudah pasti akan direlay berbagai media di dunia, termasuk media di Indonesia karena Reuters adalah portal berita terkemuka, dianggap terpercaya. Ini tentu saja sangat disayangkan karena belum ada investigasi, belum ada siaran pers dari yang mengaku bertanggungjawab, Reuters sudah menanamkan zhon bahwa pelaku teror Paris adalah Muslim.

Esok, saya yakin Muslim di berbagai belahan dunia akan dipaksa untuk menyampaikan pernyataan not in my name, tidak atas nama saya, sebagai perceraian ideologis dengan ‘Muslim’ pelaku teror itu. Padahal, apa iya pelaku-pelaku teror ini Muslim? Mana bukti mereka Muslim?

Saya saja, belum apa-apa, di halaman pribadi media sosial juga menyampaikan hal itu. Not in my name. Walau, sungguh, saya belum tahu siapa yang menjadi pelakunya. Atau apakah nama kelompok saya (Muslim) akan diseret pelaku teror itu atau tidak. Secara psikologis, ada ketakutan bahwa saya akan disamakan dengan kelompok –katanya Muslim- teroris itu. Itu sebabnya saya bersegera menyampaikan, tidak atas nama saya. Mental saya sudah lebih dulu terserang dan saya harus memertahankan diri. Saya bukan bagian dari teroris.

Padahal, siapa sih kelompok peneror itu? Jangan-jangan ini pun setting kelompok tertentu. Mereka demikian pintar berperang dan ajeg menggunakan siasat Sun Tzu, ‘Bergerak dengan halus, sampai pada keadaan tanpa bentuk. Berlakulah dengan sangat misterius, sampai pada keadaan tak ada suara. Kamu akan bisa menentukan nasib lawan’.

Saking tidak jelasnya siapa mereka dan seterusnya, dua miliar orang berhasil dibuat merasa bersalah oleh pelaku teroris yang belum mengaku berasal dari Muslim ini.

Di sisi lain, pemberitaan model Reuters ini semacam menyembur minyak ke dalam api. Muslim di berbagai dunia semakin melek dengan kemunafikan Barat. Saat satu lokasi di Barat diserang, Muslim melihat media serentak berteriak, ‘Ini teror. Kita sedang berperang melawan teror.’ Media lalu menayangkan siapa yang harus diperangi itu, Muslim.

Pada hari yang sama, Muslim melihat Palestina diserang Israel dalam gelombang intifada ketiga dengan korban sudah ratusan juga, tidak banyak media yang memuat. Begitu juga saat Rusia atau tentara sekutu Amerika mengebom Suriah empat hari lalu, media relatif sunyi.

Ini tentu saja tidak membantu terciptanya dunia yang aman, damai bagi semua. Sebanyak dua miliar manusia dari tujuh miliar penduduknya akan merasa tersudutkan dan dibuat tidak nyaman dengan propaganda teror identik dengan Islam. Belum lagi jika mereka melihat pada saat yang sama, tindakan serupa di belahan bumi Muslim diakui sebagai tindakan memertahankan diri.

Standar ganda yang berkeleleran di media Barat ini sangat mungkin menjadi pemicu sebagian kecil Muslim yang merasa harus berbuat sesuatu atas ketidakadilan ini. Mereka merasa suaranya tidak didengar. Mereka membaca kesewenang-wenangan. Saat tidak ada kanal menyuarakan kemarahan itu, mereka mengambil jalan pintas, mereka turun tangan dengan membabibuta.

Saya harap, media-media di Indonesia bisa bijak menuliskan berita tentang teror di Paris. Elemen jurnalistik Bill Kovack rasanya perlu diingat terus. Kewajiban pertama jurnalistik adalah pada kebenaran.

Kebenaran yang dilihat dari berbagai sisi sehingga utuh fakta itu dilihat dari kiri, kanan, atas, bawah, ataupun dalam. Jurnalistik juga harus bisa membuat berita yang proporsional dan komprehensif. Proporsional silahkan dilihat dari skalanya, jumlah yang tewasnya.

Sampai saat ini, jumlah terbanyak tewas dalam konflik dunia saat ini tetaplah Muslim. Jumlah terusir terbanyak tetaplah Muslim. Media mestinya proporsional menampilkan ini hingga tak membuat korban merasa menjadi pelaku kejahatan.

Jika media di negeri mayoritas Muslim saja gagal melakukan ini, apalagi media di belahan bumi yang lainnya.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Post by salapanbelas maret on Sun Nov 15, 2015 8:37 pm

Di kutipan di atas gue 'membaca' kontradiksi, berkilah tapi membenarkan. Sunguh lucu. Dan ditambah lagi bold si @isaku.
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Post by salapanbelas maret on Sun Nov 15, 2015 10:35 pm

isaku wrote:Pertama : turut berduka cita atas tragedi Paris.


REPUBLIKA.CO.ID Oleh Maimon Herawati / Pengajar Jurnalistik Fikom Unpad

[url=/berita/jurnalisme-warga/wacana/15/11/14/nxt066388-kami-muslim-dipaksa-merasa-bersalah]http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/15/11/14/nxt066388-kami-muslim-dipaksa-merasa-bersalah[/url]

Belum genap sehari pengeboman dan penembakan Paris terjadi, tapi berbagai media sudah menyebut satu kelompok Muslim sebagai pelaku teror.

Baru saja Reuters menurunkan berita Paris attacks kill 127, Islamic State threatens France, dengan menyertakan paragraf ‘Tidak ada klaim pertanggungjawaban secara langsung, tapi ISIS mengeluarkan video tanpa tanggal. Video itu berisi ancaman ISIS bahwa Prancis tidak akan hidup damai sepanjang tetap ikut serta mengebom ISIS bersama Amerika’ (Reuters.com 14/11 pukul 16.53 WIB).
@19. Reuters mengatakan ISLAMIC STATE aka ISIS, tapi si MAIMON menerjemahkan sebagai KELOMPOK MUSLIM, padahal biasanya muslim selalu NGOTOT SAMPAI KELUAR URAT kalau ISIS BUKAN ISLAM dan BUKAN MUSLIM. Apa sekarang ISIS udah jadi ISLAM YG BENAR ?



Berita di atas sudah pasti akan direlay berbagai media di dunia, termasuk media di Indonesia karena Reuters adalah portal berita terkemuka, dianggap terpercaya. Ini tentu saja sangat disayangkan karena belum ada investigasi, belum ada siaran pers dari yang mengaku bertanggungjawab, Reuters sudah menanamkan zhon bahwa pelaku teror Paris adalah Muslim.
@19. Reuters mengatakan ISLAMIC STATE, kecuali muslim udah menerima kalau ISIS itu adlh SAUDARA SESAMA ISLAM/MUSLIM


Esok, saya yakin Muslim di berbagai belahan dunia akan dipaksa untuk menyampaikan pernyataan not in my name, tidak atas nama saya, sebagai perceraian ideologis dengan ‘Muslim’ pelaku teror itu.
@19. Jadi skrg ISIS itu udah bagian dari islam ya? Padahal, apa iya pelaku-pelaku teror ini Muslim? Mana bukti mereka Muslim? @19. baca di sini:
http://dunia.tempo.co/read/news/2015/11/14/117718851/teroris-tembaki-warga-paris-bak-burung-teriak-allahuakbar .



Saya saja, belum apa-apa, di halaman pribadi media sosial juga menyampaikan hal itu. Not in my name. Walau, sungguh, saya belum tahu siapa yang menjadi pelakunya. Atau apakah nama kelompok saya (Muslim) akan diseret pelaku teror itu atau tidak. Secara psikologis, ada ketakutan bahwa saya akan disamakan dengan kelompok –katanya Muslim- teroris itu. Itu sebabnya saya bersegera menyampaikan, tidak atas nama saya. Mental saya sudah lebih dulu terserang dan saya harus memertahankan diri. Saya bukan bagian dari teroris.

Padahal, siapa sih kelompok peneror itu? Jangan-jangan ini pun setting kelompok tertentu. Mereka demikian pintar berperang dan ajeg menggunakan siasat Sun Tzu, ‘Bergerak dengan halus, sampai pada keadaan tanpa bentuk. Berlakulah dengan sangat misterius, sampai pada keadaan tak ada suara. Kamu akan bisa menentukan nasib lawan’.
@19. Ini yg gue salut dari muslim, TEORI KONSPIRASI, bahkan sekalipun si pelaku sudah mengaku, tetap saja muslim memakai teori konspirasi utk membungkam kafir, tapi dibelakang muslim akan mendukung tindakan sipelaku.
Saking tidak jelasnya siapa mereka dan seterusnya, dua miliar orang berhasil dibuat merasa bersalah oleh pelaku teroris yang belum mengaku berasal dari Muslim ini.


Di sisi lain, pemberitaan model Reuters ini semacam menyembur minyak ke dalam api. Muslim di berbagai dunia semakin melek dengan kemunafikan Barat. Saat satu lokasi di Barat diserang, Muslim melihat media serentak berteriak, ‘Ini teror. Kita sedang berperang melawan teror.’ Media lalu menayangkan siapa yang harus diperangi itu, Muslim.
@19..Perasaan media menyebut ISIS deh, bukan muslim, kecuali muslim udah menerima ISIS sbg MUSLIM.


Pada hari yang sama, Muslim melihat Palestina diserang Israel dalam gelombang intifada ketiga dengan korban sudah ratusan juga, tidak banyak media yang memuat. Begitu juga saat Rusia atau tentara sekutu Amerika mengebom Suriah empat hari lalu, media relatif sunyi.

Ini tentu saja tidak membantu terciptanya dunia yang aman, damai bagi semua. Sebanyak dua miliar manusia dari tujuh miliar penduduknya akan merasa tersudutkan dan dibuat tidak nyaman dengan propaganda teror identik dengan Islam. Belum lagi jika mereka melihat pada saat yang sama, tindakan serupa di belahan bumi Muslim diakui sebagai tindakan memertahankan diri.

Standar ganda yang berkeleleran di media Barat ini sangat mungkin menjadi pemicu sebagian kecil Muslim yang merasa harus berbuat sesuatu atas ketidakadilan ini. Mereka merasa suaranya tidak didengar. Mereka membaca kesewenang-wenangan. Saat tidak ada kanal menyuarakan kemarahan itu, mereka mengambil jalan pintas, mereka turun tangan dengan membabibuta.
@19.. Ha ha ha inilah kontradiksinya, di satu sisi mengatakan BUKAN tapi pada sisi lain justru MEMBENARKAN.


Saya harap, media-media di Indonesia bisa bijak menuliskan berita tentang teror di Paris. Elemen jurnalistik Bill Kovack rasanya perlu diingat terus. Kewajiban pertama jurnalistik adalah pada kebenaran.

Kebenaran yang dilihat dari berbagai sisi sehingga utuh fakta itu dilihat dari kiri, kanan, atas, bawah, ataupun dalam. Jurnalistik juga harus bisa membuat berita yang proporsional dan komprehensif. Proporsional silahkan dilihat dari skalanya, jumlah yang tewasnya.

Sampai saat ini, jumlah terbanyak tewas dalam konflik dunia saat ini tetaplah Muslim. Jumlah terusir terbanyak tetaplah Muslim. Media mestinya proporsional menampilkan ini hingga tak membuat korban merasa menjadi pelaku kejahatan.
@19. Emang muslim yg tewas dalam konflik itu yg mbunuh sapa? Kan muslim juga.
Emang yg membuat muslim terusir itu sapa? Musli juga kan. Lha kok malah mewek sehhhhhh....



Jika media di negeri mayoritas Muslim saja gagal melakukan ini, apalagi media di belahan bumi yang lainnya.

Yg coklat, setelah gue googling di yahoo , berita tsb adanya di situs lain bukan di reuters.com, tapi di.....
http://www.phillyvoice.com/paris-attacks-kill-127-islamic-state-threatens-fra/
Kutip: Islamic State claimed responsibility for the attacks, releasing an undated video in which a militant said France would not live peacefully as long it took part in U.S.-led bombing raids against its fighters.
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Post by isaku on Mon Nov 16, 2015 2:32 pm

#TerrorismHasNoReligion Jadi Trending Topic Setelah Serangan Paris


REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Tanda pagar (tagar) atau hashtag #TerrorismHasNoReligion menjadi trending topic di media sosial Twitter setelah serangan di Paris, Prancis, Jumat (13/11). Para netizen memposting dan membagikan pemikirannya, ilustrasi, dan ketakutan setelah serangan ledakan dan tembakan senjata.

Pengguna media sosial di seluruh dunia telah bereaksi terhadap serangkaian serangan mematikan di ibu kota Prancis tersebut. Ada enam serangan, termasuk di tempat konser dan stadion.

"Jangan biarkan hatimu diisi dengan kebencian dan ketakutan. Jika Anda memposting sesuatu yang penuh kebencian maka itu menjadi masalah bukan solusi #ParisAttacks," cuit akun Darren A Furniss @DarrenAFurniss seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Ahad (15/11).

Akun @MarkRuffalo menulis "Jangan biarkan tindakan mengerikan ini membuat anda kehilangan kemanusiaan atau toleransi. Itu adalah hasil yang diharapkan (pelaku) #ParisAttacks."

Kemudian Dan Holloway melalui akunnya @RFC menulis "Untuk orang yang menyalahkan pengungsi untuk serangan di Paris malam ini. Apakah Anda tidak menyadari ini adalah orang-orang yang mereka coba hindari?"

"Saya berduka kepada semua orang di Paris yang harus melalui apa yang terjadi dan saya menyesal untuk setiap Muslim yang harus berurusan dengan stigma yang disebabkan itu," tulis akun @Words_In_Order milik Sels.


http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/15/11/15/nxu8bv366-terrorismhasnoreligion-jadi-trending-topic-setelah-serangan-paris

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Post by SEGOROWEDI on Mon Nov 16, 2015 2:49 pm


lha kalau katanya isis bikinan amerika
kalau katanya isis penista islam

kok anehnya..
- gak ada muslim yang jihad merangi isis?
- yang ada malah sebaliknya, muslim antri berjihad bersama isis

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Post by njlajahweb on Wed Dec 09, 2015 5:32 am

sekilas info,

Terimakasih, anda ikut berdukacita, semoga umat Kristen dan umat Islam tidak mudah terpancing dengan situasi.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5429
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kami (Muslim) Dipaksa Merasa Bersalah

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik